cover
Contact Name
Brigitta Laksmi Paramita
Contact Email
brigitta.laksmi@uajy.ac.id
Phone
+6282329549978
Journal Mail Official
journal.biota@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari No. 44, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN : 25273221     EISSN : 2527323X     DOI : doi.org/10.24002/biota
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles 1,193 Documents
Kualitas Yoghurt Sinbiotik Dengan Kombinasi Tepung Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) dan Sari Buah Mangga (Mangifera indica var. arumanis) Ngatini Ekawati Purwijantiningsih F. Sinung Pranata
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v3i1.1891

Abstract

Yoghurt sinbiotik merupakan yoghurt yang dibuat dengan mengombinasikan probiotik dan prebiotik. Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) mengandung senyawa bioaktif diosgenin dan inulin yang digunakan sebagai substrat untuk pertumbuhan probiotik. Mangga (Mangifera indica) mengandung glukosa yang dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan bakteri asam laktat (BAL). Bakteri asam laktat (BAL) yang ditambahkan sebagai starter yakni Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium longum. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kombinasi tepung kimpul dan sari buah mangga (K:M) terhadap kualitas fisik, kimia, mikrobiologis, organoleptik dan mendapatkan konsentrasi optimum penambahan kombinasi (K:M) yang menghasilkan kualitas yoghurt sinbiotik yang paling baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan kombinasi (K:M) sebanyak 10:4%, 7:7%, 4:10%, dan 0:0% dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi warna, viabilitas BAL, salmonella, kadar lemak, protein, serat larut, derajat keasaman (pH), total asam laktat, gula reduksi dan uji organoletik. Data dianalisis dengan ANOVA, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan (K:M) berpengaruh nyata terhadap peningkatan viabilitas BAL, kadar gula reduksi, derajat keasaman (pH), dan kadar asam laktat. Penambahan kombinasi (K:M) 4:10% menghasilkan kualitas yoghurt sinbiotik yang baik, paling disukai oleh panelis dengan rasa asam, tekstur semisolid, viabilitas BAL 1 x 109 CFU/ml, negatif Salmonella, kadar lemak 1,69%, kadar protein 3,55%, kadar serat larut 2,36%, kadar asam laktat 1,48% dan pH 4.
Endonesia (Endophyte for Indonesia): Biofertilizer Berbasis Mikroba Endofit guna Meningkatkan Kualitas Pembibitan Budidaya Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) di Indonesia Baso Manguntungi; Rian Adha Ardinata Muhammad Al Azhar Asmawati; Kurniawan Eka Putra Tegar Aprilian1
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v3i1.1892

Abstract

Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit (Elaeis guineensis) dengan jumlah produksi mencapai 48% dari total volume produksi minyak sawit di dunia. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia menunjukkan peningkatan yang stabil selama 20 tahun terakhir yaitu sebesar 11% setiap tahunnya. Proses pembibitan kelapa sawit menjadi faktor penentu dalam keberhasilan perkebunan kelapa sawit. Penggunaan pupuk kimia pada pembibitan kelapa sawit diketahui dapat menimbulkan banyak dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Guna mengatasi permasalahan tersebut, pemanfaatan teknologi mikroba endofit indigen sebagai agen aktif dalam biofertiizer perlu dilakukan. Mikroba endofit adalah mikroba yang hidup didalam jaringan tanaman dan memiliki kemampuan untuk mendorong pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan mendapatkan strain mikroba endofit potensial sebagai agen bioaktif dalam biofertilizer dan pengaruhnya terhadap proses pembibitan kelapa sawit. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA menggunakan aplikasi SPSS 20 dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil isolasi mikroba endofit dari akar tanaman kelapa sawit diperoleh 7 isolat jamur endofit dan 9 isolat bakteri endofit. Hasil penelitian menunjukan konsorsium bakteri 20%, konsorsium bakteri 10%, dan konsorsium jamur 10% berturut-turut memiliki pengaruh terhadap peningkatan tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun kelapa sawit dibandingkan dengan perlakuan lainnya
Kualitas Pupuk Cair Organik dengan Kombinasi Limbah Ampas Jamu dan Limbah Ikan Jumirah A. Wibowo Nugroho Jati,L. Indah Murwani Yulianti
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 2 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v3i2.1893

