cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Gamatika
ISSN : 20876262     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
SELF REGULATED LEARNING MAHASISWA MATEMATIKA UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG Asmarani, Dewi
Gamatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program studi matematika merupakan program utama  S1 yang diadakan oleh Universitas Kanjuruhan Malang. Mahasiswa program studi matematika merasa sangat terbebani karena harus menyelesaikan S1 dalam empat tahun. Oleh karena itu, mereka memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan harus mengelola diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami self-regulated learning (SRL) mahasiswa program studi Matematika, dan dinamika dari itu. Fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Wawancara secara menyeluruh, observasi dan catatan lapangan digunakan untuk mengumpulkan data dari tiga responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden menggunakan self-regulated learning untuk memecahkan masalah akademik dan non-akademik. Namun masing-masing digunakan dengan cara mereka sendiri untuk mengelola waktu mereka, serta lingkungan fisik dan sosial. Penggunaan SRL dipengaruhi oleh faktor internal (faktor kepribadian, penetapan tujuan, kebiasaan efektif) dan faktor eksternal (faktor lingkungan). Kata Kunci: Self-Regulated Learning (SRL), Mahasiswa   Program Studi Matematika Abstract Mathematics  study program  is the main program  organized by  the University  S1  Kanjuruhan  Malang.  Student of  mathematics  feel very burdened because  S1  must be  completed  within  four years.  Therefore, they have a lot  of work to do  and have to manage  themselves. The purpose of this study was  to understand the  self-regulated learning (SRL) student of Mathematics, and the dynamics of it. Phenomenology is used  in this  research. Thorough  interview,  observations  and field notes were used to collect  data  from three  respondents.  The results  research showed  that all  respondents  use self-regulated learning  to  solve the problem of academic and non-academic. However, each used  their own ways  to  manage  their time,  as well as the  physical and social environment.  Use of  SRL  is influenced by  internal factors  (factors  of personality, goal setting,  effective  habits)  and  external factors (environmental factors). Keywords: Self-Regulated Learning (SRL), Student Mathematical Studies Program
APLIKASI PETRI NET PADA SISTEM PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA ASKES DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. HAULUSSY AMBON Lesnussa, Yopi Andry; Tutupary, Filiany S.
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.298 KB)

Abstract

Abstrak Salah satu bentuk pelayanan dalam masyarakat adalah pelayanan kesehatan. Contoh pelayanan kesehatan dalam masyarakat adalah pelayanan rawat jalan pada rumah sakit khusus untuk pasien peserta Askes. Permasalahan antrian yang terjadi pada pelayanan pasien rawat jalan dapat dimodelkan dengan menggunakan Petri Net. Petri Net akan memodelkan antrian dalam sistem pelayanan ke dalam bentuk diskrit. Dalam tulisan ini akan dibuat model Petri Net dari antrian dalam sistem pelayanan pasien rawat jalan RSUD Dr. Haulussy Ambon untuk mendapatkan matriks representasinya. Kata Kunci : Petri Net, Antrian, Matriks Representasi Abstract One form of service in society is health care. Example health services in society is service outpatient the hospital specifically to by participants askes. Problems a queue happened to service an outpatient can modeled by using petri dish the net. Petri dish net will model a queue in service system into the form of discrete. In his will be built model petri dish net of a queue in service system an outpatient rsud dr. Haulussy ambon to get matrix representasinya. Key words : Petri Net, Queue, Matrix Representation
KAJIAN KONVERGENSI BARISAN RUANG NORM-(n-1) DENGAN Masruroh, Faridatul; Apriliani, Erna; -, Sadjidon
