cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Semantik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
MENERAPKAN ETOS KERJA PROFESIONAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA Kusni Ingsih
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.382 KB)

Abstract

Kompetisi global mengakibatkan munculnya pendekatan pendekatan baru dalam paradigma manajemen.Paradigma manajemen tradisional berasumsi bahwa tujuan dari manajemen adalah mengendalikan dan memberi batasan kepada orang, menjalankan berbagai aturan, mencapai stabilitas dan efisiensi, mendesain sebuah hirarki atas bawah (top-down hierarchy) untuk mengarahkan orang, dan lebihmenekankan pada peningkatan laba. Sedangkan paradigma manajemen baru lebih menekankan pada karyawan dan pelanggan, pemanfaatan kreatifitas dan antusiasme para karyawan, penemuan visi dan nilai-nilai bersama, kepemimpinan dengan sistem desentralisasi (pelimpahan wewenang) dan menekankan pada kerjasama tim. Perubahan-perubahan ini mengakibatkan organisasi harus meninjau kembali pengelolaan sumber daya organisasi agar efektif dan efisien, khususnya sumber daya manusia. Agar organisasi dapat melanjutkan kelangsungan hidupnya, diperlukan kinerja karyawan yang tinggi. Namun pada kenyataanya, banyak organisasi yang memiliki keterbatasan akan sumber daya yang handal. Terdapat 8 etos kerja professional, dapat dijadikan modal dasar organisasi untuk tetap eksis.Kata kunci : etos, kinerja, organisasi, karyawan
REKAYASA STETOSKOP ELEKTRONIK DENGAN KEMAMPUAN ANALISIS BUNYI JANTUNG F Dalu Setiaji; Daniel Santoso; Deddy Susilo
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.378 KB)

Abstract

Stetoskop akustik lazim dipakai untuk mendeteksi bunyi jantung dan paru-paru agar kondisi kesehatan organ penting tersebut diketahui. Namun karena intensitas bunyi yang dideteksi relatif lemah, dan adanya gangguan suara lingkungan, penggunaan stetoskop ini menjadi sulit, khususnya untuk mendeteksi adanya kelainan bunyi jantung seperti misalnya murmur. Maka pada makalah ini dirancang suatu stetoskop elektronik dengan memodifikasi sebuah stetoskop akustik, sehingga dapat memperjelas bunyi jantung danparu-paru, serta merekamnya. Stetoskop elektronik dibuat dengan menempatkan sebuah mikropon kondenser di dalam pipa berongga stetoskop akustik untuk mengkonversi bunyi yang ditangkap oleh chestpiece menjadi sinyal listrik. Selanjutnya sinyal tersebut akan diperkuat, lalu dilewatkan pada filter jantung atau filter paru-paru untuk memperjelas bunyi yang lebih ingin didengar di headphone. Dilakukan pula segmentasi dengan terlebih dulu mengubah sinyal jantung, S1 dan S2, menjadi pulsa-pulsa digital, sehingga durasi waktu fase sistolik dan diastolik dapat diukur oleh mikrokontroler. Mikrokontroler juga menghitung nilai BPM (Beat Per Minute) berdasarkan hasil segmentasi, dan menyimpulkan apakah nilaiBPM tersebut normal atau tidak. Hasil yang dicapai adalah stetoskop elektronik mandiri (stand alone) yang mampu memperdengarkan dan memperjelas bunyi jantung dan paru-paru. Pada saat pengukuran, chestpiece ditempelkan pada dada atau leher subyek, dan dipertahankan tidak berubah posisi sekitar 15 detik. Stetoskop elektronik ini juga dapat menampilkan nilai BPM dan menunjukkan apakah nilainyanormal, atau mengindikasikan kelainan bradycardia atau tachycardia. Jika dibandingkan dengan alat ukur buatan pabrik, yaitu OMRON tipe SEM-1, maka pengukuran BPM dapat dilakukan dua kali lebih cepat dengan ketelitian yang setara. Sinyal listrik yang menunjukkan bentuk bunyi jantung dan paru juga dapat dilihat di layar komputer dengan mempergunakan perangkat lunak Oscilloscope serta dapat direkam dalam bentuk berkas wav.Kata kunci: Stetoskop, Elektronik, Segmentasi, BPM
The role of Art, Spiritual, Science, Engineering & Technology (ASSET) for Improving Quality of the Indonesian Human Resources (IQIHR) Rohani Jahja Widodo
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.702 KB)

