cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Semantik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Pengaruh Pemodelan Kavitasi untuk Analisis Kontak Terlubrikasi dengan Slip Dinding K. R. Widodo; M. Tauviqirrahman; Jamari Jamari
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.321 KB)

Abstract

Kondisi no-slip pada umumnya dianggap sebagai kondisi batas pada antarmuka antara pelumas dan permukaan dinding sampai akhir abad ini. Namun terbukti secara eksperimental bahwa slip terjadi pada permukaan baik hydrophobic maupunhydrophilic. Kondisi Navier-slip sering diusulkan sebagai pengganti kondisi batas. Meskipun demikian, dalam beberapapenelitian yang telah dipublikasikan, analisis performansi pelumasan dengan slip masih mengasumsikan bahwa kavitasi tidak terjadi.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemodelan kavitasi dalam analisa performansi pelumasan dengan slip. Performansi pelumasan yang ditinjau meliputi daya dukung pelumasan dan gaya gesek. Persamaan Reynolds yangdimodifikasi dikembangkan untuk mencari distribusi tekanan dalam kontak. Metode beda hingga digunakan untukmendiskretisasi persamaan Reynolds dan pemecahannya dilakukan dengan menggunakan Tri-Diagonal Matrix Algorithm(TDMA). Model kavitasi yang digunakan adalah Half Sommerfeld (HS) dan Swift-Stieber (SS) pada aplikasi slider bearingdengan permukaan paralel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kavitasi HS dan SS memiliki pengaruh yang signifikan dibanding dengan analisis tanpa kavitasi. Dengan pemodelan kavitasi, hasil analisis pelumasan menjadi lebih realistis karena dapat meniadakan harga negatif pada tekanan kontak dan daya dukung pelumasan. Oleh karena itu, dalam analisis heterogen, direkomendasikan untuk menggunakan model kavitasi dalam analisis.Kata Kunci: slider bearing, slip, metode beda hingga, model kavitasi
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI E-CPR SYSTEM UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PERUSAHAAN PADA BANK XYZ Meyliana Meyliana Meyliana
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.239 KB)

Abstract

Peran Teknologi Informasi (TI) saat ini sudah bukan pendukung lagi bagi jalannya bisnis suatu perusahaan. Peran TI sudah berubah menjadi sangat stratejik, terutama untuk line of business (LOB) banking. Perusahaan banking sangat tergantung sepenuhnya dengan TI. Kegagalan TI dari segi teknologimaupun kegagalan sistem informasi dari segi penyediaan data dan informasi, terbukti dapat meningkatkan buruknya pengambilan keputusan strategis serta tingginya resiko operasional seperti perbedaan angka laporan, kesulitan melakukan rekonsiliasi antar rekening, dan sebagainya. Dampak akhirnya adalah menurunnya reputasi dan kepercayaan nasabah terhadap bank, yang diikuti dengan pindahnya nasabah ke bank lain dan hilangnya kesempatan bank memperoleh keuntungan. Untuk menghindari hal tersebut makaharus dipastikan bahwa produk yang dihasilkan dalam sebuah proyek pengembangan TI telah memenuhi standar kualitas produk dan informasi. Salah satu masalah yang dihadapi bank XYZ adalah sulitnya menentukan pricing strategy, cross selling product, serta penentuan pemberian jumlah reward/intensiveuntuk nasabah dan Account Officer (AO) dan masalah ini terjadi karena tidak tersedianya informasi yang memadai dalam mengambil keputusan khususnya informasi mengenai Account Profitability Ratio (APR) dari setiap nasabah. Untuk mengatasi masalah ini, dibangun sebuah solusi aplikasi TI berbasis Business Intelligence dan disebut dengan e-CPR (Electronic Customer Profitability Ratio). E-CPR system adalah sistem informasi otomasi yang dibuat dengan tujuan utama menyediakan analisa informasi yang relevan dan up to date, sehingga dapat mendukung berbagai pengambilan keputusan. Metode pengukuran dan analisa tingkat efektivitas e-CPR system dilakukan melalui pengukuran hubungan dan besarnya pengaruh kepuasan penggunaan sistem terhadap produktivitas user serta pengukuran tingkat pemenuhan harapanuser dari sistem ini. Dari hasil analisa ditemukan bahwa ada hubungan dan dampak yang signifikan antara kepuasan user terhadap e-CPR system dengan produktivitas. Di sisi lain juga terbukti bahwa implementasi e-CPR system dapat memenuhi tujuan dan manfaat awal dibangunnya sistem ini.Kata kunci : Banking, APR, e-CPR, Kepuasan User, Produktivitas
ANALISIS PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA INDUSTRI MENENGAH DI KABUPATEN JEPARA Aida Nahar; Anna Widiastuti
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.99 KB)

