cover
Contact Name
Tri Wardhani
Contact Email
twd@widyagama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrika@widyagama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 19075871     EISSN : 25416529     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrika mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pertanian meliputi penelitian di bidang budidaya pertanian, agrobisnis dan teknologi pengolahan hasil pertanian, juga menginformasikan berbagai paket teknologi, ulasan ilmiah, komunikasi singkat dan informasi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: Mei 2012" : 9 Documents clear
RESPON PETANI TERHADAP GELAR TEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG HIBRIDA BIMA 5 DI KABUPATEN DONGGGALA Muh. Amin; Zaenaty S.
Agrika Vol 6, No 1: Mei 2012
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.077 KB) | DOI: 10.31328/ja.v6i1.130

Abstract

Jagung merupakan tanaman yang umumnya ditanam di wilayah dataran rendah, baik di tanah tegalan, sawah tadah hujan serta ditanam di dataran tinggi. Untuk pengembangan jagung, penggunaan benih unggul dan bermutu tinggi menjadi salah satu upaya yang terus dikaji dan disebarluaskan ke petani. Salah satu  penyebab menurunnya produksi jagung diakibatkan oleh kebiasaan petani dalam budidaya jagung menggunakan benih yang ditanam turun temurun sehingga produksinya tidak optimal. Benih merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman yang perannya tidak dapat digantikan oleh faktor lain. Disamping benih unggul, penggunaan pupuk berimbang dan pengendalian hama terpadu juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan produksi maupun prduktivitas tanaman jagung. Teknologi hasil penelitian dan pengkajian tidak bermanfaat jika tidak sampai atau tidak diadopsi oleh petani. Oleh karena itu perlu usaha penyampaian teknologi secara informatif, aplikatif dan efektif dari hasil kegiatan penelitian kepada petani. Gelar teknologi yang disertai dengan Sekolah Lapang (SL) merupakan salah satu cara untuk mempercepat penyebarluasan adopsi teknologi pertanian ke pengguna sehingga dengan demikian komponen teknologi yang disampaikan mudah diterima oleh petani. Hasil gelar yang dipadukan dengan SL memperlihatkan bahwa petani memberikan respon positif terhadap penggunaan benih unggul, jarak tanam, pemupukan, pengolahan tanah dan Prengendalian Hama/Penyakit. Disamping itu memberikan nilai tambah dan menguntungkan, dengan nilai R/C 2,6, sehingga dengan demikian penerapan usahatani jagung hibrida bima 5 melalui gelar teknologi layak untuk diusahakan dan dikembangkan ke wilayah yang lebih luas. Kata Kunci : Respon, gelar budidaya Jagug Hibrida Bima 5
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL TEKNOLOGI USAHATANI KEDELAI SETELAH PADI SAWAH DI DESA WAEKASAR KECAMATAN MAKO, KABUPATEN BURU Ismatul Hidayah
Agrika Vol 6, No 1: Mei 2012
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.523 KB) | DOI: 10.31328/ja.v6i1.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan finansial teknologi introduksi usahatani kedelai setelah padi sawah, yang telah dilakukan pada petani kedelai lahan sawah irigasi di Desa Waekasar, kecamatan Mako, kabupaten Buru pada Tahun 2006. Digunakan metode pemahaman pedesaan secara partisipatif terhadap dua kelompok petani yaitu petani kooperator dan non-kooperator. Data yang dikumpulkan meliputi data komponen produksi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani petani kooperator dengan menerapkan teknologi introduksi mampu memberikan keuntungan yang lebih besar (Rp 2.557.000) dibandingkan dengan usahatani petani non-kooperator (1.165.000), dengan nilai R/C masing-masing yaitu 1,40 (petani kooperator), 1,33 (petani non-kooperator). Hasil analisis marginal B/C sebesar 1,36 menunjukkan bahwa perubahan komponen teknologi petani yang disesuaikan dengan teknologi introduksi secara finansial layak dilakukan karena setiap Rp 100 tambahan biaya yang dikeluarkan oleh petani kooperator akibat mengganti komponen teknologi menyebabkan tambahan penerimaan sebesar Rp 136.  Usahatani pola introduksi layak diterapkan dengan titik impas tambahan produksi yaitu 556,60  kg/ha atau produktivitas minimal yang harus dicapai 1.486,60 kg/ha. Dengan tambahan produksi sebesar 850 kg/ha pada petani kooperator maka perubahan komponen teknologi tersebut layak dilakukan jika penurunan harga tidak sampai dibawah titik impas harga yaitu Rp 3.274,12/kg. Kata kunci : Analisis finansial, Introduksi teknologi, Kedelai, Waekasar - Buru
NILAI TAMBAH EMPING MELINJO MELALUI TEKNOLOGI PRODUKSI KONVENSIONAL DI DESA MENES KECAMATAN MENES KABUPATEN PANDEGLANG Aliudin -; Dian Anggraeni
Agrika Vol 6, No 1: Mei 2012
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.109 KB) | DOI: 10.31328/ja.v6i1.129

