cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI PERAWAT PADA PENERIMAAN PASIEN BARU TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA ANAK DI RUANG RAWAT INAP ANAK RUMAH SAKIT UMUM YARSI PONTIANAK 2015 ., Nopida Rizaminiarti
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.152 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.17312

Abstract

Sakit merupakan kondisi yang mempengaruhi psikologi anak dan orang tua. Dampak hospitalisasi pada anak yang dirawat memberikan reaksi kecemasan orang tua terhadap kondisi anak, beberapa kecemasan yang dialami orang tua dapat di minimalisir dengan pemberian informasi yang akurat dan komprehensif di awal perawatan mengenai proses pelayanan perawatan dan pengobatan anak. Penelitian yang bertujuan mengetahui hubungan pemberian informasi perawat pada penerimaan pasien baru terhadap tingkat kecemasan orang tua anakdi ruang rawat inap anak rumah sakitumum Yarsi Pontianak 2015 dengan metodologi penelitian survey analitikmenggunakan desain rancangan cross sectional terhadap 46 sampel orang tua dengan anak yang di rawat, analisauji chi square menunjukkan   ada hubungan hubungan pemberian informasi perawat pada penerimaan pasien baru terhadap tingkat kecemasan orang tua anakdi ruang rawat inap anak rumah sakit umum yarsi pontianak dengan nilai signifikansi uji p 0,025, berkaitan dengan hasil penelitian tersebut maka dipandang perlu peran perawat dalam pemberian keterbukaan informasi pada orang tua dengan anak diawat di ruang rawat inap sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan orang tua.
EFEKTIVITAS LATIHAN PEREGANGAN PERUT (ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE) DALAM MENGURANGI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA PANCA BHAKTI PONTIANAK ., Ayu Arifiani
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.393 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21394

Abstract

Latar belakang : Dismenore adalah nyeri kejang otot (spasmodik) diperut bagian bawah akibat kontraksi otot rahim. Dismenore merupakan gejala nyeri terbanyak pada remaja putri saat menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas belajar dan sosial remaja putri. Cukup banyak metode yang digunakan untuk mengurangi nyeri saat menstruasi, salah satunya adalah latihan peregangan perut. Latihan peregangan perut dapat digunakan untuk mengurangi maupun mengatasi dismenore tanpa efek samping dalam penggunaan jangka panjang.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan peregangan perut dalam mengurangi dismenore.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain Quasi Eksperimental. Responden adalah siswi di SMA Panca Bhakti Pontianak yang berjumlah 32 orang, teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi karakteristik responden dan lembar skala nyeri Numerical rating Scale (NRS) pretest dan posttest.Hasil : Uji hipotesis data pada kelompok intervensi menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh nilai p-value = 0,005 (p 0,05). Nilai mean skala nyeri berkurang dari 2,19 ke 0,88.Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian mengenai efektivitas latihan peregangan perut dalam mengurangi dismenore pada remaja putri di SMA Panca Bhakti Pontianak, latihan peregangan perut terbukti efektif dalam mengurangi dismenore dan dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan non-farmakologis dalam mengurangi dismneore.  
Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Pelaksanaan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam, Bedah, dan Saraf RSUD Dokter Soedarso Pontianak ., Mardhatillah
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.539 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26526

Abstract

Latar Belakang: Perawat adalah salah satu tenaga kesehatan yang berperan di instalasi rawat inap. Tiga diantara ruang rawat inap di RSUD Dokter Soedarso yaitu ruang penyakit dalam, bedah, dan saraf mempunyai jumlah perawat yang masih dibawah standar yang berdampak pada meningkatnya beban kerja perawat sehingga menyebabkan pendokumentasian asuhan keperawatan menjadi belum baik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap Penyakit Dalam, Bedah, dan Saraf RSUD Dokter Soedarso Pontianak.Metodologi: Desain Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel berjumlah 54 responden yang dilakukan teknik probability sampling dengan stratified random sampling. Analisa data menggunakan uji Chi Square dengan analisis p 0,05.Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai p 0,05, dengan jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan (66,7%), usia terbanyak 20-30 tahun (88,8%), pendidikan terbanyak DIII (64,8%), dan masa kerja paling banyak 5-10 tahun (46,3%). Data beban kerja perawat masuk dalam kategori berat (61,1%), dan pendokumentasian asuhan keperawatan sebagian besar tidak lengkap (74,1%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara beban kerja perawat dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam, Bedah, dan Saraf di RSUD Dokter Soedarso Pontianak.Kata Kunci         : Beban Kerja, Dokumentasi Asuhan Keperawatan
EFEKTIFITAS TERAPI SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS MEROKOK DI KLINIK BERHENTI MEROKOK UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK KOTA ., Catharine Fristy Blaise
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.475 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.16136

