cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
ENGINEERING
ISSN : 20873859     EISSN : 25498614     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journals that publish scientific articles from various engineering / engineering disciplines namely mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering. Articles published in the Engineering Journal include the results of original scientific research (top priority), scientific review articles that are new (not priority), or comments or criticisms of scientific writings published by the Engineering Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
PENENTUAN AIR FUEL RATIO (AFR) AKTUAL PEMBAKARAN LPG PADA CELAH SEMPIT TIPE HORISONTALAris Widodo, Yudi; ., Lagiyono; Wibowo, Agus
ENGINEERING Vol 8, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.205 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan perbandingan yang tepat pada bahan bakar LPG dengan udara yang stoikiometri, mengetahui bagaimana Air Fuel Ratio (AFR) Aktual dan, Equivalent Ratio yang terjadi pada campuran kaya bahan bakar LPG dengan udara. Penelitian dititik beratkan pada bagaimana kecepatan pembakaran dengan visual pembakaran pada Air Fuel Ratio (AFR) Aktual yang terjadi pada bahan bakar LPG dengan udara (Campuran kaya). Dalam pengujian ini menggunakan lima variasi perbandingan AFR yaitu pada perbandingan 12:1, 13:1, 14:1, 15:1 dan 16:1 dengan alat uji ruang bakar. Hasil penelitian dapat disimpulkan dengan jarak yang sama yaitu 0,42 m. Pada AFR 12:1 dengan waktu 0,0445 detik menghasilkan kecepatan 9,7804 m/s, AFR 13:1 dengan waktu 0,0389 detik menghasilkan kecepatan 14,6707 m/s, AFR 14:1 dengan waktu 0,0334 detik menghasilkan kecepatan 12,5749 m/s, AFR 15:1 dengan waktu 0,0501 detik menghasilkan kecepatan 10,0599 m/s, dan pada AFR 16:1 dengan waktu 0,0334 detik menghasilkan kecepatan 14,2515 m/s. Dengan AFR stoikiometri 15,6/1 gram bahan bakar/gram udara dan Equivalent Ratio (?) 1,114. Jadi dari hasil yang telah didapat dari pengujian diatas dapat disimpulkan pada AFR 13:1 dan 16:1 menghasilkan kecepatan paling maksimal tetapi pada AFR 13:1 membutuhkan bahan bakar LPG lebih banyak dibanding AFR 16:1, sehingga pada AFR 13:1 boros bahan bakar LPG meskipun dengan kecepatan AFR 16:1 hampir setara. Dengan kata lain pada Air Fuel Ratio (AFR) 16:1 paling efisien dan seimbang antara bahan bakar LPG dengan udara. Kata Kunci: AFR stoikiometri, AFR Aktual dan Equivalen Ratio pembakaran.
PENGEMBANGAN MEDIA ALTERNATIF PEMBELAJARAN MENTAL ARITMATIKA METODE SEMPOA UNTUK ANAK USIA DASAR MELALUI PERANGKAT LUNAK KOMPUTER Budiraharjo, Eko
ENGINEERING Vol 8, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.446 KB)

Abstract

Ilmu berhitung (arithmetic) yang terdiri dari empat azaz yaitu ?tambah, kurang, kali dan bagi? (+,-, x dan :) sudah lama sekali kita kenal sejak sekolah di bangku SD. Kalau orang Jawa pada jaman dahulu ilmu berhitung ini sangat keren disebutnya dengan nama ?ping poro lan sudo? (mengucapkannya sambil menggerakkan lengan dan jari tangan mengepal seperti sebuah gerakan jurus pencak silat). Tujuan daripada pengembangan ini adalah untuk menciptakan media alternatif pembelajaran mental aritmatika metode sempoa untuk anak-anak usia dasar melalui perangkat lunak komputer. Dengan inti persoalan yaitu bagaimana mengembangkan media pembelajaran sempoa yang baik pada sebuah perangkat lunak komputer dengan materi yang menarik tetapi tidak membosankan. Perangkat lunak ini menggunakan penjejakan yang telah disesuaikan dengan susunan materi pembelajaran dan diimplementasikan pada perangkat lunak melalui proses pengolahan gambar (grafik) dan animasi dengan pengaturan garis waktu (timeline) dalam ActionScript perangkat lunak Macromedia Flash 8.0. Proses uji coba dilakukan kepada 30 orang siswa melalui proses jajak pendapat, pembelajaran dan latihan soal. Hasil uji coba menunjukkan bahwa 80,33% dari jumlah responden dapat memahami materi yang diberikan dan dapat menyelesaikan soal latihan yang diberikan dengan cukup baik. Selain itu juga berdasarkan skor angket pada aspek desain pembelajaran bahwa responden yang menjawab sangat baik sebanyak 23%, baik 60% dan cukup 17% , dari semua responden menyatakan ketertarikannya untuk menggunakan media ini sebagai sarana pembelajaran alternatif. Kesimpulan akhir yang diperoleh adalah bahwa media perangkat lunak dapat dijadikan sebagai media alternatif pembelajaran sempoa. Selain itu juga dapat memberikan manfaat berupa penghematan biaya dan waktu pembelajaran.   Kata Kunci : Timeline, Action Script
PENGUJIAN SIMULATOR UJI PRESTASI MOTOR BAKAR TORAK 4 LANGKAH BERBASIS MOTOR DIESEL SERBAGUNA Hermani, Bambang
ENGINEERING Vol 8, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.751 KB)

