cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Eduhealth
ISSN : 20873271     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
HUBUNGAN FREKUENSI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADAMASA NIFAS DENGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN BAYI USIA 0-6 MINGGU Listriana Fatimah
Eduhealth Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Air susu ibu (ASI) adalah nutrisi alamiah terbaik bagi bayisebab ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan untuk bertahan hidup pada 6 bulan pertama dan pertumbuhan bayi, yang meliputi hormon, antibodi, faktor kekebalan, dan antioksidan. Parameter yang digunakan untuk mengukur kemajuan pertumbuhan adalah berat badan dan tinggi badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi pemberian ASI Eksklusif Pada Masa Nifas Dengan Penambahan Berat Badan Bayi Usia 0-6 Minggu.Penelitian dilaksanakan di Desa Sambirejo, Jogoroto, Jombang. Desain penelitian yang digunakan adalah Analitik.Sampel penelitian adalah ibu nifas yang memiliki bayi berusia 0-6 minggu dan bayinya dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat prematur/BBLR, dengan jumlah 20 responden.Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling.Menurut hasil statistik uji Mann Whitney didapatkan nilai probabilitas sebesar
TEH HIJAU BERPOTENSI MENGURANGI RESIKO KOMPLIKASI PADA DIET TINGGI LEMAK Herin Mawarti
Eduhealth Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKonsumsi epigallocatechin gallate (EGCG) dari teh hijau sudah banyak yang melaporkan bermanfaat untuk kesehatan diantaranya membakar lemak, mencegah obesitas sehingga EGCG yang didapat dari teh hijau (Camelia sinensis) yang diperoleh dari klon GMB4 juga berpotensi sebagai agent terapeutik mencegah adanya komplikasi akibat adanya diet tinggi lemak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek dari EGCG terhadap kadar sterol regulatory element-binding protein- 1(SREBP-1) pada tikus betina yang diberi diet tinggi lemak. Tikus wistar betina diberi diet tinggi lemak selama 2 bulan dan dikelompokkan dalam lima kelompok perlakuan yaitu ( 1 ) Tikus dengan diet pakan standart ( 2 ) Tikus dengan diet tinggi lemak , ( 3 ) Tikus dengan diet tinggi lemak + EGCG 1 mg/kgBB ( 4 ) Tikus dengan diet tinggi lemak + EGCG 2 mg/kgBB ( 5 ) Tikus dengan diet tinggi lemak + EGCG 2 mg/kgBB. EGCG diberikan per sonde 1x/hari. SREBP-1 jaringan adiposa diperiksa dengan ELISA. Dan hasilnya Kadar SREBP-1 menurun 29.85% (p <0.05) pada dosis 8 mg/kgBB. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa EGCG efektif menurunkan kadar SREBP-1 yang merupakan faktor regulator adipo dan lipogenesis suatu patogenesis untuk terjadinya obesitas. Terutama obesitas viseral yang beresiko untuk terjadinya sindroma metabolik. Sehingga disarankan untuk mengkonsumsi teh hijau untuk pencegahan obesitas.Kata Kunci : EGCG GMB4, SREBP-1 adiposa , tikus dengan diet tinggi lem ABSTRACTConsumption of epigallocatechin gallate (EGCG) of green tea were reported to have much benefit in improving health, such as increased fat oxidation, prevent obesity so EGCG of green tea (Camelia sinensis) from GMB4 clone may serve as a potential therapeutic agent for prevent komplication from high diet fat. This study investigated the effect isolat EGCG from green tea inhibit increasing adipose tissue sterol regulatory element-binding protein 1( SREBP-1 ) in Male Rats with High Fat Diet. Wistar male rats were fed a diet high in fat for 2 months from 6-8 weeks of age and determination of the object of research with completely randomized design with five treatments, namely (1) Rats with standard feed diet (2) rats with a diet high in fat, (3) rats with high-fat diet + EGCG 1mg/kgBW, (4) rats with high-fat diet + EGCG 2 mg/kgBW, (5) rats with high-fat diet + EGCG 8 mg/kgBW. Feeding rats administered orally, whereas EGCG per sonde 1x/day. Adipose tissue SREBP-1 was measured by ELISA EGCG treatment decreased SREBP-1<0.05) compared with high-fat diet without EGCG treatment. SREBP-1 levels decreased significantly by 29.85% (p <0.05) at doses of 8 mg/kgBW. Results suggested that EGCG effectively inhibits SREBP-1 regulator of adipo/lipogenesis to the pathogenesis of obesity. Especially visceral obesity that risk for the metabolic syndrome. So it is advisable to consume green tea for the prevention of obesity.Key word : EGCG GMB4; SREBP-1 adipose tissue, rat with high diet fat.
