Articles
501 Documents
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI YANG AKTIF DAN YANG TIDAK AKTIF MENGIKUTI POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK
., Ananda Maharani Putri
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.885 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34590
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang terus mengalami peningkatan setiap tahunseiring bertambahnya usia. Hipertensi dapat mengganggu kualitas hidup seseorang karena proses patologis yangberdampak pada penurunan kemampuan fisik, psikologis, dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan upayapeningkatan kualitas hidup pada lansia melalui posyandu lansia. Partisipan posyandu lansia hingga saat inimasih sangat rendah karena kurangnya minat dan pengetahuan. Lansia yang tidak aktif di posyandu lansiakecenderungan mengalami kondisi kesehatan yang tidak terkontrol disertai keterbatasan interaksi sosial. Tujuan: Mengetahui perbedaan kualitas hidup lansia dengan hipertensi yang aktif dan yang tidak aktif dalammengikuti posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross sectional pada 76responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan instrumen penelitian yaitukuesioner WHOQOL "“ OLD. Teknik analisa data dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan uji Chi Square didapatkan hasil p = 0,028 (p 0,05) yang menunjukkan bahwa adaperbedaan kualitas hidup lansia dengan hipertensi yang aktif dan yang tidak aktif mengikuti posyandu lansia diWilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak. Kesimpulan: Ada perbedaan kualitas hidup lansia dengan hipertensi yang aktif dan yang tidak aktif mengikutiposyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak.Kata kunci: Kualitas Hidup, Lansia, PosyanduReferensi: 49 (2008-2017)
PENGARUH PEMBERIAN MADU TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS KHATULISTIWA KECAMATAN PONTIANAK UTARA
., Rahimatul Aini
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.362 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27853
Latar belakang: Peningkatan tekanan darah yang terjadi secara terus menerusdan pola pengobatan yang kurang baik menyebabkan hipertensi yang tidakterkontrol yang akhirnya mengakibatkan dampak buruk seperti serangan jantung,stroke, dan gangguan ginjal serta kebutaan sehingga meningkatkan angkamortalitas akibat hipertensi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian maduterhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja UPKPuskesmas Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasiexperiment design dengan menggunakan kelompok kontrol. Jumlah sampel 40orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tekanan darah sebelumdan sesudah pemberian madu putussibau disertai kontrol diet hipertensi dan obatantihipertensi pada responden. Penelitian ini dilakukan selama 14 hari padamasing "“ masing responden. Uji statistik dilakukan secara bivariat menggunakanuji Wilcoxon.Hasil: Rata "“ rata tekanan darah sistolik dan diastolik setelah dilakukanpemberian madu yaitu 122,50 mmHg dan 82,50 mmHg pada kelompok intervensi.Rata "“ rata tekanan darah sistolik dan diastolik yaitu 141,50 mmHg dan 90,00mmHg pada kelompok kontrol. Tekanan darah sistolik dan diastolik pretest danposttest didapatkan nilai p yaitu 0,00096 dan 0,00017 (p0,05) pada kelompokintervensi. Tekanan darah sistolik dan diastolik pretest dan posttest didapatkannilai p yaitu 0,005 dan 0,021 (p0,05) pada kelompok kontrol. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara pemberian madu terhadappenurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja UPKPuskesmas Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara.Kata Kunci: Madu, Tekanan darah, Hipertensi, Diet.Referensi: 24 (2001-2017)
PENGARUH TERAPI OKUPASI AKTIVITAS MENGGAMBAR TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA
., Juma'adil
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (847.594 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.21995
Latar Belakang : Depresi adalah gangguan kejiwaan yang paling umum pada lansia yang dapat bermanifestasi sebagai depresi berat atau depresi ringan ditandai dengan kumpulan gejala depresi.13 Depresi merupakan penyebab penderitaan emosional tersering dan mengakibatkan penurunan kualitas hidup pada lansia. Salah satu cara untuk mengoptimalkan fungsi kognitif lansia adalah dengan menggunakan terapi okupasi. Dari hasil observasi bahwa sebagian lansia mengatakan kehidupan mereka tidak ada gunanya lagi dan sudah tidak ada harapan hidup lagi, dan ada sebagian lansia banyak yang menyendiri tidak mau bergaul dengan lansia lainnya. Mereka mengatakan sudah tidak betah tinggal di Panti Werdha.Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi okupasi aktivitas menggambar terhadap tingkat depresi pada lansia di UPT Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian desain penelitian eksperimen semu quasiexperiment dengan pre test and post test nonequivalent control group. Dengan menggunakan tehnik nonprobability sampling dengan purposive sampling dimana dilakukan pemberian intervensi berupa terapi okupasi aktivitas menggambar kepada sebagian sampel. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 32 orang. Hasil : Setelah dianalisis dengan uji t berpasangan terdapat pengaruh terapi okupasi aktivitas menggambar terhadap tingkat depresi pada lansia di UPT Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma. Hasil uji statistik t berpasangan yang didapat hasil p value = 0.000 (p 0,05) menunjukkan terjadi pengaruh tingkat depresi pada responden setelah dilakukan terapi okupasi aktivitas menggambar.Kesimpulan : Terapi okupasi aktivitas menggambar berpengaruh terhadap tingkat depresi pada lansia dan dapat digunakan sebagai tindakan preventif dan promotive untuk depresi pada lansia. Kata Kunci : Depresi, Lansia, Terapi Okupasi Aktivitas Menggambar Referensi : ( 2005-2015)
Analisis Rencana Penerapan Sistem Informasi Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura
., Arizal
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.715 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v4i1.33201
Latar belakang: Sistem informasi dalam keperawatan merupakan komponen kuncidalam pemberian asuhan keperawatan modern dan sebagai kunci untuk meningkatkankualitas pelayanan keperawatan. Rumah Sakit Universitas Tanjungpura memilikifasilitas dan sumber daya manusia dalam yang mendukung dalam menggunakan sisteminformasi dalam proses asuhan keperawatan berbasis komputer.Tujuan: Untuk menganalisis proses penerapan sistem informasi dalampendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura.Metode: Desain kualitatif deskriptif pendekatan fenomenologi, diambil denganwawancara mendalam. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode Miles danHuberman. Hasil: Penelitian ini teridenfikasi empat tema yaitu Pelaksanaan pendokumentasianterintegrasi dengan dua kategori yaitu orientasi terhadap dokumentasi dan kelemahanpaper base, Pemahaman tentang pendokumentasian berbasis komputerisasi dengan duakategori yaitu kemudahan terhadap komputerisasi dan pengetahuan, Persiapan perawatdalam proses penerapan SIMRS dengan tiga kategori yaitu persepsi perawat terhadappenerapan SIMRS, wacana publik dan pengembangan perawat, dan Penghambat dalampenerapan sistem informasi dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dengan tigakategori yaitu sumber daya manusia tenaga ahli IT, fasilitas dan ketidaksamaan visi dalam birokrasi. Kesimpulan: Rencana penerapam sistem informasi dalam pendokumentasiankeperawatan Rumah Sakit Universitas Tanjungpura dipengaruhi oleh perawat, manfaatdalam peningkatkan kinerja dan mutu pelayanan dan pengetahuan perawat, selanjutnyadidukung dengan tenaga infomatika, fasilitas dan manajemen rumah sakit.Kata Kunci: Pendokumentasian, sistem informasi, keperawatan
IDENTIFIKASI MOTIVASI PILIHAN KARIR KEPERAWATAN PADA PROSES PENERIMAAN MAHASISWA BARU: LITERATURE REVIEW
Isnaini, Uly Pramuditya
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.573 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34430
Profesi keperawatan menghadapi krisis tenaga kerja. Salah satu penyebab kekurangan tenaga perawat di Indonesia adalah tingginya angka dropout. Di ranah pendidikan, langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membentuk ketahanan akademik mahasiswa. Ketahanan akademik dapat diidentifikasi melalui motivasi pilihan karir yang dimiliki oleh mahasiswa baru saat proses penerimaan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi pilihan karir keperawatan yang dimiliki mahasiswa pada saat proses penerimaan mahasiswa baru. Penulis melakukan studi literatur pada beberapa sumber data online dengan kata kunci faktor yang mempengaruhi pilihan karir, motivasi, dan mahasiswa keperawatan. Hasilnya adalah penulis mendapatkan 8 literatur untuk dianalisis. Motivasi pilihan karir tertinggi adalah pengaruh individu dalam profesi. Motivasi pilihan karir yang cukup tinggi lainnya adalah ketertarikan pribadi terhadap dunia kesehatan, self efficacy, sosiodemografi, dan pengaruh anggota keluarga. Motivasi yang tidak cukup signifikan mempengaruhi pilihan karir mahasiswa adalah keinginan menolong orang lain, finansial, keamanan kerja, harga diri pekerjaan, otonomi kerja, dan sosioekonomi. Perbedaan motivasi pilihan karir pada setiap mahasiswa perlu ditindaklanjuti terkait pengaruhnya terhadap prestasi akademik mahasiswa di proses akademik.
