cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Jeruk Pontianak (Citrus Nobilis Lour) Terhadap Konsentrasi Belajar Pada Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah III Pontanak ., Anggi Claudya Fitrah
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.025 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.22121

Abstract

Konsentrasi belajar adalah kemampuan keadaan pikiran yang diaktifkan oleh sensasi di dalam tubuh untuk memusatkan pikiran. Untuk mengaktifkan sensasi di dalam tubuh perlu keadaan yang rileks dan suasana yang tenang, karena dalam keadaan tegang seseorang tidak akan dapat menggunakan otaknya dengan maksimal. Salah satu tindakan non farmakologi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi belajar adalah dengan menghirup aromaterapi jeruk pontianak (citrus nobilis lour). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterapi jeruk pontianak (citrus nobilis lour) terhadap konsentrasi belajar pada siswa SMP Muhammadiyah III Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experiment pretest-posttest with control group design pada 24 orang siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi 12 orang siswa kelompok intervensi dan 12 orang siswa kelompok kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Army Alpha Test dengan analisis data menggunakan Paired T Test. Uji hipotesis menggunakan Paired T Test menunjukkan p-value = 0,002 (p0,05).   Uji beda kedua kelompok menggunakan Independent T Test menunjukkan p-value = 0,008 (p0,05). Dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian aromaterapi jeruk pontianak (citrus nobilis lour) terhadap konsentrasi belajar pada siswa SMP Muhammadiyah III Pontianak berupa peningkatan konsentrasi belajar dan ada perbedaan tingkat konsentrasi pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, dimana tingkat konsentrasi kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol, sehingga aromaterapi jeruk pontianak dapat digunakan perawat sebagai terapi nonfarmakologi untuk meningkatkan konsentrasi dalam asuhan keperawatan sistem neuro-behavioral.
PENGARUH SENAM REMATIK TERHADAP PERUBAHAN SKOR NYERI SENDI PADA LANSIA DENGANRHEUMATOID ARHTRITIS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KELURAHAN SUNGAI JAWI LUAR KECAMATAN PONTIANAK BARAT KOTA PONTIANAK ., Muthia Nanda Sari
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.843 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34158

Abstract

Latar Belakang : Menurut WHO 2015 sekitar 335 juta orang di dunia mengidap penyakitrematik, dan sekitar 25% penderita rematik akan mengalami Kecacatan akibat kerusakan padatulang dan gangguan pada persendian. Untuk angka kejadian reumatoid arhtritis ini mencapai20% dari penduduk dunia dan Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2012, mengatakan pravalensi penyakit reumatoid arhtritis di Indonesia sebesar 24,7%. Dalammengurangi rasa nyeri sendi serta mencegah penyakit rematik menjadi lebih parah, dapatdigunakan metode gerak tubuh yang dikenal dengan senam rematik. Dengan Pemberian terapisenam rematik dapat mengurangi nyeri sendi dan bengkak, meringankan kekakuan sertamencegah kerusakan sendi melakukan senam rematik diharapkan kualitas hidup lansiameningkat sehingga lansia dapat melakukan Activity of Daily Living (ADL).Tujuan : Mengetahui bagaimana Pengaruh Senam Rematik Terhadap Perubahan Skor NyeriSendi Pada Lansia Dengan Rheumatoid Arhtritis Di Wilayah Kerja UPTD PuskesmasKelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Preeksperimen.Teknik sampling yang digunakan secara Probability sampling. Uji yangdigunakan yaitu uji Wilcoxon.Hasil : hasil uji hipotesis diperoleh p value pada pretest adalah 0,000 dan pada posttest0,000. Karena p value 0,05 maka H0 ditolak dan Ha.Kesimpulan : Ada pengaruh senam rematik terhadap perubahan skor nyeri sendi lanjut usiadengan rheumatoid artritis sebelum dan sesudah senam rematik di UPTD Puskesmas Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak. Kata Kuci : Nyeri Sendi, Senam Rematik, Rheumatoid Artritis, RematikRefrensi : 57 (2008-2018)
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIANTAN HILIR ., Raina Ulva Almira
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.076 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26542

