cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminas Competitive Advantage
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
Strategi Pengembangan Perikanan Tambak Sebagai Sub Sektor Unggulan Di Kabupaten Sidoarjo barokah, umi
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.565 KB)

Abstract

ABSTRAK Kontribusi subsektor perikanan (49,7 %) terhadap PDRB Kabupaten Sidoarjo lebih tinggi dibandingkan subsektor pertanian lainnya.  Kabupaten Sidoarjo identik dengan tambak (15.530 hektar).Komoditi perikanan tambak memiliki nilai produksi dan menyumbang kontribusi terbesar sepanjang 2005-2008. Penelitian ini bertujuan  mengidentifikasi , mengklasifikasi dan merumuskan strategi pengembangan komoditi perikanan tambak di Kabupaten Sidoarjo. Metode dasar adalah deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan data sekunder (BPS, BAPPEDA, dinas terkait) dilengkapi data primer. Metode analisis data adalah analisis Tipologi Klassen untuk mengklasifikasikan komoditas perikanan tambak dan perumusan strategi dengan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan perikanan tambak terdiri dari komoditi  potensial (bandeng, udang windu) dan komoditi terbelakang (tawes, udang campur). Alternatif strategi pengembangan. (1) Aplikasi CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik), (2)Pembenihan bandeng dan udang windu skala rumah tangga, (3) Penanggulangan hama dan penyakit pada budidaya udang, (4) Meningkatkan kualitas air tambak, (5) Peningkatan akses permodalan dan informasi pasar dan (6) Meningkatkan Kualitas SDM.Perikanan Kata kunci: kabupaten sidoarjo, perikanan tambak, tipologi klassen, swot ABSTRACT Contribution of fishery sub-sector (49,7 %) in Sidoarjo regency is higher than the agricultural sub-sectors. Pond fishery commodities has a production value and accounted for the largest contribution during 2005-2008. This study aimed to identify, classify and formulating the development strategy of pond fishery commodities in Sidoarjo regency.The basic method is descriptive analytic.Type of data used secondary data (BPS, BAPPEDA, related offices) and equipped with primary data. Methods of analytic data is the analysis Klassen Typology  for classifying agricultural commodities and  strategy formulation with SWOT. The results of the study  showed that pond fishery consists of a potential commodity (milkfish, windu shrimp) and withdraw commodities (tawes, mixed shrimp). Alternative development strategies. (1) Application CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik), (2) Hatchery milkfish and tiger shrimp on household scale, (3) Control of pests and diseases in shrimp farming, (4) Improve the quality of pond water, (5) Increasing access of capital and market information and (6) Improving the Quality of human resources fisheries. Ke words:  sidoarjo regency, pond fishery, klassen typology, swot
Pasar Tunggal Asean 2015: Diplomasi Indonesia Dan Penguatan Kapasitas Tenaga Kerja Terdidik srikandini, annisa gita
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.348 KB)

