cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP ANTARA PASIEN HIPERTENSI DENGAN DAN TANPA KOMPLIKASI DI PUSKESMAS ALIANYANG KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN EUROPEAN QUALITY OF LIFE 5 DIMENSIONS (EQ-5D) QUESTIONNAIRE ., Nadasyifa Shalihah Az-zahra
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.875 KB)

Abstract

LATAR BELAKANG: Hipertensi yang terjadi dengan dan tanpakomplikasi dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita. Penurunankualitas hidup yang terjadi pada pasien hipertensi mengakibatkanterganggunya fungsi kesehatan fisik, psikologis, dan hubungan sosialpasien. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaankualitas hidup antara pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasimenggunakan European Quality of Life 5 Dimensions (EQ5D)Questionnaire. METODE: Penelitian yang dilakukan menggunakan metodeobservasional dengan rancangan potong lintang (cross sectional). Sampeldalam penelitian ini adalah pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasidi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak yang memenuhi kriteria inklusidan eksklusi. HASIL: Analisis data dilakukan menggunakan uji MannWhitney,diperoleh nilai sig. = 0,163. KESIMPULAN: Tidak terdapatperbedaan kualitas hidup antara pasien hipertensi dengan dan tanpakomplikasi menggunakan kuesioner EQ5D.
PENETAPAN KADAR TOTAL FLAVONOID DAN FENOL FRAKSI ETIL ASETAT DARI EKSTRAK ETANOL RIMPANG ACORUS SP. ., Rahmi Khoirunnisa
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.326 KB)

Abstract

LATAR BELAKANG: Tanaman Jeringau Merah (Acorus sp.) secaraempiris diketahui memiliki manfaat untuk kesehatan diantaranya mengobatitipus dan demam berdarah. Rimpang dari tanaman jeringau merah inimengandung senyawa metabolit sekunder termasuk fenol dan flavonoid.TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total flavonoiddan fenol dari rimpang jeringau merah pada tingkat fraksi dengan pelarutfraksi etil asetat. METODE: Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasimenggunakan etanol 96%, kemudian difraksinasi dengan fraksi etil asetatsebagai sampel untuk diteliti kadar flavonoid total dan kadar fenol total.Penetapan kadar diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dandinyatakan dalam mg QE/g sampel dan mg GAE/g sampel. HASIL: Dari datahasil pengujian diketahui bahwa kadar flavonoid total dan kadar fenol totaldari fraksi etil asetat rimpang jeringau merah berturut-turut yaitu14,8836±0,3590 mg QE/gram fraksi dan 432,5710±12,0119 mg GAE/gfraksi. Kata Kunci: Rimpang Acorus sp, Jeringau merah, Flavonoid, Fenol, FraksiEtil Asetat
Penentuan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Cengkodok terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ., Anita Rachmaningtyas Sudagung
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.441 KB)

Abstract

Daun cengkodok (Melastoma malabathricum L.) Memiliki manfaat untuk pengobatan infeksi kulitdan saluran pencernaan, dimana penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri. Daun cengkodokdiduga memiliki senyawa metabolit yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan daripenelitian ini adalah mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun cengkodok terhadap Staphylococcusaureus. Metode yang digunakan pada uji antibakteri adalah metode difusi (Kirby-Bauer).Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa ekstrak etanol daun cengkodok memiliki aktivitasantibakteri dengan konsentrasi 100 mg/ml terhadap Staphylococcus aureus dengan diameter 14,65mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun cengkodok memiliki zona hambatdengan konsentrasi sebesar 100 mg/ml terhadap Staphylococcus aureus.Kata kunci: Antibakteri; Daun cengkodok; Staphylococcus aureus
KEJADIAN EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) KATEGORI 1 PADA PASIEN TB PARU DI UNIT PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU (UP4) PROVINSI KALIMANTAN BARAT ., Farhanisa
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.7 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tuberkulosis (TB) disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium tuberculosis dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian terbesar. Pemakaian obat-obatan anti tuberkulosis sering ditemukan efek samping yang mempersulit sasaran pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat kejadian efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) kategori 1 dalam 1 bulan pada pasien  TB paru di UP4. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan penelitian adalah potong lintang (Cross Sectional) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara Prospektif melalui wawancara kepada pasien. Selama penelitian diperoleh 11 subyek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa penderita TB sebagian besar wanita sebanyak 63,64%, pada kisaran usia 17-35 tahun (27,27%), dengan berat badan berkisar 38-54 kg (72,73%), dan terjadi pada pengobatan tahap intensif 63,64%. Efek samping OAT yang timbul akan menganggu aktifitas pasien sebesar 81,82%. Kejadian efek samping OAT yang timbul paling sering adalah urin berwarna kemerahan 100% dan yang paling rendah efek sampingnya yaitu kesemutan dan mengantuk yaitu sebesar 9,09%. Kesimpulan: Kejadian efek samping OAT kategori 1 pada pasien TB paru di UP4 provinsi Kalimantan barat sebesar 100 % dengan jumlah responden 11 pasien. Adapun efek samping OAT kategori 1 yang di alami yaitu warna urin kemerahan, mual, lemas, muntah, gangguan pencernaan, nyeri sendi, pusing, gatal pada kulit, mengantuk, dan kesemutan.
PROFIL PENGOBATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE-II YANG MENGALAMI KOMPLIKASI GANGREN, NEFROPATI DAN NEUROPATI DI RSUD DR SOEDARSO PONTIANAK ., Winda Farida Gunawan
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.438 KB)

