cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2023): April" : 6 Documents clear
Refleksi Sosial dan Kontemplasi Pendidikan Karakter dalam Novel Sampah di Laut, Meira karya Mawan Belgia Devi Laila Maghfiroh; Arif Mustofa
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 2 (2023): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i2.2077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengupas bentuk refleksi sosial yang terkandung dalam novel Sampah di Laut, Meira berdasarkan perspektif Ian Watt; (2) menginterpretasikan kontemplasi pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Sampah di Laut, Meira. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dan studi pustaka. Sumber data utama penelitian ini adalah novel Sampah di Laut, Meira karya Mawan Belgia. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra perspektif Ian Watt. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Teknik validasi data melalui tahapan peningkatan ketekunan, triangulasi, dan diskusi. Hasil penelitian dalam novel Sampah di Laut, Meira yaitu: (1) bentuk refleksi sosial terdiri atas sembilan bentuk masalah sosial, yaitu kemiskinan, kriminalitas, disorganisasi keluarga, pencemaran, kenakalan remaja, disekuilibrium gender, kasta dalam hukum, stigma/labelling negatif, dan kebodohan; (2) kontemplasi pendidikan karakter menunjuk pada karakter peduli lingkungan dengan melihat dari perspektif agama, kesejahteraan, bahasa, ruang lingkup, tanggung jawab, dan sastra.
Variasi Bahasa pada Masyarakat Tutur Kota Jakarta Selatan Nada Hanifah; Akifah Humaira Salsabila; Nur yani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 2 (2023): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i2.2885

Abstract

DKI Jakarta merupakan daerah ibukota negara Indonesia yang terkenal dengan arus transmigrasinya yang besar. Oleh karena iu, banyak budaya dan bahasa yang mengisi daerah ini. Dengan melakukan penelitian di Jakarta Selatan, peneliti berhasil meneliti variasi bahasa Indonesia di kota tersebut. Ditemukan bahwa variasi tingkat tutur bahasa Indonesia klasifikasi kesopanan di Jakarta Selatan ditandai dengan pemilihan diksi kata ganti orang. Kata ganti Saya-Anda lumrah digunakan sebagai variasi sopan yang diterapkan di lingkup pekerjaan dan akademik; kata ganti Aku-Kamu lumrah digunakan sebagai variasi biasa yang diterapkan di lingkup keluarga atau percintaan; sedangkan kata ganti Lu-Gua lumrah digunakan sebagai variasi kasar yang diterapkan di lingkup pertemanan akrab. Selain itu, tidak ditemukan pembedaan diksi yang menentukan tingkat tutur seseorang dalam hal kesopanan pada variasi bahasa Indonesia di Jakarta Selatan.
The Reflection of Japanese Culture in Snow Country by Yasunari Kawabata Meria Zakiyah Alfisuma; Eka Susylowati; M. Masqotul Imam Romadlani; Achmad Fanani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 2 (2023): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i2.3081

Abstract

Yasunari Kawabata is a Japanese writer who won the Nobel Prize in literature. One of his most popular novels entitled Snow Country is full of Japanese cultural values. The purpose of this study is to examine the extent to which the novel Snow Country reflects the life and culture of Japanese society. The method used is descriptive qualitative which describes and analyzes the collected data taken from the quotations of the novel. In analyzing the data, the writers use the mimetic approach and the concept of culture by Hammersley (2019) to reflect aspects of Japanese culture in literary works based on reality. The result of the study proves that the cultural depiction in Snow Country is in accordance with the cultural reality that exists in Japan, and based on the concept of culture by Hammersley, the culture found in this novel are divided in the form of Japanese cultural tools, cultural environment and the life of Geisha. The Japanese cultural tools including traditional drink ‘Sake’, traditional clothes/dress ‘Kotatsu, Kimono and Yukata’, art ‘Kabuki’ and music ‘Shamisen’, art or mode of Japanese houses in Daimyo Period, Traditional Japanese Houses ‘Shouji Sliding Doors’ and ‘Tatami’. Japanese cultural environments are found by the depiction of situations in Hot Springs ‘Onsen’, habits of Japanese society in autumn and winter. The last, one of the cultures of Japanese is also depicted by the art of Geisha, that is the life of Geisha and Geisha house “Okiya”, Keywords: mimetic, novel, culture, and Japan
Pelanggaran Prinsip Kerja Sama pada Drama Korea “Squid Game” Ni Gusti Ayu Dhyana Widyadewi; Ranti Julita; Nani Sunarni
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 2 (2023): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i2.3263

