cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYEMBUHAN DIABETIC FOOT ULCER DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK ., Lydia Yuniarsih
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.384 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34588

Abstract

Latar Belakang : Jumlah penderita diabetes mellitus (DM) terus meningkat. Komplikasi yangumum terjadi pada penyakit DM adalah diabetic foot ulcer (DFU). Lambatnya penanganan DFUakan berdampak pada peningkatan keparahan luka, sehingga mengganggu proses perbaikan luka.Hambatan penyembuhan luka disebabkan oleh berbagai faktor yang berisiko tinggi untukberkembang menjadi luka kronis, amputasi, bahkan kematian. Tujuan : Untuk mengetahui statusdemografi, karakteristik luka, serta hubungan antara usia, saturasi oksigen, status infeksi, stress,dan riwayat terapi medikasi dengan hambatan penyembuhan DFU di Klinik Kitamura Pontianak.Metode : Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan desain cohort retrospektif. Sampel yangdigunakan adalah 62 orang dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling.Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Gamma dan Somer"™s, sedangkan analisis multivariatmenggunakan model regresi logistik. Dasar pengambilan keputusan apabila nilai p 0,05. Hasil : Hasil analisis bivariat ditemukan bahwa usia memiliki nilai p = 0,280, saturasi oksigenmemiliki nilai p = 0,001, status infeksi memiliki nilai p = 0,000, stress memiliki nilai p = 0,000,dan riwayat terapi medikasi memiliki nilai p = 0,296. Uji multivariat didapati bahwa kekuatanhubungan saturasi oksigen bernilai OR = 5,083, status infeksi bernilai OR = 9,364, dan stressbernilai OR = 19,789 terhadap hambatan penyembuhan DFU. Kesimpulan : Faktor yang palingdominan dalam menghambat penyembuhan DFU di Klinik Kitamura Pontianak adalah stress.Kata Kunci : diabetes mellitus, diabetic foot ulcer, penyembuhan luka terhambat.
PENGARUH KOMPRES ALOE VERA TERHADAP SUHU TUBUH ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR ., Eva Muzdhalifah As Seggaf
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.772 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27688

Abstract

Latar Belakang: Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam padaanak mencapai 62%. Penatalaksanaan pada demam dapat berupa terapi non farmakologi.Salah satu terapi non farmakologi dari demam adalah pemberian kompres menggunakanlidah buaya. Lidah buaya mengandung lignin dan saponin yang dapat memvasodilatasi kulitdan menurunkan suhu tubuh. Tujuan: Mengetahui pengaruh kompres lidah buaya terhadap perubahan suhu tubuhpenderita demam usia pra sekolah di wilayah kerja puskesmas siantan hilir. Metode: Penelitian ini menggunakan one group pretest posttest dengan subjek 16 oranganak berusia 3 "“ 6 tahun yang mengalami demam dan tinggal di wilayah kerja PuskesmasSiantan Hilir. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability samplingdengan metode purposive sampling. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian kompreslidah buaya pada dahi selama 15 menit. Pengukuran suhu menggunakan termometer digital.Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxon menyatakan bahwa pemberiankompres lidah buaya berpengaruh terhadap perubahan suhu tubuh pada penderita demamdengan nilai p value = 0,001 (α 0,05) dengan penurunan suhu sebesar 0,488 ºC. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan pada suhu tubuh penderita demam sebelum dansetelah pemberian kompres lidah buaya di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Hilir. Kata Kunci : Demam, Kompres aloe vera, Penurunan suhu tubuh. Reverensi : 78 (2006 "“ 2017)
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGANKEPUASAN PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUMKABUPATEN BENGKAYANG TAHUN 2018 ., Yossy Claudia Evan
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.958 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.33087

