cover
Contact Name
Kiki Teguh
Contact Email
harpodonborneo@borneo.ac.id
Phone
+6281350529175
Journal Mail Official
harpodonborneo@borneo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 1 Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara harpodonborneo@borneo.ac.id
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Harpodon Borneo
ISSN : 2087121x     EISSN : 25416294     DOI : https://doi.org/10.35334/harpodon.v16i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal HARPODON BORNEO merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu – Ilmu Perikanan dan kelautan, yang diterbitkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat lingkungan pesisir) Jurnal Harpodon Borneo menerima naskah yang merupakan hasil penelitian (research), catatan penelitian (notes), ulas balik artikel (review or mini review article) dan ulasan / kajian pustaka (feature books), dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang belum pernah atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan/dipublikasikan pada penerbitan jurnal / bulletin / majalah ilmiah lainya.
Articles 400 Documents
KAMPANYE INTRODUKSI KEGIATAN INTERNASIONAL COASTAL CLEAN-UP BAGI KONSERVASI HABITAT BIOTA LAUT SECARA SUISTAINABLE KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN KOTA TARAKAN Gazali, Salim; Cahyadi, Jimmy; Fadllullah, Arif
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 12 NO. 2 OKTOBER 2019
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v12i2.851

Abstract

KKMB (kawasan konservasi mangrove bekantan) merupakan daerah yang unik karena terletak ditengah kota berada dekat pertokoan Mall Gusher, pasar tardisional dan kawasan industri perikanan sehingga kawasan ini berdampak terhadap kerusakan habitat biota perairan berada di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Akibat pola pikir masyarakat yang salah kaprah terhadap pengetahuan seperti sampah yang telah di buang ke laut maka sampah tersebut akan lenyap tertelan arus dan ombak sehingga sampah tersebut akan hilang, namun demikian hal ini tidak seusai dengan hasil pengamatan ilmu pengetahan dasar mengenai arus dan ombak yang menjelaskan bahwa apabila sampah plastik yang terbawa oleh arus laut yang tidak dapat terakumulasi ke dalam sedimen atau air maka sampah tersebut akan terbawa arus dan dalam beberapa tahun akan kembali lagi ke daerah tersebut.  Kurangnya pengetahuan, kesadaran dan kepedulian para wisatawan lokal dan masyarakat dalam menjaga lingkungan kelestarian wilayah pesisir dengan tidak membuang sampah sembarangan masih menjadi masalah utama hingga sekarang.Kegiatan kampanye coastal clean-up merupakan kegiatan masyarakat dunia internasional yang bertujuan untuk menggalakkan kebersihan wilayah ekosistem bagi keberlangsungan biota perairan laut dalam mempertahankan spesies agar tidak endemic atau punah dengan perlindungan secara suistainable, dan kegiatan coastal clean-up ini merupakan kegiatan dalam memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya habitat ekosistem perairan laut.Kegiatan coastal clean-up di KKMB kota Tarakan didapatkan 3 jenis sampah yaitu sampah dari wisatawan sebesar 18 kg dengan persentase 5,5%, sampah alam sebesar 79 kg dengan persentase sebesar 24,2% dan sampah dari buangan masyarakat sebesar 229,4 kg dengan persentase sebesar 70,28%. Kegiatan coastal clean-up untuk memberikan kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem biota laut dengan di ikuti oleh peserta terbanyak berasal dari Bapak/Pria dewasa sebesar 40%, di ikuti oleh peserta wanita remaja sebesar 24%, serta pria remaja sebesar 16%, Wanita / Ibu dewasa sebesar 11% dan peserta sedikit adalah anak-anak sekitar 9%.  
TINJAUAN TEKNIS DAN KERAMAHAN LINGKUNGAN PADA ALAT TANGKAP TUGU (STOWNETS) DI PERAIRAN BINALATUNG KOTA TARAKAN Firdaus, Muhammad
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 12 NO. 2 OKTOBER 2019
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v12i2.780