Abstract

Penelitian ini membahas pelanggaran maksim prinsip kerja sama yang terjadi di dalam drama Korea “Squid Game”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelanggaran maksim-maksim prinsip kerja sama yang terjadi pada tuturan yang diujarkan oleh tokoh-tokoh dalam drama Korea “Squid Game” beserta implikatur-implikatur yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan pelanggaran maksim prinsip kerja sama pada setiap data tuturan yang ditemukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu simak bebas libat dan catat dengan data berupa tuturan-tuturan yang melanggar maksim prinsip kerja sama. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasilnya ditemukan 22 data yang melanggar prinsip kerja sama, yang terdiri dari 5 data melanggar maksim kuantitas, 4 data melanggar maksim kualitas, 13 data melanggar maksim relevansi, dan 3 data melanggar maksim cara. Pelanggaran terbanyak terjadi pada maksim relevansi dan paling sedikit pada maksi cara. Selain pelanggaran maksim, ditemukan juga berbagai implikatur yang terkadung di dalam tuturan-tuturan yang disampaikan yaitu berupa implikatur untuk menyatakan meminta, berbohong, memberikan informasi, menyatakan, menyindir, menjelaskan, penolakan, dan menuduh.
Kesalahan Penalaran Berbahasa Indonesia sebagai Bahasa Ketiga Penutur Venezuela Roely Ardiansyah; Fransisca Dwi Harjanti
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 2 (2023): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i2.3361

Abstract

Penelitian ini mengaji kesalahan penalaran berbahasa Indonesia sebagai bahasa penutur Venezwela. Objek penelitian ini berupa bahasa Indonesia sebagai B-3. Tujuan penelitian ini membahas 1) generalisasi yang terluas, 2) kerancuan analogi, 3) kekeliruan kausalitas, dan 4) kesalahan relevansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan data penelitian ini berupa kalimat dalam paragraf. Sumber data penelitian, yakni tiga penutur Venezwela. Hasil penelitian yang diperoleh, 1) penutur sering melakukan salah nalar generalisasi terlalu luas karena dalam mengungkapkan gagasan berupa data-data yang disajikan kurang lengkap dan masih terlalu umum; 2) salah nalar kerancuan analogi terjadi bila penutur menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan satu dari beberapa segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain; 3) salah nalar kekeliruan kausalitas terjadi, karena penutur salah dalam menentukan sebab-akibat dari suatu peristiwa atau hasil dari suatu kejadian; dan 4) salah nalar kesalahan relevansi terjadi, karena struktur bahasa Spanyol berbeda dengan struktur bahasa Indonesia. Perbedaan struktur bahasa itu menjadi kendala bagi penutur menyampaikan gagasan dalam tulisannya.
Karakter Bangsa Jepang Dalam Novel Saga No Gabai Baachan Karya Shimada Yoshichi Rahayuningtyas Putri
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 2 (2023): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i2.3547

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan karakter bangsa Jepang yang terdapat dalam novel Saga no Gabai Baachan karya Shimada Yoshichi dengan karakter masyarakat Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Saga no Gabai Baachan karya Shimada Yoshichi. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan pada novel yang menunjukkan karakter bangsa Jepang dalam novel Saga no Gabai Baachan yang dihubungkan dengan karakter masyarakat Jepang. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode dokumen. Metode dokumen dilakukan dengan memanfaatkan data yang berupa dokumen yaitu novel Saga no Gabai Baachan karya Shimada Yoshichi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakter bangsa Jepang yang optimis, pantang menyerah, menghargai sesamanya, mendengarkan pendapat orang lain, tidak egois dalam berkehidupan kelompok, mampu membedakan baik dan buruk. Hubungan karakter tokoh dengan karakter dalam masyarakat Jepang memiliki keterkaitan. Kata Kunci : karakter, Jepang, novel Abstract This study aims to find and describe the character of the Japanese nation contained in the novel Saga no Gabai Baachan by Shimada Yoshichi with the character of Japanese society. This research uses qualitative descriptive method. The source of this research data is the novel Saga no Gabai Baachan by Shimada Yoshichi.The research to aim and describe a character of the Japanese people in novel Saga no Gabai Baachan relations with the character of Japanese society. The research used descriptive quantitative method. The data source of this research is a novel Saga no Gabai Baachan by Shimada Yoshichi and quotations of the relationship the characters in the novel with Japanese characters society.The research uses data group techniques with document methods and interviews. Document methods is use the data from a document, that is novel Saga no Gabai Baachan writte by Yoshichi Shimadato and interviews data use to answer the point of research focus. The research analysis data tecniques using qualitative descriptive data analysis technique.The results of the research are showed the Japanese character based on the principle of life from Matsushita, optimistic, never give up, respect others, firmly and unselfish, recognize good and bad. The relationship of the characters in novel Saga no Gabai Baachan with the character Japanese society has much common. Keywords : characters, Japanese, novels

Page 1 of 1 | Total Record : 6