Abstract

Latar Belakang : Masyarakat selalu mengharapkan agar pelayanan rumah sakit terutama keperawatanmemberikan pelayanan yang baik dan memuaskan bagi setiap penggunan yang memanfaatkannya. Dengandemikian pihak rumah sakit selalu berusaha meningkatkan layanan kepada pasien. Mutu pelayanan yangsempurna dapat menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Kepuasan pasien muncul akibat dari kinerjalayanan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkan. Berdasarkan studipendahuluan di RSUD Bengkayang pasien menyatakan perawat tidak ramah kepada pasien, perawat hanyasebatas melakukan intervensi tanpa ada komunikasi kepada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan mutu pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasien rawat inap RSUD Bengkayang Tujuan : Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan pelayanan keperawatan terhadap kepuasanpasien rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bengkayang Tahun 2018Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitif. Desain penelitian yaitu analitik korelasi denganpendekatan survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang dengan teknik pengambilan sampling yaituaccidental sampling. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji chi-square.Hasil : Hasil analisa yang menyatakan mutu pelayanan keperawatan baik 18%, cukup baik 36% dan tidak baik46%. Sedangkan kepuasan 17% merasa puas dan 66% menyatakan tidak puas. Berdasarkan uji chi-squaredidapatkan hasil r sebesar 0,049 p value = 0,001 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikanantara mutu pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasienKesimpulan : Terdapat hubungan mutu pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasien rawat inap RumahSakit Umum Daerah Kabupaten Bengkayang Tahun 2018. Bagi Rumah Sakit diharapkan dapat lebihmeningkatkan mutu pelayanan keperawatan dengan melakukan survei kepuasan kepada pasien dan melakukanevaluasi secara berkala.Kata Kunci : Mutu Pelayanan keperawatan, Kepuasan pasien
HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DALAM ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI GRAHA WERDHA MARIE JOSEPH PONTIANAK DAN GRAHA WERDHA KASIH BAPA KABUPATEN KUBU RAYA ., Jessie Windya Niko
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.447 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27111

Abstract

Latar belakang: Proses penuaan akan berdampak pada lansia sehingga mengalami penurunan derajat kesehatanbaik secara alamiah maupun akibat penyakit, dengan semakin bertambahnya usia maka lansia lebih rentanterhadap berbagai keluhan fisik. Lansia yang mandiri adalah lansia yang kondisinya sehat dalam arti luas masihmampu untuk menjalankan kehidupan pribadinya. Adanya penyakit degeneratif yang menyebabkan lansiamengalami kemunduran fisik dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari merupakan salah satu stressor pada lansiayang mampu untuk meningkatkan resiko terjadinya depresi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kemandirian dengan tingkat depresi padalansia di Graha Werdha Marie Joseph Pontianak dan Graha Werdha Kasih Bapa Kabupaten Kubu Raya.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilansampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 53 responden lanjut usia. Instrumenpengumpulan data dengan lembar kuesioner Indeks Katz dan Geriatric Depression Scale (GDS).Hasil: Analisa univariat menunjukkan bahwa tingkat kemandirian responden pada kategori A= mandiri pada ke6jenis aktivitas sebanyak 31 orang (58.5%), B= mandiri dalam semua fungsi di atas, kecuali salah satudiantaranya sebanyak 11 orang (20.8%), C= mandiri dalam semua fungsi di atas, kecuali mandi dan satu fungsitambahan sebanyak 6 orang (11.3%), dan D= mandiri dalam semua fungsi di atas, kecuali mandi, berpakaian,dan satu fungsi tambahan sebanyak 5 orang (9.4%). Sedangkan tingkat depresi pada depresi ringan 23 orang(43.4%), depresi sedang 8 orang (15.1%), dan depresi berat 2 orang (3.8%). Analisa bivariat menggunakan ujifisher diperoleh nilai p=0,151 (p0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kemandirian dengan tingkat depresi padalansia di Graha Werdha Marie Joseph Pontianak dan Graha Werdha Kasih Bapa Kabupaten Kubu RayaKata kunci: Tingkat Kemandirian, Indeks Katz, Tingkat Depresi, Lansia
PENGARUH EDUKASI PERILAKU HYGIENE IBU TERHADAP PERILAKU IBU (CUCI TANGAN & MEMBERSIHKAN BOTOL SUSU FORMULA) DAN TINGKAT PENGETAHUAN PENYAKIT DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II KOTA PONTIANAK ., Sarah Nur Adha
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.275 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34579

Abstract

Latar Belakang : Diare merupakan satu diantara masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat pada umumnyasehingga menyebabkan peningkatan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita yang dapat dikendalikan melaluiupaya promotif dengan memberikan edukasi perilaku hygiene ibu, sehingga dapat mengubah perilaku hygiene ibu (cucitangan dan membersihkan botol susu formula) ke arah yang lebih baik dan meningkatkan pengetahuan penyakit diare padaanak balita.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh edukasi perilaku hygiene ibu terhadap perilaku ibu (cuci tangan dan membersihkanbotol susu formula) dan tingkat pengetahuan penyakit diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Perumnas IIPontianak.Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pre test and post test without controldengan jumlah sampel 16 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran nilai perilaku dan tingkatpengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi berupa edukasi perilaku hygiene.Hasil : Setelah diberikan edukasi perilaku hygiene ibu menunjukkan adanya peningkatan nilai perilaku dan pengetahuanyang dilakukan dengan uji Mcnemar p value= 0,031 pada perilaku ibu dan uji Marginal Homogeneity p value= 0,005 padatingkat pengetahuan. Kesimpulan : Ada pengaruh edukasi perilaku hygiene ibu terhadap perilaku ibu (cuci tangan dan membersihkan botol susuformula) dan tingkat pengetahuan penyakit diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak.Kata Kunci : Diare, Edukasi, Perilaku Hygiene, PengetahuanReferensi : 40 (2010-2018)
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT DAN STATUS HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI RAYA DALAM KABUPATEN KUBU RAYA ., Raya Fahreza Saleh
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.182 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27333

