cover
Contact Name
Efi Nikmatu Sholihah
Contact Email
efinikmatus@gmail.com
Phone
+6285231367689
Journal Mail Official
innofarm.unisri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sumpah Pemuda No. 18 Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian
ISSN : 16930738     EISSN : 27145549     DOI : https://doi.org/10.33061/innofarm.v27i2
The article published in INNOFARM journal is the authors original work with a broad spectrum of topics. INNOFARM journal accepts original research articles, review articles, and short communications covering the following topics Agricultural and Environmental Microbiology Agricultural Socioeconomics Agroclimatology and Agricultural phenology Agronomy Plant Biotechnology Plant Breeding, Genetics, and Genomics Plant Protection Plant Physiology Soil Science and Fertility Seed Science and Technology
Articles 473 Documents
HASIL PENANAMAN KEDELAI (Glycine max L, Merill) Dalam TANAH YANG DIBERI ABU VULKANIK MERAPI dan EFFECTIVE MICROORGANISM (EM 4) Sumarmi, -
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 13, No 2 (2014): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.512 KB)

Abstract

Abu vulkanik dari letusan gunung Merapi merupakan material yangmengandung unsur Silika (Si O2) 54,56%, beserta mineral lain, dan bersifat asam.EM 4 atau Effective Microorganism 4 mengandung 26 species bakteri berperandalam menguraikan dan mempersubur tanah. Tanaman kedelai dicobakan dalampenelitian ini karena memiliki beberapa keunggulan. Penelitian menggunakan abuvulkanik 50, 75 dan 100 gram tiap polibag dikombinasi dengan EffectiveMicroorganism 4 volume 10 ml, 20 ml dan 30 ml dan perlakuan tanpa EM 4. Hasilpengamatan menunjukkan bahwa tanaman kedelai tumbuh terus hingga umur 8minggu, tetapi pemberian abu vulkanik 100 gram menghambat pertumbuhan.Kedelai mulai berbunga pada umur 45-52 hari, normalnya umur 30-32 hari. Abuvulkanik lebih dari 75 gram akan mengganggu terbentuknya buah polong. Semakinbanyak EM 4 yang diberikan menyebabkan buah polong yang terbentuk lebih berat.Abu vulkanik 50 gram sudah mengurangi hasil biji. Rendahnya hasil karena pHmedia tanam 5,0-5,6. Kadar air biji kedelai pada saat panen masih menunjukkanbatas normal yaitu 17-28%.Kata kunci: abu vulkanik, Effective Microorganism 4, kedelai
KAJIAN MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI MERAH ( Oryza sativa L. ) Wulandari, Yulyana; Siswadi, Siswadi; Triyono, Kharis
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.682 KB)

