cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA MENGENAI HIV AIDS DI SMP PGRI 02 SINGKAWANG ., Ricca Anggareyni
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.015 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11399

Abstract

Latar Belakang prevalensi angka kejadian HIV/AIDS menunjukkan adanya peningkatan jumlah penderita HIV dengan total 150.296 jiwa dan penderita AIDS sebanyak 55.799 jiwa, dengan total 57,8% kasus AIDS berasal dari kelompok   usia 15-29 tahun. Kenakalan remaja seperti perilaku seks bebas dan minimnya pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS menjadi pemicu tingginya resiko tertular HIV pada remaja. Tingkat pengetahuan yang adekuat merupakan salah satu faktor yang sangat untuk mencegah semakin meningkatnya penderita HIV/AIDS. Oleh sebab itu, maka salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah semakin banyak penderita HIV/AIDS adalah dengan cara pemberian pendidikan kesehatan seperti cara pencegahan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan mengenai HIV/AIDS di SMP PGRI 02 Singkawang. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian pre-ekperimental dengan one-group prettes-posttest design tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, jumlah sampel 19 orang siswa. Pemberian pendidikan kesehatan diberikan selama 60 menit. Pengukuran tingkat pengetahuan yang kedua kalinya dilakukan setelah 2 minggu pemberian pendidikan kesehatan. Hasil Uji data bivariate menggunakan ui Wilcoxon dengan nilai p-value sebesar 0,000 0,05   artinya ada peningkatan pengetahuan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan tingkat pengetahuan   sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai HIV/AIDS, sehingga teori Ha diterima. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa mengenai HIV AIDS di SMP PGRI 02 Singkawang tahun 2015. Saran perawat agar lebih aktif meningkatkan aktivitas yang dapat meningkatkan kesadaran sekolah maupun masyarakat, dengan menyebar luaskan informasi yang berhubungan dengan HIV/AIDS dengan tujuan meminimalisir dampak peningkatan prevaensi HIV/AIDS khususnya pada remaja.   Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan, HIV AIDS, Remaja, Siswa Referensi : 36 (2004-2014)
PENGARUH YOGA TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT DEPRESI PADA PECANDU NARKOBA REHABILITASI DI WISMA SIRIH RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SUNGAI BANGKONG PROVINSI KALIMANTAN BARAT ., Ayu Afriani
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2435.451 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11400

Abstract

Pecandu narkoba adalah individu yangmenggunakan narkoba secara berlebihan danterus-menerus tanpa mengikuti aturan ataupengawasan dari dokter, yang seringkalimenyebabkan ketagihan atau ketergantungan baiksecara fisik maupun psikologi dan menimbulkangangguan pada tubuh, pikiran, perasaan danperilaku (Sumiati et al., 2009).Jumlah pecandu narkoba yang semakinmeningkat, dapat dipandang sebagaipromblematika yang memerlukan perhatiankhusus yang disebabkan karena pemakaiannarkoba yang secara terus-menerus dapatberdampak bagi kesehatan fisik ataupun mental.Kondisi tersebut menimbulkan berbagai masalah,yaitu terganggunya fungsi otak, keracunan obat,overdosis, gejala putus zat, gangguan kesehatan,gangguan perilaku, mental dan sosial,menurunnya produktifitas kerja, bahkan yanglebih memperhatin kan adanya kasus pecandunarkoba yang melakukan tindakan kekerasan(Martono, 2008).
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM PERAWATAN GIGI ANAK TERHADAP RESIKO KEJADIAN KARIES PADA ANAK USIA 6-8 TAHUN DI SEKOLAH DASAR KELURAHAN SUNGAI BELIUNG PONTIANAK TAHUN 2014 ., Arta Deborah Simanjuntak
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5174.149 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11625

