cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
ENGINEERING
ISSN : 20873859     EISSN : 25498614     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journals that publish scientific articles from various engineering / engineering disciplines namely mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering. Articles published in the Engineering Journal include the results of original scientific research (top priority), scientific review articles that are new (not priority), or comments or criticisms of scientific writings published by the Engineering Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
RANCANGAN ALAT BANTU PEMUPUK BAWANG MERAH YANG ERGONOMIS SEBAGAI UP AYA MENGURANGI KELUHAN Studi Kasus Kelompok Tani "Bina Tani Mandiri” Desa Dukuhwringin, Wanasari, Brebes Asfuri, Hadi; ., Siswiyanti; Luthfianto, Saufik
ENGINEERING Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.43 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perancangan suatu alat sesuai dengan aspek ergonomi untuk mengurangi keluhan kerja pada proses pemupukan bawang merah.. Perancangan alat ini menggunakan pendekatan anthropometri untuk merancang sebuah alat yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tani bawang merah. Hasil dari penelitian ini, yaitu dengan menggunakan perhitungan percentile P95 diperoleh rancangan yang lebih ergonomis. Adapun ukuran rancangan yang didapat dalam pembuatan alat bantu pemupukan bawang merah adalah dengan pendekatan anthropometri dengan lebar : 31,24 cm dan Tinggi : 52,32 cm. Hasil perbandingan alat baru dan alat lama dihasilkan tingkat keluhan yang mengalami penurunan, dibandingkan menggunakan alat lama dengan membandingkan bagian tubuh yang sering mengalami sakit.Kata Kunci : Perancangan, Anthropometri, Percentile, Ergonomi, Musculosceletal
EVALUASI SPEKTRUM VIBRASI KERUSAKAN MISSALIGMENT SHAFT DAN NILAI INVESTASI BALANCING SHAFT PADA BOOSTER PUMP BFP Surindra, M. Denny
ENGINEERING Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.435 KB)

Abstract

Bekerjanya booster pump menimbulkan gaya vibrasi. Gaya vibrasi yang berlebihan merupakan permasalahan kontak mekanik diantara elemen-elemen yang bergerak rotasional seperti akibat putaran shaft yang tidak center (missaligment), putaran dari massa yang tidak seimbang (unballance mass), dan juga karena kerusakan bantalan (bearing fault). Tujuan paper ini untuk mendapatkan nilai investasi balancing shaft agardidapatkan analisa perhitungan ekonomi yang menguntungkan tanpa menghilangkan unsur kehati-hatian. Disamping itu sebelum analisis ekonomi dilakukan, tahapan-tahapan investigasi terhadap semua aspek yang dapat menyebabkan vibrasi tinggi pada booster pump dilakukan kajian terlebih dahulu, dimana tahapan investigasi tersebut akan menemukan penyebab yang sebenarnya bagaimana dapat terjadi vibrasi yang sangat tinggi pada booster pump di sistem boiler feed pump. Metode penelitian dengan carapengambilan data spektrum vibrasi sehingga  didapatkan data vibrasi overall dan trending analysis, kemudian menentukan frekuensi vibrasi shaft dan mengukur balancing dengan run-out check. Untuk lebih memfokuskan pada akar permasalahan digunakan fish bone diagram. Penyebab vibrasi booster pump adalah shaft bending dengan bukti data test run-out check. Perhitungan analisis NPV dan IRR menunjukan bahwa investasi balancing shaft lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan penggantian shaft dan pembelian motor booster pump baru.Keyword:Spektrum vibrasi, Missaligment shaft, Booster pump, BFP.
PERANCANGAN NOSSEL DAN SISTEM PERPIPAAN PADA TURBIN PELTON Prihastuty, Endang; Fahmadi, Heru Dwi
ENGINEERING Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.042 KB)

