cover
Contact Name
Efi Nikmatu Sholihah
Contact Email
efinikmatus@gmail.com
Phone
+6285231367689
Journal Mail Official
innofarm.unisri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sumpah Pemuda No. 18 Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian
ISSN : 16930738     EISSN : 27145549     DOI : https://doi.org/10.33061/innofarm.v27i2
The article published in INNOFARM journal is the authors original work with a broad spectrum of topics. INNOFARM journal accepts original research articles, review articles, and short communications covering the following topics Agricultural and Environmental Microbiology Agricultural Socioeconomics Agroclimatology and Agricultural phenology Agronomy Plant Biotechnology Plant Breeding, Genetics, and Genomics Plant Protection Plant Physiology Soil Science and Fertility Seed Science and Technology
Articles 473 Documents
UJI PEMOMPAAN AIR TANAH METODE STEP DRAW DOWN UNTUK MENGETAHUI DEBIT OPTIMUM KEMAMPUAN SUMUR BOR Jarwanto, Jarwanto
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.28 KB)

Abstract

Uji pemompaan dalam kaitannya dengan kemampuan sumur terhadap akuifer dalam penyediaan air dalam tubuh formasi batuan. Pengukuran ini didapat dari respon terhadap kenaikan maupun penurunan air saat dilakukan pemompaan dengan melalui 3 tahap (step) perlakuan dengan posisi Q1, Q2 dan Q3. Posisi Q3 maksimum pompa yang digunakan, Q2 didapat dari setengah dari nilai Q3, Q1 setengah dari Q2 (paling kecil). Pemompaan selama 960 menit tanpa henti dari 3 step akan menurunkan muka air tanah dengan panjang 47,75 meter. Recovery kembali ke muka air tanah semula selama 390 menit. Dengan pendekatan tabel didapatkan nilai optimum dalam pemompaan sebesar 1,7 liter/detik dengan posisi muka air tanah stabil dan seimbang yang dihitung dari ketersediaan air dalam formasi batuan/tanah dengan pemompaan yang dilakukan terus menerus tanpa henti. Sumur bor dapat difungsikan untuk kegiatan usaha maupun rumah tangga bahkan untuk pengairan persawahan/pertanian lainnya.
PENGARUH DOSIS PUPUK MIKROSIL DAN MACAM PERLAKUAN PADA BUNGA JANTAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI (Zea Mays L) Dewi Ratna Nurhayati, Miftachurochim Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 14, No 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.78 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk mikrosil dan macam perlakuan pada bunga jantan terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi (Zea Mays L). Penelitian ini dilakasanakan dengan menggunakan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah Faktor I adalah dosis pupuk mikrosil (D) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu DO : Tanpa Pupuk Mikrosil, D1 : Pupuk Mikrosil Dosis 10 kg/ha (0,04 g/polibag), D2 : Pupuk, Mikrosil Dosis 15 kg/ha (0,06 g/polibag), D3 : pupuk Mikrosil Dosis 20 kg/ha (0,08 g/polibag). Faktor II adalah macam perlakuan pada bunga jantan (P) yang berdiri atas 3 taraf, yaitu Po : Tanpa pencabutan bunga jantan P1 : Dengan pencabutan bunga jantan P2 : Dengan pembungkusan bunga jantan. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa :Perlakuan dengan penambahan dosis pupuk Mikrosil tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi (Tinggi Tanaman, Jumlah Tongkol,Diameter Tongkol, Berat Tongkol Berklobot, Berat Kering Brangkasan, Umur Panen dan Kadar Gula), namun perlakuan tanpa penambahan pupuk Mikrosil dan perlakuan pencabutan bunga jantan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi (Zea mays L.), dibuktikan pada hasil tertinggi berat tongkol tanpa klobot pertanaman yaitu 75 g diperoleh pada kobinasi perlakuan tanpa memberikan pupuk Mikrosil dan pencabutan bunga jantan (D0P1), dan dari pengamatan berat segar brangkasan diketahui bahwa hasil tertinggi yaitu 500 g diperoleh pada kombinasi tanpa pemberian pupuk mikrosil dan pencabutan bunga jantan (D0P1).Kata Kunci : Pupuk mikrosil, Bunga jantan, Jagung semi
PENGARUH MACAM MEDIA DAN DOSIS UREA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans) Riyo S, Endang Sri S., Andi Wisda Pratama -
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 13, No 2 (2014): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.031 KB)