Gamatika Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penjelasan mengenai ruang norm telah banyak dikaji oleh para matematikawan. Baik kajian dalam ruang norm, ruang norm-2, dan ruang norm-n. Kajian tentang ortogonalitas dalam ruang norm diilhami oleh Ruang hasil kali dalam. Definisi ortogonalitas dalam ruang norm juga telah banyak dikembangkan oleh para matematikawan. Pada paper ini, dengan menggunakan aspek ortogonalitas dijelaskan bahwa jika terdefinisi suatu ruang norm-n maka ruang norm-(n-1) terdefinisi dengan      n ≥ 2. Berikutnya dikaji konvergensi barisan ruang norm-(n-1). Kata kunci: Ortogonalitas, Ruang norm-n, Ruang norm-(n-1)   Abstract A description of the space norm has been widely studied by mathematicians. Both studies within the norm, a norm-2, and a norm-n. Studies on orthogonality in space norm is inspired by the inner product space. The definition of orthogonality in space norm also been developed by mathematicians. In this paper, by using the orthogonality aspects explained that when defining a space of norm-n the space norm-(n-1) defined by n ≥ 2. Next examined convergence sequence space norm-(n-1).   Keywords: Orthogonality, norm-n Space, Space norm-(n-1)  
PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU DARI TINGKAT IQ Rohmatin, Dian Novita
Gamatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.183 KB)

Abstract

Abstract Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah ditinjau dari tingkat IQ. Karena itu penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berpikir kritis pada penelitian ini mengacu pada berpikir kritis dengan kriteria FRISCO. Pada penelitian ini diambil 3 subjek penelitian, yaitu satu subjek pada setiap kategori IQ di atas normal, normal, dan di bawah normal. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan wawancara. Secara umum hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: IQA, subjek dengan IQ di atas normal, mengetahui fokus dalam tiap-tiap tahap pemecahan masalah,alasan serta proses inferensinya dalam menentukan fokus tersebut. Ia juga mengetahui situasi yang dihadapi, menjelaskan istilah yang disebutkan dan memeriksa kembali pemikirannya pada tahap memahami masalah saja. IQN, subjek dengan IQ normal, hampir sama dengan IQA, ia mengetahui fokus dalam tiap-tiap tahap pemecahan masalah, alasan serta proses inferensinya dalam menentukan fokus tersebut. Ia juga menjelaskan istilah yang disebutkan dan memeriksa kembali pemikirannya. Namun pada tahap membuat rencana ia belum memahami situasi sehingga ia belum mengetahui secara detail proses menjawabnya. Sedangkan IQB, subjek dengan IQ di bawah normal, mengalami kesulitan untuk memahami masalah yang disajikan sehingga berpengaruh terhadap penyelesaian yang ia berikan. Kata kunci : Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah dan IQ. Abstract The purpose of this study is to describe critical thinking profile of students in solving problems in terms of IQ level. Therefore, this study included a descriptive study with a qualitative approachment. Critical thinking in this study refers to the criteria of critical thinking FRISCO. In this study, there are three subjects, one subject in each category above normal, normal, and below normal IQ. Collecting data by tests and interviews. In general, the results are: IQA, subjects with above-normal IQ, knowing the focus in each stage of problem solving, reason and his inference process in determining focus. He also knows the situation, explain the terms mentioned and checking back his thoughts just in the stage of understanding the problem. IQN, subjects with normal IQ, almost equal to the IQA, she knows a focus in every stage of problem solving, reason and her inference process in determining focus. She also describes the terms mentioned and checking back her thoughts. But in making a plan she hasn
PROFIL BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MEMECAHKAN MASALAH NILAI DAN VEKTOR EIGEN DITINJAU DARI PEMETAAN KEMAMPUAN ALJABAR Rahmatin, Dian Novita
Gamatika Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.679 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah ditinjau dari tingkat kemampuan aljabar. Karena itu penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berpikir kritis pada penelitian ini mengacu pada berpikir kritis dengan kriteria FRISCO. Pada penelitian ini diambil 3 subjek penelitian, yaitu satu subjek pada kemampuan aljabar tinggi rendah, dan sedang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan wawancara. Secara umum hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: T mengetahui fokus, alasan, situasi dan kejelasan dalam tiap-tiap tahap pemecahan masalah. Ia juga menjelaskan inferensinya pada setiap tahap pemecahan masalah Polya, kecuali pada tahap melaksanakan rencana. T tidak memeriksa kembali pemikirannya hanya pada tahap memahami masalah saja. S, pada langkah pemecahan masalah ia tidak melaksanaan langkah terakhir yaitu memeriksa kembali, sehingga prifil berpikir kritisnya pada langkah ini tidak dapat dideskripsikan. Sementara untuk tiga tahap pemecahan masalah sebelumnya, S mengetahui fokus, alasan, inferensi, dan kejelasannya. Namun ia tidak dapat menjelaskan situasi