cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG TEKNIK MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA NANGA KEMANGAI KECAMATAN AMBALAU KABUPATEN SINTANG ., Lidwina Yulieni Kosiang
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.665 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34470

Abstract

Latar Belakang : Menyediakan makanan ideal untuk perkembangan yang sehat dan perkembanganbayi menjadi tujuan utama dari menyusui, menyusui juga merupakan bagian integral dari prosesreproduksi dengan implikasi penting bagi kesehatan ibu. Air susu ibu atau yang sering di singkatdengan ASI merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi danzat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Rendahnya pemberian ASIeksklusif oleh ibu menyusui di Indonesia disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktorinternal meliputi rendahnya pengetahuan dan sikap ibu, dan faktor eksternal meliputi kurangnyadukungan keluarga, masyarakat, petugas kesehatan atau pemerintah, gencarnya promosi susu formula,faktor sosial budaya serta kurangnya ketersediaan fasilitas pelayanan ibu dan anak. Ibu menyusuimemerlukan pengetahuan agar dapat menyusui dengan benar. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang teknik menyusui denganpemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Nanga Kemangai Kecamatan AmbalauKabupaten Sintang.Metodologi Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatancross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 39 responden. Alat ukur yang digunakan adalahkuesioner. Analisis statistik yang digunakan analisis chi square dengan nilai P 0,005 Hasil : Tingkat pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dengan pemberian ASI eksklusif palingbanyak pada kategori baik sebanyak 22 responden (56.4%), kategori cukup baik sebanyak 17responden (43.6%). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang teknik menyusuidengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Nanga Kemangai KecamatanAmbalau Kabupaten Sintang.Kata Kunci : Pengetahuan, Teknik Menyusui, ASI eksklusif.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DISMENORE TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI SMP NEGERI 2 SUNGAI AMBAWANG ., Tarida Kristina Pasaribu
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.258 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27264

Abstract

Latar Belakang : Pendidikan kesehatan dibutuhkan untuk memberikan informasi yang dapatmempengaruhi pengetahuan remaja putri agar remaja yang mengalami dismenore dapatmenanganinya dengan baik sehingga aktivitas mereka tidak terganggu saat menstruasi dan dapatmeningkatkan kesehatan reproduksi.Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang dismenore terhadap pengetahuanremaja putri SMP Negeri 2 Sungai Ambawang.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian semu eksperimen dengan rancanganpenelitian pre and post test nonequivalent control group. Teknik sampling yang digunakan adalahtotal sampling dengan jumlah responden 60 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 30 orangkelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol.Hasil : Uji Hipotesis dengan Uji t berpasangan menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antarapretest dan posttest pengetahuan pada kelompok intervensi (p= 0,0001), Uji t berpasanganmenunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pengetahuan pada kelompok kontrol (p = 0,157 ).Uji t tidak berpasangan menunjukkan ada perbedaan yang bermakna pada pengetahuan posttestdiantara kedua kelompok dengan p-value sebesar 0,0001 (0,05).Kesimpulan : Pendidikan kesehatan tentang dismenore memberikan pengaruh terhadappeningkatan pengetahuan pada remaja putri SMP Negeri 2 Sungai Ambawang.Hasil penelitiandiharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan promosi kesehatan khususnyaedukasi kesehatan reproduksi remaja perempuan.Kata kunci : Pendidikan kesehatan, Dismenore, PengetahuanReferensi:54 (2005-2016)
HUBUNGAN ANTARA POLA TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOKTER SOEDARSO PONTIANAK ., Raden Taufiq Septiyo Noegroho
ProNers Vol 1, No 2 (2013): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.447 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v1i1.4893

Abstract

Hipertensi ialah keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastoliklebih dari 90 mmHg. Pada beberapa orang terkadang tidak terdapat gejala yang menunjukkan bahwaindividu tersebut mengalami hipertensi, oleh karena itu hipertensi sering disebut sillent killer. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui apakah tedapat hubungan antara pola tidur dengan tekanan darah. Desainpenelitian yang digunakan oleh penulis pada penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Korelasi. Rancanganpenelitian yang digunakan adalah cross sectional yaitu studi yang dilakukan dengan pengamatan sewaktusehingga tidak terdapat follow- up. Jumlah sampel yang digunakan ialah 38 orang. Sampel pada penelitianini dipilh menggunakan non- probability sampling yaitu consecutive sampling dimana semua subjek yangdatang secara berurutan dan memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan ke dalam penelitian sampai jumlahsubjek yang diperlukan terpenuhi. Usia dengan rentang 51 hingga 60 tahun yang seharusnya megalami polatidur buruk lebih banyak, justru memiliki pola tidur baik dan memiliki hipertensi kategori ringan lebihbanyak. Hasil dari penelitian menggunakan uji Chi Square menunjukkan nilai p=0,384(p 0,05) yang berarti tidak adanya hubungan antara pola tidur dengan tekanan darah. Kata kunci: Pola tidur, Tekanan darah, Hipertensi
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN AKTUALISASI DIRI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK ANGKATAN 2013 DAN 2014 ., Reza Juliandi
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.255 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21144

