cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2021): September" : 5 Documents clear
KOMPETISI INTRASEKSUAL DI ANTARA TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM DONGENG CENDRILLON KARYA TAHAR BEN JELLOUN Tania Intan; Endang Ikhtiarti
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 13 No. 1 (2021): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v13i1.2156

Abstract

Cendrillon, atau dikenal dengan nama Cinderella, merupakan salah satu dongeng yang berasal dari tradisi lisan Eropa yang diperkenalkan kembali oleh Charles Perrault, sastrawan Perancis dari abad ke XVII. Tahar Ben Jelloun, pengarang ternama frankofon pada abad XX pun mereka ulang kisah tersebut secara oriental dengan konteks kultur Arab-Islam sebagai latar sosial cerita. Sekalipun terjadi sejumlah deviasi, Jelloun masih mempertahankan struktur dasar dari dongeng tersebut, termasuk sekuen-sekuen persaingan di antara tokoh Cendrillon dengan kedua saudari tirinya. Penelitian ini ditujukan untuk menguraikan kompetisi intraseksual di antara tokoh-tokoh perempuan dalam dongeng Cendrillonyang terdapat di dalam kumpulan cerpen Mes Contes de Perrault(2014) karya Tahar ben Jelloun. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra dan kritik sastra feminis. Data dikumpulkan melalui teknik simak-catat setelah melalui pembacaan tertutup. Data dalam bahasa Perancis tersebut kemudian diterjemahkan, diklasifikasi, diinterpretasi, dan dianalisis dengan teori-teori yang relevan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa ada dua pihak yang berkompetisi, yaitu Cendrillon, yang dibantu oleh Lalla Aïcha sebagai ibu peri, melawan kedua saudari tirinya yang dibantu oleh ibu mereka, Fatma. Kompetisi intraseksual di antara perempuan dalam dongeng Cendrillondidasari oleh motif pencarian pasangan. Bentuk kompetisi yang terungkap adalah promosi diri, penghinaan pada lawan, dan agresi secara langsung atau tidak langsung. Dampak dari kompetisi intraseksual adalah langgengnya nilai-nilai patriarki dan menetapnya posisi subordinat pada perempuan-perempuan yang bertikai.
Madurese Women and the Politics of Marriage: A concept of Marriage in the Globalization Era Miftahur Roifah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 13 No. 1 (2021): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v13i1.2194

Abstract

Globalization has contributed to the intensification of worldwide social relations that continuously increases the interconnectedness of people from diverse cultures. Its implication creates possibilities in spreading new or certain ideas through accessible telecommunication and the internet. It is undeniable that Madura is also affected by globalization particularly its cultural practices. Madurese people have frequently been confronted with a problematic phenomenon in their marriage tradition because arranged marriage and early marriage are still commonly practiced and have been passed down over generations for a long time. Both of the practices give unfair treatment to women since they violate their autonomy and independence. As globalization opens access to a new perspective of life, as people can experience another culture by traveling or connected through the internet, it provides a huge influence on the way people think, reacts, and responds to their own culture or tradition. In connection with this phenomenon, this study is going to elucidate how young Madurese women who have been exposed to the use of media and the internet conceptualize their marriage ideas, whether they still follow the old tradition or they have constructed a new concept of marriage. By applying a qualitative method, this study will conduct an interview and distribute a questionnaire to young Madurese women studying at the University of Trunojoyo Madura. The results indicate that globalization to some extent constructs the new perception of marriage for young Madurese women and builds a variety of interpretations based on what and how they connect themselves with the world outside their community. 
Rekonstruksi Mitologis dalam Novel Putri Cina Karya Sindhunata Arif Hidayat; Diana Tri Rahayu
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 13 No. 1 (2021): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v13i1.2291

Abstract

Dalam membaca novel Putri Cina karya Sindhunata dihadapkan pada dua persoalan yang membelit pikiran. Pertama, melihat novel ini sebagai novel yang memuat persoalan kehidupan dalam kurun sejarah hingga sekarang dalam usaha untuk mendelegitimasi sejarah. Persoalan pertama ini sudah saya pahami sebagai sebuah pesan dan pengetahuan yang dimunculkan di dalam karya sastra. Kedua, diharuskan untuk melihat gambaran persoalan masyarakat yang penuh dengan mitos. Mitos-mitos itu sendiri pun bermain bebas, juga meloncat-loncat dan masih dipercaya oleh masarakat Indonesia hingga kini.
Strategi Pendefinisian Makna dalam Karya Sastra Bergenre Fiksi Ilmiah InterWorld dan Terjemahannya Rizkana Aprieska
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 13 No. 1 (2021): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v13i1.2416

Abstract

Fokus penelitian ini adalah melihat strategi pendefinisian makna pada kata, istilah, maupun konsep baru kreasi pengarang dalam karya sastra fiksi ilmiah dan bagaimana penerjemah menerjemahkannya. Beberapa tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah 1) memaparkan strategi pendefinisian makna kata, istilah, atau konsep yang digunakan penulis dalam novel InterWorld dan 2) memaparkan strategi pendefinisian makna yang digunakan penerjemah pada terjemahan novel Interworld. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah novel InterWorld dalam bahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Pengumpulan data menggunakan metode simak catat. Hasil penelitian ini memperlihatkan 1) strategi yang digunakan oleh penulis adalah strategi genus dan diferensiasi serta strategi berdasarkan konteks atau contoh khusus, dan 2) tidak ada perubahan ataupun penambahan kata yang dilakukan penerjemah untuk membantu memperjelas makna kata dan istilah yang dibuat penulis.Kata kunci: semantik, strategi pendefinisian makna, fiksi ilmiah, penerjemahan fiksi ilmiah
Penari dan Budaya Patriarki dalam Novel Gelang Gendhuk Centini Karya Nurul Swandari Wahyuning - Afifah; Adi Setijowati
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 13 No. 1 (2021): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v13i1.2479

Abstract

Artikel ini membahas tentang objektifikasi para perempuan penari padepokan Rahasna dalam novel Gelang Gendhuk Centini. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis melalui pembacaan mendalam pada objek penelitian yang berbentuk novel. Data-data berupa kata, frasa, dan kalimat kemudian dianalisis menggunakan teori struktur naratif dari A.J Greimas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi-fungsi yang ada dalam novel tersebut bermuara pada kesimpulan tentang objektifikasi pada perempuan melalui tindakan pelecehan dalam bentuk verbal maupun fisik. Pelecehan ini dilakukan tanpa adanya perlawanan yang menggambarkan ketertundukkan perempuan-perempuan penari terhadap kuasa laki-laki demi mendapatkan ketenaran.   

Page 1 of 1 | Total Record : 5