pada saat ia melaksanakan rencana. R mengetahui focus, alasan dan memeriksa kembali pada setiap langkah pemecahan masalah Polya. Namun inferensi hanya mampu ia jelaskan pada tahap melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, kejelasan hanya diberikan pada saat membuat rencana dan memeriksa kembali. Sementara situasi dijelaskan pada setiap langkah pemecahan masalah, kecuali pada langkahmelaksanakan rencana. Kata kunci : Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah dan Kemampuan Aljabar. Abstract The purpose of this study is to describe critical thinking profile of students in the problem solving in terms of ability algebraic. Therefore, this study included a descriptive study with a qualitative approachment. Critical thinking in this study refers to the critical thinking FRISCO criteria. In this study, 3 subjects taken, ie one subject to the ability of high-algebra, low, and medium. Data was collected by way of tests and interviews. In general, the results obtained from this study are: T know the focus, reason, and clarity of the situation in each stage of problem solving. It also describes the inference at each stage of Polya problem solving, but at this stage of implementing the plan. T did not check back on stage thinking only understand the problem alone. S, the troubleshooting steps he was not carrying out the last step is to re-examine, so prifil critical thinking on this step can not be described. As for the previous three stages of problem solving, S knows the focus, reason, inference, and clarity. But he could not explain the situation when he was carrying out the plan. R determine focus, reason and check back at every step Polya problem solving. But the inference is only able to explain the stages of carrying out his plans and check again, clarity is given only at the time of making a plan and check back. While the situation described in each problem-solving step, except on langkahmelaksanakan plan. Key Word : Critical Thinking, Solving, IQ Problem
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X3 SMA NEGERI 8 PEKANBARU Solfitri, Titi; Rahmania, Indah
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian percobaan ini menggunakan Penerapan Pembelajaran Kooperatif. Object dari penelitian ini adalah mengidentifikasi efektifitas dari Pembelajaran Kooperatif dalam belajar Matamatika. Samle yang digunakan dalam penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran kooperatif dengan tipe Team Assisted Individualization lebih efektif dalam belajar matematika daripada metode lama. Pembelajaran kooperatif dengan tipe Team Assisted Individualization mengindikasikan bahwa siswa lebih aktif dalam belajar untuk menyelesaikan masalah akan meningkatkan kemampuan matematika mereka secara efektif. Kata Kunci : kooperatif, TAI   Abstract This trial recearch using the Application of Cooperative Learning. Object of this study is to identify the effectiveness of Cooperative Learning in learning math. Samle used in this study was a class X student of SMAN 8 Pekanbaru. The results showed that cooperative learning with Team Assisted Individualization type of learning mathematics more effectively than the old method. Cooperative learning with Team Assisted Individualization type indicates that students are more active in learning to solve problems will improve their math skills effectively. Keywords: kooperatif, TAI
ANALISIS PEMIKIRAN MATEMATIKA DALAM PERMAINAN CONGKAKUNTUK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK Roza, Yenita; Solfitri, Titi; Siregar, Sarifah Nur
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan karakter melalui sekolah, tidak semata-mata pemberian pengetahuan, tetapi  penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur. Salah satu budaya yang berkembang di masyarakat dan sangat dekat dengan peserta didik adalah permainan (rakyat).  Biasanya permainan rakyat menggunakan alat-alat yang masih sederhana yang mudah diperoleh dan ada di sekitar masyarakat setempat. Hal ini sangat sesuai dengan pendidikan matematika realistik Indonesia yang menggagaskan bahwa pembelajaran matematika harus merupakan ‘realitas’ yang dekat dengan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pemikiran matematika dan kandungan nilai karakter pada permainan congkak yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Penelitian inidimulai dengan mengamati permainan congkak secara teliti yang dimainkan oleh peserta didik sekolah SD 018 Teluk Kenidai Kabupaten Kampar. Hasil pengamatan dijadikan dasar untuk melakukan analisis pemikiran matematika dan kandungan nilai karakter dalam