Abstract

Turbin Pelton merupakan salah satu jenis turbin air yang cocok untuk daerah yang mempunyai tinggi jatuh (head) yang tinggi. Berdasarkan debit air dan head yang tinggi dari pompa yang ada, maka direncanakan sebuah rancang bangun turbin air jenis Pelton dalamskala laboratorium untuk pengujian. Dimana untuk memperoleh putaran dan daya yang maksimal, dilakukan perencanaan nossel dan system perpipaan.Berdasarkan potensi head yang berasal dari pompadidapatkan hasil perencanaan diameter jet dari nossel sebesar 12 mm. Turbin Pelton memakai system 2 nossel dari bahan paduan Aluminium Al 6061-T6 dan Brass 360 yang menghasilkan kecepatan relative terhadap mangkok sebesar 12,56 m/s. Peralatan pengujian turbin Pelton memakai system perpipaandari bahan Polyvinil chloride (PVC) berdiameter 25,4 mm dengan head loss total sebesar 7,4 m.Kata Kunci :Turbin Pelton, Head, Nossel, Pipa
PENGARUH SUDUT NOZEL TERHADAP HASIL SERBUK LOGAM DENGAN METODE ATOMISASI Sidiq, M. Fajar
ENGINEERING Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.272 KB)

Abstract

Dalam proses pengerjaan logam yang dikenal saat ini antara lain proses permesinan,proses pengecoran, forging, rolling, dan masih banyak proses lainnya, metalurgi serbuk ( powder metallurgy ) adalah salah satu proses pengerjaan logam yang sudah dikenal saat ini. Semua jenis logam secara teoritis dapat dibuat menjadi serbuk, hanya beberapa jenis logam yang dimanfaatkan dalam pembuatan benda jadi. Atomisasi dapat didefinisikan secara sederhana proses memecah cairan logam yangjatuh dengan pancaran bertekanan tinggi dari fluida air atau gas yang disebut “ Water Atomisation ” atau “ Gas Atomozation “, umumnya menggunakan dua fluida untuk atomisasi. Penggunaan gaya sentrifugal untuk memecahkan aliran logam cair disebut “Sentrifugal Atomozation “. Atomisasi dalam ruang vakum disebut “ vacuum” atau “ Soluble-gas Atomization”.Penggunaan Energi Ultrasonik Untuk efek memecah aliran disebut “ Ultrasonik Atomozation “. Hasil pengujian pembuatan serbuk dengan metode atomisasi air dihasilkandiameter serbuk rata-rata sudut nosel 600sebesar 748.8206 m, sedangkan diameter ratarata serbuk dengan sudut nozel 500 sebesar 832.5306 m.Hasil pengujian ini menunjukan bahwa semakin naik sudut nosel maka serbuk yang dihasilkan semakin kecil.Kata kunci : Serbuk logam, Atomisasi, Alumunium
OPTIMALISASI IGNITION TIMING PADA PENGGUNAAN E–100 DAN PISTON MODIFIKASI GM.1–54/50/13 ., Gunawan; Wibowo, Agus; Shidiq, M. Agus
ENGINEERING Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.393 KB)

Abstract

Beberapa tahun yang akan datang dunia akan mengalami krisis bahan bakar minyak, dan salah satu alternatif bahan bakar yang dapat digunakan adalah alkohol fuel grade/etanol (Billah, 2009 : 24). Alkohol memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan bensin karena angka oktan Alkohol sebesar 108 dan dapat bekerja pada rasio kompresi yang lebih tinggi(Muku & Sukadana, 2009 : 26). Pada umumnya penggunaan bahan bakar alkohol masih membutuhkan campuran bensin. Pada penelitian kali ini digunakan bahan bakar alkohol tanpa campuran bensin, bahan bakar ini disebut E – 100 (100 % alkohol). Karena E–100(etanol/alkohol) memiliki nilai oktan yang lebih tinggi dari bensin, maka perbandingankompresi dan ignition timing mesin empat langkah harus disesuaikan (karena pada umumnya mesin sepeda motor empat langkah dirancang menggunakan bensin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan kompresi dan ignition timingterhadaptorsi, daya dan Spesific Fuel Consumption (Sfc) Honda Vario 110 cc pada saat menggunakan  E–100. Variabel bebas pada penelitian ini adalahignition timing, dan variabel terikatnya adalah torsi, daya dan Spesific Fuel Consumption (Sfc). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dimana terdapat perlakuan berupa : modifikasi padatonjolan sensor pengapian (Pick Up - Pulser/Triger) sehingga ignition timing dapatdivariasikan. Terdapat 8 (delapan) sampel ujicoba yaitu : sampel – 1 (bahan bakar Pertamax 92, kompresi 10 : 1 dan ignition timing 15 BTDC), sedangkan pada saat menggunakan E –100 perbandingan kompresi disetel 13 : 1 dantiming pengapian disetel 10 BTDC (sampel –2), 15 BTDC (sampel – 3), 20BTDC (sampel – 4), 25BTDC (sampel – 5), 30BTDC (sampel – 6), 35°BTDC (sampel – 7) dan 40°BTDC (sampel – 8). Perbandingan kompresi13 : 1 dicapai dengan modifikasi pada kepala piston sehingga volume kepala piston menjadi 3,5 cm³ (piston GM.1–54/50/13), dengan menggunakan piston ini tekanan silinder dapat mencapai 170 psi (11.95 kg/cm 2). Berdasarkan pengujian dan perhitungan, daya optimal diperoleh denganignition timing disetel 37,65BTDC, sedangkan Sfc optimal diperoleh denganignition timing disetel 25,5BTDC.Kata kunci : etanol, kompresi, piston, ignition timing, torsi, daya
Pengaruh Perawatan Terdapat Kuat Tekan Beton Hermawan, Okky Hendra
ENGINEERING Vol 16, No 1 (2018): In Press April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.617 KB)

