cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminas Competitive Advantage
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
Relevansi Kualitas Manajerial Pelaku Usaha Terhadap Produktivitas Usaha Agroindustri Perikanan Laut Di Kabupaten Jember
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.058 KB)

Abstract

AbstrakIndonesia berkali-kali terbukti cukup handal keluar dari jerat krisis global. Krisis Eropa yang membayangi negara-negara di dunia saat inipun diyakini tidak akan membawa dampak yang parah bagi Indonesia karena kekuatan pasar domestik yang dimiliki. Sektor agroindustri perikanan laut menjadi salah satu tumpuan pembangunan di Indonesia yang berdampak positif pada meningkatnya penyerapan tenaga kerja, tidak hanya dalam jumlah tetapi juga kualitas manajerial. Kualitas manajerial seseorang berhubungan dengan kualitas SDM yang diukur dari pengalaman, kemampuan, dan pendidikan yang dimiliki serta berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi kualitas manajerial pengusaha terhadap produktivitas usaha agroindustri perikanan laut di Kabupaten Jember. Populasi penelitian adalah seluruh pengusaha agroindustri perikanan laut di Kabupaten Jember. Teknik snowball sampling digunakan dalam penentuan sampel sedangkan untuk metode analisis digunakan analisis deskriptif dan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman dan kemampuan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas usaha sedangkan pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas usaha agroindustri perikanan laut di Kabupaten Jember.Kata kunci : kualitas manajerial, produktivitas, agroindustri perikanan laut AbstractIndonesia has frequently found the way out from global crisis. Nowadays, Indonesia is also confident to overcome the effects of crisis in Europe because of its existing big domestic market. Fishery agro-industry sector is one of the Indonesia‟s development focuses which has positive impacts towards the increasing number of worker to be employed not only in terms of quantity but also managerial quality. Managerial quality refers to human resource performance measured by business experiences, capability, and academic background that influence productivity of company. This study aimed to analyze the influence of managerial quality towards productivity of the fishery agro-industry in Jember district. The population of the study was all businessmen of fishery agro-industry of the selected areas. The respondents were determined by snowball sampling method in every coastal area and method of analysis using descriptive analysis and multiple regression method. It reveals that business experiences and capability had significant influence while academic background did not have significant influence toward productivity of the fishery agro-industries in Jember district.Key words: managerial quality, productivity, fishery agro-industry
IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS ISLAM PADA PEDAGANG DI BAZAR MADINAH DEPOK
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.908 KB)

Abstract

Abstrak Konsep pasar seperti pada zaman Nabi Muhammad saw diterapkan pada Pasar Madinah. Pasar Madinah lebih dikenal dengan nama Bazaar Madinah merupakan jenis pasar yang menjalankan kegiatan perdagangan berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah. Pelaksanaan etika bisnis Islam selalu dipantau oleh badan pengawas, sehingga hal-hal yang melanggar nilai, prinsip maupun etika Islam oleh para pedagang dapat dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi etika bisnis Islam bagi para pedagang di Bazaar Madinah Depok. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus dengan metode survei. Penelitian yang dilakukan berupa deskriptif menggunakan studi literatur serta mengambil data primer dalam bentuk pengisian kuesioner dan wawancara. Ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur etika bisnis Islam, yaitu meliputi empat aspek: prinsip, manajemen, marketing/iklan dan produk/harga. Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang di Bazaar Madinah Depok. Kata kunci: etika bisnis Islam, Bazaar Madinah, prinsip-prinsip syariah   Abstract Market concept as in the time of Prophet Muhammad applied to the Pasar Madinah. Pasar Madinah or which currently known as the Bazaar Madina, is running a trading activity based on Shariah principles. Implementation of islamic business ethics is always monitored by a supervisory agency, so that things that violate value , principle and ethics islamic by traders can be avoided . The purpose of this research is to know how the implementation of Islamic business ethics for the seller/ trader in the Bazaar Madinah Depok. This research is the kind of case study research by the method of survey. Research conducted in the form of a descriptive study using literature as well as take primary data in the form of filling the questionnaires and interviews. There are some indicators that can be used to measure the islamic business ethics, which includes four aspects: principles, management, marketing/advertising and product/price. The respondents had to be in this research is all seller/ traders in the Bazaar Madinah Depok . Keyword: Islamic Business Ethics, Bazaar Madinah, Shariah Principles
SOLUSI DAMPAK INSTABILITAS EKSPOR DI INDONESIA: INTRA-INDUSTRY TRADE PATTERN SAJA!
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.803 KB)