Abstract

Informasi akuntansi merupakan alat untuk pengambilan keputusan, terutama pelaku bisnis. banyak kelemahan dalam praktik akuntansi pada perusahaan kecil yang disebabkan, antara lain pendidikan dan overload standar akuntansi yang dijadikan pedoman dalam penyusunan pelaporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan akuntansi, skala usaha, pengalaman usaha danjenis usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi dengan ketidakpastian lingkungan sebagai variable moderating. Populasi penelitian adalah usaha menengah di Kabupaten Jepara dengan pengambilan sampel simple random sampling. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 90 perusahaan. Metode analisis yang digunakan structural equation modeling yang diolah dengan bantuan software SmartPLS 2.0. Hasilanalisis menunjukkan bahwa, variabel independen yang berpengaruh signifikan adalah pengetahuan, pengalaman dan jenis usaha. Ketidakpastian Lingkungan secara signifikan memperlemah pengaruh skala usaha dan memperkuat perbedaan antar jenis usaha dalam menggunakan informasi akuntansiKata Kunci: Pengetahuan Akuntansi, Informasi Akuntansi, Ketidakpastian Lingkungan
EVALUASI DAN ANALISIS PERFORMANSI PEER TO PEER SESSION INITIATION PROTOCOL (P2PSIP) PADA LAYANAN VOICE OVER INTERNET PROTOCOL (VOIP) Sandy Purniawan; Istikmal Istikmal; Indrarini Dyah Irawati
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.272 KB)

Abstract

Komunikasi adalah sesuatu yang sangat penting saat ini. Komunikasi berupa voice saat ini tidak hanya berupa melalui jaringan tradisional telepon biasa yaitu melalui POTS atau jaringan circuit switch tetapi sudah dapat melalui jaringan paket yang dikenal dengan VoIP (Voice Over Internet Protocol). Komunikasi VoIP dengan SIP (Session Initiation Protocol) paling sering berupa client dan server dimana client jika ingin melakukan koneksi VoIP maka harus mendaftar melalui server VoIP dan baru kemudian melakukan hubungan ke user VoIP lain yang terdaftar di server tersebut. Mengingat dari pengertian SIP sendiri adalah komunikasi peer-to-peer yang dimungkinkan untuk tidak menggunakan server. Maka model komunikasi secara peer to peer dilakukan dimana sekumpulan user VoIP SIP yang ingin melakukan komunikasi mengadakan komunikasi satu sama lain tanpa menggunakan server VoIP. Komunikasi VoIP antara user SIP satu dengan user yang lain dapat menggunakan P2PSIP (Peer-to-Peer Session Initiation Protocol). Dalam komunikasi peer-to-peer sangat erat dengan algoritma DHT (Distribution Hash Table) untuk pengaturan penyambungan dan pemisahan maupun routing client dalam sebuah jaringan peer-topeer.Hasil yang diperoleh yang paling baik dilihat dari parameter QoS (Quality of Service) layanan untuk delay, PDD, dan MOS adalah Peer-to-Peer SIP. Sedangkan untuk nilai throughput, jitter, dan packet loss adalah Client-Server SIP.Kata kunci : Peer to Peer, P2SIP, SIP, Distribution Hash Table
PENGEMBANGAN TECHNOPRENEURSHIP: UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING BANGSA DI ERA GLOBAL Widjaja Hartono
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.064 KB)