Abstract

ABSTRAK Paper ini berargumen bahwa dalam rangka menyambut Pasar Tunggal ASEAN2015, Indonesia harus pula meningkatkan kesiapan sektor jasa nya melalui penguatan kapasitas tenaga kerja terdidik. Dalam lima prioritas sektor jasa yang akan diintegrasikan di Pasar Tunggal ASEAN 2015, yaitu kesehatan, e-commerce, pariwisata, pelayanan jasa penerbangan dan logistik, peran tenaga kerja terdidik menjadi elemen yang esensial bagi terwujudnya kepentingan nasional Indonesia. Dalam membahas isu ini, pemaparan mengenai pendekatan ‘top-down’ approach’ dan ‘bottom- up approach’ dalam mempersiapkan pasar tunggal ASEAN harus pula dilihat. Kepentingan nasional yang telah diformulasikan di level nasional harus mampu diimplementasikan di level daerah. Sedangkan, masyarakat harus mampu pula menjadi activator network yang membantu upaya diplomasi Indonesia.Salah satu upaya yang bisa dilakukan Indonesia adalah memanfaatkan diplomasi luar negeri nya untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja terdidik. Paper ini akan berusaha memaparkan mekanisme diplomasi dan peran masyarakat yang bisa dilakukan dalam mendukung upaya diplomasi penguatan kapasistas tenaga kerja terdidik Kata kunci: tenaga kerja terdidik, penguatan kapasitas, diplomasi, two level game. ABSTRACT This paper argues that in order to prepare ASEAN Economic Community 2015, Indonesia should improve their competence in service sector through skilled labourempowerment. Within five priorities in service sector; health, e-commerce, tourism, flight service and logistics, the role of skilled labourplays an essential factor for the achievement of Indonesian national interest. In order to discuss this issue, the explanation about ‘top-down approach’ and ‘bottom-up approach’ of Indonesian policy toward ASEAN Single Market 2015, should be perceived. National Interest which has been formulated in the national level should be feasible to be implemented in the local level. Meanwhile, the society ought to plays their role as activator network to support Indonesian diplomacy. Indonesia can use their mechanism of diplomacy to empower the worker. Further, this paper will also try to elaborate the role of society as an important variable for Indonesian diplomacy. Keywords: skilled labour, capacity building, diplomacy, two level game.
Peranan Brand Association dalam Membentuk Brand Image pada Produk Multilevel Marketing “TwentyOne Network Amway” (Studi Kasus di Kecamatan Klojen Malang – Jawa Timur) evelina, tri y
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.398 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai peranan Brand Association dalam membentuk Brand Image Produk Multi Level Marketing ”Twenty-one Network Amway” (Studi kasus di kecamatan Klojen Malang – Jawa Timur).  Yang ingin diketahui adalah besarnya pengaruh faktor kinerja, ketahanan, kehandalan dan karakteristik dalam membentuk brand image produk MLM dan juga mengidentifikasi dan menentukan faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam membentuk brand image produk MLM. Analisis data yang akan digunakan pada penelitian ini termasuk dalam interdependence methods. Variabel-variabel yang diajukan sebagai hipotesis penelitian dipertimbangkan bersama-sama, dengan tujuan untuk mengetahui hubungan timbal balik (interrelationship) variabel-variabel tersebut. Model analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.  Hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor dalam membentuk brand image produk adalah kinerja (14%), ketahanan (12.7%), kehandalan (18.2%) dan karakteristik (24.5%). Kata kunci : brand association, brand image, multi level marketing ABSTRACT This research is purposed to get the empiric evidence about the Brand Association factors to build  the Brand Image of Multi Level Marketing product “Twenty-one Network Amway” (case study in Klojen Malang ~ Jawa Timur).   The objective is to know how high the influence of the factors: performance, durabilit, reability and characteristic to create the brand image of MLM product. It is also to identify and determine the dominant factors which create brand image product. Analysis of data to be used in this study include the interdependence methods. Variables are presented as a research hypothesis to be considered together, with the aim to determine the relationship of reciprocity (interrelationship) these variables. The analysis model used in this research in Multiple Regression Analysis. The result stated that factors which are considered by the consumers in building brand image are: performance (14%), durability (12.7%), reability (18.2%), and characteristic (24.5%). Keywords : brand association, brand image, multi level marketing
Tantangan Dunia Pendidikan Menghadapi Pasar Tunggal Asean 2015 ulwiyah, nur
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.607 KB)

Abstract

ABSTRAK Menghadapi pasar tunggal ASEAN 2015, dunia pendidikan ditantang untuk berpartisipasi aktif. Kompetensi perserta didik diuji kelayakannya; harus qualified dan marketable, sehingga setelah lulus mereka menjadi subyek yang terintegrasi dalam percaturan pasar tunggal tersebut. Nampaknya, konsep pendidikan link and match  yang digagas oleh Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro telah menemukan momentumnya. Namun ada sebuah tantangan bagi konsep ini. Di satu sisi, keterkaitan dan kesesuaian pendidikan dengan pasar adalah keniscayaan. Di sisi lain, keterkaitan pendidikan masyarakat yang terserap pasar belum merata, salah satu faktornya karena tingkat pendidikan belum merata. Kasus Freeport di Papua adalah satu contohnya. Tantangan ini harus dijawab, salah satunya dengan konsep problem posing education (pendidikan hadap-masalah) yaitu pendidikan harus diintegrasikan dengan lingkungan, bukan hanya beradaptasi. Integrasi berbeda dengan adaptasi. Integrasi muncul dari kemampuan menyesuaikan diri dengan realitas, ditambah kemampuan kritis untuk membuat pilihan dan mengubahnya, sehingga akhirnya pendidikan menjadi problem solver, bukan problem maker. Kata kunci: pasar tunggal ASEAN, pendidikan link and match, pendidikan hadap-masalah.   ABSTRACT To face the Asean single market 2015, the world of education is challenged has role actively. The competence of learners participant are tested for their properness and also should qualified and marketable to be subject who are integrated in the role of Asean single market constellation. Apparently, the concept link and match education which is initiated by Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro has found the momentum. However, there is a challenge for this concept. Instead, the connection and compatibility of education with the market are sureness. In the other side, the connection of education society which is pervaded by the market is partial, it is caused by uneven  education level. For instance, the Freeport case in Papua. This challenge should be answered, for example by using problem posing education concept. This concept tend to education which is integrated with the circle and not merely adaptation, because integration is different from adaptation. Integration comes from adaptation abilityby the realness critical ability to make and change an option. In the other word, education is not problem maker but a problem solver. Keywords: ASEAN single market, link and match education, problem posing education.
Peningkatan Daya Saing Rumah Tangga Melalui Perbaikan Pola Konsumsi Pangan hanafie, rita
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.42 KB)