Abstract

Abstrak Secara empiris, konsep pola PII mulai dikembangkan tahun 1980-an di negara-negara industri modern yang notabene memiliki faktor endowment relatif sama, yaitu cenderung padat modal. Konsep pola PII kemudian diadopsi negara-negara sedang berkembang yang secara konseptual juga memiliki kesamaan faktor endowment, yaitu cenderung padat tenaga kerja. Intensitas PII akan semakin tinggi apabila negara yang terlibat dagang adalah kelompok negara yang melakukan integrasi ekonomi (ASEAN). Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk memperoleh gambaran intensitas PII antara Indonesia ASEAN-4, serta untuk memperoleh bukti empirik, menguji dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas PII Indonesia dengan ASEAN-4, sehingga penelitian ini bisa digunakan sebagai acuan mengambil keputusan untuk memberlakukan pola PII sebagai salah satu cara untuk mengatasi instabilitas ekspor Indonesia akibat aktivitas ekonomi mitra dagang besar. Penelitian ini menggunakan metode Indeks Grubel-Lloyd dan analisis panel data. Hasil analisis data pertama, PII manufaktur Indonesia ke pasar ASEAN-4 periode 1985 - 2009 berdasarkan kode SITC cenderung mengalami pergeseran. Komoditi yang sebelumnya indeksnya tinggi pada tahun berikutnya menurun. Share intensitas PII antara Indonesia dengan ASEAN-4 masuk dalam kategori non-PII karena indeksnya < 40%; kedua, intensitas PII manufaktur didasarkan kode ISIC sudah masuk dalam kategori PII karena indeksnya sudah ≥ 40%, tepatnya 47,65% dan sisanya 52,35% berkategori non-PII, serta ketiga, estimasi model ekonometrik dengan metode FEM diperoleh hasil, yaitu intensitas tenaga kerja menunjukkan positif tidak signifikan, struktur pasar positif signifikan, skala ekonomi positif tidak signifikan, diferensiasi produk positif signifikan, dan dummy integrasi ekonomi positif signifikan.   Kata kunci: perdagangan intra-industri, struktur pasar, skala ekonomi, diferensiasi produk Abstract Empirically, the concept of IIT pattern was developed in the 1980s in modern industrialized countries which incidentally has the same endowment of factors, which tend to be capital intensive. IIT pattern concept was later adopted into the developing countries that are conceptually also have the same endowment of factors, which tend to be labor intensive. The intensity of IIT is believed to be higher if the countries involved are a group of countries that trade to economic integration (ASEAN). Research objectives to be achieved is to obtain a picture of the intensity of IIT between Indonesia and ASEAN-4, and to obtain empirical evidence, examine and explain the factors that influence the intensity of IIT Indonesia with ASEAN-4, so this study can be used as a reference to take a decision to impose a IIT pattern as a way to overcome the instability of exports of Indonesia as a result of major trading partners of economic activity This study used Grubel-Lloyd Index and panel data analysis. The results concluded the first manufacturing IIT of Indonesia to ASEAN market-4 during the period 1985 to 2009 according to SITC categories tend to experience a shift in which commodities are higher earlier in the year following the index declined. Share intensity of IIT between Indonesia with four ASEAN member countries are included non IIT category because it was < 40%; the second, the intensity of IIT in manufacturing based on ISIC category is included in the category of IIT because it was ≥ 40%, exactly 47.65% and 52.35% for the remaining non-IIT category, and third, the estimation in the model econometric conclusions obtained by FEM method, the intensity of labor showed no significant positive number. Market structure showed a significant positive number. Economies of scale showed no significant positive number. Product differentiation showed a significant positive number. Economic integration dummy showed a significant positive. Key words: intra-industry trade, market structure, economies of scale, product differentiation
TINJAUAN INVESTOR DALAM PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI TERHADAP PEMBANGUNAN KOMPONEN TRANSPORTASI TERMINAL GIWANGAN DI KOTA YOGYAKARTA
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.568 KB)

