cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Eduhealth
ISSN : 20873271     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
HUBUNGAN ANTARA PENYAKIT SISTEMIK PADA LANSIA PRIA DENGAN DISFUNGSI EREKSI Abdul Ghofar; Ashari -
Eduhealth Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Edu Health
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractMen who have age for, 40 to 80 years, 52% of them consider that sexual activity is the importan thing while men who have erectile dysfunction at age from 40 to 60 years, and more than 60 years old are 75% suffer erectile dysfunction. Sexual disfunction have because of disorder organ, it’s decrease of blood circulation to screw which is influence by some factors they are: hypertension, diabetes mellitus, age over than 40 years old. This research is used to know the relationship between sistemic illness to old age men and erectile dysfunction. The data was got on July at PWRI Kabuh Kabuh district, Jombang regency. The design of research use analisitic survey with cross sectional. Population in this research are 70 old age / responden, by using total sampling as a technique of sampling to get the incluse criteria. Measuring for is used by researcher to measure glucose in their blood  with random sampling. While hypertension use sistolic pressure. Instrumen in this research is a questionare, it is used measure the erectile dysfunction with EHS scale. Data analysist used mann Whitney and Spearman rank as statistic experiment. The resulth of research show that there is relationship between sistemic illness and erectile dysfunction, with odds ratio old age suffer erectile dysfunction old sistemic illness 5 time higher than men with40-60 year old. Based on the result of research above sistemic illness at old age can cause dysfunction to sexual activity and it also can have influential in the have hold life. To avoid these risk, old age people or suffer of sistemic illness can be given explanation about erectile dysfunction. Avoid condusing pills or medicine life style that can the caused of disfunction erection, for example dringking alcohol other erectile dysfunction pills.Key word      : sistemic illness, diabetes mellitus, hypertension, old age, erectile dysfunction
HUBUNGAN ANTARA PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES Masruroh -
Eduhealth Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Melahirkan adalah kondisi fisiologis yang dapat menyebabkan traumatis yang sangat menentukan kehidupan selanjutnya bagi ibu dan bayi. Perubahan hormon, kelelahan, perubahan peran, paritas, mekanisme koping ibu dan dukungan sosial keluarga adalah faktor yang bisa menyebabkan masalah psikologis post partum. Post partum blues adalah salah satu kondisi dimana ibu post partum mengalami kesedihan, stress akibat pengalaman dan persepsi yang tidak nyaman. Bila hal ini tidak segera akan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan dan psikologis ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas ibu dengan kejadian Postpartum Blues.Jenis penelitian yang digunakan adalah “ Analitik Korelasional “ desain penelitiannya Cross – Sectional. Populasi adalah semua ibu post partum. Sampel adalah 29 ibu postpartum . Pengumpulan data menggunakan Teknik simplerandom sampling.Variabel independen adalah paritas ibu dan variabel dependen adalah kejadian post partum blues. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan Uji statistik Chi-Square.Hasil penelitian tidak ada hubungan paritas ibu dengan kejadian post partum blues.Ada faktor lain yang mempengaruhi kejadian post partum blues, untuk itu diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan pemenuhan kebutuhan ibu post partum dan dukungan sosial bagi post partum agar tidak mengalami post partum blues. Katakunci: Paritas ibu, Postpartum Blues. ABSTRACT Childbirth is a physiological condition that can cause traumatic determine the next life for both mother and baby . Hormonal changes , fatigue , changes in roles , parity , maternal coping mechanisms and social support of the family is a factor that can cause psychological problems post partum . Post partum blues is one of the conditions in which postpartum mothers experience sadness , stress due to the experience and perception of discomfort . If this is not immediately will cause adverse effects on health and psychological mother and baby . This study aims to determine the relationship of maternal parity with Postpartum Blues events . This type of research is " Analytical Correlational " research design Cross - Sectional . The population is all women post partum . The sample was 29 mothers postpartum . The place of research in the Village Polindes Permisan Jabon subdistrict of Sidoarjo regency . Using simple random sampling technique sampling.Variabel is parity independent and dependent variable is the mother incidence of post partum blues . Data collection using questionnaires . Data were analyzed using Chi - Square test statistics . The results of the study there was no association with the incidence of maternal parity postpartum blues . There are other factors that affect the incidence of post partum blues , it is expected to meet the needs of health workers improve maternal post partum and post partum social support in order not to experience post partum blues. Keywords: Parity mother, Postpartum Blues.
