cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Gamatika
ISSN : 20876262     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP, KOMUNIKASI MATEMATIKA DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MAHASISWA -, Darto
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) pada mata kuliah Geometri Analitik Bidang dan Ruang untuk meningkatkan kemampuan Mahasiswa pada aspek kemampuan pemahaman konsep, komunikasi matematika dan pemecahan masalah matematika. Permasalahan dalam penelitian ini mahasiswa kesulitan dalam memahami dan menguasai pada mata kuliah geometri analitik bidang dan ruang yang setiap materi begitu abstrak sehingga membutuhkan berfikir yang abstrak dan pada akhirnya mahasiswa mengenal ke dalam benda-benda real atau kongkrit, dengan adanya masalah tersebut peneliti mengembangkan model Realistic Mathematics Education, dalam model ini mahasiswa dituntut untuk berfikir secara real pada setiap topik yang mereka bahas dan pada akhirnya berfikir abstrak dapat dituangkan dalam bentuk konsep matematis. Berdasarkan penelitian pada tahap uji coba I model RME dapat diterapkan dengan topik-topik tertentu, Karakteristik perangkat pembelajaran yang digunakan adalah sebagai berikut. Buku mahasiswa : (1) bermaterikan matematika, (2) penyajian materi dalam bentuk RME, (3) memuat masalah-masalah kontekstual pada materi pembelajaran matematika. Buku petunjuk dosen : (1) memuat materi matematika, (2) penyajian pembelajaran dalam bentuk RME, (3) rencana pembelajaran, (4) alternatif jawaban yang mungkin disajikan oleh mahasiswa. Kata Kunci : Model Realistic Mathematics Education (RME), Pemahaman Konsep, Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Masalah Matematika. Abstract Development research aims to develop a learning model Realistic Mathematics Education (RME) in the subject field of Analytical Geometry and Space to enhance student comprehension aspects of the concept, mathematical communication and mathematical problem solving. Problems in this study student difficulties in understanding and mastering the subject field of analytic geometry and the space each material so abstract that require abstract thinking and ultimately recognize students into real objects or concrete, with the problem, the researcher developed a model Realistic Mathematics Education, in this model the students are required to think in real on every topic they discussed and ultimately abstract thinking can take the form of mathematical concepts. Based on research on phase I trials RME models can be applied to certain topics, Characteristics of learning tools that are used are as follows. Student book: (1) bermaterikan mathematics, (2) the presentation of the material in the form of RME, (3) contains contextual issues in mathematics learning materials. User guide lecturer: (1) contains mathematical material, (2) the presentation of learning in the form of RME, (3) lesson plans, (4) alternative answers that may be presented by the students. Keywords:Models Realistic Mathematics Education (RME), Understanding Concepts, Communication Skills, and Problem Solving Math.
PENGENDALIAN CHAOS MENGGUNAKAN SLIDING MODE CONTROL (SMC) PADA SISTEM PERSAMAAN RÓ¦SSLER YANG TERMODIFIKASI Aswad, Muhammad Hajarul; Irawan, Moh Isa; -, Mardlijah
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem Persamaan Rӧssler yang termodifikasi merupakan suatu sistem persamaan yang berkaitan dengan kinetika kimia. Pada sistem tersebut akan terjadi osilasi secara terus menerus menurut waktu t. Dalam penelitian ini, terlebih dahulu dianalisa stabilitas yang terjadi di sekitar titik setimbang. Kemudian, dengan menggunakan rata-rata Lyapunov exponent, diperoleh bahwa Sistem Persamaan Rӧssler yang termodifikasi merupakan suatu system yang bersifat chaos. Terakhir, diterapkan Sliding Mode Control (SMC) untuk mengontrol perilaku sistem. Dari hal tersebut perilaku sistem yang awalnya tidak stabil dan bersifat chaos dapat diarahkan menuju titik setimbang. Kata kunci : Sistem Persamaan Rӧssler, Chaos, Sliding Mode Control (SMC).   Abstract Rossler Equation System is a system of modified equations associated with the chemical kinetics. In such a system will be oscillating continuously by time t. In this study, first analyzed the stability that occurs around the point of equilibrium. Then, using the average Lyapunov exponent, found that a modified Rossler Equation System is a system that is chaotic. Finally, applied to Sliding Mode Control (SMC) to control the behavior of the system. From this behavior of a system that is unstable and chaotic nature can be directed toward the equilibrium. Keywords: Rossler Equation System, Chaos, Sliding Mode Control (SMC).