Abstract

ABSTRAK Terminal Umbulharjo Yogyakarta pada tahun 2003 sudah kurang memenuhi kegunaan pelayananan sarana transportasi, sehingga dibangun terminal baru di lokasi Gimawang Yogyakarta. Permerintah Daerah Kota Yogyakarta bersama investor akan mewujudkannya, hal tersebut untuk memenuhi kepuasan dan kenyamanan dalam pelayanan publik. Metode dalam menganalisa proyek ini dengan menggunakan analisa-analisa harga dasar, pengeluaran proyek, bunga pinjaman, depresiasi dan pembayaran pokok kredit tahun 2004. Hasil dalam menilai kelayakan proyek terminal Giwangan Yogyakarta menunjukan layak dengan nilai 1,400 > 1 investasi profitabel bagi investor, pendapatan terhadap pengeluaran memiliki nilai 5,096 > 1 tingkat resiko proyek kecil serta dalam mewujudkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya BEP memberikan presentasi tingkat Break event occupancy factor sebesar 117,47 %  > 85 % . Kata kunci : terminal, investor, kelayakan   ABSTRACT The terminal Umbulharjo Yogyakarta in 2003 had less to meet the usability of services  transportation, so that the new terminal was built at the site Gimawang Yogyakarta. The Government Region of Yogyakarta with investor will make it happen, it is to meet the satisfaction and comfort in public service. Method in analyzing the project using the basic price analyzes, project expenditures, loan interest, depreciation and principal payments in 2004. Results in assessing the feasibility of the project showed terminal Giwangan Yogyakarta worth to the value of 1.400 > 1 profitable investment for investors, income over expenditure has a value of 5.096 > 1 smaller project and the level of risk in realizing the factors supporting and barrier the achievement of BEP is presenting the event break occupancy factor of    117.47 %  > 85 %. Keywords: terminal, investor, the feasibility
ANALISIS CAPITAL MOBILITY DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SAVING –INVESTMENT CORRELATION PUZZLE
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hubungan tabungan dan investasi domestik dalam perspektif saving-invesment correlation puzzle merupakan indikator penting dalam penggukuran capital mobility. Dengan adanya kebebasan pergerakan kapital akibat keterbukaan perekonomian dalam integrasi ekonomi dan globalisasi ekonomi, mengakibatkan perspektif yang disampaikan oleh Feldstein dan Horioka pada tahun 1980 tersebut, terus menimbulkan perdebatan diantara penelitiTujuan dari penelitian ini adalah untk mengetahui capital mobility di Indonesia dalam perspektif saving-invesment correlation puzzle. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif berdasarkan analisis Error Correction Model (ECM) untuk melihat fenomena saving-invesment correlation puzzle dalam jangka pendek dan jangka panjang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Indonesia terjadi fenomena saving-invesment correlation puzzle, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Hal tersebut mengindikasikan adanya capital mobility yang rendah di Indonesia. Kata kunci : saving-invesment correlation puzzle, capital mobility, Error Correction Model   ABSTRACT Domestic savings and investment relations in the perpective of saving-investment correlation puzzle is an important indicator in the measurement of capital mobility. With the freedom of capital movements due to openness of the economy in economic integration and globalization of the economy, resulting in the perspective presented by Feldstein and Horioka in 1980 continues to generate debate among researchers.The purpose of this study was to determine the mobility of capital in the perpective of saving-investment correlation puzzle. The method used is descriptive and qualitatif analysis based Error Correction Model (ECM) to see the phenomenon of saving-investment correlation puzzle in the short term and long term.These result indicate that the phenomenon of saving-investment correlation puzzle in the short and long term happen in Indonesia. Thus, it indicates a low capital mobility in Indonesia. Key words : saving-invesment correlation puzzle, capital mobility, Error Correction Model
ANALISIS KETERGANTUNGAN FISKAL PEMERINTAH DAERAH DI PROVINSI SULAWESI SELATAN PADA ERA OTONOMI DAERAH
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.323 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the level of fiscal dependence of the South Sulawesi Provincial Government by measure the performance / financial capacity of local governments using the degree of Fiscal Decentralization readiness and local governments in financial management,  if fully funded by local government revenue and the local revenue sharing funds. Data in the form of research reports Local Government Finance Statistics and the population of South Sulawesi province in 2001-2008. While the analysis method used was descriptive statistics. The results showed that the performance / financial capability of South Sulawesi Provincial Government is still low when measured by the degree of Fiscal Decentralization Indicator, as well as readiness of local government in the face of regional autonomy, especially in finance, as measured by how far the ability of affairs when the financing is fully funded by local government revenue and revenue sharing funds is still low. This illustrates the level of Government Fiscal dependence in this area is still high. Keywords: Autonomy, performance / capability of Finance, Regional Readiness, Fiscal dependency.
Pembelajaran Manajemen Sumber Daya Manusia Menggunakan Teknologi Open Source
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.257 KB)