PENGARUH BERMAIN ORIGAMI TERHADAP TINGKAT KOOPERATIF ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG RAWAT INAP ANAK RSUD M.TH.DJAMAN SANGGAU
., Dayang Yuni Sri Aryanni. Y
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (498.236 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27156
Latar Belakang : Pada anak yang dihospitalisasi masih banyak yang menunjukkan sikapyang tidak kooperatif dalam menerima perawatan. Hospitalisasi merupakan krisis bagi anak,terutama karena adanya stres, ketakutan dan kecemasan sehingga bila tidak ditangani segeramaka anak akan melakukan penolakan terhadap perawatan dan pengobatan yang diberikan.Intervensi yang dapat diberikan pada anak yang kurang kooperatif untuk dilakukan tindakankeperawatan yaitu dengan memberikan permainan terapeutik, seperti bermain origami.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh bermain origami terhadap tingkat kooperatif anakusiaprasekolah di ruang rawat inap anak RSUD M.Th.Djaman Sanggau.Metode :Kuantitatifdengan menggunakan desain penelitian pre-eksperimental rancangan onegroup pretest postest, tanpa ada kelompok pembanding (control).Sampel menggunakanrumus analitis kategorik berpasangandengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Ujistatistik yang digunakan adalah wilcoxon dengan nilai p 0,05.Hasil :Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p value0,005 (P0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada perubahan yang signifikan pada tingkatkooperatif anak usia praskolah sebelum dan setelah diberikan bermain origami.Kesimpulan :Ada pengaruh antara bermain origami terhadap tingkat kooperatif anak usiaprasekolah di Ruang Rawat Inap Anak RSUD M. Th. Djaman Sanggau.
PENGARUH PEER EDUCATOR TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA MENGENAI HIV AIDS DI PONTIANAK BARAT
., Elsa Aurelia Suci Avilla
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.567 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34581
Latar Belakang: Pengetahuan komprehensif remaja mengenai HIV AIDS saat ini masih kurang.Kurangnya informasi dapat menyebabkan remaja dapat mengalami resiko HIV AIDS dan jugaberbagai pemikiran serta sikap negatif terhadap orang dengan HIV AIDS. Pendidikan kesehatanakan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai HIV AIDS. Peer educatormerupakan pendidik yang dapat memberikan pendidikan kesehatan dan memberi pengaruh bagiteman sebayanya karena memiliki karakteristik yang sama.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh peer educator terhadap tingkat pengetahuan dan sikapremaja di SMAN 2 Pontianak Barat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yaitu quasi eksperimen.Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pre test-post test design. Sampel dalampenelitian ini berjumlah 158 orang dengan teknik pengambilan sampling yaitu metode purposivesampling. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji marginal homogeinityHasil: Berdasarkan uji marginal homogeneity didapatkan hasil nilai p = 0,000 (p 0,05) yangmenunjukkan bahwa ada pengaruh peer educator terhadap peningkatan pengetahuan dan sikapremaja mengenai HIV AIDS di Pontianak Barat.Kesimpulan :Ada pengaruh peer educator terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remajamengenai HIV AIDS di Pontianak Barat.Kata Kunci : Peer educator, pengetahuan, sikap, remaja, HIV AIDS
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP IBU HAMIL TRIMESTER III MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKADANA
., Muhammad Imranur Akbar Ridho
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (763.441 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27429
Latar belakang: Melakukan Antenatal Care (ANC) merupakan salah satu faktorpenunjang untuk menurunkan angka kematian ibu. Angka kematian ibu di Indonesia yangmencapai 228/100.000 dan target yang ingin dicapai pada Millenium Development Goals(MDGs), yaitu sebesar 110 per 100.000 kelahiran hidup. Sekarang MDG"™s telah digantidengan SDG"™s, SDGs adalah (a) sebuah kesepakatan pembangunan baru penggantiMDGs. Masa berlakunya 2015"“2030; (b) sebuah dokumen setebal 35 halaman yangdisepakati oleh lebih dari 190 negara; (c) berisikan 17 goals dan 169 sasaranpembangunan. Antenatal Care (ANC) yang baik dan sedini mungkin akan mencegahkematian ibu dan bayi serta dapat meningkatkan kualitas ibu hamil. Pengetahuanmerupakan indikator seseorang dalam melakukan suatu tindakan, orang tersebut akanmemahami pentingnya menjaga kesehatan dan memotivasi diri untuk diaplikasikan dalamkehidupannya. Motivasi ibu hamil untuk melakukan kunjungan kehamilan perluditingkatkan mengingat pentingnya hal tersebut dan memenuhi kebutuhan ibu hamilsebaik mungkin dan sedini mungkin melalui promosi dan preventif misalnya pemeriksaankehamilan sebaiknya dilakukan minimal 4 kali selama kehamilan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor-faktor yangberpengaruh terhadap ibu hamil trimester III melakukan kunjungan antenatal care diWilayah Kerja Puskesmas Sukadana.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desainobeservasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 39ibu hamil trimester III. Pada penelitian ini sampel dipilih dengan cara Total Sampling.Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Analisa statistik yang digunakan untukmenguji hipotesa adalah uji chi-square.Hasil: Responden dengan pengetahuan baik sebanyak 56,4%, responden denganmotivasi tinggi sebanyak 61,5% dan ibu yang tidak melakukan kunjungan antenatal carelengkap sebanyak 59%. Hasil uji chi-square pengetahuan diperoleh nilai signifikan p =0,001 (p0,05) dan hasil uji chi-square motivasi diperoleh nilai signifikan p = 0,005(p0,05). Pada analisis multivariate didapatkan faktor penyebab paling dominan yaitupengalaman.Kesimpulan: Terdapat hubungan pengalaman, pengetahuan dan motivasi terhadapkunjungan antenatal care di Wilayah Kerja Puskesmas Sukadana. Kata Kunci: Motivasi, Ibu Hamil, Kunjungan Antenatal Care.