Abstract

This paper presents the role of Art, Spiritual, Science, Engineering & Technology (ASSET) for Improving the Quality of the Indonesian Human Resources (IQIHR). There are four universe aspects: Physical, Intellectual, Emotional and Spiritual (PIES) aspects related with IQIHR. There are three basic requirements for improving PIES aspects : Material, Energy and Information (MEI). Those aspects are important inputs for Education & Training (E&T) and Research & Development (R&D) activities for development of ASSET. IQIHR is desired output that must be attained from activities of E&T and R&Dbased on ASSET.Keywords: ASSET, IQIHR, PIES, MEI, E&T, R&D.
PEMANFAATAN SEL SURYA DAN LAMPU LED UNTUK PERUMAHAN Jatmiko Jatmiko Jatmiko; Hasyim Asy’ari; Mahir Purnama
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.688 KB)

Abstract

Menipisnya cadangan minyak bumi mengakibatkan naiknya tarif dasar listrik, sehingga biaya listrik setiap tahun mengalami kenaikan. Pemanfaatan energi terbarukan dan pemilihan beban yang tepat merupakan solusi untuk mengatasi kenaikan biaya listrik yang akan terus meningkat, penggunaan sel surya dan lampu LED merupakan pilihan yang tepat karena sel surya tidak memerlukan biaya operasional dan lampu LED merupakan lampu yang memiliki karakteristik sangat hemat energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa lama hasil produksi sel surya digunakan sebagai sumber energi untuk lampu LED. Metode penelitian ini mengukur produksi energi listrik pada siang hari dengan menggunakan 2 buah sel surya yang masing-masing berkapasitas 10wp, lampu LED dengan jarak 10 cm memiliki tingkat pencahayaan sampai 1750 lux digunakan sebagai beban pada saat malam hari, battery storage, dan lumen meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi cerah mampu digunakan untuk menyalakan ataudibebani lampu LED selama 11.35 jam.Kata kunci : Sel Surya, Lampu LED, Energi Terbarukan.
RANCANG BANGUN 3 WHEELS OMNI-DIRECTIONAL MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN SENSOR POSITION SENSITIVE DEVICE (PSD) SERTA SENSOR VISION DENGAN METODE KENDALI FUZZY LOGIC CONTROLLER (FLC) UNTUK MENGHINDARI HALANGAN Wahyu Setyo Pambudi
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.027 KB)

Abstract

Penelitian tentang mobile robot telah banyak dilakukan dan dikembangkan, salah satunya tentang obstacle avoidance robot. Penelitian tentang ostacle avoidance telah menerapkan kendali adaptif, diantaranya menggunakan fuzzy logic lontroller (FLC). Obyek penelitian tentang mobile robot ada berbagai macamsalah satunya adalah dengan menggunakan prinsip gerak 3 Wheels Omni-directional. Jenis penggerak ini memiliki keunikan, dimana dapat bergerak ke segala arah tanpa harus melakukan manuver terlebih dahulu. Agar dapat bergerak menghindari halangan maka diperlukan sensor untuk dapat mengenali lingkungan tempat robot ini berjalan, sehingga dapat terhindar dari halangan. Penggunaan sensor optical position sensitive device (PSD) sebagai sensing jarak dan sensor vision terbukti dapat dikolaborasi menggunakan behavior base sebagai input proses navigasi robot. Pengolahan sensor vision memanfaatkan model rgb atau normalisasi nilai-nilai red, green dan blue. Metode ini dapat mengurangi pengaruh intensitas cahaya pada saat mendeteksi adanya obyek atau obstacle. Metode kendali robot pada penelitian ini menggunakan PID sebagai internal kontrol untuk masing-masing motor DC dan FLC sebagai eksternal kontrol. Parameter yang sesuai untuk kendali PID pada penelitian ini adalah Kp=0.2, Ki=0.001 danKd=0.2 dengan error rata-rata 3,2%, dimana overshoot respon motor sangat kecil. Keluaran hasil defuzzifikasi FLC digunakan sebagai input nilai set point PID sebagai sebuah perpaduan sistem navigasi mobile robot.Kata Kunci : 3 Wheels Omni-directional, PSD, Vision, FLC
APLIKASI TAPIS KALMAN PADA PENGUBAHAN DATA IMU MENJADI DATA NAVIGASI Wahyu Widada; Wahyudi Wahyudi Wahyudi
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.468 KB)