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Pihak manajemen perusahaan berusaha mengikuti perubahan ini jika ingin perusahaannya tetap dapat bertahan dan semakin meningkat kinerjanya. Salah satunya adalah penggunaan teknologi informasi dalam pengelolaan sumber daya manusia dalam bentuk sistem informasi sumber daya manusia. Dewasa ini banyak bermunculan software sistem informasi sumber daya manusia yang bersifat open source. Salah satunya adalah orangeHRM. Penggunaan sofware orangeHRM dalam pembelajaran manajemen sumber daya manusia akan lebih meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang aktivitas yang terjadi dalam manajemen sumber daya manusia serta bagaimana keterkaitannya antara satu aktivitas dengan aktivitas lainnya. Sedangkan manfaat lainnya adalah adanya tambahan pengalaman praktis melalui studi kasus yang diberikan membuat mahasiswa lebih mengetahui  kondisi sebenarnya yang terjadi pada pengelolaan sumber daya manusia di dalam organisasi atau perusahaan. Kata kunci : sistem informasi sumber daya manusia, open source, orangeHRM, manajemen sumber daya manusia   Abstract The development of information technology bring major changes in people´s lives. The management of the company tried to follow these changes if they want their company can survive and increase its performance. One is the use of information technology in the human resources management in the form of human resources information systems. Today many emerging software human resource information system that is open source. One is OrangeHRM. The use of OrangeHRM software in the learning of human resource management will enhance students´ understanding of the activities that occur in human resource management and how the linkages between the activities with other activities. Another benefit is additional practical experience through case studies provided and make students more aware of the actual conditions that occur in human resource management within the organization Keywords: human resource information system, open source, orangeHRM, human resource management
Pengaruh Kompetensi, Kompensasi, Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Ciomas Adisatwa Balikpapan (Effect of Competence, Compensation, and Job Satisfaction Of Employee Performance At PT. Ciomas Adisatwa Balikpapan)
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.959 KB)