Abstract

Penelitian  tentang  “  Kajian  Macam  Pupuk  Kandang  Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Padi Merah ( Oryza Sativa L. ) ” telah dilaksanakan mulai tanggal 17 Oktober 2018 sampai 04 Januari 2019 di Dusun Brongsongan Desa Sidorejo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Ketinggian tempat sekitar 125 mdpl dan jenis tanahnya grumosol. Penelitian ini bertujuan : untuk mengetahui pengaruh pemberian macam pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) menggunakan metode Nested Design. Perlakuan terdiri dari 4 macam faktor perlakuan, yang masing-masing diulang sebanyak 3 blok/ulangan. Adapun faktor tersebut adalah : P0 : Tanpa pemberian pupuk kandang, P1  : Pemberian pupuk kandang sapi, P2  : Pemberian pupuk kandang kambing,  dan  P3   :  Pemberian  pupuk  kandang  ayam.  Pengamatan  dilakukan dengan mengambil 5 tanaman sample pada setiap perlakuan. Data ini dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji LSD pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan (1) perlakuan macam pupuk kandang tidak berpengaruh nyata pada  pertumbuhan  tinggi  tanaman dan  panjang malai  padi merah, (2) perlakuan pemberian macam pupuk kandang berpengaruh nyata tpada pertumbuhan jumlah anakan padi dan hasil yaitu pada jumlah malai, berat 100 biji, berat kering panen dan berat kering giling tanaman padi merah. Namun dari hasil penelitian tersebut didapat pertumbuhan dan hasil yang terbaik terdapat pada P2 yaitu pemberian pupuk kandang kambing.
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ( IAA, Root Up, dan Gibgro-20T ) TERHADAP PERTUMBUHAN JAHE ( Zingiber Officinale Rosc. ) J.M. Sri Hardiatmi, Diyan Isbiyantoro Ch. Tri Harwati,
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 14, No 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.385 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ( IAA, Root Up, dan Gibgro-20T ) TERHADAP PERTUMBUHAN JAHE ( Zingiber Officinale Rosc. )” telah dilaksanakan mulai bulan Juni 2014 sampai Oktober 2014 di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi yang terletak di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah..Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor dengan tiga perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji BNJ pada taraf nyata 5%.Perlakuan konsentrasi ZPT IAA 50, 75, dan 100 ppm tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah daun per rumpun, berat segar dan berat kering brangkasan per rumpun ; kecuali konsentrasi 75 ppm yang berpengaruh nyata meningkatkan jumlah daun per rumpun tanaman jahe. Perlakuan konsentrasi ZPT Root Up 50 ppm hanya berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah daun dan berat kering brangkasan per rumpun, sedangkan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, dan berat segar brangkasan per rumpun tidak berpengaruh nyata. Perlakuan konsentrasi ZPT Root Up 75 dan 100 ppm hanya berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah daun per rumpun ; sedangkan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar dan berat kering brangkasan per rumpun tidak berpengaruh nyata. Perlakuan konsentrasi ZPT Gibgro 20T 50, 75, dan 100 ppm tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah daun per rumpun, berat segar dan berat kering brangkasan per rumpun tanaman jahe. Perlakuan terbaik adalah ZPT Root Up dengan konsentrasi 50 ppm karena dapat menghasilkan jumlah daun terbanyak yaitu 15,67 daun dan berat kering brangkasan yang lebih berat yaitu 2,32 g per rumpun tanaman jahe.Kata kunci : Konsentrasi, ZPT, Pertumbuhan, Jahe.
PENGARUH KONSENTRASI CHIP SOIL DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SUREN (Toona sinensis MERR.) Priyono, Tri Harwati, Prawira Harja -
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 13, No 2 (2014): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.6 KB)

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh Konsentrasi Chip Soil dan Jenis PupukKandang Terhadap Pertumbuhan Bibit Suren (Toona sinensis MERR)” telahdilaksanakan mulai tanggal 1 Mei 2014 sampai dengan 5 Juli 2014 di Green HouseFakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakarta.Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupukchip soil terhadap pertumbuhan bibit suren (Toona sinensis MERR.), (2) untukmengetahui pengaruh jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit suren (Toonasinensis MERR.), (3) untuk mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi pupukchip soil dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit suren (Toona sinensisMERR.).Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusunsecara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktorial dan 3 ulangan.Kedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 12 kombinasiperlakuan dan setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Datadianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Beda NyataJujur pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Perlakuan konsentrasi chip soilberpengaruh nyata hanya terhadap peningkatan berat kering total, sedangkanterhadap parameter pertumbuhan lainnya yaitu jumlah daun, tinggi bibit, diameterbatang, nisbah pucuk akar, dan indeks mutu bibit, tidak berpengaruh nyata. Pengaruhterbaik terhadap berat kering total diperoleh pada pemberian chip soil dengankonsentrasi 1/4 tablet chip soil per 5 liter air karena dapat menghasilkan berat keringtotal yang lebih berat yaitu rata-rata 0,94 g, (2) Perlakuan jenis pupuk kandangberpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah daun, tinggi bibit, diameter batang,dan berat kering total, sedangkan terhadap parameter pertumbuhan lainnya yaitunisbah pucuk akar, dan indeks mutu bibit, tidak berpengaruh nyata. Pengaruh terbaikdiperoleh pada pemberian pupuk kandang kotoran ayam karena dapat menghasilkandaun yang lebih banyak yaitu rata-rata 41,83 lembar, bibit yang lebih tinggi yaiturata-rata 33,18 cm, diameter batangyang lebih besar yaitu rata-rata 2,08 mm, danberat kering total yang lebih berat yaitu rata-rata 0,99 g, (3) Interaksi antarakonsentrasi chip soil dengan jenis pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadappertumbuhan bibit suren.Kata kunci : konsentrasi, chip soil, jenis pupuk kandang, pertumbuhan Bibit suren
PENERAPAN MACAM DAN DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN GANDUM (Triticum aestivum L.) Bowo, Prasetyo; sumarmi, sumarmi; Hardiatmi, Sri
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.735 KB)