HUBUNGAN PERSEPSI ANAK TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PRODI D-III KEBIDANAN UNIPDU Listrana Fatimah
Eduhealth Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMotivasi belajar terdiri dari motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Salah satu faktor timbulnya motivasi belajar ekstrinsik adalah lingkungan keluarga, karena sebagian besar anak menghabiskan waktunya bersama keluarga. Selain itu keluarga adalah tempat pertama anak menerima pendidikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar mahasiswa D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan kurang lebih 6 bulan dari bulan Juli sampai Desember 2010. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Prodi D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang sebesar 129 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling dengan jumlah 97 mahasiswa. Alat ukur yang digunakan dari masing-masing variabel adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian berdasarkan uji regresi logistik didapatkan nilai sig. 0.001 > 0.05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar. Nilai B menunjukkan bahwa 1 skor persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0.921dan peningkatan 1 skor persepsi anak terhadap pola asuh orang tua akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0.878.Kata Kunci: keharmonisan keluarga, pola asuh orangtua, motivasi belajar ABSTRACTLearning motivation consists of intrinsic and extrinsic motivation. One of factor raising extrinsic learning motivation is the family environment, since it believed that children spend their time with their family.Besides, family is the first educational place for children. The study aims at knowing the is relationship between children perception family harmony toward parent’s nurturing pattern and learning motivation of the D-III Midwifery Student of Nursing Science of UNIPDUJombang. This study uses quantitative research, analytic observational with cross sectional approach. This study was conducted in 6 months, since July to December 2010. The population is 129 Midwifery Students of Nursing Science of UNIPDU Jombang. Technique of sampling is stratified random sampling with 97 students. Measurement test of each variable is a questionnaire which has already been tested on its validity and reliability. This study result based on logistic regression test shows sig. value of 0.001 > 0.005, means that there is significant relationship between children perception family harmony toward parent’s nurturing pattern and learning motivation. Meanwhile B mark shows that score one for children’s perception toward family harmony will raise the learning motivation as much as 0.921. while there is a increase of score one for children’s perception toward parent’s nurturing pattern will raise learning motivation as much as 0.878Keywords: family harmony, learning motivation, parent’s nurturing pattern.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN INDEKS PRESTASI KOMULATIF MAHASISWA AKADEMI KEBIDANAN Anjani Khairunnisa
Eduhealth Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKecukupan  gizi  dan  pangan  merupakan  salah  satu  faktor  terpenting  dalam  mengembangkan kualitas  sumberdaya  manusia,  hal  ini  merupakan  foktor  kunci  dalam  keberhasilan pembangunan  suatu  bangsa.  Dalam  hal  ini  gizi  ternyata  sangat  mempengaruhi  terhadap kecerdasan  dan  produktivitas  kerja.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan status  gizi  dengan  indeks  prestasi  komulatif  mahasiswa  akademi  kebidanan  gema  nusantara bekasi  tahun  2011.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  deskriptif  analitik dengan  pendekatan  Cross  Sectional  yaitu  pengumpulan  data  sekaligus  pada  suatu  saat. Instrument  penelitian  ini  berupa  kuesioner.  Sampel  pada  penelitian  ini  sebanyak  83  orang mahasiswa.Hasil  analisa  univariat  mendapatkan  hasil  mahasiswa  yang  memiliki  IPK  rendah (21,7%),  mahasiswa  yang  memiliki  status  gizi  Kurang  Sesuai  (24,1%).Hasil  analisa  bivariat menunjukkan hubungan status gizi dengan IPK di peroleh nilai P = 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan IPK. Pada uji statistik diperoleh juga nilai OR = 9,778. Berarti status gizi baik mempunyai peluang 9,778 kali lebih besar  untuk  memperoleh  IPK  yang  baik.Kesimpulan  dalam  penelitian  ini  adalah  terdapat hubungan  antara status  gizi dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa akademi kebidanan gema  nusantara  bekasi  tahun  2011.  Dan  di  harapkan  bagi  mahaswa  yang  gizinya  kurang sesuai dapat di perbaiki sehingga tidak di temukan lagi IPK yang rendah.Kata Kunci : IPK, status giziABSTRACTNutrition  and  food  is  one  of  the  most  important  factors  in  improving  the  quality  of  human resources,  it  is  a  key  to  success  foktor  development  of  a  nation.  