Abstract

Pupuk cair organik merupakan salah satu jenis pupuk organik berbentuk cair yang berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Pupuk cair organik dibuat dari bahan organik limbah rumah tangga. Bahan organik yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah ampas jamu dan limbah ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar kadar unsur hara karbon (C), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), besi (Fe), dan magnesium (Mg) yang dibandingkan dengan standar SNI-19-7030-2004 dan Permentan/SR.140/10/2011, serta karakterisasi bakteri yang ada dalam pupuk cair organik. Pembuatan pupuk cair organik dalam penelitian ini menggunakan metode fermentasi secara anaerob selama 28 hari dengan lima perlakuan yaitu 100% limbah ampas jamu; 100% limbah ikan; dan perbandingan limbah ampas jamu dan limbah ikan sebesar 50%:50%; 25%:75% dan 75%;25%. Hasil pengukuran kadar unsur C sebesar 2,3474-4,8397%, unsur N sebesar 0,047-0,3537%, unsur P sebesar 0,0343-0,2433%, unsur K sebesar 0,1867-0,2433%, unsur Ca sebesar 0,0204-0,0777%, kadar Fe sebesar 0,0019-0,0003%, dan kadar Mg sebesar 0,0129-0,02008%. Isolat bakteri yang ditemukan dalam pupuk cair organik yaitu isolat bakteri yang memiliki karakter menyerupai bakteri dari genus Lactobacillus sp., Psudomonas sp., Bacillus sp., Zymomonas sp., Staphylococcus sp., Actinobacillus sp., Cellulomonas sp., dan Acetobacter sp
Isolasi Bakteri Asam Laktat dari Susu Kuda Liar dan Potensi Antibakteri pada Susu Kuda Liar Sumbawa Baso Manguntung; Abdhi Surya Perkasa; Yulianti Kusdianawati; Heru Piria Hastuti; Arif Muhamad
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 2 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v3i2.1894

Abstract

Pulau Sumbawa yang terletak tepat di provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu pulau yang menghasilkan Susu Kuda Liar Sumbawa terbesar di Indonesia. Susu kuda asal Sumbawa sangat diminati karena khasiatnya yang sangat baik untuk kesehatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri asam laktat dari susu kuda liar Sumbawa dan mengetahui potensi kemampuan antibakteri dari susu kuda liar Sumbawa. Penelitian ini dilakukan dengan mengisolasi bakteri asam laktat dari susu kuda liar Sumbawa dengan metode spread plate menggunakan media MRSA. Kemudian uji antibakteri susu kuda liar Sumbawa dilakukan dengan metode difusi paper disk terhadap tiga spesies bakteri patogen berbeda yaitu Eschericia coli, Staphylococcus aureus, Vibrio cholerae dan perlakuan kontrol (-) akuades, kontrol (+) kanamisin. Pengujian menggunakan susu kuda liar Sumbawa dengan variasi konsentrasi berbeda yaitu 20, 40, 60, 80, dan 100. Hasil penelitian menunjukkan terdapat bakteri asam laktat pada susu kuda liar Sumbawa dengan tumbuhnya koloni berwarna putih pada media MRSA. Pada pengujian antibakteri terlihat adanya zona hambat pada semua perlakuan konsentrasi dan kontrol (+). Diameter zona hambat terbesar dilihat pada konsentrasi 100% yaitu Staphylococcus aureus (1,996 mm), Eschericia coli (1,982 mm), dan Vibrio cholerae (2,020 mm) sedangkan kontrol (-) tidak menunjukkan adanya zona hambat. Sehingga susu kuda liar Sumbawa ini berpotensi menghambat terhadap bakteri patogen.
Kemampuan Selulosa Daun Mahkota Nanas (Ananas comosus) Sebagai Bioadsorben Logam Tembaga (Cu) Desinyata Desinyata Keon Indah Murwani Yulianti,Wibowo Nugroho Jati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 2 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v3i2.1895

