cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PREVALENSI PENGGUNA INTRAUTERINE DEVICE (IUD) PADA PENGGUNA AKTIF NON IUD DI KELURAHAN SIANTAN HULU PONTIANAK ., Paulina Saragi
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.935 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11041

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan IUD merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk mengontrol Laju PertumbuhanPenduduk (LPP). Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan angka pengguna akseptor IUD tertulis dalam RPJMN2010-2014. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menemukan bahwa pemanfaatan kontrasepsi non MKJPtertinggi, yaitu terdapat di provinsi Kalimantan Barat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahuifaktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya prevalensi pengguna IUD pada pengguna aktif non IUD di KelurahanSiantan Hulu Pontianak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian berjenis deskriptif kuantitatif dengan crosssectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan akan dilakukan analisisunivariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Hasilnya menunjukkan 84.2% responden tidak memiliki keinginan untukmenggunakan IUD dan 15.8% responden ada keinginan. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor yangmempengaruhi pemilihan IUD adalah sosial budaya (p = 0.012) dan rasa aman (p = 0.022). Uji regresi logistikmenunjukkan faktor dominan mempengaruhi pemilihan IUD ialah rasa aman dengan nilai p = 0.009 (OR = 3.905dan 1.373). Kesimpulan: Faktor sosial budaya dan rasa aman merupakan faktor yang ditemukan mempengaruhipemilihan IUD pada pengguna aktif non IUD di Kelurahan Siantan Hulu Pontianak. Bagi petugas pelayanan KBbaiknya lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang IUD yang dapat dilakukan dengan memberikaninformasi secara lengkap dan jelas demi membangun pemahaman positif bagi masyarakat.Kata kunci : Kontrasepsi, Intrauterine Device, Pemilihan IUD
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS LINGGA KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT TAHUN 2014 ., Nur Annisa
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.197 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11397

Abstract

Mother mortality is one of serious problems faced by many countries, including Indonesia. Therefore,government of Indonesia made a health program that one of its pillars is antenatal care, whichpurposed to reduce mortality and complication during pregnancy.The aim of this study is toinvestigate the correlation between knowledge level, husband"™s support, and health practitioner"™sattitude with frequency of visits for antenatal care (ANC) in Lingga Health Center, District of KubuRaya in 2014.Method: This is a quantitative study with cross-sectional approach. Sampel involved in this study is32 mothers through total sampling technique. Fisher"™s test was used for bivariate data analysis. Bivariate analysis shows that there is no significant correlation between knowledge level (p = 1.00),husband"™s support (p = 1.00), and health practitioner"™s attitude (p = 0.44) with frequency of visits forANC.There is no significant correlation between knowledge level, husband"™s support, and healthhealth practitioner"™s attitudewith frequency of visits for ANC in Lingga Health Center, Distr ict ofKubu Raya in 2014.Keywords: Antenatal care, factors, knowledge level, husband"™s support, health practitioner"™s attitude, correlation
HUBUNGAN PERILAKU KOPING ORANGTUA DENGAN KEJADIAN STRES HOSPITALISASI PADA ANAK USIA SEKOLAH YANG DIRAWAT DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK ., Priska Septriwahyu Putri
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.727 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11398

Abstract

Latar belakang : Selama proses hospitalisasi, anak dan orangtua dapat mengalami berbagai kejadiandan pengalaman yang traumatik dan penuh stres. Bagi orangtua, reaksi terhadap hospitalisasi dapatberkembang menjadi perasaan yang menakutkan dan tidak nyaman yang kemudian menimbulkanreaksi koping. Orangtua yang terlalu khawatir akan memperberat perasaan anak yang awalnya telahmerasakan efek hospitalisasi. Stres pada anak ini dapat mengganggu pertumbuhan danperkembangannya.Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara perilaku koping orangtua dengankejadian stres hospitalisasi pada anak usia sekolah yang dirawat di RSUD dr. Soedarso Pontianak.Metode : Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian inidilakukan dengan jumlah sampel 31 orang yang dilakukan dengan purposive sampling.Hasil : Penelitian ini menunjukkan sebagian besar orangtua menunjukkan perilaku koping destruktifyaitu sebesar 51,6%. Serta sebagian besar anak mengalami tingkat stres ringan sebesar 54,8 %. Analisisselanjutnya menggunakan chi-square, diperoleh nilai p = 0,376 (p0,05).Kesimpulan : Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara perilakukoping orangtua dengan tingkat stres hospitalisasi anak usia sekolah yang dirawat di RSUD dr.Soedarso Pontianak.Kata Kunci : Stres, Hospitalisasi, Perilaku Koping
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Penderita HIV yang Menjalani Rawat Jalan di Care Supportand Treatment (CST)Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Kota Pontianak ., Disa Novianti S
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.994 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11396