Abstract

Penelitian ini mengenai “Pengaruh Macam Media Dan Dosis Pupuk UreaTerhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans).Penelitian dilaksanakandi Green House kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas SlametRiyadi, Mojosongo, Surakarta dan berlangsung mulai 20 Desember 2013 hingga 30Januari 2014. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Macam Media DanDosis Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomeareptans).Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4perlakuan dosis urea, yaitu 0 kg/ha, 100 kg/ha, 200 kg/ha, dan 300 kg/ha dan 3perlakuan variasi media, yaitu (Campuran Tanah, Pupuk Kandang), (CampuranTanah, Pupuk Kandang, Sekam), dan (Campuran Tanah, Pupuk Kandang,Pakis).Dengan demikian diperoleh 12 kombinasi perlakuan dengan ulangan 3 kali.Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, Panjang Daun Terpanjang, LebarDaun, Jumlah Daun, Panjang Akar Terpanjang, Berat Segar Tanaman, Berat KeringTanaman.Data dianalisis menggunakan uji DMRT 5%.Hasil penelitian menunjukkanbahwa kombinasi perlakuan macam media (campuran tanah, pupuk kandang, sekamdengan dosis urea 0 sampai 100 kg/ha), dan (campuran tanah, pupuk kandang, pakisdengan dosis urea 0, 100, dan 300 kg/ha) memberikan pertumbuhan dari tanamanKangkung Darat jadi lebih baik.daripada dibandingkan dengan kombinasi perlakuanmacam media (campuran tanah, pupuk kandang dengan semua dosisurea).Penambahan dosis dari 100, 200, sampai 300 kg/ha tidak berpengaruh banyakmerubah hasil menjadi lebih baik lagi pada penelitian tanaman Kangkung Darat.Jadipenggunaan macam media (campuran tanah, pupuk kandang, sekam dengan dosisurea 0 sampai 100 kg/ha), dan (campuran tanah, pupuk kandang, pakis dengan dosisurea 0, 100, dan 300 kg/ha) dianggap lebih efisien.Kata kunci : media, urea, kangkung darat
PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK DAN PEMBERIAN DOSIS PUPUK AZOLLA PINNATA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas blackie) guntoro, adi; priyono, priyono; Bahri, Saiful
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.191 KB)

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh pemangkasan pucuk dan pemberian dosis pupuk kompos Azolla pinnata ( Ipomea batatas blackie.)” telah dilaksanakan mulai tanggal 12 Oktober 2018 sampai 18 Januari 2019 Randusari RT 02 RW 01, Slogohimo, Wonogiri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh dari pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar ungu (Ipomoea batatas blackie.), (2) mengetahui pengaruh dari pemberian dosis pupuk kompos Azolla pinnata terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar (Ipomoea batatas blackie.), (3) mengetahui pengaruh terbaik dari pemangkasan pucuk dan pemberian dosis pupuk kompos Azolla pinnata terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar ungu (Ipomoea batatas blackie.) Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor, masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah : (1)pemangkasan pucuk (P) dengan 3 (tiga) taraf yaitu: tanpa pemangkasan (P1), pemangkasan 10 cm (P2), pemangkasan 15 cm (P3), (2). Pemberian dosis pupuk Azolla pinnata (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : tanpa pemberian dosis pupuk azolla (A0) pemberian dosis pupuk kompos azolla 5 gram (A1), pemberian dosis pupuk kompos azolla 10 gram ( A2 ), pemberian dosis pupuk kompos azolla 15 gram (A3), Kedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehinngga diperoleh 12 kombinasi perlakuan.  Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil  pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemangkasan pucuk dan pemberian dosis pupuk kompos Azolla pinnata berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan yaitu jumlah daun pada perlakuan (A2P1) dengan rata - rata jumlah daun 414 helai dan berat brangkasan basah (A2P1) dengan berat rata- rata 1915,33 gram, sedangkan pada hasil tanaman ubi jalar ungu berpengaruh nyata pada jumlah umbi yaitu pada perlakuan (A3P1) dengan rata – rata  jumlah umbi 13,67 buah .
PENGARUH MACAM PUPUK ORGANIK DAN PANJANG STEK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) Dewi Ratna Nurhayati, Zaenal Arifin Riyo Samekto
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 14, No 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.588 KB)