Abstract

Perikanan tugu merupakan salah satu tipe perikanan yang terdapat di perairan Tarakan yang dalam pengoperasiannya bersifat menghadang arus / pasang surut. Spesifikasi alat tangkap tugu mempengaruhi hasil tangkapan. Tujuan penelitian ini adalah mengukur dan mendeskripsikan aspek teknis alat tangkap tugu dan menjelaskan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap tugu di perairan Binalatung Kota Tarakan. Penelitian telah dilakukan dengan 8 kali pengambilan sampel (sampling) dalam 2 bulan. Hasil observasi selama penelitian menjelaskan bahwa ukuran “tiang pancang” dengan panjang 15 meter dan berdiameter 10 cm, “lengan-lengan” yang terbuat dari kayu nibung berukuran panjang 7 meter dan berdiameter 10 cm, “tiang pesorong” berukuran panjang 6 meter dan berdiameter 5 cm. Jaring pada alat tangkap tugu berukuran berbeda-beda yaitu pada bagian mulut jaring berukuran mata jaring 2.72 cm dengan panjang 4 meter, bagian badan jaring berukuran panjang 6 meter dengan ukuran mata jaring 2.35 cm dan pada bagian kantong jaring berukuran panjang 4 meter dengan ukuran mata jaring 2.27 cm. Tingkat keramahan lingkungan pada alat tangkap tugu dengan nilai 26.07 dari hasil wawancara 15 responden dengan 9 kriteria, secara umum bahwa kategori alat tangkap tugu adalah ramah lingkungan
STUDI DAN EVALUASI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADNIUM (Cd) DI AIR DAN SEDIMEN PADA PERAIRAN SUNGAI KOTA TARAKAN Darmiah dan; Ratno Achyani
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v8i1.140

Abstract

The purpose of research is to determine the content of heavy metals Pb and Cd in river waters Tarakan City. Water sampling method are using a van Dorn water sampler and sediment samples using egmen grabs. The sample extraction method by Kaushik (2009). Sampling locations are 9 rivers is Istra Buntu, Tg. Batu, Skip kampong 1, KKHM, Karang anyar, Juata laut, Juata korpri, Binalatung dan Pasar Batu. The results show the mean Pb in the water at all stations from 0.228 to 0.181 mg/L, while the average sediment from 0.280 to 0.180 mg/L. Cd levels in water averages 0.259 to 0.226 mg/L, while the average level of Cd in sediments from 0.257 to 0.233 mg/L.  Evaluation of heavy metals Pb and Cd in the water at all observation station still is above the threshold of water quality standards and the sediment is below the required quality standards.  Keywords : Sediments, Water, Status, Evaluation, Tarakan City River
ANALISIS IDENTIFIKASI HASIL KOMPOSISI TANGKAPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JARING INSANG HANYUT (Drift Gill Net) DI SEKITAR PULAU BUNYU, KALIMANTAN UTARA Salim Gazali
Jurnal Harpodon Borneo Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v10i1.194