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)telah menimbulkanmasalah yang cukup luas pada individu yang teinfeksi. Beberapa masalah yang timbuladalah stigma dan diskriminasi sehingga pasien HIV menunjukan perasaan yang malu,sedih, takut, cemas akan penyakitnya dan pasien cenderung mengabaikan perawatanyang berdampak pada penurunan kualitas hidup baik secara psikologis maupun sosial.Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup   penderitaHIV yang   menjalani rawat jalan di Care Support and Treatment (CST)Rumah SakitJiwa Daerah Sungai BangkongMetode Penelitian: Desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatancrossectional. Tehnik pengambilan sampel yaitu porpusive sampling dan untuk mengujihubungan antara variabel independen dan dependen menggunakan analisis chi-squeredan t-test independen.Hasil Penelitian : Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,02), lamamenderita penyakit (p=0,00) dengan kualitas hidup pasien HIV. Tidak terdapathubungan antara usia (p=0,55), jenis kelamin (p=1), dan status perkawinan (p=0,54)dengan kualitas hidup pasien HIV yang menjalani rawat jalan di CST Rumah   SakitJiwa Daerah   Sungai Bangkong Kota Pontianak.Kesimpulan : Tingkat pendidikan dan lama menderita penyakit merupakan faktor yangmempengaruhi kualitas hidup penderita HIV. Semakin tinggi tingkat pendidikan makasemakin mudah seseorang menerima informasi tentang   perawatan dan pengobatan sertapasien dapat beradaptasi dengan pengobatan yang diberikan.Kata kunci: HIV, usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, lama terinfeksi,kualitas hidup
HUBUNGAN PENGETAHUAN, STATUS PEKERJAAN, DAN PAPARAN SUSU FORMULA DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAIGON PONTIANAK TIMUR TAHUN 2014 ., Eley Rafaela
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.85 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11395

Abstract

Latar belakang : Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan intervensi yang paling efektif dan murah untuk mencegah kematiananak. Meskipun manfaat-manfaat ASI eksklusif telah direkomendasikan di seluruh dunia, namun hanya sedikit bayi dibawahenam bulan di seluruh dunia mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2012. Salah satu faktor yang mempengaruhi cakupanpemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan, status pekerjaan ibu dan paparan susu formula terhadap ibu. Wilayah kerjaPuskesmas Saigon merupakan daerah dengan cakupan pemberian ASI eksklusif terendah di Kota Pontianak.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan pengetahuan ibu, status pekerjaan ibu, dan paparansusu formula dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Saigon Pontianak Timurtahun 2014.Metode : Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian survei analitik denganpendekatan case control. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 74 ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di wilayahkerja Puskesmas Saigon diambil secara purposive sampling. Variabel terikat adalah pemberian ASI eksklusif sedangkan variabelbebas adalah pengetahuan, status pekerjaan, dan paparan susu formula. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman danuji korelasi Lambda dengan menggunakan program SPSS 19.Hasil : Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna (p=0,005) antara pengetahuan (r=0,623, p=0,000),   statuspekerjaan (r=0,378, p=0,026), dan paparan susu formula (r=0,325, p=0,040) dengan pemberian ASI eksklusif.Kesimpulan : Ada korelasi yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif dengan hubungan kuat,ada korelasi yang bermakna antara status pekerjaan dan paparan susu formula dengan pemberian ASI eksklusif dengan hubunganlemah di wilayah kerja Puskesmas Saigon Pontianak Timur Tahun 2014.Kata kunci: ASI eksklusif, Pengetahuan, Status pekerjaan, Paparan susu formula
EFEKTIVITAS SUPERVISED BREAST CARE TERHADAP PENCEGAHAN PEMBENGKAKAN PAYUDARA PADA IBU NIFAS DI RUMAH SAKIT WILAYAH KECAMATAN PONTIANAK SELATAN ., Hayati Fauziah
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.449 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11394