Abstract

LATAR BELAKANG: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakitmetabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Penyakit DM yang tidaktidak terkontrol akan rentan mengalami komplikasi makrovaskular maupunmikrovaskular seperti gangren,nefropati dan neuropati TUJUAN: Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengobatan DM tipe II yang mengalamikomplikasi gangren, nefropati dan neuropati pada pasien rawat inap diRSUD Dr Soedarso Pontianak periode Januari-Desember Tahun 2018.METODE: Studi yang dilakukan merupakan noneksperimental denganrancangan cross-sectional yang bersifat deskriptif. Data yang diperolehbersifat retrospektif dengan menggunakan rekam medis pasien DM tipe II.HASIL: Hasil dari studi ini menunjukan bahwa dari 45 pasien yangmemenui kriteria inklusi, 32 pasien merupakan penyakit DM tipe II dengankomplikasi gangren, 5 pasien dengan komplikasi nefropati dan 8 pasiendengan komplikasi neuropati. KESIMPULAN: Obat antidiabetik yangpaling banyak diresepkan pada pasien DM tipe II dengan komplikasigangren dan neuropati adalah novorapid® sedangkan DM dengankomplikasi nefropati adalah glimepiride Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe II, Gangren, Nefropati, Neuropati,
PENGARUH NEUROPROTEKTAN TERHADAP ANGKA GCS (GLASGOW COMA SCALE) PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK PERIODE JANUARI-DESEMBER 2016 ., Ade Artha Saragi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.497 KB)

Abstract

Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler yang terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkankerusakan neurologis. Pasien stroke pada umumnya mengalami gangguan fungsi motorik dankognitif. Terapi untuk memulihkan fungsi neurologis salah satunya dengan pemberianneuroprotektan. Neuroprotektan yang biasa digunakan yaitu pirasetam dan sitikolin. Perbaikanfungsi neurologis dapat dilihat dengan peningkatan angka GCS (Glasgow Coma Scale) padapasien stroke. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan neuroprotektansecara kombinasi dan penggunaan neuroprotektan secara tunggal dalam meningkatkan angkaGCS pada 40 pasien stroke iskemik di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak.Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancanganpenelitian potong lintang (cross sectional). Hasil dari penelitian ini menunjukan pasien strokeiskemik yang menggunakan terapi neuroprotektan tunggal sebanyak 20 pasien dengan hasilyang mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 6 pasien dengan persentase 28,6% danyang tidak mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 14 pasien dengan persentase 73,7%.Pada pasien stroke iskemik yang menggunakan terapi kombinasi sebanyak 20 pasien denganhasil yang mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 15 pasien dengan persentase 71,4%dan yang tidak mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 5 pasien dengan persentase26,3%. Besarnya nilai Odd Ratio (OR) yang diperoleh adalah 7,00. Artinya adalah OR > 1,yang bermakna bahwa pasien yang menerima terapi kombinasi 7,00 kali lebih besar mengalamiperubahan pada peningkatan angka GCS dibandingan pasien yang hanya menerima terapitunggal pirasetam dan sitikolin.Kata kunci: stroke iskemik, sitikolin, pirasetam, GCS (Glasgow Coma Scale)
ANALISIS KEPATUHAN PENDERITA ASMA DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Yulinda
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.709 KB)

Abstract

Latar belakang. Kepatuhan merupakan faktor yang sangat penting dandiperlukan untuk mencapai keberhasilan pengobatan. Kepatuhan yang rendahterhadap pengobatan yang diberikan menyebabkan meningkatnya morbiditas danmortalitas. Asma merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatanmasyarakat yang serius di berbagai negara berkembang. Tujuan. Penelitian inidilakukan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penderita asma. Metode.Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan rancanganpotong lintang yang dilakukan di RSUD Sultan Syarif Mohamad AlkadriePontianak. Subjek penelitian adalah pasien asma yang menjalani pengobatanrawat jalan di rumah sakit tersebut dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Kepatuhan diukur dengan Morisky Medication Adherence Scale(MMAS-8).Hasil. Berdasarkan tingkat kepatuhannya, pasien dikelompokkan ke dalamkepatuhan tinggi (11,5%), sedang (61,5%), dan rendah (26,9%). Kesimpulan.Tingkat kepatuhan penderita asma masih tergolong rendah.Kata Kunci: Asma, kepatuhan, MMAS-8
PENGARUH PENGGUNAAN PEG 400 DAN GLISEROL SEBAGAI PLASTICIZER TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN PATCH EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urban) ., Anantia Rifqiani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.155 KB)