Abstract

Konsep pengujian pada simulator uji prestasi motor bakar torak berbasis motor diesel serbaguna dilakukan melalui pendekatan standar pengujian performansi motor diesel 4 langkah pada umumnya, yang akan ditampilkan adalah suatu karakteristik pengujian mesin seperti daya keluaran motor, torsi motor, serta pemakaian bahan bakar spesifik.Analisis yang diperlukan untuk pembelajaran teknologi dan pelatihan bagi nelayan teknisi yang diharapkan mampu melakukan pengujian prestasi motor bakar torak berbasis motor diesel serbaguna secara mandiri. Pengujian simulator uji prestasi bakar motor torak 4 langkah berbasis motor diesel serba guna diusulkan dapat memperoleh performansi dan tata cara pengujian pada putaran berubah dengan beban tetap dengan hasil parameter unjuk kerja, bhp, torsi bertambah sebanding langsung dengan beban dan rendah pemakaian bahan bakar spesifik bsfc.   Kata kunci: Simulator, Uji Prestasi, Bhp, Torsi, Bsfc.
ANALISA FAKTOR PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI TINGKAT SARJANA MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITICAL HIRARKI PROCESS) Nurwildani, M. Fajar
ENGINEERING Vol 8, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.38 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh bagi calon mahasiswa dalam menentukan tempat melanjutkan studi tingkat sarjana. Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, maka mereka melanjutkan ke perguran tinggi. Dari berbagai perguruan tinggi dengan bermacam-macam penawaran maka calon akan mempertimbangkan beberapa factor dalam menentukan dimana mereka melanjutkan studinya. Oleh karena itu akan dicari factor yang paling berpengaruh dalam menentukan keputusan pemilihan perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah metode AHP dengan menghitung bobot prioritas dari hasil quisoner calon Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara menggunakan Quisoner terhadap 50 responden yaitu mahasiswa yang telah melanjutkan studinya di beberapa perguruan tinggi. Hasil dari penelitian ini adalah Dari perhitungan dengan Metode AHP didapatkan criteria yang tertinggi Dari Subkriteria Jenis adalah Universitas dengan bobot 0.741, Dari Subkriteria kualitas adalah akreditasi dengan bobot 0.559, Dari Subkriteria biaya adalah murah dengan bobot 0,661. Dari Subkriteria Sarana/prasanar adalah tempat kuliah nyaman dengan bobot 0,543,Dan dari criteria utama adalah kualitas dengan bobot 0,400, Jadi Faktor yang sangat mempengaruhi pemilihan tempat melanjutkan studi adalah kualitas dengan pilihan univeritas, biaya murah, akreditasi dan ruang kuliah nyaman.   Kata kunci: Analisa Faktor, AHP
KOMPOSIT BERBASIS POLYMER DENGAN MATRIK EPOXY YANG DIPERKUAT SERBUK ALUMINA ., Rusnoto
ENGINEERING Vol 8, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542 KB)

