cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
PENGARUH TERAPI MUROTTAL SURAH AR-RAHMAN TERHADAP SKOR PENGKAJIAN LUKA (MUNGS) DAN PENGKAJIAN STRES (DASS) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK ., Muchlis Alatas
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.326 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.22005

Abstract

Latar Belakang : Stres memiliki dampak negatif pada penyembuhan luka karena stres mempengaruhi imunitas seluler. Imunitas seluler memiliki peranan penting dalam regulasi penyembuhan luka melalui produksi dan regulasi sitokin pro-inflamasi dan antiinflamasi. Terapi murottal dipercaya dapat menurunkan tingkat stres yang dapat menurunkan skor luka.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap skor pengkajian luka dengan MUNGS dan pengkajian stress dengan DASS pada pasien diabetes mellitus.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan pre eksperiment pre test and post test without control pada 16 resonden yang mengalami stres dan luka kaki diabetik.Instrumen murottal yang digunakan dalam penelitian ini yaitu surah Ar-Rahman. Pengkajian skor stres menggunakan DASS dengan menggunakan uji wilxocon. Pengkajian skor luka menggunakan MUNGS dengan menggunakan uji t berpasangan. Dengan nilai p 0,05.Hasil : Rata-rata median skor stres dengan DASS pretest 11,50   posttest 8,00 ditunjukan oleh uji wilcoxon yang memberikan nilai signifikan p = 0,000. Mean dari skor pengkajian luka MUNGS 7,75 pada tindakan ke-1 dengan standar deviasi 2,90 nilai mean dari skor pengkajian luka 7,43 pada tindakan ke-4 dengan standar deviasi 3,28 yang di tunjukan oleh uji t berpasangan yang memberikan nilai p = 0, 683.Kesimpulan : Adanya pengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap skor stres dan tidak ada pengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap skor luka.  Kata Kunci : Stres, Diabetes Mellitus, Murottal Referensi : ( 2007-2017)  
HUBUNGAN SUPERVISI DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT TK II KARTIKA HUSADA KUBU RAYA ., Agustina
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.961 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26766

Abstract

Latar Belakang : Dokumentasi asuhan keperawatan adalah catatan keperawatan yang memberiinformasi mengenai keadaan klien. Dokumentasi dapat menjadi bukti tanggung jawab dantanggung gugat seorang perawat. Dalam memastikan dokumentasi yang baik supervisi berperandalam proses pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dalam memastikan apakah sudahberjalan sesuai tujuan dan standar yang telah dibuat.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan supervisi dengan pendokumentasian asuhan keperawatandi ruang rawat inap rumah sakit tingkat II Kartika Husada Kubu Raya.Metode : Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel menggunakan metode dari TaroYamane. Jumlah sampel 40 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengannilai p 0,05.Hasil : Responden terbanyak berjenis kelamin perempuan dengan 77,5%, responden terbanyakberdasarkan tingkat pendidikan adalah lulusan D3 keperawatan dengan 87,5%, usia respondenyang paling banyak adalah 21-30 tahun dengan 87,5%, masa kerja responden yang banyak adalah1-5 tahun dengan 77,55, dan uji statistik didapatkan nilai p = 0,027.Kesimpulan : Ada hubungan supervisi dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Supervisiyang baik memiliki hubungan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan yang baik.Kata Kunci : Perawat, supervisi, dokumentasi asuhan keperawatan.
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KASUS DEMAM TIFOID ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA SERUKAM BENGKAYANG PERIODE JANUARI 2013-DESEMBER 2015 ., Puput Hidayati
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.2 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.15695

