cover
Contact Name
Kiki Teguh
Contact Email
harpodonborneo@borneo.ac.id
Phone
+6281350529175
Journal Mail Official
harpodonborneo@borneo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 1 Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara harpodonborneo@borneo.ac.id
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Harpodon Borneo
ISSN : 2087121x     EISSN : 25416294     DOI : https://doi.org/10.35334/harpodon.v16i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal HARPODON BORNEO merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu – Ilmu Perikanan dan kelautan, yang diterbitkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat lingkungan pesisir) Jurnal Harpodon Borneo menerima naskah yang merupakan hasil penelitian (research), catatan penelitian (notes), ulas balik artikel (review or mini review article) dan ulasan / kajian pustaka (feature books), dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang belum pernah atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan/dipublikasikan pada penerbitan jurnal / bulletin / majalah ilmiah lainya.
Articles 400 Documents
DETEKSI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella spp. PADA IKAN BANDENG YANG DIJUAL DI PASAR GUSHER KOTA TARAKAN Burhanuddin Ihsan; Ira Maya Abdiani; imra imra
Jurnal Harpodon Borneo Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v11i1.538

Abstract

Keberadaan bakteri Salmonella spp pada ikan bandeng dapat mempengaruhi aspek kualitas, kemunduran mutu produk perikanan dan keamanan dalam mengkonsumsi. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesegeran dan kontaminan bakteri pada ikan bandeng yang dijual di Pasar Guser Kota Tarakan dan mendeteksi keberadaan bakteri patogen (Salmonella spp.). Sampel daging ikan dihaluskan sebanyak 25 gram dan dimasukan ke dalam Erlenmeyer berisi 225 ml Alkhali Pepton Wather (APW) kemudian di homogenkan dan diinkubasi selama 5-8 jam. Isolasi bakteri Salmonella spp. dengan menggunakan media Salmonella Shigella Agar (SSA) kemudian diinkubasi selama 24-48 jam suhu 37oC dan diidentifikasi dengan uji biokimia dengan menggunakan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Hasil penelitian diperoleh bahwa mutu dan kualitas ikan bandeng yang dijual di Pasar Gusher Kota Tarakan sangat baik dan segar dengan tingkat kontaminan bakteri dibawah ambang batas/baku mutu SNI yaitu 4x104 koloni/gram. Serta terdeteksi mengandung bakteri patogen (Salmonella spp.).
MEKANISME PENGATURAN SISTIM SARAF PADA TUBUH IKAN DI LINGKUNGAN PERAIRAN YANG TERKONTAMINASI OLEH SIANIDA Ratno Achyani
Jurnal Harpodon Borneo Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.93 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v4i2.73

Abstract

Fish and invertebrate aquatic animals are very sensitive to cyanide exposure. Free concentration in the environment can reduce the ability to swim and inhibit reproduction of many species of fish. Another adverse effect is pathology, sensitivity the nature of predators, impaired respiratory system, disorders of osmoregulation and different growth patterns. The networks that depend anaerobic respiration, such as primary liver and nervous system was also affected. Fundamental changes where associated with toxin by hydrogen cyanide (HCN) is distinguished in three categories, the sensors, motor and interneuronal depends on how much damage is take. HCN may cause cell death or survival but there is damage in small sections of dendrites or axons, so that shrinkage or loss of entire functions. In fish it will lose swimming ability for a moment, and when in large doses cause of death. Keywords :  Cyanide, effect on fish, sensor, motor, interneuronal
PEMANFAATAN ALGORITMA ZHU UNTUK ANALISIS KARBON LAUT DI TELUK BANTEN Ramawijaya .; Muhammad Yusuf Awaludin; Widodo S. Pranowo; Rosidah .
Jurnal Harpodon Borneo Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.112 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v5i2.89

Abstract

Tantangan penting dalam bidang meteorologi laut dan perubahan iklim adalah bagaimana memprediksikan secara kuantitatif interaksi laut dan atmosfer dalam kaitannya dengan proses penyerapan (sink) / pelepasan (source) CO2 oleh laut yang dikontrol oleh proses kimia, fisika, dan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa penyerapan/pelepasan CO2 laut dengan pendekatan model melalui perhitungan tekanan parsial CO2 (pCO2) laut. Hasil algoritma menunjukkan sebagian besar stasiun pengamatan memberikan nilai positif dengan kisaran 0 – 5000 μatm dengan nilai bias yang tinggi pada stasiun bagian dalam teluk. Sementara itu hasil observasi SPL dan klorofil-a menunjukkan nilai ∆pCO2 bernilai negatif berkisar antara 0 s/d –20 μatm pada perairan luar teluk dan bernilai 0  s/d +420 μatm untuk bagian dalam teluk. Secara umum Perairan Teluk Banten berperan sebagai source sedangkan bagian luar teluk berperan sebagai sink CO2. Namun Algoritma Zhu ini tidak disarankan untuk digunakan di daerah perairan dalam teluk atau pesisir.  Kata Kunci : Teluk Banten, Algoritma Zhu, karbon laut, sink, source
HUBUNGAN PERTUMBUHAN DENGAN FEKUNDITAS HARPODON NEHEREUS YANG BERASAL DARI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN Muchamad Irfan; Diana Purnamasari; Ulva Sari; Haswin .; Fitri .
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.795 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v6i2.111

