cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Gamatika
ISSN : 20876262     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
ENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED -, Suhandri
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.834 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan open-ended problem dalam proses pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 18 Pekanbaru. Penelitian ini berupaya memperbaiki pola pembelajaran yang biasa (konvensional) dengan menerapkan pendekatan open-ended problem melalui aktivitas pemecahan masalah, Suatu penelitian eksperimen dilakukan untuk melihat peningkatan pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran bidang segi empat setelah mereka diberikan perlakuan pembelajaran dengan pendekatan open-ended problem. Kata kunci: Open-ended problem, Berpikir kreatif Abstract Research is intended improvement of creative thinking mathematical students learning through by approach open-ended a problem in the learning process. A subject of study was all smpn 18 pekanbaru. This research trying to improve masses of the usual ( conventional ) by applying approach open-ended problems through activity problem-solving, a research experiments conducted to see an increase of learning mathematics by approach open-ended against the capacity to think critical mathematical students. The result showed increase creative thinking students on learning fields quadrangle after they given treatment of learning by approach open-ended a problem. Key words : Open-ended problem, Creative Thinking
APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN PENERAPAN LOGIKA MATEMATIKA DALAM BIDANG STUDI MATEMATIKA DI KELAS X MA MAMBAUL ULUM MEGALUH JOMBANG Fithriasari, Luthfie Noor
Gamatika Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan pemahaman dan penerapan Logika Matematika siswa, merupakan kegiatan yang terkoordinasi dengan baik antara banyak pihak yang terkait, sistematis dan berstandar pada asas kausalitas. Semuanya mengarah pada pengupayaan secara lebih hasil proses pembelajaran yang terimplementasikan secara nyata pada kemampuan dan ketrampilan siswa serta pemahaman materi pembelajaran. Pembelajaran kooperatif merupakan pendekatan pembelajaran motivasional yang diyakini mampu meningkatkan motivasi siswa maupun prestasi belajar siswa karena pembelajaran ini berorientasi pada siswa. Penelitian ini secara prosedural menggunakan sistematika rancangan penelitian tindakan kelas. Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : (1) Bagaimana meningkatkan pemahaman dan penerapan Logika Matematika siswa bidang studi Matematika di MA Mambaul Ulum Megaluh Jombang Tahun Pelajaran X menggunakan metode kooperatif ? (2) Apakah usaha peningkatan pemahaman dan penerapan Logika Matematika pada siswa Kelas X MA Mambaul Ulum Megaluh Jombang dengan menggunakan metode kooperatif menunjukkan hasil yang memuaskan? Simpulan, bahwa dengan menggunakan metode kooperatif, guru dapat pengupayaan peningkatan pemahaman dan penerapan Logika Matematika siswa pada bidang studi Matematika di Kelas X MA Mambaul Ulum Megaluh Jombang.   Kata kunci : Logika Matematika, Metode Kooperatif, Penelitian Tindakan Kelas   Abstract Improved understanding and application of Mathematical Logic students, a well-coordinated activity among many stakeholders, systematic and standardized on the principle of causality. Everything leads to the pursuit of a better learning outcomes that implemented significantly in students' abilities and skills as well as understanding of the learning material. Cooperative learning is a learning approach motivational believed to increase student motivation and student achievement as learning-oriented students. This study using a procedural systematic research design class act. The problem in this study is formulated as follows: (1) How to improve the understanding and application of Mathematical Logic students' field of study Mathematics at MA Mambaul Ulum Megaluh Jombang Academic Year X using the cooperative? (2) Are the efforts to increase the understanding and application of Mathematical Logic in students of Class X MA Mambaul Ulum Megaluh Jombang using cooperative method showed satisfactory results? The inference, that by using the method of cooperative, teachers can the pursuit of improved understanding and application of Mathematical Logic Mathematics students on field studies in Class X MA Mambaul Ulum Megaluh Jombang.   Keywords: Mathematical Logic, Cooperative Methods, Classroom Action Research.
