cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Buana Informatika
ISSN : 20872534     EISSN : 20897642     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 594 Documents
Implemantasi Differential Evolution untuk Optimasi Jadwal Produksi Setiawan, Hendry; Tan, Dewi Fandelia; Prilianti, Kestrilia Rega
Jurnal Buana Informatika Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.645 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1716

Abstract

Abstract. Scheduling is one of the important things that needs to be considered by any company. A good scheduling process can improve the effectiveness and efficiency of production systems at the company. The problem often occured in this field is a delay in working orders from the deadline and the production of defective products (afal) is still many. The limited ability of the operator to divide the job on the machine causes mistakes of scheduling. To solve that problem, an application was developed to optimize the production schedule automatically. This application was made by implementing the differential evolution algorithm. This production scheduling solution will be represented in vector form. Each vector will be calculated fitness value by the criteria of time and minimum afal. This process will achieve the best vector that provides an optimal schedule. The testing results show that the application can optimize the schedule of production with the average of accuracy rate reaching 99,54%. The scheduling results using differential evolution algorithm can reduce 8,19% of afal, and 97,51% of computing time. Keywords: afal, differential evolution, schedulling.Abstrak. Penjadwalan merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap perusahaan. Penjadwalan yang baik akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari perusahaan tersebut. Permasalahan yang sering terjadi adalah masih sering terjadinya keterlambatan dalam pengerjaan pesanan dari batas waktu yang ditentukan dan kerusakan produksi (afal) yang dihasilkan masih sangat tinggi. Hal ini dikarenakan terbatasnya kemampuan operator dalam membagi job pada mesin, sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan penjadwalan. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, dibuat sebuah aplikasi yang dapat melakukan optimasi jadwal produksi secara otomatis. Aplikasi ini dibuat dengan mengimplementasikan algoritma differential evolution. Solusi penjadwalan produksi ini akan direpresentasikan dalam bentuk vektor. Setiap vektor akan dihitung nilai fitness dengan kriteria minimasi waktu dan afal. Proses ini akan dilakukan hingga mencapai vektor terbaik yang mampu memberikan jadwal yang optimal. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa aplikasi dapat melakukan optimasi jadwal produksi dengan rata-rata tingkat keakuratan mencapai 99,54%. Hasil penjadwalan menggunakan algoritma differential evolution dapat menurunkan afal sebesar 8,19%, dan waktu komputasi sebesar 97,51%. Kata Kunci: afal, algoritma differential evolution, penjadwalan.
RANCANG BANGUN WEBSITE MENCARI TUKANG MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL Al Hazmi, Mohammad Rifqi
Jurnal Buana Informatika Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4485.434 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1651

Abstract

Abstract. This website was designed to address an issue of finding handyman. The idea was to make finding a good handyman easier for the users. The problem that is commonly faced in a searching process is the difficulty to find a construction worker whose skills match the needs of the existing project. It can create a fatal impact for the construction worker is one of the important factors in determining the quality of a building. Designing a website for finding handymen is then considered solve the problem since the number of internet users in Indonesia is increasing nowadays. The website is created by using Laravel framework. Laravel was chosen because it is a robust framework establishing the orderly construction that it is useful to organize the codes. The use of Laravel can also reduce the number of repetitiveness in building a complete working website. The result shows that the website to find a handyman can be built using Laravel framework. Keywords: website, Laravel, handyman, framework, PHP.Abstrak. Pada proses pencarian tukang, kendala yang sering dihadapi adalah tidak sesuainya keahlian tukang dengan kebutuhan proyek yang ada. Hal tersebut dapat berakibat fatal karena tukang merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas sebuah bangunan. Dengan tingginya pengguna internet di Indonesia maka masalah pada proses pencarian tukang dapat dipecahkan dengan membuat website untuk mencari tukang. Website tersebut akan dibuat dengan menggunakan framework Laravel. Laravel dipilih karena merupakan framework yang kokoh dan memiliki rangka untuk membuat website yang tersusun dengan rapi, sehingga dapat membantu mengorganisir kode. Penggunaan Laravel dapat mengurangi jumlah pengulangan dalam membangun kerja situs web yang lengkap. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa website untuk mencari tukang dapat dibangun menggunakan framework Laravel. Kata Kunci: website, Laravel, tukang, framework, PHP.
Analisa Tingkat Keharmonisan Suami Istri Pengguna Vasektomi Dengan Algoritma C4.5 ., Salamun; Yulianti, Wita
Jurnal Buana Informatika Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.479 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1655