Abstract

Di era persaingan global yang sangat ketat, inovasi usaha harus diiringi dengan berbagai macam rekayasa teknologi agar dapat melipatgandakan performa dari usaha tersebut. Pemanfaatan teknologi mutakhir tepat guna dalam pengembangan usaha yang berdasarkan pada jiwa entrepreneur yang mapan akan dapat mengoptimalkan proses sekaligus hasil dari unit usaha yang dikembangkan. Inilah yang disebut technopreneurship: sebuah kolaborasi antara penerapan teknologi sebagai instrumen serta jiwa usaha mandiri sebagai kebutuhan. Technopreneurship adalah suatu karakter integral antara kompetensi penerapan teknologi serta spirit membangun usaha. Dari sini, tumbuhlah unit usaha yang teknologis: unitusaha yang memanfaatkan teknologi aplikatif dalam proses inovasi, produksi, marketisasi, dan lain sebagainya.Teknologi komunikasi dan informasi atau teknologi telematika (information and communication technology–ICT) telah diakui dunia sebagai salah satu sarana dan prasarana utama untukmengatasi masalah-masalah dunia. Teknologi telematika dikenal sebagai konvergensi dari teknologi komunikasi (communication), pengolahan (computing) dan informasi (information) yang diseminasikan mempergunakansaranamultimedia. Menurut Global Competitiveness Report pada tahun 2010 yang dilansir oleh World Economic Forum, Indonesia menempati posisi ke 44 dari 133 negara yang di survey. Laporan tersebut merupakan peringkat daya saing negara-negara yang dinilai berdasarkan efisiensi bisnis, inovasi, kondisi pasar keuangan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan corporate governance. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya pengembangan technopreneurship terhadap upaya peningkatan daya saing bangsa di era global.Kata kunci : Technopreneurship, Daya Saing Bangsa, Globalisasi
ANALISIS PENGARUH ORIENTASI PRODUK DAN ORIENTASI PASAR TERHADAP KINERJA MUSEUM Much. Imron; Dwi Agung Nugroho Arianto; Purwo Adi Wibowo
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.728 KB)

Abstract

Museum dapat digunakan sebagai sarana pendidikan, sejarah, dan kebudayaan. Museum seharusnya dapat menarik perhatian masyarakat agar berkunjung dan mendorong keingintahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh orientasi produk dan orientasi pasar terhadap kinerja museum. Orientasi pasar terdiri dari orientasi pelanggan, koordinasi antarfungsi dan orientasi pesaing. Sedangkan kinerja museum terdiri dari kinerja sosial dan kinerja ekonomi. Populasi penelitian adalah seluruh museum di seluruh Indonesia. Diperoleh Sampel sejumlah 43 museum dari 132 museum di Indonesia yangterdaftar di Direktorat Museum, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, yang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang dikirim menggunakan jasa pos kemudian diambil langsung atau wawancara via telepon. Teknik analisis yang digunakan adalah PLS (partial least square) dengan bantuan software SmartPLS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel yangberpengaruh terhadap kinerja sosial museum adalah orientasi produk dan orientasi pelanggan, yang lebih kuat pengaruhnya adalah orientasi produk. Sedangkan variabel yang berpengaruh terhadap kinerja ekonomi adalah orientasi pelanggan dan kinerja sosial, yang pengaruhnya lebih kuat adalah kinerjasosial.Kata kunci: museum, orientasi produk, orientasi pasar, kinerja
PENERAPAN MEDIA INFORMASI PEMASARAN DAERAH TERHADAP KEPUTUSAN INFORMASI : STUDI EKSPERIMENTAL IKLAN PEMASARAN DAERAH MG. Westri Kekalih S
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.844 KB)

