cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
tabularasa.psikologi@unmer.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Raya Dieng 62-64 Malang. Telp. 0341-568395
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Tabularasa
ISSN : 16937007     EISSN : 2541013X     DOI : 10.26905
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Tabularasa is a scientific periodical journal issued by the Faculty of Psychology, University of Merdeka Malang. It is published twice a year, in April and October. The journal's scopes include clinical psychology, developmental psychology, educational psychology, and industrial & organizational psychology. This scientific periodical journal is aimed to foster, develop, and enhance knowledge in the field of psychology through scientific communication. Authors are encouraged to submit complete, unpublished, original, full-length articles that are not currently being reviewed in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Studi tentang gambaran subjective well-being pada remaja penghuni panti asuhan di Kota Samarinda Yoga Achmad Ramadhan
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.054 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v17i1.8177

Abstract

This study aims to determine the description of subjective well being in residents of the orphanage in Samarinda City. This research uses non-experimental research with a quantitative descriptive approach and 123 research sample. The research analysis used is quantitative and qualitative analysis. Quantitative analysis using descriptive quantitative using JASP (Jeffreys's Amazing Statistics Program) software version 0.16.1.0. Qualitative analysis was conducted based on observations and interviews. The results of the normality test of the data are known to be the sig value. (p) = 0.946 ((p) 0.001). The results showed that the research respondents who had subjective well being  in the low category were 60 people (48,8%), the medium category was 38 people (30,9%) and the high category was 25 people (20.03%). It is clear that the majority of respondent (residents of the orphanage in Samarinda) have low subjective well being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran subjective well being pada remaja penghuni panti asuhan di Kota Samarinda. Subjek penelitian ini adalah sejumlah 123 orang remaja penghuni panti asuhan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala subjective well being, wawancara dan observasi. Analisis penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji deskriptif dengan menggunakan software JASP (Jeffreys's Amazing Statistics Program) versi 0.16.1.0. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan observasi dan wawancara. rata-rata (mean) variabel subjective well being  adalah sebesar 37.107 dan standar deviasi sebesar 14,048. Hasil uji normalitas shapiro wilk didapatkan bahwa data terdistribusi secara normal (p = 0.946 atau 0.001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran subjective well being remaja penghuni panti asuhan di Kota Samarinda bervariasi pada kategori rendah, sedang dan tinggi. Subjek penelitian terbanyak dengan kategori rendah berjumlah 60 orang (48,8 %), kategori sedang berjumlah 38 orang (30,9 %), dan kategori tinggi berjumlah 25 orang (20,3 %). Hal ini jelas  bahwa  sebagian besar  remaja penghuni panti asuhan di Kota Samarinda  memiliki subjective well being  yang rendah.
Struktur hierarki motif perilaku memilih pada pemilih pemula Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Muhammad Untung Manara
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.59 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v17i1.8349

Abstract

This study aims to reveal the hierarchical motives of voting behavior on young voters. Motives are the reason of each individual behavior. The various motives are interconnected each other hierarchically. This study used laddering approach, technique to reveal tiered motif through open-ended questionnaire adapted from generic-goal laddering questionnaire. The data analysis used five stages: content analysis, implication matrix, cut off level, index prominence, and hierarchical goal map. The participants were 90 people with ages 18 to 22 years. The results showed that the motives that play as subordinate goal were the party figures, the party quality, conformity, and closeness. Motives as focal goals included leadership, caring / understanding people's problems, informational, performance / experience, and problem solving. The last, motives as superordinate goals were the welfare of the nation, the progress of the nation, and the dignity of the nation. Furthermore, the results showed that the motives on young voters tend social motives and common interests such as performance, problem solving, national welfare and national pride than personal and transactional motives Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur hierarki motif perilaku memilih pada pemilih pemula. Motif merupakan alasan dari setiap perilaku individu. Berbagai macam motif ini saling berhubungan satu sama lain yang bersifat hierarkis. Penelitian ini menggunakan pendekatan laddering, yaitu teknik untuk mengungkap motif yang berjenjang  melalui kuesioner dengan pertanyaan terbuka yang diadapatasi dari generic-goal laddering questionnaire. Analisa data menggunakan lima tahapan proses; content analysis, implication matrix, cut off level, index prominence, dan hierarchical goal map. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 90 orang dengan usia 18 hingga 22 tahun. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa motif yang berperan sebagai subordinate goal pada perilaku pemilih pemula adalah tokoh partai, kualitas partai, konformitas, dan kedekatan. Motif focal goal antara lain kepemimpinan, peduli/mengerti masalah rakyat, informasional, kinerja/pengalaman dan penyelesaian masalah. Motif-motif yang menjadi superordinate goal dari perilaku pemula yaitu kesejahteraan bangsa, kemajuan bangsa, dan wibawa negara. Dilihat dari isinya, motif-motif pada penelitian ini lebih mengarah pada motif sosial dan kepentingan bersama seperti kinerja, penyelesaian masalah, kesejahteraan bangsa dan wibawa negara daripada motif-motif pribadi dan transaksional.
Sikap guru terhadap siswa yang mengalami rugi belajar sebagai dampak pandemi covid-19 (studi fenomenologi guru di SMP Dharma Wanita 09 Kromengan selama pembelajaran tatap muka) Izzah Ainur Rifnida; Ritna Sandri; Rinto Wahyu Widodo
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v17i2.8664