Abstract

IMU (Inertial Measurement Unit) merupakan bagian utama pada sustu sistem navigasi. Bagian utama dari IMU biasanya terdiri dari sensor percepatan, yaitu accelerometer dan sensor kecepatan sudut, yaitu gyroscope, sehingga menjadi sensor untuk 6 derajat kebebasan). Sebelum keluaran sensor tersebut diproses secara digital, biasanya keluaran sensor diberi tapis analog terlebih dahulu. Meskipun telah ditapis secara analog, keluaran tapis masih tetap mengandung derau, sehingga diperlukan tapis digital. Tapis Kalman merupakan salah satu tapis digital, selain berfungsi sebagai tapis dalam aplikasinya untuk sensor accelerometer dan sensor gyroscope, tapis Kalman juga berfungsi sebagai proses integral. Selain sebagai tapis terhadap derau pada sensor accelerometer, tapis Kalman juga mengentegralkan dua kali, sehingga keluaran dari tapis Kalman berupa data jarak (posisi). Pada sensor gyroscope, tapis Kalman juga mengintegralkan sekali, sehingga keluaran dari tapis Kalman berupa data sudut. Pada makalah ini dibahas aplikasi dan kinerja tapis Kalman dalam mengubah isyarat keluaran sensor accelerometer dan sensor gyroscope menjadi data navigasi berupa jarak dan sudut. Hasil simulasi dibahasdengan memberikan waktu cuplik terhadap sensor yang berbeda-beda, dan dibahas nilai root mean square (RMS) dari galat pada keluaran tapis jika dibandingkan dengan pada saat sistem diberi masukan isyarat murni (tanpa derau). Hasil yang diperoleh adalah bahwa semakin kecil nilai waktu cuplik, maka nilai RMS galatnya juga semakin kecil, sehingga dalam aplikasinya diperlukan waktu cuplik sekecil mungkin. Selainitu, pada waktu cuplik yang cukup kecil, nilai RMS galat untuk posisi dan sudut, pada ketiga sumbu (x, y, dan z) adalah sama.Kata kunci: Kalman, IMU, accelerometer, gyroscope, RMS
TRIBOLOGY-BASED ENERGY EFFICIENCY Jamari Jamari Jamari; R. Ismail; M. Tauviqirrachman; Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.273 KB)

Abstract

Tribology adalah ilmu dan teknologi gesekan, keausan dan pelumasan pada permukaan yang saling berinteraksi dalam gerak realtif. Pada hampir setiap aspek kehidupan kita sehari-hari beberapa aplikasi tribologi dapat ditemui. Pencengkeraman, penggenggaman, peluncuran, menyikat gigi, permesinan, gesekan antara kulit dan pakaian, antara roda dan jalan, dll menunjukkan fenomena penerapan tribologi.Artikel ini meninjau pustaka-pustaka yang telah dipublikasikan tentang pengetahuan-pengetahuan dan ideide mengenai tribologi oleh para ahli dan peneliti, yang berhubungan dengan efisiensi energi dalam penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi tribologi, penggunaan energi dapat dihemat hingga kurang lebih 11%.Kata kunci: tribologi, efisiensi energy, gesekan, keausan, pelumasan
PERBANDINGAN ANTARA TAPIS KALMAN DAN TAPIS EKSPONENSIAL PADA SENSOR ACCELEROMETER DAN SENSOR GYROSCOPE Wahyudi Wahyudi Wahyudi; Wahyu Widada
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.149 KB)

Abstract

Suatu tapis yang baik adalah yang dapat menghilangkan derau dari suatu isyarat, sehingga informasi yang ada pada isyarat tersebut dapat digunakan. Tapis kalman merupakan salah satu tapis yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tapis linear, dimana suatu sistem yang menggunakan tapisKalman harus dapat disajikan dalam dua persamaan, yaitu persamaan state dan persamaan keluaran. Perhitungan estimasi pada tapis Kalman merupakan solusi dengan meminimalkan rata-rata dari kuadrat galat. Tapis eksponensial merupakan tapis rekursif linear yang sederhana. Perancangan tapis eksponensial dilakukan dengan menentukan suatu nilai konstanta, secara matematis perhitungan tapis ini lebih sederhana dibandingkan dengan tapis Kalman. Pada makalah ini dibandingkan kinerja tapis Kalman dan tapis eksponensial terhadap isyarat keluaran sensor accelerometer dan gyroscope. Keluaran sensor tersebut disimulasikan sebagai isyarat sinusoida yang ditambahkan derau acak yang berdistribusi normal. Hasil yang diamati adalah kemampuan keduatapis dalam menghilangkan derau, yaitu dengan melihat nilai root mean square (RMS) dari galat pada keluaran tapis jika dibandingkan dengan pada saat sistem diberi masukan isyarat sinuoida murni (tanpa derau) dan pengaruh waktu cuplik (sampling). Hasil yang diperoleh adalah bahwa semakin kecil nilai waktu cuplik, kedua tapis mempunyai RMS galat yang semakin kecil, namum RMS galat yang dihasilkan dari tapis Kalman lebih kecil jika dibandingkan dengan yang dihasilkan tapis eksponensail.Katakunci: Kalman, Eksponensial, Accelerometer, Gyroscope, RMS
PENGARUH TEGANGAN GESER KRITIS TERHADAP PERFORMANSI PELUMASAN PADA MICRO-SLIDER BEARING DENGAN PERMUKAAN SLIP M. Tauviqirrahman; R. Ismail; Jamari Jamari Jamari; D.J. Schipper
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.836 KB)