PROSES BERPIKIR SISWA KELAS V DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DI SEKOLAH DASAR KHADIJAH SURABAYA Nafi’an, Muhammad Ilman
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses berpikir dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi tiga yaitu proses berpikir konseptual, semikonseptual, dan komputasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses berpikir siswa kemampuan tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode tes dan wawancara. Tes dan wawancara diberikan untuk mengetahui proses berpikir subjek dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pecahan. Sedangkan pemilihan subjek penelitian didasarkan pada hasil nilai uji tes 1 dan uji tes 2. Siswa dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu kelompok atas, tengah, dan bawah. Dari masing-masing kelompok tersebut diambil 3 orang untuk dijadikan sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa dari kelompok atas cenderung berpikir konseptual dalam menyelesaikan soal cerita dan siswa dari kelompok tengah dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pecahan  cenderung pada proses berpikir semikonseptual. Sedangkan proses berpikir siswa dari kelompok bawah dalam menyelesaikan soal soal cerita pada materi pecahan  cenderung pada proses berpikir komputasional Kata kunci: Proses berpikir, konseptual ,semikonseptual dan komputasional Abstract The process of thinking in this study are grouped into three conceptual thought process, semikonseptual, and computational. Conceptual way of thinking that is the way of thinking of students in solving a problem using the concepts learned. This way of thinking is a way of thinking semikonseptual students in solving a problem by using the concepts that have been studied, but not fully complete. Meanwhile, computational thinking is a way of thinking of students in solving a problem without using the concepts learned. This study aims to identify and describe the thought processes of students of high ability, medium and low in solving story problems. This research is a qualitative descriptive study using a test and interview. Tests and interviews given to know the process of thinking about the subject in completing the story on the material fractions. While the selection of research subjects based on the value of the test test test 1 and test 2. Students are divided into 3 groups: group top, middle, and bottom. From each group were taken three people to serve as research subjects. The results showed that the students' thinking process of the group tend to think conceptually in solving story problems and students from the middle to finish the story about the material in fractions tend semikonseptual thinking process. While the thought processes of the students in solving the questions about the story on the material fractions tend to think of computational processes Keywords: Process thinking, conceptual, semikonseptual and computational
PREDIKSI CUACA JANGKA PENDEK BERDASARKAN DATA RADIOSONDE DAN NUMERICAL WEATHER PREDICTION (NWP) Wardani, Indra Kusuma
Gamatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia sebagai negara maritime-continent mempunyai karakteristik cuaca yang beragam di berbagai daerah. Informasi tentang prakiraan cuaca yang cepat dan tepat menjadi suatu hal yang penting sehingga diperlukan metode yang efektif dalam prakiraan cuaca. Penelitian ini didasarkan pada data radiosonde dan Numerical Weather Prediction (NWP)  menggunakan data observasi pada 00 Universal Time Coordinate (UTC) dan 12 UTC. Analisis data radiosonde dilakukan terhadap variabel permukaan dan indeks K yang digunakan untuk kajian stabilitas atmosfer dan potensi thunderstorm. Hasil analisis data radiosonde menunjukkan fluktuasi variabel permukaan selama observasi dan indeks K tertinggi pada musim penghujan. Metode NWP menggunakan 4 variabel prediktan dan 9 variabel prediktor. Analisis dilakukan dengan mereduksi dimensi variabel prediktor terhadap dimensi horisontal (grid) dan dimensi ketinggian (level) menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan analisis regresi multivariate. Prediksi cuaca menunjukkan hasil yang cukup relevan antara data observasi dan data dugaan yang ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 67%. Kata kunci: Radiosonde,Nnumerical Weather Prediction, Variabel Permukaan, Indeks K, Principal Component Analysis.   Abstract Indonesia as a maritime-continent have weather characteristics vary in different regions. Information on weather forecasts quickly and accurately into an important thing that required effective methods of weather forecasting. The study is based on data radiosonde  and Numerical Weather Prediction (NWP) using observation data at 00 Universal Time Coordinate (UTC) and 12 UTC. Radiosonde data analysis performed on the variable surface and K indices are used to study the stability of the atmosphere and the potential thunderstorm. The results of the analysis of radiosonde data showed fluctuations during the observation surface variables and K index was highest in the rainy season. The method  NWP  uses four variables prediktan and 9 predictor variables. The analysis was done by reducing the dimensions of predictor variables on the horizontal dimension (grid) and the dimension of height (level) using Principal Component Analysis (PCA) and multivariate regression analysis. Weather prediction shows quite relevant results between observational data and the data indicated the alleged correlation value of 67%. Keywords:  radiosonde, Nnumerical Weather Prediction, Variable Surface, K index, Principal Component Analysis.