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit yang menular di dunia, terutama terjadi pada bayi dan balita. Indonesia merupakan enam dari negara di dunia dengan insiden ISPA pada balita paling tinggi yaitu mencakup 68,6 juta dari 156 juta kasus di dunia sedangkan di Provinsi Kalimantan Barat kasus ISPA pada balita yaitu 2.542 kasus. Puskesmas Siantan Hilir yang berada di kota pontianak menempati urutan pertama untuk kasus ISPA yaitu 33,8%. Pemenuhan kebutuhan gizi yang baik pada balita akan berdampak pada sistem imunitas tubuhnya sehingga daya tahan tubuhnya akan terjaga dengan baik dan tidak mudah terserang penyakit termasuk ISPA.  Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan HilirMetode: Penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel 59 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data status gizi diperoleh dari menimbang berat badan menggunakan timbangan laica sesuai dengan standar SNI sedangkan data ISPA diperoleh dari rekam medik Puskesmas Siantan Hilir. Analisis pada penelitian ini menggunakan Kolmogorov Smirnov.Hasil: Sebanyak 54,2 % responden laki-laki. Usia 12-24 bulan paling dominan yaitu 42,4 %. Sebanyak   11,9 % mengalami gizi buruk, 30,5 % dengan gizi kurang, serta 57,6 % dengan gizi baik. Sebanyak 84,7 % mengalami ISPA ringan dan   15,3 % mengalami ISPA berat. Hasil analisis Kolmogorov Smirnov nilai p = 0,044 (p = 0,05).Kesimpulan: Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Hilir.  
PENGARUH TERAPI SELF HEALINGMETODE DOA TERHADAP SKOR KECEMASAN PADA LANSIA DI PANTI JOMPO GRAHA KASIH BAPA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA ., Jerisa Adven Dominggo
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.296 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34461

Abstract

Latar Belakang: Ansietas (kecemasan) adalah perasaan yang tidak jelas atau perasaangelisah yang sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui individu yangmengalaminya, berupa perilaku, emosi, kognitif, dan gejala fisik. Kecemasan merupakanmasalah yang paling umum yang terjadi pada lansia. Kecemasan dapat berdampak burukbagi lansia, seperti penurunan fisik, kepuasan hidup yang buruk, biaya medis yang lebihtinggi, gangguan fungsional kelelahan bahkan kematian. Salah satu penanganan kecemasanyang dapat dilakukan untuk membuat kondisi rileks adalah dengan terapi self healing metodedoa. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi self healing metode doa terhadap skor kecemasan di Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan quasi eksperiment pre post withoutcontrol (control diri sendiri) pada 16 lansia yang mengalami kecemasan. Beberapa instrumenyang digunakan dalam penelitian ini yaitu alkitab, kuesioner HARS, dan alat tulis lainnya. Hasil: Setelah diberikan terapi self healing metode doa pada lansia menunjukan adanyapenurunan skor Hamilton Anxiety Rating Scale yang ditunjukan oleh uji wilcoxon yangmemberikan nilai signifikan p 0,000 dengan nilai mean skor kecemasan pretest 24,31 dannilai mean skor kecemasan posttest 20,68. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi self healing metode doa terhadap skor kecemasan padalansia di Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.Sehingga direkomendasikan menggunakan terapi self healing metode doa. Kata Kunci : Kecemasan, Lansia, Self Healing.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI UPK PUSKESMAS SIANTAN HULU ., Tri Handayani
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.695 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34659

Abstract

Latar belakang: Pada masa balita saat pertumbuhan sangat cepat, diperlukan makanan untuk tumbuhkembang yang seimbang dengan kualitas dan kuantitas yang tepat. Proses tumbuh kembang anaktersebut bergantung pada pola asuh orang tua. Pola asuh yang baik akan mempengaruhi pertumbuhandan perkembangan anak yang optimal, sehingga pola asuh dapat menjadi faktor yang mempengaruhistatus gizi balita. Tumbuh kembang erat kaitanya dengan status gizi. Gizi seimbang diperlukan untuktumbuh kembang balita dimulai sejak lahir. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua terhadap statusgizi balita.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional epidemiologis dengan pendekatan cross sectional.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 responden. Pengumpulan data status gizi menggunakan alatukur tinggi badan dan berat badan dengan menggunakan indeks antropometri BB/TB dan mengukurperan orang tua digunakan kuesioner. Teknik analisa yang dilakukan secara bivariat menggunakan ujiKolmogorov-Smirnov untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua terhadap status gizibalita.Hasil: Hasil analisis yang diperoleh dari 77 responden, orang tua yang memiliki pola asuh baiksebanyak 40 orang (51,9%) dan pola asuh kurang baik berjumlah 37 orang (48,1%). Didapatkan hasilpenelitian status gizi anak balita yang berstatus gizi baik sebanyak 50 anak (64,9%), status gizi kurangberjumlah 21 anak (27,3%), dan status gizi lebih berjumlah 6 anak (7,8%). Didapatkan adanyahubungan antara pola asuh orang tua terhadap status gizi balita, diperoleh nilai p-value = 0,0002 (p 0,05) yang berarti Ha diterima.Kesimpulan: Ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap status gizi balita di UPK PuskesmasSiantan Hulu.Kata Kunci: Balita, Pola Asuh, Status GiziReferensi: (2008-2017)
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN SECARA AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SDN 28 SEBOTUH DI KABUPATEN SANGGAU ., Fetriseli Gestia Junirianda
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.74 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.28155