Abstract

Abstrak Berbagai bentuk usaha yang dapat dilakukan untuk pengembangan sumber daya manusia adalah bagaimana meningkatkan kemampuan karyawan dengan kompetensi   kerja. Begitu juga untuk melaksanakan pekerjaan saling mempengaruhi kepuasan karyawan dapat  menentukan hasil kerja. Kedua  hal tersebut hal tersebut diatas juga perlu didukung oleh pemberian kompensasi yang memadai sehingga akan menghasilkan kinerja yang optimal. Pemberian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan akan berdampak pada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman ataupun perubahan sikap individu yang pada akhirnya akan berdampak prestasi kerja karyawan. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis pengaruh Kompetensi, kompensasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT Ciomas Adisatwa di Balikpapan. Pendekatan adalah menggunakan  data dari pengedaran survey  kuesioner dari karyawan PT Ciomas Adisatwa sebanyak 109 karyawan yang ada di kota Balikpapan yang merupakan karyawan tetap, sedangkan analisis yang digunakan dengan menggunkan analisis regresi linier berganda untuk digunakan melihat pengaruh antar varibel dependen dan varibel independen. Temuan- Secara simultan varibel kompetensi, kompensasi, dam kepuasan kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan, secara parsial kompetensi mempunyai pengarui terhadap kinerja, kompensasi mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan dan kepuasan kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja, Hal ini sesuai dengan penelitian pendahulunya. Orisinalitas – Karena hanya beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian ini dan hanya melihat pengaruh antar varibabel dependen dan independen yang bisa menggambarkan pengaruh kinerja, hal ini masih dapat dikembangkan dengan model lain dan dapat menyertakan variabel pembentuk kinerja karyawan,   Kata Kunci: Kompetensi, Kompensasi, Kepuasan, Kinerja  Abstract Various forms of business can be done to human resource development is how to improve the ability of employees to job competence. So also to carry out the job satisfaction of employees can affect each other to determine the work. Both of these things mentioned above also needs to be supported by adequate compensation so that it will produce optimal performance. Provision and improvement of the quality of human resources through training programs will have an impact on increasing the knowledge, skills and experience or changes in individual attitudes that will ultimately affect employees´ performance The purpose of this paper is to analyze the influence of competency, compensation and employee job satisfaction on the performance of PT Ciomas Adisatwain Balikpapan. Approach is to use data from the circulation of a questionnaire survey of employees of PT Ciomas Adisatwa  in Balikpapan as many as 109 employees which is a permanent employee, while the analysis used by using multiple linear regression analysis to be used to see the influence of inter-dependent variables and independent variables Simultaneously, the findings of variable competence, compensation, job satisfaction dams have an influence on employee performance, competence has  partially on performance, compensation have an influence on employee performance and job satisfaction have an effect on performance, This is consistent with its predecessor. Originality - As only some of the variables used in this study only looked at the effects and inter-dependent and independent varibabel can describe the influence of performance, it can still be developed with other models and may include forming a variable employee performance, Key words:competence, compensation, satisfaction and performance 
MODEL PENDEKATAN MODAL SOSIAL KELOMPOK PEMINJAM UNTUK OPTIMALISASI REPAYMENT RATE PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO-SWADAYA MASYARAKAT (SOCIAL CAPITAL APPROACHING MODEL OF THE LENDING GROUP FOR REPAYMENT RATE OPTIMIZATION ON COMMUNITY’S MICROFINANCE INSTITUTI)
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.663 KB)