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN HASIL PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN UNIPDU JOMBANG Vivin Eka Rahmawati; Dian Puspita Yani
Eduhealth Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Interaksi sosial adalah proses dimana orang-orang bertindak terhadap atau menanggapi orang lain secara timbak balik. Interaksi sosial yang baik akan menciptakan hubungan yang harmonis, sedangkan interaksi sosial yang tidak baik juga akan menciptakan suasana yang kurang kondusif. Sementara itu apabila kondisi ketidakmampuan beradaptasi dialami pada anak didik dan berlangsung secara terus menerus dalam proses belajarTujuan : Diketahuinya hubungan interaksi sosial dengan hasil prestasi belajar mahasiswa semester IV Program Studi Diploma III Kebidanan Universitas Pesantren Tinggi Darul
PENGARUH KONSELING TENTANG PERSALINANTERHADAP KECEMASAN IBU PRIMI GRAVIDA TRIMESTER III YANG AKAN MENGHADAPI PERSALINAN Athi’ Linda Yani; Zulfa Khusniyah
Eduhealth Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKehamilan merupakan peristiwa penting bagi seorang wanita, oleh karena itu kematangan perkembangan emosional dan fisiknya sangat diperlukan bagi seorang wanita yang sedang hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konseling tentang persalinan terhadap kecemasan ibu primi gravid trimester III yang akan menghadapi persalinan, penelitian ini menggunakan pra post test desain dengan penelitian pra experiment. Populasinya adalah seluruh ibu hamil di BPS. Ny hartini, penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling, besar sampel untuk penelitian 30 responden. Untuk menguji pengaruh konseling terhadap kecemasan menggunakan uji statistic T-test dengan tingkatkemaknaan α = 0,05. Disimpulkan ada pengaruh konseling terhadap kecemasan ibu primi gravid trimester III yang akan menghadapi persalinan. Dari hasil penelitian didapatkan ibu yang telah mendapatkan konseling tentang persalinan sebanyak 19 (63,3%) responden yang mengalami cemas ringan dan 11 (36,7%) responden yang mengalami cemas sedang. Hal tersebut karena pasien lebih rileks dan optimis selama akan menghadapi persalinan setelah mendapatkan dukungan dan konseling dari orang terdekat.Kata kunci : kecemasan ibu primi gravid, pengaruh konseling persalinan ABSTRACKPregnancy is an important event for a woman, therefore the development of emotional and physical maturity is necessary for a woman who is pregnant. The purpose of this study is to know about the birth of the anxiety counseling primi gravid mother who will face the third trimester labor, this study used a pre post test research design with pre-experiment. Its population is all pregnant women in the BPS. Mrs. Hartini, this study used a consecutive sampling technique, the sample size for the study 30 respondents. To examine the effect of counseling on anxiety using statistical tests tingkatkemaknaan T-test with α = 0.05. Concluded no effect on maternal anxiety counseling primi gravid third trimester will face labor. From the results, the mother who had been getting counseling about birth were 19 (63.3%) of respondents who experienced mild anxiety and 11 (36.7%) of respondents who experienced moderate anxiety. This is because the patient is more relaxed and optimistic during childbirth will face after getting the support and counseling of people nearby. So with this will create a comfortable atmosphere for patients so as to defuse any emotional tension, and can also support constructive action on his health.Keywords: maternal anxiety primi gravid, maternity counseling influence