IDENTIFIKASI MOTIVASI PILIHAN KARIR KEPERAWATAN PADA PROSES PENERIMAAN MAHASISWA BARU: LITERATURE REVIEW
Isnaini, Uly Pramuditya
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (134.656 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34429
Profesi keperawatan menghadapi krisis tenaga kerja. Salah satu penyebab kekurangan tenaga perawat di Indonesia adalah tingginya angka dropout. Di ranah pendidikan, langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membentuk ketahanan akademik mahasiswa. Ketahanan akademik dapat diidentifikasi melalui motivasi pilihan karir yang dimiliki oleh mahasiswa baru saat proses penerimaan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi pilihan karir keperawatan yang dimiliki mahasiswa pada saat proses penerimaan mahasiswa baru. Penulis melakukan studi literatur pada beberapa sumber data online dengan kata kunci faktor yang mempengaruhi pilihan karir, motivasi, dan mahasiswa keperawatan. Hasilnya adalah penulis mendapatkan 8 literatur untuk dianalisis. Motivasi pilihan karir tertinggi adalah pengaruh individu dalam profesi. Motivasi pilihan karir yang cukup tinggi lainnya adalah ketertarikan pribadi terhadap dunia kesehatan, self efficacy, sosiodemografi, dan pengaruh anggota keluarga. Motivasi yang tidak cukup signifikan mempengaruhi pilihan karir mahasiswa adalah keinginan menolong orang lain, finansial, keamanan kerja, harga diri pekerjaan, otonomi kerja, dan sosioekonomi. Perbedaan motivasi pilihan karir pada setiap mahasiswa perlu ditindaklanjuti terkait pengaruhnya terhadap prestasi akademik mahasiswa di proses akademik.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN KEKERASAN SEKSUAL OLEH REMAJA DI LAPAS ANAK PONTIANAK
., Desy Anggreani
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.251 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34513
Latar Belakang : Kekerasan seksual adalah tindakan dimana seseorang memaksa oranglainnya untuk melakukan aktifitas seksual dengan kekerasan. Percabulan dan perkosaanadalah beberapa bentuk dari kekerasan seksual.Kalimantan Barat adalah salah satu provinsiyang mengalami peningkatan kasus kekerasan seksual setiap tahunnya. Kasus kekerasan seksual di tahun 2018 sendiri, dari 43 kasus kekerasan seksual, 37 kasus diantaranya dilakukan oleh remaja.Pola asuh adalah salah satu faktor yang berpengaruh besar dalamkejadian penyimpangan perilaku remaja. Tujuan : mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pola asuh dengan perilakukekerasan seksual pada remaja di lapas anak Pontianak. Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain Cross Sectional dengan hipotesisKorrelatif dengan menggunakan responden sebanyak 27 orang. Instrumen yang digunakanadalah lembar kuesioner Scale Of Parenting Uji yang digunakan pada penelitian ini yaitu ujiKoefisien Contingency dengan pengambilan keputusan menggunakan nilai V Cramer"™s.Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan nilai p 0,389 untuk ibu dan 0,186 untuk ayah yangberarti tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku kekerasan seksual olehremaja di Lapas Anak Kelas II Pontianak.Kesimpulan : Penelitian ini menemukan tidak adanya hubungan antara pola asuh orang tuadengan kejadian kekerasan seksual oleh remaja di lapas anak Pontianak. Hal ini di pengaruhioleh faktor perancu yang tidak terkaji seperti ekonomi, pergaulan dan lingkungan tempattinggal responden. Penelitian kualitatif di butuhkan untuk mengkaji lebih dalam tema ini kedepannya.Kata Kunci : Pola asuh, Remaja, Kekerasan Seksual