cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Semantik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
PROTOTYPE E-VOICE GUIDE SEBAGAI PENDAMPING PEMANDU(STUDI KASUS : MUSEUM RONGGOWARSITO SEMARANG) Bagus Wiratmoyo; Imanuel Harkespan; Dico Tri Rosandi
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.168 KB)

Abstract

Museum sebagai salah satu tempat yang dapat dijadikan sebagai sumber sejarah dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan teknologi yang ada agar fungsi dan manfaat yang di peroleh lebih maksimal dan berdaya guna.Rancangan E-Voice Guide ini merupakan sebuah inovasi baru yang memanfaatkan teknologi informasi berbasis suarayang akandi implementasikan pada museum. Keberadaan aplikasi E-Voice Guide ini diharapkan dapat meningkatkan minatmasyarakat tersebut khususnya para pelajar untuk berkunjung dan menggali sejarah berbagai macam hal mengenai budaya dan peradaban Bangsa Indonesia.Metode pengembangan sistem yang digunakan yaitu model Prototype yang meliputi analisa kebutuhan sistem, Membangun prototyping, Evaluasi prototyping, Mengkodekansistem, Mengujisistem, EvaluasiSistem, Menggunakan sistem.Hasil pembuatan aplikasi E-Voice Guide ini adalah sebuah aplikasi pemanduan satuarah berbasis mobile dan mp3 player yang dimana komponen utama multimedia yang digunakan adalah suara, dan selainkomponen itu sebagai komponen pendamping atau pelengkap.Kata kunci: E-Voice Guide, pemandu,Prototype, Budaya.
IDENTIFIKASI SIFAT MATERIAL NUKLIR TERHADAP HASIL SIMULASI MOLEKULER DINAMIK DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN METODA BACKPROPAGATION Mike Susmikanti; Dinan Andiwijayakusuma
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.358 KB)

Abstract

Molekuler Dinamik merupakan teknik simulasi komputer yang direpresentasikan oleh interaksi sejumlah atom dalam jangka waktu tertentu. Hasil simulasi ini merupakan parameter-parameter dalam fungsi distribusi radial dan Mean Square Displacement sebagai fungsi dari waktu yang mencerminkankarakteristik material. Jaringan Syaraf Tiruan dapat digunakan sebagai pendukung keputusan untuk mengidentifikasi sifat material nuklir diantaranya yang bersifat korosif. Terdapat beberapa material nuklir yang menjadi kandidat pendingin untuk reaktor juga bersifat korosif terhadap bahan penyusun Stainless Steell, karena adanya proses difusi antara atom pendingin dengan atom penyusun Stainless Steell tersebut.Peristiwa korosif tersebut diasumsikan sebagai peristiwa difusi cairan pendingin kedalam komponen Stainless Steell disebabkan gaya tarik-menarik atom pendingin kedalam Stainless Steel atau sebaliknya. Dalam Jaringan Syaraf Tiruan, akan dilakukan pengujian untuk mengidentifikasi sifat material nuklir dari hasil simulasi molekuler dinamik menggunakan metoda back propagation. Sebagai pembanding dilakukanpula pengujian identifikasi menggunakan metoda perceptron. Dalam pembelajaran dan pelatihan diambil data pembelajaran dan pelatihan, kemudian dilakukan simulasi. Keseluruhan proses identifikasi tersebut diatas menggunakan MATLAB. Diperoleh hasil identifikasi pada temperatur tertentu, apakah material akan bersifat padat atau cair, sehingga dalam penelitian selanjutnya dapat diselidiki sifat material yangbersifat korosif.Kata kunci : Korosi, Molekuler Dinamik, Jaringan Syaraf Tiruan, Back Propagation
Internet Masuk Desa, Rekam Jejak Pendirian Telecenter di Indonesia Widjajanti M Santoso
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.826 KB)

Abstract

Pendirian telecenter di beberapa tempat di Indonesia diawali oleh pilot projek UNDP-Bappenas. Pendirian telecenter tersebut mensasar desa yang dikategorikan sebagai miskin. Telecenter tidak hanya mendirikan fasilitas computer di perdesaan tetapi juga mengembangkan pemberdayaan berbasis pengetahuan. Penelitian ini bertujuan melihat proses yang terjadi di lapangan terutama bagaimana masyarakat dan individu memfaatkan fasilitas tersebut. Kebutuhan akan internet masuk desadilegitimasikan oleh pendekatan masyarakat jaringan yang melihat bahwa mereka yang miskin adalah mereka yang tidak memiliki hubungan dengan jaringan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan melihat beberapa telecenter. Hasilnya adalah masyarakat butuh telecenter tetapi perhatian terhadap hal ini sangat terbatas. Ada beberapa kasus dimana masyarakat mencoba membangun dirinya dengan menggunakantelecenter.Kata Kunci: telecenter, sosiologi, masyarakat jaringan, kemiskinan
ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP MINAT BELI PADA PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA Yolla Margaretha
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.702 KB)

