cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Gamatika
ISSN : 20876262     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
INTERVAL-VALUED FUZZY SET MODELING UNTUK RELIABILITAS SISTEM -, Jumiatiningsih
Gamatika Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemodelan reliabilitas sistim dalam kaitan dengan istilah teori himpunan fuzzy adalah pada dasarnya memanfaatkan himpunan-himpunan fuzzy Type I, di mana keanggotaan fuzzy ini diasumsikan sebagai fungsi positif  menurut titik yang berkisar di [0,1]. Seperti itu adalah suatu praktek yang tidak  praktis karena sebuah keanggotaan interval-valued  boleh mencerminkan ketidakjelasan dari sistim lebih baik menurut pola pemikiran manusia. Dalam paper ini, kita akan mengeksplor dasar-dasar teori Interval-valued himpunan fuzzy dan menggambarkan aplikasinya dalam kaitan dengan  istilah sebuah contoh industri. Kata Kunci : Interval-Valued, Fuzzy Sets, reliabilitas sistem   Abstract System reliability modeling in relation to the term fuzzy set theory is basically utilizing fuzzy sets Type I, in which the fuzzy membership is assumed to be a positive function by point range in [0,1]. As it is a practice that is not practical because of an interval-valued membership should reflect the uncertainty of the system better by human thought patterns. In this paper, we will explore the basics of the theory of interval-valued fuzzy set and describe its application in relation to the terms of an industrial example.   Keywords: Interval-Valued, Fuzzy Sets, system reliability
ANALISIS GRADIENT CONJUGATE METHOD UNTUK MINIMISASI FUNGSI Jalil, Abdul
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fungsi persamaan linier panjang Ax = y dengan A dan y adalah matriks merupakan fungsi yang mudah untuk dipecahkan jika nilai dari variabel x nya diketahui. Namun lain halnya jika nilai dari variabel x pada fungsi tersebut tidak diketahui, maka akan menarik jika kita dapat menyelesaikan masalah tersebut karena pemecahannya akan cukup rumit, sehingga dibutuhkan suatu metode yang cukup mudah untuk menyelesaikan fungsi tersebut. Permasalahan yang demikian ini dapat diselesaikan dengan cara minimisasi fungsi. Salah satu cara untuk minimisasi fungsi adalah dengan menggunakan metode gradien konjugat. Oleh karena itu dalam artikel ini penulis membahas tentang Gradient Conjugate Method atau metode grdien konjugat untuk minimisasi fungsi. Dalam penyelesaiannya meode gradien konjugat meggunakan langkah pemecahan iterasi dari fungsi persamaan linier Ax = y dengan matriks A adalah matriks simetris dan matriks positif definit. Adapun hasil yang didapatkan terbukti bahwa  metode gradien konjugat merupakan metode iterasi yang cukup mudah yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan Ax=y dengan nilai dari variabel x yang tidak diketahui. Kata Kunci : Minimisasi fungsi, metode Gradient conjugate, matriks Abstract Functions of linear equations Ax = y with length A and y is a matrix is a function that is easy to solve if the value of the variable x in his mind. Yet another case when the value of the variable x in the function is not known, it will be interesting if we can solve these problems because the solution will be quite complicated, so it needs a method that is fairly easy to accomplish these functions. Such problems can be resolved by means of minimization of functions. One way to minimization of functions is to use the method of Conjugate gradient. Therefore, in this article the author discusses the Conjugate Gradient Method or grdien method for conjugate function minimization. Conjugate gradient solution in meode meggunakan step problem solving function equation of linear iterations of Ax = y with A symmetric matrix is a matrix and matrix of positive definit. As for the results that are obtained by Conjugate gradient methods proved that is a fairly easy iteration method that can be used to solve the equation Ax = y to the value of variable x is unknown. Keywords: minimization of functions, methods, conjugate Gradient matrix