Abstract

Penelitian   tentang  “Penerapan   macam  dan   dosis  pupuk   organik   terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Gandum (Triticum aestivum L.)’’ telah dilaksanakan tanggal 08 November 2018 sampai 31 januari 2019 di Green House Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap  yang terdiri dari 7 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan : 1) MD0 = tanpa pupk (kontrol), 2) MD1= pupuk kandang dosis 200 g/polybag, 3) MD2 = pupuk  kandang  dosis  400  g/polybag  ,  4)  MD3  =  pupuk  guano  dosis  200 g/polybag, 5) MD4    =  pupuk  guano  dosis  400  g/polybag,  6)  MD5  =  pupuk kascing dosis 200 g/polybag, 7) MD6 = pupuk kascing dosis 400 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) penerapan macam dan dosis pupuk organik berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan, 2) penerapan macam dan dosis pupuk organik tidak berpengaruh terhadaap berat segar brangkasan, berat kering brangkasan, jumlah biji, berat biji, dan berat 100 biji, 3) macam dan dosis pupuk terbaik adalah MD2 (pupuk kandang dosis 400 g/polybag) karena dapat meningkatkan jumlah daun dan jumlah anakan.
PENGARUH KONSENTRASI EM4 DAN LIMBAH MEDIA TANAM JAMUR TIRAM TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT BECAK DAUN ALTERNARIA PADA TANAMAN PAKCHOY ( Brassica rapa L) Kharis Triyono, Oscar Chrismadian Noventa Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 14, No 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.483 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian EM-4 dan penggunaan limbah media tanam jamur tiram terhadap intensitas penyakit becak daun Alternaria pada tanaman pakchoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah faktor I konsentrasi EM-4 (E) terdiri dari 4 taraf dan faktor II limbah media tumbuh jamur tiram (L) terdiri dari 2 taraf Kedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Duncan’ s pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. 1) Pemberian Em4 dan Limbah mediajamur tiram pada tanaman pakchoy berpengaruh terhadap intensitas penyakit becak daun Alternaria umur tanaman 2 minggu, namun tidak berpengaruh pada umur tanaman 3 dan 4 minggu. 2) .Pemberian Em4 dan Limbah media jamur tiram pada tanaman pakchoy berpengaruh terhadap lebar daun, jumlah daun, berat segar brangkasan, berat kering bangkasan dan berat daun yang dapat dikonsumsi. 3) Pemberian EM4 pada limbah media jamur tiram mampu menekan intensitas penyakit becak daun Alternaria sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman pakchoy.Kata Kunci : EM4, limbah media tanam jamur tiram, becak daun alternaria
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH MEDIA TANAMAN JAMUR TIRAM DAN KONSENTRASI Em-4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica rapa L.) Sartono J.S, Siswadi, Rifa Danuri -
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 13, No 2 (2014): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.32 KB)