Abstract

Abstract. Vasectomy may cause a strained relationship between a husband and wife. There are some causal factors such as communication, social, sexual, and economical factors. Male participation is an indicator of a successful family planning program (KB). The relevance of the participation of a male doing vasectomy is in his knowledge, behavior of vasectomy and the support from family. The purpose of this research is to reveal the relationship among the knowledge, attitude of KB male participant about vasectomy and the role of family support for vasectomy patient. This study is one way to observe the outcomes of government programs to reduce the number of the population Indonesia. The program may be considered as a way that can strain husband and wife relationship caused by various factors, such as communication, social, sexual and economic factors. In this study, the data is obtained from the official department of demography and national family planning (BKKBN) and based on the immediate observation of some couples who become the vasectomy patients. The data is then examined using C4.5 algorithms which will later make a decision tree which decide whether the couples will be fit or not for doing the vasectomy for family planning program.Keywords: KB, Vasectomy, C4.5 Algorithm.Abstrak. Vasektomi bisa mengakibatkan renggangnya suatu hubungan suami istri. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor komunikasi, sosial, seksual, dan ekonomi. Partisipasi pria menjadi indikator keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Keterkaitan partisipasi pria pengguna vasektomi adalah pengetahuan, tingkah laku partisipan KB pria tentang vasektomi, serta dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap akseptor/partisipan KB pria tentang vasektomi, serta peranan dukungan keluarga pengguna vasektomi. Penelitian ini merupakan salah satu cara untuk melihat hasil dari program pemerintah untuk mengurangi jumlah penduduk di Indonesia. Dalam penelitian ini, data didapatkan dari sebuah lembaga resmi KB yaitu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan observasi lapangan secara langsung kepada beberapa pasangan suami istri yang menggunakan vasektomi. Data selanjutnya diolah menggunakan algoritma C4.5 yang hasilnya nanti akan menghasilkan pohon keputusan yang dapat menjawab apakah pasangan tersebut bisa mengikuti program KB vasektomi. Kata Kunci: KB, Vasektomi, Algoritma C4.5. 
Analisis Pengaruh Citra Gelap, Normal, Terang Terhadap Wavelet Orthogonal Kristianti, Novera; Purnawati, Niwayan; Rolando, Bryand
Jurnal Buana Informatika Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.769 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1698

