cover
Contact Name
Kiki Teguh
Contact Email
harpodonborneo@borneo.ac.id
Phone
+6281350529175
Journal Mail Official
harpodonborneo@borneo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 1 Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara harpodonborneo@borneo.ac.id
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Harpodon Borneo
ISSN : 2087121x     EISSN : 25416294     DOI : https://doi.org/10.35334/harpodon.v16i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal HARPODON BORNEO merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu – Ilmu Perikanan dan kelautan, yang diterbitkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat lingkungan pesisir) Jurnal Harpodon Borneo menerima naskah yang merupakan hasil penelitian (research), catatan penelitian (notes), ulas balik artikel (review or mini review article) dan ulasan / kajian pustaka (feature books), dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang belum pernah atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan/dipublikasikan pada penerbitan jurnal / bulletin / majalah ilmiah lainya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020" : 5 Documents clear
THE 16S rRNA GENE MARKER-BASED MOLECULAR IDENTIFICATION OF CULTURABLE COLIFORM BACTERIA ISOLATED FROM FORAMINIFERA CALCARINA DERIVED FROM PRAMUKA ISLAND WATERS, THE SERIBU ISLAND DISTRICT, JAKARTA PROVINCE Agung, Mochamad Untung Kurnia -; Askar, Agus Tri; Andriani, Yuli; Yuliadi, Lintang Permatasari
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v13i1.1404

Abstract

Contamination of coliform bacteria in benthic foraminifera has been reported due to pollution of organic wastes in the aquatic environment around coral reef ecosystems and this event was known to interfere the process of foraminifera shell formation which in turn resulted the disruption of the role of foraminifera in the process of formation of coral reef bottom sediments. The aim of this research is to identify the isolates of culturable coliform bacteria that contaminate foraminifera Calcarina species isolated from the waters of the Pramuka Island, the Seribu Island district, Jakarta Province using the 16S rRNA gene markers. Foraminifera sampling was carried out in the waters of Pramuka Island, the Seribu Island district, Jakarta Province in 5 (five) stations, while the process of bacterial isolation and molecular identification were carried out at the Laboratory of Microbiology and Molecular Biotechnology (MICROMOL), Faculty of Fisheries and Marine Sciences (FPIK), University Padjadjaran. Molecular identification was carried out using the Polymerase Chain Reaction (PCR) method based on the 16S rRNA gene markers. Sequencing is done by sending PCR results to 1st Base, sequencing service company, in Singapore and then, the aligning of sequencing results with databases in genBank was done using  the Basic Local Alignment Search Tool (BLASTTM) program available on the National Center for Biotechnology Information (NCBI) website. The results of 16S rRNA gene amplification from the five isolates produced amplicons of ± 1400 bp length with concentrations ranging from 157.5 µg / mL-230 µg / mL and with a purity ratio ranging from 1.477-1.769. While the results of BLAST and phylogenetic analysis showed that the five isolates were closely related to the isolate Eschericia coli strain inspire99 (Acc No. JQ315935.1), which was isolated from the waters of the Bay of Bengal, India. These results also indicate the existence of ecological connectivity between the waters of the Bay of Bengal in India and the waters of Pramuka Island in Indonesia.
APLIKASI PEMANFAATAN TEPUNG KEONG MAS TERFERMENTASI ENZIM PAPAIN DALAM PAKAN SEBAGAI BIOPERMENTOR UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERTUMBUHAN IKAN GABUS (Channa striata) Khaeriyah, Andi
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v13i1.1402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimal enzim papain yang dapat digunakan pada permentasi keong mas guna meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan gabus (Channa striata). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai September 2019. Di Balai Benih Ikan Air Tawar Limbung (BBI) Limbung kabupaten Gowa.  Pakan yang digunakan  adalah pakan pellet berbahan baku keong mas yang dipermentasi dengan enzim papain buah papaya.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yakni : A 1,5%, B 2,25%, C.3% dan D. Kontrol (0%).  Data yang diperoleh diolah menggunakan Analysis of Varians (ANOVA).  Oleh karena hasil yang diperoleh berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Lanjut Duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan keong mas terpermentasi enzim papain dengan konsentrasi berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P0.05) terhadap tingkat kecernaan protein, kecernaan serat, retensi protein, efisiensi pemanfaatan pakan, kandungan albumin, dan pertumbuhan mutlak. Namun tidak memberikan pengaruh yang nyata (P0.05) terhadap retensi lemak dan sintasan benih ikan gabus.  tingkat kecernaan protein, kecernaan serat, retensi protein, efisiensi pemanfaatan pakan, kandungan albumin, dan pertumbuhan mutlak. tertinggi diperoleh  pada perlakuan B(2,25%) dengan nilai masing-masing (87,66%), (91,24%),(58,07%) (79,05%), (9,77%), (94gr) sedangkan tingkat kecernaan protein, kecernaan serat, retensi protein, efisiensi pemanfaatan pakan, kandungan albumin, dan pertumbuhan mutlak. terendah diperoleh pada perlakuan D (0%) yaitu (60,09%), (81,72%), (32,56%), (54%).(7,88%) dan (89,11gr).  Kualitas air pada media pemeliharaan selama penelitian adalah 26-290C, pH 7-8, Oksigen 4-6mg/l dan amonia 0,013-0,11 mg/l. Kata kunci :Enzim papain, Kinerja pertumbuhan, Ikan gabus
IDENTIFIKASI IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN TANJUNG LUAR, PULAU LOMBOK, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Rahayu, Slamet Mardiyanto
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v13i1.1405