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh Macam Pupuk Organik Dan Panjang Stek Terhadap Pertumbuhan Tanaman Buah Naga (Hylocereus polyrhizus)” telah dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2014 di rumah kaca (green house) Fakultas Pertanian Universitas Selamet Riyadi Surakarta, yang terletak di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Surakarta dengan ketinggian tempat ± 113 meter dpl. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh macam pupuk organik dan panjang stek terhadap pertumbuhan tanaman buah naga (Hylocereus polyrhizus). Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor I adalah macam pupuk organik yang terdiri dari 4 macam (P0= tanpa pupuk organik, P1= Pukan ayam + jerami + daun lamtoro, P2= Pukan ayam + sampah organik, P3= Pukan Ayam + kulit ubi jalar). Faktor II adalah panjang stek yang terdiri dari 3 ukuran (S1= Panjang stek 20 cm, S2= Panjang stek 25 cm, dan S3= Panjang stek 30 cm). Parameter yang diamati meliputi: panjang tunas, jumlah tunas, jumlah akar, berat segar akar, berat kering akar, berat segar tunas, berat kering tunas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : Perlakuan macam pupuk organik dan panjang stek berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman buah naga pada variabel panjang tunas, berat segar akar, berat kering akar, berat segar tunas, dan berat kering tunas, tetapi tidak nyata terhadap variable jumlah tunas dan jumlah akar. Perlakuan tanpa pupuk organik dengan panjang stek 20, 25, dan 30 cm, menghasilkan pertumbuhan tanaman buah naga yang tidak berbeda nyata. Pada perlakuan pukan ayam + jerami + daun lamtoro, panjang stek 30 cm adalah terbaik karena menghasilkan berat segar akar, berat kering akar, berat segar tunas, dan berat kering tunas tertinggi dan berbeda nyata dengan P0S1.Kata kunci: pupuk organik, panjang stek, buah naga
KOMPONEN HASIL VARIETAS WIJEN (Sesamum Indicum L.) DI LAHAN PASIR PANTAI YANG DIPENGARUHI OLEH SAAT PEMUPUKAN Eko Hanudin, Dewi Ratna Nurhayati Prapto Yudono, Taryono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 14, No 1 (2015): Innofarm
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.295 KB)