Abstract

atar belakang: Masalah utama dalam rongga mulut pada anak-anak maupun orang muda adalah karies gigi. Karies gigimerupakan hancurnya email dan dentin yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu mikroorganisme, substrat, plak dansaliva. Timbulnya karies gigi pada anak usia sekolah dasar khusunya anak usia 6-8 tahun dipengaruhi oleh peranan dariorang tua dalam perawatan gigi anak.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dalam perawatan gigi anak terhadap resikokejadian karies pada anak usia 6-8 tahun di Sekolah Dasar Kelurahan Sungai Beliung Pontianak tahun 2014.Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalahsebanyak 356 orang tua yang mempunyai anak usia 6-8 tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara simplerandom sampling.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak usia 6-8 tahun mengalami karies gigi yaitu 65,2% dan tidakmengalami karies gigi yaitu 34,8%. Peran orang tua yang tergolong dalam kategori baik yaitu 53,1% dan kurang baikyaitu 46,9%. Analisis selanjutnya menggunakan chi-square, diperoleh nilai p=0,000 (p0,05), artinya ada hubungan peranorang tua dalam perawatan gigi anak terhadap resiko kejadian karies pada anak usia 6-8 tahun di Sekolah DasarKelurahan Sungai Beliung Pontianak tahun 2014.Kesimpulan: Ada hubungan peran orang tua dalam perawatan gigi anak terhadap resiko kejadian karies pada anak usia 6 8tahundiSekolahDasarKelurahanSungaiBeliungPontianaktahun2014.Kata kunci: Karies gigi, peranan orang tua, perawatan gigi anak sekolah dasarROLE OF PARENTS IN CONNECTION DENTAL CARE FOR CHILDRE
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN SIKAP PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DALAM MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2014 ., Eka Ayu Fatmawati
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.686 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11776

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita gagal ginjal kronik di Indonesia semakin meningkat. Pasien GGK harusmenjalani terapi pengobatan untuk mengganti fungsi ginjal yang rusak. Terapi GGK yang paling banyak digunakanadalah terapi dialisis dengan metode hemodialisa. Terapi hemodialisa bagi pasien GGK harus dilakukan secararutin. Faktor penguat seseorang melakukan terapi hemodialisa antara lain dukungan keluarga dan sikap perawatsebagai salah satu petugas kesehatan di ruang hemodialisa. Kepatuhan terapi pada pasien yang menjalanihemodialisa merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, namun masih ada pasien yang tidak patuh denganberbagai alasan.  Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan sikap perawat dengan kepatuhan pasien gagal ginjalkronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD dr. Soedarso Pontianak.  Metode: Desain penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel 48 responden yang didapat denganmetode simple random sampling. Metode pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner. Hasil: Dari 48 responden hampir seluruhnya (81,3%) patuh menjalani terapi hemodialisa. Dukungan keluarga padapasien GGK yang menjalani hemodialisa hampir seluruhnya baik (85,4%). Sikap perawat terhadap pasien GGKyang menjalani hemodialisa hampir seluruhnya mendukung pasien (91,7%). Ada hubungan yang bermakna antaradukungan keluarga dengan kepatuhan pasien GGK dalam menjalani hemodialisa dengan nilai p=0,001 dan nilaiodd ratio (OR) sebesar 23,125, yang berarti dukungan keluarga mempengaruhi 23,125 kali kepatuhan pasien dalammenjalani hemodialisa. Ada hubungan yang bermakna antara sikap perawat dengan kepatuhan pasien GGK dalammenjalani hemodialisa dengan nilai p=0,017 dan nilai OR sebesar 19,000, yang berarti sikap perawatmempengaruhi 19,000 kali kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dan sikap perawat dengan kepatuhanpasien GGK dalam menjalani terapi hemodialisa di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Kata kunci     : dukungan keluarga, sikap perawat, kepatuhan terapi hemodialisa.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENYUSUI EKSKLUSIF TERHADAP KESIAPAN MENYUSUI PADA IBU PRIMIGRAVIDA DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI KELAMBU KECAMATAN TEBAS ., Riyan Rossalin
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2444.628 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.12350