Abstract

ABSTRAK Kesiapan rumahtangga menghadapi pembangunan sangat bergantung pada pola konsumsi pangan yang dilakukan.Orientasi mengkonsumsi pangan harus bergeser dari perhatian pada komoditas menjadi perhatian pada nutrisi, agar dihasilkan sumberdaya manusia yang sehat, cerdas, aktif dan produktif sehingga memiliki daya saing untuk meningkatkan kesejahteraannya. Penelitian bertujuan  mengetahui daya saing rumahtangga melalui identifikasi pola konsumsi pangan, meliputi konsumsi energi dan protein serta keragaman pangannya. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung.Data dikumpulkan melalui metode food recall 2 x 24 jam terhadap 50 responden yang dipilih secara Simple Random Sampling dari unit analisis rumahtangga miskin.Analisis dilakukan dengan metode penilaian konsumsi pangan.  Hasil penelitian menyebutkan bahwa tingkat konsumsi energi dan protein rumahtangga masing-masing sebesar 60,46 % AKE (Angka Kecukupan Energi) dan 57,53 % AKP (Angka Kecukupan Protein) dengan derajat keragaman konsumsi pangan sebesar 40,34. Artinya tingkat konsumsi pangan rumahtangga masih harus ditingkatkan melalui komunikasi, edukasi dan informasi agar rumahtangga sebagai kelompok sosial terkecil dalam masyarakat memiliki daya saing untuk meningkatkan produktifitasnya. Kata kunci: peningkatan daya saing, rumahtangga, pola konsumsi pangan ABSTRACT Efforts to improve the competitiveness of a region highly depend on the condition of households in the region. Readiness of households facing development highly depend on its food consumption patterns. Orientation of eating food should be shifted from attention to the commodity of concern in nutrition, so that human resources are produced healthy, intelligent, active and productive, so they have the competitiveness to improve their welfare. The study aims to determine the competitiveness of the household through the identification of patterns of food consumption, covering energy and protein consumption and food diversity. Research conducted in the Sub-District Kauman of Tulungagung Regency. Data were collected through  food recall method 2 x 24 hours against 50 respondents which is selected by Simple Random Sampling from poor households analysis unit. Analysis were performed by the method of assessment of food consumption. The research shows that the level of energy and protein consumption of households amounted to 60.46% AKE and 57.53% AKP  with the degree of diversity of food consumption at 40.34. This means that household food consumption levels should be improved through communication, education and information so household as the smallest social group in society has the competitiveness to increase productivity.   Keywords: increased competitiveness, household, food consumption pattern
Upaya Mengurangi Pengangguran Melalui Peningkatan Wisata Kuliner (Studi Pada Pedagang Kaki Lima Di Surabaya) Wispandono, r.m moch
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.474 KB)

Abstract

ABSTRAK Problem pengangguran sudah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Kondisi ini menghadapkan kita pada situasi untuk mencari solusi mengatasi pengangguran. Salah satunya adalah melalui usaha  informal di bidang kuliner yang memberi kesempatan kepada pedagang kaki lima (PKL) dalam mengembangkan usahanya.Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan upaya-upaya yang bisa ditempuh untukmenjaga eksistensiPKL sebagai soko guru dalam mengatasi pengangguran seiring dengan perkembangan wisata kuliner di Surabaya. Penelitian ini menggunakan Metoda penelitian kualitatif dengan pengambilan sampelnya dilakukan secara convenience sampling. Metoda kualitatif digunakan untuk menyusun formula rancangan tindakan pengelolaan dan pengembangan PKL kepada Pemkot dan paguyuban PKL. Hasil yang dapat disimpulkan bahwa sektor informal ini dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah kota dalam mengurangi pengangguran di mana kontribusi ini tercipta karena PKL masih eksis di tengah-tengah perkembangan  wisata kuliner. Kata kunci: pengangguran, sektor informal, wisata kuliner, pedagang kaki lima (PKL). ABSTRACT The problem of unemployment is a scourge that is so frightening, especially in developing countries like in Indonesia.  This condition confronts us in situations to find solutions to overcome unemployment. One is through informal businesses in the culinary field that gives the opportunity for street hawkers (street vendors) in developing their business. The purpose of this study was presented measures can be taken to maintain the existence of street vendors as a cornerstone in addressing unemployment in line with the development of culinary tourism in Surabaya. This study uses qualitative research methods and sample was taken by convenience sampling. Qualitative methods used to compile the draft action formula management and development of the municipal government and community PKL. The results can be concluded that the informal sector can contribute to the city government in reducing unemployment in which the contribution is possible because the street vendors still exist in the midst of the development of culinary tourism. Keywords: unemployment, informal sector, culinary tours, street hawkers/ vendors
Analisis Posisi Strategis Usaha Kecil Dan Menengah (UKM) Shuttlecock yunanto, ary
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.513 KB)