Abstract

Fish Nomei (Harpodon nehereus) is one of the icons or characteristic of Tarakan City because this fish is only found area surrounding waters in the Tarakan City. The purpose of this study was to determine the growth of Harpodon nehereus approach of morphometric. Knowing fecundity / number of eggs in a single spawning of Harpodon nehereus in Tarakan. Determine the correlation between morphometric and fecundity of Harpodon nehereus in Tarakan.Reseach using descriptive method. Data collection techniques, using survey research design. Nomei fish sampling techniques using a sampling method, purposive sampling method. Sampling was carried out 4 times over two months, each sampling a total of 120 pieces. Harpodon nehereus sampling carried out during low tide the sea water.  Results, the first week got value b = 2.7463 with a correlation value of 0.85 which is allometri negative. The second week got value b = 2.1584 with a correlation value of 0.75 allometri negative. The third week the value of b = 1.1366 allometri negative. Week four earned value b = 2.7385 with a correlation value of 0.84 allometri negative.  The results overall TKG IV obtained +374125 375 875 range eggs. At TKG I can not find the eggs because the gonads are still in the form of yarn. At TKG V not found. Results of correlation test between morphometric and fecundity of Harpodon nehereushighest correlation values obtained at the second sampling (second week) of 0.96 with the regression equation y = 36.415 x - 47.508. Besides still in the second week of the correlation between the values obtained with fecundity and weight of 0.82 with the regression equation y = 5.7574 x - 7.1296 .Keywords : Morphometry, fecundity, Harpodon nehereus, Aquatic Juata Tarakan 
PEMANFAATAN BUAH MANGROVE PEDADA (Sonneratia sp) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN MAS Ery Gusman; Jimmy Cahyadi
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.225 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v8i2.124

Abstract

Feed was the most valueable input cost in aquaculture process (fish and shrimp) and very influenced toward cultivan growth.  Therefore artificial feed from manufacture always facing to the cost problem in providing raw material that always rise.  The purposes of this research is to find out the advanteges from mangrove fruits as alternative raw material for artificial feeding and also to searching the ability of mangrove fruits in artificial feed to increasing the growth of carps fish.  This research was done from April 2015 until May 2015 at aquacultute technology laboratory, Faculty Fishieries and Marine, University of Borneo Tarakan, North Borneo.  The fruits of mangrove that was used is Pedada (Sonneratia sp.).  The design of this research is randomized completely design with 4 treatment that are : A (Control, manufacture artificial feed), B (Pedada 30%), C (Pedada 40%), and D (Pedada 50%).  The high value of Specific Growth Rate is treatment C (Pedada powder with protein concentration 40%) 1.66%, followed by  treatment D (Pedada powder with protein concentration 50%) 1.44%, treatment A (Control) 1.14%, and treatment B (Pedada Powder with protein concentration 30%) 0.84%.  The high value of absolute growth  is in treatment C (Pedada powder with protein concentration 40%) followed by treatment D (Pedada powder with protein concentration 50%), treatment A (Control,manufacture artificial feed), and treatment B (Pedada powder with protein concentration 30%).  The value of Feed Convertion Rate is about 1.05-1.42, more high than manufacture artificial feed (0.99).  the high value of Survival Rate reached by treatment C (80%), followed by treatment B (73.33%), treatment D (70%) and treatment A (53.33%).  Keywords : mangrove fruit, Sonneratia, artificial feed, fish, Common carp
PENGARUH LAMA PENARIKAN PADA PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP CANTRANG TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN BRONDONG Suwarsih .
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.181 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v6i2.144