Abstract

Dewasa ini persaingan sangat ketat dalam penyelenggaraan jasa pendidikan, hal itu merupakan bentuk respon timbal balik menanggapi jumlah kebutuhan akan jasa yang selalu meningkat. Magister Manajemen (MM) Universitas Kristen Maranatha (UKM) sebagai salah satu sekolah bisnis ternama di Indonesia hadir untuk menjawab kebutuhan akan pendidikan strata S2 (Program Pasca Sarjana), yang tentunya siap untukbersaing di tengah ketatnya persaingan jasa pendidikan. Salah satunya dengan mengupayakan strategi bauran pemasaran (marketing mix) yang merupakan sebagai salah satu faktor dalam mempengaruhi minat beli (intense to buy) konsumen. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 177 responden. Pengolahan data dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 14 dengan analisis deskriptif dan verifikatif, dan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda. Koefisien determinasi (Adjusted R Square) adalah sebesar 0,339. Hal ini menunjukkan bahwa variable-variabel bebas yang diteliti mampu menjelaskan 33,9% pengaruh bauran pemasaran terhadap minat beli pada Program MM UKM, sementarasisanya 66,1% dijelaskan oleh variable-variabel bebas lain yang tidak diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat variabel dari bauran pemasaran jasa yaitu Product, Price, Physical Evidence, dan Process mempunyai pengaruh terhadap minat beli pada Program MM UKM. Sedangkan tiga variabellainnya yaitu Place, People, dan Promotion, ternyata tidak mempunyai pengaruh terhadap minat beli padaPogram MM UKM.Kata kunci: Bauran Pemasaran, Minat Beli, Magister Manajemen.
ANALISA PERUBAHAN ORGANISASI MENUJU ON-DEMAND ENTERPRAISE STUDI KASUS : PERGURUAN TINGGI XYZ Iwan Purwanto
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.838 KB)

Abstract

Globalisasi merupakan salah satu pokok persoalan penting pada dekade akhir ini. Perkembangan dari trend globalisasi tersebut mengharuskan perusahaan dan organisasi suatu Negara dituntut untuk survive dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat. Perkembangan teknologi informasi yangkecepatannya eksponensial saat ini menuntut setiap organisasi untuk beradaptasi dengan teknologi terbaru. Oleh karena itu, sistem infromasi yang telah dimiliki perusahaan selalu diperbaiki kinerjanya. Salah satu bidang yang dapat dijadikan sebagai faktor kunci untuk dapat meraih keunggulan dalam berkompetisi di era ini adalah Sistem Infromasi/Teknologi Informasi. Seperti pada mekanisme manajemen, aktifitas pengguna TI harus dimulai dengan proses perencanaan yang baik. Di sisi lain juga keberadaan sistem infromasi/teknologi informasi yang handal secara perinsip dapat membatu sejumlah stakeholder dalam melakukan hal-hal terkait dengan mekanisme proses pengambilan keputusan yang berkualitas, proses penyelenggaraan manajemen perguruan tinggi yangefektif dan efisien, budaya komunikasi, berkolaborasi dan berkooperative yang efektif. Oleh karena itu adanya strategi-strategi dan langkah-langkah dalam melakukan penerapan perubahan manajemen dan implementasi sistem informasi sangat dibutuhkan. Budaya lokal juga sangat berpengaruh dalam proses implementasi sistem infromasi, struktur organisasi dan politik, yang menyentuh aspek rasionaldan emosional, untuk mencapai keberhasilan proyek program pengembangan teknologi informasi. Penelitian ini melakukan pengkajian masalah yang berhubungan dengan sistem informasi berjalan, master plan dan kondisi oranisasi dengan menggunkan nalisa SWOT terhadap faktor-faktor internaldan eksternal dari proyek pengembangan TI untuk mendapatkan program-program strategi manajemen dengan menggunakan skala prioritas berdasarkan kelayakan yang dikerucutkan berdasarkan teori Kurt Lewin dan John Kotter.Kata kunci: Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Perubahan Manajemen
IT-BASED SERVICE DI PERGURUAN TINGGI (DAMPAK TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS) Yohan Wismantoro
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.216 KB)