Abstract

ABSTRAK Kredit macet yang tinggi (non performing loan) dan tingkat pengembalian (repayment rate) dana bergulir yang rendah pada kelompok peminjam di wilayah tapal Kuda Jawa Timur pada program Lembaga Keuangan Mikro Swadaya Masyarakat (LKM-SM) disebabkan pelaksanaan program pinjaman dana bergulir program Lembaga Keuangan Mikro Swadaya Masyarakat masih berdasarkan pada tataran proyek bukan tataran program yang berarti aspek pemberdayaan serta partisipasi masyarakat, yang menjadi prioritas utama tujuan program pinjaman dana bergulir, sering kali terabaikan akibat tuntutan proyek yang harus dipenuhi. Padahal tingkat pengembalian pinjaman kelompok peminjam  dipengaruhi secara langsung oleh institusi-institusi informal, yaitu peraturan adat (norma dan sanksi sosial), kohesi sosial dan penggunaan mekanisme sosial dalam menyeleksi pelamar kredit dan menegakkan pelunasan melalui keterlibatan tokoh masyarakat yang berperan penting dalam menegakkan kemauan nasabah mengembalikan pinjaman. Karena dalam hal pembentukan kelompok peminjam seringkali didasari kesamaan budaya dan latar belakang masing-masing anggota kelompok. Alternatif solusi dari permasalahan di atas adalah dengan menggunakan pendekatan modal sosial. Menganalisis berbagai kegagalan pendekatan dalam memecahkan persoalan pengembalian pinjaman, Modal Sosial dinilai efektif dalam memberikan dorongan keberhasilan bagi berbagai kebijakan, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh pihak swasta. Keyakinan ini didasarkan pada kekuatan yang dimilikinya guna merangsang masyarakat membangun secara swadaya yang hasilnya akan memaksimalkan pencapaian dari setiap kebijakan pembangunan yang dibuat oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang ditunjang dengan data-data kualitatif, model yang dipakai adalah model kausalitas yang menggunakan Model Persamaan Struktural (structural equation modelling-SEM) berbasis component atau variance dengan Partial Least Square (PLS). Sementara, untuk menguatkan analisis penelitian juga dilakukan interpretasi data kualitatif. Dari hasil pembahasan didapatkan bahwa hubungan sosial dalam lingkup kelompok peminjam  dapat mempengaruhi interaksi para anggota dalam kelompok tersebut. Jika dilihat dari kecenderungannya, maka secara umum ketiga basis budaya masyarakat yaitu Mataraman, Arek dan Madura hubungan sosialnya dapat terbangun karena kekerabatan,kesamaan kepercayaan, kesamaan wilayah dan kesamaan aktivitas keseharian. Masyarakat berbasis budaya Mataraman lebih mudah melakukan hubungan sosialnya atas dasar kekerabatan dan kesamaan kepercayaan. Sedangkan masyarakat berbudaya Arek berkecenderungan hubungan sosialnya terbangun karena kesamaan wilayah, kekerabatan dan kesamaan aktivitas keseharian. Sementara itu, masyarakat berbudaya Madura secara prinsip hubungan sosialnya terbangun atas dasar kekerabatan, kesamaan kepercayaan dan aktivitas keseharian. Namun, kecocokan perilaku, pendapat, pandangan dan pendirian juga menjadi dasar yang kuat dalam membangun relasi sosialnya. Hal itu tergambar dari ungkapan budaya oreng dhaddhi taretan, taretan dhaddhi oreng, (orang lain bisa menjadi/dianggap sebagai saudara sendiri, sedangkan saudara sendiri bisa menjadi/dianggap sebagai orang lain). Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana relasi sosial yang tercermin dari masing-masing kelompok budaya tersebut menjadi dasar pembentukan KSM , memperkuat interaksi di dalam kelompok serta dapat menstimulus peningkatan repayment rate dan efektivitas program. Disimpulkan bahwa karakteristik budaya dan modal sosial pada masyarakat tertentu berpengaruh positif terhadap perilaku masyarakat penerima manfaat dalam melakukan pengembalian pinjaman dan mencerminkan efektif atau tidaknya sebuah program penanggulangan kemiskinan bagi  masyarakat walaupun tidak secara signifikan. Kata Kunci: Optimalisasi Repayment Rate, LKM-SM, Kelompok Peminjam, Modal Sosial.  ABSTRACT High rate of non-performing loans and low rate of return  revolving fund (repayment rate) in the lending group in the region of East Java’s horse poultice on Community’s Microfinance Institutions program is caused by implementation program of revolving fund loan program by Community’s Micro Finance Institutions are still based on the project level rather than program level that means the aspects of empowerment and community participation, which became the main priority objectives revolving fund loan programs, often overlooked due to the demands of the project that must be met. Though the return on the lending group directly affected by informal institutions, namely customary rules (norms and social sanctions), social cohesion and the use of social mechanisms in selecting applicants and enforce repayment of loans through the involvement of community leaders who was instrumental in establishing the customer wishes