Abstract

Beton memiliki sifat dasar, yaitu kuat terhadap tegangan tekan dan lemah terhadap tegangan tarik. Selain sifat dasar tersebut, beton juga memiliki sifat kekedapan dan keawetan. Sifat-sifat ini sangat dipengaruhi oleh Bahan penyusun beton Pengerjaan beton Perawatan beton Umur Beton. Metode penelitian ini adalah pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tekan beton Kuat tekan beton hasil analisa menggunakan nilai rata-rata yaitu beton perawatan laboratorium dengan nilai K’bL  =  380.32 kg/cm2  >   300 kg/cm2, beton perawatan lapangan adalah K’bF  =  299.05 kg/cm2    300 kg/cm2 dan  beton tanpa perawatan adalah  K’bU  =  269.21 kg/cm2  <   300 kg/cm2 . Kuat tekan beton hasil analisa menggunakan regresi yaitu beton perawatan laboratorium adalah K’bL  =  379.38 kg/cm2   >   300 kg/cm2 ,beton perawatan lapangan adalah K’bF  =  296.67 kg/cm2     300 kg/cm2 dan beton tanpa perawatan yaitu  K’bU  =  277.61 kg/cm2   <   300 kg/cm2 Kunci : Perawatan, Kuat Tekan, Beton
OPTIMASI JALUR DISTRIBUSI GAS LPG DARI AGEN PT. CAS KE PANGKALAN DENGAN PENDEKATAN ALGORITMA DJIKSTRA ,, Jazuli; Izzhati, Dwi Nurul; Rokhmah, Nelli
ENGINEERING Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.846 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang optimasi jalur transportiasi atau distribusi LPG dari Agen ke Pangkalan untuk mendapatkan rute tercepat dan terpendek. Pendekatan yang digunakan untuk optimasi rute transportasi distribusi ini menggunakan Algoritma Djikstra. Ada tiga kelompok distribusi yang dilakukan untuk menjangkau seluruh pangkalan yang ada. Dari hasil iterasi Algoritma Djikstra didapatkan kelompok A jarak sebesar 10,4 km 36 menit,  kelompok B jarak sebesar 63,5 km, waktu 146 menit, kelompok C jarak 20,1 km, waktu 60 menit, atau mampu memangkas jarak sebesar 9,1 km dan waktu 32 menit. Kata Kunci : optimasi, transportasi, distribusi, algoritma djikstra
PENGGUNAAN LOGARITMA PADA PENENTUAN LAJU REAKSI PENCAMPURAN MINYAK JARAK DAN AIR Wibowo, Agus; Cahyani, Indah Eko
ENGINEERING Vol 9, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1647.039 KB)