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa sebagai remaja akhir memiliki kesempatan untuk menemukan jati dirinya di perguruan tinggi. Mahasiswa akan mulai membentuk konsep diri yang stabil. Konsep diri ini diduga menjadi prediktor dari aktualisasi diri. Individu yang mengaktualisasi diri akan memaksimalkan potensi dirinya secara penuh.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan aktualisasi diri pada mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Tanjungpura Pontianak angkatan 2013 dan 2014.Metodologi Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 201 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar kuesioner Konsep Diri dan Aktualisasi Diri. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Semua responden merupakan remaja akhir, dengan 148 responden (73,6%) berusia antara 18-20 tahun dan 53 responden (26,4%) berusia antara 21-23 tahun. Mayoritas responden adalah perempuan sebanyak 143 responden (71,1%) dan laki-laki sebanyak 58 responden (28,9%). Sebanyak 86 responden (42,8%) memiliki konsep diri negatif dan 115 responden (57,2%) memiliki konsep diri positif. Aktualisasi diri pada 45 responden (22,4%) masuk dalam kategori rendah, 113 responden (56,2%) dalam kategori sedang, dan 43 responden (21,4%) dalam kategori tinggi. Hasil uji Chi Square pada konsep diri dan aktualisasi diri menunjukkan nilai p = 0,000 (p0,05).Kesimpulan: Ada hubungan antara konsep diri dengan aktualisasi diri pada mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa perlu untuk menanamkan konsep diri yang positif agar bisa mencapai aktualisasi diri yang tinggi.                                                                                                                                                                                                                            Kata kunci                       : Konsep Diri, Aktualisasi Diri, Mahasiswa
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP KEMAMPUAN PENGKAJIAN RISIKO JATUH PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK ., Yolanda Yuniati
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.019 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.29439

Abstract

Latar Belakang: Salah satu indikator mutu keselamatan pasien dirumah sakit adalahketepatan indetifikasi, khususnya indentifikasi pasien risiko jatuh. Ketepatan indentifikasi ini dapat dilakukan dengan baik apabila perawat mempunyai pengetahuandan kemampun yang baik.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan kemampuanpengkajian risiko jatuh pada pasien di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura PontianakMetode: Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental bersifat analitik denganpendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 30 responden denganmenggunakan tehnik total sampling. Data tersebut dianalisa dengan menggunakan ujiFisher Exacts. Hasil: 12 perawat yang memiliki tingkat pengetahuan baik, 2 perawat mampu melakukanpengkajian risiko jatuh. Kemudian dari 13 perawat yang memiliki tingkat pengetahuancukup, 7 perawat mampu melakukan pengkajian risiko jatuh. Dan dari 5 perawat yangmemiliki tingkat pengetahuan kurang, 4 perawat mampu melakukan pengkajian risikojatuh menggunakan skala Morse dan Humpty Dumpty. Hasil uji Fisher Exact = 0,036 (P0,005)Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengankemampuan pengkajian risiko jatuh skala Morse dan Humpty Dumpty. Kata Kunci: Pengkajian Resiko Jatuh, Skala Morse dan Humpty Dumpty, Tingkatpengetahuan
HUBUNGAN PERILAKU BERPANTANG MAKANAN MENURUT ETNIS DI KALIMANTAN BARAT DENGAN SKOR PENYEMBUHAN LUKA FASE PROLIFERASI POST SECTIO CAESAREA ., Siti Fatimah
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34157