Pengembangan Bahan Ajar Struktur Aljabar Berbasis Tugas Resitasi Untuk Mahasiswa Universitas Islam Negeri Suska Riau Yuniati, Suci
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.614 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dimotivasi oleh kurangnya pemahaman siswa dalam memahami konsep struktur aljabar. Hal ini karena sifat khusus dari struktur aljabar yang abstrak. Hal ini menyebabkan metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tetapi kurang interaktif dan menarik. Dosen hampir tidak pernah memberikan tugas kepada siswa sehingga siswa tidak mengulangi dan membaca kembali materi yang telah disampaikan. Mengingat permasalahan di atas, dipandang perlu untuk merumuskan bahan pengajaran yang sesuai, sebuah pembelajaran yang memberikan tugas hafalan. Kemudian, yang pengembangan bahan ajar tugas struktur aljabar berbasis bacaan akan cocok untuk mahasiswa dari semester V pendidikan matematika dari Universitas Islam Negeri Riau Suska? Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan pendidikan. Bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan prosedur, yang meliputi langkah) untuk merancang produk yang merupakan produk awal LKT, b) evaluasi bahan ajar didasarkan pada tugas bacaan oleh review pakar, c) uji coba terbatas, namun uji coba lapangan belum dilaksanakan. Penggunaan bahan ajar termasuk dalam kategori baik, berdasarkan hasil dari kategori skor validasi "sangat baik". Penelitian ini dapat dikembangkan untuk bahan lebih lanjut dari struktur aljabar. Kata kunci: Bahan Pengajaran, Tugas Zikir dan Mahasiswa Abstract This study was
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN STRATEGI FIRE-UP SISWA KELAS XA3 MA DAREL HIKMAH PEKANBARU -, Maimunah
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesuksesan siswa dalam belajar disebabakan oleh kualitas proses belajar dan siswa disiapkan untuk belajar. Guru diharapkan dapat mengatur proses belajar yang dapat memberi stimulasi kepada siswa, jadi mereka ingin belajar karena mereka subyek utama dalam belajar. Penelitian ini menerapkan aplikasi Strategi FIRE-Up untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa kelas XA3 MADarel Hikmah Pekanbaru. Strategi FIRE-Up adalah strategi yang dapat meningkatkan belajar siswa dalam mempelajari pelajaran sebelum aktifitas belajar dimulai. Materi awal sebagai pengetahuan pertama untuk siswa. Pemberian materi awal untuk mendorong siswa lebih aktif untuk mempelajari pelajaran sebelum pelajaran tersebut diajarkan,dengan tidak adanya informasi pencarian dan penggalian sebagai dasar pengetahuan mereka. Kata kunci : aktifitas, strategi FIRE-UP, materi awal Abstract The success of students in learning are due to the quality of the learning process and students are prepared to learn. Teachers are expected to set the learning process that can provide stimulation to the students, so they want to learn because they are the main subject in the study. This study applied applications FIRE-Up Strategy to improve student learning activities XA3 class MADarel Hikmah Pekanbaru. FIRE-up strategy is a strategy that can enhance student learning in learning the lessons learned before the activity begins. Early as the first knowledge of the material to students. The provision of early material to more actively encourage students to learn lessons before the lesson is taught, in the absence of information as the basis for searching and extracting knowledge. Keywords: activity, FIRE-Up Strategy, initial material
PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF Ningsih, Puji Rahayu
