cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminas Competitive Advantage
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
PENGUKURAN KINERJA INDUSTRI KECIL (STUDI EMPIRIK PADA INDUSTRI KERAJINAN TAS DAN KOPER DI KABUPATEN SIDOARJO) Komariyah, Siti
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh faktor-faktor internal dan eksternal terhadap kinerja Industri kecil di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Faktor internal yang diteliti adalah variabel bauran produk,  tenaga ahli, kapasitas produksi, dan tingkat upah. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari variabel dukungan pemerintah, pemasok, dan pesaing.  Populasi dari penelitian ini adalah kelompok pengrajin tas dan koper di Kabupaten Sidoarjo yang tergolong dalam kelompok industri kecil formal dan telah terdaftar pada kantor Dinas Perindustrian Sidoarjo. Sampel yang diambil dari populasi dilakukan dengan metode Cluster Random Sampling.  Jumlah sampel untuk setiap area (lokasi) ditentukan secara proporsional. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa secara serempak faktor pemerintah, pemasok, pesaing, bauran produk, tenaga ahli, kapasitas produksi, dan tingkat upah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja industri kerajinan tas dan koper di Kabupaten Sidoarjo. Selanjutnya, dari hasil pengujian secara parsial diketahui bahwa dari ketujuh faktor yang dianalisis ternyata faktor pemasok mempunyai pengaruh yang dominan terhadap kinerja industri kerajinan tas dan koper di Kabupaten Sidoarjo. Kata Kunci : Kinerja, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Industri Kecil  Abstract This study aims to determine impacts of internal and external factors on the performance of small industry in Kabupaten Sidoarjo, East Java.  The internal factors observed in the study were product mix, experts, production capacity, and wage levels.  The external factors consisted of government supports, suppliers and competitors.  The population of this study was  a group of handbag and suitcase makers formally registered as members of small handicraft association in Sidoarjo.  All members were officially registered at the Dinas Perindustrian Sidoarjo (Sidoarjo Office for Industrial Affairs). Samples were taken with Cluster Random Sampling method.  Sample sizes for each area (location) were determined in proportion to the number of handicraft makers. Results of the study indicated that factors of governments, suppliers, competitors, product mix, experts, production capacity, and wage rates simultaneously had a significant influence on the performance of suitcases and bags handicrafts industry in Sidoarjo. Further partial test resulted that among all of the seven factors analyzed, supplier was the most dominant factor that determined the performance of suitcases and bags handicrafts industry in Sidoarjo. Keyword: performance, internal factors, external factors, small industry
ANALISIS PENGARUH TRANSFER PENGETAHUAN TERHADAP KELOMPOK TANI PENGOLAH SALAK DI BANGKALAN Indriartiningtias, Retno; Mafrufah, Ibnatul
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstak   Transfer pengetahuan adalah proses belajar suatu unit organisasi berdasarkan pengalaman dari unit organisasi  lain. Keberhasilan transfer pengetahuan tergantung dari keputusan penerima untuk menolak atau menerima pengetahuan baru dari sumber. Industri kecil modern mulai banyak diterapkan pada beberapa usaha kecil maupun industri rumah tangga. Penelitain ini bertujuan menganalisis apakah ada pengaruh transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang telah dilakukan oleh Dinas Koperasi Mikro Dan Usaha Kecil Menengah Bangkalan dan Dinas Pertanian, serta instansi pemerintah yang lainnya terhadap kelompok Tani Ambudi Makmur 2, sebagai salah satu kelompok tani percontohan di Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk menganalisis karakteristik responden dan variabel-variabel penelitian melalui distribusi frekuensi dan persentase, disamping itu peneliti juga menggunakan analisis paired sample T-Test untuk membandingkan kondisi kelompok tani setelah menerima transfer pengetahuan dengan sebelum menerima transfer pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat peningkatan profitabilitas sesudah terjadi transfer pengetahuan dibandingkan profitabilitas sebelum ada transfer pengetahuan yaitu sebesar 24%. Kata kunci : Transfer Pengetahuan, Kelompok Tani, Profitabilitas, paired sample T-Test  Abstract Transfer of knowledge is the process of learning an organizational unit based on the experiences of other organizational units. The success of knowledge transfer depends on the recipient's decision to reject or accept the new knowledge from the source. Modern small industry began widely applied to several small businesses and home industries. This research aims to analyze whether there is the effect of knowledge transfer  that has been done by the Department of  Small and Medium Enterprises Bangkalan and the Department of Agriculture, as well as other government agencies to Ambudi Makmur 2, as a pilot group of farmers in Bangkalan. This research uses descriptive analytical method  to analyze the characteristics of  respondents and the research variables through frequency distributions and  percentages, besides that researchers also used the analysis of paired sample T-Test to compare the condition of the farmer groups after receiving the transfer of knowledge and before receiving a transfer of knowledge. The research results have improved profitability after a transfer of knowledge compared to profitability before the transfer of knowledge that is equal to 24%.Key words: Knowledge Transfer, Farmers Group, Profitability, paired sample T-Test