Abstract

Latar Belakang :Penyembuhan luka dapat dipengaruhi banyak faktor salah satunya nutrisi.Pemilihan nutrisi untuk ibu post sectio caesarea dipengaruhi oleh etnis dan budaya, adanyabentuk penjagaan bagi ibu dari segi budaya sehingga tidak semua makanan dapat di konsumsioleh ibu pasca melahirkan bentuk penjagaan ini disebut perilaku berpantang makanan hal inidapat membatasi asupan nutrisi untuk ibu yang nantinya akan berpengaruh terhadap prosespenyembuhan luka sectio caesarea. Tujuan : Mengetahui hubungan perilaku berpantang makanan menurut etnis di KalimantanBarat dengan skor penyembuhan luka fase proliferasi post sectio caesarea.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kohortprospektif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 ibu post sectio caesarea. Instrumen yangdigunakan dalam penelitian ini berupa lembar kuesioner perilaku berpantang dan lembarpengkajian luka asepsis Teknik analisa menggunakan uji korelasi spearmanHasil : Hasil uji korelasi spearman menunjukan nilaip value sebesar 0,003 (p 0,05) yangberarti adanya hubungan antara perilaku berpantang makanan menurut etnis di KalimantanBarat dengan skor penyembuhan luka fase proliferasi post sectio caesarea. Nilai rata-ratapenyembuhan luka sebesar 2,06. Nilai korelasi spearman sebesar 0,416 yang menunjukankorelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang.Kesimpulan : Adanya hubungan antara perilaku berpantang makanan menurut etnis diKalimantan Barat dengan skor penyembuhan luka fase proliferasi post sectio caesarea.Sehingga direkomendasikan untuk diberikan pendidikan kesehatan dan motivasi kepadapasien dan keluarganya tentang peran etnis dan budaya terhadap kesehatan ibu post sectiocaesarea. Kata Kunci : Perilaku Berpantang, Etnis, Skor Penyembuhan LukaReferensi : (2003-2016)
PENGARUH SENAM KAKI DIABETES PADA PASIEN DM TIPE 2 TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAL TIGA KOTA PONTIANAK ., Hendri Wahyudi
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.505 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34460

Abstract

Latar Belakang: Kadar gula darah yang tinggi akan menjadikan viskositas ataukekentalan darah tinggi, sehingga akan menghambat sirkulasi darah dan persyarafanterutama daerah atau ujung kaki sebagai tumpuan tubuh utama. Salah satu intervensiyang diperkirakan dapat mengatasi masalah sirkulasi perifer adalah denganmelakukan latihan aktivitas fisik senam kaki diabetes berupa senam kaki. Senam kakidiabetes dapat memperkuat otot-otot kecil kaki dan memperbaiki sirkulasi darahTujuan: Untuk menganalisis pengaruh senam kaki diabetes pada pasien DM tipe 2terhadap nilai ankle brachial indexMetode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimendengan pendekatan pre test and post test Non Equivalent Control Group. Tekniksampling yang digunakan adalah nonprobality dengan metode consecutive samplingdengan jumlah sampel 40 yang terbagi menjadi 20 kelompok perlakuan dan 20kelompok kontrol. Uji statistik menggunakan uji t berpasangan dan uji t tidakberpasanganHasil: Uji t berpasangan pada ABI kelompok perlakuan pada kaki kanan dan kirididapatkan nilai p=0,000 (p value 0,05), dan pada kelompok kontrol pada kakikanan dan kiri didapatkan nilai p=0,000. Uji t tidak berpasangan kelompok perlakuandan kontrol didapatkan p value 0,000 pada kaki kanan dan kiriKesimpulan: Senam kaki diabetes dapat memerbaiki sirkulasi kaki pada pasien DMtipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pal Tiga Kota PontianakKata Kunci: Senam Kaki Diabetes, Ankle Brachial Index, DM tipe 2
PENGARUH EDUKASI DETEKSI DINI STROKE DENGAN METODE AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP INDIVIDU DENGAN RISIKO TINGGI STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II KOTA PONTIANAK ., Deni Ahmat Riduan
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.701 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34593

Abstract

Latar belakang: Edukasi adalah kegiatan menyampaikan pesan, menanamkankeyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tetapi juga mau dan dapatmelakukan suatu anjuran. Audiovisual merupakan menyalurkan pesan daripengirim pesan ke penerima pesan melalui indra pandang dan dengar. Deteksidini yaitu pemeriksaan yang dilakukan pada orang yang belum menunjukkanadanya gejala penyakit untuk menemukan penyakit yang belum terlihat ataumasih pada stadium praklinikTujuan: Mengetahui Pengaruh Edukasi Deteksi Dini Stroke Dengan MetodeAudiovisual Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Individu Dengan ResikoTinggi Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Kota Pontianak.Metode: metode kuantitatif dengan disain quasi experiment berupa pre test andpost test nonequivalent control group. Penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan sampel 34 responden. Instrumen yang digunakanadalah kuesioner tingkat pengetahuan dan sikap serta media audiovisual selama 6hari. Hasil: didapatkan usia terbanyak adalah rentang usia 45-59 tahun (55,9%), Jeniskelamin terbanyak adalah perempuan ( 70,6%), dan pada tingkat pendidikan SDmerupakan (35,3%). Uji bivariat tingkat pengetahuan pretest-posttest yaitu nilaip = 0,000 (0,05). Sedangkan hasil rata-rata pada pengukuran sikap nilai p =0,000.Kesimpulan: ada pengaruh edukasi deteksi dini stroke dengan metodeaudiovisual pada individu dengan risiko tinggi stroke terhadap tingkatpengetahuan dan sikap pemberian.Kata kunci: Edukasi, deteksi dini, stroke, audiovisual, risiko tinggi stroke,tingkat pengetahuan, sikap.Referensi: 56 (2006-2018)
PENGARUH TERAPI BERMAIN LILIN TERHADAP PELAKSANAAN REGIMEN TERAPI OBAT ORAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) DI RUANG RAWAT INAP ANAK RSUD dr. ABDUL AZIZ SINGKAWANG ., Urai Septio Bayuti
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.499 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.28101

