Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

INTENSI KEWIRAUSAHAAN PADA MAHASISWA-MAHASISWA DI INDONESIA Lisan Suwarno, Henky; ., Ida
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.785 KB)

Abstract

Tingginya tingkat pengangguran intelektual, khususnya di kalangan para lulusan perguruan tinggi menjadipermasalahan yang berat. Jika hal ini tidak dicegah maka jumlah pengangguran intelektual akan semakinbertambah seiring banyaknya jumlah lulusan perguruan tinggi yang akan memasuki dunia kerja. Permasalahanini menjadi tanggung jawab bersama baik bagi pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. Kontribusi yangdiberikan dunia pendidikan juga menjadi sangat penting untuk memberikan informasi yang komprehensifmengenai masalah pengangguran tersebut. Peran dunia pendidikan menjadi sangat vital, karena prosespembentukan sikap dan kompetensi calon angkatan kerja, terakhir berada di dunia pendidikan khususnyaperguruan tinggi. Pendidikan kewirausahaan memegang peranan penting dalam mencegah bahkan mengatasitingginya jumlah pengangguran intelektual. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah meningkatkan intensikewirausahaan calon lulusan perguruan tinggi atau mahasiswa. Karena setelah lulus diharapkan mereka memilikipekerjaan sendiri tanpa bergantung pada lowongan pekerjaan yang ditawarkan perusahaan, yang manajumlahnya tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Selain itu diharapkan jika membuka usaha sendiri,dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Dalam penelitian ini penulis menguji beberapa faktoryang dapat mempengaruhi intensi kewirausahaan, antara lain personality traits, portfolio choice of risk andambiguity aversion dan gender. Metode yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel Independen terhadapvariabel dependen menggunakan uji regresi. Sedangkan untuk menguji pengaruh moderasi gender menggunakanchow test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh personality traits (antagonis, emotional stability danopenness to experience) dan portfolio choice of risk aversion terhadap intensi kewirausahaan. Selain itu, terdapatpengaruh portfolio choice of risk and ambiguity aversion terhadap intensi kewirausahaan berdasarkan gender.Kata Kunci: Personality traits, Portfolio choice of risk and Ambiguity Aversion, Intensi Kewirausahaan
Pengaruh Optimum Stimulation Level dan Self-Monitoring Terhadap Impulsive Buying Lu, Cen; Suwarno, Henky Lisan
Zenit Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Zenit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fast-growing tendency of shopping centers can be evidence that the economy of the community is going well. On the other hand, due to the large number of shopping centers, there is a stimulus for the community to do shopping activities more frequently. And if the shopping activities are done withoutgood planning, the activities can bring bad impacts. Consequently, they easily become more consumptive. In the field of marketing science, such behavior is called impulsive buying. Impulsive buying behavior is influenced by several factors, including both optimum stimulation level and selfmonitoring. Impulsivity is a tendency to act without thinking first, thus making cognitive decisions quickly, and fails to appreciate the situation. Optimum Stimulation Level is ownership that characterizes individuals in terms of their general response to environmental stimuli. Self-monitoringis the tendency to alter or adjust ones behavior in response to the presence or behavior of another. Hence, in this study, the researchers intend to predict impulsive buying consumers based on the analysis of two factors: optimum stimulation level and self-monitoring. To test this hypothesis, the researchers use multiple regressions. The results show that the optimum stimulation level has no positive effects on impulsive buying and self-monitoring has no negative effects on impulsive buying.Keywords: Optimum Stimulation Level, self-control, impulsive buying.
Pengaruh Parent-Child Relationship terhadap Compulsive Buying: Self-Esteem sebagai Variabel Mediasi Lu, Cen; Suwarno, Henky Lisan