Abstract

Mekanika fluida merupakan salah satu ilmu pengetahuan dasar yang tertua dan paling dasar dalam aplikasi keteknikan. Mekanika fluida klasik dan mekanika pelumasan didasarkan pada asumsi yang sama, yaitu tidak terjadi slip pada antarmuka solid dan fluid, atau dikenal dengan kondisi batas no-slip. Meskipun kondisi batas no-slip telah digunakan dalam beberapa literatur keteknikan, terjadinya slip di bawah kondisi tertentu merupakan masalah yang menantang baik dalam mekanika fluida dan mekanika pelumasan. Perilaku micro-slider bearing tergantung pada kondisi batas antarmuka antara pelumas dan permukaan solid. Sistem micro-bearing yang layak cukup penting untuk mesin-mesin rotary berskala mikropada MEMS (Micro-electro-mechanical-system) seperti halnya motor dan turbin berskala mikro. Dalam tulisan ini, model tegangan geser kritis digunakan untuk memodelkan slip dalam analisis satu-dimensi pelumasan hidrodinamik pada micro-slider bearing. Model ini mengasumsikan bahwa no-slip terjadi padaantarmuka solid/liquid jika tegangan geser permukaan lebih kecil dari tegangan geser kritis, dan sebaliknya slip akan terjadi jika tegangan geser mencapai tegangan geser kritis. Analisis numerik microslider bearing dengan kondisi slip menunjukkan bahwa tegangan geser kritis antarmuka memiliki pengaruhyang kuat terhadap performansi hidrodinamika kontak yang terlubrikasi. Hasil numerik juga menunjukkan bahwa tegangan geser kritis meningkatkan kapasitas pembawa beban pada harga tegangan geser kritis awal yang besar dan akan mengurangi performansi pelumasan pada tegangan geser kritis yang lebih rendah.Kata kunci: MEMS, Pelumasan, Slip, Tegangan geser kritis
KONVERGENSI DALAM SOCIAL (NEW) MEDIA (KAJIAN TRADISI KRITIS SOSIAL BUDAYA TERHADAP TEORITISASI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI, MASSA DAN DIGITAL) Arief Fajar
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.325 KB)

Abstract

Keberadaan ICT (teknologi informasi dan komunikasi) merupakan bagian usaha memenuhi kebutuhan baik secara fisik maupun non materi. Wilbur Schramm mengatakan bahwa situasi atau perkembangan ICT di dunia sangat bergantung kepada evolusi dari kebutuhan antar generasi. ICT di masa awal peradaban manusia hanya mampu ditangkap secara fisik oleh indrawi manusia. Pada generasi terbaru, ICT menjadi saran atau bahkan alat utama menumpahkan perasaan kognisi hingga psikomotorik dapat. Lahirlah konsep-konsep pseudo realitas, konvergensi media hingga industri berbasis ICT. Konvergensi justru menjadi kekhasan social (new) media yang berbasis ICT. Sehinga, makalah ini melihat model bahasan aspek konvergensi new media dalam kacamata sosial budaya melalui kajian kritis terhadap teoritikal yang ada di komunikasi antar pribadi, massa dan digital. Simpulan utama menjadi amatan Konvergensi Social (new) media mengetengahkan lintas batas teoritikal komunikasi dari ketiga aspek antar pribadi, massa dan digital; aspek trust menjadi faktor utama intergritas sebuah jalinan komunikasiKata Kunci : Konvergensi, Social Media, dan Teori Komunikasi

Page 8 of 39 | Total Record : 386