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh penggunaan limbah media tanam jamur Tiramdan konsentrasi Em-4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Pakchoy (Brassicarapa L.)”.telah dilaksanakan mulai bulan Mei 2014 sampai bulan Juli 2014 diKelurahan Sambirejo, Kecamatan Slogohimo, Kota Wonogiri dengan ketinggiantempat 500 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh penggunaan limbah media tanam jamur tiram dan pemberian EM-4terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakchoyPenelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAKL) yang terdiridari 2 faktor dan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah1. Faktor I : limbah media tumbuh jamur tiram (L) terdiri dari 2 macam yaitu:L1 : Tanpa diberi limbah media tumbuh jamur tiramL2 : Diberi limbah media tumbuh jamur tiram2. Faktor II : konsentrasi EM-4 (E) terdiri dari 4 taraf yaitu:E0 : Tanpa pemberian Em4E1 : EM-4 dengan konsentrasi 5 cc/l airE2 : EM-4 dengan konsentrasi 10 cc/l airE3 : EM-4 dengan konsentrasi 15 cc/l airKedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 8 kombinasiperlakuan. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan denganUji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) penggunaan limbah media tanamjamur tiram (L2) berpengaruh terbaik dibanding tanpa penggunaan limbah mediatanam jamur tiram (L1) karena dapat meningkatkan lebar daun menjadi 13,98 cm,jumlah daun menjadi 16,37 lembar, berat segar tanaman menjadi 217,50 g, beratkering tanaman menjadi 10,75 g, dan berat daun yang dikonsumsi menjadi 140,63g, (2) pemberian EM-4 dengan konsentrasi 15 cc/l air (E3) berpengaruh terbaikdibanding konsentrasi lainnya karena dapat meningkatkan berat segar tanamanmenjadi 221,25 g, berat kering tanaman menjadi 10,98 g., dan berat daun yangdikonsumsi menjadi 139,63 g, dan (3) konsentrasi antara limbah media tanam jamurtiram dengan EM-4 tudak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yangdiamati.Kata kunci : limbah, EM 4, packchoy
UJI MACAM BIBIT DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KERUSAKAN UMBI HAMA BOLENG (Cylas formicarius) PADA TANAMAN UBI JALAR Kusuma, Arief Chandra; Santosa, Sartono Joko; Triyono, Kharis
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.741 KB)

Abstract

Penelitian tentang “UJI MACAM BIBIT DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KERUSAKAN UMBI HAMA BOLENG (Cylas formicarius) PADA TANAMAN UBI JALAR” telah dilaksanakan mulai tanggal 01 November 2018 sampai tanggal 15 Pebruari 2019, bertempat di Dusun Tegalrejo, Desa Kuto, Kecamatn Kerjo, Kabuaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini untuk menguji macam bibit dan dosis pupuk kandang ayam terhadap kerusakan umbi hama boleng (Cylas formicarius) pada tanaman ubi jalar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri dari 2 faktor : Faktor pertama adalah macam bibit (B), terdiri dari 2 macam, yaitu ; B1 : Bibit bagian pucuk, B2 : Bibit bagian batang. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang ayam (K),  terdiri dari 5 taraf, yaitu : K0 : 0,0  gram/tanaman, K1 : 176 gram/tanaman, K2 : 208 gram/tanaman, K3 : 240 gram/tanaman, K4 : 272 gram/tanaman Dari kedua faktor tersebut diperoleh 10 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali sehingga keseluruhan diperoleh 30 kombinasi perlakuan. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, dilanjutkan dengan Uji beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disusun kesimpulan yaitu penggunaan bibit bagian batang tidak berpengaruh nyata dalam meningkatkan kerusakan pada umbi yang disebabkan hama boleng karena bibit bagian batang mempunyai struktur yang keras berbeda dengan bibit bagian pucuk yang mempunyai struktur lunak, rata-rata hasil parameter-parameter berikut menunjukkan bahwa intensitas serangan hama terendah terdapat pada perlakuan bibit bagian batang yaitu 22,37 %, jumlah ubi boleng terendah 0,58 ubi pertanaman, berat ubi boleng terendah terdapat pada perlakuan bibit bagian pucuk yaitu 71,64gram, berat ubi sehat tertinggi terdapat pada bagian batang yaitu 608,33 gram ,jumlah ubi sehat terendah 4,75 ubi pertanaman
KAJIAN DOSIS PUPUK HAYATI TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT BERCAK DAUN (Cercospora sp) PADA TANAMAN JAGUNG SEMI (Zea mays L.) Kharis Triyono, Diyan Pratiwi Mustarsyidah Y. Sartono Joko Santosa
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 14, No 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.478 KB)

