cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
EFEKTIVITAS METODE BELAJAR PICTURE AND PICTURE TERHADAP KETERAMPILAN TOILET TRAINING : BAK PADA ANAK DENGAN GANGGUAN AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) USIA 5-7 TAHUN DI POLI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS RSJD SUNGAI BANGKONG PROVINSI KALIMANTAN BARAT ., Nanda Alvionita
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.92 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34336

Abstract

Latar Belakang : Anak dengan gangguan Autism Spectrum Disorder (ASD) mengalamiketidakmampuan memenuhi kebutuhan perawatan eliminasi dan membutuhkan waktu yanglebih lama untuk belajar keterampilan. Pelatihan khusus yang berulang sangat dibutuhkanuntuk meningkatkan keterampilan anak dengan gangguan ASD. Metode belajar yang diyakinidapat diterapkan pada anak dengan gangguan ASD dalam meningkatkan keterampilankhususnya toilet training adalah metode belajar picture and picture.Tujuan : Mengetahui efektifitas metode belajar picture and picture terhadap keterampilantoilet training: BAK ( Buang Air Kecil ) pada anak dengan gangguan ASD.Metode : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quasi experimentdengan jenis penelitian pre and post test without control group design pada 19 responden. Hasil : Setelah diberikan metode belajar picture and picture pada anak dengan gangguanASD menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan Toilet training dengan nilai p 0,005 dan mean peningkatan skor prilaku toilet training adalah 9,368.Kesimpulan : Metode belajar picture and picture efektif terhadap peningkatan keterampilantoilet training pada anak dengan gangguan ASD di Poli Anak Berkebutuhan Khusus RSJDSungai Bangkong Provinsi Kalimanatan Barat. Sehingga metode belajar picture and picture dapat direkomendasikan untuk membantu meningkatkan keterampilan anak dengan gangguanASD.Kata Kunci : Autism Spectrum Disorder, Toilet Training,Picture and Picture,Prasekolah
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA FILM DAN LEAFLET TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DENGAN METODE INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI PUSKESMAS PAL III PONTIANAK KOTA ., Lippo Wati
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.289 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.29479

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaanIVA. Namun saat ini pemeriksaan IVA di kota Pontianak jauh dari angka targetpemeriksaan 5%. Pemeriksaan IVA yang terendah berada di Puskesmas Pal IIIPontianak Kota. Peneliti tertarik untuk meneliti perbandingan promosi kesehatanmelalui media film dan leaflet. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan efektivitas promosi kesehatan melaluimedia film dan leaflet terhadap sikap dan perilaku deteksi dini kanker servikspada WUS dengan metode inspeksi visual asam asetat (IVA) di Puskesmas Pal IIIPontianak Kota. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasiexperiment berupa pre dan posttest without control. Sampel yang digunakansebesar 38 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode non probabilitysampling dengan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan ujiMcnemar dan Chisquare. Hasil: Analisis bivariat variabel sikap menggunakan uji McNemar didapatkannilai p= 1,000 (p 0,05) dan variabel perilaku menggunakan uji Chisquaredidapatkan nilai p = 0,392 (p 0,05)Kesimpulan: Tidak ada perbedaan efektivitas promosi kesehatan melalui mediafilm dan leaflet terhadap sikap dan perilaku deteksi dini kanker serviks pada WUSdengan metode IVA di Puskesmas Pal III Pontianak Kota.Kata Kunci : Sikap, Perilaku, IVA Referensi : 17 (2014-2017)
HUBUNGAN PERILAKU AGRESIF PASIEN GANGGUAN JIWA DENGAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT ., Arief Widodo
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.582 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34267