Model Rantai Pasok Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Alas Kaki Cibaduyut harsanto, budi
Prosiding Seminas Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tantangan yang dihadapi oleh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) alas kaki semakin berat dengan membanjirnya produk impor melalui Asean China Free Trade Area (ACFTA). Upaya meningkatkan daya saing dan membangun keunggulan kompetitif semakin mendesak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model rantai pasok UMK alas kaki yang berada pada kawasan Cibaduyut. Model ini diharapkan dapat menggambarkan berbagai hambatan yang dihadapi sehingga dapat diketahui strategi yang dibutuhkan untuk penguatan daya saing di masa mendatang. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan survey. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner dari pelaku UMK alas kaki kawasan Cibaduyut. Analisa SWOT digunakan untuk mengetahui potret permasalahan serta hambatan yang dihadapi UMK. Penelitian menghasilkan dua model rantai pasok di Kawasan Cibaduyut yakni model rantai pasok sepatu kulit dan model rantai pasok sepatu sport/casual. Kata kunci: rantai pasok, UMK, keunggulan kompetitif   ABSTRACT   Micro and Small Enterprises (MSEs) of footwear face an increasingly serious challenge with many products imported into the domestic market through Asean China Free Trade Area (ACFTA). Thus, the efforts to improve competitiveness and build competitive  advantage become urgent. The purpose of this study is to produce a model of MSEs supply chain of  footwear in Cibaduyut industrial center. These models aim to represent the various obstacles faced by MSEs so we can know the strategies needed to strengthen competitiveness in the future. Descriptive study was conducted by using surveys. Primary data was collected using questionnaires from MSEs footwear producers in Cibaduyut industry center. SWOT analysis is used to determine the problem and barriers suffered by MSEs. The research resulted two models of supply chains in the Cibaduyut industry center:  leather shoe supply chain model and sport/casual shoe supply chain model. Keywords: supply chain, MSEs, competitive advantage
Penggunaan Bidai Infus Bergambar untuk Meningkatkan Perilaku Adaptif Anak (Application of a Pictorial Parenteral Splint o Improve Adaptive Behavior or Children) Akari, Adi Sugira; Yudianto, Andi; Rajin, Mukhamad
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penggunaan  bidai infus  menyebabkan strees pada anak, Untuk itu memerlukan bidai infus yang menarik dan dapat mengurangi stress pada anak. Media paling efektif adalah mengunakan bidai infus bergambar. Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh penggunaan bidai infus bergambar terhadap peningkatan respon perilaku adaptif pada anak di Rumah sakit.  Penelitian ini menggunakan desain Pretest-Postest Control Group Design. Besar sampel masing-masing kelompok 8 responden, menggunakan teknik Purposive Sampling. Uji statistik menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney dengan α= 0,05. Hasil uji wilcoxon kelompok kontrol didapatkan nilai P = 0,09, kelompok perlakuan P = 0,01, hasil uji  Mann-Whitney didapatkan nilai P = 0,012. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan bidai infus bergambar dapat meningkatkan respon prilaku adaptif anak di rumah sakit. Penggunaan media gambar dapat menimbulkan daya tarik bagi anak, sehingga dapat memberikan anak lebih senang.  Bidai infus bergambar ini dapat diproduksi dan direkomendasikan sebagai bidai infus di rumah sakit untuk mengurangi stress pada anak. Kata kunci : Bidai infus bergambar, perilaku adaptif.  ABSTRACT Application of parenteral splint is commonly known to cause stress to children.  To reduce the stress effect for children, a more friendly and attractive splint, such as a pictorial parenteral  splint, could be designed for the treatment. The aim of this study was to investigate the effect of  pictorial parenteral splint to improve adaptive behavioral of pre-school children. This study used Pretest-Posttest Control Group Design using 8 respondents for each group applied in purposive sampling technique. Statistical tests of the data (Wilcoxon test, with a = 0.05) resulted value of P = 0,09 for the control group and P = 0,01 for treated group.  Test of between group (Mann-Whitney Test) yielded P = 0,012.  Overall data indicate that usage of a pictorial parenteral  splint significantly improve adaptive behavior of the children.  Pictorial parenteral splint also generated interest and fascination to children which eventually reduce the stress level of children. Key Word: pictorial parenteral splint, adaftive behavior
