cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI PADA BALITA DIPUSKESMAS TAMBELAN SAMPIT PONTIANAK TIMUR TAHUN 2019 Lubis, Ummy Athiyah; ., Ramadhaniyati; ., Winarianti
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.576 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.42355

Abstract

Background: Toddler is a general term for children aged 1-3 years (toddler) and 3-5 years (preschool children). Nutritional status is a condition caused by a balance between the amount of nutritional intake and the body's nutritional needs. Purpose: To analyze the relationship between the factors that affect the nutritional status of children under five at Tambelan Health Center, Sampit, East Pontianak in 2019. Method: Quantitative with a cross sectional design, the sample technique used a simple random sampling design, with 89 samples. Retrieving data using a questionnaire and tested with Chi-Square. Result: This study shows that there is no relationship between the level of maternal knowledge with the nutritional status of toddlers with p value of 0.575 ( 0.05), the feeding pattern with the nutritional status of the p value of 0.442 ( 0.05) and parenting patterns with nutritional status. p value 0.853 ( 0.05). Conclusion: There is no relationship between the level of maternal knowledge, feeding patterns and parenting patterns with the nutritional status of weight / age for children under five. Keyword: Nutritional Status, Toddler Reference: 75 (2000-2018)
PERAN KOPING DAN ADAPTASI TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI PUSAT KESEHATAN : A LITERATURE REVIEW Larasati, Anggelisa; Yulanda, Nita Arisanti; Budiharto, Ichsan
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.766 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.44443

Abstract

Background: Tuberculosis patients have a process of controlling stimuli such as emotional distress due to disease diagnosis, anger, and self-isolation, this behavior can lead to non-compliance in the treatment. Patients with tuberculosis can have a disability in adaptation both at home and the environment in which they live. So that tuberculosis patients need the right coping assistance and the adjustment or adaptation in tuberculosis patients. Objective: To find out the role of coping and adaptation to the compliance of the treatment of pulmonary tuberculosis patients in the Health Service Center. Methods: Literature review of the role of coping and adaptation to the treatment compliance of tuberculosis patients. The sources obtained through search using Google Scholar, Researchget, Pubmed, and Garuda Portal, using theanalysis method SPIDER. Results: There were 9 articles related to the role of coping and adaptation to the treatment compliance of tuberculosis patients. A good coping process can trigger a response in the face of stimulus so that it will produce an adaptation function. Coping and adaptation are a unity so that the creation of adherence to the treatment of tuberculosis. Conclusion: There is a coping and adaptation assessment of the treatment compliance of tuberculosis patients in the health care center. The better the coping, the better the adaptation in tuberculosis patients so that the higher the rate of treatment adherence. Keywords: Coping, adaptation, compliance and tuberculosis.
PENGARUH PURSED LIP BREATHING EXERCISE TERHADAP INTENSITAS SESAK NAPAS PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK Khairunnisa, Khairunnisa; Fauzan, Suhaimi; Sukarni, Sukarni
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48399

Abstract

PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) sebagai penyakit yang ditandai oleh keterbatasan jalan udara yang progesif dan terasosiasi dengan respon inflamasi abnormal paru-paru terhadap partikel asing atau gas. PPOK menimbulkan berbagai tingkat gangguan antara lain sesak nafas dan perubahan pola nafas, perubahan postur tubuh. Sesak napas dapat di kurangi dengan pursed lip breathing karena dapat melatih kembali otot pernafasan berfungsi dengan baik serta mencegah disstress pernafasan, meningkatkan fungsi ventilasi pada paru. Tujuan : Mengetahui Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercise Terhadap Intensitas Sesak Napas Pada Penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di Rsud Dr. Soedarso Pontianak Metode : Penelitian kuantitatif dengan desaian quasi experiment berupa pre and post test without control. Penelitian ini menggunakan consecutive sampling dengan sampel 16 responden yang mengalami sesak napas pada penderita PPOK. Instrumen yang digunakan skala sesak napas skala BORG dan prosedur pursed lip breathing. Hasil : Sebagian besar responden berusia eldrly dengan presentase 93,8%. Laki-laki merupakan jenis kelamin tertinggi 93,8%, dan pendidikan terbanyak adalah SD 43,8%. Analisis bivariat intensitas sesak napas sebelum dan sesudah intervensi didaptkan nilai median sebelum intervensi 4,00 dan sesudah intervensi nilai median 2,00 dan nilai p = 0,000 (p 0,05) Kesimpulan : Ada Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercise Terhadap Intensitas Sesak Napas Pada Penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di Rsud Dr. Soedarso Pontianak Kata Kunci : Sesak Napas, PPOK, Pursed Lip Breathing Exercis
PENGARUH SENAM KAKI DIABETES TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UPTD RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK Latifah, Siti; Fahdi, Faisal Kholid; Hafidzah, Rita
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.335 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.43337

