cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK TERHADAP STATUS HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PERUMNAS II KOTA PONTIANAK ., Deviliani
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.26 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27159

Abstract

Latar Belakang : Perilaku merokok merupakan gaya hidup yang mempengaruhitekanan darah pada penderita hipertensi. Kandungan nikotin didalam rokok dapatmenyebabkan ketergantungan dengan merangsang dopamin didalam otak sertameningkatkan hormon adrenalin yang memacu jantung bekerja lebih beratsehingga mempengaruhi status hipertensi pada penderita hipertensi.Tujuan : Untuk mengidentifikasi hubungan perilaku merokok terhadap statushipertensi pada penderita hipertensi di Puskesmas Perumnas II Kota PontianakMetode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yaituanalitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian iniberjumlah 55 orang dengan teknik pengambilan sampling yaitu consecutive sampling.Hasilpenelitiandianalisamenggunakanujichi-square.Hasil: Berdasarkan uji chi-square didapatkan hasil nilai p = 0,030 (p 0,05)yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilakumerokok dengan status hipertensi.Kesimpulan : Terdapat hubungan perilaku merokok terhadap status hipertensipada penderita hipertensi di Puskesmas Perumnas II Kota Pontianak. Hubunganantara perilaku merokok dengan status hipertensi dapat menjadi acuan bagipenderita hipertensi untuk mulai memperbaiki gaya hidup terutama perilakumerokok.Kata Kunci : Perilaku merokok, ketergantungan terhadap rokok, hipertensiReferensi : 80 (2009-2017)
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Nyeri Gout Arthritis Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Alianyang Kota Pontianak ., Siti Annisa NurilHuda
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.972 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34584

Abstract

Latar Belakang : Meningkatnya jumlah lansia menimbulkan masalah terutama darisegi kesehatan dan kesejahteraan lansia. Tingkat kejadian penyakit disebabkan olehpenurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkungan sertakelemahan pada lansia. Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalamkehidupan umat manusia terutama pada lansia. Salah satu penyakit yang seringdiderita lansia adalah gout arthritis. Gejala yang sering menyiksa penderita goutarthritis adalah rasa nyeri. Faktor pencetus serangan gout arthritis antara lain stres.Tingkat stres bisa mempengaruhi metabolisme seseorang dan memicu arthritis gout.Nyeri dan stres akan terjadi berdampingan dimana nyeri akan mempengaruhiaktivitas dan kehidupan yang akan menyebabkan seseorang mengalami stres.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian nyerigout arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Alianyang Kota PontianakMetode : Penelitian analitik komparatif dengan desain studi cross-sectional. Sampeldalam penelitian ini berjumlah 40 pasien. Instrumen penelitian menggunakan lembarkuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) 42 dan Visual Analog Scale(VAS). Uji chi -square (X) digunakan untuk menganalisis hubungan tersebut.Hasil : Berdasarkan karakteristik responden diperoleh 90,0 % responden berusia 6074tahun, berjenis kelamin perempuan (67,5%), pendidikan terakhir SMA (47,5%),Pekerjaan ibu rumah tangga (62,5), tingkat stres (35,0%), nyeri sedang (45,0).Analisis bivariate dengan uji chi -square (X2) didapatkan nilai p= 0,002 (p0,05).Kesimpulan : Ada hubungan tingkat stres dengan kejadian nyeri gout arthritis padalansia di Wilayah Kerja Puskesmas Alianyang Kota PontianakKata Kunci : Lansia, Tingkat Stres, Nyeri Gout Arthritis
STUDI FENOMENOLOGI: FAKTOR TERJADINYA KEKAMBUHAN TB PARU DI WILAYAH KECAMATAN PONTIANAK UTARA TAHUN 2015 ., Yesika Agustin
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2579.377 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.17314

