cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Eduhealth
ISSN : 20873271     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD JOMBANG Nurul Khoirun Nisa; Herin Mawarti
Eduhealth Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDiantara semua faktor resiko kardiovaskuler, dua faktor yang muncul saat ini dan akan menjadi pembunuh yang sangat kejam pada abad 21, faktor itu antara lain obesitas dan hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Indeks massa tubuh secara signifikan berhubungan dengan kadar lemak tubuh total sehingga dapat dengan mudah mewakili kadar lemak tubuh. Saat ini, indeks massa tubuh secara internasional diterima sebagai alat untuk mengidentifikasi kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan indeks massa tubuh dengan hipertensi. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode diskripsi analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Penentuan sampel dengan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 43 Responden, sedangkan variabel yang diteliti adalah indeks massa tubuh dan hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada Pasien di Poli Penyakit Dalam RSUD Jombang. Metode pengumpulan data dengan lembar observasi dan data yang didapatkan dianalisa dengan uji Spearman’s correlation dengan tingkat kemaknaan r = 0 sampai +1. Sedangkan dari hasil SPSS didapatkan r= 0,142 yang berarti hubungan antara indeks massa tubuh dengan hipertensi sangat lemah. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa indeks massa tubuh bukanlah suatu indikator pengukuran obesitas.Kata kunci : hipertensi, indeks massa tubuh, Pasien di Poli Penyakit Dalam. ABSTRACTAmong all cardiovascular risk factors, the two factors that emerged at this time and will be very ruthless killer in the 21st century, that factors include obesity and hypertension. Body mass index was significantly associated with total body fat content so it can easily represent levels of body fat. At present, the body mass index is internationally accepted as a tool for identifying overweight and obesity. This study aimed to analyze the relationship of body mass index with hypertension. Research design in this study using analytic description, the cross-sectional approach. The samples by using purposive sampling, a sample of 43 respondents, while the variables studied were body mass index and hypertension. The research was conducted on patients in hospitals Jombang Poly Medicine. Methods of data collection with the observation sheet and the data obtained were analyzed with Spearman's correlation test with a significance level r = 0 to 1. While the results obtained SPSS r = 0.142, which means the relationship between body mass index with hypertension is very weak.Key words: hypertension, body mass index, patients in Poly Medicine.
PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG SUNTIK TETANUS TOKSOID DENGAN PELAKSANAANNYA Ninik Azizah
Eduhealth Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemberian imunisasi tetanus toksoid (TT) artinya memberikan kekebalan terhadap penyakit tetanus kepada ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan ibu primigravida tentang suntik TT dengan pelaksanaannya di BPM Hj Umi Salamah Amd. Keb di Desa Kauman Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik jenis
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN PPOK DI PAVILIUN CEMPAKA RSUD JOMBANG Abdul Ghofar
Eduhealth Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit Paru Obstruktif Kronik ( PPOK) adalah penyakit obtruksi jalan napas karena bronchitis kronik atau emfisema.Salah satu penyebabnya adalah merokok,perilaku merokok adalah salah satu faktor yang paling mendasar dalam terjadinya PPOK, oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan kejadian PPOK.Desain penelitian ini
HUBUNGAN DENGAN KEMAMPUAN AFEKTIF FUNGSI KELUARGA DIRI IDENTITAS PEMBENTUKAN REMAJA DI ASRAMA MUZAMZAMAH-CHOSYI'AH BOARDING ISLAM Nasrudin -
