cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
Pengaruh Pendidikan Kesehatan ASI Ekslusif dan Penyediaan Pojok Laktasi terhadap Pengetahuan dan Perilaku Ibu Bekerja dalam Upaya Pemberian ASI Ekslusif ., Ermi Haryati
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.043 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34459

Abstract

Latar Belakang Cakupan persentase bayi yang diberi ASI eksklusif di KotaPontianak tahun 2016 mencapai rata-rata 73,13%. Kelurahan Saigon merupakanKelurahan dengan angka pencapaian ASI ekslusif yang paling rendah yaitu51,85% dari 23 Kelurahan yang ada di Kota PontianakTujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikankesehatan ASI Ekslusif dan penyediaan pojok laktasi terhadap pengetahuan danperilaku ibu bekerja dalam upaya pemberian ASI ekslusif di Kelurahan SaigonKecamatan Pontianak Timur.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif denganmenggunakan pendekatan one group pre and posttest design. Jumlah sampelsebanyak 48 responden ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 0 "“ 6 bulan.Hasil :Berdasarkan analisis dan pembahasan didapatkan hasil (1) adanyapengaruh pendidikan kesehatan ASI ekslusif terhadap pengetahuan ibu bekerja.Hal ini dibuktikan dari hasil Uji Marginal Homogenity diperoleh nilai p 0,000 (p0,05). (2) tidak terdapat pengaruh pendidikan kesehatan ASI keslusif terhadapperilaku ibu bekerja. Hal ini dibuktikan dari hasil Uji Mc Necmar Test diperolehnilai p 0,125 (p 0,05), dan (3) adanya pengaruh penyediaan pojok laktasiterhadap perilaku ibu bekerja. Hal ini dibuktikan dari hasil Uji Chi Squarediperoleh nilai p 0,000 (p0,05). Kesimpulan: pengetahuan ibu mengenai ASI ekslusif sangat penting untukmendukung keberhasilan dalam program perbaikan gizi pada bayi 0-6 bulan. Dengan terpenuhi nya ASI ekslusif maka dapat menekan angka kejadian giziburuk pada balitaKata kunci: Pengetahuan, Pojok Laktasi dan Pemberian ASI Ekslusif
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP HIV/AIDS DI SMKN 7 PONTIANAK TIMUR ., Sucipto
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.062 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34592

Abstract

Latar belakang: Menurut Dinkes Kota Pontianak prevalensi HIV/AIDS diKalbar pada tahun 2015 mencapai 156 kasung dan tahun 2016 mencapai 120kasus. HIV bersumber dari pola hidup yang kurang baik dan tidak sehat. MenurutUnicef Indonesi, pengetahuan remaja tentang HIVAIDS mengalami peningkatanakan tetapi masih terbatas. Hal tersebut dikarenakan sumber dan prosespenyampaian informasi masih kurang baik dan benar, sehingga pengetahuan dansikap sampai perilaku terhadap HIV/AIDS masih dikategorikan kurang.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja terhadapHIV/AIDS di SMKN 7 Pontianak Timur.Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif denganpendekatan Cross Sectional. Teknik pemilihan populasi menggunakan populasiterjangkau dan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive samplingberjumlah 115 orang serta ada beberapa responden yang mengundurkan dirisehingga subjek dalam penelitian berjuamlah 104 orang. Instrumen penelitianyang digunakan adalah lembar kuesioner pengetahuan dan sikap terhadapHIV/AIDS.Hasil: Nilai rata-rata dan nilai tengah pada gambaran pengetahuan tentangHIV/AIDS adalah 4,45 dan 5,00. Sedangkan nilai rata-rata dan nilai tengah padasikap terhadap HIV/AIDS adalah 4,66 dan 5,00Kesimpulan: Gambaran pengetahuan dan sikap remaja terhadap HIV/AIDS diSMKN 7 Pontianak Timur dikategorikan kurang. Karena nilai rata-rata kurangsama dengan nilai tengahKata kunci: pengetahuan, sikap, remaja dan HIV/AIDS
ANALISA PELAKSANAAN ASESMEN PENCEGAHAN RISIKO JATUH PASIEN OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK ., Dian Pratama Putri
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.547 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27890