PENGARUH PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DAN BAHASA INGGRIS TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL TRIGONOMETRI BERBAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 PALOPO -, Rismala; Aswad A, Muhammad Hajarul
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan bersifat Expost Facto dengan 3 rumusan masalah yaitu: (1). Apakah prestasi belajar matematika siswa mempunyai pengaruh yang positif terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri berbahasa inggris ?; (2). Apakah prestasi belajar bahasa Inggris siswa mempunyai pengaruh yang positif terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri berbahasa inggris?; (3). Apakah prestasi belajar matematika dan prestasi belajar bahasa inggris siswa secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri berbahasa Inggris?. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Palopo T.A. 2010/2011 dengan Sampel sebanyak 30 siswa dengan cara systematic random sampling. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa (1) Prestasi belajar matematika berpengaruh positif terhadap tingkat kemampuan menyelesaikan soal-soal trigonometri berbahasa inggris, (2) Prestasi belajar bahasa inggris berpengaruh positif terhadap tingkat kemampuan menyelesaikan soal-soal trigonometri berbahasa inggris, dan (3) Prestasi belajar matematika dan bahasa inggris secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap tingkat kemampuan menyelesaikan soal-soal trigonometri berbahasa inggris. Selanjutnya, diperoleh nilai Rsquare = 0,775, yang artinya bahwa 77,5 % variansi tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri berbahasa inggris ditentukan oleh prestasi belajar matematika dan bahasa inggris siswa dengan catatan bahwa pengaruh variabel lain diabaikan. Kata Kunci: Prestasi Belajar, Kemampuan Menyelesaiakan Soal. Abstract This article examines the influence of Achievement studied mathematics and Language Skills United Kingdom to solve problems In Trigonometry on United Kingdom Students Class XI IPA SMA Negeri 2 Palopo. Study the onset is Expost Facto to 3: problem formulation (1). If the achievements of the students learn math have an influence positive towards the ability of students in solving trigonometric problems such as English?; 2). Is student achievement in English have a positive influence on students' ability to solve the problems of trigonometry English language?, (3). Is mathematics learning achievement and English Language learning achievement of students together to have a positive influence on students' ability to solve the problems of trigonometry English?. Population research is all the students of Class XI IPA SMA Negeri 2 Palopo T.A. 2010/2011. Samples taken as many as 30 students by means of systematic random sampling. The results of the analysis of data obtained the conclusion that (1) the achievement of a positive effect on learning mathematics ability levels solve problems such as trigonometry English-speaking, (2) achievements of study English influence positively to skill level solve problems such as trigonometry English-speaking and (3) Accomplishment of learning math and English together influential positive against level solve problems such as trigonometry English-speaking. Furthermore, the retrieved value Rsquare = 0,775, meaning that 77.5% variansi level of ability in students solve problems such as trigonometry speak English is determined by the achievement of learning math and English students with a note that the influence of other variables are ignored. Keywords: Achievements, Learning Ability Of Solving Matter.