Abstract

This study aims to find out how the teacher's attitude towards class VIII students who experience learning loss at SMP Dharma Wanita 09 Kromengan, and what factors are behind the emergence of this attitude. The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach. Data collection, conducted by interview, observation and documentation study were conducted on 3 research subjects. The research subjects were selected using a purposive sampling technique, with the criteria of teachers at SMP Dharma Wanita 09 Kromengan, who taught in class VIII. Test the validity of the data used is the method of technical triangulation. Attitude consists of three constituent components, namely the cognitive component (perception), the affective component (feelings), and the conative component (action). The results of this study indicate that the three subjects have a positive attitude towards class VIII students, this can be seen from the efforts made by the subject to try to overcome student behavior, feelings of pleasure during teaching, as well as perceptions of students who despite having low motivation and responsibility to learn, can be changed for the better. The factors behind the emergence of attitudes in each subject are different, Subject 1 is motivated by the motivation to teach as worship. Subject 2 is caused by the belief that teaching is his potential. And subject 3 is motivated by the closeness and good relationship between teachers and students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap guru terhadap siswa kelas VIII yang mengalami learning loss di SMP Dharma Wanita 09 Kromengan, serta faktor apa yang melatarbelakangi munculnya sikap tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data, dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi yang dilakukan kepada 3 subjek penelitian. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria guru di SMP Dharma Wanita 09 Kromengan, yang mengajar di kelas VIII. Uji keabsahan data yang digunakan adalah metode triangulasi teknik. Sikap terdiri dari tiga komponen pembentuk, yaitu komponen kognitif   (persepsi), komponen afektif (perasaan), dan komponen konatif (tindakan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek mempunyai sikap yang positif terhadap siswa kelas VIII, hal ini dapat dilihat dari adanya upaya yang dilakukan subjek untuk berusaha mengatasi perilaku siswa, perasaan senang selama mengajar, serta persepsi terhadap siswa yang meskipun mempunyai motivasi dan tanggung jawab belajar yang rendah, dapat diubah menjadi lebih baik. Faktor yang melatarbelakangi munculnya sikap pada setiap subjek berbeda, Subjek 1 dilatarbelakangi oleh motivasi mengajar sebagai ibadah. Subjek 2 disebabkan oleh adanya kepercayaan bahwa mengajar adalah potensi yang dimilikinya. Serta subjek 3 dilatarbelakangi oleh adanya kedekatan dan hubungan yang baik di antara guru dan siswa.
Strategi coping pada ibu yang memiliki anak tunanetra Lisna Pratiwi
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v17i2.8985

Abstract

The presence of children with blind can affect routines and patterns of relationships with the surrounding environment. Mothers who have children who are blind will experience different challenges compared to those who have normal children. The problems faced require problem solving as an effort to adjust or adapt to the problems and pressures that befall mothers who have children with visual impairments. The concept to solve this problem is called a coping strategy. This study aims to describe the process of coping strategies for mothers who have blind children. This study uses qualitative methods with data collection techniques using interviews and observations. The data analysis technique used is descriptive inductive technique. This study used one subject she is 38 years old, subject who had a child with a diagnosis of total blindness. The results showed that the subject used coping strategies in two forms, namely problem focused coping and emotion focused coping.Kehadiran anak tunantera dapat mempengaruhi rutinitas dan pola hubungan dengan lingkungan sekitar. Ibu yang memiliki anak tunanetra pasti mengalami berbagai tantangan yang berbeda dibandingkan dengan yang memiliki anak normal. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi tersebut memerlukan pemecahan masalah sebagai upaya untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi pada masalah dan tekanan yang menimpa pada ibu yang memiliki anak penyandang tunanetra. Konsep untuk memecahkan masalah ini disebut dengan strategi coping. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses strategi coping pada ibu yang memiliki anak tunanetra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan satu orang subjek berusia 38 tahun yang memiliki anak dengan diagnosa tunanetra total. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek mengunakan strategi coping dalam dua bentuk yaitu problem focused coping dan emotion focused coping. 
Pengaruh persepsi pembelajaran e-learning terhadap minat belajar mahasiswa akhir Zulfikri Ikhlasul Qamal Bialangi; Al Thuba Septa Priyanggasari
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v17i2.9016