Abstract

Latar belakang: Perawat sebagai pemberi asuhan dan berperan dalam asesmen awalpelayanan pasien untuk menghindari kejadian jatuh di rumah sakit. Salah satu dampakyang dapat terjadi ketika pelaksanaan patient safety tidak diberlakukan secara optimaladalah kejadian jatuh dan merugikan pasien serta keluarga. Pelaksanaan asesmenpencegahan resiko jatuh yang sesuai dengan standar akan dapat membantumeningkatkan mutu serta akreditasi rumah sakit itu sendiri.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan asesmen pencegahan risiko jatuhpasien oleh perawat di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.Metode: Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yangdianalisis dengan menggunakan metode Collaizi. Penelitian pada 5 informan, perawatdengan lama kerja minimal 3 tahun, jenjang Pendidikan terakhir D3 "“ S1 Ners. Hasil: Dari hasil analisis didapat empat tema. Empat tema tersebut adalah: pelaksanaanasesmen umum secara komprehensif, regulasi manajemen patient safety tidak tersedia,inisiatif kepala ruangan yang merata terkait manajemen patient safety dan dampakregulasi manajemen patient safety yang tidak memadai.Kesimpulan: Pelaksanaan asesmen pencegahan jatuh belum dilakukan dikarenakankebijakan yang belum disediakan oleh pihak manajemen patient safety rumah sakitUniversitas Tanjungpura.Kata kunci: Asemen, Risiko Jatuh, Keselamatan Pasien
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP SKOR DEPRESI PADA PECANDU NARKOBA REHABILITASI DI WISMA SIRIH RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SUNGAI BANGKONG DAN REHABILITASI BERBASIS MASYARAKAT BUMI KHATULISTIWA KALIMANTAN BARAT ., Andra Kurnia
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.753 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.22000

Abstract

Latar Belakang : Depresi merupakan gangguan mental yang bisa dialami oleh siapapun, termasuk pecandu narkoba. Pengaruh zat-zat seperti obat narkoba mempengaruhi kerja pada neurotransmitter yakni dopamin dan serotonin. Penggunaan obat secara berlebihan dapat memblok reseptor Dopamin dan merusak produksi serotonin, penurunan dopamin menyebabkan ketidakmampuan seseorang untuk merasa senang, sedangkan penurunan serotonin dapat mempengaruhi perilaku seseorang menjadi pendiam, curiga, putus asa, kesepian, dan depresi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk membuat kondisi rileks dan dapat mengatasi depresi adalah dengan terapi musik. Hal ini menjadi ketertarikan peneliti karena terapi musik belum pernah diberikan kepada pecandu narkoba rehabilitasi di Wisma Sirih maupun di Rehabilitasi Berbasis MasyarakatTujuan : Mengetahui pengaruh terapi musik terhadap skor depresi pada pecandu narkoba di Wisma Sirih Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong dan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat Bumi Khatulistiwa Kalimantan BaratMetode : Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan pre eksperiment dalam kategori satu kelompok (one group pretest- posttest design) pada 17 Pecandu narkoba yang mengalami depresi. Menggunakan instrumen musik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu musik klasikHasil : Setelah diberikan terapi musik pada pecandu narkoba menunjukan adanya penurunan skor Beck Depression Inventori. Nilai median turun dari 17,00 saat prestest menjadi 7,00 saat posttest. Uji wilcoxon memberikan nilai signifikan p 0,001Kesimpulan : Adanya pengaruh terapi musik terhadap skor depresi pada pecandu narkoba di Wisma Sirih Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong dan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat Bumi Khatulistiwa Kalimantan Barat. Sehingga direkomendasikan menggunakan terapi musik sebagai terapi komplementer dalam mengurangi depresi
PENGARUH EDUKASI KEPADA KELUARGA TERHADAP PERUBAHAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERILAKU DIET PASIEN DM TIPE 2 DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK ., Ratna Sari
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.955 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.33487

Abstract

Latar Belakang: Diabetes miletus merupakan penyakit kronik yang terusmengalami peningkatan setiap tahunnya dan dapat dikendalikan melaluipengetahuan dengan edukasi kepada keluarga serta diet yang tepat. Edukasikepada keluarga dapat meningkatkan dukungan keluarga sehingga dapatmeningkatkan peran keluarga dalam merawat anggota keluarga.Tujuan: Untuk manganalisis pengaruh edukasi kepada keluarga terhadapperubahan dukungan keluarga dan perilaku diet DM di Puskesmas Perumnas II Pontianak.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancanganpre test and post test without control dengan jumlah sampel 20 responden diambildengan consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukanpengukuruan nilai diet dan dukungan keluarga sebelum dan setelah diberikanintervensi berupa edukasi kepada keluarga.Hasil: Berdasarkan karakteristik responden diperoleh 50% responden merupakanlansia awal, dan memiliki riwayat pendidikan SD (70%) dengan lama menderitaDM 5 tahun 80% dan nilai mean GDP 295,45 mg/dl. Hasil uji T paired Testdidapatkan p value= 0,000 pada dukungan keluarga dan p value= 0,001 padanilai diet. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi kepada keluarga terhadap perubahandukungan keluarga dan perilaku diet pasien DM tipe 2 di Puskesmas Perumnas II Pontianak.Kata Kunci : Edukasi, Dukungan Keluarga, Diet DM
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA ., Kornelia Riskah
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.385 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27158