Abstract

Latar belakang : Kekambuhan TB Paru bukanlah hal biasa yang dapat diabaikan begitu saja. Kekambuhan TB paruakan menimbulkan resistensi obat TB. Apabila pasien mengalami resisten terhadap obat anti TB, maka akibatnyaikut menjadi sumber penular kuman TB yang sudah resisten dan dapat meluas sehingga akan sangat sulitditanggulangi. Tujuan : Untuk menganalisis faktor resiko kejadian kekambuhan TB Paru di wilayah Kecamatan Pontianak UtaraTahun 2015. Metodologi Penelitian : Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data didapatkandengan melakukan wawancara semi terstruktur, menggunakan pedoman wawancara terhadap 5 partisipan. Hasilwawancara dianalisis dengan menggunakan metode analisis Milles and Huberman. Hasil Penelitian : Hasil yang didapatkan adalah 4 tema yaitu: Kurangnya sumber informasi tentang penyakit TBCdan kekambuhannya, sumber penular lain yang dapat menyebabkan TB Paru, riwayat kegagalan pengobatanterdahulu, dan penyakit yang menyertai selain TB Paru.Kesimpulan : Faktor resiko yang dapat mempengaruhi kejadian kekambuhan TB Paru adalah umur yang tuaberkisar 50 tahun dan jenis kelamin laki-laki, pengetahuan yang kurang tentang TB Paru, sumber penular lainseperti keluarga ataupun tetangga di lingkungan sekitar yang juga menderita TB Paru yang dapat menularkan kumanTB, paparan asap rokok dari lingkungan sekitar, kegagalan pengobatan terdahulu, serta penyakit penyerta sepertiDM juga dapat mempengaruhi terjadinya kekambuhan TB Paru.Kata Kunci : Faktor Resiko, Kekambuhan, Tuberkulosis paru.
Pengaruh Posisi Tidur Semi Fowler 45Ëš Terhadap Kualitas Tidur Pasien Gagal Jantung Di Ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak ., Sukainah Shahab
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.562 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27498

Abstract

Latar Belakang: Penderita gagal jantung sering terbangun pada malam harikarena sesak nafas yang menyebabkan kualitas tidur pasien menurun. Hal ini akanmemperlambat pemulihan kondisi klien yang memperpanjang masa long of stay(LOS) di rumah sakit. Posisi tidur semi fowler dengan sudut 45˚ merupakan salahsatu tindakan positioning yang dipercaya dapat menekan sesak nafas, sehinggapasien dapat tidur lebih nyaman dan tidak terbangun pada malam hari. Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh posisi tidur semi fowler 45˚ terhadapkualitas tidur pasien gagal jantung di ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak.Metodologi: Menggunakan rancangan quasy-experimen dengan pre-post testcontrolled grup. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive samplingdengan sampel berjumlah 16 pada masing-masing kelompok. Analisis datadengan uji paired sampel t-test dan independent sampel t-test dengan nilai p ≤0,05Hasil: Karateristik responden rata-rata berusia 45-59 tahun (37,5%) dan berjeniskelamin laki-laki (81,3%). Tingkat kualitas tidur pada kelompok intervensididapatkan nilai p = 0,000 dan kelompok kontrol didapatkan nilai p = 0,184. Padaperbandingan kualitas tidur antara kelompok intervensi dan kontrol bernilai p =0,050.Kesimpulan: Terdapat perubahan kualitas tidur pasien gagal jantung setelah diberikan posisi semi fowler 45˚ pada kelompok intervensi dan tidak terdapat perubahan kualitas tidur pasien gagal jantung pada kelompok kontrol. Terdapatperbedaan antara kualitas tidur kedua kelompok yang telah diberikan posisi semifowler 45˚ sehingga posisi semi fowler 45˚ dapat dipertimbangkan untuk menjadiintervensi mandiri keperawatan dalam menangani masalah tidur pada pasien gagaljantung.Kata kunci : Semi Fowler, Kualitas Tidur Referensi : 59 (2002-2016)
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA KELAS X TENTANG HIV/AIDS DI SMA SANTO FRANSISKUS ASISI PONTIANAK TAHUN 2016 ., Desi Chrismayanti
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.598 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21496

Abstract

Latar Belakang: Sejak   pertamakali   ditemukan   pada   tahun   1981,   kasus-kasus HIV/AIDS   baru   selalu   muncul   setiap   tahun.   Data   dari   Kemenkes   menyatakan, usia   terbanyak   kasus   AIDS   adalah   pada   usia   20-29   tahun.   Hal   ini   berarti diperkirakan   mereka   yang   menderita   AIDS   terjangkit   HIV   sekitar   5   tahun sebelumnya   yaitu   pada   usia   remaja.   Sangat   sedikit kaum   muda   yang   memiliki pengetahuan memadai dan benar tentang HIV/AIDS padahal pengetahuan tersebut dibutuhkan untuk terhindar dari resiko penularan dan tidak diskriminatif kepada penderita   AIDS.   Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   bagaimana   tingkat pengetahuan   dan   sikap   remaja   kelas   X   tentang   HIV/AIDS   di   SMA   Santo Fransiskus Asisi Tahun 2016.Metode:   Penelitian   ini   merupakan   penelitian   deskriptif,   dengan   rancangan penelitian   cross   sectional.   Populasi   dalam   penelitian   ini   adalah   seluruh   siswa kelas   X   SMA   Santo   Fransiskus   Asisi   dengan   sampel   128   siswa   yang   dipilih dengan   cara   probability   sampling   dengan   menggunakan   rancangan   Stratified random sampling.Hasil:   Hasil   dari   penelitian   yang telah   peneliti lakukan   didapatkan bahwa   86 responden   (67,1875%)   berpengetahuan   baik   tentang   HIV/AIDS,   sebagian sebagian   kecil   dari   responden   yaitu   29,6875%   berpengetahuan   cukup   tentang HIV/AIDS,   dan   sangat   sedikit   dari   responden   yaitu   responden   3,125% berpengetahuan kurang tentang HIV/AIDS. Dan hasil penelitian sikap siswa yaitu sebagian dari responden 59 responden (46,09375%) bersikap baik, sebagian dari responden 64 responden (50%) bersikap cukup , dan sangat sedikit dari responden 5 responden (3,90625%) bersikap kurang terhadap penderita HIV/AIDS. Kesimpulan:   Didapatkan   bahwa   secara   umum,   pengetahuan   remaja   tergolong baik dan sikap siswa tergolong cukup di SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak.  Kata kunci: HIV/AIDS, pengetahuan, sikap, remaja.Referensi : 45 ( 2002-2016 )
THE CORRELATION BETWEEN BULLYING AND ADOLESCENT SELF CONCEPT JUNIOR HIGH SCHOOL OF GARUT Rilla, Eldessa Vava
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.225 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.31175