Abstract

Penelitian tentang “Kajian Dosis Pupuk Hayati Terhadap Intensitas Penyakit Bercak Daun Cercospora sp Pada Tanaman Jagung Semi (Zea Mays L.)”, telah dilaksanakan mulai bulan November 2014 sampai Januari 2015 di Desa Sabrang Kulon, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat 800 meter diatas permukaan laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan dosis pupuk hayati yang tepat dapat menekan intensitas penyakit bercak daun Cercospora sp pada tanaman jagung semi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga kali ulangan. Dari hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis pupuk hayati tidak berpengaruh terhadap intensitas penyakit bercak daun Cercospora sp pada tanaman jagung semi serta tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, berat segar brangkasan, berat kering brangkasan) dan hasil (jumlah tongkol, diameter tongkol, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot) tanaman jagung semi.Kata kunci : pupuk hayati, bercak daun Cercospora sp, jagung semi
KAJIAN TINGGI ANAKAN ALAM DAN UKURAN POLYBAG TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PUSPA (Schima wallichii (DC) Korth) Sri Hardiatmi, Stefanus Mau Ati Efrain Patola dan
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 18, No 2 (2017): INNOFARM
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.122 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi anakan alam, pengaruh ukuran polybag, serta pengaruh interaksi terhadap pertumbuhan bibit Puspa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu tinggi anakan alam (T) dengan 4 taraf dan ukuran polybag (U) dengan 3 taraf. Setiap kombinasi perlakuan diulang 7 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan : (1) perlakuan tinggi anakan alam berpengaruh terhadap tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun per tanaman, dan berat kering tanaman. Pengaruh terbaik adalah anakan alam dengan tinggi 31-40 cm karena dapat menghasilkan bibit tertinggi, diameter batang terbesar, jumlah daun terbanyak, berat kering tanaman terberat, (2) perlakuan ukuran polybag berpengaruh hanya terhadap tinggi bibit. Pengaruh terbaik adalah polybag dengan ukuran 20 x 20 cm karena dapat menghasilkan bibit tertinggi, (3) interaksi berpengaruh hanya terhadap nisbah pucuk – akar. Kombinasi terbaiknya adalah tinggi anakan alam 1-10 cm dan ukuran polybag 10x10 cm serta tinggi anakan 1-10 cm dan ukuran polybag 15x15 cm.Kata kunci : anakan alam, ukuran polybag, pertumbuhan, bibit puspa

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 2 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 25 No 2 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 24 No 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 1 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 23, No 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 20 No. 2 (2018): INNOFARM Vol 20, No 2 (2018): INNOFARM Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM Vol 19, No 1 (2018): INNOFARM Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM Vol 18, No 2 (2017): INNOFARM Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm Vol 17, No 1 (2017): Innofarm Vol 15, No 2 (2015): innofarm Vol. 15 No. 2 (2015): innofarm Vol 14, No 1 (2015): Innofarm Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm Vol 13, No 2 (2014): Innofarm Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm Vol. 12 No. 2 (2013): Innofarm Vol 12, No 2 (2013): Innofarm Vol 11, No 1 (2013): INNOFARM Vol. 11 No. 1 (2013): INNOFARM Vol. 10 No. 1 (2011): Innofarm Vol 10, No 1 (2011): Innofarm Vol. 9 No. 2 (2010): Innofarm Vol 9, No 2 (2010): Innofarm Vol. 9 No. 1 (2010): Innofarm Vol 9, No 1 (2010): Innofarm Vol 8, No 1 (2009): Innofarm Vol. 8 No. 1 (2009): Innofarm Vol. 7 No. 1 (2008): Innofarm Vol 7, No 1 (2008): Innofarm Vol 6, No 1 (2007): Innofarm Vol. 6 No. 1 (2007): Innofarm Vol. 3 No. 1 (2004): Innofarm Vol 3, No 1 (2004): Innofarm Vol. 2 No. 2 (2003): Innofarm Vol 2, No 2 (2003): Innofarm Vol 2, No 1 (2003): Innofarm Vol. 2 No. 1 (2003): Innofarm More Issue