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka kejadian tidak diinginkan disebabkan oleh komunikasiyang tidak akurat antar perawat. Komunikasi efektif antar perawat dapat dilakukan saatpergantian shift jaga atau timbang terima pasien. Perawat harus memiliki motivasi yangtinggi dalam bekerja karena berhadapan selama 24 jam bersama pasien. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan motivasi kerja terhadap pelaksanaan timbangterima keperawatan di RSP UntanMetode: Penelitian kuantitatif yang berdasarkan waktu termasuk dalam penelitian crosssectional dimana pengambilan data dilakukan dalam satu waktu yang sama. Jumlahsampel 36 responden menggunakan teknik probability sampling dengan metodepengambilan sampel stratified random sampling. Analisa data menggunakan ujiKolmogor ov Smirnov.Hasil: Sebagian besar responden adalah perempuan dengan presentase 77,8%. Jumlahkeseluruhan responden yang berusia 26-32 tahun 55,5%, sebanyak 36,1% respondenadalah PNS dan jumlah responden yang masa kerja 1-5 tahun sebesar 88,9%.Berdasarkan hasil analisis bivariate antara Motivasi Kerja Perawat dan PelaksanaanTimbang Terima Keperawatan diperoleh hasil p=0,634 (0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara motivasi kerja perawat terhadappelaksanaan timbang terima keperawatan di ruang rawat inap Penyakit Dalam dan Anak,Nifas, Bedah dan ICU di RSP Universitas Tanjungpura.Kata Kunci : Motivasi Kerja, Timbang Terima
HUBUNGAN HEALTH BELIEF MODEL DENGAN KEPATUHAN PERAWATAN KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG POLI PENYAKIT DALAM RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Destura
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.036 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34583

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yangmenjadi masalah global, dimana banyak menimbulkan komplikasi. Luka kaki diabetes adalahsatu diantara komplikasi dan yang paling sering terjadi dan ditakuti. Penatalaksanaan untukmencegah terjadinya luka kaki diabetes ini adalah dengan perawatan kaki. Health belief modeladalah model yang menspesifikasikan bagaimana individu secara kognitif menunjukkan perilakusehat maupun usaha untuk menuju sehat atau penyembuhan suatu penyakit. Health belief modeldiasumsikan dapat menjelaskan alasan perilaku ketidakpatuhan penderita diabetes melitus dalammelakukan penalaksanaan, termasuk perawatan kaki. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan health belief model dengankepatuhan perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUDSultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain descriptive correlational melalui rancangancross sectional study. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling denganjumlah 93 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Health Belief Model (HBM)dan kuesioner Standard kuesioner Nottingham Assesment of Functional Footcare (NAFF) sertalembar observasi Diabetic Functional Care Behaviour (DFCB).Hasil: Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square dengan P value 0.000 ( 0.05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara health belief model dengan kepatuhan perawatan kakipada pasien diabetes melitus tipe 2 di Ruang Poli Penyakit Dalam RSUD Sultan SyarifMohamad Alkadrie PontianakKata Kunci: Health Belief Model, Kepatuhan Perawatan Kaki.Referensi: 50 (1984 "“ 2018).
HUBUNGAN PENGETAHUAN PENDERITA HIPERTENSI DENGAN PENGENDALIAN FAKTOR RESIKO DI PUSKESMAS KHATULISTIWA PONTIANAK ., Marchelinus Ota
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.21 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27497