Abstract

Penelitian dengan tujuan menghasilkan paket teknologi budidaya wijen dengan membedakan saat pemupukan telah dilaksanakan di Lahan Pasir pantai Keburuhan Purworejo, tahun 2013. Lahan pasir dengan produktivitas yang rendah, dicirikan oleh bahan penyusun tanah yang dominan (>80%) terdiri dari pasir menjadikan ketersediaan air dan unsur hara tanaman sangat rendah. Untuk itu diperlukan bahan organik guna perbaikan media tanam dengan pupuk organik, dan pupuk NPK. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan dasar RAKL dengan 4 ulangan dengan 2 faktor , Faktor 1 : Jenis wijen ( V ), V1 = wijen putih V2 = wijen Hitam. Faktor 2 : waktu aplikasi pemupukan dari penggunaan pupuk kombinasi organik dan an organik (W), yakni W1 = diberikan 5 hari sebelum tanam ,W2 = diberikan 0 hari / saat tanam, W3 = diberikan 5 hari setelah tanam Dari kedua faktor tersebut, maka terdapat 6 variasi perlakuan, dengan 4 kali ulangan. Variasi perlakuan : V1W1, V1W2 , V1 W, V2W1, V2W2, V2 W3. Dari dua faktor penelitian tersebut diperoleh 24 variasi perlakuan, adapun varietas yang digunakan adalah : SBR 1 dan SBR 3. Adapun komponen hasil yang diamati adalah jumlah bunga, umur berbunga, jumlah cabang, jumlah polong, berat kering polong dan biji, serta biji. Dari hasil penelitian dapat disampaikan bahwa pemberian pupuk berupa pupuk kandang ayam dan NPK pada takaran 11,25 ton/ha dan pupuk an organik NPK setara dengan dosis 18,75 ton / ha pada saat tanam memberikan hasil yang berbeda nyata untuk jumlah bunga, berat biji / tanaman berta 100 biji pada Varietas SBr 1.Kata kunci : Lahan pasir pantai, saat pemupukan , varietas wijen.
UJI PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR (Ipomea batatas L) Kristanto, Daniel; priyono, priyono; Bahri, Saiful
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.443 KB)

Abstract

Penelitian tentang “Uji Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Ubi Jalar (Ipomea batatas L)” telah dilaksanakan pada tanggal 8 November 2018 sampai tanggal  8 Maret 2019 di lahan sawah dengan jenis tanah grumusol, di Dusun Kalikijing, Kelurahan Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu (1) mengetahui dosis pupuk hayati Sinar Bio yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil Ubi jalar (Ipomea batatas L), (2) mengetahui dosis pupuk hayati Mikoriza yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil Ubi jalar (Ipomea batatas L), (3) mengetahui dosis pupuk hayati Natura yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil Ubi jalar (Ipomea batatas L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok  Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga kali ulangan dengan 9 kombinasi perlakuan: (P1 : Pupuk Hayati Sinar Bio dengan dosis pupuk hayati 15 kg/Ha), (P2 : Pupuk Hayati Sinar Bio dengan dosis pupuk hayati 30 kg/Ha), (P3 : Pupuk Hayati Sinar Bio dengan dosis pupuk hayati 45 kg/Ha), (P4  : Pupuk Hayati Mycogrow dengan dosis pupuk hayati 5 kg/Ha), (P5 : Pupuk Hayati Mycogrow dengan dosis pupuk hayati10 kg/Ha), (P6 : Pupuk Hayati Mycogrow dengan dosis pupuk  hayati 15 kg/Ha),  (P7 : Pupuk Hayati Natura dengan dosis pupuk hayati 50 kg/Ha), (P8 : Pupuk Hayati Natura dengan dosis pupuk hayati 75 kg/Ha), (P9 : Pupuk Hayati Natura dengan dosis pupuk hayati 100 kg/Ha). Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan macam pupuk hayati  tidak berpengaruh pada semua parameter pengamatan, yaitu  panjang batang, jumlah cabang, berat basah brangkasan, berat kering brangkasan, berat umbi, jumlah umbi, diameter umbi dan indeks panen.
KAJIAN MACAM KERAPATAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill ) Utami, Diana Diah; sumarmi, sumarmi; Siswadi, Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.415 KB)

