cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
Pengaruh Pemberian Jus Wortel (Daucus carota L.) Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Pal Tiga Kecamatan Pontianak Kota ., Irena Tela
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.754 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21996

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia, sehingga tatalaksana penyakit ini merupakan intervensi yang sangat umum dilakukan diberbagai tingkat fasilitas kesehatan. Salah satu penatalaksanaan nonfarmologis hipertensi yaitu terapi diit dengan mengkonsumsi jus wortel. Wortel mengandung kalium yang bersifat sebagai diuretik yang kuat dan sebagai vasodilatasi pada pembuluh darah sehingga membantu menjaga keseimbangan tekanan darah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus wortel terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Pal Tiga Kecamatan Pontianak Kota.Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan rancangan non   equivalent control group. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Pal Tiga pada Mei 2017. Sampel ditetapkan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan purpossive sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon pada tiap kelompok dan uji t tidak berpasangan untuk sistolik dan uji Mann Whitney untuk diastolik antara dua kelompok.Hasil: Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p sistolik dan diastolik kelompok kontrol 0,009 (p0,05) dan 0,601 (p0,05). Sedangkan nilai p sistolik dan diastolik kelompok intervensi 0,000 (p0,05) dan 0,000 (p0,05), yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji t tidak berpasangan didapatkan nilai p sistolik 0,003 (0,05) dan uji Mann Whitney didapatkan nilai p diastolik 0,000 (p0,05).Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian jus wortel terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Pal Tiga Kecamatan Pontianak Kota dan terdapat perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik antara kedua kelompok.  Kata Kunci       : Hipertensi, Tekanan Darah, Jus WortelReferensi               : 46 (2005-2016)
TERAPI REMINISCENCE TERHADAP PENURUNAN DEPRESI PADA LANJUT USIA DI PANTI JOMPO GRAHA WERDHA MARIE JOSEPH PONTIANAK UTARA DAN PANTI JOMPO GRAHA KASIH BAPA KABUPATEN KUBU RAYA ., Julianto
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.712 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26540

Abstract

Latar Belakang : Depresi pada lanjut usia ditandai dengan merasa tertekan, kurang mempunyai semangat, putus asa, dan berisiko terhadap bunuh diri. Beberapa lanjut usia yang tinggal di panti beresiko mengalami depresi. Terapi reminiscence bermanfaat dalam penurunan depresi pada lanjut usia melalui menceritakan pengalaman masa lalu yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan dopamin untuk memperbaiki mood.Tujuan : Mengidentifikasi pengaruh terapi reminiscence terhadap skor depresi pada lanjut usia di   Panti Jompo Graha Marie Joseph Pontianak Utara dan Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kabupaten Kubu Raya. Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan pre eksperiment dalam kategori satu kelompok (one group pretest- posttest design) pada 17 lanjut usia tanpa kelompok kontrol yang mengalami depresi melalui skrining MMSE. Beberapa instrumen reminiscence yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengalaman yang menyenangkan bersama keluarga dan dirumah, pengalaman yang menyenangkan pada periode masa dewasa, pengalaman yang menyenangkan pada periode masa remaja, pengalaman yang menyenangkan pada periode masa masa anak.Hasil : Setelah diberikan terapi reminiscence pada lanjut usia menunjukan adanya penurunan skor Geriatric Depression Scale yang ditunjukan oleh uji t berpasangan yang memberikan nilai signifikan p 0,002, dengan perubahan mean dari 8,00 ± 1,768 menjadi 4,71 ± 2,640Kesimpulan : Adanya pengaruh terapi reminiscence terhadap skor depresi pada lanjut usia di Panti Jompo Graha Marie Joseph Pontianak Utara dan Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kabupaten Kubu Raya. Sehingga direkomendasikan lanjut usia menggunakan terapi reminiscence sebagai terapi komplementer dan dapat mendiskusikan kejadian-kejadian masa lalu yang menyenangkan secara rutin untuk mengatasi depresi.   Kata Kunci : Depresi, Terapi Reminiscence, Panti Lansia Referensi
Hubungan Sikap dan Perilaku Pasien Diabetes Melitus Dengan Kejadian Luka Diabetik Diruang Rawat Jalan Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2016 ., Nurul Ari Widyaningrum
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.806 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.15028