Abstract

Air limbah yang mengandung logam berat dari proses industri dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah limbah di lingkungan adalah dengan teknologi bioadsorbsi. Bioadsorben yang digunakan dalam penelitian ini adalah selulosa daun mahkota nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kemampuan selulosa daun mahkota nanas dalam menurunkan kadar logam berat tembaga (Cu), (2) mengetahui kadar selulosa daun mahkota nanas dalam menurunkan logam berat Cu, (3) mengetahui pengaruh penambahan selulosa dan varisi waktu terhadap kadar Cu, Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solid (TSS) dan pH. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, yakni dengan dua perlakuan (variasi selulosa dan waktu) dan tiga kali pengulangan. Data hasil penelitian kuantitatif ini akan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Kadar Cu, TDS, TSS dan nilai pH akan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  dengan penambahan selulosa dan variasi waktu terjadi penurunan kadar Cu sebesar 72,87% pada waktu 1 jam dengan selulosa 1,5 gr dan kenaikan kadar TDS dan TSS dari waktu 0 sampai 3 jam serta kenaikan nilai pH. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No 5 Tahun 2014 kadar Cu dan pH dalam penelitian ini belum berada di bawah baku mutu sedangkan kadar TDS dan TSS sudah berada di bawah baku mutu limbah.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Gastropoda di Pantai Seger, Lombok Tenga Janaria Resdica Parorrongan Felicia Zahida,Ignatius Pramana Yuda
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 2 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v3i2.1896

Abstract

Spesies moluska di Indonesia begitu banyak, yaitu sebanyak 1.5000 jenis Gastropoda. Gastropoda merupakan hewan menarik dengan berbagai warna, ukuran dan bentuk cangkang, dan mempunyai distribusi luas yang dapat meliputi wilayah intertidal, air tawar, mangrove, ekosistem sungai, wilayah daratan dan pada wilayah laut dalam. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Gastropoda pada Pantai Seger, Lombok Tengah. Waktu penelitian yaitu pada bulan Februari-April 2018. Penelitian dilakukan menggunakan metode transek kuadrat, plot 1x1 m, dengan lokasi sampling sepanjang 500 m, surut terjauh 50 m, jarak antarplot 10 m, jarak antargaris transek 50 m sehingga dihasilkan sebanyak 50 plot. Hasil keanekaragaman yang didapatkan berdasarkan indeks Shanon Wiener yaitu 2,96. Kelimpahan dengan nilai Densitas Tertinggi yaitu pada Famili Neritidae spesies Nerita albicilla sebesar 28,14 individu/m2. Hasil Da paling rendah yaitu pada spesies Monetaria annulus yaitu 0,0006 individu/m2. Spesies yang mempunyai nilai Frekuensi Absolut (FA) tertinggi yaitu Euplica scripta dengan nilai sebesar 0,61. Spesies yang mempunyai FA terendah yaitu spesies Engina maura dan Virroconus ebraeus sebesar 0,006.
Pemanfaatan Bakteri Indigenus dalam Reduksi Logam Berat Cu pada Limbah Cair Proses Etching Printed Circuit Board (PCB) Pascalia Shendy Shendy A. Wibowo Nugroho Jati,L. Indah Murwani
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 2 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v3i2.1897