Abstract

Agricutural adalah sektor penting dalam perekonomian Indonesia, karena sekitar 65,8 persen rumah tangga di Indonesia memiliki sektor pertanian. Strategi pengembangan di Indonesia harus untuk pembangunan yang mengurus terkait sektor pertanian dan industri melalui pengembangan agroindustri. Untuk pengembangan agroindustri diri pedesaan perlu lebih ditingkatkan karena daerah pedesaan sangat penting untuk persediaan makanan, bahan baku industri dan tenaga kerja. Melinjo Chip agroindustri rumah adalah industri yang penting bagi masyarakat pedesaan di Desa Menes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana teknologi dalam proses produksi chip melinjo di menes desa dan (2) nilai tambah berapa banyak diperoleh oleh produsen. Sebuah survei yang diterapkan dalam penelitian ini. Populasi terdiri dari produsen chip yang melinjo di menes. Sampel terdiri dari 32 produsen. Sehubungan dengan bahan baku yang digunakan, 11 menghasilkan lebih mirip dengan 15 kg dan yang lainnya, 21 produsen menghasilkan kurang dari 15 kg. Analisis deskriptif dan nilai tambah juga digunakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rumah agroindustri chip melinjo telah mampu memberikan nilai tambah. Dianjurkan bahwa agroindustri rumah chip melinjo harus dilakukan melalui integrasi vertikal dengan berada di bussines pertanian.
VALUASI EKONOMI DAMPAK KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI PINGGIRAN KOTA YOGYAKARTA Senthot Sudirman
Agrika Vol 6, No 1: Mei 2012
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.783 KB) | DOI: 10.31328/ja.v6i1.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kerugian ekonomi secara kuantitatif atas hilangnya lahan-lahan pertanian dan usahatani di pinggiran Kota Yogyakarta sebagai akibat dari terjadinya konversi menjadi bangunan. Antara titik tahun 1996 dan 2006. Analisis secara digital Citra Satelit Landsat TM tahun 1996 dan 2006 digunakan sebagai cara untuk mengumpulkan data penggunaan lahan. Teknik analisis overlay peta secara digital menggunakan software Argis versi 9.30 digunakan untuk menganalisis luas dan lokasi konversi lahan pertanian menjadi bangunan yang terjadi. Pendapatan usahatani, Nilai Willingness to Pay (WTP), dan Willingness to Accept masing-masing digunakan untuk mempresentasikan Nilai Guna Langsung (NGL), Nilai Guna Tidak Langsung (NGTL) dan Nilai Non Guna (NNG) dari keberadaan lahan perrtanian dan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) antara titik waktu tahun 1996 dan 2006 di pinggiran Kota Yogyakarta telah terjadi konversi lahan pertanian menjadi bangunan seluas7.514,77 ha, seluas 3.651,26 ha terjadi di bagian wilayah Sleman dan sisasnya seluas 3.863,50 ha terjadi di bagian wilayah Bantul, (b) Nilai Guna Langsung yang hilang sebagai akibat konversi lahan pertanian sebesar 25,495 milyar rupiah terdiri dari Sleman sebesar 28,69 milyar rupiah dan dari Bantul sebesar 54,189 milyar rupiah, yang berasal dari sawah dan tegalan sebesar 32,282 milyar rupiah dan dari pekarangan sebesar 21,808 milyar rupaih, (c) Nilai Guna Tidak Langsung yang hilang akibat konversi lahan pertanian sebesar 1,561milyar rupiah dengan rincian dari Sleman sebesar 1,049 milyar rupiah dan dari Bantul sebesar 0,511 milyar rupiah dimana kehilangan NGTL di ZDRR paling besar disusul di ZLRR dan kemudian di ZJRR, (d) Nilai Non Guna yang hilang akibat konversi sebesar 22,298 milyar rupiah dengan rincian dari Sleman sebesar 10,803 milyar rupiah dan dari Bantul sebesar 11,495 milyar rupiah dimana NNG di ZLRR paling tinggi disusul di ZDRR dan kemudian di ZJRR, (e) Nilai Ekonomi Total (NET) yang hilang akibat konversi sebesar 78,05 milyar rupiah dengan rincian dari Sleman sebesar 37,35 milyar rupiah dan dari Bantul sebesar 40,70 milyar rupiah dimana NET di ZJRR paling tinggi disusul di ZLRR dan kemudian di ZDRR, (f) Kehilangan nilai-nilai ekonomi tersebut akan semakin besar bersama peningkatan luas lahan pertanian yang dikonversi menjadi bangunan sebagai fungsi ruang san waktu.   Kata kunci : Konversi, valuasi ekonomi, pinggiran kota, dampak
ANALISIS KEWIRAUSAHAAN PETANI Darmadji -
Agrika Vol 6, No 1: Mei 2012
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.107 KB) | DOI: 10.31328/ja.v6i1.128