Abstract

Latar belakang: Hipertensi memimpin sebagai penyebab kematian nomor satu didunia.Oleh karena itu penderita harus selalu patuh dengan aturan pengobatan hipertensikepatuhan mengkonsumsi obat hipertensi dan mengontrol tekanan darah secara rutin padapasien hipertensi merupakan sesuatu yang menjenuhkan sehingga dukungan keluargaharus diberikan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi tingkat hipertensi yangmeningkat setiap tahun.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan dukungan keluargaterhadap kepatuhan minum obat dan status hipertensi pada penderita hipertensi di wilayahkerja Puskesmas Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Crosssectional.Jumlah sampel 77 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikankuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat. Serta lembar statushipertensi. Uji statistik dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-SquareHasil: Hasil yang didapatkan adalah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungankeluarga terhadap kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi dengan p=0,012 dantidak ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap status hipertensi di wilayah kerjaPuskesmas Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya dengan p=0,345Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat padapenderita hipertensi dan tidak ada hubungan dukungan keluarga terhadap status hipertensipada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam KabupatenKubu Raya.Kata Kunci: Dukungan keluarga, Hipertensi, Kepatuhan minum obat, Status hipertensi.
PENGARUH REBUSAN DAUN INSULIN (Smallanthus Sonchifolius) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS DIABETES MELITUS ., Dayang Desy Nindy Putri
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.708 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21329

Abstract

Latar belakang : Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Salah satu terapi komplementer dengan terapi herbal yang dapat digunakan untuk diabetes melitus adalah rebusan daun insulin. Daun insulin mengandung flavonoid, smallanthaditerpenic acid A, B, C, D, phenol, chlorogenic, caffeic, dan ferulic yang berperan dalam penurunan kadar glukosa darah.Tujuan :  Untuk mengetahui pengaruh rebusan daun insulin terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus diabetes melitus.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan true eksperimen design dengan rancangan pretest and posttest with control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 12 ekor Rattus norvegicus, 6 kelompok perlakuan, dan 6 kelompok kontrol. Instrument penelitian menggunakan glukometer. Rebusan daun insulin 270 mg/kgBB diberikan sekali sehari selama tujuh hari. Data di analisis dengan menggunakan uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan dengan nilai p 0,05.Hasil : Rata-rata kadar glukosa darah pretest pada kelompok perlakuan 234,17 mg/dl dengan standar deviasi 21,104 dan posttest 154,83 mg/dl dengan standar deviasi 38,155. Rata-rata kadar glukosa darah pretest pada kelompok kontrol 238,33 mg/dl dengan standar deviasi 27,486 dan posttest 277,50 mg/dl dengan standar deviasi 47,230. Pada uji t berpasangan kelompok perlakuan menunjukkan nilai p 0,001 dan kelompok kontrol nilai p 0,012. Uji t tidak berpasangan didapatkan nilai p 0,001Kesimpulan : Ada pengaruh rebusan daun insulin terhadap penurunan kadar glukosa darah antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, sehingga rebusan daun insulin dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologi keperawatan untuk menurunkan kadar glukosa darah.  Kata kunci             : Daun Insulin, Kadar Glukosa Darah, Diabetes Melitus
TERAPI MUROTTAL TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL REHABILITASI LANJUT USIA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA ., Agus Mulyadi
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.846 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.30431