Abstract

The rise of bullying behavior in the junior high school becomes a problem for teenagers during school activity. Again, bullying among teenagers can be bad for victims, perepetrators or witnesses. It can develop self from in adolescents. The purpose of this research was to know the relationship of bullying and self concept in SMP Negeri 5 Garut. This was a descriptive analytic study with cross sectional method. The number of respondents were 105 students class VII dan VIII. Data collection was done by using self administred questionare. The results showed that most teenagers in the SMP Negeri 5 Garut   experienced bullying 53% and the majority of teenagers in the SMP Negeri 5 Garut has a positive self-concept 57%. The results releaved that there was significant correlation between bullying and adolescent self concept (p = 0,020) which means there is a significant relationship between bullying with adolescent self-concept. In conclusion the teacher must provide knowledge about bullying and supervise the students to avoid bullying that will result in student self concept.  
HUBUNGAN PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN SPIRITUAL DENGAN KONSEP DIRI PADA PASIEN PALLIATIVE CARE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOEDARSO PONTIANAK ., Yoelani
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.369 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34340

Abstract

Latar belakang: Perawatan paliatif adalah suatu pendekatan yang meningkatkan kualitas hidup pasien dankeluarga dengan kondisi yang mengancam jiwa. Penyakit yang memerlukan perawatan paliatif adalah penyakitkanker, penyakit degeneratif, gagal ginjal kronik, penyakit paru obstruksi kronis, dll. Berbagai macam perubahanpada penyakit tersebut akan mempengaruhi konsep diri penderita sehingga akan mempengaruhi harga diri danperasaan nya. Untuk memperbaiki konsep diri itu diperlukan asuhan keperawatan yang tepat salah satu nya adalahpemberihan perawatan spiritual. Pemberian perawatan spiritual membantu pasien memulihkan dan menjagaintegritas tubuh, pikiran, jiwa dan memberi energi internal dan kekuatan.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemberian asuhan keperawatan spiritual dengankonsep diri pada pasien palliative care di RSUD dr. Soedarso Pontianak.Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian observasional analitik kolerasi denganpendekatan cross sectional menggunakan uji spearmen. Sampel dalam penelitian ini yaitu perawat berjumlah 54responden dan pasien HD berjumlah 54 responden.Hasil: Berdasarkan dari hasil uji spearman dengan nilai p=value 1,000 dengan nilai r=0,000 yang menunjukkanarah kolerasi positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Kesimpulan:. Berdasarkan hasil uji spearman dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pemberianasuhan keperawatan spiritual dengan konsep diri pada pasien palliative care di RSUD dr. Soedarso. Kata Kunci: Asuhan keperawatan spiritual, konsep diri, gagal ginjal kronik.
ANALISA HUBUNGAN LANGKAH-LANGKAH TEKNIK MENYUSUI DENGAN RISIKO TERJADINYA NIPPLE TRAUMA PADA IBU NIFAS DI RUMAH SAKIT BERSALIN JEUMPA KOTA PONTIANAK ., Syarifah Ustiani Eka Putri
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.025 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27099