Abstract

Background :In 2010, Indonesian were the 3rd countries with the higgest smokersapproximately about 82 milion smokers. Public opinion survey on local regulationsabout the smoking area in 2009 showed 194 respondents (46,2%) consumed in onedays are 32 cigerarres. Psychological intervention like psychotherapy againstsmoking behavior were improved, one of them was the SEFT therapy (SpiritualEmotional Freedom Technique) by using the three problems of physical andpsychological problems one of them was the smoking behavior.Objective : The purpose of this study were to analyze the effectiveness of the SEFTtherapy of reduced the smoking intensity in Klinik Berhenti Merokok UPTDpuskesmas kecamatan Pontianak Kota.Methods : This study was a quantitative with quasi-experimental design with preand post test control group design. Sampling technique was consecutive samplingwith 38 samples devided into 19 interventiond and 19 controls.Results : Based on this study, smoking intensity before and after have a SEFTtherapy obtained the p value = 0,002 (p0,05), which mean the SEFT therapyeffective for reduced the smoking intensity. The results of the analysis a mediandifference before and after have a SEFT therapy in intervention and control groupsobtained the p value = 0,000 (p0,05), which mean a significant difference betweenintervention and control group.Conclusion : The SEFT therapy was effective for reduced the intensity of smoking.The SEFT therapy can be used as an alternative for reduced the intensity ofsmoking.Keyword : SEFT Therapy, Smoking IntensityReference : 48 (2003-2016)
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SADARI DI SMP ISLAM HARUNIYAH KOTA PONTIANAK TAHUN 2016 ., Rabiathul Irfaniah
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.836 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21323

Abstract

Latar Belakang : Salah satu penyebab utama kematian yang diakibatkan oleh kanker pada wanita adalah kanker payudara.   Pemeriksaan dini yang biasa dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara adalah dengan memeriksa payudara sendiri (SADARI). Tingkat pendidikan SMP merupakan pendidikan dasar dimana SADARI belum masuk dalam kurikulum pembelajaran di sekolah sehingga informasi tentang prosedur SADARI belum didapatkan oleh remaja wanita di tingkat SMP.Tujuan : Mengidentifikasi pengaruh penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) terhadap tingkat pengetahuan SADARI di SMP Islam Haruniyah Kota Pontianak Tahun 2016.Metodologi Penelitian : Desain penelitian quasi experiment dengan metode pre-test and post-test without control. Pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan jumlah populasi sebanyak 92 siswi. Pengambilan data tingkat pengetahuan siswi menggunakan kuesioner. Dilakukan pretest terhadap sampel untuk menentukan tingkat pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan. Sehari setelah pretest, dilakukan penyuluhan tentang SADARI kepada sampel. Satu bulan setelahnya, dilakukan posttest untuk melihat tingkat pengetahuan setelah dilakukan SADARI. Data dihitung menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui adanya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap sampel.Hasil : Tingkat pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan dengan kategori baik hanya sebesar 3.66%, sedangkan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan kategori baik meningkat menjadi 56.10%. Hasil yang didapatkan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai Z hitung -7.686, dengan nilai p=0.000 (p0.05) yang menunjukkan bahwa terdapat perubahan tingkat pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang SADARI.Kesimpulan : Penyuluhan kesehatan berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMP Islam Haruniyah.  Kata Kunci     : penyuluhan kesehatan, SADARI, tingkat pengetahuanReferensi             : 28 (2002-2015)
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP PERUBAHAN ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURNAMA ., IVO TOMY POMPANG’K TOTON
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.951 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21134