Abstract

Abstract. An image is classified into dark, normal, and bright image. The images are grouped in the dark images according to the histogram and the mu value. An image consists of information and redundancies. The use of wavelet is considered effective in image compression and it does not only cut down the memory usage but also it makes devices work faster. In this study, an analysis in conducted on the influence of dark, normal, and bright images on the orthogonal wavelet. Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) is used to compare 17 functions of wavelet orthogonal in the image compression of dark, normal, and bright images. PSNR is a measurement parameter commonly used for measuring the quality of image reconstruction which is then compared with the original image. Compression ratio is used to measure the reduction of the data size after the compression process. Based on the research on the dark, normal, and bright image, the findings reveal that bright image has got the lowest PNSR value at all image testing while the normal image has the highest PSNR value at the wavelet orthogonal application. Keywords : Image compression, Orthogonal wavelet, PSNR, compression ratio.Abstrak. Suatu citra dikelompokkan menjadi citra gelap, citra normal, dan citra terang. Pengelompokan citra menjadi warna gelap terlihat dari histogram dan nilai rerata intensitas (mu). Citra terdiri atas informasi dan redudansi. Penggunaan wavelet dinilai efektif dalam kompresi citra dan menurunkan penggunaan memori serta membuat perangkat menjadi lebih cepat. Pada penelitian ini, dilakukan analisis pengaruh citra gelap, citra normal, dan citra terang terhadap wavelet orthogonal. Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) digunakan untuk membandingkan 17 fungsi wavelet orthogonal dalam kompresi citra gelap, citra normal, dan citra terang. PSNR adalah parameter ukur yang sering digunakan untuk pengukuran kualitas gambar rekonstruksi, yang lalu dibandingkan dengan gambar asli. Rasio kompresi digunakan untuk mengukur pengurangan ukuran data setelah proses kompresi. Berdasarkan penelitian pada citra gelap, citra normal, dan citra terang diperoleh bahwa citra terang menghasilkan nilai PSNR paling kecil untuk seluruh citra uji dan citra normal menghasilkan nilai PSNR paling besar dalam penerapan wavelet orthogonal. Kata kunci : Kompresi citra, Wavelet orthogonal, PSNR, rasio kompresi.
Mengukur Tingkat Keselarasan Information Technology dan Bisnis (Studi Kasus Perusahaan Start-up Digital Wilayah Jawa) Airlangga, Gregorius
Jurnal Buana Informatika Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v9i2.1485

Abstract

Abstract. The alignment between information technology (IT) and business becomes a main issue for a digital start-up which adopts technology as a support for the business activities. As one of the growing business in Indonesia, this organization gets special attention from the government that it will be able to become the backbone of the nation's economy. This has led to a necessity of measuring the alignment level between IT and business at digital start-ups in order to describe the conditions for developing strategies to increase competitive benefits. According to that necessity, the research on the assessment of the alignment between IT and business is conducted by using the Luftman SAM (Strategic Alignment Maturity) model to 30 samples of IT start-up companies from various business fields in Java where the center of digital start-up exists in Indonesia. Based on the results of this study, it was found that the average digital start-up has a pretty good alignment level of 3.45. This shows that the strategic alignment between IT and business is starting to integrate in all functional units. Keywords: alignment maturity, Luftman, SAM, start-up.Abstrak. Keselarasan teknologi informasi (IT) dan bisnis telah menjadi masalah utama start-up digital yang memanfaatkan teknologi sebagai penunjang dalam kegiatan bisnis. Sebagai salah satu organisasi yang marak berkembang di Indonesia, organisasi ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah untuk mampu menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Hal ini menyebabkan perlunya pengukuran tingkat keselarasan IT dan bisnis pada start-up digital agar dapat menggambarkan kondisi keselarasan yang terjadi sehingga mampu menyusun strategi untuk semakin meningkatkan keuntungan kompetitif. Berdasarkan kebutuhan ini peneliti melakukan penilaian keselarasan antara IT dan bisnis dengan menggunakan model Luftman SAM (Strategic Alignment Maturity) terhadap 30 sampel perusahaan start-up IT dari berbagai bidang bisnis yang berada di wilayah Jawa dimana pusat pertumbuhan start-up digital di Indonesia berada. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata start-up digital memiliki tingkat keselarasan yang cukup baik yakni sebesar 3,45. Hal ini menunjukkan bahwa keselarasan strategis antara IT dan bisnis mulai terbentuk dan terintegrasi di seluruh unit fungsional. Kata Kunci: keselarasan IT dan bisnis, Luftman, SAM, start-up.
Pembentukan Vector Space Model Bahasa Indonesia Menggunakan Metode Word to Vector Prabowo, Yulius Denny; Marselino, Tedi Lesmana; Suryawiguna, Meylisa
Jurnal Buana Informatika Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.81 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v10i1.2053