Abstract

AbstractThe success of e-learning is also influenced by the psychological side of students, namely the perception of the e-learning itself. So this study aims to determine the effect of perceptions of e-learning on learning interest in the final students. This research method uses quantitative with the dependent variable (Y) in the form of learning interest and the independent variable (X) namely the perception of e-learning. The sample used is 404 final year students and they are from 2017, data collection using a questionnaire distributed online, the data analysis technique used is simple linear regression analysis. The results of the analysis in this study concluded that the coefficient of determination or effective contribution of the variable perception of e-learning was 17.3% on learning interest. Then it was concluded that there was a significant effect of perception of E-learning on learning interest on final students which indicated that if the perception of e-learning is getting better or higher, it will have an impact on increasing learning interest in final year students.Keberhasilan pembelajaran e-learning juga dipengaruhi oleh sisi psikologis mahasiswa yaitu persepsi terhadap pembelajaran e-learning tersebut. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi pembelajaran e-learning terhadap minat belajar pada mahasiswa akhir. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan variabel terikat (Y) berupa minat belajar dan variabel bebas (X) yaitu persepsi pada pembelajaran e-learning. Sampel yang digunakan yaitu 404 orang mahasiswa tingkat akhir dan merupakan angkatan 2017, pengumpulan data menggunakan angket yang disebar secara online, teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis dalam penelitian ini disimpulkan bahwa nilai koefisien determinasi atau sumbangan efektif dari variabel persepsi pembelajaran e-learning sebesar 17,3% terhadap minat belajar, selanjutnya disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan persepsi pembelajaran E-learning terhadap minat belajar pada mahasiswa akhir yang menandakan bahwa jika persepsi pembelajaran e-learning semakin baik atau semakin tinggi maka akan berdampak pada peningkatan minat belajar mahasiswa tingkat akhir. 
Pengaruh perceived social support terhadap career adaptability pada Mahasiswa Psikologi Universitas Andalas yang berada di tahun akhir selama pandemi Covid – 19 Destia Fachri; Rozi Sastra Purna; Tri Rahayuningsih
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v17i2.8476

Abstract

Career adaptability is expected to be one of the skills that needed to prepare for the changes in working place for person during Covid – 19 pandemic. One of the factor that effect career adaptability is perceived social support. The aim of this study is to explore the impact of perceived social support on career adaptability among final year students from Psychology Andalas University during Covid – 19 pandemic. This study uses a quantitative method with a simple linear regression test. Data collected from 86 students with proportionate stratified random sampling using Multidimentional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) and Career Adapt-Abilities Scale (CAAS). The reliability of each scale of MSPSS and CAAS are 0,913 and 0,943. The result of this study shows that career adaptability is significantly impacted by perceived social support which can be seen from the significance regression value of 0,000 (p 0,05). Result of simple linear regression analysis demostrated an impact between perceived social support and career adaptability for 21,4% can be seen on R – square (R²) and the other 78,6% is impacted by other variables which  are not studied in this research.Adaptasi karir diharapkan menjadi salah satu keterampilan yang diperlukan untuk mempersiapkan perubahan tempat kerja seseorang selama pandemi Covid – 19. Salah satu faktor yang mempengaruhi adaptabilitas karir adalah dukungan sosial yang dirasakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dampak dari perceived social support terhadap career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir Psikologi Universitas Andalas selama masa pandemi Covid – 19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan uji regresi linier sederhana. Pengumpulan data dilakukan pada 86 siswa dengan cara proportional stratified random sampling menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Career Adapt-Abilities Scale (CAAS). Reliabilitas masing-masing skala MSPSS dan CAAS adalah 0,913 dan 0,943. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adaptabilitas karir secara signifikan dipengaruhi oleh persepsi dukungan sosial yang dapat dilihat dari nilai regresi signifikansi sebesar 0,000 (p 0,05). Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan adanya pengaruh antara perceived social support dan career adaptability sebesar 21,4% dapat dilihat pada R – square (R²) dan 78,6% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Ketidakpuasan bentuk tubuh dengan kecenderungan kecemasan sosial pada perempuan di fase dewasa awal di Kota Malang Desi Rizxi Permatasari; Dewanti Ruparin Diah; Husnul Khotimah
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v17i2.9073