Abstract

Latar Belakang: Hospitalisasi membuat anak menjadi cemas takut, sehingga anak tidak mudah untuk menerima tindakan keperawatan sehingga beresiko pada tertundanya regimen terapi obatoral. Terapi bermain lilin bertujuan untuk meningkatkan pemberian obat oral pada anak usiaprasekolah dengan stress hospitalisasi, memfasilitasi perawat dalam berkomunikasi verbal maupunnon verbal kepada anak, untuk memberikan pelepasan stress dan ketegangan, memungkinkanekspresi emosi dan pelepasan impuls yang dapat diterima secara sosial bagi anakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain lilin terhadappelaksanaan regimen terapi obat oral di ruang Rawat Inap Anak RSUD dr. Abdul AzizSingkawang.Metodologi Penelitian: Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan metode pendekatanPretest-Posttest Control Group Design. Sampel pada penelitian ini 28 responden terbagi menjadi14 responden pada kelompok intervensi dan 14 responden pada kelompok kontrol. Uji statistikyang digunakan T-test berpasangan.Hasil: Hasil menunjukkan dengan nilai significancy (p0,05). Nilai ini menyatakan bahwa adapengaruh terapi bermain lilin terhadap pelaksanaan regimen terapi obat oral di ruang Rawat InapAnak RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang.Kesimpulan: Ada perbedaan pelaksanaan pemberian obat oral, sebelum dan setelah pelaksanaanterapi bermain lilin. Direkomendasikan bagi perawat, terapi bermain lilin dapat diterapkan untukmemudahkan dalam pemberian tindakan keperawatan khususnya pemberian obat oral agar lebihefektif.Kata Kunci : Terapi Bermain, Lilin, Pelaksanaan Regimen Terapi, Anak Usia Prasekolah, ObatOralDaftar Pustaka : 10 (2003, 2014)
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Demonstrasi terhadap Perubahan Pengetahuan Praktik Membersihkan Gigi dan Mulut Anak Usia 4-5 Tahun di TK Mujahidin 2 Pontianak Timur ., Nurhajilah
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.542 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.33512

Abstract

Latar belakang : Kesehatan gigi dan mulut pada anak menjadi masalah kesehatan yangsangat penting untuk diperhatikan. Pentingnya praktik membersihkan gigi dan mulut yangbaik dapat disampaikan melalui pendidikan kesehatan membersihkan gigi dan mulutdengan metode demonstrasi, agar anak mudah menangkap dan memahami informasitersebut. Tujuan : Untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan metode demonstrasiterhadap perubahan pengetahuan praktik membersihkan gigi dan mulut anak usia 4-5tahun di TK Mujahidin 2 Pontianak Timur. Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pre and post test nonequivalent controlgroup pada 17 reponden kelompok intervensi dan 17 responden kelompok kontrol.Instrumen yang digunakan adalah lembar SPO observasi membersihkan gigi dan mulutdan alat tulis lainnya. Uji Normalitas menggunakan uji Shapiro Wilk dan uji homogenitasmenggunakan uji Oneway Anova. Hasil : Data hasil uji Paired t-test didapatkan hasil p kelompok intervensi (0,000) dengannilai mean (-6,059) dan standar deviasi ( ±2,904) dan p kelompok kontrol (0,002) dengannilai mean (-1,118) dan standar deviasi ( ±1,219). Hasil uji independent sample testdiperoleh hasil p (0,000). Kesimpulan : Adanya pengaruh pendidikan kesehatan metode demonstrasi terhadapperubahan pengetahuan praktik membersihkan gigi dan mulut anak usia 4-5 tahun di TKMujahidin 2 Pontianak Timur. Sehingga metode demonstrasi dapat digunakan sebagaimetode pendidikan kesehatan membersihkan gigi dan mulut yang diberikan kepada anakusia 4-5 tahun agar dapat berperilaku membersihkan gigi dan mulut yang baik. Kata Kunci : Kebersihan Gigi dan Mulut, Pendidikan Kesehatan, Usia Prasekolah