PROFIL KREATIVITAS SISWA SMP DALAM PENGAJUAN SOAL MATEMATIKA DITINJAU DARI TINGKAT IQ Rahmawatin, Ana
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.504 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kreativitas siswa SMP dalam pengajuan soal matematika ditinjau dari tingkat IQ, sehingga penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kreativitas dalam penelitian ini mengacu pada tiga kriteria kreativitas, yaitu: kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang diambil dari siswa kelas IX SMP Negeri 1 Prambon. Satu subjek dengan IQ Superior, satu subjek dengan IQ di atas rata-rata, dan satu subjek dengan IQ rata-rata. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tugas pengajuan soal (TPS) dan wawancara berdasarkan hasil jawaban tertulis subjek. Untuk menguji kredibilitas data, peneliti melakukan triangulasi waktu; yaitu peneliti memberikan tes dan wawancara yang ekuivalen dengan soal sebelumnya di waktu yang berbeda. Kemudian data yang valid dianaliis untuk memperoleh kesimpulan yang berupa profil kreativitas siswa SMP dalam pengajuan soal matematika ditinjau dari tingkat IQ. Berdasarkan hasil penelitian siswa dengan IQ superior (SIQS) fasih, fleksibel dan baru dalam pengajuan soal. Siswa dengan IQ di atas rata-rata (SIQD) fasih, fleksibel dan baru dalam pengajuan soal. Sedangkan siswa dengan IQ rata-rata (SIQR) fasih dalam pengajuan soal. Kata Kunci: Kreativitas, Pengajuan Soal Matematika dan IQ. Abstarct This research aims to describe a profile of junior high school student
PENERAPAN MODEL GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSCEDASTIC (GARCH) DALAM PERAMALAN NILAI TUKAR DOLAR TERHADAP RUPIAH Faridah, Siti; Fahcruddin, Imam
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebagian besar data deret waktu ekonomi dan keuangan, asumsi  kestasioneran varians (heteroskedastisitas)  untuk model Autoregresif (AR), Moving Average (MA), dan Autoregressive Moving Average (ARMA) adalah ditolak. Bagaimanapun Model Autoregressive Conditional Heteroscedastic (ARCH) dan Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedastic (GARCH) dapat digunakan sebagai asumsi untuk data dengan varians yang tidak stasioner (heteroskedastisitas). Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan nilai tukar dolar terhadap rupiah dengan menggunakan model GARCH dan mengetahui peramalan nilai tukar dollar terhadap rupiah dengan menggunakan model GARCH. Model GARCH dimulai dengan transformasi data kedalam model , kemudian sisaan kuadratiknya diuji untuk mengetahui adanya efek ARCH/GARCH. Estimasi parameter yang digunakan adalah Maximum Likelihood (ML) untuk mendapatkan nilai  dan untuk menguji model diuji dengan sisaan yang sudah dibakukan menggunakan statistik Ljung-Box Q. Model GARCH(1,1) sudah cukup baik  jika tidak ada pengaruh dari ARCH/GARCH dalam sisaan yang dibakukan. Akhir dari penilitian ini, model GARCH dalam nilai tukar dollar terhadap rupiah  adalah : Dengan model di atas dapat diramalkan untuk tanggal 1 juli 2010 nilai tukar dollar terhadap rupiah berkisar antara Rp. 9089.377 dan Rp. 9089.638. Kata kunci : Peramalan, Transsformasi, maximum likelihood, GARCH. Abstract Most of the time series data of economic and financial assumptions kestasioneran variance (heteroscedasticity) to model the autoregressive (AR), Moving Average (MA), and Autoregressive Moving Average (ARMA) is rejected. However Autoregressive Conditional Heteroscedastic Model (ARCH) and the Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedastic (GARCH) can be used as an assumption for data with stationary variances (heteroscedasticity). The purpose of this study was to model the exchange rate of the dollar against the rupiah using GARCH models and know forecasting the dollar against the rupiah using GARCH models. GARCH model begins with the transformation of data into the model , then the remnant quadratic tested to determine the effects of ARCH / GARCH. Estimation of the parameters used is Maximum Likelihood (ML) to get the value and to test models that have been tested with standardized remnant using Ljung-Box Q statistics. GARCH model (1,1) is good enough if there is no effect of ARCH / GARCH standardized in the remnant. The studies end of this, GARCH models in the dollar against the rupiah exchange rate is: With the above model can be predicted for the 1 July 2010 the exchange rate of the dollar against the rupiah ranged between Rp. 9089.377 and Rp. 9089,638. Keywords: Forecasting, Transsformtioni, maximum likelihood, GARCH.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PADA MATERI PERMUTASI DAN KOMBINASI DI SMA NEGERI 1 MANYAR Wafiyah, Nurul