Abstract

Penelitian tentang “Kajian Macam Kerapatan Tanam Terhadap Pertumbuhan  dan   Hasil  Tiga  Varietas  Kedelai  (Glycine  max   (L.) Merrill )” telah  dilaksanakan mulai  13 April sampai 13 Juli 2019  di Desa Ngalang-ngalangan Kelurahan  Senting  Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung pertumbuhan dan  hasil tiga  varietas kedelai  dengan perlakuan tiga macam kerapatan tanam. Dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) factorial yang  terdiri dari  2 faktor  masing–masing diulang  3 kali sehingga diperoleh 27 kombinasi.  Macam Varietas  Kedelai  (V) : V1 : Grobogan,  V2 : Anjasmoro, V3 : Malika. Macam Kerapatan Tanam (K): K1 : 30 cm x 20 cm, K2 : 30 cm x 30 cm, K3 : 30 cm x 40 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Varietas Grobogan memiliki hasil tertinggi untuk jumlah daun, jumlah polong   bernas, jumlah  polong hampa,  berat buah  polong  kedelai  basah, berat biji kedelai kering, berat 100 biji kedelai. Tinggi tanaman rata-rata tertinggi terdapat pada varietas Anjasmoro. Umur  berbunga terlama pada varietas Malika yaitu 47,22. (2) Kerapatan  tanam 30cm x 20cm (K1) memiliki hasil tertinggi untuk tinggi  tanaman, berat buah polong kedelai basah, berat biji kedelai  kering dan berat 100 biji kedelai. Umur berbunga rata-rata tertinggi pada 30cm x 30cm (K2). Kerapatan tanam 30cm x 40cm   memiliki hasil tertinggi untuk jumlah daun, jumlah polong hampa, jumlah polong hampa. (3) Tidak terjadi interaksi antara macam   kerapatan tanam dan tiga varietas terhadap semua parameter yang  diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah polong bernas, jumlah polong hampa, berat buah polong  kedelai basah, berat biji kedelai kering, dan berat 100 biji kedelai.
KAJIAN MACAM PUPUK KANDANG PADA 3 JENIS PADI TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT BERCAK DAUN (Helminthosporium oryzae.) aprianto, rivan nur; Santosa, Sartono Joko; Triyono, Kharis
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.518 KB)

Abstract

Kajian macam pupuk kandang pada 3 jenis padi terhadap intensitas penyakit bercak daun (Helminthosporium oryzae.) telah dilaksanakan mulai tanggal 17 Oktober 2018 sampai 31 Januari 2019 di Dusun Brongsongan, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo dengan ketinggian tempat 104 m diatas permukaan laut dan jenis tanah gromosol. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji macam pupuk kandang pada 3 jenis padi terhadap intensitas penyakit bercak daun (Helminthosporium oryzae). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan metode Split Plot / tata letak RPT ( Rancangan Petak Terpisah ) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu penggunaan  macam pupuk kandang sebagai sub plot / anak petak dan jenis padi sebagai main plot / petak utama sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali sehingga di peroleh 36 kombinasi. Adapun kedua faktor tersebut adalah : (1). Jenis Padi (V) sebagai main plot / petak utama yaitu : V1 padi hitam, V2 padi merah, V3 padi putih (2). Macam Pupuk Kandang (P) sebagai sub plot / anak petak yaitu : P0 tanpa pupuk kandang, P1 pupuk kandang sapi, P2 pupuk kandang kambing, P3 pupuk kandang ayam.  Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan gejala penyakit bercak daun (Helminthosporium oryzae) muncul pertama kali pada umur 30 hari setelah tanam pada jenis padi hitam (V1), sedangkan gejala penyakit bercak daun (Helminthosporium oryzae) merata pada jenis padi hitam (V1) dan putih (V3). Intensitas penyakit bercak daun (Helminthosporium oryzae) terendah pada jenis padi merah sedangkan intensitas penyakit bercak daun tertinggi pada penggunaan pupuk kandang ayam pada jenis padi hitam dan putih Penggunaan pupuk kandang kambing pada jenis padi merah memberikan hasil tertinggi pada berat kering panen yaitu 421,21 gram dan berat kering gilling yaitu 283,70 gram.
INVENTARISASI HAMA AKIBAT PERLAKUAN MACAM JARAK TANAM TERHADAP TIGA VARIETAS KEDELAI Glycine max (L) Merill Fitriyani, Lulus; Santosa, Sartono Joko; Sumarmi, Sumarmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.591 KB)