permainan congkak. Hasil analisis menunjukan permainan congkak dapat digunakan untuk pengembangan karakter dalam pembelajaran matematika realistik untuk topik aritmatika di kelas 2,3 dan 4 sekolah dasar. Kata Kunci: permainan congkak, pendidikan karakter bangsa, pembelajaran matematika realistic Abstract Character education through school, not merely the provision of knowledge, but the cultivation of moral, ethical values​​, aesthetic, noble manners. One culture that developed in the community and very close to the students is the game (the people). Usually folk games using the tools that are simple, easy to obtain and there around the local community. This is in accordance with Indonesia realistic mathematics education which put forward the learning of mathematics that should be a 'reality' which is close to the learner. This study aims to analyze the mathematical thinking and gynecology conceited character values ​​in a game that can be used in teaching mathematics. Research inidimulai by observing carefully cavalier game played by 018 elementary school students Kenidai Bay Kampar regency. Observations used as the basis for mathematical thinking, and content analysis of the value of the character in the game cocky. The results of the analysis showed cavalier game can be used for the development of realistic characters in learning mathematics to arithmetic topics in class 2,3 and 4 elementary schools. Keywords: game cocky, national character education, learning mathematics realistic  
ANALISIS TENTANG GRAF PERFECT AH, Nurul Imamah
Gamatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.353 KB)

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan kemajuan teknologi maka ilmu matematika juga semakin berkembang, salah satu analisis matematika khususnya metode graf yang perlu dikembangkan adalah analisis mengenai graf perfect. Graf perfect adalah suatu graf yang memiliki bilangan chromatik  dan bilangan clique yang sama. Bilangan khromatik adalah bilangan terkecil pada pewarnaan yang diberikan pada titik-titik yang dimiliki graf G sedemikian sehingga untuk setiap dua titik yang terhubung langsung mendapatkan warna yang berbeda. Sedangkan bilangan Clique adalah order maksimum dari subgraf komplit yang dapat dibentuk dari suatu graf G dengan order dari G adalah banyaknya titik yang dimiliki oleh graf G. Berdasarkan pembahasan pada artikel ini maka diperoleh bahwa graf kosong, graf komplit, graf bipartite komplit, graf sikel genap, dan graf lintasan adalah graf perfect karena masing-masing graf tersebut memiliki bilangan chromatik  dan bilangan clique yang sama. Kata kunci: Graf, Graf Perfect, bilangan Clique, bilangan Chromatik Abstract As  technology advances  the development of mathematics  is also growing, one of mathematical analysis particularly method graph that needs to be developed is the analysis of the perfect graph. Perfect graph  is a graph  that has chromatik numbers and numbers of  the same clique . Numbers khromatik is the smallest number in  a given coloring dots owned graph G such that for every two points are  connected directly  to get  different colors. While the  number Clique  is  the maximum  order  of  a complete  subgraph which  can be formed of a graph G with the order of G is the number of dots that are owned by the graph G. Based on the discussion  in this article  is obtained  that the empty  graph,  complete  graph,  complete  bipartite  graph,  graph  sikel even, and the graph  trajectory  is a graph perfect  for each graph has chromatik  numbersand  numbers  of the same  clique . Keywords: Graf, Graf Perfect, Clique numbers, numbers Chromatik
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA MATERI STATISTIKA DI KELAS IX SMP -, Buhaerah
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Produk yang dikehendaki dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran berdasarkan masalah yang memenuhi kriteria sahih, praktis, dan efektif. Produk tersebut terdiri dari lima komponen, yaitu: rencana pelaksanaan pembelajaran, buku siswa, lembar kerja siswa, buku petunjuk guru dan tes hasil belajar. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar kesahihan perangkat, lembar pengamatan aktivitas siswa, lembar pengamatan kemampuan guru mengelola pembelajaran, angket respon siswa, lembar pengamatan keterlaksanaan perangkat dan instrumen tes hasil belajar. Proses pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model four-D yang meliputi 4 tahap, yaitu: (1) tahap pendefenisian, (2) tahap perancangan, (3) tahap pengembangan, (4) tahap penyebaran. Pada penelitian ini uji coba dilakukan sebanyak satu kali. Uji coba dilakukan pada kelas IX4 SMPN 3 Parepare. Hasil yang diperoleh pada uji coba tersebut, yaitu: (1) perangkat pembelajaran berdasarkan masalah sudah praktis, tetapi masih terdapat saran pengamat yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kepraktisan perangkat pembelajaran tersebut, (2) perangkat pembelajaran berdasarkan masalah sudah efektif karena telah memenuhi 3 dari 4 indikator keefektifan, yaitu: ketuntasan klasikal hasil belajar telah tercapai, kemampuan guru mengelola pembelajaran berada pada kategori tinggi dan respon siswa berada pada kategori positif. Dengan mengikuti tahap pengembangan tersebut, diperoleh perangkat pembelajaran berdasarkan masalah yang memenuhi kriteria sahih, praktis, efektif. Kata Kunci: Perangkat pembelajaran berdasarkan masalahan yang memenuhi kriteria sahih, praktis dan efektif.   Abstract This research is developmental research. Desired product of this research is problem based learning tools that meet the criteria of valid, practical, and effective. The product consists of five components: learning implementation plan, the student books, student worksheet, teacher guide and achievement test. The instruments used in this research is the validity of the sheet, student activity sheets observation, observation sheet teacher's ability to manage learning, students questionnaire responses, observations sheets materializing devices and instruments achievement test. The process of developing learning tools using four-D models that include 4 stages, namely: (1) phase defining, (2) the design phase, (3) the development stage, (4) phase of deployment. In research trials conducted once. Tests performed on class IX4 SMPN 3 Parepare. The results obtained in these trials, namely: (1) problem-based learning tools are practical, but there are suggestions that need to be observers to enhance the practicality of learning devices, (2) problem-based learning tools have been effective because it has met 3 of 4 effectiveness indicators, namely: classical completeness learning outcomes have been achieved, the ability to manage learning teacher at the high category and the students' responses are positive in the category. By following the development phase, obtained by the problem-based learning that meets the criteria of valid, practical, effective. Keywords: problem based learning tools that meet  the criteria of valid, practical and effective
MODEL SPASIAL SURVIVAL WEIBULL–3P DENGAN PENDEKATAN BAYESSIAN DAN APLIKASINYA PADA WINBUGS Aksioma, Diaz Fitra
Gamatika Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

    Abstrak Model survival merupakan suatu pendekatan statistika yang seringkali diaplikasikan dalam berbagai bidang, misalnya bidang kesehatan, biologi dan bahkan dalam bidang politik. Model tersebut tidak hanya digunakan untuk menentukan faktor-faktor apa saja yang dominan mempengaruhi terjadinya suatu peristiwa/event akan tetapi juga mampu mengidentifikasi factor resiko berdasarkan perubahannya terhadap waktu. Seringkali, terjadinya suatu event juga dipengaruhi oleh lokasi dimana event tersebut terjadi. Prior CAR selanjutnya digunakan untuk memunculkan autokorelasi spasial pada efek random/frailty pada model survival tersebut. Distribusi eksponensial dan weibull-2p seringkali muncul sebagai distribusi dari waktu survival pada beberapa penelitian. Penelitian ini membahas tentang bagaimana distribusi weibull-3p digunakan sebagai distribusi dari waktu survival dalam model spasial survival beserta code programnya dalam opensource WinBUGS. Kata kunci: model survival, event, prior CAR, frailty, weibull-3p, spasial survival dan WinBUGS. Abstract Survival model is a statistical approach that is often applied in many fields, such as health, biology and even in politics. The model is not only used to determine what factors influence the predominant occurrence of an event but will also be able to identify the risk factors based on changes through time. Often, the occurrence of an event is also influenced by the location where the event occurred. Prior CAR then used to bring the effects of spatial autocorrelation in random / frailty in the survival models. Exponential distribution and Weibull-2p often occur as the distribution of survival time in some studies. This study discusses how Weibull-3p distribution is used as the distribution of the survival time and their survival in the spatial model code opensource program in WinBUGS. Keywords: models of survival, event, prior CAR, frailty, Weibull-3p, spatial survival and WinBUGS

Page 11 of 20 | Total Record : 200