Abstract

Sumberdaya ikan adalah jenis ikan termasuk biota perairan laut lainnya yang merupakan sumber kekayaan alam yang memiliki daya pulih kembali secara alami, sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan secara berkelanjutan. Pelabuhan perikanan merupakan tempat pendaratan hasil tangkapan dan awal pemasarannya. jenis ikan hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tanjung Luar, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian dilakukan dengan metode survey dan identifikasi. Berdasarkan penelitian diperoleh sebanyak 34 jenis ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar, Pulau Lombok, yaitu: Naso brevisrostris, Chanos chanos, Parastromateus niger, Thallasoma purpureum, Siganus canaliculatus, Plectorhinchus polytaenia, Diodon holocanthus, Upeneus vittatus, Caesio cuning, Dermogenys sp, Epinephelus areolatus, Rastrelliger sp, Pomadasys argenteus, Lepturacanthus savala, Decapterus macrosoma, Sillago sihama, Eusphyra blochii, Carcharhinus brevipinna, Carcharhinus albimarginatus, Carcharhinus limbatus, Carcharhinus obscurus, Galeocerdo cuvier, Prionace glauca, Taeniura lymma, Priancanthus hamrur, Scolopsis sp, Scombermorus guttatus, Euthynnus affinis, Nemipterus japonicas, Sardinella sp, Lutjanus bitaeniatus, Secutor interruptus, Sphyraena jello, dan Caranx ignobilis
KEANEKARAGAMAN SPESIES DAN STATUS KONSERVASI IKAN PARI (ELAMOBRANCHII) DI PERAIRAN TARAKAN Haryono, Muhammad Gandri
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v13i1.1659

Abstract

ABSTRAKPulau Tarakan adalah salah satu tempat pendaratan ikan hasil tangkapan nelayan di Laut Sulawesi dan salah satu lokasi kegiatan penelitian sumber daya ikan di WPP-NRI 716 tahun 2019. Salah satu hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di pulau tarakan adalah ikan pari. Berdasarkan data hasil tangkapan ikan pari, pada tahun 2019 sebanyak 3,6 % dari 50% hasil tangkapan ikan di Perairan Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies dan status konservasi ikan pari yang didaratkan di pulau Tarakan. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode survey, dengan jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, pengamatan langsung dilapangan dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ikan pari bahwa ikan pari yang didapatkan sebanyak xxx individu yang tergolong dari 237 individu yang tergolong kedalam 2 Famili 3 Genus dan 4 Spesies. Keanekaragaman jenis ikan pari pada daerah penelitian tergolong rendah dengan nilai indeks Shannon-Wiener sebesar  H = 0.652632291. Status konservasi ikan pari yang telah diamati selama penelitian memiliki status konservasi berdasarkan kategori IUCN Red List of Threatened Species  (IUCN 2015), yaitu terdapat 2 spesies termasuk dalam kategori rentan atau  vulnerable  (VU), 1 spesies kedalam kategori kekurangan data atau  data deficient (DD) dan 1 spesies kedalam katagori near threatened  (NT).Kata kunci: Ikan Pari, Keanekaragaman, Status Konservasi,  Perairan Tarakan
Penilaian Status Trofik Laguna Segara Anakan pada Musim Timur dengan Aplikasi Indeks TRIX Dewi., Rose
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v13i1.1400

Abstract

Laguna Segara (LSA) terdapat disepanjang pantai selatan, bagian barat Jawa Tengah terletak pada ordinat 108o45‟–109o01‟ BT and 7o35‟– 7o46‟ LS. Kawasan LSA memiliki karakteristik ekosistem yang berperan sebagai nursery ground, sehingga kajian produktivitas primer menjadi kajian yang sangat penting. Beragamnya aktifitas antropogenik dan faktor alami (sedimentasi) disekitar LSA, adanya pola angin musim (monsoon) mendukung perubahan ekologis. Kondisi tersebut dikhawatirkan berpengaruh terhadap penurunan produktivitas primer laguna, seiiring dengan perubahan status trofiknya. Tujuan kajian ini untuk mengestimasi status trofik yang dipengaruhi angin musim (monsoon) timur. Penilaian dilakukan menggunakan Indeks TRIX, guna mengevaluasi tren jangka panjang pola status trofik spasial LSA, dengan kombinasi linear log dari 4 variabel: Klorofil-a, aDO%, Makronutrien (Total Nitrogen (TN) dan Total phospat (TP)). Pendekatan spasial dilakukan pada 7 stasiun (S) yang merepresentasikan: (S) faktor alam dan (S) aktifitas antropogenik. Penilaian indeks TRIX LSA menunjukkan, mayoritas melebihi 6 unit TRIX, yakni kategori perairan pesisir sangat produktif sehingga terjadi eutrofikasi, kondisi yang dapat menyebabkan anoksia pada perairan dengan diindikasikan tingginya kelimpahan fitoplankton jenis Habs. Tekanan antropogenik dan hidrodinamika perairan, diduga turut menyebabkan peningkatan makronutrien LSA yang memicu eutrofikasi. Diperlukan manajemen dan strategi pengelolaan laguna yang saling bersinergi antara Pemerintah daerah, pemangku kepentingan dan Masyarakat sekitar untuk meminimalisir fenomena eutrofikasi laguna. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024 VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024 VOLUME 16 NO.2 OKTOBER 2023 VOLUME 16 NO.1 APRIL 2023 VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022 VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022 VOLUME 14 NO. 2 OKTOBER 2021 VOLUME 14 NO. 1 APRIL 2021 VOLUME 13 NO. 2 OKTOBER 2020 VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020 Vol 12, No 1 (2019): VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 VOLUME 12 NO. 2 OKTOBER 2019 VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 More Issue