Abstract

Abstract. Extracting information from a large amount of structured data requires expensive computing. The Vector Space Model method works by mapping words in continuous vector space where semantically similar words are mapped in adjacent vector spaces. The Vector Space Model model assumes words that appear in the same context, having the same semantic meaning. In the implementation, there are two different approaches: counting methods (eg: Latent Semantic Analysis) and predictive methods (eg Neural Probabilistic Language Model). This study aims to apply Word2Vec method using the Continuous Bag of Words approach in Indonesian language. Research data was obtained by crawling on several online news portals. The expected result of the research is the Indonesian words vector mapping based on the data used.Keywords: vector space model, word to vector, Indonesian vector space model.Abstrak. Ekstraksi informasi dari sekumpulan data terstruktur dalam jumlah yang besar membutuhkan komputasi yang mahal. Metode Vector Space Model bekerja dengan cara memetakan kata-kata dalam ruang vektor kontinu dimana kata-kata yang serupa secara semantis dipetakan dalam ruang vektor yang berdekatan. Metode Vector Space Model mengasumsikan kata-kata yang muncul pada konteks yang sama, memiliki makna semantik yang sama. Dalam penerapannya ada dua pendekatan yang berbeda yaitu: metode yang berbasis hitungan (misal: Latent Semantic Analysis) dan metode prediktif (misalnya Neural Probabilistic Language Model). Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Word2Vec menggunakan pendekatan Continuous Bag Of Words model dalam Bahasa Indonesia. Data penelitian yang digunakan didapatkan dengan cara crawling pada berberapa portal berita online. Hasil penelitian yang diharapkan adalah pemetaan vektor kata Bahasa Indonesia berdasarkan data yang digunakan.Kata Kunci: vector space model, word to vector, vektor kata bahasa Indonesia.
Pembangunan Aplikasi Identifikasi Waktu Kawin Ternak Babi dengan Alihragam Wavelet dan Backpropagation Dwiandiyanta, B. Yudi; Pratama W Putra, Marcellinus; Ernawati, Ernawati; Maslim, Martinus
Jurnal Buana Informatika Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.752 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v10i1.1832

Abstract

Abstract.Pigs are one of the animals that are usually bred for pork production. In order to have the pork production which meet the high level of consumption, it is necessary to handle the mating time for the nursery process so that pigs can mate at the right time to avoid problems such as pregnancy failure. Determination of the right mating time in pigs can be decided by observing the shape and color of female pig vulva that is opened and slimy. The uniqueness of vulva in this breeding season can be analyzed and identified by using Haar Wavelet and Backpropagation neural networks. Wavelets are used to perform image feature retrieval, while Backpropagation artificial neural networks are used to create a base of knowledge to decide whether the pigs are at the right mating time. This application is a web application built by Visual Studio 2015 MVC5 framework with C # programming language. Users can use this application by using the Android application. The construction of this application aims to enable pig breeder to get the right time of mating to increase the pork production. This application will also be made for the smart phone version in order to make the detection process with this application more efficient.Keywords: Pattern Recognition, Haar Wavelet, Backpropagation, Pig Breeding.Abstrak. Babi merupakan hewan yang diternakkan untuk dimanfaatkan dagingnya. Agar produksi daging babi dapat memenuhi tingkat konsumsi yang tinggi, diperlukan penanganan waktu kawin agar babi dapat kawin pada waktu yang tepat sehingga menghindari permasalahan seperti kegagalan kebuntingan.Penentuan waktu kawin yang tepat pada babi terlihat pada bentuk dan warna vulva babi betina yang terlihat terbuka dan berlendir. Keunikan vulva ini dapat dianalisis dan dikenali polanya menggunakan alihragam Haar Wavelet dan jaringan syaraf tiruan Backpropagation. Wavelet digunakan untuk pengambilan ciri citra, jaringan syaraf tiruan Backpropagation digunakan untuk membuat basis pengetahuan untuk mengkategorikan karakter yang membuat babi dinyatakan berada dalam waktu kawin yang tepat. Aplikasi ini merupakan aplikasi web yang dibangun dengan bahasa pemrograman C#. Dibangunnya aplikasi ini bertujuan agar peternak babi dapat mendapatkan waktu yang tepat untuk mengawinkan ternaknya agar produksi babi dapat meningkat. Aplikasi ini juga dibuat pada ponsel pintar agar proses pendeteksian dengan aplikasi ini menjadi lebih efisien.Kata Kunci: Pengenalan Pola, Haar Wavelet, Backpropagation, Ternak Babi.
ANALISIS DOMAIN BAI, DSS, DAN MEA PADA PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN E-GOVERNMENT KABUPATEN PAMEKASAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5.0 Darmawan, Aang Kisnu; Harto, Arisandi Dwi
Jurnal Buana Informatika Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.824 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v10i1.1769

