cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Mintakat: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14117193     EISSN : 26544059     DOI : 10.26905
Core Subject : Social, Engineering,
Mintakat: Jurnal Arsitektur (JAM) dalam versi jurnal online yang terbit di tahun 2017 ini sebenarnya adalah format baru dari penerbitan offline sejak tahun 2000. Jurnal ini diterbitkan oleh oleh Group Konservasi Arsitektur & Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang. Dalam format online JAM merencanakan akan terbit 2 (dua) kali dalam setiap volume pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2019): Maret 2019" : 5 Documents clear
PERSPEKTIF TEORI SENSE OF SERENITY PADA HISTORIC URBAN LANDSCAPE KAWASAN PASAR LAMA TANGERANG Sarwosri Moertiningsih
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.854 KB) | DOI: 10.26905/mj.v20i1.3324

Abstract

Sense of Serenity pada Historic Urban Landscape merupakan salah satu aspek penilaian pada Spirit of Place yang muncul sebagai obyek penting dalam konservasi kota secara holistik (Silva, 2015; Rifaioglu dan Guchan, 2013). Sense of Serenity pada sebuah kawasan konservasi digambarkan oleh Silva (2008 2015) memiliki cirinya masing-masing. Sebagai contoh pada penelitiannya di Kandy dan di Bhaktapur, Sense of Serenity terbentuk oleh seting fisik, aktifitas dan pemaknaan yang berbeda di setap tempat memberikan keunikkan tersendiri. Seperti halnya di kawasan Pasar Lama Tangerang, yang memiliki Sense of Serenity yang unik. Lynch (1960) mengemukakan bahwa pemetaan kognitif manusia merupakan salah satu komponen yang menghasilkan keragaman Sense of Place. DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v20i1.3324
KAJIAN CITRA KOTA DALAM BRANDING CITY BEAUTIFUL MALANG Josaf Sayoko; Respati Wikantiyoso
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.777 KB) | DOI: 10.26905/mj.v20i1.3796

Abstract

Keindahan fisik kota merupakan kondisi, karakter, citra  yang terbentuk dari setting lingkungan binaan dan lingkungan alamiahnya. Upaya membuat City Branding dengan mengangkat tema Beautiful Malang menjadi relevan apabila diikuti dengan upaya-upaya pemerintah kota untuk menjaga ”keindahan lingkungan buatan dan alamiahnya” dalam kebijakan pengembangan kota Malang. Upaya pemerintah Kota Malang menggunakan City Branding "Malang Beautiful" dilakukan untuk memperkuat image kota Malang sebagai kota untuk tujuan wisata lingkungan binaan. Pembahasan tentang persepsi keindahan suatu kota tidak terlepas dari permasalahan image dari pengguna kota.Dengan demikian pembahasan beautiful Malang sebagai branding, maka tidak akan terlepas dari pemahaman Image suatu kota/ kawasan. Pemahaman image sebuah kota mencakup 5 elemen, yakni Path, Edge, District, Nodes, dan Landmark. Tulisan ini bertujuan mengkaji City Branding Beautiful Malang ditinjau dari teori Citra kota  yang dikemukakan oleh Kevin Lynch dalam bukunya " Image of The City".  DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v20i1.3796
TIPOLOGI FASAD ARSITEKTUR TRADISIONAL MELAYU RIAU Nadhira Aurelia; Maria Immaculata Ririk Winandari; Julindiani Iskandar
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.202 KB) | DOI: 10.26905/mj.v20i1.3240