Abstract

Latar belakang: Perilaku agresif merupakan suatu respon terhadap kemarahan, kekecewaan,perasaan dendam atau sebuah ancaman yang menyebabkan amarah yang dapat membangkitkansuatu perilaku kekerasan. Perilaku agresif sering dilakukan oleh pasien dengan gangguan kejiwaandan perawat merupakan target yang sering menjadi sasaran dalam peristiwa perilaku agresif diRumah Sakit Jiwa. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan perawat dapat mengalami streskerja di Rumah sakit Jiwa.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku agresif pasien gangguan jiwa dengan tingkatstres kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat.Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik denganpendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive samplingdengan jumlah responden sebanyak 120 perawat. Pengumpulan data menggunakan dua buahkuesioner yaitu kuesioner (POPAS) dan (PNJSS) dan penelitian ini menggunakan uji analisisstatistik Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa semua responden pernah mendapatkan perilaku agresifdari pasien dengan intensitas jarang sebanyak 53 responden (44,2%) dan dengan intensitas seringsebanyak 67 responden (55,8%). Perawat yang mengalami stres kerja ringan sebanyak 28responden (23,3%), stres kerja sedang sebanyak 66 responden (55%) dan stres kerja beratsebanyak 26 responden (21,7). Hasil analisis statistik bivariat menggunakan uji Chi-Square padainterval kepercayaan 95% dengan nilai α = 0,05 menunjukan p value 0,003 sehingga hipotesispenelitian diterima yang berarti terdapat hubungan antara perilaku agresif pasien gangguan jiwadengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi KalimantanBarat.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku agresif pasien gangguan jiwadengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi KalimantanBarat. Kata kunci: Perilaku Agresif Pasien Gangguan Jiwa, Stres Kerja Perawat, Ruang Rawat Inap
Validitas Dan Reabilitas Diagnosa Keperawatan Penurunan Curah Jantung Berdasarkan Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia Pada Pasien Aritmia Di RSUD Dr Soedarso Pontianak ., Ersa Karolin
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34472

Abstract

Pendahuluan: Penurunan curah jantung merupakan diagnosa keperawatan yangdapat diangkat pada pasien aritmia. Pada saat mengangkat suatu diagnosa harusmemperhatikan tanda dan gejala yang ditemukan pada pasien, oleh sebab itu perludilakukannya uji validasi dan reabilitas agar diagnosa penurunan curah jantungpada pasien aritmia dapat ditegakkan.Metodelogi: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional ,jumlah sample 25 responden. Analisa data yang digunakan adalah uji validitasbivariate Pearson (Momen Produk Pearson) dan uji reabilitas Alpha(Cronbach"™s).Hasil: Sebagian responden berusia 65 tahun berjumlah 36% , jenis kelaminresponden sebagian besar adalah laki- laki 52%, pendidikan responden terbanyakadalah SMA 36% dan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga sebanyak48%. Analisa bivariate pearson produk moment rhitung 0,39 (yaitu tanda dangejala subjektif mayor (rhitung= 0,654), perubahan irma jantung (rhitung= 0,410),perubahan preload (rhitung= 0,433), perubahan kontraktilitas (rhitung= 0,714),perubahan emosional dan perilaku (rhitung=0,419). Uji reabilitas r= 0,683.Diskusi:Kesimpulan: Diagnosa keperawatan curah jantung pada pasien aritmia valid danreliableKata Kunci: aritmia, diangnosa keperawatan penurunan curah jantung, validitasdan reabilitas.
ANALISIS PERSEPSI PEMBIMBING KLINIK TERHADAP PENERAPAN PRAKTIK KLINIK PROFESI KEPERAWATAN MAHASISWA PSIK UNTAN ., Adhetya Willianti
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.908 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27295

Abstract

LatarBelakang: Pendidikan tinggi keperawatan terdiri atas pendidikan vokasi,pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Pendidikan Ners harus melewati dua tahappendidikan yaitu tahap pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Pendidikan Profesimerupakan tahap pendidikan yang sepenuhnya dilaksanakan di lapangan atau lahan praktik yang memiliki standar praktik klinik yang terdiri dari wahana praktik klinik yangmemiliki kasus untuk pencapaian kompetensi, pembimbing klinik yang bersertifikatpreseptor, tersedianya pedoman praktik. Namun, dalam pelaksanaan praktik klnik profesimahasiswa PSIK UNTAN belum terpenuhi. Maka penting untuk diteliti bagaimanapersepsi pembimbing klinik terhadap penerapan praktik klinik profesi keperawatanmahasiswa PSIK UNTAN.Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis persepsi pembimbing klinik di lahan praktikklinik mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura terhadap penerapan praktikklinik profesi keperawtanMetodologi: Penelitian ini dengan desain kualitatif deskriptif pendekatan fenomenologi,diambil dengan purposive sampling pada enam informan pembimbing klinik yangdilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview). Hasil wawancara dianalisismenggunakan metode Miles dan Huberman.Hasil: Ditemukan analisis 3 tema yaitu: standar kompetensi mahasiswa yang terdiri darikognitif, afektif dan psikomotor. Standar pembimbing klinik yang terdiri dari standarpelaksanaan praktik klinik, capaian kompetensi dan metode pembelajaran praktik klinik.Standar praktik klinik yang terdiri dari faktor pendukung praktik klinik dan faktorpenghambat praktik klinik.Kesimpulan: Penerapan praktik klinik profesi keperawatan harus memenuhi standarpendidikan Ners. Sehingga dalam pelaksanaannya praktik klinik dapat menigkatkan mutululusan dan mengembangkan Pendidikan Ners.Kata Kunci: Persepsi, Pembimbing Klinik, Praktik Klinik
HUBUNGAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL PERAWAT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK ., NURUL HIDAYAH
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.46 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.33516