Abstract

Kewirausahaan (entrepreneurship) sebagai suatu practice sangat penting bagi pengembangan agribisnis. Namun bukti empirisnya pada usaha di sektor on-farm masih sangat langka, Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahuai sejauhmana potensi kewirausahaan yang dimiliki petani dan apakah jenis usahatani yang berbebeda membawa perbedaaan terhadap potensi kewirausahaan dimasing-masing petani. Penelitian ini dilakukan pada petani Cabe dan petani padi kabupaten Sleman provinsi Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan interview langsung ke petani dengan menggunakan quesioner. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kewirausahaan petani cabe lebih tinggi dari pada petani padi dan perbedaan tipe komoditi mempunyai konsekwensi yang berbeda terhadap kewirausahaan petani.  Kata kunci: kewirausahaan petani, kreativitas, independesi, risiko
Struktur Biaya dan Pendapatan Usaha Ternak Ayam Broiler di Kabupaten Sleman Suwarta -; Irham -; Hartono S.
Agrika Vol 6, No 1: Mei 2012
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.932 KB) | DOI: 10.31328/ja.v6i1.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui struktur biaya usaha ternak ayam broiler, (2) Menghitung dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak ayam broiler. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Sleman, dengan sampel kecamatan Pakem, kecamatan Tempel dan kecamatan Kalasan. Sebagai satuan analisis adalah data primer hasil wawancara langsung dengan peternak, yakni peternak plasma (plasma-inti pabrikan dan plasma-inti mandiri) dan peternak mandiri. Alat analisis menggunakan metode diskriptif, dan regresi linier berganda dengan doubel log natural (Ln). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) (a) Biaya sapronak peternak plasma didominasi oleh biaya pakan dan biaya bibit. Biaya sapronak peternak mandiri didominasi oleh biaya pakan dan biaya bibit. (b) Biaya operasional peternak mandiri didominasi oleh biaya sekam, biaya tenaga kerja, dan biaya penyusutan. Biaya operasional peternak plasma didominasi oleh biaya gas, biaya sekam, dan biaya tenaga kerja. (2) (a) Rata-rata pendapatan peternak plasma lebih besar dari pada peternak mandiri, (b) Rata-rata pendapatan peternak plasma-inti pabrikan lebih besar dari pada peternak plasma-inti mandiri, (c) Pendapatan usaha ternak ayam broiler dipengaruhi secara negatif oleh : harga bibit, harga pakan dan umur peternak, tetapi dipengaruhi secara positif oleh luas kandang, kemitraan, dan inti pabrikan.   Kata kunci : Biaya, pendapatan, usaha ternak ayam broiler
SISTEM INTENSIFIKASI PADI AEROB TERKENDALI BERBASIS ORGANIK DI KELURAHAN TUNGGULWULUNG, KOTA MALANG Elik Murni Ningtias Ningsih; Toto Suharjanto
Agrika Vol 6, No 1: Mei 2012
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.834 KB) | DOI: 10.31328/ja.v6i1.127