Abstract

Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi sistemik bersifat akut yangdisebabkan oleh Salmonella thypi yang ditandai oleh demam berkepanjangan sehinggatatalaksana utamanya adalah antibiotik. Pemberian antibiotik harus serasional mungkindengan memperhatikan efektifitas antibiotik, keamanan, kesesuaian serta efektifitas terapi.Pemberian antibiotik yang tidak rasional pada demam tifoid akan menyebabkan multidrugsresistence Salmonella typhi (MDRST). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuitingkat kerasionalan penggunaan antibiotik dalam terapi demam tifoid pada anak yangdirawat inap di Rumah Sakit Umum Bethesda Serukam Bengkayang. Penelitian inimerupakan penelitian observasional dengan rancangan Cross-Sectional yang bersifatdeskriptif. Sampel diambil dengan metode sampling purposive   berjumlah 34 rekam medis.Data yang didapat kemudian dinilai rasionalitasnya menggunakan metode Gyssen. Hasilpenelitian antibiotik yang banyak digunakan dokter untuk terapi demam tifoid adalahseftriakson (58.8%%). Kategori rasionalitas antibiotik untuk demam tifoid adalah kategori IIa (41,1%) dan   kategori I (58,8%).
PENGARUH TERAPI WUDHU SEBELUM TIDUR TERHADAP SKOR KECEMASAN PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA ., Muhammad Maulidiansyah
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.874 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21500

Abstract

Latar Belakang : Orang yang telah memasuki usia lanjut mengalami perubahan pada psikologis. Pada umumnya masalah psikologis yang paling banyak terjadi pada lansia adalah kecemasan.Kecemasan adalah perasaan takut pada situasi tertentu dan perasaan khawatir yang tidak jelas. Kecemasan dapat dikurangi dengan terapi farmakologi dan non-farmakologi, terapi nonfarmakologi salah satunya terapi wudhu. Terapi wudhu sebelum tidur dipercaya dapat menurunkan kecemasan yang terjadi pada lansia.Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi wudhu sebelum tidur terhadap skor kecemasan pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment, menggunakan metode pendekatan pre-test and post-test without control group. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 16 responden lansia yang mengalami kecemasan. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner HARS dan prosedur terapi wudhu. Setiap responden diberi terapi wudhu selama 7 hari sebelum tidur. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon.   Hasil : Sebagian besar responden adalah laki-laki dengan persentase 62,5%. Jumlah keseluruhan responden yang termasuk kategaori elderly yaitu 75,0%, dan lama lansia tinggal di panti kurang dari 5 tahun adalah 81,3%. Analisis bivariat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi didapatkan nilai p = 0,000 ( 0.05).Kesimpulan : Ada pengaruh terapi wudhu sebelum tidur terhadap penurunan skor kecemasan pada lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya.  Kata Kunci                 : Kecemasan, Lansia, Terapi Wudhu Referensi                         : 2006-2016  
ANALISA KOPING MEKANISME PADA LANSIA DI POSYANDU TANJUNG TERHADAP KESEHATAN PARU SAAT TERJADI BENCANA KABUT ASAP DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2015 ., Kartika Sari
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2619.574 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.16325

Abstract

Latar belakang: Bencana kabut asap yang terjadi akibat dari kebakaran hutan dan lahan menimbulkan dampak kesehatan terutama terhadap kesehatan paru-paru pada kelompok rentan seperti lansia. Beberapa lansia ada yang mengalami sesak napas dan ada yang tidak. Perbedaan koping individu dalam menjaga kesehatan pada saat bencana mempengaruhi status kesehatan lansia. Tujuan: Untuk mengetahui koping mekanisme pada lansia di Posyandu Tanjung terhadap kesehatan paru saat terjadi bencana kabut asap. Metodologi Penelitian: Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dianalisis dengan menggunakan metode Collaizi. Penelitian pada 6 informan, usia antara 60-70 tahun. Hasil: Ditemukan analisis 8 tema yaitu: persepsi lansia terhadap bencana kabut asap di kota Pontianak tahun 2015, aktivitas lansia pada saat bencana kabut asap, dampak bencana kabut asap terhadap kesehatan paru yang dialami pada lansia, koping mekanisme yang digunakan lansia saat bencana kabut asap, ketidaknyamanan lansia dalam menggunakan alat perlindungan diri pada saat bencana kabut asap, cara lansia menjaga kesehatan paru, alasan lansia banyak beraktivitas di dalam rumah saat terjadi bencana kabut asap, dukungan keluarga terhadap lansia dalam menangani masalah pada saat bencana kabut asap. Kesimpulan: Pada lansia yang tinggal dengan keluarga cenderung menggunakan koping adaptif. Perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan paru terhadap lansia dan keluarga tentang koping yang baik pada gangguan sistem pernapasan. Kata kunci: Lansia, Mekanisme Koping, Kabut asap Referensi: 78 (2006-2015)
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP SKALA NYERI HAID SISWI KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA ., Rica Pustikawaty
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2077.572 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.16204