In  this  case  turned  out  to greatly affect the nutritional intelligence and work productivity.This study aimed to determine the  relationship  of  nutritional  status  with  cumulative  grade  academy students obstetric echo bekasi  archipelago  in  2011.The  method  used  in  this  research  is  descriptive  analytic  cross sectional approach, namely the collection of data at once at a time. Research instrument was a questionnaire. Samples in this study were 83 students.The results of univariate analysis to get the students who have a IPK lower (21.7%), students who have less nutritional status line (24.1%).The results of the bivariate analysis shows the relationship of nutritional status with a  IPK  obtained  P  value  =  0.000  <0.05,  it  can  be  inferred  the  existence  of  a  significant relationship between nutritional status with IPK. In statistical tests obtained also value OR = 9.778.  Means  good  nutritional  status  have  a  chance  9.778  times  more  likely  to  earn  a  good IPK.The  conclusion  of  this  research  is  the  relationship  between  nutritional  status  with  a cumulative grade academy students obstetric echo bekasi archipelago in 2011.Keywords : IPK, nutritional status.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUKIR Zakiah -; Dian Puspita Yani; Sri Banun Titi Istiqomah
Eduhealth Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada periode awal kehidupan bayi Pemberian ASI eksklusif adalah pilihan pemberianmakanan yang terbaik karena ASI saja sudah mencukupi kebutuhan bayi 6 bulan pertama.Dan setelah 6 bulan pertama pemberian makanan pendamping ASI diberikan. Meskidemikian perkembangan pelaksanaan dilapangan menunjukan banyaknya pelanggaran yangmerenggut hak bayi atas ASI eksklusif 6 bulan tersebut yaitu dengan menjejali bayi yang barulahir dengan produk makanan pendamping ASI, sehingga ketika akan disusui oleh ibunya sibayi menolak. Adanya anggapan bahwa ASI yang diberikan tidak cukup dan membutuhkanmakanan tambahan seperti susu formula, air gula atau sereal merupakan pemicu pemberianmakanan pendamping ASI dini. . Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metodecross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 106 responden dengan menggunakan tekniksimple random sampling, terdiri dari dua variable yaitu variable independennya Tingkatpendidikan ibu dan Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif sedangkan variable dependennyaadalah pemberian makanan pendamping ASI, dengan menggunakan ujistatistik uji chi squaredengan tingkat kemaknaan α < 0,05. Untukk mencari kuat korelasi antara variabel tingkatpendidikan dan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan pemberian MP-ASI pada bayi0-6 bulan menggunakan Coefficient Contingency . Hasil penelitian menunjukkan bahwadidapatkan p-value 0,577 dan p>α (0,577 > 0,05), artinya tidak ada hubungan antarafrekuensi mendapat informasi tentang ASI eksklusif dengan pemberian MP-ASI pada bayi 0-6 bulan. Dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan pemberianMP-ASI pada bayi 0-6 bulan dan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASIeksklusif dengan pemberian MP-ASI pada bayi 0-6 bulan. Kata Kunci : Pendidikan, Pengetahuan, Asi EksklusifABSTRACTIn the early period of the baby's life Exclusive breastfeeding is the best feeding option forbreast milk alone is adequate for the first 6 months. And after the first 6 months ofcomplementary feeding is given. However the development of the implementation of thefield shows the number of violations that claimed the right to exclusively breastfed infantsover 6 months that is by stuffing a newborn with complementary food products, so as to befed by the mother of the baby refused. The notion that milk was not enough and requireadditional food such as infant formula, sugar water or cereal is the trigger earlycomplementary feeding. . This study is an analytic study with cross-sectional with a totalsample of 106 respondents using simple random sampling technique, consisting of the twovariables are independent variables mother's level of education and knowledge about exclusive breastfeeding mothers, while the dependent variable is the provision ofcomplementary feeding, using ujistatistik chi square test with significance level α <0.05.Untukk looking for a strong correlation between the variables mother's level of education andknowledge about breastfeeding exclusively with the provision of complementary feeding ininfants 0-6 months using Contingency Coefficient. The results showed that the obtained pvalue 0.577 and p> α (0.577> 0.05), meaning that there is no relationship between thefrequency of being informed about exclusive breastfeeding with the provision ofcomplementary feeding in infants 0-6 months. There can be concluded that the relationshipbetween mother's education level by providing complementary feeding in infants 0-6 monthsand there was no association between maternal knowledge about breastfeeding exclusivelywith the provision of complementary feeding in infants 0-6 months.Keywords: Education, Knowledge, Asi Exclusive