Abstract

Ekstrak etanol herba pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) diformulasi menjadisediaan patch menggunakan basis HPMC dengan konsentrasi 6%. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh plasticizer terhadap sifat fisik patch, dimana diharapkan patchyang diperoleh memiliki karakteristik yang ringan, tipis dan elastis. Penelitian ini dilakukandengan membuat 2 formula menggunakan plasticizer yang berbeda dimana F1 menggunanangliserol sementara F2 menggunakan PEG 400. Pengujian sifat fisik patch meliputi evaluasikeseragaman bobot, ketebalan patch, persentase kandungan air, kekuatan regangan danpersentase pemanjangan. Analisis dilakukan menggunakan SPSS dengan Independent sampelt-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa patch ekstrak etanol herba pegagan denganplasticizer PEG 400 menghasilkan sifat fisik patch yang lebih ringan (1,221 g ± 0,0160),lebih tipis (0,2476 mm ± 0,0013), lebih kuat (0,1048 kgf/mm2 ± 0,0101) dan lebih elastis(55,5552 % ± 12,633) dibandingkan menggunakan plasticizer gliserol.Kata kunci: Ekstrak etanol herba pegagan, Patch, Plasticizer, Gliserol, PEG 400
INTERAKSI OBAT HIPOGLIKEMIA ORAL (OHO) DENGAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG TERINFEKSI TB PARU ., Waode Dessy Pratiwi Sari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.631 KB)

Abstract

Diabetes merupakan penyakit komorbid yang dapat meningkatkan keparahan infeksituberkulosis (TB) paru. Penggunaan kombinasi Obat Hipoglikemia Oral (OHO) dengan ObatAntituberkulosis (OAT) pada pasien DM yang terinfeksi TB paru berpotensi untuk terjadinyainteraksi obat yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan interaksiantara OHO dan OAT. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifatobservasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional study) yang bersifatdeskriptif. Sampel pada penelitian ini didapatkan sebanyak 51 pasien. Pengumpulan datadilakukan secara retrospektif berdasarkan data rekam medis dan lembar resep dokter. Analisisinteraksi obat menggunakan perangkat lunak https://www.drugs.com/, jurnal dan Stockley’s textbook. Hasil peneiltian menunjukkan bahwa interaksi obat antara OHO dengan OAT berdasarkanmekanisme kerja pada tipe farmakokinetik sebesar 74,50%; farmakodinamik sebesar 0% ; tidakdiketahui (unknown) sebesar 25,5%. Disisi lain, interaksi obat berdasarkan derajat keparahanpada tipe moderat sebesar 100% ; mayor sebesar 0% ; minor sebesar 0%. Kesimpulan daripenelitian ini bahwa penggunaan kombinasi OHO dan OAT dominan terjadi interaksi obat padajalur farmakokinetik dengan derajat keparahan tipe moderat. Kata Kunci : Interaksi Obat, Obat Hipoglikemia Oral (OHO), Obat Antituberkulosis(OAT)
Penentuan Nilai FICI Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Lidah Buaya (Aloe vera) dan Siprofloksasin terhadap Bakteri Infeksi Saluran Kemih (ISK) ., Yuna Lasitarini
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.836 KB)

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi nosokomial yang paling sering terjadi.Penurunan sensitivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab ISK sebagai lini terapimenyebabkan peningkatan frekuensi terjadinya ISK. Kombinasi antibiotik dan bahan alammerupakan salah satu upaya meningkatkan sensitivitas antibakteri. FICI (Fractional InhibitoryConcentration Index) adalah indeks yang dapat menunjukkan karakteristik kombinasi senyawabahan alam dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai FICI kombinasiekstrak etanol kulit daun lidah buaya dan siprofloksasin terhadap bakteri penyebab ISK.Penentuan nilai FICI kombinasi ekstrak dan siprofloksasin menggunakan metode discdiffusion. Konsentrasi kombinasi ekstrak dan siprofloksasin yang digunakan untuk bakteriPseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis masing-masing yaitu 1,25 mg/ml +0,03125 μg/ml dan 0,625 mg/ml + 0,03125 μg/ml dengan zona hambat masing-masing 7,46dan 7,86 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak dan siprofloksasin terhadapbakteri P. aeruginosa dan S. epidermidis memiliki efek aditif dan indifferen dengan nilai FICImasing-masing 1 dan 2.Kata Kunci : Aloe vera, Siprofloksasin, Fractional Inhibitory Concentration Index, InfeksiSaluran Kemih, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aeruginosa