Abstract

Latar Belakang : Remaja mengalami perubahan pada sistem reproduksi yang ditandai dengan menstruasi. Menstruasi yang dialami oleh remaja sering kali disertai dengan keluhan yaitu dismenore. Dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga membutuhkan penanganan untuk mengurangi nyeri haid. Salah satu cara penanganan yang dapat dilakukan yaitu dengan aromaterapi lavender. Aromaterapi lavender merupakan penanganan yang menggunakan minyak essensial lavender yang didalamnya terdapat kandungan linalool dan linalyl asetat yang bermanfaat untuk mengurangi nyeri haid. Tujuan : Mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap skala nyeri haid siswi kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperiment dengan one group pretest posttest design. Penelitian dilakukan kepada 16 responden yang mengalami dismenore dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa menggunakan uji t berpasangan, dengan nilai p0,05. Hasil : Hasil sebelum dilakukan aromaterapi lavender didapatkan skala nyeri terbanyak pada responden yaitu skala nyeri sedang 68,8%. Setelah dilakukan aromaterapi lavender didapatkan skala nyeri terbanyak pada responden yaitu skala nyeri ringan 75%. Pada uji t-tes paired didapatkan hasil bahwa nilai p=0,000. Kesimpulan: Terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri haid siswi kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya   Kata Kunci : Remaja, Dismenore, Aromaterapi Lavender
PENGARUH JUS LIDAH BUAYA (ALOE VERA CHINENSIS) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI ., Shella Ramadhani
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.134 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21143

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan meningkatnya kontraksi pembuluh darah arteri. Senyawa aktif seperti flavonoid, arginin, dan kalium dapat mengurangi terjadinya hipertensi. Lidah buaya (Aloe vera) merupakan salah satu tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif tersebut, sehingga lidah buaya (Aloe vera) diduga dapat dijadikan pengobatan non-farmakologi berbasis herbal.Tujuan: Mengetahui pengaruh jus lidah buaya (Aloe vera chinensis) terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja UPK Puskesmas Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian quasy experiment dengan rancangan non equivalent control group. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 36 orang.Hasil: Hasil analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon, menunjukkan nilai median tekanan darah sistolik sebelum diberikan terapi jus lidah buaya (Aloe vera chinensis) sebesar 148.00 dan sesudah diberikan terapi sebesar 134.50 dengan p 0.05. Sedangkan nilai median tekanan darah diastolik sebelum pemberian terapi sebesar 99.00 dan sesudah pemberian terapi sebesar 90.00 dengan p 0.05, sehingga Ha diterima.Kesimpulan: Ada pengaruh jus lidah buaya (Aloe vera chinensis) terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada hipertensi di wilayah kerja UPK Puskesmas Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara. Terapi jus lidah buaya (Aloe vera chinensis) direkomendasikan sebagai terapi untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi.Kata Kunci         : Minuman Jus, Sistolik, Diastolik
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA DI PANTI GRAHA WERDHA MARIE YOSEPH PONTIANAK ., Angga Kurniawan
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.033 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.22010