Abstract

Pengetahuan atau kognitif merupakan faktor dominan yang sangat penting dalampembentukan tindakan seseorang. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akanlebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Apabilapenderita hipertensi telah memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik terhadappengendalian faktor resiko dan komplikasi dari hipertensi, diharapkan tekanandarahnya tetap dalam batas normal. Peneilitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan pengetahuan penderita hipertensi dengan pengendalian faktor resiko diPuskesmas Khatulistiwa Pontianak. Jenis penelitian kuantitatif dengan desainobservasional analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional.Teknik pengambilan data sampel menggunakan consecutive sampling dengansampel sebanyak 56 responden sesuai dengan criteria inklusi. Setiap respondendiberi kuesioner tentang pengetahuan dan pengendalian faktor resiko hipertensi.Uji yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Hasil uji hipotesis denganmenggunakan uji Spearman Rank, menunjukan hubungan yang signifikan antarapengetahuan penderita hipertensi dengan pengendalian faktor resiko hipertensi (p = 0,000). Terdapat hubungan pengetahuan penderita hipertensi denganpengendalian faktor resiko. Hal ini menunjukan bahwa dengan meningkatkanpengetahuan pasien mengenai hipertensi, dapat mempengaruhi perilaku pasiendalam mengendalikan faktor resiko hipertensi.Kata Kunci :Pengetahuan, Pengendalian Faktor Resiko, Hipertensi
Pengaruh Mirror Therapy Diintegrasikan Dengan Dukungan Religius Koping Terhadap Performa Fisik Dan Penerimaan Diri Pada Pasien Pasca Stroke ., Luthfi Ummami Fauzi
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.913 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.31137

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyakit yang menjadi penyebab kematian dan kecacatandiseluruh dunia. Stroke meninggalkan gejala sisa secara fisik dan psikologis. Hemipharase dandepresi merupakan gejala sisa yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien pasca stroke. Terapiyang dapat diberikan adalah mirror therapy dan dukungan religius koping. Tujuan: Mengetahuipengaruh mirror therapy diintegrasikan dengan dukungan religius koping terhadap performa fisikdan penerimaan diri pada pasien pasca stroke di RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang. Metode:Jenis penelitian kuantitatif dengan desain peneilitian eksperimen murni dengan rancangan pretestpostestdesignwithcontrolgroup.Metodepengambilansampelnonprobabilitysamplingdenganteknikconsecutive sampling. Sampel penelitian berjumlah 36 responden. Data diuji denganmenggunakan uji T berpasangan, uji wilcoxon, uji T tidak berpasangan, dan mann whitney. Hasil:Responden penelitian dengan karakteristik berjenis kelamin laki-laki 58,3%, tipe stroke iskemik86,1%, fase kronik pasca stroke 50% dan rata-rata usia penderita stroke 55,2 tahun. Hasil bivariatskor performa fisik kelompok intervensi menunjukkan pengaruh yang signifikan (p 0,05), namuntidak ada perbedaan post-test skor performa fisik kelompok kontrol (p 0,05). Skor penerimaandiri pada kelompok intervensi menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (p 0,05) danadanya perbedaan yang signifikan post-test kelompok kontrol (p 0,05). Kesimpulan: Mirrortherapy dapat meningkatkan performa fisik pada pasien pasca stroke sama baiknya dengan latihanROM. Mirror therapy yang diintegrasikan dengan dukungan religius koping akan meningkatkanpenerimaan diri pada pasien pasca stroke.Kata Kunci: Mirror Therapy, Religius Koping, Ekstremitas atas
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK PENYAKIT DALAM RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK ., Khairun Nisa
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.137 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34339

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2 menjadi suatu hal yang sangat penting.Adanya penyakit DM dengan penatalaksanaan yang tidak tepat berdampak pada berbagai komplikasi danpenurunan kualitas hidup. Untuk meningkatkan kualitas hidup maka diperlukan efikasi diri dan dukungankeluarga yang baik sehingga dapat berpengaruh pada pembentukan perilaku penatalaksanaan DM yang positif.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DMtipe 2.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 73responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan pendekatan consecutivesampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner efikasi diri, kuesioner dukungan keluarga dan kuesionerkualitas hidup DM. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square.Hasil: Usia 61-65 tahun (31,5%), jenis kelamin terbanyak perempuan (53,4%), pendidikan SLTA (32,9%),status pernikahan terbanyak yaitu menikah (74,0%), lama menderita DM 1-10 tahun (87,7%), ada komplikasi(58,9%), dan keluarga yang merawat yaitu terbanyak pada keluarga inti (91,8%). Nilai uji Chi-Square untukefikasi diri adalah 0,001 (p 0,05) dan dukungan keluarga 0,026 (p 0,05).Kesimpulan: Ada hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DM tipe 2 diKlinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Soedarso Pontianak.Rekomendasi: efikasi diri dan dukungan keluarga dapat dijadikan sebagai promosi kesehatan gunameningkatkan kualitas hidup penderita DM tipe 2.Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, efikasi diri, dukungan keluarga, kualitas hidup