Zenit Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Zenit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consumer behavior, especially consumer purchases have been subject to change in tha past few years. Consumer purchase includes some types of purchase, and it is an interesting issue to study. Compulsive buying encourages consumers to make purchases in large and excessive amounts thoughnot really necessary. Compulsive buying is influenced by parent-child relationship in which the relationship of parents and children in the family influences consumer purchase decisions from the negative impact of the existing purchasing decisions. Parent-child relationship consists of three dimensions, namely parent-child cohesion, parent-child expressiveness, and parent-child conflict. Parent-child relationship can lead consumers to materialistic orientation. Consumers with Parentchild cohesion have excessive psychological pressure when shopping. Parent-child expressiveness gives freedom to the family members to make an expression when making purchases. Parent-child conflict shapes a consumer anti-social and deviant behavior in their purchasing behavior. Theinfluence of parent-child relationship towards compulsive buying is mediated by self-esteem. Selfesteem gives low self-esteem that makes consumers vulnerable to the purchase of deviant behavior. Compulsive buying is excessively a repetitive purchasing behavior and has become a habit forconsumers. This type of research is explanatory research. The results show that parent-child relationship does not affect compulsive buying simultaneously, whereas the partial test results has found out that parent-child cohesion and expressiveness do not affect compulsive buying, whileparent-child conflict does. Self-esteem, on the other hand, does not mediate the effect of parent-child relationship towards compulsive buying.Keywords: Parent-child relationship, Compulsive buying, self-esteem
ANALISIS HUBUNGAN GENDER DAN PEMBELIAN KOMPULSIF Lisan Suwarno, Henky; Abednego, Felicia; Tjiptodjojo, Kartika Imasari
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelian kompulsif merupakan topik penelitian yang sangat menarik untuk diteliti. Perilaku ini merupakan suatu penyakit dalam perilaku pembelian konsumen, pelakunya melakukan tindakan tersebut oleh karena ingin mengatasi perasaan atau kejadian negatif yang dialaminya, dilakukan secara berlebihan dan terus menerus serta dapat menimbulkan masalah baik psikologis maupun keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan dalam hal perilaku pembelian kompulsif antara pria dan wanita. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda survei, yang mana penulis memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada 444 responden yang berada di wilayah Jakarta dan Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku pembelian kompulsif antar pria dan wanita. Wanita lebih memiliki kecenderungan berperilaku pembelian kompulsif dibandingkan dengan pria. Wanita memilih produk fashion dan kecantikan sebagai produk yang favorit untuk dibeli sedangkan pria lebih memilih produk fashion, elektronik dan otomotif. Peneliti juga menemukan adanya pengaruh besaran uang saku dan pengeluaran per bulan terhadap pembelian kompulsif. Kata Kunci: Pembelian Kompulsif, Gender, Uang Saku, Pengeluaran
ANALISIS HUBUNGAN GENDER DAN PEMBELIAN KOMPULSIF Lisan Suwarno, Henky; Abednego, Felicia; Tjiptodjojo, Kartika Imasari
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelian kompulsif merupakan topik penelitian yang sangat menarik untuk diteliti. Perilaku ini merupakan suatu penyakit dalam perilaku pembelian konsumen, pelakunya melakukan tindakan tersebut oleh karena ingin mengatasi perasaan atau kejadian negatif yang dialaminya, dilakukan secara berlebihan dan terus menerus serta dapat menimbulkan masalah baik psikologis maupun keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan dalam hal perilaku pembelian kompulsif antara pria dan wanita. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda survei, yang mana penulis memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada 444 responden yang berada di wilayah Jakarta dan Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku pembelian kompulsif antar pria dan wanita. Wanita lebih memiliki kecenderungan berperilaku pembelian kompulsif dibandingkan dengan pria. Wanita memilih produk fashion dan kecantikan sebagai produk yang favorit untuk dibeli sedangkan pria lebih memilih produk fashion, elektronik dan otomotif. Peneliti juga menemukan adanya pengaruh besaran uang saku dan pengeluaran per bulan terhadap pembelian kompulsif. Kata Kunci: Pembelian Kompulsif, Gender, Uang Saku, Pengeluaran
ONE TO ONE MARKETING: PRAKTEK PEMASARAN MODERN MELALUI PEMASARAN PERSONALISASI DAN KUSTOMISASI Kezia Kurniawati; Henky Lisan Suwarno
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.516 KB)