Abstract

The purpose of this research was to investory the types of pest from the symptoms and signs of damage from variouse types of planting distance on there of soybean. This research was conducted in April 2019 until Juli 2019, a research site in Gatak Hamlet, Senting Village, Sambi Subdistrict, Boyolalai Regency with Grumosol soil types and altitude ± 200 meters above sea level. This study uses a Complete Randomized Block Design (CRBD) arranged in Split Plots consisting of 2 treatment factors, namely the type of soybean (V) as the main plot an planting distance (J) as a sub plot, so 9 treatment combinations were obtained and each was repeated 3 times. The results showed (1) The types of pest found at the time of the study were green grasshopper pest with the highest attack intensity in the treatment Grobogan of varieties  with planting distance 30 cm x 40 cm (V1J3), wich was an average 0f 29.79%. Caterpillar leaves pest with the highest attack intensity in the treatment Grobogan of varieties with planting distance 30 cm x 40 cm (V1J3), wich was an average 0f 30%, Anjasmoro of varieties with planting distance 30 cm x 20 cm (V2J1), wich was an average 0f 30%, Grobogan of varieties with planting distance 30 cm x 30 cm (V2J2), wich was an average of 30%. Pod borer pest with the highest attack intensity in the treatment Anjasmoro of varieties with planting distance 30 cm x 30 cm wich was an average of 29,97% (2) The provision of spasing 30 cm x 40 cm does  significantly affect the intensity of pest attacks on three types of soybean (3) Grobogan of varieties and spasing 30 cm x 40 cm (V1J3) had the highest the number of pods yields which was an average of 88 pods, the pod weight 60,11 gram/m2, and yield of seed weight 16,95 gram/m2. And the highest the number of seeds yields had the highest on Grobogan of varieties and spasing 30 cm x 40 cm which was an average 143,56 seeds, and on Grobogan varieties  with planting distance 30 cm x 30 cm of was an average 13,60 gram/m2.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 2 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 25 No 2 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 24 No 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 1 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 23, No 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 20, No 2 (2018): INNOFARM Vol. 20 No. 2 (2018): INNOFARM Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM Vol 19, No 1 (2018): INNOFARM Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM Vol 18, No 2 (2017): INNOFARM Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm Vol 17, No 1 (2017): Innofarm Vol 15, No 2 (2015): innofarm Vol. 15 No. 2 (2015): innofarm Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm Vol 14, No 1 (2015): Innofarm Vol 13, No 2 (2014): Innofarm Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm Vol 12, No 2 (2013): Innofarm Vol. 12 No. 2 (2013): Innofarm Vol. 11 No. 1 (2013): INNOFARM Vol 11, No 1 (2013): INNOFARM Vol. 10 No. 1 (2011): Innofarm Vol 10, No 1 (2011): Innofarm Vol. 9 No. 2 (2010): Innofarm Vol 9, No 2 (2010): Innofarm Vol 9, No 1 (2010): Innofarm Vol. 9 No. 1 (2010): Innofarm Vol. 8 No. 1 (2009): Innofarm Vol 8, No 1 (2009): Innofarm Vol 7, No 1 (2008): Innofarm Vol. 7 No. 1 (2008): Innofarm Vol. 6 No. 1 (2007): Innofarm Vol 6, No 1 (2007): Innofarm Vol. 3 No. 1 (2004): Innofarm Vol 3, No 1 (2004): Innofarm Vol 2, No 2 (2003): Innofarm Vol. 2 No. 2 (2003): Innofarm Vol. 2 No. 1 (2003): Innofarm Vol 2, No 1 (2003): Innofarm More Issue