Eduhealth Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRemaja sangat membutuhkan dukungan dari keluarga. Fungsi keluarga yang mencakup penajaman, dan kasih sayang asuh pada remaja tidak begitu lari pada remaja. Mereka sulit untuk membangun hubungan yang erat dengan orang tua karena mereka jarang bertemu, jadi banyak hal yang tidak diketahui oleh keluarga dari orang / identitas remaja, remaja sehingga merasa dikucilkan. Dan jika mereka memiliki masalah, mereka lebih suka melakukan pendapat / saran dari seorang teman daripada orangtua. Metode yang digunakan cross sectional. Populasi mencakup semua tingkat remaja SMA (16-18 tahun) di Asrama Muzamzamah-Chosyi'ah. Menggunakan teknik sampling random sampling sederhana menghasilkan 101 sampel remaja di Asrama Muzamzamah-Chosyi'ah. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji chi square dengan nilai
GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA PESERTA KB SUNTIKDEPO MEDROXY PROGESTERON ACETAT (DMPA) Suyati -
Eduhealth Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDari berbagai macam alat kontrasepsi yang memiliki prosentase paling tinggi adalah kontrasepsi suntik karena sifatnya praktis, cepat dalam mendapatkan pelayanan. Kontrasepsi suntik merupakan jenis kontrasepsi hormonal yang dibedakan menjadi dua macam yaitu DMPA (depo medroksiprogesterone asetat) dan kombinasi. KB Suntik DMPA mengandung 150 mg DMPA yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara injeksi secara intramuscular. KB suntik DMPA mempunyai efek samping antara lain gangguan menstruasi, perubahan berat badan, sakit kepala, kekeringan pada vagina dan jerawat. Penelitian bertujuan Menganalisa gangguan siklus menstruasi pada peserta KB suntik Depo Medroksiprogesteron Asetat (DMPA). Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitianobservasional. Pada penelitian ini semua populasi digunakan sebagai sampel yaitu seluruh peserta KB suntik depo medroksiprogesteron asetat di dusun klagen kepuhkembeng peterongan jombang dengan kriteria peserta kb suntik DMPA yang tercatat pada kohort Kb BPM Suyati. Data yang terkumpul akan diolah dengan prosentase. Hasil penelitian ini adalah terdapat gangguan siklus menstruasi pada peserta Kb suntik DMPA berupa amenore sebanyak 95%, spotting sebanyak 3%, metrorarghia sebanyak 1% dan menorarghia sebanyak 1%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat gangguan siklus menstruasi pada peserta Kb depo medroksiprogesteron asetat.Kata Kunci : DMPA, Kb suntik, Siklus menstruasi. ABSTRACTOf a wide range of contraceptives that have the highest percentage of injectable contraceptives because it is practical, quick in getting service. Contraceptive injection is a type of hormonal contraception were divided into two kinds of DMPA (depot medroksiprogesterone acetate) and combinations. KB Injection contains 150 mg DMPA DMPA given every 3 months by intramuscular injections. KB DMPA injections side effects include menstrual disturbances, weight changes, headaches, vaginal dryness and acne. The study aims to analyze the menstrual cycle disorders in participants KB injectable Depo medroxyprogesterone acetate (DMPA). The research method used is penelitianobservasional. In this study, all the population is used as a sample of all participants KB injectable depot medroxyprogesterone acetate in the hamlet klagen kepuhkembeng Peterongan jombang with injectable DMPA kb participant criteria listed in this BPM Suyati cohort kb. The data collected will be processed by percentage. The results of this study is that there is disruption of the menstrual cycle on participants Kb DMPA injectable form as much as 95% amenorrhea, spotting as much as 3%, 1% and metrorarghia menorarghia 1%. The conclusion of this study is that there is disruption of the menstrual cycle on participants Kb depot medroxyprogesterone acetate.Keywords: DMPA, Kb injectable, menstrual cycle.
FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN POSTPARTUM BLUES Diah Ayu Fatmawati
Eduhealth Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT
KEEFEKTIFAN KONSELING KELUARGA TERHADAP PEMBERANTASAN DEMAM BERDARAH DENGUE Nasrudin -; Indah Mukarromah
Eduhealth Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Edu Health
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a serious public health concern in Indonesia. Almost throughout the country have been affected by this disease. Sragen district is one of the areas in Central Java that had DHF incidence of 3.24/ 10,000 people and case fatality rate of 1.45% in 2006. Various control measures have been implemented such as group education, breeding place elimination, abatisation, and focus fogging. The results, however, have not been satisfactory. Counseling is one of family approaches that aims to enhance community understanding and to find the best soution to problems. This study was a Randomized Controlled Trial, conducted in Jogoroto subdistrict, Sragen. The study subjects included 60 families that were selected by purposive sampling whose houses were identified to have Aedes aegypti larvae. The inclusion criteria were families who resided in the houses for at least a year, and were identified to have larvae in the house and the yard. The exclusion criteria were families who planned to move or elderly who lived alone during the study period. The data was analyzed by use of t and Chi Square testsThe study results showed that the family counseling significantly increased knowledge (t=3.39; p=0.001), attitude (t= 7.22; p=0.000),  and practice (t=2.91; p=0.005). Family counseling also reduced the presence of Aedes aegypti larvae (X2=20.81;  p=0,000). The study concludes that family counseling is effective in improving knowledge, attitude, and practice of the community in DHF control. It is recommended that the District Health Office adopt family approach such as counseling so as to bring about better behavior for the DHF control. Keywords: family counseling, dengue hemorrhagic fever control 
HUBUNGAN ANTARA KETUBAN PECAH DINI DAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Ninik Azizah
Eduhealth Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat sehingga terwujud derajat kesehatan yang optimal. Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan indikator derajat kesehatan. AKI di Indonesia masih tinggi disebabkan oleh banyak hal, salah satunya akibat infeksi maternal yang disebabkan ketuban pecah dini (KPD). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian analitik melalui pendekatan cross sectional dengan metode simple random sampling.Data keterjadian asfiksia dianalisis dengan menggunakan uji x² (Chi-Square) dengan α = 5%. Dari hasil x² hitung adalah 23,68 yaitu lebih besar dari x² table (5,991). Ini berarti ada hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Ruang Ponek Bapelkes RSD Jombang. Kata Kunci : Ketuban Pecah Dini, Asfiksia ABSTRACT The development objective is to increase awareness of helath, willingness and ability of healthy life to realize optimal health status. Maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) is an indicator of health status. AKI in Indonesia is still high due to many things, can cause asphyxia in newborns (BBL). The research was conducted by using the analytic study design through cross sectional approach with simple random occurrence sampling. Data asphyxia were analyzed using x² test (Chi-Square) with α = 5 %. From the results of x² is 23.68 which is greater than x² table (5.991). this means that there isa relationship between the incidence of premature rupture of asphyxia in newborns in space Bapelkes RSD Jombang. Keywords: Premature rupture of membranes, Asphyxia
IMPACT OF THERAPEUTIC COMMUNICATION (ORIENTASI LEVEL) TO LEVEL OF FEAR DUE HOSPITALIZATION ON SCHOOL AGE CHILDREN PATIENT (6-12) YEARS, AT SERUNI ROOM, RSUD JOMBANG Kurniawati .; Nur Aisyah
Eduhealth Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHospitalisasi dan saat sakit, merupakan pengalaman yang penuh tekanan bagi anak-anak. Dengan adanya komunikasi diharapkan terjadi interaksi personal antara perawat dan klien sehingga masalah-masalah yang dihadapi klien dapat terselesaikan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisa Pengaruh Komunikasi Terapeutik (Tahap Orientasi) Terhadap Tingkat Kecemasan pada pasien anak usia sekolah (6-12 tahun). Desain dalam penelitian ini adalah Pre-eksperimental “Static Group Comperasion” dengan populasi semua pasien usia sekolah (6-12 tahun) di Ruang Seruni RSUD Jombang. Sampelnya adalah pasien usia sekolah (6-12 tahun) dengan tehnik Convisience Sampling sebanyak 30 responden, dengan 15 responden diberikan komunikasi terapeutik (tahap orientasi) dan 15 responden sebagai kontrol. Variabel yang diteliti meliputi komunikasi terapeutik (tahap orientasi) sebagai variabel independen dan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia sekolah (6-12 tahun) sebagi variabel dependen. Uji Statistik Wilcoxon nilai p=0,00. Dari hasil berarti ada perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan komunikasi terapeutik (tahap orientasi) terhadap tingkat kecemasan akibat hospitalisai pada pasien anak usia sekolah (6-12 th). Kemudian untuk mengetahui ada pengaruh menggunakan