Abstract

Prospek perikanan tangkap di Indonesia sangat baik, hal ini ditinjau dari segi potensi lestari sumber daya perikanan laut sebesar 6,7 juta ton/tahun, sedangkan tingkat pemanfaatannya masih rendah, yaitu baru dimanfaatkan 48% nya saja. Jaring cantrang tergolong alat tangkap ikan yang bersifat relatif aktif, yang memungkinkan untuk mengejar Fishing ground dan teruji produktif sebagai alat penangkap kelompok ikan demersal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh lama penarikan alat tangkap cantrang terhadap hasil tangkapan ikan demersal terbaik. Pelaksanaan penelitian dimulai pada tanggal 1 sampai 31 Mei 2012.  Metode penelitian menggunakan metode eksperimental yaitu dengan mengadakan percobaan untuk melihat suatu hasil yang ditujukan kearah penemuan fakta dan sebab akibat. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor yang diamati terbatas pada satu faktor saja, yaitu lama penarikan : 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Hasil analisis data menjelaskan bahwa F hitung F tabel (1% x 5%). Berarti Ho =diterima. Hal ini menunjukkan pengaruh yang sangat nyata. Oleh karena itu, perlakuan lama penarikan yang berbeda pada pengoperasian alat tangkap cantrang berpengaruh sangat nyata terhadap hasil tangkapan ikan demersal di Perairan Brondong. Lama penarikan selama 60 menit mendapatkan hasil tangkapan lebih baik (Jumlah ikan yang diperoleh lebih banyak). Kata Kunci : Lama Penarikan ; Alat Tangkap Cantrang ; Hasil Tangkapan Ikan Demersal= ditolak, Hi
LAJU PENURUNAN KANDUNGAN OKSIGEN TERLARUT KAWASAN LAGUNA SEGARA ANAKAN Rose Dewi
Jurnal Harpodon Borneo Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.207 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v10i1.203

Abstract

ABSTRAK Laguna Segara Anakan (LSA) merupakan muara yang dinamis, beriklim tropis lembab dan dipengaruhi angin musim (monsoon), mengakibatkan kondisi perairan berfluktuasi. Ditunjang adanya konversi penggunaan lahan yang mengurangi badan air, peningkatan jumlah penduduk dengan beragamnya aktifitas antropogenik berdampak pada peningkatan bahan organik yang mengakibatkan tingginya populasi (blooming) fitoplankton, dikhawatirkan terjadi penurunan konsentrasi oksigen terlarut (anoxia) perairan. Kondisi tersebut mempengaruhi perubahan struktur komunitas (kelimpahan fitoplankton) dengan bervariasinya produktivitas primer perairan. Produktivitas primer berkaitan erat dengan kandungan oksigen terlarut (produk fotosintesis fitoplankton) yang akan dimanfaatkan untuk respirasi organisme perairan. Sehingga kandungan oksigen terlarut menjadi penting untuk dikaji lebih lanjut pada perairan LSA sebagai daerah nursery ground. Metode dilakukan dengan studi literatur untuk mengevaluasi perubahan kandungan oksigen terlarut LSA serta pengukuran secara in-situ dengan pendekatan temporal (time series) selama 1 tahun dengan acuan angin musim (monsoon): Musim (Barat, Peralihan I, Timur, Peralihan II). Berdasarkan studi literatur diketahui terjadi penurunan kandungan oksigen terlarut dari tahun ke tahun dan hasil pengukuran menunjukkan kandungan oksigen terlarut kembali mengalami penurunan berkisar 2,03 – 5,40 mg/L, dengan rata-rata tahunan sebesar 3,20 mg/L, fluktuasi tertinggi terjadi pada Musim barat, dimungkinkan adanya difusi oksigen diatmosfer dengan tinginya curah hujan dan arus. Kelimpahan fitoplankton berkisar 4.130-6.873 indv/L, didgjkgjkkminasi Divisi: Chrysophyta, Chlorophyta Cyanophyta Pyrophyta, Euglenophyta. Kelimpahan fitoplankton terrendah pada Musim barat dimungkinkan adanya mekanisme Flushing Time. Diperlukan managemen strategi pengelolaan laguna oleh Pemerintah Daerah setempat, pihak terkait dan masyarakat untuk menjaga kestabilan ekologis LSA terutama terkait penggunaan lahan dan aktifitas antropogenik. Kata Kunci : Laguna Segara Anakan, Angin musim (monsoon), Oksigen Terlarut, Fitoplankton  
RASIO PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Gracilaria sp PADA SKALA LABORATORIUM DAN LAPANG DI TAMBAK SILVOFISHERY Rose Dewi; Tjahjo Winanto
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.665 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v6i1.11