Abstract

Latar belakang : ASI mengandung zat antibodi yang melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi.Namun, besarnya manfaat ASI tidak diimbangi oleh peningkatan pemberian ASI sehingga bayi tidakmendapatkan ASI dengan baik dikarenakan terjadinya masalah dalam menyusui seperti pembengkakanpayudara. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya yaitu dengan supervised breast care.Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya efektivitas dari supervised breast careterhadap pencegahan pembengkakan payudara pada ibu nifas.Metode : Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan post test only non equivalent control group.Jumlah sampel yaitu 26 ibu nifas yang dilakukan dengan consecutive sampling. Analisa penelitian menggunakan uji statistik Mann Whitney. Hasil : Berdasarkan analisa data terdapat perbedaan skala pembengkakan payudara setelah dilakukanperawatan payudara, dengan menggunakan uji Mann Whitney didapatkan hasil nilai p = 0,000 dimananilai p 0,05.Kesimpulan : Pada penelitian ini ada perbedaan terjadinya pembengkakan payudara pada ibu nifasantara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah dilakukan supervised breast care terhadapkelompok intervensi.Kata Kunci : Pembengkakan payudara, ibu nifas, supervised breast care
PENGARUH IMPLEMENTASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMASANGAN INFUS TERHADAP KEJADIAN PHLEBITIS DI UNIT RAWAT INAP RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Eriyanto
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.865 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11091

Abstract

Latar Belakang: Standar Operasional Prosedur pemasangan infus merupakan pedoman bagi perawat untuk melakukanpemasangan infus yang bertujuan untuk mencegah komplikasi, phlebitis merupakan komplikasi pemasangan infus yangpaling sering terjadi. Phlebitis merupakan inflamasi saluran vena yang disebabkan karena faktor bakteri, mekanik atauiritasi kimia. Kejadian phlebitis dapat diminimalkan dengan melakukan pemasangan infus sesuai Standar OperasionalProsedur dan di patuhi oleh perawat sebagai tenaga kesehatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh implementasi Standar Operasional Prosedurpemasangan infus yang dilakukan oleh perawat terhadap kejadian phlebitis di unit rawat inap RSUD Sultan SyarifMohamad Alkadrie Pontianak.Metodologi Penelitian: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain pre-eksperimen dan rancangan posttest onlydesign. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 responden dengan teknik pengambilan sampling menggunakanaksidental sampling pada responden yang dilakukan pemasangan infus di ruang rawat inap dan diobservasi selama tigahari terhadap kejadian phlebitis. Analisis bivariat menggunakan uji fisher.Hasil: Didapatkan hasil bahwa 60,7 % implementasi Standar Operasional pemasangan infus dilakukan dengan kategoribaik dan 39,3 % dengan kategori kurang baik, dengan 21,4% responden terjadi phlebitis dan 78,6% tidak terjadi phlebitis.Analisis fisher menunjukan nilai significancy 0,022 (p0,05). Nilai ini menunjukan bahwa terdapat pengaruhimplementasi SOP pemasangan infus terhadap kejadian phlebitis di unit rawat inap RSUD Sultan Syarif MohamadAlkadrie Pontianak.Kesimpulan: Implementasi Standar Operasional Prosedur Pemasangan Infus memiliki pengaruh terhadap kejadianphlebitis. Hal ini menunjukan bahwa parawat wajib melaksanakan intervensi keperawatan sesuai SOP untuk menurunkanresiko infeksi.Kata kunci: Implementasi, Standar Operasional Prosedur pemasangan infus, Phlebitis
HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA ANGKATAN 2010 YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK ., Tesa Dwi Ramdhayani Putri
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.135 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11390

Abstract

Latar belakang : Stres berpengaruh sebagai faktor pencetus berbagai gangguan penyakit salah satunyagangguan tidur berupa insomnia. Pemicu yang umum terjadi adalah masalah sekolah seperti pengerjaanskripsi. Bagi mahasiswa skrispsi merupakan sebuah keawajiban yang harus dikerjakan untuk mendapatkangelar sarjana. Pada kenyataannya begitu banyak tekanan yang terjadi pada proses pengerjaannya. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Stres dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Angkatan 2010yang sedang Mengerjakan Skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode :Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2010 yang sedang mengerjakan skripsi di FakultasKedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak yang berjumlah 125 orang dengan sampel yang diambil 97responden. Analisis yang digunakan uji Kruskal Wallis. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwahipotesis Ho ditolak, p = 0,025 (0,05)   menunjukan bahwa ada hubungan stres dengan kejadian insomniapada mahasiswa angkatan 2010 yang sedang mengerjakan skripsi di Fakultas Kedokteran UniversitasTanjungpura Pontianak.   Kesimpulan : Semua kategori stress mengalami insomnia ringan ditunjukan denganrata-rata skor insomnia pada setiap kategori stress yaitu 8-14.Kata kunci   : stres, insomnia
HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN PENURUNAN LIBIDO ISTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI KUNYIT KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN PONTIANAK TAHUN 2014 ., Siti Nurbaya
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.044 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11391