Abstract

Latar Belakang:Luka kaki diabetik akan mengakibatkan terjadinya resiko amputasi sertadapat mengancam jiwa. Perialku negatif akan memperparah terjadinya komplikasi. Sikapnegatif terhadap perawatan penyakit diabetes terutama dalam mengontrol gula darah, beratbadan, dan kepatuhan minum obat dapat meningkatkan prevalensi kejadian luka kakidiabetik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan perilaku pasiendiabetes melitus dengan kejadian luka diabetik di ruang rawat jalan Penyakit Dalam RumahSakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie kota Pontianak.Metodologi Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional.Sampel berjumlah 131 responden. Analisa bivariate menggunakan uji Chi Square denganp0,05.Hasil: Hasil analisa bivariat pada variabel sikap p=0,497 dan variabel perilaku p=0,620 yangartinya tidak ada hubungan sikap dan perilaku pasien diabetes melitus dengan kejadian lukadiabetikKesimpulan: Tidak ada hubungan sikap dan perilaku pasien diabetes melitus dengankejadian luka diabetik di ruang rawat jalan Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum DaerahSultan Syarif Mohamad Alkadrie kota Pontianak. Namun sikap dan perilaku pasien diabetesmelitus dalam manajemen diabetes tetap harus diperhatikan. Banyak faktor penyebab dariluka diabetik seperti neuropatik sensori, depresi, neurpati otonom, neuropati motorik,vaskulopati, imunopati, dan neuroartiropati. Kata Kunci : Sikap, Perilaku, Luka DiabetikDaftar Pustaka : 53 (2002 "“ 2015)
PENGARUH AROMA TERAPI JASMINE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI DISMENORE DI SMAN 2 PONTIANAK TAHUN 2015 ., Dewi Purnama Sari
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.897 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.17087

Abstract

Latar Belakang : Dismenore adalah suatu keadaan yang mengganggu kenyamanan pada remaja putri yang disebabkan oleh nyeri pada perut saat menstruasi. Remaja putri yang mengalami dismenore dapat mengganggu aktivitas dan konsentrasi belajar sehingga membutuhkan pengobatan untuk mengatasi nyeri menstruasi, salah satu cara pengobatan non-farmakologi yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri menstruasi adalah dengan aroma terapi jasmine. Aroma terapi jasmine merupakan salah satu terapi dengan aroma harum dimana aroma jasmine ini mengandung anti depresif yang bermanfaat untuk menurunkan nyeri menstruasi. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh aroma terapi jasmine terhadap penurunan skala nyeri pada remaja putri yang mengalami dismenore di SMAN 2 Pontianak. Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperiment dengan one group pretest posttest design. Penelitian dilakukan kepada 16 remaja putri yang mengalami dismenore di SMAN 2 Pontianak dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa menggunakan uji T berpasangan, dengan nilai p=0,000. Hasil : Hasil sebelum dilakukan aroma terapi jasmine didapatkan nyeri sedang 62,5% dan nyeri berat 37,5%. Setelah dilakukan aroma terapi jasmine didapatkan tidak nyeri 31,2%, nyeri ringan 56,2% dan nyeri sedang 12,5%. Pada uji t-tes paired didapatkan hasil bahwa nilai p=0,000, dimana p0,05. Kesimpulan : Ada pengaruh aroma terapi jasmine terhadap penurunan skala nyeri menstruasi pada remaja putri di SMAN 2 Pontianak tahun 2015. Implikasinya bahwa aroma terapi jasmine dapat menjadi salah satu terapi non-farmakologi untuk menurunkan nyeri menstruasi. Kata kunci : Dismenore, Aroma Terapi Jasmine, Remaja Putri
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE GENETALIA DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA AKHIR DI INDEKOST TEHEL BIRU PONTIANAK TAHUN 2016 ., Yerlin Ramanda Putri
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.148 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21393

Abstract

Latar belakang : Salah satu masalah kesehatan reproduksi wanita yang sering ditemukan adalah keputihan.Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2012, menyatakan bahwa di Indonesia sebanyak 75% wanita pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% diantaranya biasanya mengalami keputihan dua kali atau lebih. Kurangnya pengetahuan tentang personal hygiene genetalia dapat menjadi satu diantara faktor penyebab terjadinya keputihan.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara Pengetahuan Personal Hygiene Genetalia dengan kejadian keputihan pada remaja akhir yang tinggal di Indekost Tehel Biru Pontianak Tahun 2016.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan uji Fisher.Hasil : Hasil analisa dari 40 responden penelitian menunjukkan bahwa umur   responden terbanyak adalah 17 tahun dengan persentase 27,5%, 21 responden dengan persentase 52,5% memiliki pengetahuan baik tentang personal hygiene, dan 17 responden dengan persentase 42,5% mengalami keputihan.Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja puteri di Indekost Tehel Biru Kota Pontianak Kalimantan Barat dengan p value 0,000.      Kata kunci                               : Pengetahuan personal hygiene genetalia, kejadian keputihan
HUBUNGAN MOTIVASI TERHADAP SIKAP IBU MELAKUKAN PERAWATAN METODE KANGURU PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK ., Asih Annisa
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.563 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26169