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Miskonsepsi adalah suatu konsepsi yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima oleh para ilmuwan. Miskonsepsi didefinisikan sebagai konsepsi siswa yang tidak cocok dengan konsepsi para ilmuwan, hanya dapat diterima dalam kasus-kasus tertentu dan tidak berlaku untuk kasus-kasus lainnya serta tidak dapat digeneralisasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mengidentifikasi miskonsepsi dan Faktor-faktor Penyebabnya Pada Materi  Permutasi dan kombinasi. Subjek penelitian terdiri dari empat  siswa kelas X SMA Negeri I Manyar Gresik. Tahap penelitian dimulai memilih subjek penelitian berdasarkan hasil  tes penguasaan konsep , pemberian tugas yang berdasarkan miskonsepsi yang dialami subjek dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode, yaitu dengan membandingkan hasil tes tertulis dan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukan miskonsepsi yang dialami siswa terjadi pada beberapa materi yaitu pada materi permutasi, materi Permutasi dengan beberapa unsur yang sama, materi permutasi siklis dan materi kombinasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa miskonsepsi disebabkan oleh siswa, guru dan buku teks. Kata kunci:Identifikasi, Faktor-faktor Penyebab, Miskonsepsi,  Kesulitan Belajar Abstract The misconception is a concept that does not correspond to the scientific sense or understanding accepted by scientists. Misconceptions are defined as conceptions of students who do not fit the conception of the scientists, can only be accepted in certain cases and does not apply to other cases and can not be generalized. This research is a qualitative descriptive study aimed to identify misconceptions and factors cause the permutation and combination of materials. Subjects consisted of four students of class X SMA Negeri I Manyar Gresik. Phase of the study began choosing subjects based on the results of tests mastery of concepts, administration tasks based on misconceptions experienced by the subject and interviews. The validity of the data is done by using a triangulation method, by comparing the results of written test and interview. The results showed that experienced student misconceptions occur in some of the material is the material of permutations, permutations material by some of the same elements, materials and material combinations cyclical permutation. The results also showed that misconceptions caused by students, teachers and textbooks. Keywords: Identification, Causes Factors, Misconceptions, Learning Difficultie
MODEL SISTEM ANTRIAN PESAWAT TERBANG DI BANDARA INTERNASIONAL ADISUTJIPTO YOGYAKARTA Sari, Afsah Novita
Gamatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.71 KB)

Abstract

Abstrak Banyaknya pesawat terbang yang aktif di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta dan ditambah dengan adanya pesawat latih TNI AU menyebabkan antrian pesawat terbang yang akan mendarat maupun tinggal landas. Permasalahan antrian pesawat terbang di Bandara Adisutjipto-Yogyakarta akan dianalisis dengan menggunakan teori antrian. Teori ini akan diaplikasikan pada sistem pelayanan di Bandara tersebut. Pelayanan yang dilakukan terhadap pesawat terbang adalah waktu yang diperlukan pesawat terbang berjalan dari landasan pacu ke lapangan parkir ketika pesawat terbang mendarat dan dari lapangan parkir ke landasan pacu ketika pesawat terbang akan tinggal landas. Berdasarkan analisis teori antrian yang dilakukan dapat diketahui model antrian dan ukuran kinerja dari sistem antrian. Dari hasil analisis data didapatkan dua model antrian. Model antrian untuk pesawat terbang yang mendarat yaitu (M/G/1):(GD/∞/∞) sedangkan untuk pesawat yang akan tinggal landas (M/G/1):(GD/∞/∞). Rata-rata kedatangan pesawat terbang yang akan mendarat maupun tinggal landas sama yaitu 17 pesawat terbang per 10 jam. Rata-rata waktu pelayanan pesawat terbang yang mendarat dan akan tinggal landas masing-masing sebesar 4.3679 dan 5.7098 menit per pesawat terbang. Berdasarkan analisis model antrian untuk pesawat terbang menunjukkan bahwa sistem antrian di Bandara Internasional Adisutjipto-Yogyakarta sudah cukup baik. Kata Kunci : Model antrian, Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Abstract The number of active aircraft Adisutjipto Yogyakarta International Airport and coupled with the training aircraft TNI AU causing queues aircraft to land or take off. Problems aircraft queues at