Abstract

Laju reaksi dapat dipergunakan untuk memprediksi kebutuhan bahan pereaksi dan produk reaksi tiap satuan waktu, dan dapat juga dipergunakan untuk menghitung kebutuhan energi untuk produksi hidrogen. Persamaan laju reaksi diperoleh melalui eksperimen, dan tidak bisa hanya dilihat dari persamaan reaksinya saja. Dengan pengukuran jumlah kosentrasi minyak jarak dan kosentrasi air pada perbandingan tertentu serta jumlah kosentrasi hasil reaksi, persamaan laju reaksi dapat diperoleh dengan menggunakan sifat logaritma. Teori perbandingan pencampuran antara minyak jarak dengan air dapat diperoleh dari rumus kimia minyak jarak dan air. Adapun kandungan minyak jarak terdiri dari bermacam asam yang menyusunnya. SehinggaPenelitian ini didesain untuk mencari persamaan laju reaksi, enengi yang diperlukan untuk reaksi serta mencari perbandingan yang optimal campuran minyak jarak dan air. Eksperimen menggunakan variasi perbandingan 1:1, 1:1,5, 1:2 dan 1:3 antara minyak jarak dengan air yang diberi katalis Cu dan dipanaskan pada suhu rata-rata 700oC pada pemanas 1 dan suhu rata-rata 700oC pada pemanas 2 serta pada katalis dengan suhu ratarata 300oC.dan dengan menggunakan sifat logaritma hasil yang diperoleh yaitu persamaan laju reaksi v = 0,0081[M]0,1133.[A]-0,1714Kata Kunci: Logaritma, Hidrogen reformer, Laju reaksi
PENGARUH INHIBITOR KOROSI TERHADAP LAJU KOROSI INTERNAL PIPA Sidiq, M Fajar; ,, Soebyakto; Shidiq, M Agus
ENGINEERING Vol 9, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1663.315 KB)

Abstract

Minyak bumi adalah suatu senyawa hidrokarbon dengan unsur utama karbon dan hidrogen, serta bahan ikutan lainya seperti nitrogen, sulfur, dan oksigen. Minyak mentah (crude oil) hasil dari sumur tersebut mempunyai kandungan air yang sangat besar, dan juga komponen-komponen lain berupa pasir, garam-garam mineral, aspal, gas CO2 dan H2S, dapat menyebabkan korosi dan dapat menyebabkan terjadinya kebocoran pada pipa minyak bumi.. Jenis pipa minyak bumi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah tipe ERW / API 5L X ? 42. Untuk menghambat dan mengurangi laju korosi maka dipergunakan inhibitor korosi. Inhibitor yang dipergunakan adalah Natrium Asetat dengan tiga variasi konsentrasi yang berbeda. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa inhibitor Natrium Asetat dengan konsentrasi 0,15% menghasilkan laju korosi yang paling rendah. Hal ini membuktikan bahwa inhibitor korosi mampu memperlambat laju korosi yang terjadi pada material dengan salah satu caranya yaitu membuat pasif permukaan logam.Kata kunci : pipa minyak bumi, korosi, inhibitor korosi
KONDUKTOR ALUMUNIUM PADA SISTEM GROUNDING Wilis, Galuh Renggani
ENGINEERING Vol 9, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1652.114 KB)

Abstract

Grounding adalah sistem pengamanan terhadap perangkat perangkat yang mempergunakan listrik sebagai sumber tenaga, dari lonjakan listrik, petir, dll. Tujuan utama dari adanya pentanahan adalah menciptakan jalur yang low-impedance (tahanan rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage. Konduktor grounding (ground grid) dan batang grounding (ground rod) adalah bagian dari grounding yang berperan untuk menyalurkan arus dari satu bagian ke bagian lain, harus jenis penghantar yang baik, kuat secara mekanis dan dilindungi untuk menjaga kemungkinan gangguan mekanis yang dapat menyebabkan turunnya daya hantar ataupun terputus. Ground rod adalah penghantar yang ditanam dalam tanah dan sebagai kontak langsung dengan tanah.Penelitian ini diawali dengan studi literature kemudian mengumpulkan data ? data untuk menghitung luas material grounding. Perencanaan konduktor grounding meliputi elektroda, jaringan, ground mat, system grounding. Pengukuran tahanan grounding membutuhkan tanah yang mempunyai nilai tahanan berharga nol. Dengan rumus Schwarz,perhitungan arus maksimum, perhitungan ukuran konduktor, tahanan jenis konduktor,didapat bahwa ukuran konduktor alumunium yang digunakan adalah 95 mm2. Tahanan thermal 1,951 Ohm, tegangan langkah 69,1 volt dan tegangan sentuh 243 volt. Kesimpulan yang diambil adalah alumunium dapat digunakan sebagai bahan altenatif konduktor grounding pengganti tembaga.Kata kunci : konduktor, grounding, alumunium