Abstract

Arsitektur Melayu Riau memiliki keunikan yang terletak pada aspek-aspek yang selalu berkaitan dengan adat dan agama masyarakat Melayu. Arsitektur Melayu memiliki peran penting dalam pelestarian budaya Melayu Indonesia di Riau karena merupakan batas terluar Indonesia dengan negara Singapura dan Malaysia. Mayoritas hotel resort di Riau tidak memiliki karakteristik arsitektur melayu melainkan karakteristik bangunan yang lebih modern. Penelitian ini dilakukan dengan metode tipologi yaitu dengan cara pengelompokan berdasarkan tipe atau elemen arsitektur melayu pada hotel resort dari konteks arsitektur tradisional Melayu Riau. Elemen yang diteliti terdiri dari muka bangunan (Fasad) Rumah Melayu adalah bumbung (atap), dinding, pintu dan tingkap (jendela) yang disetiap elemennya dikategorikan kembali sesuai dengan peletakan dan bentuk nya. Elemen yang mendominasi Arsitektur Melayu Riau pada atap berupa atap layar, pada dinding menggunakan kayu kaset, pada pintu berupa pintu kayu dua daun, pada jendela berupa jendela jejarak dan pada ornament berupa kaluk pakis dan lebang gantung pada lisplank dan ventilasi. DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v20i1.3240
PENDEKATAN PERSEPSI DAN KOGNISI DALAM ANALISIS IDENTITAS KOTA, STUDI KASUS KAWASAN PUSAT KOTA MALANG Tonny Suhartono; Agus Sukandar; Imam Santoso
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.993 KB) | DOI: 10.26905/mj.v20i1.3255

Abstract

Arsitektur Kota dan identitasnya yang bukan sekedar gambar (wujud fisik – visual) dari kota yang bisa dilihat saja, melainkan juga sebagai suatu konstruksi.  Konstruksi yang terbentuk sepanjang waktu melalui proses yang panjang, akibat interaksi antara manusia, budaya, sosial dan factor-faktor alamiah. Permasalahan (issue) tentang kota banyak dilontarkan berbagai pihak; ada yang menyatakan pembentukan ruang kota harus selalu berkaitan dengan aspek fisik dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Para perencana dan perancang (arsitektur) kota ditantang untuk menciptakan lingkungan binaan kolektif yang berarti bagi pertumbuhan serta keberlanjutan kehidupan manusia. Saat ini terjadi kecenderungan penurunan kualitas arsitektur tata ruang dan karakter pada pusat kota, yang disebabkan oleh pendekatan yang lebih menekankan segi fungsional dan pemenuhan kepentingan perekonomian semata. Seringkali hasil- hasil dari para perencana-perancang itu menjadi buruk dalam wujud maupun denah (tata ruang) bagi penggunaan untuk aktivitas kehidupan secara publik. Tulisan ini mencoba menyampaikan metode mengenali ruang dan karakter kota dengan studi kasus Kawasan Pusat Kota Malang. DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v20i1.3255
PELUANG DAN TANTANGAN ARSITEKTUR DALAM INDIKATOR TEMATIK BUDAYA, AGENDA 2030 Dina Poerwoningsih; Imam Santoso
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.567 KB) | DOI: 10.26905/mj.v20i1.3772

Abstract

Tulisan ini dimaksudkan untuk melihat peluang dan tantangan arsitektur di era SDGs-2030 ini. Salah satunya dengan pendekatan keterkaitan dan hubungan arsitektur dan budaya. Salah satu alasan eksternal adalah baru di era SDGs-2030 inilah budaya mendapatkan pengakuan dan tempat sebagai penentu perubahan dunia. Hidup di dunia yang terglobalisasi adalah sebuah keniscayaan, oleh karenanya diperlukan pola pikir global dalammenghadapi tantangan dan realitas global tersebut. Demikian pula semestinya dalam cara dan pola pikir kita pelaku akademis dan praktisi bidang arsitektur di era tersebut. Tulisan ini bertujuan menyampaikan eksistensi peluang dan tantangan arsitektur di era SDGs-2030 khusunya dalam tema budaya. Strategi yang dilakukan adalah membaca peluang dalam isu-isu utama Agenda 2030 yang tertuang dalam sebuah konvensi Culture 2030 Indicator. Penelitian yang mendukung tulisan ini bersifat deskriptif eksploratif. Sejumlah 22 poin konvensi dalam tema budaya yang terdapat pada 4 isu utama Agenda 2030 digunakan sebagai alat utama analisis. Sementara itu klasifikasi bidang atau kegiatan arsitektur diperlukan untuk melihat bobot peluang dan tantangan yang berbeda-beda. Analisis dilakukan secara interpretatif terhadap setiap poin konvensi dalam keterkaitannya dengan setiap klas kegiatan arsitektur. DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v20i1.3772

Page 1 of 1 | Total Record : 5