Abstract

ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk menentukan posisi strategis usaha shuttlecock di Kota Tegal. Responden pada penelitian ini adalah para pengusaha shutlecock di Kota Tegal..Untuk menentukan posisi strategis digunakan General Electrics (GE) analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa posisi strategis usaha shuttlecock adalah memiliki daya tarik menengah dan kekuatan persaingan rata-rata, sehingga strategi pengembangan yang cocok adalah melakukan identifikasi segmen pertumbuhan, melakukan spesialisasi dan melakukan investasi secara selektif. Kata kunci: Shuttlecock, Analisis SWOT, Analisis General Electric (GE) ABSTRACT This study aims to determine strategy position of shuttlecock business in Tegal Respondents in this research are entrepreneuh of shutlecock in Tegal. To determine General determine strategy position of shuttlecock business in Tegal was uses Electrics (GE) analysis. Research show that strategy position of shuttlecock business in Tegal acquired a strategic position information shuttlecock business is having a mid-appeal and the average strength of competition, so that a suitable development strategy is to identify growth segments, to specialize and invest selectively. Keywords: shuttlecock, SWOT Analysis, Analysis of General Electric (GE)
Makna Strategi Pendidikan Unggul Menyongsong Pasar Tunggal Asean 2015 hakim, dhikrul
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.234 KB)

Abstract

ABSTRAK Pasar tunggal ASEAN 2015 menuntut kesiapan bangsa dan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan daya saing. Pendidikan unggul berbasis kompetensi merupakan salah satu aspek penting dan strategis untuk meningkatkan daya saing tersebut. Sementara itu kondisi pendidikan kita saat ini belum menggembirakan, terutama jika dilihat dari output yang masih rendah kualitasnya. Banyak lulusan sekolah yang belum siap memasuki dunia kerja. Menurut pengamat ekonomi Dr.Berry Priyono, bekal kecakapan yang diperoleh dari lembaga pendidikan tidak memadai untuk dipergunakan secara mandiri, karena yang dipelajari dilembaga pendidikan sering kali hanya terpaku pada teori, sehingga peserta didik kurang inovativ dan kreatif. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi sumbang saran bagi pengelola pendidikan khususnya pendidikan menengah atas. Upaya meningkatkan kemampuan peserta didik menjadi unggul secara akademik maupun ketrampilan dan kreatifitas, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian adalah peningkatan mutu guru,sarana prasarana dan perbaikan kurikulum. Kata kunci: pendidikan unggul,pasar tunggal asean, kompetensi lulusan.     ABSTRACT ASEANCommunity2015demandingthe readinessof the nation andIndonesia society to improve competitiveness. Superiorcompetency-based educationis one aspectof strategic importancetoimprovecompetitiveness. Meanwhile,our currentstate of educationhas not beenencouraging,especiallywhen viewedfrom the outputis still lowquality.Manyschool leaversarenot ready toenter the working world. According toeconomicanalystsDr.BerryPriyono, stockacquiredskillsfromeducationalinstitutionsare inadequatetobe usedindependently, asa learnededucationinstitutedoftenjust focusontheory, so thatlearnersare lessinovativandcreative. This paper isintendedtogivefalse advicefor the managers ofupper secondaryeducation, especiallyeducation. Efforts toimprovethe ability of learnersto excelacademicallyas well asskillsandcreativity, some things thatneed attentionareimproving the qualityof teachers, facilities andcurriculumimprovement. Key words: EducationalExcellence, the ASEANCommunity, graduatesCompetence.
Analisis Usaha Dan Strategi Pengembangan Agroindustri Keripik Ketela Ungu Sebagai Produk Unggulan Di Kabupaten Karanganyar setyowati, nuning
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.818 KB)