Abstract

Kehadiran investasi swasta semakin dirasakan penting, baik sebagai titik ungkit pertumbuhan ekonomi maupun sebagai alat untuk peningkatan kesempatan kerja serta menghilangkan kemiskinan. Terkait dengan upaya menarik investor, telah banyak daerah yang mempunyai perencanaan yang baik, baikmenyangkut tata ruang wilayah maupun kelembagaan pelayanan perijinan investasi serta memberikanberbagai insentif untuk menarik investor, namun belum mampu mewujudkannya. Hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya minat investasi swasta di daerah. Bertitik tolak dari kondisi tersebut, maka perlu kiranya daerah menerapkan konsep pemasaran daerah (marketing places), yakni upaya untukmengkomunikasikan atau mempromosikan potensi daerah kepada investor. Jawa Tengah, secara khusu BPMD telah memiliki suatu media untuk menunjukkan profil daerah terkait investasi yang dapat diakses di www.central-java.com . Namun tampaknya media berbasis internet ini belum mencukupi untuk digunakan sebagai media utama mengundang investor masuk ke Jawa Tengah. Berkaitan hal tersebut, penelitian iniakan mengamati secara lebih mendalam persepsi investor/calon investor atas penggunaan situs www.cental-java.com sebagai strategi iklan pemasaran daerah dengan menggunakan proses adopsi dan AIDA, mengidentifikasi kesenjangan antara harapan investor atas web www.central-java.com dengan kondisi yang sesungguhnya serta membuat design alternatif www.central-java.com dengan mempertimbangan kebutuhan investor. Dengan menggunakan metode eksperimen laboratorium iklanpemasaran daerah untuk mengetahui proses pengambilan keputusan investor/calon investor dalam berinvestasi berdasarkan konsep AIDA, dalam penelitian ini teridentifikasi bahwa adopsi website sebagai media informasi terkait investasi cenderung masih sampai pada tahapan mencoba mempertimbangan untuk mencoba dan mencoba mempercayai, belum sampai pada penggunaan web sebagai media informasi,terdapat kesenjangan negatif antara harapan dan sesungguhnya atas berbagai informasi investasi. Selainitu, eksperimen laboratorium menemukan bahwa:Informasi cara pengajuan investasi baru, informasi mengenai insentif yang disediakan untuk mendukung investasi dan informasi mengenai program-program promosi investasi sangat dibutuhkan investor, Ikon bahasa dan Kabupaten/kota merupakan ikon yangmenarik untuk dilihat lebih lanjut bahkan bahkan diklik, peluang investasi merupakan informasi yang paling banyak diakses dan dibuka pertama kali setelah mengklik ikon bahasa, pada Ikon berinvestasi Di Jawa Tengah, yang paling menarik untuk dibuka secara perturut-turut adalah informasi keuntunganberinvestasi di Jawa Tengah, keunggulan Jawa Tengah dan jalur perdagangan.Pilihan peluang investasi yang dilihat terutama adalah di bidang infrastruktur, pariwisata dan agrobisnis. Pada ikon layanan investasi, informasi investasi dan pelayanan investasi merupakan informasi yang paling menarik. Terdapatkecenderungan untuk mengklik Ikon Mengenai Kami, Berita, Interaksi dan Kabupaten/Kota..Kata kunci : Media informasi, Investasi, Marketing Places, AIDA
ANALISIS PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN, KEMAMPUAN MANAJEMEN, DAN STRATEGI BISNIS DALAM PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI PADA USAHA KECIL MENENGAH DI KAWASAN USAHA BARITO SEMARANG) Mahmud Ariati Anomsari
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.185 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi kewirausahaan, kemampuan manajemen, dan strategi bisnis dalam peningkatan kinerja perusahaan pada usaha kecil menengah di kawasan usaha Barito Semarang yang akan diaplikasikan pada sektor usaha kecil dan menengah (UKM) yang mempunyai lingkungan yang dinamis penuh ketidakpastian (seperti pesaing, pelanggan, supplier, regulator, dan assosiasi usaha) dan intensitas persaingan yang tinggi. Populasi penelitian ini adalah seluruh entrepreneur yang sekaligus sebagai pemilik dan manager skala kecil dan menengah di Jl. Barito Semarang yang berjumlah 135 pengusaha, sedangka sampel yang diambil sebanyak 101 UKM. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa orientasi kewirausahaan mempunyai pengaruh yang positif dansignifikan terhadap kemampuan manajemen, artinya tingginya orientasi kewirausahaan akan lebih mudah meningkatkan kemampuan manajemen, orientasi kewirausahaan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap strategi bisnis, kemampuan manajemen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha. Kemampuan manajemen yang cukup akan menentukan keberhasilan kinerja usaha,strategi bisnis mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja usaha. Strategi hybrid (hybrid strategy) yang mengkombinasikan strategi low cost (overall cost leadership) dengan strategi differentiation mampu meningkatkan kinerja usaha, dann orientasi kewirausahaan yang tinggi juga diperlukan untuk meningkatkan kinerja usaha kecil menengah di Barito Semarang.Kata kunci : entrepreneur, orientasi kewirausahaan, kemampuan manajemen
PERBAIKAN JATUH TEGANGAN DAN REKONFIGURASI BEBAN PADA PANEL UTAMA PRAMBANAN Hasyim Asy’ari
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.377 KB)