Abstract

Abstract. This study aims to audit and evaluate the Dispendukcapil e-Government services in Pamekasan Regency using COBIT 5 Framework. The audit was conducted at the Dispendukcapil Office of Pamekasan Regency. The samples are four Districts and twelve Sub-districts / Villages that were considered quite representative. .The results show that overall capability audit results of the level of ICT services in the Pamekasan District Dispendukcapil are at level 3 (Establish) meaning that the process of ICT services has been implemented according to the existing ICT service standards. The detailed index value of the capability level of each domain is the BAI 2.85 domain (Established), DSS 2.50 domain (Established) and MEA domain 2.83 (Established). Field findings show that business processes in ICT governance of e-government services at the sub-district, village and village levels are at an incomplete level, meaning there is virtually no ICT governance process at that level. The need of fuller more authority on governance is suggested and recommended to be done at the sub-district and village / kelurahan levels by adding competent human resources in the ICT field to provide better e-government services.Keywords:E-Government, Capability Level, COBIT 5.0Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit dan evaluasi terhadap layanan e-Government Dispendukcapil Kabupaten Pamekasan dengan metode Framework COBIT 5. Audit dilakukan di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Pamekasan. Sampel Layanan e-Government ialah empat Kecamatan dan 12 Kelurahan/Desa yang dianggap cukup representatif. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan hasil audit capability level layanan TIK Dispendukcapil kabupaten Pamekasan berada pada level 3 (Establish) dimana proses layanan TIK sudah terimplementasi sesuai standard layanan TIK yang ada. Rincian nilai indeks capability level masing-masing domain adalah domain BAI 2,85 (Established), domain DSS 2,50 (Established) dan domain MEA 2,83 (Established). Temuan menunjukkan bahwa proses bisnis dalam tata kelola TIK layanan e-government di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa berada pada level 0 (incomplete), berarti hampir tidak ada sama sekali proses tata kelola layanan TIK di tingkatan tersebut. Diperlukan kewenangan yang lebih banyak pada tatakelola di tingkat kecamatan, dan desa/kelurahan dengan menambahkan SDM yang kompeten dalam bidang TIK untuk memberikan layanan e-government yang lebih baik.Kata Kunci: E-Government, Capability Level, COBIT 5.0.
Monitoring Log Aplikasi Mobile Native Menggunakan Framework Grr Rapid Response Riadi, Imam; Sunardi, Sunardi; Kadim, Ahmad Azhar
Jurnal Buana Informatika Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.47 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v10i1.1909