Abstract

Pendahuluan: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) mengakibatkan kematian bayi pada masa perinatal karena rentan terhadap hipotermia. Perawatan metode kanguru (PMK) merupakan kontak kulit dengan kulit untuk mempertahankan suhu tubuh bayi serta meningkatkan kontak antara ibu dan bayi. Angka kejadian BBLR di RSUD dokter Soedarso cukup tinggi dibandingkan dengan rumah sakit lainnya di Kota Pontianak yaitu sebanyak 190 kasus pada tahun 2016. PMK sendiri sudah diterapkan pada ibu yang memiliki BBLR di rumah sakit tersebut. Motivasi ibu dalam perawatan BBLR dengan perawatan metode kanguru dapat meningkatkan derajat kesehatan bayi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan motivasi terhadap sikap ibu melakukan perawatan metode kanguru pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD dokter Soedarso Pontianak. Metodologi: Penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah sampel 35 responden. Uji analisis yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan nilai p≤0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebesar 51,4% responden memiliki motivasi tinggi dan 48,6% responden memiliki motivasi rendah sedangkan 54,3% responden memiliki tingkat sikap baik dan 45,7% memiliki sikap buruk. Hasil uji Chi-Square diperoleh hasil p value sebesar 0,028. Kesimpulan: Ada hubungan antara motivasi terhadap sikap ibu melakukan perawatan metode kanguru pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD dokter Soedarso Pontianak.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN INDEKS PRESTASI MAHASISWA KEPERAWATAN ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS TANJUNGPURA ., Elisabet Boru Saragih
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.497 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.16135

Abstract

Latar Belakang : Keberhasilan mahasiswa dalam proses belajar di perguruantinggi dapat diukur dari evaluasi pada setiap semester. Hasil yang menjadi tolakukur dari keberhasilan akademik mahasiswa yaitu dengan indeks prestasi. Salahsatu faktor yang dapat memengaruhi indeks prestasi yaitu kualitas tidur. Kurangtidur dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, perubahan mood, kelelahan, danlain sebagainya. Kualitas tidur yang baik dibutuhkan oleh mahasiswa untukmemaksimalkan proses belajar dalam mencapai indeks prestasi yang baik.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidurdengan indeks prestasi mahasiswa keperawatan.Metode : Desain penelitian observasional analitik dengan metode pendekatancross sectional. Jumlah sampel 60 mahasiswa keperawatan angkatan 2013Universitas Tanjungpura dengan teknik pengambilan sampel simple randomsampling. Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index(PSQI). Data dianalisis dengan uji statistik chi-square.Hasil : Mahasiswa Keperawatan angkatan 2013 Universitas Tanjungpurasebagian besar mempunyai kualitas tidur buruk sebesar 91,7%. Indeks PrestasiKumulatif (IPK) sangat memuaskan (80%). Mahasiswa dengan kualitas tidurburuk IPK sangat memuaskan (81,8%).Kesimpulan : Tidak ada hubungan kualitas tidur dengan indeks prestasimahasiswa. Kata Kunci : Kualitas Tidur, IPK, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)Referensi : 67 (1989-2015)
ANALISIS PENGHAMBAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) PADA PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT BERSALIN JEUMPA PONTIANAK ., Nanda Elok Juwita
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.647 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21322

Abstract

Latar Belakang : Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan hal penting yang harus dialami antara ibu dan bayi setelah persalinan yang bermanfaat untuk meningkatkan ikatan kasih sayang diantara keduanya. Namun pada kenyataannya IMD masih sangat jarang dilaksanakan pada jenis persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak dikarenakan sebagian besar ibu menolak untuk melaksanakannya.Tujuan : Menganalisis hubungan pengetahuan ibu, peranan tenaga kesehatan, dukungan keluarga dan kecemasan ibu terhadap hambatan dalam pelaksanaan IMD pada persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak.  Metode : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional pada 49 ibu post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak yang diambil secara consecutive sampling. Data diperoleh dengan metode wawancara berdasarkan kuisioner penelitian.Hasil : Analisis uji Fisher, didapatkan hasil variabel pengetahuan ibu dengan nilai p=1,000, peranan tenaga kesehatan p=0,102, dukungan keluarga p=0,050, kecemasan ibu p=0,667.Kesimpulan : Berdasarkan uji analisis disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap hambatan dalam pelaksanaan IMD, serta tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu, peranan tenaga kesehatan dan kecemasan ibu terhadap hambatan dalam pelaksanaan IMD di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak. Sehingga dari hal di atas pentingnya peranan perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan untuk melaksanakan IMD dengan melibatkan dukungan keluarga.  Kata Kunci : IMD, Sectio Caesarea, Penghambat, Ibu, Tenaga Kesehatan, Keluarga.
Membandingkan Efektifitas Terapi Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Dewasa Madya Penderita Hipertensi Derajat 1 dan Derajat 2 di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Gang Sehat Kota Pontianak ., Try Mardhani
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.404 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.22124