Abstract

Sistem kelistrikan di kawasan wisata candi Prambanan terdapat tiga buah panel utama yaitu panel trimurti, panel prambanan dan panel dwiwisnu. Kerusakan dan kurang optimal kerja peralatan elektronik di instansi perkantoran candi prambanan terutama yang dilayani oleh panel prambanan disebabkan jatuhtegangan melebihi batas ambang yang diijinkan. Peraturan umum instalasi listrik 2000 memberikan toleransi sebesar 10% dari tegangan nominalnya atau tegangan fasa to netral minimal yang diijinkan adalah 198 volt. Jatuh tegangan disebabkan jarak antara sumber ke panel Prambanan sebesar 573 m danpembebanan tiap fasa yang tidak seimbang. Hal ini terlihat adanya perbedaan tegangan pada setiap fasa, tegangan pada panel Prambanan fasa R-N = 200 volt, fasa S-N = 197 volt, dan T-N = 175 volt dengan arus R= 92 A, arus S= 110 A, dan T= 147 A. Penelitian ini bertujuan rekonfigurasi beban dan menentukanluas penampang penghantar yang paling kecil dengan nilai jatuh tegangan masih dalam toleransi. Metode yang digunakan adalah rekonfigurasi beban dan penggunaan software electrical calculations untuk mensimulasikan jatuh tegangan sistem nyata yang ada di panel Prambanan. Hasil menunjukkan denganrekonfigurasi beban arus maksimal pada salah satu fasa sebesar 120A dan luas penampang yang dibutuhkan 150mm dengan prosentase jatuh tegangan sebesar 9,7% atau tegangan terendah pada salah satu fasa sebesar 198,66 volt.Kata kunci : Jatuh Tegangan, Rekonfigurasi Beban, Diameter Penghantar
ONE TO ONE MARKETING: PRAKTEK PEMASARAN MODERN MELALUI PEMASARAN PERSONALISASI DAN KUSTOMISASI Kezia Kurniawati; Henky Lisan Suwarno
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.516 KB)

Abstract

Praktek pemasaran saat ini sudah lagi tidak mengarah pada pemasaran massal, pemasar lebih menekankan pada pemasaran yang lebih ke individual karena dinilai lebih efektif. Praktek pemasaran yang dibahas dalam tulisan ini adalah one to one marketing. One to one marketing merupakan sebuahbentuk segmentasi pemasaran khusus, dengan target segmen berukuran satu. Tipe pemasaran seperti ini terdiri dari pemasaran personalisasi dan pemasaran kustomisasi. Pemasaran personalisasi adalah pemasaran yang dilakukan oleh satu penjual kepada satu target konsumen berdasarkan data pelanggan/konsumen yang dikumpulkan sebelumnya untuk menentukan bauran pemasaran yang tepat bagi konsumen tersebut, sedangkan pemasaran kustomisasi adalah pemasaran yang dilakukan oleh satu penjual kepada satu target konsumen dengan mengikutsertakan keterlibatan konsumen secara proaktif dalam menentukan satu atau lebih elemen dari bauran pemasaran yang ditawarkan olehpenjual sesuai dengan kebutuhan, spesifikasi dan preferensi masing-masing konsumen .Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk membahas tentang tantangan utama dalam pelaksanaan one to one marketing yaitu pengumpulan data, mengubah data menjadi wawasan, dan mengoperasionalkannyahasilnya. Selain itu artikel ini juga bertujuan untuk membahas penggunaan pengetahuan dalam memahami pilihan konsumen dalam konteks pemasaran personalisasi dan pemasaran kustomisasi. Hasil yang ingin dicapai adalah pemasaran personalisasi atau pemasaran kustomisasi dapat menjadisumber keunggulan kompetitif bagi perusahaan, dalam hal kemampuan perusahaan untuk memprediksi secara akurat pilihan pelanggan. Sehingga proses ini dapat berkelanjutan dan mengarah pada keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.Kata kunci : one to one marketing, personalisasi, kustomisasi

Page 7 of 39 | Total Record : 386