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi merupakan metode untuk mencegah terjadinya kehamilan yang terdiri dari beberapa metode. Salahsatu metode yang banyak digemari yaitu metode kontrasepsi suntik DMPA. Kontrasepsi suntik DMPA (DepoMedroksiprogesteron Asetat) merupakan kontrasepsi hormon progestin yang mengandung 150 mg DMPA yang diberikan setiap3 bulan dengan cara di suntik di intra muskular. Selain memiliki efektifitas yang tinggi, kontrasepsi suntik DMPA juga memilikiefek samping yang apabila digunakan dalam jangka panjang dapat menurunkan libido.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPAdengan penurunan libido istri di wilayah kerja Puskesmas Sungai Kunyit Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak tahun2014. Metode: Metodologi dari penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan survei analitik denganpendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu istri yang menggunakan kontrasepsi suntik DMPA yangberjumlah 104 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 82 orang yang diambil dengan cara simple random sampling. Ujianalisa dalam penelitian ini menggunakan uji chi-squareHasil: Hasil dari penelitian ini telah didapatkan bahwa dari 82 istri yang menggunakan kontrasepsi suntik DMPA dengan lamapemakaian ≥ 2 tahun berjumlah 62 orang (75,6%), mayoritas mengalami penurunan libido yaitu 46 orang (74,2%) dan yang tidakmengalami penurunan libido yaitu 16 orang (25,8%). Sedangkan istri yang menggunakan kontrasepsi suntik DMPA dengan lamapenggunaan 2 tahun berjumlah 20 orang (24,4%) dan mayoritas memiliki libido normal yaitu 18 orang (90%) dan mengalamipenurunan libido yaitu 2 orang (10%). Dalam penelitian ini didapatkan hasil p. value 0,000 (p 0,05).Kesimpulan:   Terdapat hubungan yang bermakna antara lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan penurunan libidoistri di wilayah kerja puskesmas Sungai Kunyit Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak tahun 2014.Kata kunci : Lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA, penurunan libido
PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS KHATULISTIWA KOTA PONTIANAK ., Dwi Agung Santoso
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.406 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.11393

Abstract

Latar Belakang: Lansia mengalami penurunan diberbagai sistem tubuh, diantaranya berdampak pada tekanandarah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi seperti stroke dan gagaljantung. Rendam kaki air hangat merupakan salah satu terapi komplementer yang bisa menurunkan tekanandarah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi rendam kaki air hangatterhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitianPre Eksperiment, tipe pretest dan posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensidi wilayah kerja UPK Puskesmas Khatulistiwa Kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel menggunakanpurposive sampling. Teknik pengambilan data dengan cara observasi menggunakan sphygmomanometer airraksa. Analisa data dengan menggunakan uji t-dependent (paired sample test) dan wilcoxon test. Hasil: Hasilpengkajian sebelum dilakukan terapi sebagian besar lansia mengalami hipertensi derajat I. Hasil uji statistikdengan uji t berpasangan didapatkan bahwa nilai p diastolik yaitu 0,000 (0.05) dan hasil uji Wilcoxon padatekanan darah sistolik didapatkan bahwa nilai p sistolik yaitu 0,001 (0,05), sehingga H0ditolak. Kesimpulan:Ada pengaruh terapi rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensidi wilayah kerja UPK Puskesmas Khatulistiwa Kota Pontianak. Lansia dengan hipertensi dapat menggunakanterapi rendam kaki air hangat dalam mengatasi hipertensi yang dialami, sebagai bentuk terapi komplementeryang murah dan mudah dilakukan secara mandiri.Kata kunci: Lansia, Hipertensi, Terapi Rendam Kaki Air Hangat*Nursing Student at Faculty of Medicine of Tanjungpura University,

Page 8 of 51 | Total Record : 501