cover
Contact Name
Efi Nikmatu Sholihah
Contact Email
efinikmatus@gmail.com
Phone
+6285231367689
Journal Mail Official
innofarm.unisri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sumpah Pemuda No. 18 Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian
ISSN : 16930738     EISSN : 27145549     DOI : https://doi.org/10.33061/innofarm.v27i2
The article published in INNOFARM journal is the authors original work with a broad spectrum of topics. INNOFARM journal accepts original research articles, review articles, and short communications covering the following topics Agricultural and Environmental Microbiology Agricultural Socioeconomics Agroclimatology and Agricultural phenology Agronomy Plant Biotechnology Plant Breeding, Genetics, and Genomics Plant Protection Plant Physiology Soil Science and Fertility Seed Science and Technology
Articles 473 Documents
Kajian Dosis Pupuk Kandang Kambing Dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Okra Merah Lina Ayu Widyastuti; Priyono Priyono; Endang Sri Sudalmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on "Study of Doses of Goat Manure and Composition of Planting Media on Growth and Yield of Red Okra Plants (Abelmoschus esculentus L. Moench)"has been carried out from March 20, 2020 to June 17, 2020 in Jenak Hamlet, Sidolaju Village, Widodaren District, Regency Ngawi withhaaheight of about 50-100 meterssaboveeseaalevel.This reserch aims to: (1) to determine the study of goat manure doses on the growth and yield of red okra plants (2) to determine the study of theecompositionnofftheeplantinggmedia on the growth and yield of okra red plants and (3) to determine the effect of the interaction of goat manure doses and the composition of the growing media on the growth and yield of red okra plants.The design used was a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 with 3 replications. The first factor is the dose of goat manure which includes: D1: Dose of goat manure 375 g / plant, D2: Dose of goat manure 750 g / plant. D3: Dose of goat manure 1125 g / plant. Theeseconddfactorrisstheecompositionnofftheeplanting medium including: M1n:nSoil,nM2:nSoill+hHuskkCharcoal,mM3 :sSoil + Sand, M4: Soil + Husk Charcoal + Sand. Dataaweremanalyzeddusing Variance Analysis,nwhich was followeddby Honest Real Difference Testtat 5% real level.The resultssshoweddthat (1) Dose treatment of goat manureehadaa very significantteffectton yield only on the dry weight of seeds per plant. The best treatment was obtained at a dose of goat manure 750 g / plant (D2) which produced the highest weight of dry seeds per plant, (2) Theetreatmenttof media composition hadnanverynsignificanteeffectoon plant height, number of leaves, number of fruits per plant, number of fruits per harvest, fruit fresh weight and seed dry weight per plant. The best treatment was obtained on the composition of the planting medium (M2) which had the highest yield on plant height, number of leaves, number of fruits per plant, number of fruits per harvest, dry weight of seeds per plant. While the composition of the planting medium (M4) produced the highest yield on fresh weight. fruit, (3) there was no interaction between the dose of goat manure and the composition of the planting medium.  
kajian macam dan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman talas (colocasia esculelnta L. Shott) Krisma Dwi Rohana; Priyono Priyono; Endang Sri Sudalmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