to return loan. Because in terms of forming the lending group are often based on cultural similarity and background of each member of the group. Alternative solutions of the above problems is the use of social capital approach. Analyzing various approaching failure in solving the problem of loan repayment, Social Capital is assessed effective in providing the impetus for the success of various policies, whether committed by government or by private parties. This belief is based on its strengths in order to stimulate communities on self-help building which will result of maximizing the achievement of any development policy made by the government. This study uses quantitative methods which are supported by qualitative data, the used model is a causal model using Structural Equation Model (SEM)-based component or variance with Partial Least Square (PLS). Meanwhile, to strengthen the research analysis was also conducted qualitative data interpretation. From the discussion, it can be concluded that by using more specific social capital on the lending group of Arek/coastal and Mataraman culture-based  affect the achievement of repayment rate and program effectiveness (sustainability). In contrast to the group of Madurese culture-based lending group, repayment rates do not affect the performance and program effectiveness (sustainability). The role of government, in the Mataraman and Arek culture based lending group does not affect the achievement of repayment rate, contrary to the Madurese culture based lending group, the role of government proved influential on the outcomes of repayment rate. In all three cultural based lending groups, repayment rates proved influence the achievement of the program effectiveness (sustainability), otherwise the role of government in all three cultural based lending groups, does not affect the program effectiveness (sustainability). Keywords: repayment rate optimization, MFI, the lending group, social capital.
PENGUKURAN KINERJA INDUSTRI KECIL (STUDI EMPIRIK PADA INDUSTRI KERAJINAN TAS DAN KOPER DI KABUPATEN SIDOARJO)
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.994 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh faktor-faktor internal dan eksternal terhadap kinerja Industri kecil di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Faktor internal yang diteliti adalah variabel bauran produk,  tenaga ahli, kapasitas produksi, dan tingkat upah. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari variabel dukungan pemerintah, pemasok, dan pesaing.  Populasi dari penelitian ini adalah kelompok pengrajin tas dan koper di Kabupaten Sidoarjo yang tergolong dalam kelompok industri kecil formal dan telah terdaftar pada kantor Dinas Perindustrian Sidoarjo. Sampel yang diambil dari populasi dilakukan dengan metode Cluster Random Sampling.  Jumlah sampel untuk setiap area (lokasi) ditentukan secara proporsional. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa secara serempak faktor pemerintah, pemasok, pesaing, bauran produk, tenaga ahli, kapasitas produksi, dan tingkat upah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja industri kerajinan tas dan koper di Kabupaten Sidoarjo. Selanjutnya, dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa dari ketujuh faktor yang dianalisis ternyata faktor pemasok mempunyai pengaruh yang dominan terhadap kinerja industri kerajinan tas dan koper di Kabupaten Sidoarjo. Kata Kunci : Kinerja, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Industri Kecil  Abstract This study aims to determine impacts of internal and external factors on the performance of small industry in Kabupaten Sidoarjo, East Java.  The internal factors observed in the study were product mix, experts, production capacity, and wage levels.  The external factors consisted of government supports, suppliers and competitors.  The population of this study was  a group of handbag and suitcase makers formally registered as members of small handicraft association in Sidoarjo.  All members were officially registered at the Dinas Perindustrian Sidoarjo (Sidoarjo Office for Industrial Affairs). Samples were taken with Cluster Random Sampling method.  Sample sizes for each area (location) were determined in proportion to the number of handicraft makers. Results of the study indicated that factors of governments, suppliers, competitors, product mix, experts, production capacity, and wage rates simultaneously had a significant influence on the performance of suitcases and bags handicrafts industry in Sidoarjo. Further partial test resulted that among all of the seven factors analyzed, supplier was the most dominant factor that determined the performance of suitcases and bags handicrafts industry in Sidoarjo. Keyword: performance, internal factors, external factors, small industry

Page 5 of 35 | Total Record : 346