PERKEMBANGAN KOMUNITAS DUNIA MAYA DAN DAMPAK YANG DITIMBULKAN -, Sujarwo
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan komunitas dunia maya saat ini tidak bisa dibendung lagi, mau tidak mau kita harus melewati dan mengalaminya. Dampak yang ditimbulkan dari perkembang komunitas – komunitas yang sangat pesat sangat besar, dapat memberikan informasi yang bersifat positif dan yang bersifat negatif, tergantung penggunanya. Oleh karena itu perlu pendidikan etika, mental dan keimanan untuk memanfaatkan internet, serta pengawasan ( controlling ). Hal ini disebabkan internet dapat digunakan setiap saat, oleh siapa saja, biaya relative murah, digunakan dimana saja, informasi yang didapat cepat lengkap, tanpa adanya sensor. Bahkan sekarang dapat di manfaatkan dengan menggunakan hand phone seluler.  Termasuk didalamnya dapat digunakan untuk membuka lahan bagi usaha dan memasarkan produknya. Dampak penting yang diamati dari perkembangan Komunitas dunia maya adalah meningkatknya kesadaran untuk lebih mudah mendapatkan informasi. Masyarakat makin ingin tahu segera tentang fakta – fakta atau peristiwa – peristiwa apa yang terjadi di Indonesia bahkan diseluruh Dunia. Khususnya  orang tua tentang pemakaian pada anak – anak yang sebagaian besar menyalahgunakan komunitas ini untuk hal – hal yang negative. Kata Kunci : Internet, Informasi, Dunia Maya Abstract The development of online communities is now irreversible, like it or not we have to go through and experience. Development impacts of community is very large very fast, it can provide information that is positive and negative, depending on the users. Therefore it is necessary ethics education, mental and faith to use the internet, as well as monitoring (controlling). This is due to the Internet can be used at any time, by anyone, relatively low cost, used anywhere, quickly obtained complete information, without censorship. Even now it can be utilized by using mobile hand phone. These include can be used to clear land for business and market their products. Observed significant impacts of the development of the virtual world community is increasing awareness to more easily obtain information. Communities increasingly want to know immediately about the facts or events of what happened in Indonesia and even around the world. Especially parents about the use of the children most of abusing children is for the community  a negative thing. Keywords: Internet, Information, Virtual Worlds
PENERAPAN METODE REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA POKOK BAHASAN PERBANDINGAN SENILAI DAN BERBALIK NILAI DI KELAS VII E SMP IPIEMS SURABAYA Ningsih, Puji Rahayu
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.428 KB)

Abstract

Abstrak Masalah utama yang sering dihadapi pada pelajaran matematika adalah rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa. Diasumsikan yang menjadi penyebab dari permasalahan tersebut yaitu pendekatan pembelajaran yang dipakai selama ini masih menggunakan pendekatan tradisional yang menekankan pada latihan mengerjakan soal serta menggunakan rumus. Untuk mengatasi permasalah tersebut pada penelitian ini peneliti menerapkan salah satu metode yaitu Realistic mathematics Education (RME) pada materi pokok perbandingan senilai dan berbalik nilai. RME merupakan sebuah metode yang berangkat dari ide tentang pembelajaran dan pengajaran yang dapat memberi gambaran dengan contoh dari ilustrasi dasarnya yang didasarkan dari 5 hubungan dasar pembelajaran dan pengajaran meliputi 1) Pembelajaran matematika adalah sebuah aktivitas kontruktif, 2) Pembelajaran dari sebuah konsep atau keahlian yang penyelesaiannya membutuhkan waktu yang lebih lama dan melalui beberapa level yang berbeda dari abstraksi, 3) Pembelajaran matematika siswa dan proses mengukur pemahaman melalui refleksi pemikiran mereka sendiri, 4) Pembelajaran tidak hanya berlangsung terisolasi tetapi lebih pada konsep sosial, dan 5) Pemahaman matematika adalah tersruktur dan saling berhubungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan "One Shot Case Study Design". Adapun perangkat pembelajaran meliputi Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan Lembar kerja siswa (LKS). Berdasarkan hasil dan analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa 96 % siswa mampu menyelesaikan soal pada LKS dengan baik dan benar, dengan menggunakan cara mereka sendiri, Siswa tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pada LKS dan proses pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Kata Kunci: Penerapan, Realistic mathematics Education Abstract The main problem is often encountered in mathematics is low ability students' understanding of concepts. Assumed that the cause of these problems is the approach used for this study are still using the traditional approach that emphasizes on working on the exercises and using formulas. To overcome these problems in this study, researchers applied a method that is Realistic Mathematics Education (RME) in the subject matter and turned comparative worth of value. RME is a method that departs from the idea of