colocasia plant, kinds of manure, manure dosage
POTENSI MASYARAKAT PENDUKUNG DESA WISATA PLERET JATINGARANG KECAMATAN WERU Budhi Rahardjo; Wartini Wartini
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan Judul Potensi Masyarakat Pendukung Desa Wisata Jatingarang Kecamatan Weru kali ini bertujuan untuk mengetahui potensi masyarakat yang dapat mendukung pengembangan Desa Wisata Desa Jatingarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualititatif dengan subyek Penelitian Pengelola Pemandian Pleret,Pengurus Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa, Pengelola Badan Usaha Milik Desa,Usaha Kecil Menengah dan Wisatawan dan Penduduk dilingkungan Obyek Wisata. Hasil penelitian menunjukkan Potensi home industri didesa Jatingarang dan cukup besar, dan memungkinkan untuk dikembangkan, sebagai sarana upaya pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru. Unsur pendukung lain terwujudnya sebuah daerah tujuan wisata yang memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan, adalah teridentifikasinya potensi obyek wisata, maupun fasilitas penunjang wisata, perlunya bumi perkemahan, penataan hutan rakyat yang dapat dikembangkan. Peningkatan kualitas Badan Usaha Milik Desa Saran, untuk meningkatkan kapasitas Desa Wisata Jatingarang Kecamatan Weru, diperlukan Perencanaan Strategis yang dilengkapi dengan Siteplan, serta dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo, dan pihak terkait.
UJI KESEHATAN BENIH PEPAYA DAN PEMANFAATAN METABOLIT SEKUNDER CENDAWAN UNTUK MENINGKATKAN PERKECAMBAHAN Fitrianingrum Kurniawati; Budhi Rahardjo
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan buahnya dan banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia. Produksi pepaya di lapangan juga tergantung dari pemilihan benih yang sehat. Pemilihan benih yang sehat juga dapat mengurangi resiko timbulnya suatu penyakit di lapangan maupun di pembibitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan uji kesehatan benih melalui pemeriksaan benih kering, blotter test, dan menguji suatu metabolit sekunder cendawan yang dapat meningkatkan perkecambahan pepaya. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah pemeriksaan biji kering, blotter test dan pemanfaatan metabolit sekunder cendawan hasil blotter test. Hasil menunjukkan bahwa Pada buah pepaya yang sakit diperoleh biji berwarna pucat kecoklatan dan ukurannya kecil (tidak normal) dan pada biji yang parah sekali gejalanya maka biji tersebut berwarna putih. Sedangkan buah pepaya yang bergejala sedang (antara sakit dan sehat) memiliki gejala buah busuk tetapi hanya sedikit dan pada jarinagn buah yang busuk terdapat koloni cendawan berwarna hijau kelabu. Sedangkan buah papaya yang sehat kulit buahnya tidak terdapat gejala busuk kebasahan, jika dibelah biji berwrna hita, ukuran normal, dan warna buah bagian dalam merah oranye. Pada uji blotter diperoleh cendawan Aspergillus sp. dan Fusarium sp. metabolit sekunder dari cendawan Aspergillus sp. dapat meningkatkan perkecambahan pada benih pepaya.
UJI EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SENYAWA MIKROORGANISME TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GARUT (Maranta-arundinaceae -L.) Santi Murdiahningsih; Sumarmi Sumarmi; Siswadi Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i1.5131

Abstract

Penelitian ini berjudul Uji Efektivitas Penambahan Senyawa Mikroorganisme Terhadap Pertumbuhan Tanaman Garut (Maranta arundinaceae L.) bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati terbaik terhadap pertumbuhan tanaman garut. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 16 September 2020 sampai 25 Desember 2020, di desa Gentong, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dengan ketinggian tempat 500 (mdpl). Penelitian menggunakan metode=Perancangan Dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor dengan 10 macam perlakuan dan diulang 3 kali. Adapun kombinasi perlakuan sebagai berikut : P0, P1K1, P1K2, P1K3, P2K1, P2K2, P2K3, P3K1, P3K2, P3K3. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk hayati BiotoGrow dengan konsentrasi 6 ml/L (P3K2) berpengaruh nyata terhadap pengamatan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, jumlah anakan, berat brangkasan basah, dan berat berat kering brangkasan. Perlakuan pemberian pupuk hayati BiotoGrow dengan konsentrasi 6 ml/L (P3K2) tanaman tertinggi yang dihasilkan yaitu 134,18cm, jumlah daun terbanyak yaitu 14,88 helai, panjang-daun terpanjang yaitu 36,10 cm, lebar daun terlebar yaitu 14,80 cm, jumlah anakan terbanyak yaitu 5,70 anakan, jumlah umbi terbanyak yaitu 2,50 butir, berat umbi tertinggi yaitu 20,83 gr, berat brangkasan basah tertinggi yaitu 1,87 kg, dan berat kering brangkasan tertinggi yaitu 114,63 gr.
KAJIAN DOSIS DAN MACAM PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KOLESOM (Talinum triangulare) Wara Hayu Prihaningtyas; Sartono Joko Santosa; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i1.5159

Abstract

Penelitian tentang “Kajian Dosis dan Macam Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kolesom (Talinum triangulare)” telah dilaksanakan mulai tanggal 20 September 2020 sampai dengan 18 Desember 2020 di Kecamatan Serengan, Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan dosis dan macam pupuk organik yang tepat pada pertumbuhan tanaman kolesom. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan faktor tunggal yakni dosis dan macam pupuk organik. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah (K) Tanpa pupuk organik, (P1) Pupuk kompos 22,615 gram/tanaman, (P2) Pupuk kompos 45,3 gram/tanaman, (P3) Pupuk kompos 67,915 gram/tanaman, (S1) Pupuk kandang sapi 9,3 gram/tanaman, (S2) Pupuk kandang sapi 18,6 gram/tanaman, (S3) Pupuk kandang sapi 27,9 gram/tanaman, (G1) Pupuk guano 0,17 gram/tanaman, (G2) Pupuk guano 0,34 gram/tanaman, (G3) Pupuk guano 0,51 gram/tanaman. Masing – masing perlakuan diulang 3 kali, sehingga jumlahnya 30 polybag. Analisis Ragam digunakan dalam proses menganalisis data, kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) perlakuan dosis dan macam pupuk organik tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tetapi memberikan pengaruh pada hasil tanaman, (2) perlakuan pupuk kompos 67,915 gram/tanaman (P3) memberikan hasil tertinggi pada berat pucuk pangkasan yaitu sebesar 143 gram.
KAJIAN DOSIS PUPUK PELENGKAP CAIR CIUNIK DAN TIGA MACAM VOLUME PENYIRAMAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG (Amorphophallus muelleri) Tyosan Tyosan; Kharis Triyono; Sumarmi Sumarmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i1.5209