Abstract

Latar Belakang:Proses menyusui akan dialami oleh ibu terutama dalam masa nifas untuk menjalin ikatan kuat pada bayi,. Ibu harus memperhatikan langkah-langkah dalam teknik menyusui. Teknik menyusui sangat penting dalam keberhasilan memberikan ASI secara ekslusif. Teknik menyusui yang tidak tepat pada ibu akan meningkatkan risiko luka pada puting ibu yang menyebabkan nipple trauma.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeanalisa hubungan langkah-langkah teknik menyusui dengan terjadinya nipple trauma pada ibu nifas di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Kota Pontianak.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan teknik pengambilan accidental sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 86 ibu nifas. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar kuesioner teknik menyusui dan nipple trauma.Hasil: Analisa univariat menunjukkan bahwa umur paling banyak pada ibu nifas adalah 30 tahun (17,4%), tingkat pendidikan paling tinggi ibu nifas adalah akademik (45,3%), teknik menyusui yang benar 2 orang (2,3%), teknik menyusui yang salah 84 orang (97,7%), ibu yang mengalami nipple trauma 41 orang (47,7%) dan yang tidak mengalami nipple trauma 45 orang (52,3%). Analisa bivariat menggunakan uji Fisher diperoleh nilai p=0,495 (p0,05)Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara ketepatan penggunaan langkah-langkah teknik menyusui dengan risiko kejadian nipple trauma di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor perancu yaitu frekuensi menyusui ibu.  Kata kunci : Teknik menyusui, nipple trauma, ibu nifas
GAMBARAN INSOMNIA PADA PASIEN YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOEDARSO PONTIANAK ., Frengki
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.783 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34546

Abstract

Latar Belakang: Insomnia adalah gejala dimana seseorang kesulitan untuk memulai sertamempertahankan tidur yang adekuat baik kualitas maupun kuantitas yang dapat bersifatsementara atau menetap. Gangguan tidur yang dialami oleh pasien gagal ginjal yang menjalanihemodialisis sekitar 50 "“ 80 %. Gangguan tidur yang umum terjadi pada pasien yang melakukanterapi hemodialisa seperti Restless Leg Syndrome (RLS), Sleep Apnea, Excessive DaytimeSomenolence dan insomnia. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Gambaran Insomnia pada pasien yangmenjalani terapi Hemodialisa di RSUD dr. Soedarso Pontianak.Metode Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian Kuantitatif menggunakan desainDeskriptif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakanpurposive sampling dengan rumus solvin sebanyak 73 orang. Hasil Analisa dengan frekuensi jenis kelamin perempuan lebih banyak, umur rentang 26-55,status perkawinan status kawin lebih banyak, untuk tingkat pendidikan yaitu SMA dan lamamenjalani hemodialisa tertinggi 5 jam, frekuensi terapi Hemodialisa di temukan angka palingtinggi 8 x/bulan.Kesimpulan responden banyak mengalami insomnia sedang sebanyak 74%.Kata Kunci : Insomnia, Gagal Ginjal, Hemodialisa
PENGARUH ANTARA AKTIVITAS RELIGI TERHADAP TINGKAT NILAI DEPRESSION ANXIETY STRESS SCALE (DASS) LANSIA DI PANTI TRESNA WERDHA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA ., Urai Riska
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.288 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27298

Abstract

Lanjut usia merupakan tahap akhir perkembangan manusia. Lansia banyak mengalami masalahkesehatan baik fisik maupun mental. Salah satu masalah kesehatan yang sering timbul pada lansiaadalah depresi, cemas dan stress. Aktivitas religi merupakan suatu kegiatan yang mampumenurunkan tingkat depresi, cemas dan stress pad alansia. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara aktivitas religi terhadap tingkat nilai Depression Anxiety Stress Scale(DASS) lansia di Panti Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya. Jenis penelitian iniadalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh penghuni Panti Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya yangberjumlah 58 lansia dan dijadikan sampel dalam penelitian ini. Analisa data di lakukan denganperangkat lunak atau software analysis (SPSS versi 16.0). Ada pengaruh aktivitas religi terhadaptingkat depresi pada lansia di Panti Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya dengansig 0,007 (0,007 0,005), ada pengaruh aktivitas religi terhadap tingkat kecemasan pada lansia diPanti Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya dengan sig 0,001 (0,001 0,005) dantidak ada pengaruh aktivitas religi terhadap tingkat stress pada lansia di Panti Tresna WerdhaMulia Dharma Kabupaten Kubu Raya dengan sig 0,219 (0,219 0,005). Ada pengaruh aktivitasreligi terhadap tingkat depresi pada lansia di Panti Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten KubuRaya, ada pengaruh aktivitas religi terhadap tingkat kecemasan pada lansia di Panti TresnaWerdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya dan tidak ada pengaruh aktivitas religi terhadaptingkat stress pada lansia di Panti Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya.Kata Kunci: Aktivitas Religi, Depression Anxiety Stress Scale (DASS), Lansia