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGaya kognitif dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu a) reflektif; b) impulsif; c) fast-accurate dan d) slow-inaccurate. Untuk mendapatkan kelompok gaya kognitif tersebut dilakukan tes MFFT (Matching Familiar Figure Test), kemudian pada masing–masing kelompok dipilih 1 siswa sebagai subjek penelitian. Dari keempat subjek tersebut diberikan soal pemecahan masalah matematika dengan tujuan untuk mengetahui profil dari masing- masing kelompok gaya kognitif. Hasil yang diperoleh adalah 1) siswa reflektif menceritakan permasalahan pada soal dengan baik, setiap keputusan maupun kesimpulan disertai dengan alasan yang relevan, penarikan kesimpulan yang tepat, dapat menjelaskan  kesimpulan yang dibuat dengan baik serta melakukan overview setelah selesai mengerjakan, namun dalam keseluruhan kegiatan cenderung lama. 2) Siswa fast accurate hampir keseluruhan sama dengan siswa reflektif namun dalam pengerjaan keseluruhan cenderung cepat. 3) Siswa Impulsif mampu menceritakan permasalah yang terdapat pada soal, setiap langkah disertai alasan namun ada beberapa alasan yang tidak relevan sehingga penarikan kesimpulan yang dilakukan kurang tepat, dan siswa impulsif tidak melakukan overview, dan 4) Siswa Slow Inaccurate tidak dapat menceritakan permasalahan dengan baik, alasan yang digunakan cenderung tidak relevan, siswa ini juga belum dapat membuat kesimpulan dikarekan belum selesai dalam mengerjakan dan tidak melakukan overview. Kata Kunci: Berpikir Kritis, Gaya Kognitif, MFFT AbstractCognitive Styles can be grouped into four, namely a) reflective; b) impulsive; c) fast-accurate and d) slow-inaccurate. To get a group of cognitive style are performed MFFT (Matching Familiar Figures Test), then in each of the chosen Group 1 of students as subjects of research. Of the four subjects are given a matter of mathematical problem solving in order to know the profile of each group of cognitive style. A result for the study is 1) tells the students about issues reflective properly, every decision or conclusion is accompanied by relevant reasons, withdrawal of the right conclusion, can explain the conclusions made well and when you're done working out, overview, however in the overall activities tend to be long. 2) fast accurate almost all Students together with students of the work as a whole, however, reflective tend to be fast. 3) Students were able to recount problem Impulsive contained on the matter, every step is accompanied reasons but there are several reasons which are not relevant so that the withdrawal of the conclusions made less precise, and impulsive students don't do and 4) overview, Students cannot recount Inaccurate Slow problems properly, the reason being used tend to be irrelevant, these students also has yet to be made keimpulan dikarekan not done yet in doing and not doing the overview. Keywords: Critical Thinking, Cognitive Style, MFFT
THE REARRANGEMENT INEQUALITY Afifah, Dian Septi Nur
Gamatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu penelitian yang mengkaji kepustakaan, khususnya tentang the rearrangement Inequality  dengan tujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam material seperti buku-buku dan dokumen yang ada. Adapun permasalahan dalam penulisan ini adalah bagaimana hubungan antara ketaksamaan Rataan Kuadrat, Aritmatika, Geometri, Harmonik dan bagaimana membuktikan Rearrangement Inequality dari pertidaksamaan Rataan Kuadrat, Aritmatika, Geometri, Harmonik. Hasil pembahasan menunjukkan dengan masing-masing ketaksamaan memiliki hubungan, sehingga Rearrangement Inequality dapat diturunkan atau dibuktikan dari ketaksamaan-ketaksamaan tersebut. Kata kunci: Rearrangement Inequality, ketaksamaan Abstract This research is a  descriptive-qualitative  research methods literature  (Library Research)  research that examines  the literature, especially  concerning  the  rearrangement  Inequality  in order to gather data and  information with the help of a variety of materials such as books and documents. The problem in this paper is how the relationship  between  inequality  Mean  Squares, Arithmetic, Geometry, Harmonics and how to prove Rearrangement  inequality Inequality of Mean Squares, Arithmetic, Geometry, Harmonics. The results show discussion with each inequality have a relationship, so Rearrangement  Inequality  can be derived  or evidenced  from  the inequality-inequality. Keywords: Rearrangement Inequality, Inequality