Abstract

This study explores the impact of information technology (IT) on service quality in the higher education sector. It proposes a service quality model that links customer perceived IT- based service options to traditional service dimensions as measured by SERVQUAL in the context of customer perceived service quality and customer satisfaction. The model also incorporates several variables affecting customers’ perceptions of IT-based services, and was tested by a structural equation modeling approach using sample data collected from higher education customers. The results indicate that IT-based services have a directimpact on the SERVQUAL dimensions and an indirect impact on customer perceived service quality andcustomer satisfaction. The analyses also show that customers’ evaluations of IT-based services are affected by their preference towards experiences in using IT-based services.Keywords : Information technology, Service qualit,y, IT-based service
RANCANG BANGUN SISTEM ANJUNGAN TRANSAKSI PULSA ELEKTRONIK MANDIRI (ATPEM) BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA8535 Ferri Kurniawan; M. Ary Heryanto; Mohammad Sidiq
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.288 KB)

Abstract

Sistem penjualan pulsa elektronik pada counter pengisian pulsa selama ini menggunakan sistem manual, yaitu pembeli pulsa terlebih dulu menuliskan nomor handphone dan nominal pulsa, kemudian oleh penjual dilakukan transaksi pengisian pulsa. Sistem tersebut mempunyai kelemahan yaitu sering terjadi antrian apabila terjadi banyak transaksi secara bersamaan, karena proses transaksi harus dengan bantuan penjual pulsa dan dilakukan secara bergantian. Tujuan penelitian ini adalah (1) membuat satu kartu deposit pulsa semua operator bisa digunakan untuk dua masukan, dan (2) mengetehui efektifitas pengguanaan alat anjungan transaksi pulsa elektronik mandiri (ATPEM) dalam proses pengisian pulsa, dibandingkanpengisian dengan bantuan penjual pulsa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen, yaitu dengan merancang dan membuat alat anjungan transaksi pulsa elektronik mandiri yang diaplikasikan pada counter pengisian pulsa. Hasil dari penelitian didapat bahwa, (1) anjungan transaksi pulsa elektronik mandiri mampu membuat satu kartu deposit pulsa semua operator untuk dua masukan dengan menggunakan sistem komunikasi data secara serial, sehingga mampu mengurangi antrian pada waktu melakukan transaksipengisian pulsa dan (2) ATPEM lebih efektif dalam melakukan transaksi pengisian pulsa dibandingkan pengisian pulsa secara manual, terbukti dari hasil pengujian dengan rata-rata waktu 37,5 detik ATPEM mampu melakukan transaksi dua kali secara hampir bersamaan, sedangkan pengisian secara manual dengan rata-rata waktu 58,6 detik hanya mampu melakukan satu kali transaksi.Kata Kunci : Pulsa Elektronik, Komunikasi Serial, Komputer, Handphone.
PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH DALAM SCRIPLESS TRADING DALAM PASAR MODAL Daniel Hendrawan
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.527 KB)