Abstract

Latar Belakang : Lansia pasti mengalami perubahan fisik dan mental. Maka dari berbagai perubahan kondisi lansia akan lebih rentan mengalami masalah hipertensi karena seiring bertambahnya usia. Pencegahan hipertensi, umumnya dilakukan dengan mengubah gaya hidup dan terapi murottal yaitu merupakan salah satu terapi komplementer yang bisa menurunkan tekanan darah.Tujuan : Untuk mengetahui Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Darma Kabupaten Kubu Raya.Metode : Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan pre eksperiment dalam kategori satu kelompok (one group pretest- posttest design). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah pemberian intervensi berupa terapi murottal. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dan penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon.Hasil : Setelah dianalisis dengan uji Wilcoxon terdapat Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Tekanan Darah Pada Lanjut Usia Di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma Kabupaten Kubu raya. Hasil   p value sistole pre dan post = 0.000 (p0,05) dan juga didapat hasil p value diastole pre dan post = 0.001 (p 0,05).Kesimpulan : Terdapat perubahan tekanan darah setelah diberikan terapi murottal pada lansia dengan hipertensi di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya. Terapi murottal dapat digunakan dalam mengatasi tekanan darah tinggi sebagai bentuk terapi komplementer yang mudah untuk dilakukan secara mandiri.  Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Terapi Murottal
PENGARUH LATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK SELATAN ., Elviana Nindia Sinta Dewi
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.682 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34277

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandaidengan hiperglikemia yang terus mengalami peningkatan setiap tahun. Keadaanhiperglikemia yang berlangsung lama pada penderita DM dapat menyebabkan kerusakansistemik yang luas pada tubuh dan dapat berakibat fatal. Pengelolaan DM dapat dilakukandengan terapi non-farmakologis dan terapi farmakologis, terapi non-farmakologis salahsatunya latihan relaksasi otot progresifTujuan : Mengetahui pengaruh latihan relaksasi otot progresif terhadap perubahan kadargula darah pada pasien DM tipe 2 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan PontianakSelatan.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment pre test and post test nonequivalent control group. Penelitian ini menggunakan teknik nonprobality dengan metodeconsecutive sampling dengan jumlah sampel 15 responden kelompok perlakuan dan 15responden kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi diberikan setiap hari selama 1minggu dan kelompok kontrol diamati melalui kuisioner aktivitas fisik global. Analisa datamenggunakan paired t test dan one sample t test. Hasil : Sebagian besar responden berusia 56-65 tahun dengan persentase 46,7% , jeniskelamin terbanyak perempuan yaitu 66,7%, lama menderita DM 10 tahun sebanyak 83,3%dan mayoritas pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yaitu 60,0%. Analisis bivariat uji tberpasangan sebelum dan sesudah intervensi kelompok perlakuan diperoleh p value 0,0000,05 dan hasil uji t tidak berpasangan diperoleh p value 0,000 0,05 yang berarti terdapatperbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Kesimpulan : Ada pengaruh latihan relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar guladarah pada pasien DM tipe 2 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan PontianakSelatan.Kata Kunci : Latihan relaksasi otot progresif, Kadar Gula Darah, Terapi non-farmakologisReferensi : 50 (2009-2017)
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN STROKE DI POLI SARAF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Mat Guntur
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.558 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26945

Abstract

Penyakit-penyakit dengan kondisi kronik seperti stroke berdampak pada psikologi pasiendan menyababkan gangguan seperti cemas dan depresi. Depresi pada pasien strokemengakibatkan pasien merasa tidak berdaya dan merasa tidak memiliki masa depan. Dalam halini sangat penting dukungan orang terdekat yaitu keluarga. Keluarga dapat berperan membatudalam perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengandepresi pada pasien dengan penyakit stroke di Ruang Rawat Jalan Poli Saraf Rumah SakitUmum Daerah Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Kota Pontianak dengan metode penelitiankuantitatif dengan desain observasional analitik dan dilakukan dengan pendekatan crosssectional. Jumlah sampel sebanyak 96 orang. Pemilihan sampel dipilih dengan cara nonprobability sampling. Analisa statistik yang digunakan untuk menguji hipotesa adalah uji chisquare.Darihasilpenelitiandiperolehhasildimanarespondendenganperankeluargayangbaiksebanyak38 responden (39,6%). Responden yang mengalami depresi ringan sebanyak 45responden (46,9%), depresi sedang sebanyak 38 responden (39,6%), dan depresi berat sebanyak13 responden (13,5%). Hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai signifikan p = 0,034 (p 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan antara peran keluarga dengan depresi pada pasienstroke di Rumah sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Pontianak. Berdasarkanhasil analisis data yang diperoleh dapat disimplkan bahwa terdapat hubungan yang signifikanantara peran keluarga dengan depresi pada pasien dengan penyakit stroke di Rumah Sakit UmumDaerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie PontianakKata Kunci : peran keluarga, depresi, stroke