Abstract

Social anxiety can occur at any age, the emergence of social anxiety caused by bodydissatisfaction. The purpose of this study was to determine the relationship between body dissatisfaction with tendency of women's social anxiety in the early adult phase in Malang City. This research approach is quantitative by using product moment analysis technique, the sample was using snowball sampling technique. Sample of 270 women aged 18-25 years in Malang City. Data collection tools used the Social Anxiety Scale and Body Shape Questionnaire Scale (BSQ-34). The Social Anxiety Scale returned 33 items (Reliability = 0.956) and the BSQ-34 Scale returned 34 items (Reliability = 0.965). Based on the data analysis, the correlation coefficient value was 0.711 with a p value of 0.000 because the p value 0.05, the relationship between the social expectations variable was declared significant with the body dissatisfaction variable in a direction that showed the two variables were directly proportional. The higher body dissatisfaction, the higher the social tendency, and vice versa.Kecemasan sosial dapat terjadi di setiap usia, munculnya kecenderungan kecemasan sosial disebabkan oleh adanya ketidakpuasan bentuk tubuh. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ketidakpuasan bentuk tubuh dengan kecenderungan kecemasan sosial pada perempuan di fase dewasa awal di Kota Malang. Pendekatan penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan teknik analisa product moment, sedangkan untuk pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Sampel penelitian sebanyak 270 perempuan usia 18-25 tahun di Kota Malang. Alat ukur pengumpulan data menggunakan Skala Kecenderungan Kecemasan Sosial Dan Skala Body Shape Quisionnaire (BSQ-34). Skala Kecamasan Sosial berjumlah 33 Aitem (Reliabilitas = 0,956) dan Skala BSQ-34 berjumlah 34 Aitem (Reliabilitas = 0,965). Berdasarkan analisa data diperoleh nilai koefisien korelasi 0,711 dengan p-value 0,000 karena p-value 0,05 maka hubungan antara variabel kecenderungan kecemasan sosial dinyatakan signifikan dengan variabel ketidakpuasan bentuk tubuh dengan arah yang menunjukkan kedua variabel berbanding lurus. Semakin tinggi ketidakpuasan bentuk tubuh maka semakin tinggi kecenderungan kecemasan sosial, dan sebaliknya. 
Pengaruh kontrol diri terhadap agresivitas Mahasiswa dalam unjuk rasa (demonstrasi) di Kota Malang Kusuma Dewi Mustikaning Projo; Fathul Lubabin Nuqul; Rinto Wahyu Widodo
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v17i2.8519

Abstract

The phenomenon of chaos that occurred during demonstrations attended by students in Malang City caused casualties and even damage to public facilities which caused the government and the community to oppose the anarchic behavior. It is known that students should have good emotional, cognitive, and social levels, but in reality students still encounter aggressive behavior, one of which is anarchic actions when conducting demonstrations. This makes this study aim to determine the effect of self-control on student aggressiveness as student activists in demonstrations in Malang City. The method in this study uses a quantitative method. Data analysis was performed using simple linear regression. The population of this research is the student activists of Universitas Merdeka Malang who join the BEM-F Psychology, DPM-F Psychology, BEM-U UNMER, and DPM-U UNMER organizations. The research sample was 99 students. Sampling was done by using proportional random sampling technique. The results showed that self-control had a role in eliciting aggressiveness in students during demonstrations by showing significant results (r = 0.741; p0.01) with a regression coefficient of 55%.Fenomena kericuhan yang terjadi saat demonstrasi yang diikuti oleh mahasiswa di Kota Malang menimbulkan korban jiwa bahkan kerusakan pada fasilitas umum yang menyebabkan pemerintah maupun masyarakat menentang perilaku anarkis tersebut. Diketahui bahwa mahasiswa seharusnya memiliki tingkat emosional, kognitif, dan sosial yang baik, namun pada kenyataannya masih dijumpai perilaku agresif mahasiswa salah satunya yaitu tindakan anarkis saat melakukan demonstrasi. Hal tersebut membuat penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri terhadap agresivitas mahasiswa sebagai aktivis mahasiswa dalam unjuk rasa (demonstrasi) di Kota Malang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Populasi penelitian ini adalah aktivis mahasiswa Universitas Merdeka Malang yang mengikuti organisasi BEM-F Psikologi, DPM-F Psikologi, BEM-U UNMER, dan DPM-U UNMER. Sampel penelitian sebanyak 99 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri mempunyai peran dalam memunculkan agresivitas pada mahasiswa saat berdemonstrasi yang menunjukkan hasil signifikan (r = 0,741; p 0,01) dengan koefisien regresi sebesar 55%.
Hubungan antara grit dengan goal setting pada siswa kelas XII Shofi Royani; Nawang Warsi Wulandari; Dellawaty Supraba
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v17i2.8661