Abstract

Pengelolaan budidaya tanaman padi saat ini sering mengalami kesulitan pada penyediaan sarana produksi berupa pupuk.  Masalah penyediaan pupuk dikarenakan  oleh keterbatasan modal usaha tani dan juga diakibatkan oleh seringnya  terjadi kelangkaan pupuk yang mengakibat harga pupuk menjadi tidak stabil. Budidaya tanaman padi dengan sistem intensifikasi padi aerob terkendali dengan menerapkan sistem produksi yang menyatukan pemanfaatan potensi biologis tanah, managemen tanaman, pemupukan dan tata air secara terpadu yang mendukung pertumbuhan dan perakaran tanaman padi.  Pemanfaatan  limbah jerami padi sebagai pupuk dapat mengurangi biaya usaha tani dan memperbaiki kesuburan tanah yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Metode yang digunakan yaitu dengan demoplot.  Hasil penerapan IPAT-BO yaitu memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman padi yaitu pada tinggi tanaman, jumlah anakan dan hasil panen.  Hasil panen pada penerapan budidaya padi IPAT-BO 9,10 ton/ha. Kata Kunci : Padi, Intensifikasi, Aerob, Organik
PENGARUH ION LOGAM (Fe, Na dan Ca) TERHADAP AKTIVITAS LIPASE KASAR DARI KENTOS KELAPA Su'i, Moh.
Agrika Vol 6, No 1: Mei 2012
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.689 KB) | DOI: 10.31328/ja.v6i1.131

Abstract

Penelitian ini  mempelajari pengaruh ion Fe, Ca dan Na terhadap aktivitas lipase.  Ekstrak kasar lipase diambil dari kentos kelapa yang telah ditunaskan selama 45 hari di tempat gelap pada suhu ruang. Ion Fe, Ca atau Na ditambahkan dalam substrat PNPL (Para Nitro Phenil Laurat) pada pH optimal dengan konsentrasi 0 sampai 10 mM. Kemudian ditambah lipase 0,1 ml setiap 0,9 ml substrat dan diinkubasi pada suhu optimal selama 1 jam.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa, FeCl3 pada konsentrasi  0,006 mM bersifat menghambat aktivitas enzim menjadi  52,16 %  dari aktivitas maksimumnya. NaCl  pada konsentrasi 0,005 mM  juga bersifat menghambat aktivitas enzim menjadi 57,64 %. Sedangkan ­CaCl­2 pada konsentrasi 0,1 mM,  meningkatkan aktivitas lipase menjadi 180,98 %. Kata Kunci : Biokimia, Kentos Kelapa, Fe, Na, Ca
PENGARUH LAMA PENUNDAAN DAN SUHU INKUBASI TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA YOGHURT DARI SUSU SAPI KADALUWARSA Suprihana -
Agrika Vol 6, No 1: Mei 2012
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.19 KB) | DOI: 10.31328/ja.v6i1.132

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama penundaan susu kadaluwarsa dan suhu inkubasi terhadap sifat fisika dan kimia pada proses pembuatan yoghurt. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), disusun secara factorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah lama penundaan susu 1, 2 dan 3 hari, sedang faktor kedua adalah suhu inkubasi 45 dan 25oC. Analisis dilakukan terhadap viskositas, prosentase pemisahan, protein, total padatan terlarut, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi kedua faktor terhadap variable yang diamati, lama penundaan susu memberikan pengaruh sangat nyata terhadap lima variable tersebut, sedang suhu inkubasi berpengaruh nyata pada viskositas. Kata kunci: yoghurt, lama penundaan, suhu inkubasi

Page 1 of 1 | Total Record : 9