Abstract

Limbah dari proses etching PCB yang dihasilkan bersifat toksik karena memiliki pH yang sangat rendah dan kandungan logam berat Cu yang tinggi. Dampak negatif dari limbah etching PCB ini yaitu dapat menghilangkan kesuburan tanah, merusak nutrisi tanah dan mencemari air, serta meracuni makhluk hidup sekitar. Dalam penelitian ini, metode biologi digunakan untuk melakukan remediasi limbah proses etching PCB. Bioremediasi limbah proses etching PCB ini dilakukan dalam sistem lumpur aktif. Sumber lumpur aktif berasal dari tanah sawah yang kaya akan massa mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pengolahan limbah secara biologi dalam mengurangi toksisitas limbah, meliputi pH dan kandungan logam berat Cu, serta mengetahui isolat bakteri yang dapat memperbaiki kualitas limbah cair proses etching PCB. Tahapan penelitian ini meliputi inkubasi limbah selama 7 hari dalam sistem lumpur aktif dengan perlakuan penambahan limbah etching PCB dengan konsentrasi logam Cu 50 ppm, 150 ppm, 250 ppm dan 350 ppm, pengukuran parameter pada hari ke-0 dan ke-7, isolasi bakteri, serta analisis data menggunakan software SPSS ver 15.  Parameter yang diukur adalah kandungan logam berat Cu, pH, TSS, BOD dan COD. Pengukuran logam berat Cu dilakukan menggunakan spektrofotometer direct Lovibond. Setelah 7 hari masa inkubasi, kandungan logam berat Cu, COD, BOD dan TSS mengalami penurunan serta pH mengalami kenaikan. Perlakuan  A (50 ppm) mengalami penurunan kadar logam Cu yang paling tinggi yaitu sebesar 93,18%, diikuti dengan perlakuan B (150 ppm) dengan penurunan sebesar 81,94%, perlakuan D (350 ppm) dengan penurunan sebesar 31,57% dan perlakuan C (250 ppm) dengan penurunan sebesar 18,09%. Terdapat tiga bakteri indigenus hasil isolasi bakteri yaitu isolat bakteri X, Y dan Z. Hasil karakterisasi bakteri menunjukkan bahwa isolat X, Y, dan Z memiliki bentuk koloni circular, tepi koloni entire, Gram negatif, motil, katalase positif dan indol positif.
Toksisitas Akut Ekstrak Albertisia papuana Becc. pada Daphnia magna dan Danio rerio Hary Nugroho, Marihot Pasaribu,Sjarif Ismail
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 3 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v3i3.1898

Abstract

Albertisia papuana Becc. (A. papuana) digunakan oleh etnis Dayak di Kaltim sebagai obat antihipertensi, antiinfeksi, anti demam, dan bumbu masak pengganti vetsin. Belum adanya data mengenai toksisitas akut pada Albertisia papuana Becc. (A. papuana) menyebabkan perlunya uji toksisitas akut. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui toksisitas akut pada ekstrak daun A. papuana dengan uji imobilisasi Daphnia magna (D. magna) dan uji toksisitas akut Danio rerio (D. rerio). Metode: Daun A. papuana diambil dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol. Uji imobilisasi D. magna dan uji toksisitas akut D. rerio dilakukan dengan  metode OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). Hasil yang didapatkan adalah nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak pada D. magna adalah (170 + 28) mg/L untuk 24 jam dan (45 + 9) mg/L untuk 48 jam.Nilai LC50 ekstrak pada D. rerio adalah (885 + 55) mg/L untuk 24 jam, (670 + 94) mg/L untuk 48 jam, (504 + 102) mg/L untuk 72 jam, dan (393+89) mg/L untuk 96 jam. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ekstrak etanol A. papuana sedikit toksik pada D. magna sedangkan pada D. rerio dewasa bersifat tidak toksik
Daya Bunuh Insektisida Hayati Vermileachate dan Teh Vermikompos Terhadap Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) pada Tanaman Mint (Mentha piperita L.) Nathanael Wirandhi Syarief , Wibowo Nugroho Jati,Felicia Zahida
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 3 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v3i3.1899

Abstract

Teh vermikompos dan vermileachate merupakan cairan turunan produk vermikompos yang mengandung berbagai senyawa aktif yang berperan sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya bunuh larutan uji terhadap Bemisia tabaci Genn. dari tanaman mint (Mentha piperita L.) dengan konsentrasi dan waktu paparan teh vermikompos dan vermileachate yang memberikan dampak daya bunuh ±50 %. Percobaan penelitian menggunakan RAF (rancangan acak faktorial) sebanyak tiga kali pengulangan. Konsentrasi larutan yang diberikan ialah 10, 20, 30, dan 40 % dengan waktu paparan 6, 12, dan 24 jam. Simpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah teh vermikompos konsentrasi 30 % dan vermileachate konsentrasi 20 % menyebabkan daya bunuh B. tabaci dari tanaman mint sebesar  45,82 dan 46,18 %.
Pengaruh Media Terkondisi Sel Punca Mesensimal (MT-SPM) terhadap Histopatologi Pankreas Tikus Model DM Tipe 2 Stefani Santi Widhiastuti; Bernadia Branitamahisi; Nor Sri Inayati; Ida Ayu Preharsini Kusuma; Demas Bayu Handika; Ahmad Hamim Sadewa; Sofia Mubarika Haryana; Abdurahman Laqif
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 3 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v3i3.1900