PERBEDAAN PERSEPSI KONTROL DIRI IBU HAMIL TERHADAP INTENSI IBU UNTUK MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF PADA KELAS IBU HAMIL PLUS DI PUSKESMAS MUARA TEWEH KABUPATEN BARITO UTARA Yessi Aria Puspita
Eduhealth Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DENGANSTATUS KELENGKAPAN IMUNISASI DI POSYANDUDESA NGLELE KEC. SUMOBITO KAB. JOMBANG Dian Puspita Yani; Sayyidah Nafisa
Eduhealth Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMenurut WHO imunisasi telah terbukti sebagai salah satu upaya kesehatan masyarakat yang sangat penting. Program imunisasi telah menunjukan keberhasilan yang luar biasa dan merupakan usaha yang sangat hemat biaya dalam mencegah penyakit menular. Sejak penetapan The Expended Program oleh WHO, cakupan imunisasi dasar anak dari 50% mendekati 80% diseluruh dunia.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan status kelengkapan imunisasi di posyandu Desa Nglele Kec. Sumobito Kab. Jombang.Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional.Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-11 bulan di posyandu Desa Ngelele  Kec. Sumobito Kab. Jombang dengan cara probability sampling dengan pendekatan simple random sampling (acak). Jumlah sampel ada 26 responden yang dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus - 15 september 2013. Selanjutnya uji data dan analisa data menggunakan uji statistik SPSS “U Mann Whitney “ dengan tingkat signifikasi α < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan 61,5% berpengetahuan baik tentang imunisasi dasar dan 65,4% menunjukkan status kelengkapan imunisasi dasar yang lengkap di posyandu. Hasil uji statistik diperoleh hasil korelasi p = 0,002 < 0,05 H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan status kelengkapan imunisasi.Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan status kelengkapan imunisasi di posyandu. Kata kunci :  Tingkat Pengetahuan, Imunisasi Dasar, Status Kelengkapan Imunisasi       ABSTRACT How to correct breastfeeding is a process of breastfeeding (breast milk) by arranging the position of mother and baby, so the mother and baby feel comfortable, ASI out smoothly. Breast-feeding process starts from the milk produced until the baby starts sucking and swallowing the milk. ASI expenditure process is influenced by several factors, one of which is the correct way to breastfeed. In Indonesaia issue is most common in lactating nipples chafed about 57% of breastfeeding mothers is reported to have suffered kelecetan in the nipple. This is due to technical errors meyusui.Tujuan of research how is the correct way of breastfeeding in mothers multiparas in independent practice Lilis Zanuarsih Sumobito Jombang, 2015. The method used descriptions held on 12 May - 19 July 2015 by the number of respondents 30 people elected purposive sampling. The collection of data based on questionnaires then the data were analyzed description that was confirmed in the form of a percentage. Results of research on postpartum mothers get an overview multiparous knowledge about how to breastfeed right to know the picture has poor knowledge that is 50%. This is because oeleh occupation, age, parity and education. While on description understood to have knowledge was that 56.6% were influenced by breastfeeding because of the way right at the multiparous mother who has experienced a lot.Keywords: description, Postpartum Mothers Knowledge, breastfeeding True Way.
TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN REGURGITASI PADA BAYI UMUR 0-12 BULAN Ninik Azizah
Eduhealth Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Regurgitasi adalah naiknya makanan dari kerongkongan atau lambung yang baru ditelan bayi tanpa disertai oleh rasa mual maupun kontraksi otot perut yang sangat kuat. Regurgitasi merupakan keadaan fisiologis pada bayi dan sering dialami oleh bayi berusia kurang 1 tahun terutama saat bayi berusia kurang dari 7 bulan..Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi umur 0-12 bulan.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diambil dari sebagian ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan yang datang ke Posyandu Kedung Papar dengan jumlah sampel 24 orang, dengan teknik simple random sampling.Pengumpulan data menggunakan lembar observasi/cheeklist dengan menggunakan analisa uji chi-square dan dibantu dengan SPSS.Berdasarkan hasil analisa melalui uji chi-square dengan menggunakan SPSS menunjukkan X2 hitung = 0,041 < nilai signifikan = 0,05 sehingga menunjukkan adanya hubungan antara variabel X dan Y.Kesimpulan dari penelitian ini adalah teknik menyusui dengan kejadian regurgitasi di Posyandu Desa Kedung Papar, Kec. Sumobito, Kab. Jombang adalah kurang.Hal tersebut disebabkan oleh pendidikan yang kurang, ibu tidak bekerja, dan didukung dengan tidak pernah mendapatkan informasi. Kata kunci : Teknik menyusui, dan Kejadian regurgitasi, bayi usia 0-12 bulan ABSTRACT Regurgitation is the rising food from the esophagus or stomach new swallowed by infants without nausea and abdominal muscle contractions were very strong . Regurgitation is a physiological state in infants and is often experienced by infants younger than 1 year , especially when the baby was less than 7 months .. This study aimed to determine the relationship of feeding techniques with incidence of regurgitation in infants aged 0-12 months . This research is an analytic cross-sectional approach . Population taken from some mothers who have infants aged 0-12 months who came to IHC Kedung Papar with a sample of 24 people , with a simple random sampling technique . Collecting data using observation sheets / cheeklist using chi - square analysis and assisted with SPSS . Based on the analysis by chi-square test using SPSS count showed X2 = 0.041 < 0.05 = significant value suggesting a relationship between the variables X and Y. The conclusion from this study was the incidence of regurgitation feeding techniques in IHC Kedung Papar , district . Sumobito , Kab . Jombang is less . This was caused by lack of education , the mother does not work , and supported by never getting information . Keywords : breastfeeding techniques , and Genesis regurgitation , infants aged 0-12 months
PERAN ORANG TUA DALAM MENGATASI SCHOOL PHOBIA PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK MUSLIMAT 7 PETERONGAN JOMBANG Abdul Ghofar; Sabrina Dwi Prihartini
Eduhealth Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMulyani Sumantri dan Nana Syaodih (2008) dalam bukunya yang berjudul
HUBUNGAN ANTARA PENYAKIT PERIODONTITIS PADA IBU HAMIL SEBAGAI FAKTOR RESIKO KEJADIAN BBLR Pujiani -; Khotimah -; Bayu Isdianto
Eduhealth Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKebersihan mulut yang buruk pada ibu hamil dapat menyebabkan infeksi pada gigi atau jaringan periodontium seperti periodontitis. Infeksi dapat menyebar secara sistemik dan menyebabkan peningkatan mediator pro inflamasi yang akan mempengaruhi terjadinya bayi BBLR.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penyakit periodontitis pada ibu hamil sebagai faktor resiko kejadian BBLR di Paviliun Anggrek RSUD Jombang.Design yang digunakan adalah metode survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang dirawat di paviliun anggrek RSUDJombang. Jumlahsampel 35 responden.Teknik pengambilan sampel dengan concecutive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pemeriksaan berat badan bayi dan indeks periodontitis.Pengolahan data dengan program SPSS13.0 for windows dengan uji chi square dan dilakukan penghitungan POR (Prevalensi Odds Rasio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa periodontitis pada ibu hamil mempunyai risiko 8,6 kali mengalami kelahiran bayi BBLR kurang bulan (POR=8,6) dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami periodontitis,danp=0,082. Menunjukkan bahwaada hubungan antara penyakit periodontitis sebagai faktor resiko kejadian BBLR.Kata Kunci : Bayi Berat Lahir Lendah (BBLR), Ibuhamil, Penyakit periodontitis AbstractPoor oral hygiene