PENERAPAN TEORI FUZZY CLUSTERING DALAM KLASIFIKASI HUKUM NIKAH MENURUT SYARIAT ISLAM -, Sugiantina
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan perintah nikah dari beberapa ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi, para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan hukum nikah. Menurut Jumhur Ulama, nikah itu sunnah dan bisa juga menjadi wajib atau haram. Namun yang jadi permasalahan saat ini adalah bagaimana cara untuk menentukan ketidakpastian hukum nikah bagi setiap orang awam yang belum mengerti banyak tentang ilmu agama. Maka dalam hal dilakukan penelitian dalam penentuan hukum nikah seseorang yang relatif berbeda-beda dengan menggunakan teori himpunan fuzzy secara khususnya adalah dengan menggunakan Fuzzy Clustering. Kata kunci : hukum nikah, fuzzy, fuzzy clustering Abstract Under the command of marriage from some verses of the Qur'an and the hadits of the Prophet, the scholars differ in defining legal marriage. According to Jumhur cleric, marriage is sunnah and may also be required or forbidden. However that be the problem now is how to define marriage legal uncertainty for any layman who do not understand much about the science of religion. So in terms of research in the determination of a person's marriage laws are different relative to the use of fuzzy set theory in particular is using Fuzzy Clustering. Keywords: law marriage, fuzzy, fuzzy clustering
PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN DIFFERENSIAL BIASA MENGGUNAKAN JARINGAN FUNGSI RADIAL BASIS Jamhuri, Mohammad
Gamatika Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di dalam artikel ini akan dijelaskan sebuah pendekatan numerik untuk penyelesaian persamaan differensial biasa (PDB) yang di dasarkan pada pendekatan suatu fungsi dan turunannya dengan menggunakan jaringan fungsi radial basis. Solusi dari persamaan tersebut, diperoleh dengan cara mengganti fungsi dan fungsi turunannya dengan sebuah fungsi pendekatan menggunakan jaringan fungsi radial basis (radial basis function). Hasil  yang diperoleh dengan menggunakan metode yang diusulkan ini,lebih baikkualitasnya jika dibandingkan dengan solusi yang diperoleh dengan menggunakan metode Runge-Kutta orde-4. Kelebihan dari metode ini adalah setiap fungsi dan turunannya dapat di dekati secara langsung dengan sebuah fungsi basis, sehingga untuk memperoleh solusi tidak diperlukan nilai awal.Hal ini selangkah lebih maju jika dibandingkan dengan metode-metode konvensional yang selalu memerlukan nilai awal. Disamping itu, jumlah komputasi yang di perlukan juga jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah komputasi pada metode-metode konvensional. Kata kunci : Penyelesaian Numerik, Persamaan Differensial, Jaringan  Syaraf Tiruan, Fungsi Radial Basis, RBF.   Abstract In this article will describe a numerical approach to the completion of ordinary differential equations (PDB), which is based on the approach of a function and its derivatives using radial basis function network. The solution of the equation, is obtained by replacing the function and its derivative function with a function approach uses radial basis function network (radial basis function). The results obtained using the proposed method, the more better quality when compared to solutions obtained using the Runge-Kutta method of order-4. The advantage of this method is that every function and its derivatives can be approached directly by a function of the base, so it as to obtain the initial value of the solution is not required. It is a step forward when compared to conventional methods always require an initial value. In addition, the amount of computing that need is also far less if compared to the amount of computing on conventional methods. Keywords: Numerical Resolution, Differential Equations, Neural Network, Radial Basis Function, RBF.  