HUBUNGAN JENIS KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN Suyati -
Eduhealth Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kontrasepsi suntik merupakan jenis kontrasepsi hormonal yang dibedakan menjadi dua macam yaitu kontrasepsi suntik kombinasi dan kontrasepsi suntik progestin. Perubahan berat badan merupakan salah satu efek samping yang sering dikeluhkan oleh akseptor kontrasepsi suntik, terutama pada pengguna kontrasepsi suntik progestin. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik Cross Sectional. diambil dengan tekhnik simple random sampling. dianalisa dengan uji statistic mann whitney dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (70%) peserta kontrasepsi suntik kombinasi berat badannya tetap . Sedangkan sebagian besar (75%) peserta kontrasepsi suntik progestin berat badannya naik. Hasil SPSS dengan uji statistic mann whitney didapatkan hasil 46,500 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,007 lebih kecil dari 0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara jenis kontrasepsi suntik dengan perubahan berat badan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan jenis kontrasepsi suntik dengan perubahan berat badan. Kata kunci : kontrasepsi Suntik, Berat Badan, Progestine, Kombinasi ABSTRACT Contraceptive injection is a type of hormonal contraception that can be divided into two kinds of CICs and injectable progestin contraceptives . Changes in body weight is one of the most common side effects complained of by the acceptor injectable contraceptives , especially the injectable progestin contraceptive users . The sample is injected contraceptive participants who meet the criteria , which are taken by simple random sampling technique,analyzed by Mann Whitney test statistic with SPSS. The results showed that the majority ( 70 % ) participants injectable combination fixed weight . While most ( 75 % ) participants injectable progestin contraceptives gained weight . The results of the SPSS statistical Mann Whitney test results obtained with Asymp 46,500 . Sig . ( 2 - tailed ) 0.007 is smaller than 0.05, which means there is a significant relationship between the type of injectable contraception with weight change. The conclusion of this study is that there is a relationship type of contraceptive injections with weight change . Keywords : Injectable contraceptives , Weight Loss, Progestine , Combination
PENGARUH PENERAPAN SYSTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001-2000 TERHADAP MUTU PELAYANAN INSTALASI RAWAT DARURAT Achmad Zakaria; Moh Ilyas
Eduhealth Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Edu Health
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini didasarkan pada tuntutan pelanggan terhadap mutu produk pelayanan dan peningkatan perbaikan pelayanan yang berkesinambungan dalam rangka menghadapi globalisasi dan untuk memenangkan persaingan. Mutu pelayanan di rumah sakit merupakan salah satu tolok ukur untuk keunggulan daya saing guna memuaskan pelanggan. Salah satu metode yang digunakan adalah sistem manajemen mutu berstandar internasional ISO 9001:2000 Guna mengetahui seberapa besar pengaruh ISO terhadap mutu pelayanan, maka dilakukan penelitian pengukuran sesudah kejadian (ex post facto design). dengan variabel yang akan diteliti adalah mutu pelayanan. Penelitian ini melibatkan Pasien yang dirawat Unit Gawat Darurat yang telah menerapkan ISO 9001:2000, sebanyak 61 orang. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa ada hubungan anata manajemen mutu ISO 9001:2000 terhadap mutu pelayanan di IRD RSD Kabupaten Jombang.Kata kunci : Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 dan Mutu pelayanan
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS PARITAS I TENTANG PERANAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN HIPOTERMI Sri Banun Titi Istiqomah; Nasifatul Mufida