Abstract

Latar belakang: Hiperglikemi yang tidak terkontrol dan berkepanjangan padapenderita diabetes miletus tipe 2 dapat menimbulkan beragam komplikasi vaskuler,salah satunya neuropati. Neuropati biasanya ditandai dengan adanya penurunansensitivitas kaki diakibatkan terganggunya sirkulasi perifer. Senam kaki diabetesmerupakan salah satu latihan jasmani yang dapat membantu memperbaiki sirkulasidarah perifer sehingga meningkatkan sensitivitas sensorik kaki penderita. Tujuan: Mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap sensitivitas kaki padapasien diabetes melitus tipe 2 di UPTD RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie KotaPontianak.Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan controlgroup pre-post test design. Sampel penelitian ini berjumlah 34 responden. Instrumenpenilaian menggunakan skala sensitivitas dengan alat monofilamen. Senam kakidilakukan setiap hari selama seminggu. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p 0,05 yang berarti terdapat pengaruh senamkaki diabetes terhadap peningkatan sensitivitas kaki pasien diabetes melitus tipe 2 diUPTD RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Kesimpulan: Hasil penelitian menyimpulkan senam kaki diabetes dapat membantumeningkatkan sensitivitas kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2. Oleh karena itudiharapkan senam kaki diabetes dapat digalakkan untuk memperlancar sirkulasi periferpenderita demi mencegah komplikasi neuropati dan kaki diabetes.Kata Kunci: Senam kaki diabetes, sensitivitas kaki
ADMINISTRASI OBAT OLEH PERAWAT TERHADAP RISIKO KESELAMATAN PASIEN : LITERATUR REVIEW yovita, yovita; Fauzan, Suhaimi; Hastuti, Maria Fudji
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.47532

Abstract

Latar   Belakang:   Pelaksanaan   administrasi   obat   yang   dilakukan   oleh   tenaga kesehatan   memiliki   risiko   keselamatan   pasien.   Perawat   melakukan   administrasi obat   dengan   prinsip   7   benar   dalam   memberikan   obat   akan   tetapi,   pada   saat pelaksanaannya   masih   terdapat   medikasi   error   yang   disebabkan   karena   faktor- faktor   seperti   komunikasi   dokter-perawat,   proses   farmasi,   transkip,   lingkungan sosial   atau   organisasi,   faktor   staff,   tidak   mematuhi   standar   operasional   prosedur dan   pengetahuan   terkait   obat.   Tujuan:   Mendeskripsikan   administrasi   obat   oleh perawat terhadap risiko keselamatan pasien Metode: Penelitian systematic review menggunakan   7   artikel   yang   diperoleh   dari   database   Google   Schoolar,   pubmed dan   ProQuest   dengan   teknik   SPIDER   yang   dilakukan   esktraksi   data   berdasarkan nama pengarang, tahun, negara, tujuan, responden, desain, temuan dan implikasi. Hasil: Penelitian ini mendeskripsikan administrasi obat oleh perawat   yang masih mengalami   kesalahan   dalam   pemberian   obat   seperti   kesalahan   karena   obat   yang sama, rupa yang sama, nama yang sama, kesalahan dosis, kesalahan waktu, alergi, kesalahan   teknik,   kelalaian,   kesalahan   dokumentasi   dan   kesalahan   pasien   yang akan   berdampak   pada   keselamatan   pasien   seperti   kerugian   bagi   pasien   berupa perpanjangan   hari   rawat,   ektravasasi   dan   ketidakcocokan   obat   atau   obat   yang inkompatibel   mengakibatkan   risiko   ketidakefektifan,   efek   samping   yang   fatal bahkan kematian   Kesimpulan: Administrasi obat seperti prinsip pemberian obat masih sering terjadi kesalahan dan akan berdampak pada keselamatan pasien.
HUBUNGAN PENDERITA HIPERTENSI DENGAN TINGKAT STRES DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PONTIANAK TIMUR yanti, Restu dama; Fauzan, Suhaimi; Fahdi, Faisal Kholid
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.49947