Abstract

Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan penyakit yang akan menyertai seumur hidup dan membutuhkanperawatan jangka panjang sehingga sangat mempengaruhi kualitas hidup penderita. Dukungan psikososialperawat menjadi hal yang penting dalam proses perawatan. Dukungan psikososial perawat akan sangatmembantu pasien untuk meningkatkan kualitas hidup.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dukungan psikososial perawat terhadap kualitas hidup pasien diabetesmellitus tipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknikpengambilan sampel yang digunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 36 responden. Pengumpulandata menggunakan kuesioner dukungan psikososial perawat dan kuesioner DQOL (Diabetes Quality of Life).Uji bivariat dilakukan dengan uji chi square dengan nilai p 0,05.Hasil : Berdasarkan karakteristik responden didapatkan 61,1% responden berusia 46-55 tahun, berjenis kelaminperempuan (61,1%), pendidikan terakhir SMA (47,2%), status pernikahan menikah (83,3%), status pekerjaantidak bekerja (47,2%), dan lama menderita 1-5 tahun (58,3%). Analisis bivariat dengan uji chi squaredidapatkan p = 0,031 (p 0,05).Kesimpulan : Ada hubungan dukungan psikososial perawat terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitustipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Kata kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2, Kualitas Hidup, Dukungan Psikososial PerawatReferensi : 36 (2006-2018)
HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANGAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK ., Safrizal
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.58 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34462

Abstract

Latar Belakang: Kinerja adalah penampilan hasil karya personel baik kuantitasmaupun kualitas. Keberhasilan kinerja sangat ditentukan adanya bimbingan darisupervisi yang baik dari atasan kepada bawahannya yang menanyakanpermasalahan serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan agar dapatdiberikan solusi dari permasalahan tersebut. Supervisi berperan dalam prosespengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dalam memastikan apakah sudahberjalan sesuai tujuan dan standar yang dibuat.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan supervisi kepala ruangan dengan kinerjaperawat diruangan rawat inap rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.Metode: Kuantitatif dengan jenis penelitian Korelasi, Dengan pendekatan Crosssectional.Sampel menggunakan metode Taro Yamane. Jumlah sampel 58responden. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dengan nilai p 0,05.Hasil: Responden terbanyak berjenis kelamin perempuan dengan 74,1%,responden terbanyak berdasarkan tingkat pendidikan adalah lulusan S1 Nersdengan 70,7%, Usia responden paling banyak adalah 26 "“ 35 tahun dengan69,0%, masa kerja responden yang terbanyak antara 1 "“ 5 tahun dengan 69,0%.Dari hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,216.Kesimpulan: tidak ada hubungan supervisi kepala ruangan dengan kinerjaperawat di ruangan rawat inap rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.Kata Kunci: Perawat, Supervisi kepala ruangan, kinerja perawat
PENGALAMAN MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK KLINIK I ., Zakiah Amar
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.444 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34660

Abstract

Latar Belakang : Praktik klinik adalah sarana pembelajaran bagi mahasiswa keperawatan untukmenerapkan teori keperawatan dan, mengintegrasikan pengetahuan teoritis dan keterampilanpraktik. Mahasiswa Keperawatan Universitas Tanjungpura dalam masa pendidikannya diwajibkanmelaksanakan praktik klinik untuk belajar dan mengetahui perannya sebagai perawat dimasa akandatang.Tujuan : Mengeksplorasi pengalaman mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura dalammatakuliah Praktik Klinik I.Metode : Desain penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologi menggunakan teknikconvenience pada 5 informan, instrument pada penelitian ini adalah peneliti itu sendiri denganwawancara mendalam (indepth interview) menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur, alattulis, aplikasi perekam suara, dan kamera (telepon seluler).. Hasil : Penelitian ini didapatkan hasil lima tema yaitu memahami peran perawat melaluiperspektif praktik klinik, respon psikologis negatif dan positif, resiko pelanggaran standar patientsafety, aspek capaian pembelajaran praktik klinik I, dan harapan untuk praktik klinik I selanjutnyaKesimpulan : Mahasiswa telah memahami perannya sebagai perawat, yang mana melalui praktik klinik sebagai sarana pembelajaran dengan memenuhi kebutuhan pasien secara holistik, danmenerapkan komunikasi terapeutik. Mahasiswa juga merasakan ansietas sebelum praktik klinik danjuga antusias terhadap praktik. Resiko terjadinya pelanggaran patient safety berupa kesalahanmahasiswa dalam melakukan intervensi keperawatan, implementasi perawat tidak sesuai prosedurdan prinsip asuhan keperawatan, mahasiswa sulit dalam manajemen waktu. Selain itu aspek capaianpembelajaran praktik klinik dipengaruhi oleh keterlibatan pembimbing klinik dan akademik dalampraktik klinik, dan target kompetensi. Selain itu, harapan untuk praktik klinik selanjutnya berupamahasiswa harus mempersiapkan diri sebelum praktik klinik, dan adanya harapan informan untukpembimbing akademik. Kata Kunci : Mahasiswa, Praktik, Klinik, Perawat, Prosedur
PENGARUH TERAPI AIUEO TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI PADA AFASIA MOTORIK PASIEN PASCA STROKE DI KOTA PONTIANAK ., Diah Puspitasari
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.72 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.28729