Abstract

ABSTRAK Sumberdaya ikan yang terdapat di perairan Bunyu mempunyai berbagai macam spesies bernilai ekonomis tinggi yaitu ikan kurau (P.taeniatus) yang memiliki harga kisaran yang cukup tinggi yaitu sebesar Rp. 150.000,00 dan katung udara berharga Rp.5,2 juta tiap kilogram. Tujuan penelitian yaitu identifikasi dan komposisi hasil tangkapan nelayan jarring insang hanyut (Drift Gill Net).  Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantatif dan literatur buku identifikasi.  Metode tempat pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dimana dalam pengambilan sampel berdasarkan hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap jarring insang hanyut (Drift Gill Net).  Data sekunder berupa data yang didapat dari hasil wawancara dengan nelayan dan berdasarkan literatur.  Teknik pengumpulan data menggunakan desain penelitian survei.  Pengambilan Sampel sebanyak 4 (kali) selama 3 bulan.  Pengambilan sampel dilakukan dengan mengikuti nelayan sebagai daerah Fishing ground.  Hasil penelitian di dapatkan identifikasi hasil tangkapan nelayan jarring insang hanyut (Drift Gill Net) sebanyak 12 spesies dengan didominasi spesies  ikan kurau (P.taeniatus) sebanyak 281,2 kg dengan persentase sebesar 56,04%.  Komposisi hasil tangkapan nelayan jarring insang hanyut (Drift Gill Net) di dominasi oleh ikan kurau (Polynemus taeniatus) sebesar 281,2 kg dengan persentase hasil tangkapan utama sebesar 56,04%.  Kata kunci : Identifikasi ; Komposisi hasil tangkapan ; Drift gill net ; Jaring insang hanyut ; Pulau Bunyu. ABSTRACT Resources fish that is in waters bunyu have many different species economically valuable high which is fish of kurau (P.taeniatus) having prices high a range of Rp.150.000,00 and Ose fish of P.taeniatus valuable Rp.5,2 million each kilogram.  Research objectives such as identifying and composition of the fish fishermen jarring drift gill net.  Method of the research uses research methodology descriptive kuantatif and literature book identification.  Method of place the sample collection use purposive sampling, where in the sample collection based on the results of fish catch used a get jarring drift gill net.  Secondary data in the form of obtained from the results of interviews with fishermen and based on literature.  Technique data collection use design research survey.  The samples from 4 (times during the three months.  The sample collection done by following fishermen for areas fishing ground.  Research results obtained identification fish catch jarring gills drifting (drift gill net) as many as 12 species with dominated species of kurau (P.taeniatus) about 281,2 kg with the percentage of 56,04 %.  Composition fish catch jarring drift gill net dominated fish kurau (P.taeniatus ) of 281,2 kg with the main catch of 56,04 %. Keywords: identification; composition of the fish; drift gill net; gill nets drifting; bunyu island.
KELIMPAHAN MEROPLANKTON KEPITING DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN KOTA TARAKAN - Herliantos; Dhimas Wiharyanto
Jurnal Harpodon Borneo Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v7i1.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan meroplankton kepiting dan kondisi kualitas air di perairan sekitar kawasan konservasi mangrove dan bekantan Kota Tarakan saat pasang tinggi air laut terjadi. Pengambilan sampel meroplankton kepiting dilakukan pada empat titik yang ditentukan berdasarkan sungai yang terdapat di kawasan mangrove dengan cara menjaring air sebanyak 150 liter menggunakan plankton net. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa meroplankton kepiting yang banyak di temukan zoea dan mengalapa. Secara umum, kondisi kelimpahan meroplankton kepiting di perairan sekeliling mangrove di dapatkan lebih melimpah pada saat malam hari daripada pagi. Kelimpahan tertinggi pada saat pagi hari di dapatkan pada titik sampling I dan II sebanyak 11 ind/150 l, sedangkan pada malam hari di temukan pada titik sampling I sebanyak 60 ind/150 l. Kondisi kualitas air di perairan sekitar penelitian di dapatkan suhu 27,9-30 oC, salinitas sebesar 22-29 ppt, pH berkisar 6,8 - 8,1 dan oksigen terlarut 3,12-5,33 ppm.Kata Kunci : Kelimpahan,  meroplankton, perairan mangrove
KAJIAN TINGKAH LAKU IKAN TERHADAP ALAT TANGKAP GILL NET Muhammad Syahdan
Jurnal Harpodon Borneo Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v3i1.441

Abstract

Knowledge about fish behaviour be factor important in determine success of operation catching because i this related to characteristics a target catching either through physical also the biological. Part from tool catch gill net influence behaviour fish there is six factor there are twine net, Strains distance body net, Shortening, Tall net, mesh size and Colour net. Target catching is fish pelagis  in two condition, That is of condition net passive cause fish trapp with hooking part the fish gills while when net in a condition mobile so fish inclined trapp according to belit in body net. Efforts catching can do towards kind fish demersal that is with increase gravity net so that not formed ante-room part under net under of the sea.  Limit maximum depth swimming a kind fish be matter important in determine success efforts catching. Keywords: Behaviour fish, Gill net
KAJIAN POTENSI BUDIDAYA KERAPU (Epinephelus sp) DI PERAIRAN PULAU BUNYU MELALUI PENDEKATAN HIDRO-OCEANOGRAFI DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Jimmy Cahyadi, M.Si
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v6i1.54