Abstract

Praktek pemasaran saat ini sudah lagi tidak mengarah pada pemasaran massal, pemasar lebih menekankan pada pemasaran yang lebih ke individual karena dinilai lebih efektif. Praktek pemasaran yang dibahas dalam tulisan ini adalah one to one marketing. One to one marketing merupakan sebuahbentuk segmentasi pemasaran khusus, dengan target segmen berukuran satu. Tipe pemasaran seperti ini terdiri dari pemasaran personalisasi dan pemasaran kustomisasi. Pemasaran personalisasi adalah pemasaran yang dilakukan oleh satu penjual kepada satu target konsumen berdasarkan data pelanggan/konsumen yang dikumpulkan sebelumnya untuk menentukan bauran pemasaran yang tepat bagi konsumen tersebut, sedangkan pemasaran kustomisasi adalah pemasaran yang dilakukan oleh satu penjual kepada satu target konsumen dengan mengikutsertakan keterlibatan konsumen secara proaktif dalam menentukan satu atau lebih elemen dari bauran pemasaran yang ditawarkan olehpenjual sesuai dengan kebutuhan, spesifikasi dan preferensi masing-masing konsumen .Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk membahas tentang tantangan utama dalam pelaksanaan one to one marketing yaitu pengumpulan data, mengubah data menjadi wawasan, dan mengoperasionalkannyahasilnya. Selain itu artikel ini juga bertujuan untuk membahas penggunaan pengetahuan dalam memahami pilihan konsumen dalam konteks pemasaran personalisasi dan pemasaran kustomisasi. Hasil yang ingin dicapai adalah pemasaran personalisasi atau pemasaran kustomisasi dapat menjadisumber keunggulan kompetitif bagi perusahaan, dalam hal kemampuan perusahaan untuk memprediksi secara akurat pilihan pelanggan. Sehingga proses ini dapat berkelanjutan dan mengarah pada keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.Kata kunci : one to one marketing, personalisasi, kustomisasi
The Impact Analysis Of Current Human Resource Management Issues Toward Motivation Function: Outsourcing, Mergers-Acquisitions, And Contractual Workers Rony Setiawan; Henky Lisan Suwarno
Jurnal Manajemen Teori dan Terapan | Journal of Theory and Applied Management Vol. 2 No. 1 (2009): Jurnal Manajemen Teori dan Terapan - April 2009
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.271 KB) | DOI: 10.20473/jmtt.v2i1.2376

Abstract

Three main issues which growing in Indonesia in the field of human resource management is: outsourcing, mergers-acquisitions, and contractual workers. These issues effect on job insecurity among workers in company. Job insecurity can decrease workers performance directly and company performance indirectly. Authors describe the practice of those issues in several companies in service industries. Authors give recommendation that organization should manage those issues by concern on motivation function through extrinsic and intrinsic motivation.
Peran Pendidikan Kewirausahaan Dalam Meningkatkan Motivasi, Kompetensi Dan Menumbuhkan Minat Mahasiswa Asni Harianti; Maya Malinda; Nur Nur; Henky Lisan Suwarno; Yolla Margaretha; Devas Kambuno
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol 16 No 3 (2020): JBK-Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jbk.v16i3.2194

Abstract

Pendidikan kewirausahaan digalakkan terkait isu pengangguran terbuka di Indonesia. Penerapan pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi dimaksudkan untuk mendidik individu memilih karir wirausaha. Penelitian ini bertujan untuk menggambarkan persepsi mahasiswa mengenai efektivitas metode pembelajaran pendidikan kewirausahaan. Penelitian deskriptif ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui survei kepada 155 peserta didik mata kuliah Perencanaan Bisnis pada Program Studi Manajemen Universitas Kristen Maranatha. Ditinjau dari persepsi mahasiswa, hasil penelitian ini secara rata-rata menggambarkan, bahwa metode pembelajaran kewirausahaan dinilai efektif memiliki peran dalam meningkatkan motivasi, kompetensi, dan menumbuhkan minat wirausaha. Metode pembelajaran kewirausahaan yang bersifat praktik dapat lebih ditingkatkan agar dapat melibatkan mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dan memberikan dampak positif pada minat wirausaha.
PERAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN DUKUNGAN AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN INTENSI BERWIRAUSAHA Alif Putra Suandi Alif; Henky Lisan Suwarno
Entrepreneur: Jurnal Bisnis Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 3 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/entrepreneur.v3i2.2738