Abstract

ABSTRAK   Perekonomian di Kabupaten Karanganyar ditopang dua sektor utama yaitu industri pengolahan dan pertanian.Kondisi ini menjadi kekuatan untuk mengembangkan agroindustri diantaranya keripik ketela ungu mengingat Karanganyar merupakan penghasil ketela ungu.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi usaha dan merumuskan strategi pengembangan agroindustri keripik ketela ungu di Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan analisis usaha dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha agroindustri keripik ketela ungu menguntungkan. Strategi pengembangan agroindustri keripik ketela ungu meliputi: Membangun kemitraan yang kuat dengan supplier ketela ungu, Pengembangan basis wilayah sentra ketela ungu, Efisiensi produksi keripik ketela ungu, Adopsi teknologi produksi, Perluasan segmen pasar, Peningkatan akses permodalan bagi agroindustri keripik ketela ungu, Peningkatan mutu produk keripik ketela ungu dan Diversifikasi produk olahan ketela ungu. Kata kunci: keripik ketela ungu, analisis usaha, strategi pengembangan, karanganyar ABSTRACT Economic in Karanganyar regency was supported by two main sectors, they are processing industry and agriculture. This condition will be a force to developing agroindustry and the one is purple sweet potatoes chips, because Karanganyar is producer of purple sweet potatoes. This study aims to analyze  business potential and to formulate development strategy of purple sweet potatoes chips agroindustry. This research is descriptive analytical approach to business potential analysis and SWOT. The result showed that purple sweet potatoes chips agroindustry is profiting. Development strategy of purple sweet potatoes chips agroindustry as follow: Build strong partnership with purple sweet potatoes supplier, developing the region base of purple sweet potatoes, efficiency of purple sweet potatoes chips production, adoption of production technology, expansion of market segment, increase acces of capital for purple sweet potatoes chips agroindustry, Increasing the quality of purple sweet potatoes chips and diversification of processing product by using purple sweet potatoes. Keywords: purple sweet potatoes chips, business analysis, development strategy, karanganyar
Pengaruh Pendampingan Suami Terhadap Kecemasan Ibu Pada Proses Persalinan Kala I (Fase Laten-Fase Aktif) mukhoirotin, mukhoirotin
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.483 KB)

Abstract

ABSTRAK Kecemasan yang dialami oleh ibu bersalin semakin lama akan semakin meningkat seiring dengan semakin seringnya kontraksi muncul sehingga keadaan ini akan membuat ibu semakin tidak kooperatif yang berakibat persalinan berlangsung lama dan terjadi fetal distres. Kehadiran suami atau pasangan sangat dianjurkan untuk mendampingi ibu selama persalinan karena pendekatan langsung dapat mendorong komunikasi diantara keduanya sehingga dapat mengatasi semua kekhawatiran. Tujuan dari peneitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pendampingan suami terhadap kecemasan ibu pada proses persalinan kala I. Desain penelitian yang digunakan adalah Pra-Experiment dengan pendekatan Pre-Post Test Design yang menggunakan teknik Consecutive Sampling dengan jumlah sampel 10 responden. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pendampingan suami terhadap penurunan tingkat kecemasan dengan nilai ρ = 0,02. Pendampingan suami sangat dibutuhkan ibu pada proses persalinan karena dengan pendampingan suami yang maksimal dapat meurunkan kecemasan.   Kata kunci: tingkat kecemasan ibu, proses persalinan kala i , pendampingan suami. ABSTRACT   The longer anxiety that is prolonged by pregnant mothers will be increased alongside the frequency of contractions that appears in such circumstances and it would make the mother less cooperative resulting in prolonged labor and fetal distress occured. The presence of husbands or lover partners is suggested to accompany his wife during labor process, it is because the direct approach can support a pleasant communication between them so they can overcome all fears that matters. The purpose of this research is to investigate the influence of husband´s assistance to maternal anxiety at the first stage of labor process in connecticut .This design of the research used The Pre-Experiment method with approach in Pre-Post Test design that exerted Consecutive Sampling technique with the samples 10 respondents. The data collection was examined through a questionnaire which was then analyzed by using the Wilcoxon Sign Rank Test.The result showed that influence of husband’sasistence to decreased the level of mother’s anxiety with significant value ρ = 0.02. The husband assistance is needed by pregnant mother in the delivery process because the husband is the maximum assistance can reduce anxiety. Keywords :anxiety levels mother, delivery process period ,husband accompaniment.

Page 3 of 35 | Total Record : 346