Abstract

Penurunan kualitas perairan pada tambak Silvofishery disebabkan kepadatan biota budidaya yang terlalu tinggi dan adanya kelebiha pemberian pakan. Upaya penanggulangan permasalahan untuk meminimalisir kondisi tersebut dilakukan usaha  teknologi biofilter menggunakan rumput Gracilaria sp (Rhodophyta). Untuk dapat mengoptimalkan teknis monitoring pada setiap tahapan budidaya, maka dibandingkan dengan skala laboratoris. Perlakuan penelitian skala laboratorium (A), sedangkan perlakuan di skala lapang (Perlakuan B) dilakukan di tambak Silvofishery, dengan ketentuan umur serta ukuran biota budidaya yang sama. Gracilaria sp yang ditanam dengan metode lepas dasar (bottom method). Monitoring dilakukan selama masa pemeliharaan 60 hari,  dilakukan pengamatan terhadap pertumbuhan rumput laut (biomassa basah).  Analisis data pertumbuhan menggunakan uji T-student. Hasil pertumbuhan Gracilaria sp, rata-rata per 15 hari menunjukkan bahwa pertambahan berat berbeda nyata antar perlakuan (P £ 0,05), yang dipengaruhi oleh respon proses fotosintesis dan penyerapan kandungan Nitrogen (ammonia, nitrat dan nitrit). Pertumbuhan Gracilaria sp lebih tinggi dalam skala laboratoris mencapai 28 gram dibandingkan di lapang pada area tambak silvofishery 24,78 gram.
EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG TIWAI (Eleutherine americana) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila SECARA IN VITRO Azis Azis
Jurnal Harpodon Borneo Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.481 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v10i1.231

Abstract

Salah satu penyakit yang sering menyerang ikan air tawar adalah penyakit MAS (Motile Aeromonas Septicemia) yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila dan dikenal sebagai penyakit bercak merah.  Secara in vitro, ekstrak bawang putih berpotensi sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophilla.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan daya hambat ekstrak bawang tiwai (Eleutherine americana) terhadap tingkat pencegahan infeksi bakteri Aeromonas hydrophilla secara in vitro.  Penelitian ini menggunakan 6 perlakuan dan 3 ulangan menggunakan konsentrasi ekstrak bawang tiwai 20%, 30%, 40% dan 50%, kontrol negatif tanpa ekstrak bawang tiwai sedangkan kontrol positif menggunakan kloranfenikol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang tiwai dengan konsentrasi 20%, 30%, 40% dan 50% memiliki pengaruh terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri A. hydrophilla.  Konsentrasi ekstrak bawang tiwai 30% memperlihatkan daya hambat tertinggi pada uji zona hambat terhadap bakteri A. hydrophilla  yaitu sebesar  14,5 mm memiliki respon hambat pertumbuhan yang kuat, dengan nilai efektivitas 72,5%.  sehingga ekstrak bawang tiwai dapat digunakan sebagai bahan alternative pengganti zat antimikroba kimia untuk pengobatan penyakit yang disebabkan oleh bakteri A. hydrophilla.
POTENSI KANDUNGAN PIGMEN KLOROFIL a DAN b BEBERAPA RUMPUT LAUT GENUS Gracilaria: OPTIMALISASI KANDUNGAN KARBOHIDRAT Rose Dewi; Dewi Nugrayani; Dyahruri Sanjayasari; Hadi Endrawati
Jurnal Harpodon Borneo Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.964 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v9i1.56

Abstract

Response pigment and ecological is major factor of photosynthesis. Quantity of chlorophyll a,b are not same in Gracilaria, though in one genus. Difference fluctuation ecological conditions on waters; (Station 1): estuaries, (Station 2): coastal, (Station 3): 100m from the shoreline, based on literature study will affect the rate of  photosynthesis. This research aims  need to measure of quantitatively pigments (chlorophyll a,b) and carbohydrate to know the difference. Method by purposive random sampling; chlorophyll a,b using UV-Vis spectrophotometer; carbohydrate with analysis by difference; also control  physical and chemical parameters of waters. Results show the chlorophyll a, b and carbohydrates in G. verrucosa (163.58 ± 8.90mg /L;79.32 ± 5.53 mg /L; 37.19 ± 1.50%); G. gigas (128.01 ± 7.2 mg /L;117.76 ± 5,85mg /L; 44.48 ± 0.90% ) and G. salicornia (100.36 ± 23.35mg/L; 93.73 ± 11,59mg/L; 36.94 ± 0.72%). The highest correlation between pigments (chlorophyll b) with the formation of carbohydrate in G. gigas (r = 0.991). Range of water quality measured during the study still the threshold that can be tolerated Gracilaria, found only high phosphorus content above the threshold that 1.935 to 2.517 mg/ L.Key words: G. verrucosa, G. gigas, G. salicornia, Chlorophyll a, b , Carbohydrate

Filter by Year

2010 2024


Filter By Issues
All Issue VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024 VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024 VOLUME 16 NO.2 OKTOBER 2023 VOLUME 16 NO.1 APRIL 2023 VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022 VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022 VOLUME 14 NO. 2 OKTOBER 2021 VOLUME 14 NO. 1 APRIL 2021 VOLUME 13 NO. 2 OKTOBER 2020 VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020 Vol 12, No 1 (2019): VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 VOLUME 12 NO. 2 OKTOBER 2019 VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 More Issue