METODA PENGKONSTRUKSIAN PERSEGI AJAIB Cahyono, Hendarto
Gamatika Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebuah persegi ajaib order n adalah n dengan n matriks dengan bilangan bulat non-negatif yang berbeda dengan sifat bahwa jumlah angka dalam setiap baris, setiap kolom dan diagonal utama dan belakang sama. Jumlah ini adalah jumlah ajaib. Dalam tulisan ini kita akan membahas beberapa metode untuk membangun n2 bilangan bulat pertama yang positif untuk kotak ajaib. Metode pertama yang akan dibentuk adalah Dekomposisi Persegi Latin. Beberapa persegi ajaib dapat diturunkan secara langsung dengan metode ini. Metode lain yang juga akan dibahas adalah metode trial and error, konstruksi De La Loubére, konstruksi Strachey dan konstruksi produk. Akhirnya kami menyimpulkan bahwa untuk semua n bilangan bulat positif, n ¹ 2, dapat dibangun sebuah persegi ajaib order-n. Kata Kunci : Persegi Ajaib, Dekomposisi Persegi Latin, Konstruksi De La Loubére, Konstruksi Strachey, Konstruksi produk.   Abstract A magic square of order n is an n by n matrix with distinct nonnegative integer with the property that the sum of the numbers in each row, each column and the main and back diagonals is same. This sum is the magic sum. In this paper we will discuss some methods to construct the first n2 positive integers for magic squares. The first method that will be established is Latin square Decomposition. Some magic squares can be derived directly with this method. Other methods that also will be discussed are trial and error method, De La Loubére construction, Strachey construction, and product construction. Finally we conclude that for all positif integers n, n  2, it can be constructed a magic square of order-n. Keywords : magic square, decomposition, orthogonal Latin square, De La Loubére construction, Strachey construction, product construction.
REGRESI LINIER FUZZY PADA DATA TIME SERIES Rozaq, Abdul
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.697 KB)

Abstract

Abstrak Perkembangan teori dan aplikasi logika fuzzy cukup luas pada berbagai bidang, selain pada model regresi, teori dan aplikasi logika fuzzy juga berkembang pada metode peramalan data time series yang disebut dengan fuzzy time series. Pada penelitian ini dilakukan pengkajian dan penggabungan keunggulan dari regresi fuzzy dan metode Autoregressive (AR). Keuntungan dari menggunakan metode ini adalah dihasilkan interval (upper bound dan lower bound) pada hasil ramalan, sehingga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan baik pada kemungkinan yang terbaik atau terburuk. Kata Kunci : Konsep Fuzzy, Autoregressive, Regresi Abstract The development of the theory and applications of fuzzy logic is quite wide in various fields, in addition to the regression model, the theory and application of fuzzy logic is also developed in time series forecasting method called fuzzy time series. In this research, assessment and incorporation advantage of fuzzy regression and autoregressive method (AR). The advantage of using this method is generated interval (upper bound and lower bound) on the results of the forecast, so it can be used in decision-making in both the best and worst possibilities. Key Words : Fuzzy Concept, Autoregressive, Regression
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP -, Buhaerah
Gamatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pembelajaran konvensional matematika, umumnya peserta didik tidak diberi kesempatan yang cukup untuk mengembangkan kemampuan penalaran mereka, karena guru lebih berkonsentrasi pada kegiatan matematika yang algoritmik dan mekanik sementara kemampuan dalam memecahkan masalah secara kritis dan kreatif dan berkomunikasi adalah penting bagi peserta didik untuk mengetahui di awal seperti era informasi global sebagai yang saat ini terjadi. Pembelajaran berbasis masalah (PBL) dilakukan dalam penelitian di artikel ini, yaitu tentang salah satu pendekatan untuk memfasilitasi pembelajaran matematika peserta didik dalam belajar melalui kegiatan pemecahan masalah. Subyek penelitian adalah empat puluh enam siswa kelas 2B di SMP Negeri 2 Parepare sebuah sekolah tinggi negeri. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes yang mempertanyakan kemampuan penalaran dari lembar observasi buku harian siswa / jurnal dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan penalaran siswa. Sebagai tambahan, tanggapan siswa untuk PBL pada umumnya cukup positif. Kata Kunci : Pembelajaran berbasis masalah, Penalaran matematika Abstract In conventional teaching of mathematics, most students are not given enough opportunities to develop their reasoning ability, because teachers more  concentrate on the algorithmic  mathematical activities  and mechanical while ability to solve problems critically and creatively and to communicate is important for students to know at the outset such as the era of global information that is currently happening. Problem-based learning (or PBL for abbreviations) conducted the research in this article, which is about one approach to facilitate the learning of students in learning mathematics through problem-solving activities. Subjects  this research were forty-six students of class 2B in SMP Negeri 2 Parepare a state high school. The instrument used in this study is a test that questioned the reasoning abilities of observation sheet student diaries / journals and interviews. The results of research show  that the applied learning model is effective in improving student’s  reasoning abilities. In addition, the response of students to PBL are generally quite positive. Keywords: problem-based learning, mathematical reasoning
PETA KONSEP (MIND MAPPING) DALAM PEMBELAJARAN STRUKTUR ALJABAR Yuniati, Suci
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.658 KB)

Abstract

Abstract Tulisan ini merupakan hasil dari kajian teori mengenai penggunaan peta konsep dalam pembelajaran struktur aljabar. Penggunaan peta konsep merupakan salah satu strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa seluas-luasnya untuk mengembangkan diri. Peran guru/dosen sebagai pemberi ilmu, berubah menjadi fasilitator yang mengfasilitasi mahasiswa untuk belajar dan membangun pengetahuannya sendiri. Mahasiswa sendirilah yang harus membentuk pengetahuan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya bukan sekedar memperoleh dengan jalan menghafal. Selain itu, peta konsep merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan oleh guru/dosen untuk membimbing mahasiswa menyusun konsep-konsep yang telah dipelajari agar terlihat keterkaitannya satu sama lainnya. Ada beberapa langkah yang harus diikuti dalam menyusun peta konsep pada mata kuliah struktur aljabar yaitu: 1) mengambil salah satu materi-materi yang ada dalam mata kuliah struktur aljabar yaitu materi grup, 2) menentukan konsep-konsep yang relevan pada materi grup yaitu struktur aljabar, himpunan, grupoid, semigrup, monoid, grupdan grup abelian, 3) mengurutkan konsep-konsep dari yang paling inklusif ke yang paling tidak inklusif yaitu urutan konsepnya himpunan-Struktur aljabar-Grupoid-Semigrup-Monoid-Grup-Grup Abelian, 4) menyusun konsep-konsep yang didapat di atas kertas, mulai dengan konsep yang paling inklusif di puncak ke konsep yang paling tidak inklusif. dan 5) menghubungkan konsep-konsep di atas dengan kata-kata penghubung. Kata Kunci: pembelajaran, peta konsep, struktur aljabar Abstract This paper is the result of a theoretical study on the use of concept maps in learning algebra structure. Using concept maps is one of the learning strategies that provide opportunities for students as far as possible to develop themselves. The role of teachers/lecturers as the giver of knowledge, the role of facilitator is facilitating students to learn and construct their own knowledge. Students must establish knowledge based on prior knowledge, not just from memorization. In addition, the concept map is one of the strategies that can be used by teacher / lecturers to guide the students to formulate the concepts they have learned by considering relations to each other. There are several steps that must be followed in preparing a concept map on the algebra structure,they are: 1) take one of the materials in the algebra structure materiasl group, 2) define the concepts that are relevant to the materials of the structure algebra group: set, group, semi group, monoid, group and group abelian, 3) sort the concepts from the most inclusive to the least inclusive concept that sequence-structure set-semi group- Groupoid-Monoid-Group-Grup Abelian, 4) develop concepts obtained on paper, starting with the most inclusive concepts at the top to least inclusive concepts, and 5) connect the concepts above with connecting words. Keywords: learning, concept maps, and algebraic structures

Page 8 of 20 | Total Record : 200