Abstract

Penelitian tentang kajian dosis pupuk pelengkap cair Ciunik dan tiga macam volume penyiraman air terhadap pertumbuhan tanaman porang (Amorphophallus muelleri) dilaksanakan tanggal 22 September 2020 sampai 22 Desember 2020 di Jalan Lesanpuro No 8 Kratonan Serengan Surakarta, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian terbaik dari pemberian dosis PPC Ciunik dan tiga macam volume penyiraman air terhadap pertumbuhan tanaman porang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor. Adapun kedua faktor tersebut adalah : (1) dosis pupuk pelengkap cair Ciunik (C) dengan 4 (empat) taraf yaitu: tanpa dosis PPC Ciunik (C0), dosis PPC Ciunik 4,5 ml (C1), dosis PPC Ciunik 9 ml (C2), dosis PPC Ciunik 18 ml (C3), (2). Volume penyirman air terdiri dari 3 taraf yaitu : penyiraman air volume 1 liter (V1), 1,5 liter (V2), volume 2 liter (V3). Dikombinasikan menjadi 12 perlakuan. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, dilanjutkan Uji BNJ pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik pada C2V2 yaitu pemberian PPC Ciunik 9 ml dan penyiraman volume air 1,5liter.
KAJIAN MACAM MULSA TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT KARAT DAUN Phakopsora pachyrhizi PADA TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) Septyana Arrie Handayani; Sartono Joko Santosa; Saiful Bahri
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i1.5237

Abstract

Research on "Study of Kinds of Mulch Against the Intensity of Phakopsora pachyrhizi Leaf Rust Disease in Three Soybean Varieties (Glycine Max (L.) Merrill)". This study aims to examine the kinds of mulch on the intensity of Phakopsora Pachyrhizi leaf rust disease in three varieties of soybean (Glycine max (L.) Merrill). The study used a Complete Randomized Block Design (CRBD) arranged in a split plot consisting of 2 treatment factors, namely the variety of soybean varieties as the main plot (main plot) and the kinds of mulch as a sub plot (subplots), each treatment was repeated 3 times. Data were analyzed using Variance Analysis and followed by Honest Real Difference Test at the 5% level. The results showed the symptoms of Phakopsora pachyrizhi leaf rust disease on soybean plants first appeared at the age of 30 days after planting. Silver black plastic mulch and straw organic mulch were able to reduce the intensity of Phakopsora pachyrizhi leaf rust disease in Anjasmoro variety. The Anjasmoro variety was able to increase the yield on the number of pods and the number of seeds, the Grobogan variety was able to increase the yield on the weight of 100 seeds, and the Biosoy variety was able to increase the yield on pod weight and seed weight.
KAJIAN DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina) Amalia Fatmawati; Sartono Joko Santosa; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i1.5241

Abstract

Penelitian ini tentang kajian dosis pupuk kandang kambing dan pupuk organik cair limbah tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut (Zea mays ceratina) telah dilaksanakan pada bulan oktober – desember 2020, bertempat di di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Dengan ketinggian tempat ± 150 mdpl dengan jenis tanah grumosol. Penelitian ini bertujuan : Mengkaji dosis pupuk kandang kambing dan POC limbah tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Jagung pulut (Zea mays ceratina). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang di susun secara faktorial, Perlakuan terdiri dari 2 faktor, masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah: (1) dosis pupuk kandang kambing (K) dengan 4 taraf yaitu : control (K0) , dosis 500 g (K1), dosis 750 g (K2), dosis 1000 g (K3), (2). Penyiraman poc limbah tahu yang terdiri dari 3 taraf yaitu: penyiraman tanpa poc (T0), penyiraman poc dosis 28,066 ml/liter (T1), penyiraman poc dosis 56,132 ml/ liter (T2). Perlakuan diulang 3 kali sehingga di dapatkan 36 kombinasi. Data analisis menggunakan Uji F melalui analisis ragam. Sedangkan untuk mengetahui signifikan perlakuan, digunakan Uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan pupuk kandang kambing berpengaruh terhadap parameter berat kering brangkasan dan berat tongkol. Dosis K2 (750 gram) memberikan berat kering tertinggi yaitu 238,85 gram dan dosis K3 (1000 gram) memberikan berat tongkol tertinggi sebesar 286,15 gram. Interaksi perlakuan berpengaruh terhadap parameter berat brangkasan basah, berat kering brangkasan, berat tongkol, berat tanpa klobot, dan berat 100 biji. Perlakuan K2T1 dosis (pupuk kandang 750 gram dan poc 28,066 ml/l) memberikan hasil berat kering brangkasan tertinggi yaitu 277,89 gram dan perlakuan K3T1 dosis (pupuk kandang 1000 gram dan poc 28,066 ml/l) memberikan hasil berat 100 biji tertinggi yaitu 31,63 gram
KAJIAN MACAM MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) Iksan Priyono; Sartono Joko Santosa; Sumarmi Sumarmi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i1.5243