airports Adisutjipto  Yogyakarta will be analyzed using queuing theory. This theory will be applied to the service system at the  airport. Services performed on the aircraft is the time required aircraft running off the runway to the parking lot when the aircraft landed and from the parking lot to the runway when the plane will take off. Based on queuing theory analysis conducted can  be seen queuing models andperformance measures of the queuing system. From the analysis of data obtained two queuing models. Model queue for landing the aircraft (M/G/1): (GD / ∞ / ∞), while for the plane that would take off (M/G/1): (GD / ∞ / ∞). The average arrival aircraft to land or take off the same aircraft that is 17 per 10 hours. Average service time of aircraft landing and take off each by 4.3679 and 5.7098 minutes per aircraft. Based on the analysis of queuing models for the aircraft indicates that the queuing system at the international airport of Adisutjipto Yogyakarta good enough. Keywords: Queue model, Adisutjipto Yogyakarta International Airport
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN STRUKTURAL THREE STAY ONE STRAY DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP -, Armis; Ariawan, Rezi
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan dari pembelajaran kooperatif dengan menggunakan pendekatan structural Three Stay One Stray (TSOS). Penelitian ini adalah tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga tahap. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP 22 Pekanbaru. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik pengamatan dan latihan. Pengamtan akan dilakukan analisa narasi deskriptif dan penelitian dari tes pembelajaran akan dianalisa dengan kriteria ketuntasan minimum, analisa distribusi frekuensi dan analisa rata-rata. Hasil dari penelitian ini untuk menunjukkan bahwa jumlah siswa yang mencapai titik minimum 65 pada skor dasar sebesar 40 %, pada siklus I sebesar 51.43 %, pada siklus II sebesar 65.71 % dan pada siklus III sebesar 80 %. Rata –rata pada skor dasar adalah 60 %, pada siklus I sebesar 65.66 %, pada siklus II sebesar 71 %, dan pada siklus III sebesar 76.28 %. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan  pembelajaran kooperatif tipe Three stay One Stray (TSOS) dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Kata kunci : Three Stay One Stray, pembelajaran matematika Abstract The purpose of this study was to determine the effect of the implementation of cooperative learning by using a structural approach Three Stay One Stray (TSOS). This study is a class act that is performed in three stages. The subjects students in SMP 22 Pekanbaru. Collecting data using observation techniques and exercises. Observations will be conducted descriptive narrative analysis and research of the learning tests will be analyzed with a minimum completeness criteria, frequency distribution analysis and rate analysis. The results of this study to show that the number of students who achieve the minimum point score of 65 on the basis of 40%, in the first cycle of 51.43%, in the second cycle by 65.71% and the third cycle by 80%. The mean basic score is 60%, in the first cycle by 65.66%, on the second cycle of 71%, and the third cycle of 76.28%. Based on the study it can be concluded that the implementation of cooperative learning Three types stay One Stray (TSOS) can improve math learning outcomes. Keywords: Three Stay One Stray, learning mathematics
PROFIL KREATIVITAS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PLOSO BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI DALAM PENGAJUAN SOAL MATEMATIKA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Maf’ulah, Syarifatul
Gamatika Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kreativitas sangat penting untuk pengembangan pengetahuan dan teknologi. kreatifitas dapat diperbaiki di sekolah dengan pembelajaran pengajuan masalah. Kita harus memikirkan strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan kreatifitas siswa. Salah satunya adalah pengajuan masalah. Semua siswa memiliki tingkat kemampuan matematika yang berbeda tetapi "apakah siswa dengan kemampuan matematika yang tinggi memiliki kreativitas yang tinggi juga? ". Sehingga, kami ingin meneliti kreativitas siswa dengan kemampuan matematika tinggi dari SMPN 2 Ploso dalam pengajuan masalah matematika. Hasil dari penelitian ini dijelaskan dalam bentuk profil. Tujuan dari penelitian untuk menggambarkan profil kreativitas siswa di SMPN 2 Ploso dari siswa pria dan wanita yang memiliki tingkat kemampuan