Abstract

Menggabungan dua material atau lebih yang memiliki sifat tidak sama dengan sifat bahan aslinya dinamakan komposit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan serbuk alumina pada epoxy  terhadap kekuatan tarik dan  kekuatan bending pada komposit epoxy-alumina. Bahan yang digunakan adalah epoxy sebagai matrik dan alumina sebagai penguat. Epoxy  jenis diglycidyl ether of bisphenol A (DGEBA) D.E.R. 331 dari DOW Chemical England. Alumina dari Merck K Ga A Darmstadt Germany. Hardener 2,4,6 Tris (dimethylaminomethyl) phenol DMP-30 dari Sigma-Aldrich England. Penelitian dilaksanakan dengan memanaskan alumina pada suhu 80°C selama 2 jam. Komposit dibuat dengan mencampurkan alumina sebanyak 0%, 10%, 20% dan 30% fraksi berat ke epoxy sebagai matrix menggunakan alat pengaduk pada putaran 800 rpm pada suhu 80?C selama 1 jam. Kemudian menambahkan hardener dalam keadaan  berputar selama 1 menit. Hasil campuran dimasukkan ke dalam bejana vakum selama 1 menit untuk menghilangkan gelembung udara dan kemudian hasil campuran dituangkan ke dalam cetakan dan di curing ke dalam oven pada suhu 80C selama 1 jam. Postcuring dilakukan dengan memasukkan komposit ke dalam oven pada suhu 120?C selama 2 jam. Pengujian yang dilakukan meliputi uji tarik dan uji bending. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk alumina pada epoxy tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan tarik dan kekuatan bending. Penambahan 20% fraksi berat alumina pada epoxy meningkatkan nilai tertinggi didalam flexural modulus sebesar 4316,137 Mpa.   Kata kunci: komposit, epoxy, alumina, kekuatan tarik, kekuatan bending.
PENGOLAHAN LIMBAH RUMPUT LAUT SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN TERNAK DAN IKAN ., Mustaqim; Farid, Ahmad; ., Nurjanah
ENGINEERING Vol 8, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.56 KB)

Abstract

Brebes merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang sudah dikenal mempunyai unggulan dari berbagai sektor usaha meliputi sektor pertanian berupa bawang merah, peternakan berupa itik dan telor asin, perikanan berupa tambak dan rumput laut.  Dari statistik menunjukkan, total produksi rumput laut basah maupun kering setiap tahun terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Dengan bertambahnya budidaya rumput laut muncul dampak jumlah limbah  Gracilaria sp yang terbuang dan berserakan. Disisi lain pada budidaya perikanan, khususnya budidaya ikan lele, pakan menjadi permasalahan utama yang sangat berpengaruh pada biaya produksi. Harga pakan konsentrat pabrik yang menjulang tinggi seringkali memperkecil keuntungan para pembudidaya ikan lele bahkan merugi. Limbah rumput laut Gracilaria sp yaitu sekitar 500 kg per hari yang terkandung karbohidrat dan sumpil yang mengandung kalsium dan protein tinggi merupakan satu potensi sebagai bahan tambahan nutrisi pakan ikan, baik yang dibudidayakan sendiri oleh klaster atau bahkan bisa dijual. Pada proses pengolahan limbah rumput laut dan sumpil sebagai bahan dasar untuk pembuatan pakan ikan/ternak diperlukan alat berupa mesin perajang, penepung dan mesin pembuat pelet. Hasil analisis limbah rumput laut dan sumpil mengandung kadar protein kasar masing-masing 7,0792% dan 2,5274%. Dari hasil kandungan protein tersebut kemudian dilakukan formulasi dengan metode kuadran atau penson square. Hasil formulasi untuk pakan 1kg (1000gr) diperlukan tepung sumpil 360,75gr, tepung ikan 360,75gr, tepung rumput laut 69gr, dedak 69gr, tepung jagung 69gr, vitamin mix 20gr, CMC 20gr dan lysine 20gr. Kata Kunci: Gracilaria, pakan ikan, penepung
STUDI ALTERNATIF PENGGUNAAN BBG GAS ELPIJI UNTUK BAHAN BAKAR MESIN BENSIN KONVENSIONAL Yudisworo, W. Djoko
ENGINEERING Vol 8, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.975 KB)