Abstract

Latar Belakang : Gigi dan mulut yang tidak sehat akan menimbulkan berbagaimacam penyakit yang menggangu kesehatan gigi dan mulut. Perlunya menjagakesehatan gigi dan mulut harus dilakukan sejak usia dini untuk mencegah dampakyang lebih buruk kedepannya sehingga perlu dilakukan pendidikan kesehatan.Penggunaan media audiovisual dalam pendidikan kesehatan dapat memengaruhitingkat pengetahuan anak mengenai kesehatan gigi dan mulut.Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan secara audiovisual terhadaptingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak SDN 28 Sebotuh diKabupaten SanggauMetode : Desain penelitian pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-post test desain tanpa menggunakan kelompok kontrol. Jumlah sampel padapenelitian ini sebanyak 32 responden dengan menggunakan total sampling.Pengambilan data tingkat pengetahuan responden menggunakan kuesionerberjumlah 10 pertayaan. Data dihitung menggunakan Uji Mc Nemar dengan nilaip0,05.Hasil : Tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatansecara audiovisual dengan kategori baik sebesar 46,9%. Setelah diberikanpendidikan kesehatan pengetahuan baik menjadi meningkat yaitu 78,1%. Hasilyang didapat menggunakan Uji Mc Nemar diperoleh nilai p= 0,013.Kesimpulan : Pendidikan kesehatan secara audiovisual berpengaruh dalammeningkatkan pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut di SDN 28Sebotuh. Penggunaan media audiovisual dalam bentuk kartun dapat direkomendasikan sebagai alternatif baru sebagai metode penyuluhan kesehatandalam praktik keperawatan berbasis komunitas. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan, Kesehatan Gigi danMulut AnakReferensi : 64 (2003-2016)
ANALISIS PENERAPAN PROSES ASUHAN KEPERAWATAN TERKAIT MANAJEMEN NYERI TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA ., Fici Yuliana Sari
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.184 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.33513

Abstract

Nyeri merupakan masalah yang paling sering dialami pasien. Penanganan untuknyeri itu sendiri yaitu dengan dilakukannya pelayanan asuhan keperawatan yangdilakukan secara akurat dan sistematis. Sehingga, akan memberikan penanganannyeri yang efektif dan memberikan efek pada kepuasan pasien. Di rumah sakitUniversitas Tanjungpura terdapat beberapa pasien dengan nyeri namun untukproses asuhan tidak dilakukan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui penerapan proses asuhan keperawatan terkait manajemen nyeriterhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura. Denganmenggunakan kuantitatif deskriptif menggunakan pendekatan Cross Sectional.Dengan melakukan observasi atau pengumpulan data secara bersamaan pada 76pasien yang mempunyai diagnosa keperawatan nyeri. Instrumen yang digunakanberupa studi dokumentasi rekam medis dan kuisioner kepuasan pasien. Jenisanalisis yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ChiSquaretidak terdapat hubungan antara dua variabel tersebut dengan nilai PValue=0,534 (0,05). Sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antarapenerapan proses asuhan keperawatan terkait manajemen nyeri terhadap kepuasanpasien di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura.Kata kunci : Asuhan Keperawatan, Nyeri, Kepuasan Pasien
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR (WUS) DI PUSKESMAS SUNGAI DURIAN KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2017 ., Syarifah Gusmiranti Purmalasari
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.367 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27160