Abstract

Latar Belakang : Pendidikan kesehatan tentang menyusui merupakan suatu upaya yang dilakukan untukmempengaruhi kesiapan seorang ibu primigravida dalam memberikan ASI eksklusif.Objektif : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan t entang menyusui eksklusifterhadap kesiapan menyusui pada ibu primigravida dalam memberikan ASI eksklusif.Metode : Jenis penelitian quasy experiment dengan rancangan penelitian pre-test and post-test with Non-Equivalentcontrol group dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 38 orang yang terdiri dari 19 orangkelompok intervensi dan 19 orang kelompok kontrol.Hasil : nilai median kesiapan setelah dilakukan pendidikan kesehatan pada kelompok intervensi adalah 44 dengan nilaip. value adalah 0,002 (p 0,05). Sedangkan nilai median kesiapan setelah diberikan leaflet pada kelompok kontroladalah 43 dengan nilai p. value adalah 0,000 (p 0,05).Kesimpulan : Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang menyusui eksklusif terhadap kesiapan menyusui pada ibuprimigravida dalam memberikan ASI eksklusif.Kata kunci : Pendidikan kesehatan, ASI, kesiapan menyusui, primigravida
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN SELAMA BERKUNJUNG DI PUSKESMAS SUNGAI DURIAN KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2014 ., FEBRI TRISNAENI
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.161 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.12351

Abstract

AbstrakPuskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan pemerintah yang sering digunakan masyarakat bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan yang berkualitas sendiriharuslah dapat memberikan kepuasan pada masyarakat sehingga kepuasan itu sendiri dapat mengukur keberhasilan sistempenyelenggaraan pelayanan kesehatan yang dibuat oleh pemerintah bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien selama berkunjung di PuskesmasSungai Durian Kecamatan Sungai Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan CrossSectional. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling   yaitu sebanyak 340 responden yang berkunjung ke puskesmasbaik kunjungan rawat jalan maupun rawat inap. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner dengan teknikpengolahan dan analisis data   menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yangsignifikan antara mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien selama berkunjung di Puskesmas SungaiDurian, dimana hasil analisis menunjukkan nilai p sebesar 0.000 (p 0.05). Penelitian ini menyaranakan agar puskesmasdapat menambah jumlah sarana dan parasarana kesehatan seperti penyediaaan obat-obatan, peralatan medis dan jumlahtenaga medis yang bekerja di puskesmas. Selain itu perlu diperhatikan kebersihan lingkungan di puskesmas agar pasiendapat merasa nyaman saat berkunjung di puskesmas.Kata kunci : Mutu pelayanan kesehatan, kepuasan pasien.    Referensi : 35 (2001-2013)
HUBUNGAN GAYA PENGASUHAN ORANGTUA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN) DI SD KRISTEN KANAAN SUNGAI RAYA DALAM KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT ., CHRISTINA
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.849 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.12352

Abstract

Latar Belakang : Gaya pengasuhan orangtua merupakan cara perlakuan orangtua dalam mendidik anaknya.Ada tiga gaya pengasuhan yang diberikan orangtua kepada anaknya yaitu gaya pengasuhan secara otoriter,permisif dan otoritatif.. kemandirian anak merupakan suatu kemampuan anak dalam melakukan aktivitasnyatanpa menunggu pengarahan dari orangtuanya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya pengasuhan orangtua secara otoriter, permisif, dan otoritatif dengan kemandirian anak usia sekolah (6-12 tahun) di SD Kristen Kanaan SungaiRaya Dalam Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan desaindeskriptif analitik menurut pendekatannya menggunakan cross sectional, teknik sampling yang digunakanadalah stratified random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 159 orang. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase anak yang mandiri (62,9%) lebih tinggidibandingkan dengan anak yang kurang mandiri (37,1%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak adahubungan yang bermakna antara gaya pengasuhan secara otoriter, permisif dan otoritatif dengan kemandiriananak usia sekolah (6-12 tahun). Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji statistik chi square dan diperolehp value masing-masing gaya pengasuhan adalah p=0,918 (p0,05) untuk gaya pengasuhan otoriter, p=0,720(p0,05) untuk gaya pengasuhan permisif, dan p=0,586 (p0,05) untuk gaya pengasuhan otoritatif. Kesimpulan : sebagian besar orangtua menerapkan gaya pengasuhan otoritatif (60,4%), dan anak yangmandiri lebih banyak dibandingkan anak yang kurang mandiri. Tidak ada hubungan yang bermakna antaragaya pengasuhan orangtua secara otoriter, permisif dan otoriter dengan kemandirian anak.Kata kunci     : gaya pengasuhan, kemandirian anak, usia sekolah
ENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN SIANTAN HULU PONTIANAK UTARA ., Umi Soraya
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.767 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.12360