uji Mann-Whitney ada pengaruh antara responden yang diberikan komunikasi terapeutik (tahap orientasi) dan responden yang tidak diberikan komunikasi terapeutik (tahap orientasi) di Ruang Seruni RSUD Jombang. Melihat adanya pengaruh tersebut, diharapkan para perawat lebih meningkatkan pelayanannya, khususnya dalam komunikasi terapeutik pada saat kontak atau akan melakukan tindakan pada pasien.Kata Kunci : komunikasi terapeutik, tingkat kecemasan. ABSTRACTHospitalization or during suffering the illness is such a full pressure experience for the children. Through communication, expectedly personal interaction can be occured between nurse and patients in order to have the solution for theri problems. Therapeutic communication is not only the menners of speaking softly or politely, but as well it is such a therapy. Design of the reseach is pre-experimental “Static Group Comparison” with all school population patiens aged (6-12 years) at Seruni Room, Jombang RSUD. The sample are patients whose aged (6-12 years) with convisience sampling technique, with the result 30 respondents, 15 respondents provided with communication therapeutic (orientation phase) and 15 respndents as a control. Variabel examined include therapeutic communication (orientation phase) as indendent variable dan level of fear due hospitalization on school age children (6-12 years) as dependent variable. To observe level of fear on school age children pre-provided with therapeutic communication (orientation phase), level of fear on them post-provided therapeutic communication (orientation phase), and level of fear on school age children who are not provided with therapeutic communication (orientation phase). After obtaining information, subsequently analysingthe level of fear on school age children before and after given the therapeutic communication (orientation phase) using Wilcoxon p=0.000. From the result, which means there is the difference of fear level before and after therapeutic communication treatment (orientation phase) to level of fear due hospitalization school age children patient (6-12 years). And then to identify that there is the effect of using Mann-Whitney p=0.000, which means there is the effect between the respondent who is treated an untreated with therapeutic communication (orientation phase) at Seruni Room, Jombang RSUD. According to those effects, hoped that the nurses can be more capable and focus on their services, specifically in therapeutic communication during contact or about to do further action on patients.Key words : level of fear, therapeutic communication
PENYESUAIAN DIRI ORANG TUA DAN PERANANNYA DALAM TERAPI ANAK AUTIS Zauhani Kusnul; Ninik Wahyuni
Eduhealth Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada mumnya orang tua tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa anaknya  dinyatakan mengalami  autism.  Sikap  mental  yang  belum/tidak  bisa  menerima  kenyataan  ini  seringkali berdampak pada kemampuan orang tua untuk menyesuaikan diri dengan kekhususan keadaan anaknya.  Di  satu  sisi  autism  membutuhkan  penanganan  yang  sangat  komplek  dan membutuhkan  partisipasi  dan  peran  aktif  orang  tua  dalam  banyak  hal  terkait  dalam  proses terapi.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengidentifikassi  adanya  hubungan  antara  tingkat penyesuaian  diri  dan  peran  orang  tua  dalam  terapi  anak  autism.  Penelitian  ini  merupakan study analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini meliputi semua orang tua yang memiliki anak autism dan masih aktif pada sekolah autism di Jombang, sejumlah  22  orang.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan  yang signifikan  antara  penyesuaian  diri  orang  tua  dan  peran  mereka  dalam  terapi  anak  autism. Sehingga perhatian terhadap orang tua dengan anak autism sangatlah penting, karena dengan penerimaan  dan  penyesuaian  diri  yang  baik  diharapkan  peran  aktif  mereka  semakin  baik dalam berbagai upaya penanganan autism untuk menunjang keberhasilan terapi.Kata kunci: orang tua, penyesuaian diri, peran, terapi autismABSTRACKIn  general  it  is  not  easy  for  parents  to  accept  reality  when  their  child  are  stated  having autism. This mental attitude which can’t accept the reality often impact  on  the  inability  of parents  to  adjust  to  the  situation  of  children.  Whereas  autism  require  a  very  complex treatment  and  requires  active  participation  of  parents  in  many  ways  related  to  the  therapy. The purpose of this study is to identify the correlation between parental adjustment with their role in the treatment of children with autism. This study is a correlational analytic research with cross sectional approach, with a population of all parents who have children with autism and is still active in the autism school in Jombang with the number 22 people. The results of this  study  indicate  that  there  was  a  significant  correlation  between  parental  adjustment  and their role in autism therapy. So concern for parents of children with autism is very important, because with the better  parent to acceptance and adjustment to their child is expected to be the better their active role in various efforts to the treatment of autism.Key word: adjustment, autism therapy, parents, roles