Abstract

Background: High blood sugar levels in patients with diabetes mellitus will cause high blood viscosity. This in turn will decrease blood circulation in the body, especially the legs as the main support of the body. Patients with impaired blood circulation and neuropathy are encouraged to perform physical exercise, one of which is a leg exercise. The leg exercise can help improve blood circulation and strengthen small muscles of the feet and prevent foot deformity. Aim: To analyze the effect of leg exercise on the change in ankle brachial index in patients with diabetes mellitus. Method: Quantitative research using Quasi experimental research design with a Non Equivalent Control Group. The sampling technique used was non probability sampling with the purposive sampling method with a sample of 36 people divided into two groups: 18 people in the treatment group and 18 in control group.   Results: Paired t-test on the Ankle Brachial Index of treatment group resulted in the value p = 0.000 on the right leg and p = 0.002 on the left. The P value is 0.05 which means there is an effect of leg exercise on the ankle brachial index.   Conclusion: based on the results of hypothesis testing, leg exercise proved to increase ankle brachial index in patients with diabetes mellitus.  Keywords: Leg exercise, Ankle Brachial Index, Diabetes mellitus.  
STUDI KUALITATIF TERJADINYA DEFAULT PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU DI UNIT PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2016 ., Devi Otavia Utami
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.675 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.22006

Abstract

Latar belakang : Salah satu kendala keberhasilan program pemberantasan Tuberkulosis Paru adalah kasus default atau drop out. Penderita default/ drop out yang tidak diobati secara adekuat selanjutnya akan menjadi sumber penularan bagi masyarakat sekitarnya. Default merupakan salah satu kontributor yang berperan besar terhadap kegagalan pengobatan TB dan peningkatan resiko Multidrug-Resistant (MDR) TBTujuan : Untuk menggali lebih dalam faktor-faktor terjadinya default tuberkulosis paru di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2016.Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data didapatkan dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 5 partisipan. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan metode analisis Milles and Huberman.Hasil Penelitian : Ada 4 tema yang didapatkan dari penelitian yaitu: Efek Obat Anti TBC (OAT), kurangnya informasi mengenai penyakit TBC dan pengobatannya, konsep diri, dan pengaruh psikososial.  Kesimpulan : Faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya default TB Paru adalah gejala-gejala subjektif dan objektif yang dirasakan oleh partisipan dari efek samping OAT, kurangnya informasi mengenai TBC dan pengobatannya, gangguan pada konsep diri partisipan serta pengaruh psikososial partisipan yang berdampak terhadap pengambilan keputusan partisipan untuk default.    Kata Kunci : Faktor Resiko, Default, Tuberkulosis paru.Referensi : 13 (2002-2014)
PENGARUH PERAN PERAWAT SEBAGAI KONSELOR TERHADAP RESPON BERDUKA PASIEN HIV/AIDS DI RSJD SUNGAI BANGKONG PONTIANAK ., Nurjannah
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.24 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26942

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian kasus HIV/AIDS di Kota Pontianak menduduki posisi pertama SeKalimantanBarat sebanyak 2759 orang positif HIV dan yang dinyatakan menderita AIDS sebanyak1422 orang. Belum ada obat yang mampu menyembuhkan HIV/AIDS. Hal tersebut mengakibatkanterjadinya perubahan fisik serta stigma yang masih ada di masyarakat menyebabkan tekanan psikologispada pasien HIV/AIDS berupa respon berduka terhadap penyakitnya. Peran perawat membantumencari jalan keluar atau membantu menentukan keputusan, dalam hal ini tentang HIV/AIDS. Tujuan: Mengetahui peran perawat sebagai konselor terhadap respon berduka pasien HIV/AIDS diRSJD Sungai Bangkong Pontianak.Metode: Menggunakan rancangan quasy eksperiment dengan pre test and post test without controlgroup. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling berjumlah 15 responden. Analisamenggunakan uji Wilcoxon. Responden dalam penelitian ini merupakan pasien HIV/AIDS yangmenjalani terapi pengobatan ARV ≤1 tahun.Hasil: Analisa bivariat respon berduka HIV/AIDS sebelum dan sesudah intervensi, didapatkan nilaidenial (p=0,038), anger (p=0,026), bargaining (p=0,026), dan depression (p=0,014). Tidak terdapatpengaruh pada acceptace (p=0,440).Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh peran perawat sebagai konselor terhadap respon berduka pasienHIV/AIDS fase acceptace di RSJD Sungai Bangkong Pontianak.Kata Kunci : HIV/AIDS, Respon berduka, Perawat Konselor
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS TIDUR LANJUT USIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA KUBU RAYA ., Raup Sutrianto
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.608 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.15698