Eduhealth Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipotermi adalah keadaan dimana suhu tubuh berada dibawah normal (< 36,5 c), hipotermi terjadi karena perawatan bayi baru lahir yang salah, hilangnya panas tubuh disebabkan oleh 4 hal yaitu radiasi, konveksi, konduksi, dan evaporasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas paritas I tentang peranan perawatan bayi baru lahir dengan kejadian hipotermi di RSAB Muslimat Jombang. Desain dalam penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi (22 responden) ibu nifas paritas I di RSAB Muslimat Jombang dan sampel dari penelitian ini (21 responden) ibu nifas paritas I di RSAB Muslimat Jombang, yang memenuhi kriteria inklusi. Desain sampling yang digunakan probability sampling dengan jenis rondom sampling, variabel yang digunakan adalah variabel independent (tingkat pengetahuan ibu nifas paritas I tentang perawatan bayi baru lahir) dan variabel dependen (kejadian hipotermi), analisa data menggunakan uji Spearman Rho dengan menggunakan SPSS mendapatkan hasi R hitung = 0,638 > R tabel 0,439 dan signifikan 0,002 < 0,05 yang berarti ada hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas paritas I Tentang peranan perawatan bayi baru lahir dengan kejadian hipotermi di RSAB Muslimat Jombang. Hipotermi dapat dicegah dengan menerapkan perawatan bayi baru lahir yang benar, petugas kesehatan harus kompeten dalam penanganan bayi baru lahir dan juga memberikan pendidikan (konseling) pada ibu nifas sehingga kejadian hipotermi bisa menurun. Kata Kunci : pengetahuan, nifas, paritas, bayi baru lahir, hipotermi ABSTRACT Hypothermia is a condition in which the body temperature is below normal(
HUBUNGAN GIGI KARIES TERHADAP STATUS GIZI ANAK TK ,TK MUSLIMAT 7 PETERONGAN JOMBANG Abdul Ghofar; Agus Firmansyah
Eduhealth Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKaries  gigi atau pembusukan gigi adalah suatu kerusakan deskruktif progresif dan mengenai jaringan-jaringan  gigi  yang  mengalami  pengapuran.  Karies  gigi  merupakan  masalah  mulut utama  pada  anak-anak.  Rasa  timbul  tidak  nyaman  pada  orang  yang  menderita  gigi  karies menimbulkan  dampak  pada  status  gizi  anak.  Rancangan  penelitian  ini  menggunakan  cross sectional. Dengan jumlah populasi  29 anak dan sampel yang di gunakan sejumlah 27 anak di TK Muslimat 7 Peterongan Jombang, dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan  data  dengan  menggunakan  lembar  observasi  yang  didalamnya  terdapat beberapa  komponen  yaitu  tabel  tingkat  karies  gigi  dan  komponen  z-score  tabel,  Uji  analisa menggunakan  Spearman’s  corelation  dengan  α  <  0,05.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan bahwa  hubungan  karies  gigi  terhadap  status  gizi  anak  sebagian  besar  yang  menderita  karies berstatus  gizi  buruk  atau  kurus  sebanyak  21  responden  (77,8%),  selain  itu  dari  hasil menggunakan Spearman’s corelation didapatkan α = 0,00 dengan koefesien korelasi r = 0,869 yang berarti ada hubungan antara gigi karies dengan status gizi anak  di Kelas A TK Muslimat 7 Peterongan Jombang yang sangat kuat..Kata Kunci : karies Gigi,  status GiziABSTRACTDental  caries  or  tooth  decay  is  a  progressive  and  deskruktif  damage  on  dental  tissues  that had  calcification. Dental  caries  is  the  main  oral  problems  in  children. Sense  of  discomfort arisingin  people  who  suffer  from  dental  caries  have  an  impact  on  nutritional  status  of children. The design of this study using cross sectional. With a population of 29 children and a  sample  that  is  in  use  a  number  of  27  children  in  kindergarten  Muslimat  7  Peterongan Jombang, using simple random sampling technique as sampling methode. Data collection by using the observation sheet in which there are several components of the table level of dental caries and z-score table components, test analysis using Spearman's corelation with α <0.05. The  results  of  this  study  indicate  that  dental  caries  relationship  to  the  nutritional  status  of children who suffer most of the caries status of malnourished or underweight as many as 21 respondents (77.8%), other than that of the results obtained using the Spearman's corelation α  =  0.00  with  a  correlation  coefficient  r  = 0.869,  the  powerful  which  means  there  is  a relationship  between  dental  caries  in  the  nutritional  status  of  children  in  kindergarten Muslimat 7 Class A Peterongan Jombang.  Key words: dental Caries, nutrition Status
KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI Feny Vitiasaridessy
Eduhealth Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDismenorea merupakan masalah yang sangat mengganggu pada sebagian wanita, terutama yang beraktifitas padat seperti remaja. Salah satu faktor yang mempengaruhi dismenorea adalah kadar Hb <12 gr% (anemia), yang juga sering terjadi pada remaja. Faktor dominan yang mempengaruhi penyebab kurangnya kadar Hb (anemia) adalah perdarahan saat menstruasi dan asupan gizi yang tidak terpenuhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti apakah ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan kejadian dismenorea pada remaja putri. Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasinya sebanyak 53 remaja putri di Pondok Pesantren An-Nafi