Abstract

Latar Belakang: Dewasa madya mengalami berbagai masalah pada sistem kardiovaskuler, diantaranya adalah terjadi peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi seperti stroke dan gagal jantung. Relaksasi nafas dalam merupakan salah satu terapi nonfarmakologi yang bisa menurunkan tekanan darah. Mekanisme relaksasi nafas dalam pada sistem pernafasan berupa suatu keadaan inspirasi dan ekspirasi pernafasan dengan frekuensi pernafasn 6-10 kali permenit sehingga terjadi peningkatan pereganggan kardiopulmonari. Akibatnya terjadi penurunan curah jantung, kontraksi otot serat-serat jantung dan volume darah membuat tekanan darah menjadi menurun.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada dewasa madya penderita hipertensi derajat 1 dan derajat 2Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Pre Eksperiment, tipe pretest dan posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah dewasa madya penderita hipertensi derajat 1 dan derajat 2 di wilayah kerja UPK Puskesmas Gang sehat Kota Pontianak. Teknik purposive sampling. Analisa data dengan menggunakan uji t-berpasangan (t-test paired) dan wilcoxon test.Hasil: Hasil uji wilcoxon didapatkan bahwa nilai p sistolik yaitu 0,001 (0.05) dan hasil uji Wilcoxon pada tekanan darah diastolik didapatkan bahwa nilai p sistolik yaitu 0,003 (0,05) hipertensi derajat 1. Hasil uji t berpasangan didapatkan nilai p sistolik yaitu 0,001 (0,05) dan hasil uji wilcoxon pada tekanan darah diastolik didapatkan nilai p yaitu 0,008 (0,05) hipertensi derajat 2 sehingga H0 ditolak.Kesimpulan: Ada pengaruh terapi relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada dewasa madya penderita hipertensi derajat 1 dan derajat 2 di wilayah kerja UPK Puskesmas Gang Sehat Kota Pontianak. Terapi relakasasi nafas dalam lebih efektif dilakukan pada penderita hipertensi derajat 1. Oleh karena itu dianjurkan pada dewasa madya dengan hipertensi derajat 1 dan derajat 2 dapat menggunakan terapi relakasasi nafas dalam untuk mengatasi hipertensi yang dialami, sebagai bentuk terapi yang murah dan mudah dilakukan secara mandiri.Kata kunci: Dewasa Madya, Hipertensi, Terapi Relaksasi Nafas Dalam
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Ery Sandi
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.426 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21119

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan keperawatan yang berkualitas diperlukan perawat yang profesional. Hal ini didapat melalui pelatihan dan pendidikan. Untuk melanjutkan pendidikan dipengaruhi oleh motivasi. Banyak faktor yang memengaruhi motivasi seseorang seperti usia, status kepegawaian, beban kerja, lama kerja, dan pengembangan karir.Tujuan : Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak.Metode : Desain yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah 60 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi Square dengan nilai p 0,05.Hasil : Responden berusia 24-35 tahun (60%), berstatus honorer (71,7%), pengembangan karir tinggi (53,35%), memiliki beban kerja yang tinggi (58,3%), dan lama rerata kerja 3,86 tahun, serta tingkat motivasi tinggi sebanyak 33 responden (55%). Hasil uji Chi Square pada variabel usia (p=0,545), status kepegawaian (p=0,342), lama kerja (p=0,527) dan beban kerja (p=0,693), sedangkan pada variabel pengembangan karir dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan menunjukkan nilai p = 0,000 (p 0,05).Kesimpulan :. Ada hubungan antara pengembangan karir dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.      Kata Kunci : Faktor-faktor motivasi, perawat

Page 11 of 51 | Total Record : 501