Abstract

Studi ini dilakukan menggunakan metode kajian literatur yang diambil dari jurnal ilmiah, prosiding, laporan penelitian dan artikel cetak maupun elektronik yang terkait yang difokuskan di Kota Cirebon dan sekitarnya karena memiliki cukup banyak angkutan umum kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jumlah angkutan umum yang ada di Kota Cirebon dan sekitarnya adalah +/- 10.774 kendaraan dengan bus besar (BB) berjumlah 463 unit, MPU 6.180 unit dan Taxi 4.131 unit. Penghematan yang dapat dilakukan jika BBM dikonversi ke BBG yaitu untuk BB Rp 137,305,480,087,-; MPU Rp 293,234,684,040,-; Rp 343,020,524,206,- dan total penghematan Rp 773,560,688,334,-. Sedangkan keuntungan yang diperoleh yaitu BB Rp 131,749,480,087,-/tahun ;Rp 219,074,684,040,-/tahun; Rp 293,448,524,206,-pertahun dengan total keuntungan                 Rp 644,272,688,334.00/tahun. Pengurangan emisi gas buang seluruh jenis angkutan umum yaitu untuk CO2 39.325,1 Kg/tahun; CO 849.422,2 Kg/tahun; NOx 672.459,20 Kg/tahun; HC 99.099,25 Kg/tahun; Partikel Berat 842.343,60 Kg/tahun. Total perhitungan CDM yang didapatkan Rp 250.264.935,- Kata Kunci: bahan bakar gas , konversi, mesin konvensional
Perancangan Alat Pemotong Besi Strip Untuk Meningkatkan Kecepatan Potong Nur Zaman, Akhmad Kharis; ., Zulfah; Hidayat, Tofik
ENGINEERING Vol 5, No 2 (2012): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.592 KB)

Abstract

Dewasa ini kebutuhan akan permintaan produk yang berbahan utama besi strip(striptizer) sangat banyak. Sebagai contoh pada pagar besi, penutup selokan, alat bermain anak, rangka penyangga fairing motor modifikasi, rangka pelindung jendela/pintu, dll. Pada pengerjaan pemotongan besi jenis ini, biasanya tukang menggunakan gunting plat/grenda potong. Padahal sebenarnya cara ini dirasa kurang efektif, karena pada pemotongan besi strip hanya membutuhkan pemotongan area pendek saja. Oleh sebab itu, penulis merancang ulang alat yang sudah ada dipasaran (berupa gunting besi beton). Penelitian ini bertujuan untuk dapat memodifikasi/membuat prototype, mengetahui waktu standar pemotongan, serta mengetahui analisis investasinya. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tinggi jangkauan tangan dan diameter genggaman tangan menghasilkan dimensi panjang pipa tuas190,3 cm dan lebar diameter pipa tuas 3,4 cm(dengan menggunakan uji keseragaman, normalitas, dan kecukupan sampel melalui SPSS 16.0). Perancangan produk menggunakan AutoCAD 2007 yang kemudian produk dibuat dan diuji dimensi potongannya dengan menghasilkan selisih potongan 0,07 cm lebih balik dari alat sebelumnya, waktu proses potong yang lebih singkat dengan selisih waktu potong 0,24 sekon dari alat sebelumnya dan kerapihan potongan yang lebih baik dari alat sebelumnya. Hasil dari nilai NPV sebesar 341.943.625 dan nilai AE sebesar 31.349.447,5 dimana kedua nilai tersebut lebih besar dari nol, sehingga rencana investasi pembuatan gunting besi strip ini dinyatakan layak. Hal ini diperkuat dengan nilai k dalam analisis metode PBP adalah 1 yang berarti lebih kecil dari periode investasi yang direncanakan yaitu 12 bulan. Kata kunci : Besi Strip, Merancang Ulang, Kelayakan Investasi
PENENTUAN PENGGANTIAN PIPA API KETEL UAP PG PANGKA SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIP DALAM PERAWATAN KOREKTIP UNTUK MEMINIMALKAN TOTAL BIAYA STOP OPERASIONAL GILING Suharjo .; Mustaqim .; M. Fajar Nurwildani
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 3 No 2 (2012): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.817 KB) | DOI: 10.24905/eng.v3i2.80