Integrasi Nilai-nilai Entrepreneurship Dalam Proses Pembelajaran di Kelas Guna Menciptakan Academic Entrepreneur Berkarakter Ulwiyah, Nur
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada dasarnya dalam entrepreneurship terdiri dari tiga aspek; manusia, tugas, dan organisasi. Ketiga aspek ini bergerak dalam lingkungan yang berubah-ubah yang kemudian dikenal dengan “konsep tiga kaki”. Lingkungan yang dimaksud misalnya lingkungan bisnis, pemerintahan, sosial, pendidikan, dan sebagainya. Dalam entrepreneurship terdapat nilai-nilai seperti mengejar peluang, melakukan pembaharuan, berani mengambil resiko, berani berbeda, menarik perhatian, dan pro pertumbuhan. Nilai-nilai ini penting dimasukkan dalam proses pembelajaran dengan tujuan agar peserta didik menjadi sosok yang logis, kreatif, spontan dan tegas,  perspektif ke depan dan berorientasi hasil. Konsep ini bisa diwujudkan oleh para pendidik  pada saat mendisain dan melaksanakan pembelajaran, misalnya dalam menentukan paradigma pembelajaran, tujuan, metode, media dan alat, serta sumber belajar. Dengan pembelajaran bernilai entrepreneurship, peserta didik akan kaya dengan wawasan dan perspektif dalam memecahkan persoalan. Kesimpulan, nilai-nilai entrepreneurship bisa diintegrasikan sebagai landasan pembelajaran sehingga peserta didik menjadi academic entrepreneur yang berkarakter, yang siap menghadapi tantangan kehidupan dengan tampil sebagai problem solver. Kata kunci: nilai-nilai entrepreneurship, proses pembelajaran, academic entrepreneur.   Abstract Basicly the entrepreneurship consist of three aspect; person, task, and organizational context. Those aspect move in a dynamic environment that well known as “konsep tiga kaki”. That environment is bussiness, government, social, education, etc. In the entrepreneurship there are values like chase an opportunity, inovation, taking risk, brave to be different, attractive, and pro growth. Those values is important to include in the learning process with a purposes to make student become a logic person, creative, spontanous and distinct, future perspective and result-oriented person. Those concept can be done by the teacher when they design and do the learning, for example to design the learning paradigm, purposes, media and equipment, and also the learning source. In the learning that has values of enterpreneurship, student will be rich abound of knowledge and problem solving knowledge. The summary, values of entrepreneurship can be integrated as a fundamental learning that make the student be an academic entrepreneur that has a characteristic, that ready to face the life challenge that appear as a problem solver. Keywords: values of entrepreneurship, learning process, academic entrepreneur.
Etika Bisnis Dalam Prespektif Al-Qur’an: Upaya Membangun Bisnis Yang Islami Untuk Menghadapi Tantangan Bisnis Di Masa Depan Hidayatulloh, Haris
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bisnis merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tidak heran jika Islam yang bersumber pada al-Qur’an dan Sunnah memberi tuntunan dalam bidang usaha. Bisnis selama ini, dikesankan sebagai usaha mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, bahkan harus ditempuh dengan cara kotor dan tidak etis. Etika bisnis  sangat penting untuk dikemukakan dalam era globalilasasi yang seringkali mengabaikan nilai-nilai moral dan etika. Karena itu, Islam menekankan agar aktifitas bisnis manusia dimaksudkan tidak semata-mata sebagai alat pemuas keinginan tetapi lebih pada upaya pencarian kehidupan berkeseimbangan disertai prilaku positif bukan destruktif. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji etika bisnis dari sudut pandang al-qur’an dalam upaya membangun bisnis yang Islami untuk menghadapi tantangan bisnis di masa depan. Kesimpulannya Bisnis dalam al-Qur’an disebut sebagai aktivitas yang bersifat material  sekaligus immaterial. Suatu  bisnis bernilai, apabila memenuhi kebutuhan material dan spiritual secara seimbang, tidak mengandung kebatilan, kerusakan dan kezaliman. Akan tetapi mengandung nilai kesatuan,keseimbangan, kehendak bebas, pertanggung-jawaban, kebenaran, kebajikan dan kejujuran   Abstract Business is something very important in human life. No wonder Islam is rooted in the Qur'an and Sunnah provide guidance in the field of business. Business over the years, suggested as a business for profit as much as possible, even to go to the dirty and unethical manner. Business ethics is essential to put forward in the era globalilasasi often ignores moral values ​​and ethics. Thus, Islam emphasizes that human business activity is not solely intended as a means of satisfying the desire, but rather on the search for life berkeseimbangan with a positive attitude rather than destructive. This paper aims to examine business ethics from the perspective of the Qur'an in an effort to build an Islamic business to business challenges in the future. Business in the conclusion of the Koran called the activity that is at once immaterial material. A business is worth, if it meets the material and spiritual needs in a balanced, contains no falsehood, destruction and injustice. But it contains the value of unity, balance, free will, accountability, truth, virtue and honesty Keywords: Ehtics, Business,