in pregnant women can cause infection in teeth or periodontium tissue such as periodontitis. Infection may spread systemically and increase proinflammatory mediators that lead to LBW.The purpose of this study to know the relationship between periodontitisdesease in pregnant women as a risk factor in the incidence of LBW inAnggrekPaviliun at Jombang Hospital. This study was an analitic observational with cross sectional design.The Population of the study was mothers who have aninfant who treatment in Anggrekpaviliun at Jombang hospital. The number of samples was 35respondents. Sample was collected using concecutive sampling technique.Data were collected by interview, to examine infant weight, and periodontitis index The data analysis was conducted SPSS 13.0 for Windows program with Chi square test, and done calculation POR (Prevalence Odds Ratio).The research result showed that periodontitis in pregnant women have 8.6 times the risk of having low birth weight babies compared with pregnant women who did not have periodontitis p=0.082 shows that there was relationship between periodontitis disease in pregnant women as a risk factor for the incidence of LBW.Keywords: Disease Periodontitis, Pregnant women, Low Birth Weight (LBW)
POTENSI SHALAT DENGAN GERAKAN ISOTONIK DAN ISOMETRIK PREDOMINAN UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH POSTPANDRIAL PASIEN DIADETES MELLITUS Mukhamad Rajin; Zulfa Khusniyah; Andi Yudianto; Muhammad Zulfikar Asumta
Eduhealth Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk merancang gerakan dan panjang Shalat yang dapat menurunkan kadar glukosa darah postprandial secara efektif. Penelitian ini menggunakan acak pre-test-post test control group design. Setiap kelompok belajar 30 responden dipilih dengan teknik acak sederhana. Ada tiga pengobatan, Shalat di 16, 8 dan 4 siklus masing-masing dilakukan selama 30 menit. kadar glukosa darah postprandial dievaluasi pada 30 dan 90 menit. glukosa Memuat disediakan dengan minum larutan gula 100 mg dalam 300 ml air. Analisis data yang digunakan Satu tes Way Anova dengan signifikansi ditentukan nilai P <0,05. Hasil yang diperoleh terkecil berarti dalam Shalat dengan 4 siklus adalah 92,68 mg / dl. Hasil analisis antara kelompok 16, 8 dan 4 siklus diperoleh setiap nilai P = 0,000. nilai P shalat dengan 8 siklus dan 16 siklus diperoleh = 0,682. Shalat dengan 16 dan 4 siklus, 8 dan 4 siklus diperoleh setiap nilai P = 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa Shalat dengan gerakan isotonik dan isometrik dapat menurunkan kadar glukosa darah postprandial, dan Shalat yang dilakukan 4 siklus dalam 30 menit dapat menurunkan setara dengan kadar glukosa darah puasa. Shalat dengan gerakan isometrik dilakukan 4 siklus dalam 30 menit dianjurkan sebagai alternatif untuk latihan untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien dengan diabetes mellitus, terutama dengan gangguan jantung, gangguan sendi, kelemahan dan lanjut usia.Kata kunci: shalat, gerakan isotonik dominan, gerakan isometrik dominan, kadar glukosa darah postprandialABSTRACTThis study aims to design movement and a long of Shalat that can decrease postprandial blood glucose levels effectively. This research used randomized pre-test-post-test control group design. Each group studied 30 respondents were selected by simple random technique. There were three treatment, Shalat in 16, 8 and 4 cycles each performed for 30 minutes. Potprandial blood glucose level was evaluated at 30 and 90 minutes. Loading glucose supplied by drinking a sugar solution 100 mg in 300 ml of water. Data analysis used One Way Anova test with significance determined P value <0.05. The result obtained by the mean smallest in Shalat with 4 cycles was 92.68 mg/dl. The results analysis between groups 16, 8 and 4 cycles obtained each value of P = 0.000. Shalat with 8 cycles and 16 cycles obtained P value = 0.682. Shalat with 16 and 4 cycles, 8 and 4 cycles obtained each value of P = 0.000. These results showed that Shalat with isotonic and isometric movements can decrease postprandial blood glucose levels, and Shalat that performed 4 cycles in 30 minutes can decrease equivalent with fasting blood glucose levels. Shalat with isometric movements performed 4 cycles in 30 minutes is recommended as an alternative for exercise to decrease blood glucose levels in patient with diabetes mellitus, especially with heart disorders, joint disorders, weakness and elderly.Keywords: shalat, isotonic movements predominant, isometric movements predominant, postprandial blood glucose levels