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak terjadi. Berbagai macam terapi telah digunakan untuk menangani DM (Diabetes Mellitus) tipe 2, namun masih terdapat keterbatasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh MT-SPM terhadap histopatologi pankreas dan jumlah sel normal Langerhans pada tikus model diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan desain Posttest Control Group. Sebanyak 27 ekor tikus Sprague Dawley jantan dibagi menjadi 3 kelompok: kontrol normal (K(-)) yaitu 9 tikus sehat, kontrol diabetes (K(+)) yaitu 9 tikus yang diinduksi DM tipe 2 dengan 60 mg/kg BB STZ (i.p) dan 120 mg/kg BB NA (i.p), dan kelompok perlakuan (P) yaitu 9 tikus yang diinduksi DM tipe 2 dan diberi perlakuan dengan 0,1 ml/200 g BB (i.p) setiap 3 hari selama 10 kali. Pada hari ke-30 setelah perlakuan, tikus dikorbankan dan diambil jaringan pankreasnya untuk diuji histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil tersebut dianalisis dengan program Image J. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbaikan pada profil histopatologi pankreas dan terdapat peningkatan jumlah sel normal di islet Langerhans pada kelompok perlakuan yang diberi MT-SPM dibandingkan kelompok kontrol positif.

Page 51 of 120 | Total Record : 1193


Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2026): February 2026 Vol 10, No 3 (2025): October 2025 Vol 10, No 2 (2025): June 2025 Vol 10, No 1 (2025): February 2025 Vol 9, No 3 (2024): October 2024 Vol 9, No 2 (2024): June 2024 Vol 9, No 1 (2024): February 2024 Vol 8, No 3 (2023): October 2023 Vol 8, No 2 (2023): June 2023 Vol 8, No 1 (2023): February 2023 Vol 7, No 3 (2022): October 2022 Vol 7, No 2 (2022): June 2022 Vol 7, No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 3 (2021): October 2021 Vol 6, No 2 (2021): June 2021 Vol 6, No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 3 (2020): October 2020 Vol 5, No 2 (2020): June 2020 Vol 5, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 3 (2019): October 2019 Vol 4, No 2 (2019): June 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2018): October 2018 Vol 3, No 2 (2018): June 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 3 (2017): October 2017 Vol 2, No 2 (2017): June 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 1, No 3 (2016): October 2016 Vol 1, No 2 (2016): June 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 19, No 1 (2014): February 2014 Biota Volume 19 Nomor 1 Tahun 2014 Biota Volume 13 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 18, No 2 (2013): June 2013 Vol 18, No 1 (2013): February 2013 Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013 Vol 17, No 3 (2012): October 2012 Vol 17, No 2 (2012): June 2012 Vol 17, No 1 (2012): February 2012 BIOTA Volume 17 Nomor 3 Tahun 2012 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 15, No 3 (2010): October 2010 Vol 15, No 2 (2010): June 2010 Vol 15, No 1 (2010): February 2010 Vol 14, No 3 (2009): October 2009 Vol 14, No 2 (2009): June 2009 Vol 14, No 1 (2009): February 2009 Vol 13, No 3 (2008): October 2008 Vol 13, No 2 (2008): June 2008 Vol 13, No 1 (2008): February 2008 Vol 12, No 3 (2007): October 2007 Vol 12, No 2 (2007): June 2007 Vol 12, No 1 (2007): February 2007 Vol 11, No 3 (2006): October 2006 Vol 11, No 2 (2006): June 2006 Vol 11, No 1 (2006): February 2006 Vol 10, No 3 (2005): October 2005 Vol 10, No 2 (2005): June 2005 Vol 10, No 1 (2005): February 2005 Vol 9, No 3 (2004): October 2004 Vol 9, No 2 (2004): June 2004 Vol 9, No 1 (2004): February 2004 Vol 8, No 3 (2003): October 2003 Vol 8, No 2 (2003): June 2003 Vol 8, No 1 (2003): February 2003 More Issue