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Stres menghasilkan berbagai respon diantaranya respon fisiologis, kognitif, emosi dan tingkah laku. Pada saat stres, hormon adrenalin akan meningkat yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dengan adanya kontraksi arteri (vasokontriksi) dan menyebabkan peningkatan denyut jantung. Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi derajat 1 dengan usia 35-45 tahun di wilayah kerja UPK Puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional, responden 57 orang. Metode pemilihan sample menggunakan teknik sampling accidental sampling. instrumen penelitian menggunakan Sphygnomanometer, Stetoskop dan lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji kruskal wallis. Hasil : Pada uji kruskal wallis didapatkan hasil p-value sistolik didapatkan nilai p Value 0,151 (nilai P value lebih dari 0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara Stres dan Hipertensi derajat 1 pada usia dewasa akhir 35-45 tahun dan Tekanan darah diastolik didapatkan nilai p Value 0,76 (nilai P value lebih dari 0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara Stres dan Hiperteni derajat 1 pada usia dewasa akhir 35-45 tahun. Kesimpulan : hasil dari penelitian yang didapatkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi dewasa awal.
The Correlation of Family Support and Relapse Prevention in Patients with Schizophrenia in Out-Patients Unit of Sungai Bangkong Psychiatric Hospital Pontianak Agustia, Yuni
ProNers Vol 5, No 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.4 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v5i1.42909

Abstract

Background: The high relapse rate that reaches 67% in patients with schizophrenia is caused by multiple factors, one of them is lack of family support. Patients with schizophrenia need family support during their regiment process to prevent the relapse from occurring. Aim: To identify the correlation of family support (emotional, instrumental, informational and value or reward supports) and relapse prevention in patients with schizophrenia in Sungai Bangkong Psychiatric Hospital, Pontianak. Method: This is a cross-sectional study. The study sample was collected with non-probability purposive sampling method with a total of 81 respondents. Instrument used in this study is a questionnaire with 16 questions in total. Chi-square test was used for the bivariate analysis. Result:  Characteristics of respondents were at the age of the early elderly, with male gender, high school education and private or entrepreneurial work. The analysis shows that there was a correlation between family support and relapse prevention in patients with schizophrenia (p = 0.028). Conclusion: There was a correlation between family support and relapse prevention in patients with schizophrenia in Sungai Bangkong Psychiatric Hospital, Pontianak.
LITERATURE REVIEW: KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA Asmalia, Nur; Yulanda, Nita Arisanti; Maulana, M. Ali
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.54 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.47048