Abstract

Latar Belakang: Stroke meninggalkan gejala sisa atau dampak lanjut salahsatunya gangguan komunikasi. Afasia merupakan salah satu jenis gangguankomunikasi. Afasia motorik atau afasia broca merupakan bentuk afasia yangpaling sering dijumpai. Terapi AIUEO merupakan terapi bicara yang dipercayadapat meningkatkan kemampuan komunikasi pasien afasia motorik.Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi AIUEO terhadap kemampuan komunikasipasien afasia motorik pasca stroke di Kota Pontianak.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan quasy eksperiment dengan preand post with control group. Responden dipilih dengan purposive samplingberjumlah total 14 responden, masing-masing 7 orang di kelompok kontrol danintervensi. Analisa Data digunakan Uji T berpasangan dan Uji T tidakberpasangan.Hasil: Karakteristik responden memiliki rata-rata usia rentang 60-74 tahun57,1%, jenis kelamin laki-laki 85,7 % , lama menderita stroke 5 tahun 71,4 %.Analisa bivariat pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah intervensididapatkan nilai p 0,035 sedangkan kelompok kontrol memiliki nilai p 0,356 dananalisa bivariat antara kelompok intevensi dan kontrol melalui selisih reratakemampuan komunikasi didapatkan nilai p 0,030.Kesimpulan: Ada pengaruh terapi AIUEO terhadap kemampuan komunikasipasien afasia motorik pasca stroke di Kota Pontianak.Kata Kunci : Afasia Motorik, Terapi AIUEO, Pasca Stroke
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEPUTIHAN (LEUCORRHEA) DENGAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 SUNGAI KUNYIT ., Nurdiana; ., Adriana; Wulandari, Desy
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.42097

Abstract

Latar Belakang: Indonesia sekitar 75 % wanita pernah mengalami keputihan,sekitar 70 % remaja putri di Indonesia mengalami masalah keputihan. Pentingnyabagi para remaja putri sejak dini untuk merawat kebersihan genitalia. Oleh sebabitu menjaga kebersihan organ genitalia sangat penting. Beberapa hal yang harusdiketahui untuk menjaga kebersihan genitalia yaitu pengetahuan, sikap, dantindakan. Sikap dan pengetahuan remaja putri yang kurang tentang akan kebersihangenitalia dapat diberikan informasi melalui pendidikan kesehatan. Pendidikankesehatan merupakan usaha meningkatkan kemampuan perilaku mereka padaperilaku kesehatan secara optimal. Metode untuk melakukan pendidikan kesehatansatu diantaranya adalah Focus Group Discussion (FGD).Tujuan: Untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan tentang keputihan(leucorrhea) dengan metode Focus Group Discussion (FGD) terhadap pengetahuandan sikap remaja putri di SMA Negeri 1 Sungai Kunyit.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasieksperiment one group pre and post test without control. Sampel yang digunakansebanyak 19 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode randomsampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2019 dengan menggunakankuisoner. Analisa data menggunakan Uji Marginal Homogenity dengan aplikasiSPSS versi 18.0.Hasil: Sebanyak 89,5 % memiliki pengetahuan yang baik dan sebanyak 63,2 %memiliki sikap yang baik. Analisa bivariat dengan Uji Marginal Homogenitydidapatkan nilai p value untuk variabel pengetahuan sebesar 0,007 (p0,05) dannilai p value variabel sikap sebesar 0,003 (p0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang keputihan (leucorrhea)dengan metode Focus Group Discussion (FGD) terhadap pengetahuan dan sikapremaja putri di SMA Negeri 1 Sungai Kunyit.Kata kunci : Keputihan, Pengetahuan, Sikap, Pendidikan Kesehatan, FocusGroup Discussion.