Abstract

Pulau Bunyu memiliki sumberdaya perikanan pesisir yang cukup potensial bagi pengembangan budidaya laut dengan luas potensi perairan ± 32.654 ha dan termasuk pada Kawasan Andalan Laut Nasional Sekunder dalam arahan rencana Tata Ruang Kelautan Nasional 2003-2028. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi budidaya kerapu di perairan Pulau Bunyu Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur melalui pendekatan hidro-ocenaografi dan sistem informasi geografis dengan luas area penelitian ± 32.654 ha.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan bersipat deskriptif kuantitatif. Observasi potensi area budidaya dilakukan secara insitu dan eksitu sebagai data primer kemudian identifikasi kondisi lingkungan, aksesibilitas dan infrastruktur pendukung sebagai data sekunder.  Hasil analisa tersebut selanjutnya di analisis berdasarkan evaluasi penilaian pembobotan terhadap matriks kesesuaian bagi pengembangan budidaya kerapu dan analisis spasial. Hasil analisa budidaya kerapu menghasilkan luas potensi kesesuaian bagi pengembangan budidaya kerapu dengan kriteria sesuai ± 38.7 % (12.622 ha) dan tidak sesuai ± 61.3  % (20.032 ha).
DERIVASI PERSAMAAN MATEMATIS DALAM PENDUGAAN NILAI KONSUMSI HARIAN PENYU HIJAU DI PADANG LAMUN BERDASARKAN PENGAMATAN AKTIFITAS MAKANNYA Muhamad Roem
Jurnal Harpodon Borneo Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v5i1.82

Abstract

Tremendous gaps remain in our understanding of the foraging ecology of sea turtles. For some species, little progress in the elucidation of diet and foraging habitats has been made since reviews summarized the state of our knowledge more than 20 years ago. These papers will describe how to derivate a mathematics equation to estimate the grazing rate of green sea turtle in a seagrass meadow. The mathematical equation was generated based on observation on the green sea turtle daily feeding activity which correlated with average total time that they allocated for feeding or foraging activity. Through these mathematical equations we can estimate total daily consumption of green sea turtle. Keywords :  mathematic, equation, grazing rate, green sea turtle, feeding activity
PEMODELAN TINGGI GELOMBANG UNTUK PENENTUAN TINGKAT KERENTANAN PESISIR KABUPATEN SUKABUMI Taofiqurohman Taofiqurohman
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v6i1.102

Abstract

Modeling of wave heigh in the coastal of Kabupaten Sukabumi was conducted usingWave Exposure Model program. The aim of this study was to predicting wave heightbased on wind data and to determine vulnerability coastal of Kabupaten Sukabumi to the effects of wave. The results of this study indicate that mean wave high in coastal of Kabupaten Sukabumi variated from 1,21 meter to 1,77 meter. The vulnerability coastal of Kabupaten Sukabumi to the effects of wave categorized on high and very high risk.Keyword : Modeling, Wave heigh, Vulnerability, Coastal of Kabupaten Sukabumi
EFISIENSI PEMANFAATAN PUPUK HAYATI DALAM PRODUKTIVITAS BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma sp) KOTA TARAKAN Jimmy Cahyadi, M.Si; Ery Gusman
Jurnal Harpodon Borneo Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v7i2.101

Abstract

Efisiensi pemanfaatan pupuk hayati dalam meningkatkan produktivitas budidaya rumput laut saat ini terus dikembangkan.  Dalam penelitian sebelumnya telah diperoleh hasil yang positif dalam penambahan bobot biomassa rumput laut serta berpengaruh dalam laju tumbuh relatifnya. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya bahwa makin lama melakukan perendaman bibit rumput laut dalam media pupuk hayati terindikasi meningkatkan bobot pertumbuhan. Hasil penelitian ini sangat mengembirakan khususnya bagi pembudidaya rumput laut Kota Tarakan yang selama ini masih alami dan tradisional.  Ekplorasi pemanfaatan pupuk hayati bagi tanaman air ini masih perlu dilakukan penelitian dalam rangka efisiensi dan produktifitas pengembangan budidaya rumput laut dengan mengetahui konsentrasi dosis yang efisien dan tepat. Hasil penelitian dengan perlakuan dosis 10 ml pada perendaman 6 jam menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan dan produksi budidaya rumput laut. Kata Kunci : Dosis Pupuk Hayati, Budidaya Eucheuma sp, Kota Tarakan

Filter by Year

2010 2024


Filter By Issues
All Issue VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024 VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024 VOLUME 16 NO.2 OKTOBER 2023 VOLUME 16 NO.1 APRIL 2023 VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022 VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022 VOLUME 14 NO. 2 OKTOBER 2021 VOLUME 14 NO. 1 APRIL 2021 VOLUME 13 NO. 2 OKTOBER 2020 VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020 Vol 12, No 1 (2019): VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 VOLUME 12 NO. 2 OKTOBER 2019 VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 More Issue