Abstract

The study of mulch on the growth and yield of three varieties of Soybean (Glycine Max (L.) Merrill) "has been conducted from October 9, 2020 to January 4, 2021 in Donohudan Village, Ngemplak, Boyolali. This study aims to examine the types of mulch on the growth and yield of three soybean varieties (Glycine max (L.) Merrill). In this study using a Randomized Complete Block Design (RCBD) arranged in a Split Plot consisting of 2 treatment factors, namely the variety of soybeans as the main plot (main plot) and the kinds of mulch as the sub plot (subplots), so that 9 combinations of treatments and each repeated 3 times. Data were analyzed using Variance Analysis and followed by Honest Real Difference Test at the 5% level. The results showed that the mulch treatment had no significant effect on plant height and number of leaves. However, it has the best plant height in the treatment without using mulch (M1) with 94.63 cm and the best number of leaves is 31 leaves. Silver black plastic mulch (M2) treatment significantly affected the weight of wet stover with 203.33 grams and dry weight of stover with 90.25 grams, pod weight with 236.02 grams, number of seeds with 224 grains, and seed weight with 46 grams. Treatment of various varieties did not significantly affect the number of pods, pod weight, and weight of 100 soybeans. However, it had the best number of pods in the Anjasmoro variety (V1) with 133 pods, the best pod weight was in the Biosoy variety (V3) with 202.59 grams, and the best weight of 100 soybeans was in the Grobogan (V2) variety with 26.50 grams. Treatment of varieties in Anjasmoro (V1) variety significantly affected the number of seeds with 230 grains, Biosoy (V3) variety had a significant effect on the weight of seeds with the best weight of 40.48 grams.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 2 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 26 No 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 25 No 2 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol 24 No 2 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 24 No. 1 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 23, No 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 2 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 22 No. 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 22, No 1 (2020): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 2 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol 21, No 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 21 No. 1 (2019): Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 20 No. 2 (2018): INNOFARM Vol 20, No 2 (2018): INNOFARM Vol. 19 No. 1 (2018): INNOFARM Vol 19, No 1 (2018): INNOFARM Vol 18, No 2 (2017): INNOFARM Vol. 18 No. 2 (2017): INNOFARM Vol. 17 No. 1 (2017): Innofarm Vol 17, No 1 (2017): Innofarm Vol 15, No 2 (2015): innofarm Vol. 15 No. 2 (2015): innofarm Vol. 14 No. 1 (2015): Innofarm Vol 14, No 1 (2015): Innofarm Vol 13, No 2 (2014): Innofarm Vol. 13 No. 2 (2014): Innofarm Vol. 12 No. 2 (2013): Innofarm Vol 12, No 2 (2013): Innofarm Vol 11, No 1 (2013): INNOFARM Vol. 11 No. 1 (2013): INNOFARM Vol. 10 No. 1 (2011): Innofarm Vol 10, No 1 (2011): Innofarm Vol 9, No 2 (2010): Innofarm Vol. 9 No. 2 (2010): Innofarm Vol. 9 No. 1 (2010): Innofarm Vol 9, No 1 (2010): Innofarm Vol. 8 No. 1 (2009): Innofarm Vol 8, No 1 (2009): Innofarm Vol. 7 No. 1 (2008): Innofarm Vol 7, No 1 (2008): Innofarm Vol 6, No 1 (2007): Innofarm Vol. 6 No. 1 (2007): Innofarm Vol 3, No 1 (2004): Innofarm Vol. 3 No. 1 (2004): Innofarm Vol. 2 No. 2 (2003): Innofarm Vol 2, No 2 (2003): Innofarm Vol. 2 No. 1 (2003): Innofarm Vol 2, No 1 (2003): Innofarm More Issue