Abstract

Entrepreneurship has been considered to be one of the effective solutions according to the effort to reduce the high unemployment rate in Indonesia. This study aims to examine the effect of entrepreneurship education and academic support on the intensity of entrepreneurship. This research was conducted on students of the Maranatha Christian University Management Study Program. The type of research in this research is quantitative. Data in collecting questionnaire techniques and data processing using SmartPLS. The results showed that the variables of entrepreneurship education and academic support influenced the intensity of student entrepreneurship.  
OPTIMALISASI POTENSI KEWIRAUSAHAAN DAN PEMASARAN PRODUK UNGGULAN DESA TAMIYANG Henky Lisan Suwarno; Yolla Margaretha; Asni Harianti; Nur Nur; Maya Malinda; Chandra Kuswoyo; Rully Arlan Tjahjadi; Allen Kristiawan8; Olivia Vania Olius; Meryana Meryana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9347

Abstract

Tamiyang is a village that has abundant agricultural and plantation products, one of which is mango. Besides that, there are also a lot of raw materials available in the village. The two sources of raw materials available in nature, both mango and wood, have not been used optimally to add value, especially to improve the community's economy. The community service activities discuss the optimization of entrepreneurial potential and marketing for Tamiyang's superior products. This activity was carried out by means of a Focus Group Discussion and Training. Through this activity, it is hoped that it will have an impact on improving the economy of the community itself. In particular, at this community service, we are helping Tamiyang people to make a product that is unique, namely Si Mayang. Mayang stands for Mangga Tamiyang, which in Tamiyang Village is indeed very abundant in the yields of mangoes. In addition, we also monitor the continuation of the manufacture and promotion of coffin products that have been made before. Through this community service activity, Tamiyang Village has a product in the form of Manisan Si Mayang which is the hallmark of the area. In addition, the initial stage of optimizing coffin products produced by the community was also achieved, in the form of a design improvement plan and a proper coffin pricing determination. ABSTRAK:merupakan desa yang memiliki hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah, salah satu hasil perkebunan yang dihasilkan adalah mangga. Selain itu juga banyak sekali bahan baku yang tersedia di desa tersebut. Kedua sumber bahan baku yang tersedia di alam, baik itu mangga dan kayu belum dimanfaatkan secara optimal untuk menambah nilai, khususnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Adapun kegiatan pengabdian masyarakatnya membahas optimalisasi potensi kewirausahaan dan pemasaran bagi produk unggulan Tamiyang. Kegiatan ini dilakukan dengan Focus Group Discussion dan Pelatihan. Melalui kegiatan ini diharapkan nantinya akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat itu sendiri. Secara khusus, pada pengabdian kepada masyarakat kali ini kami membantu masyarakat Tamiyang membuat produk yang menjadi keunikannya, yaitu Manisan Si Mayang. Mayang ini kepanjangan dari Mangga Tamiyang, yang mana di Desa Tamiyang ini memang sangat berlimpah sekali hasil panen dari buah mangga. Selain itu kami juga melakukan pemantauan mengenai kelanjutan dari pembuatan dan promosi produk peti mati yang sudah pernah dibuat oleh sebelumnya. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Desa Tamiyang memiliki produk berupa Manisan Si Mayang yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Selain itu juga dicapai tahap awal dari optimalisasi produk peti mati yang diproduksi oleh masyarakat, berupa rencana perbaikan desain dan penentuan harga peti mati yang layak.