Abstract

Latar Belakang: hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering dijumpai pada lansia, karenabertambahnya umur dan penurunan fungsi fisiologis akibat proses degeneratif.   Hal ini dapat diobati melalui dua carayaitu secara farmakologi dan non farmakologi. Aromaterapi merupakan salah satu terapi non farmakologi yang dapatdigunakan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensiObjektif: penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tekanan darahpada lansia dengan hipertensi.Metode: jenis penelitian quasy experiment dengan rancangan penelitian pre test and post test with control groupdengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 36 orang yang terdiri dari 18 orang kelompokintervensi dan 18 orang kelompok kontrol. Analisis penelitian menggunakan uji alternatif Wilcoxon.Hasil: rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum diberikan aromaterapi lavender yaitu 154,44 mmHg dan 95mmHg, dan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik setelah diberikan aromaterapi lavender yaitu 138,89 mmHgdan 85 mmHg. Sedangkan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum tanpa diberikan aromaterapi lavenderyaitu 155,56 mmH dan 96,11 mmHg, dan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik setelah tanpa diberikanaromaterapi lavender yaitu 153,89 mmHg dan 96,11 mmHg.Kesimpulan: ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi diKelurahan Siantan Hulu Pontianak Utara tahun 2014. Kata Kunci : aromaterapi lavender, hipertensi, lansia
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GLUKOSA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK TAHUN 2014 ., Tiana Yusfita
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.464 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.12361

Abstract

Latar Belakang : Dalam Mengelola Diabetes Melitus, salah satu cara adalah dengan perencanaanmakan melalui terapi diet DM, kepatuhan pasien DM dalam pengelolaannya membutuhkan waktuyang lama dan diperlukannya dukungan keluarga sebagai pendamping utama dalampenatalaksanannya sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada diabetes. Objektif : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengankepatuhan diet rendah glukosa pada pasien DM tipe 2. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian analatik dengan pendekatan cross sectional.Jumlah sampel 65 responden yang dilakukan dengan accidental sampling. Analisa penelitianmenggunakan uji alternatif Mann Whitney. Hasil : Dari analisa hunbungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien DM tipe 2deengan menggunakan Uji alternatif Mann Whitney didapatkan hasil nilai p = 0,002 dimana nilai p 0,05. Kesimpulan : Pada penelitian ini, terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhandiet rendah glukosa pasien DM tipe 2 di Klinik Kitamura Pontianak tahun 2014. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kepatuhan Diet
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PASCA STROKE NONHEMORAGIK DI RSUD SULTAN SYARIEF MOHAMMAD ALQADRIE ., Syarief Muhammad Fahmi Yuzar
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.13472

Abstract

Latar Belakang: Stroke membuat kualitas hidup pasien menurun karena stroke tidak hanya mempengaruhi fisik tetapi kognitif, bahasa, emosi dan juga fungsi sosial. Dukungan keluarga diperkirakan akan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien pasca stroke nonhemoragik di RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadri. Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode korelasi dengan rancangan retrospective pada 65 responden menggunakan teknik simple purposive sampling di poli saraf instalasi jalan di RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadri. Menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan SS-QOL (Stroke Specific Quality of Life Scale). Analisa data menggunakan uji pearson. Hasil: Uji pearson didapatkan nilai p value = 0,001 (p 0,05) artinya terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien pasca stroke nonhemoragik di RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadri. Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien pasca stroke nonhemoragik di RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadri. Perawat diharapkan mampu memberdayakan dukungan - dukungan dari orang terdekat pasien stroke.   Kata kunci: Stroke, Dukungan keluarga, Kualitas hidup. Daftar Pustaka 44 (1993 - 2014)

Page 9 of 51 | Total Record : 501