Abstract

PG Pangka merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri pertanian dengan hasil utamanya berupa gula. Keberadaan Ketel Uap dalam industri gula sangatlah vital sebagai pemasok energi uap baik untuk power  maupun proses produksi.  Program  perawatan korektif ketel uap  tidak  dapat terlepas dari aturan  dan undang-undang  uap tahun 1930 yang didalamnya mengatur pemeriksaan ketel. Penentuan penggantian pipa ketel ditentukan  oleh tim pemeriksa dari disnaker/PJK3 yang didasarkan pada    pengalaman individu pemeriksa sehingga standart penggantian pipa ketel kurang jelas. disisi lain kerusakan pipa ketel pada saat sedang dioperasikan akan berdampak pada stop total proses produksi. Rumusan masalahnya adalah: Bagaimana cara penentuan penggantian pipa api ketel uap yang ada dan berapa biaya penggantian dan biaya stop operasional giling karena pipa bocor/oper ketel. Tujuan dari penelitian ini Untuk dapat menentukan dasar penentuan penggantian suatu komponen ketel uap (Pipa ketel) dan Dapat menghitung biaya penggantian komponen secara preventif dan biayanstop aktivitas produksi (down time). Manfaat diharapkan  dapat  menghitung untuk sebuah rumusan dalam membuat patokan yang mengkombinasikan antara praktek dengan teori yang ada guna  masukan dalam penentuan penggantian pipa api ketel uap.Dalam penelitian ini, metode yang digunakan  adalah pengamatan langsung, mendata dan mengukur komponen yang diganti, meneliti sebab/alasan pipa diganti   dengan wawancara langsung pada 5 operator yang ikut menangani penggantian pipa, serta uji fisik (tarik) terhadap kekuatan bahan pipa yang diganti. Hasil dari penelitian ini antara lain: Dalam penentuan penggantian pipa harus melalui kriteria: ketebalan pipa minimal dari 2,3 mm, luasan korosif maksimal 20% dari luasan pipa dengan kedalaman korosif maksimal 28,1% untuk sebuah cacat korosif, pipa terpasang harus tahan terhadap uji padat dengan air minimal 1,5 kali tekanan kerja ketel, bengkok dan cacat lain tidak lebih dari 20 %. Biaya penggantian pada masa perawatan korektip sebagai tindakan preventip lebih kecil daripada biaya stop operasional giling akibat dari oper ketel karena pipa bocor dengan selisih sebesar Rp 124.584.628,-  atau setara dengan mengganti pipa pada masa perawatan korektip sejumlah 91 batang pipa dengan harga tahun 2012Kata kunci : Perawatan, preventif,  Ketebalan, korosif, tahan Hydrotest
MEMBANGUN NARASI SKENARIO INDUSTRIALISASI SAMPAH ORGANIK MENJADI BIOGAS DI INDONESIA Saufik Luthfianto
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 3 No 2 (2012): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.242 KB) | DOI: 10.24905/eng.v3i2.81

Abstract

Sampah telah menjadi masalah besar terutama di kota-kota besar di Indonesia. Hingga tahun 2020 mendatang, volume sampah perkotaan di Indonesia diperkirakan akan meningkat lima kali lipat. Tahun 1995 saja, menurut data yang dikeluarkan  Asisten Deputi Urusan Limbah Domestik, Deputi V Menteri Lingkungan Hidup, Chaerudin Hasyim, di Jakarta baru-baru ini, setiap penduduk Indonesia menghasilkan sampah rata-rata 0,8 kilogram per kapita per hari, sedangkan pada tahun 2000 meningkat menjadi 1 kilogram per kapita per hari,  Salah satunya adalah pemanfaatan untuk produksi listrik biogas dari sampah kota.  Selain mengatasi masalah sampah kota, diharapkan pemanfaatan sampah untuk listrik tersebut juga bisa membantu  PLN dalam mengatasi krisis energi listrik, hal inilah yang menjadi salah satu kontribusi industrialisasi kedepan dalam pemanfaatan energy terbaharukan dan mempunyai keuntungan. Metode penelitian yang digunakan adalah (1) metode survey, (2) metode partisipasi  stakeholders  dalam pengambilan keputusan, dan (3) metode pengamatan lapangan terhadap biogas, dan pengelolaan sampah. Terdapat empat skenario industrialisasi sampah organik menjadi biogas di Indonesia, yaitu: Skenario A merupakan kombinasi antara tingginya perhatian pemerintah melalui peraturan pemerintah yang mendukung kebijakan-kebijakan adanya pemberdayaan sampah melalui pembuatan sentra biogas disetiap kota.  Skenario B merupakan kombinasi tingginya perhatian pemerintah melalui peraturan pemerintah yang mendukung kebijakan-kebijakan adanya pemberdayaan sampah melalui pembuatan sentra biogas disetiap kota,  meskipun komitmen pemerintah tinggi lemahnya permintaan akan biogas yang rendah akan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pengembangan sentra industry yang ada di setiap kota akibatnya, perusahaan yang seharusnya memiliki peluang yang menjadi besar akan terganggu secara cepat.Scenario C merupakan kombinasi tidak adanya kepercayaan pemerintah melalui peraturan pemerintah yang mendukung kebijakan-kebijakan adanya pemberdayaan sampah melalui pembuatan sentra biogas disetiap kota.  Scenario D merupakan kombinasi munculnya ketidakpercayaan investor akan kesungguhan pemerintah dalam pengelolaan sampah dan keberlanjutannya.Kata Kunci: Skenario, Biogas, sampah organik.