Abstract

Completing education at school for class XII students is a transition to maturity to form the desired integrity, where at this time students are required to determine what goals they want. This study aims to determine the relationship between grit and goal setting in class XII students. The results showed that there was a positive relationship between grit and goal setting in class XII students. The correlation coefficient value obtained is 0.818 with a significant value of 0.000 (p 0.05). The higher the grit that students have, the higher the goal setting ability will be. The lower the grit that students have, the lower the goal setting ability will be. The population in this study were all class XII students in Lamongan Regency. The sampling technique used is the cluster random sampling technique. The research sample involved 111 class XII students in Lamongan Regency. The research method uses a correlational quantitative approach. The measuring instrument used is a grit scale and a goal setting scale.Menamatkan pendidikan di sekolah bagi siswa kelas XII merupakan suatu transisi menuju kedewasaan untuk membentuk integritas yang didambakannya, dimana pada masa ini siswa dituntut untuk menentukan goal apa yang dikehendakinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dengan goal setting pada siswa kelas XII. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XII di Kabupaten Lamongan. Teknik sampling yang digunakan yakni teknik cluster random sampling. Sampel penelitian melibatkan 111 siswa kelas XII di Kabupaten Lamongan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Alat ukur yang digunakan menggunakan skala grit dan skala goal setting. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya terdapat hubungan positif antara grit dengan goal setting pada siswa kelas XII. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,818 dengan nilai signifikan 0,000 (p0,05). Semakin tinggi grit yang dimiliki siswa, maka akan semakin tinggi kemampuan goal setting. Semakin rendah grit yang dimiliki siswa, maka akan semakin rendah kemampuan goal setting.
Peer acceptance of female students in private schools: study of differences in peer acceptance by gender Rozi Sastra Purna; Izzanil Hidayati; Abdur Rahman; Puti Dewi Sartika; Fitri Angraini
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 18, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v18i1.10125

Abstract

This study aims to determine the difference in peer acceptance based on gender of private junior high school students in the city of Padang, West Sumatra Province, Indonesia. The number of subjects involved in this study were 146 private junior high school students consisting of 73 male and 73 female students. The sampling technique in this study used cluster sampling which was taken based on the sub-districts in the city of Padang. Peer acceptance of students is measured using a peer acceptance scale. The results of this study are that there are differences in peer acceptance between male students and female students which indicates that female students have a higher level of peer acceptance than male students. Female and male students had the highest peer acceptance aspect scores on validation and caring aspects (mean=23.59 and mean=21.53). The lowest aspect score for female students was intimate exchange (mean=20.51), while the lowest aspect for male students was conflict and betrayal (mean=18.12).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peer acceptance siswa SMP Swasta kota Padang berdasarkan jenis kelamin. Jumlah subjek yang terlibat pada penelitian ini adalah sejumlah 146 siswa SMP Swasta yang terdiri dari laki-laki 73 orang dan perempuan 73 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster sampling yang diambil berdasarkan kecamatan yang ada di kota Padang. Peer acceptance siswa diukur dengan menggunakan peer acceptance scale. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peer acceptance antara siswa laki-laki dan siswa perempuan Sekolah Menengah Pertama Swasta di kota Padang. Siswa perempuan memiliki tinggat peer acceptance yang lebih tinggi daripada siswa laki-laki. Siswa perempuan dan laki-laki memiliki skor aspek peer acceptance tertinggi pada aspek validation and caring (mean=23,59 dan mean=21,53), skor aspek terendah pada siswa perempuan adalah intimate exchange (mean=20,51), dan siswa laki-laki memiliki aspek terendah pada conflict and betrayal (mean=18,12).