Abstract

Abstract.In order to acquire the data in the security investigation process comprehensively,respondents need to take general information that uses logs, configured services, cron tasks, patch statuses, and user accounts. This information are known as forensic artifacts. The location and format are varied by system. One manifestation of forensic artifacts that is frequently investigated is files. A Quick Response Grr Framework has been created to describe forensic artifacts that allow data collected and conditioned to quickly use forensics directly on the original mobile application log using Laravel. Retrieving forensic evidence uses the NIST method which has steps such as acquisition, examination, analysis and report. This research produces log files from the laravel framework and detailed activity information from users when accessing the server. The results for which the log is obtained will become evident to be the material of the report.Keywords: Grr, Forensic, Framework, LaravelAbstrak. Agar akuisisi data pada proses investigasi keamanan dapat dilakukan secara komprehensif, responden perlu mengambil informasi umum yang mencakup log, layanan terkonfigurasi, tugas cron, status patch, dan akun pengguna. Informasi-informasi ini dikenal sebagai artefak forensik. Lokasi dan formatnya bervariasi di setiap sistem. Salah satu manifestasi dari artefak forensik yang sering diinvestigasi oleh para praktisi adalah file. Framework Grr Rapid Response telah membangun kerangka kerja untuk mendeskripsikan artefak forensik yang memungkinkan data yang diperlukan dapat dikumpulkan dan dikondisikan dengan cepat menggunakan live forensics pada log aplikasi mobile native menggunakan laravel. Pengambilan barang bukti forensik menggunakan metode NIST memiliki langkah-langkah seperti akuisisi, eksaminasi, analisis, dan pelaporan. Penelitian ini menghasilkan log file dari framework laravel dan informasi aktifitas detail dari user saat mengakses server. Hasil log yang diperoleh akan menjadi barang bukti untuk untuk menjadi bahan laporan.Kata Kunci: Grr, Forensik, Framework, Laravel
PERENCANAAN ARSITEKTUR SI/TI MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF (STUDI KASUS : DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA) Oktalia, Silvia Dwi; Shofa, Rahmi Nur; Rianto, Rianto
Jurnal Buana Informatika Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.129 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v10i1.1842

Abstract

Abstract. The planning of system and information technology architecture which is abbreviated as SI/TI is one effort needed by the organization so that the applied system and information technology fits the business organization needs. The Tasikmalaya City Department of Library and Archive has not done the IS/IT architecture planning nor fully applied the IS/IT. Therefore, a system and information technology planning is required to identify the needed system and technology for the departement. The framework used in composing the IS/IT planning was TOGAF with the ADM as the architecture development method. The TOGAF's stages used in this research were started from Preliminary Phase to Phase E: Opportunities and Solutions. The result of this IS/IT architecture planning is a blueprint which is in sync with the business needs in the departement consisting of business architecture, information system architecture and technology architecture.Keywords: ADM, Archives, Architecture, Library, TOGAFAbstrak. Perencanaan Arsitektur Sistem/Teknologi Informasi menggunakan Framework TOGAF. Perencanaan arsitektur sistem dan teknologi informasi atau disingkat SI/TI merupakan salah satu upaya yang diperlukan organisasi agar sistem dan teknologi informasi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan bisnis organisasi. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya belum melakukan perencanaan arsitektur sistem dan teknologi informasi ataupun menerapkan sistem dan teknologi informasi secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan suatu perencanaan sistem dan teknologi informasi untuk mengidentifikasi sistem dan teknologi apa yang akan digunakan. Tentu saja sistem dan teknologi informasi tersebut harus sesuai dengan struktur organisasi, tugas pokok, fungsi, serta kebutuhan di dinas tersebut. Framework yang digunakan dalam menyusun perencanaan arsitektur SI/TI tersebut adalah TOGAF dengan ADM sebagai metode pengembangan arsitekturnya. Tahapan TOGAF ADM yang dilakukan pada penelitian ini yaitu mulai dari Preliminary Phase hingga Phase E: Opportunities and Solutions. Perencanaan SI/TI menghasilkan blueprint yang selaras dengan kebutuhan bisnis di dinas tersebut yang terdiri dari arsitektur bisnis, aplikasi, data dan teknologi.Kata Kunci: ADM, Arsip, Arsitektur, Perpustakaan, TOGAF

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 01, April 2025 Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 02, Oktober 2025 Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 01, April 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 02, Oktober 2024 Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2023 Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 1, April 2023 Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 2, Oktober 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 1, April 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol 11, No 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol. 11 No. 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol. 8 No. 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol. 6 No. 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 More Issue