Abstract

Seseorang dengan asma akan mengalami penurunan kondisi fisik diakibatkan gejala asma yang sering datang, perubahan emosional seperti frustasi, ketakutan, gelisah, cemas, perubahan aktivitas seperti sering terbangun dimalam hari, ketidakhadiran dalam bekerja atau sekolah, faktor lingkungan seperti udara dingin dan kering dapat memicu atau memperburuk gejala sehingga memengaruhi kualitas hidup pasien asma. Metode: Jenis penelitian Narrative review dengan teknik analisa isi data, artikel diperoleh dari database Google Schoolar, ProQuest, sciendirect, ResearchGate dan Ebsco. Hasil: Dari 7 artikel yang dianalisis diperoleh domain gejala-gejala merupakan domain yang sangat memengaruhi kualitas hidup daripada domain lainnya, sedangkan domain rangsangan lingkungan merupakan domain yang sedikit memengaruhi kualitas hidup daripada domain lainnya. Kesimpulan: Domain gejala-gejala dan domain rangsangan lingkungan merupakan domain yang memengaruhi kualitas hidup pasien asma. Kata Kunci: kualitas hidup, asma
THE QUALITY OF LIFE CHILDREN WITH STUNTING AGE 2-4 YEARS AT PARIT MAYOR HEALTH CENTER, EAST PONTIANAK Jannah, Fisqiyatul
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48768

Abstract

Background: Stunting is a form of malnutrition defined as low height-for-age, it is the result of chronic or recurrent undernutrition. Based on WHO in 2019, globally 21.3% or 144 million children under the age of 5 years of age were stunted. In 2019, for West Kalimantan at Pontianak City, East Pontianak has the highest prevalence of stunting at 20.62% with an estimated 1610 children. Stunted children experience a decrease in quality of life, especially in physiological conditions such as cognitive development and also decreased emotions. Purpose: To know the quality of life children with stunting age 2-4 years at Parit Mayor Health Center, East Pontinak. Method: This was an observational descriptive quantitative study. A sample of 50 children under five was selected for this study by total sampling. Result: the study describe children under five   who suffered stunting of life using the measurement of PedsQl questionnaire. The result of analysed, from 50 children under five who answered 18 items question show 33 children (66%) having the quality of their life at risk and 11 children under five who answered the 21 items questions show 7 children (63.6%) were also quality of life at risk.   Conclusion: In this study could describe that most of children who is suffered stunting have the quality of their life at risk. At health center.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI VASEKTOMI DI DESA PAHAUMAN KABUPATEN LANDAK Pratama, Natalia Mela; Fitriangga, Agus; Fradianto, Ikbal
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.212 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.42517

Abstract

Latar belakang : Vasektomi merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang dilakukan pada pria. Saat ini partisipasi pria dalam menyukseskan program KB masih sangat kurang, hal ini dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Keikutsertaan pria dalam ber-KB di Kabupaten Landak sendiri sangat rendah, sehingga diperlukan upaya penanganan agar dapat menyadarkan masyarakat bahwa pria juga ikut bertanggung jawab dalam menyukseskan program KB. Tujuan : mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi vasektomi di Desa Pahauman Kabupaten Landak. Metode : desain penelitian ini menggunakan penelitian analitik observational dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Pahauman, Kabupaten Landak pada tanggal 27 Juni-5 juli 2019. Populasi pada penelitian ini adalah laki-laki yang sudah menikah di Desa Pahauman yang berjumlah 3085 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode Consecutive sampling dan sampel sebanyak 97 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur variabel pemilihan metode kontrasepsi vasektomi, pengetahuan, agama, tingkat ekonomi, peran petugas kesehatan dan sosial budaya. Data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil : Berdasarkan analisa data univariat diketahui distribusi data karakteristik responden diperoleh (54,6%) responden berusia 36-45 tahun, (60,8%) beragama Khatolik, (81,4%) bersuku Dayak, (41,2%) memiliki anak 2 orang, (44,3%) menggunakan kontrasepsi pil, (57,7%) berpendidikan terakhir SMA dan sebagian besar responden tidak mendukung vasektomi (73,2%). Hasil analisa data bivariat diketahui nilai (p = 0,043) untuk variabel pengetahuan, (p = 0,591) untuk variabel agama, (p =0,853) untuk tingkat ekonomi, (p = 0,558) untuk peran petugas kesehatan dan (p = 0,313) pada variabel sosial budaya. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan pemilihan metode kontrasepsi vasektomi, sedangkan variabel agama, tingkat ekonomi, peran petugas kesehatan dan sosial budaya tidak berpengaruh. Kata Kunci : vasektomi, pengetahuan, agama, tingkat ekonomi, desa pahauman.