Abstract

Latar belakang : Menua merupakan suatu proses alami yang disertai dengan penurunan kondisi fisik maupun psikologis. Sebagian besar lansia mengalami depresi dan gangguan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk akan berpengaruh terhadap kesehatan lansia. Masalah kualitas tidur lansia dapat diatasi dengan cara menyediakan waktu untuk beradaptasi sebelum tidur, memberi motivasi kepada lansia untuk tidak terlalu merasa cemas, selalu berfikir positif serta mengatur pola tidur yang baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hubungan tingkat depresi dengankualitas tidur lanjut usia di UPT Panti Sosial Tresna werdha Mulia Dharma Kubu Raya. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan pueposive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 41 responden lanjut usia. instrument pengumpulan data dengan lembar kuisoner geriatric depression scale (GDS) dan kuisoner pitssburgh sleep quality index (PSQI). Hasil : Analisa univariat menunjukkan bahwa sebanyak 28 lansia (68,3%) mengalami depresi ringan dan 13 lansia (31,7%) mengalami depresi berat, sedangkan 33 lansia (80,5%) memiliki kualitas tidur buruk dan 8 lansia (19,5%) mengalami kualitas tidur baik. Analisa bivsriat menggunakan uji fisher diperoleh nilai p=0,04 (p0,05). Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kualitas tidur lanjut usia di UPT Panti Sosial Tresna Wherdha Mulia Dharma Kubu Raya. Oleh karena itu tingkat depresi yang dialami lansia akan berpengaruh pada kualitas tidur lansia.   Kata Kunci : Tingkat Depresi, Kualitas Tidur, Lansia Referensi : 68 (2005-2015)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DISMENORE DENGAN PERILAKU PENANGANAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI SMP NEGERI 14 PONTIANAK ., Kalista
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2044.296 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.18831

Abstract

Latar Belakang: Dismenore mengakibatkan menurunnya kinerja dan berkurangnya aktifitas sehari-hari. Hal ini berdampak pada seringnya remaja putri SMP Negeri 14 tidak masuk sekolah ataupun tidak dapat mengikuti kegiatan sekolah dengan baik pada saat dismenore. Perilaku penanganan dismenore menurut terjadinya dismenore diperkirakan dengan pengetahuan tentang dismenore yang baik akan mempengaruhi perilaku penanganan dismenore. Penanganan yang dilakukan remaja putri SMP Negeri 14 dalam mengatasi dismenore yaitu istirahat, mengolesi bagian yang nyeri dengan lotion penghangat, dan mengkonsumsi obat analgesik. Pentingnya dilakukan penelitian ini agar remaja putri dapat mengetahui penanganan dismenore terkait pengetahuan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang dismenore dengan perilaku penanganan dismenore pada Remaja Putri SMP Negeri 14 Pontianak. Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional pada sampel sebanyak 90 responden menggunakan probability sampling dengan simple random sampling pada remaja putri SMP Negeri 14 Pontianak. Analisa menggunakan uji chi-square dengan nilai p=0,05. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tentang dismenore dan perilaku penanganan dismenore. Hasil: Hasil tingkat pengetahuan terbanyak adalah responden yang memilki kategori kurang (43,3%) dan perilaku penanganan terbanyak adalah responden yang berperilaku baik (67,8%). Uji statistik dengan uji chisquare didapatkan bahwa nilai p=0,309. Kesimpulan: Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan tentang dismenore dengan perilaku penanganan dismenore pada remaja putri SMP Negeri 14 Pontianak.