Abstract

Latar Belakang: Insiden kanker payudara di Indonesia merupakan kanker kedua paling banyakdiderita kaum wanita setelah kanker serviks. Upaya deteksi dini kanker payudara yang dapatdilakukan secara mandiri yaitu periksa payudara sendiri (SADARI). Hal ini perlu dilakukan karenakebanyakan kasus baru kanker payudara yang ditemukan sudah berada pada stadium lanjut.Informasi SADARI yang diberikan melalui pendidikan kesehatan mampu memotivasi WUS untukmelakukan tindakan yang berkaitan dengan upaya pencegahan dini. Tujuan: Mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan SADARI terhadap pengetahuan dansikap WUS di Puskesmas Sungai Durian Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.Metode: Desain penelitian quasi exsperiment dengan metode pre and post test without control.Sampel yang digunakan sebesar 100 responden dengan rentang usia 15 "“ 49 tahun. Pengambilansampel menggunakan metode random sampling dengan teknik stratified random sampling.Analisis data menggunakan uji Marginal Homogeneity.Hasil: Pengetahuan responden sebelum pendidikan kesehatan SADARI hanya 9% yangberkategori baik, sedangkan sesudah pendidikan kesehatan pengetahuan responden yangberkategori baik menjadi 66 %. Sementara sikap responden sebelum pendidikan SADARI hanya27 % yang berkatergori baik, sedangkan sesudah pendidikan kesehatan sikap responden yangberkategori baik menjadi 72%. Penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan 0,1 diperoleh nilaip0,000, yang menunjukkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan dan sikap SADARI antarasebelum dan sesudah pendidikan kesehatan. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan periksa payudara sendiri (SADARI)terhadap pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Sungai DurianKecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Tahun 2017.Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, SADARI, Kanker Payudara, Pengetahuan, Sikap, WUS
Hubungan Penerapan Cuci Tangan Dengan Kepuasan Pasien Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak ., Herlingga Setya Nugraha
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.157 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34585

Abstract

Latar Belakang: Mencuci tangan adalah bagian dari pencegahan dan pengendalian infeksidan salah satu indikator kualitas layanan rumah sakit. Kualitas layanan rumah sakit sangatterkait dengan kepuasan pasien, sebagai penerima layanan kesehatan. Namun tindakanmencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan masih jarang dilakukan karena kurangnyapengetahuan dan kesadaran dari diri petugas kesehatan khususnyaa perawat itu sendiri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerapan cuci tangandan kepuasan pasienMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, meneliti 35 pasien dan 35perawat yang dipilih dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalahlembar observasi cuci tangan dan kuesioner kepuasan pasien yang telah diuji validsebelumnya. Penelitian ini berlangsung di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak tepatnyadiruang rawat inap Tri Brata, VIP dan Esty.Hasil: Analisis korelasi menggunakan uji Chi Square antara penerapan cuci tangan dankepuasan pasien menunjukkan p = 1,000 ( 0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara penerapan cuci tangan dankepuasan pasien di antara pasien yang dirawat di ruang rawat inap di Rumah Sakit AntonSoedjarwo Pontianak. Diharapkan Komite PPI dapat memberikan penjelasan tentangpelaksanaan cuci tangan menggunakan sabun dan air atau handrubKata Kunci: Cuci Tangan, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Kepuasan Pasien, MutuPelayanan Rumah Sakit.
ANALISA PERSEPSI PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN PADA ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RSUD dr ABDUL AZIZ SINGKAWANG : STUDI FENOMENOLOGI ., Melati Hutabarat
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.348 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27499

Abstract

Latar Belakang: Peran perawat dalam asuhan keperawatan adalah mencegah terjadinyakesalahan dalam pemberian terapi, mengurangi stressor dan perasaan takut akibat perlakuanintervensi medis. Intervensi keperawatan dalam mengatasi dampak hospitalisasi pada anakadalah dengan terapi bermain, dan untuk dapat terlaksananya terapi bermain yang dilakukanoleh perawat diruang rawat inap harus didasari adanya pengetahuan dan pandangan perawattentang kegiatan bermain yang akan dilakukan. Tujuan: Menganalisis persepsi perawat tentang pelaksanaan terapi bermain pada anakyang dihospitalisasi di RSUD dr Abdul Aziz Singkawang.Metode: Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dianalisisdengan menggunakan metode Miles dan Huberman. Penelitian pada 6 informan, perawatruang rawat inap anak. Hasil: didapatkan lima tema tentang pelaksanaan terapi bermain, yaitu (1) persepsi negatifterhadap anak sakit, (2) pelaksanaan asuhan keperawat anak, (3) hambatan dalampelaksanaan terapi bermain, (4) pentingnya perawatan anak saat dihospitalisasi, (5) alatpermainan edukatif dalam terapi bermain.Kesimpulan: Didapatkan lima tema dalam pembahasan analisa persepsi perawat tentangpelaksanaan terapi bermain pada anak yang mengalami hospitalisasi.Implikasi: Rumah sakit diharapkan dapat mempertimbangkan penelitian ini untuk dijadikanbahan sebagai standar kebijakan perawatan anak sakit.Kata Kunci : Persepsi, Terapi Bermain, HospitalisasiReferensi : 59 (2008-2016)