Abstract

Pasar Modal adalah salah satu lembaga keuangan yang berpengaruh pada saat sekarang. Dengan kehadiran pasar modal, masyarakat sudah dapat memiliki modal untuk mengembangkan usahanya. Perkembangan pasar modal juga tidak lepas dari perkembangan teknologi dan globalisasi. Di mana dengan teknologi yang berkembang pesat menyebabkan pasar modal mengglobal. Global dalam arti transaksi saham dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan siapa saja tidak terbatas tempat termasuk batas negara. Saat ini pasar modal sudah menjadi salah satu tempat atau media yang paling efektif untuk melakukan tindak pidana. Hal ini disebabkan karena kemudahan nasabah yang melakukan transaksimelalui scripless trading yang menyebabkan nasabah yang beritikad tidak baik dapat melakukan kejahatan di dalam pasar modal. Salah satu perangkat untuk pencegahan tindak pidana dalam transaksi di pasar modal adalah dengan menerapkan prinsip mengenal nasabah. Dasar hukum dari penerapan prinsipmengenal nasabah ini adalah. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor KEP- 476/BL/2009 tentang Prinsip Mengenal Nasabah oleh Penyedia Jasa Keuangan di Bidang Pasar Modal Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Dalam Pasar Modal. Penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menganalisis peraturan-peraturan pelaksana yang berkaitan denganBapepam sebagai lembaga independen yang bertugas mengawasi pasar modal sebelum memutuskan apakah transaksi tersebut mencurigakan atau tidak. Sifat penelitian adalah deskriptif analitis yaitu menggambarkan penerapan prinsip mengenal nasabah di dalam pasar modal untuk mencegah tindak pidana, lalu menganalisis fakta-fakta dalam praktek pasar modal di mana transaksi yang mencurigakandapat berkembang menjadi tindak pidana. Teknik pengumpulan data dengan yuridis normatif di mana melihat peraturan perundangan yang berlaku, melihat pendapat para ahli dalam penerapan prinsip mengenal nasabah pada scripless trading atau transaksi pasar modal elektronik. Kejahatan di dalampasar modal semakin mudah untuk dilakukan akibat dari scripless trading yang sekarang berlangsung di dalam pasar modal karena dalam pelaksanaannya, scripless trading masih memiliki banyak kekurangan dan memerlukan pengaturan agar kemajuan teknologi tidak serta merta membuat para pelaku tindak pidana melakukan kejahatan. Banyaknya hambatan yang terjadi sehingga prinsip mengenal nasabah belum diterapakan secara maksimal dalam pasar modal sesuai peraturan yang berlaku. Pertimbangan utama bagi pedagang atau perantara pedagang efek dalam penerapkan prinsip mengenal nasabah adalah kemungkinan kehilangan nasabah yang akan bertransaksi melalui pedagang atau perantara pedagang efek. Prinsip mengenal nasabah sebagai salah satu prinsip dari pasar modal untuk mengantisipasi berbagai tindakan kejahatan yang dapat terjadi di dalam pasar modal, dan menuntut peran pemerintah mengantisipasinya.Kata kunci : Mengenal Nasabah, Scripless Trading, Pasar Modal
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ45 PERIODE TAHUN 2006-2009 Florencia Paramitha Liwang
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.662 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal serta pengaruhnya terhadap harga saham pada perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam LQ45 pada periode tahun 2006-2009. Dengan menggunakan metode purposive sampling diperoleh 15 sampel perusahaan dari berbagai sektor kecuali sektor perbankan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis linear berganda dengan menggunakan program SPSS 11.5. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel dependent yaitu strukur modal dan harga saham, dan 6 variabel independent yaitu pertumbuhan penjualan, struktur aktiva, rasio hutang, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan likuiditas. Hasil penelitiannya adalah secara simultankeenam variabel independent tersebut berpengaruh terhadap struktur modal dengan besarnya pengaruh 78%. Secara parsial dari enam variabel independent tersebut hanya struktur aktiva, rasio hutang, dan likuiditas yang berpengaruh secara signifikan dan searah terhadap struktur modal. Sedangkan keenamvariabel independent tersebut dan struktur modal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.Kata kunci : struktur modal, harga saham.
ANTESEDEN DAN KONSEKUEN SIKAP NASABAH DALAM MENGGUNAKAN INTERNET BANKING DENGAN MENGGUNAKAN KERANGKA TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) (SURVEY PADA PENGGUNA KlikBCA) Feronica Mayasari; Elisabeth Penti Kurniawati; Paskah Ika Nugroho
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.556 KB)

Abstract

Dunia saat ini telah memasuki era globalisasi yang menuntut segala informasi dapat diakses secara cepat, praktis dan instan. Industri perbankan menawarkan internet banking sebagai solusi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dan persepsi manfaat (perceived usefulness) terhadap sikap (attitude) dan intensi perilaku (behavior intention) nasabah dalam menggunakan internet banking. Sampel penelitian diambil menggunakan metode purposivesampling. Responden adalah para pengguna internet banking BCA (KlikBCA) sebanyak 127 nasabah. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana serta regresi linear berganda. Penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi klasik dilanjutkan dengan pengujian hipotesis. Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadappersepsi manfaat dan sikap nasabah dalam menggunakan internet banking. Intensi perilaku dalam menggunakan internet banking merupakan konsekuen dari sikap nasabah. Persepsi manfaat dalam penelitian ini tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap dan intensi perilaku nasabah dalam menggunakan internet banking. Dengan demikian persepsi kemudahan penggunaan merupakan variabel anteseden sikap nasabah dalam menggunakan internet banking. Sedangkan persepsi manfaat bukan merupakan variabel anteseden sikap nasabah dalam menggunakan internet banking.Kata kunci: Internet Banking, Technology Acceptance Model

Page 6 of 39 | Total Record : 386