tinggi matematika. Data penelitian yang diperoleh diuji dengan diberikan dari masalah yang diajukan untuk semua mata pelajaran selama empat kali. Tes pertama dan tes ketiga adalah masalah tes yang mempunyai situasi kompleks. Sementara tes kedua dan ujian terakhir adalah masalah tes dengan masalah yang sederhana. Setiap selesai melaksanakan tes, para peserta diberi  wawancara. Hasil yang didapatkan kemudian dianalisa berdasarkan tiga komponen kreativitas, yaitu: kelancaran, fleksibilitas dan kebaruan. Hasil analisis digunakan untuk melihat profil kreatifitas siswa di SMPN 2 Ploso untuk masalah matematika siswa laki-laki yang bermutu tinggi berkategori sangat kreatif, siswa perempuan matematika yang bermutu tinggi tergolong kategori kratif. Kata Kunci : profil, kreativitas, masalah berpose dari matematika, matematika kelas tinggi, dan gender   Abstract Creativity is very important for development of knowledge and technology. And it can be improved by problem posing learning. It  must be thought a strategy of learning which can develop student craetivity. One of them is problem posing. Every student have different mathematic ability grade. But “do the high mathematic ability student have the high creativity?”. So, we want to research the creativity of the high mathematic ability student on SMPN 2 Ploso to pose mathematic problem. Result of this research will be described in the form profil. Purpose this research is describe profil of student creativity on SMPN 2 Ploso male and female students who have mathematic high grade. The research data is obtained by given test of problem posing for all subject for four times. The first test and third test are problem posing test which have complex situation. Whereas secondly test and last test are problem posing test which simple problem. Every finishing do that test, then subject is given interview. Result of research then analised based on three creativity componen, they are: fluency, flexibility and novelty. Result of analisis see that profils of student creativity on SMPN 2 Ploso to pose mathematic problem are male student who has high mathematic grade is very creative category, female student who has high mathematic grade is creative category.   Key Words : profil, creativity, problem posing of mathematic, grade of high mathematic, and gender
HIPNOSIS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA (Hasil Kajian) Prawoto, Budi Priyo
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.036 KB)

Abstract

Abstrak Belajar matematika merupakan kegiatan mental yang tinggi, harus dilakukan secara berurutan, setapak demi setapak, kontinu, menggunakan pengalaman belajar sebelumnya, lebih mengutamakan pengertian dari pada hafalan dan harus mengkonstruksi (membangun) sendiri pengetahuannya melalui kegiatan aktif dalam belajar. Guru harus bisa menciptakan kondisi sedemikian sehingga belajar matematika menjadi hal yang tidak membebani pikiran siswa. Hipnosis merupakan sebuah kondisi relaks, fokus atau konsentrasi yang memudahkan seseorang menerima informasi. Ciri khas dari kondisi tersebut adalah sensor-sensor pancaindra manusia menjadi lebih aktif. Kondisi seperti itu yang bisa membuat indikator pembelajaran tercapai dengan baik. Kondisi hipnosis yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika adalah perhatian yang terpusat, relaksasi kondisi fisik, peningkatan kemampuan sebagaian atau seluruh indra, pengendalian refleks dan aktifitas fisik, serta respon siswa sebagai pengaruh pascahipnosis. Katakunci: belajar matematika, relaksasi, hipnosis Abstract Learning mathematics is a higher mental activity, must be performed sequentially, step by step, continuous, using previous learning experience, more emphasis on rote learning and understanding of the need to construct (build) their own knowledge through active learning. Teachers should be able to create the conditions so that learning mathematics into things that do not burden the mind of the student. Hypnosis is a state of relaxation, focus or concentration that allows the person receiving the information. The hallmark of this condition is the human senses sensors become more active. Such conditions can make the learning achieved good indicator. Hypnotic state which can be utilized in learning mathematics are concentrated attention, relaxation physical condition, capacity in part or all of the senses, control of reflexes and physical activity, as well as influence student responses pascahipnosis. Keywords: learning math, relaks, hypnosis

Page 10 of 20 | Total Record : 200