PENGEMBANGAN MODEL TUTORIAL STATISTIK DENGAN METODE (APOS) AKSI, PROSES, OBYEK DAN SKEMA DI UPBJJ-UT SURABAYA Faqih, Abdul
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.97 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan model tutorial Statistik Pendidikan. Tujuan dari pengembangan model adalah untuk mengundang partisipasi aktif dan mendorong belajar mandiri dari para mahasiswa dalam tutorial. Subyek penelitian adalah 58 mahasiswa semester ketujuh dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), UPBJJ (Unit Program Belajar Jarak Jauh) Surabaya, Universitas terbuka Indonesia. Model ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Action, Process, Object, dan Scheme (APOS), dan prosedur model pengembangan didasarkan pada teori Plomp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model tutorial Pendidikan Statistik menggunakan APOS sesuai kriteria yang disebutkan dalam teori Plomp itu. Lima ahli setuju bahwa model yang dikembangkan adalah valid, efektif, dan praktis. (2) Mayoritas siswa (98%) merasa senang dengan model dan termotivasi untuk belajar secara mandiri. (3) .71% dari siswa menjadi peserta aktif tutorial. Kata kunci: APOS, mandiri, aktif, hasil belajar, proses belajar Abstract This study was undertaken to develop a model for Statistics Education tutorial. The purpose of developing the model is to invite active participation and foster independent learning of the students in tutorial. The subjects of the study were 58 seventh semester students of the Elementary School Teachers Training (PGSD), UPBJJ (Long Distance Learning Program Unit) Surabaya, Indonesia Open University. The model was developed by using Action, Process, Object and Scheme (APOS) approach, and the procedure of developing model was based on Plomp. The results of the study indicated that (1) the Statistics Education tutorial model using APOS conformed the criteria mentioned in Plomp
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA KARTU PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII-1 SMPN 29 PEKANBARU Ritonga, Zulfan
Gamatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang mengarah pada hasil belajar yang dicapai oleh siswa pada masalah statistika. Kurikulum 2006 menekankan tujuan pembelajaran yang berpusat pada siswa, agar apa yang telah ia pelajari lebih bermakna sehingga dapat diwujudkan keaktifan dan kreatifitas baik secara individual maupun kelompok belajar dalam menguasai materi yang mereka terima. Salah satu cara untuk meningkatkan proses pembelajaran adalah mengaplikasikan media kartu dalam model pembelajaran kooperatif. Oleh karena itu, masalah utama yang dibahas adalah seberapa baik efektivitas pelaksanaan media kartu dalam model pembelajaran kooperatif?. Desain penelitian yang digunakan adalah Satu kelompok post test design dengan 34 mata pelajaran kelas VIII-1 siswa SMP Negeri 29 Pekanbaru angkatan tahun 2009/2010. Efektivitas proses pembelajaran didasarkan pada: (1) Kriteria ketuntasan Belajar Minimal (KKM), (2) aktivitas guru dan siswa, dan (3) pengelolaan pembelajaran. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa penggunaan media kartu dalam model pembelajaran kooperatif yang efektif diterapkan pada materi pelajaran statistik di kelas VIII-1 SMPN 29 Pekanbaru. Kata Kuci : Media Kartu, Kooperatif, Efektivitas Abstract This study aims to  improve the learning process  that leads to  learning outcomes  achieved by  students on  statistical  issues.  2006 Curriculum emphasizes learning objectives are student-centered, so that what he has learned  more meaningful  so that it can  be realized  liveliness  and creativity of  both individual and  group learning  to master  the material they  receive. One way to  improve the  learning process  is  to apply the media card in the cooperative learning model. Therefore, the main issue discussed was how well the effectiveness of the media card in cooperative learning model?.  The study design  used was  one group  posttest  design with 34 lesson class VIII-I students of SMP Negeri 29 Pekanbaru force in 2009/2010.  The effectiveness of  the learning process  is based on:  (1) Criteria for completeness Learning Minimal  (KKM), (2)  the activities of teachers and students, and (3) management of learning. Analysis of  the data using descriptive statistical analysis. The results of the data analysis concluded  that the use of media  cards in  effective cooperative  learning model applied to the statistics in classes VIII-1 SMPN 29 Pekanbaru. Keywords: Media Card, Cooperative, Effectiveness

Page 9 of 20 | Total Record : 200