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kalimantan Barat sampai pada tahun 2015 jumlah total penduduk yaitu 5.323.985 jiwa, sedangkan untuk jumlah penduduk lansia di Kalimantan Barat berjumlah 388.506 jiwa. Pada umumnya lanjut usia yang berada di panti dengan berbagai alasan akan merasa kesepian bila tidak ada kegiatan yang terorganisasi dan jarang dikunjungi oleh keluarga menjadi salah satu faktor pencetus terjadinya depresi pada lansia.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tingkat depresi pada lanjut usia di panti graha werdha Marie Yoseph PontianakMetode : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Jumlah sampel sebanyak 32 responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariatHasil : Analisa univariat menunjukkan 62,5% responden mengalami depresi ringan dan 37,5% reponden mengalami depresi sedang. Analisa bivariat menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat depresi yaitu jenis kelamin (p=0,021), riwayat penyakit (p=0,018), dan dukungan keluarga (p=0,021). Analisa multivariat menggunakan uji regresi logistik menunjukkan faktor dominan yang memengaruhi tingkat depresi adalah dukungan keluarga dengan nilai p = 0,000Kesimpulan : Faktor yang memengaruhi tingkat depresi pada lanjut usia di panti graha werdha Marie Yoseph Pontianak adalah dukungan keluarga.  Kata Kunci : Faktor depresi, lanjut usia  
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 4 SAMPAI 5 TAHUN DI PAUD KASIH BUNDA PONTIANAK ., Nadya Quamilla Irwan
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.413 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.20109

Abstract

Perkembangan anak sangat kompleks terdiri dari proses biologis, sosioemosional dan kognitif. Perkembangan kognitif adalah perkembangan yang menunjukkan perubahan struktur atau proses mental yang terjadi sebagai hasil individu menerima informasi dan membangun pemahaman secara mental. Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam mencipakan lingkungan guna merangsang potensi yang dimiliki oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang digunakan orang tua terhadap perkembangan kognitif anak usia 4-5 Tahun di Paud Kasih Bunda Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian crossectional. Sampel berjumlah 35 responden. Analisa bivariate menggunakan uji fisher dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pola asuh orang   tua terhadap perkembangan kognitif anak usia 4-5 tahun di Paud Kasih Bunda Pontianak. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistic fisher yang didapat hasil p=1,000 (p0,05).
Pengaruh Senam Otak Terhadap Perubahan Daya Ingat (Fungsi Kognitif)Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kubu Raya ., Agus Martini
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.979 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.15029

Abstract

Latar belakang : Pertambahan penduduk lansia di Kalimantan Barat, menurut Badan PusatStatistika (BPS) Provinsi Kalimantan barat, pada tahun 2015, mengalami peningkatan yaitu 325,506 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk lansia ini menimbulkan berbagai masalah sosial,ekonomi dan kesehatan. Beberapa masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia lanjut antaralain gangguan fungsi kognitif dan keseimbangan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan,didapatkan bahwa Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma merupakan panti sosial yangmemiliki jumlah lansia terbanyak di Kubu Raya. Lansia yang mengalami penurunan fungsikognitif, diperlukan suatu cara guna mencegah penurunan fungsi kognitif tersebut, satudiantaranya dengan menggunakan terapi senam otak.Tujuan : Mengetahui pengaruh senam otak terhadap perubahan daya ingat (fungsi kognitif) padalansia di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kubu Raya.Metodelogi : Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan quasy experiment dengan timeseries design. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.Sampelpenelitian berjumlah 26 responden. Penilaian skor fungsi kognitif   menggunakan kuesionerMontreal Cognitife Assesment Versi Indonesia (Mo-CA-Ina) untuk membandingkan skor fungsikognitif sebelum dan sesudah dilakukan senam otak. Analisis Data diambil menggunakan ujiRepeated ANOVA.Hasil : Rerata skor fungsi kognitif sebelum dan sesudah dilakukan senam otak adalah 15,038(pretest), 19,92 (Posttest 1), 21,73 (Posttest 2), 24,12 (Posttest 3), 26,04 (Posttest 4). Terdapatpeningkatan bermakna skor fungsi kognitif antara sebelum dan sesudah senam otak (p0,05).Kesimpulan : Senam otak dapat meningkatakan daya ingat (fungsi kognitif) pada lansia di PantiSosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kubu Raya.Kata Kunci : Lansia, fungsi kognitif, senam otak.