cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Buana Informatika
ISSN : 20872534     EISSN : 20897642     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 594 Documents
Sistem Informasi Manajemen Tata Kelola Aset Informasi Perhotelan (Studi Kasus: Hotel Mahkota Lamongan) Yunitarini, Rika
Jurnal Buana Informatika Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6369.397 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v5i2.358

Abstract

Abstract. Nowadays, hotel industry become a business that very interested for many people that can manage the hotel asset very well, in order to giving faster and satisfy services. Every process in Mahkota hotel still manage manually, and this condition require more time and effort. Beside that also cause some human error. To overcome this problem, Mahkota hotel needs management information system that can control information asset management in a hotel, so it can minimalize human error. Beside that, management information system can make easier and faster the process of displaying information become more effective and efficient. Mahkota hotel information system is built by using Microsoft Visual Basic  as programming language and database SQL server. Information system has some feature, such as to manage activity in  front office and back office. It hoped can increase and improve the hotel management, so it can giving the best services.Keywords: information system, management, hotelAbstrak. Dunia bisnis dibidang perhotelan memang cukup menjanjikan bagi orang-orang yang mampu mengelola hotel tersebut dengan baik. Begitu pula yang terjadi pada hotel Mahkota, dimana semua proses pengelolaan masih ditangani secara manual yang menyita banyak waktu dan tenaga serta memungkinkan terjadinya banyak kesalahan. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan sistem informasi manajemen yang mampu mengontrol pengelolaan aset informasi yang terjadi di hotel, sehingga dapat meminimalkan kesalahan akibat penanganan yang masih manual. Sistem informasi hotel Mahkota yang dibuat menggunakan Microsoft Visual Basic sebagai bahasa pemrograman serta menggunakan database SQL server sebagai penampung data. Sistem informasi ini memiliki beberapa fitur yang dapat memudahkan aktifitas pengelolaan informasi di hotel Mahkota, antara lain aktifitas front office dan back office. Dengan adanya sistem ini, diharapkan mampu meningkatkan manajemen yang baik, sehingga tercipta hotel dengan pelayanan yang lebih baik.Kata Kunci: Sistem informasi, manajemen, perhotelan.
Analisis Perbandingan Ketahanan Metode Steganografi LSB dan BPCS Menggunakan Metode Steganalisis Binary Similarity Measures Sanjaya ER, Ngurah Agus; Suardiyana Putra, I Putu Edy
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i1.317

Abstract

Abstract. Least significant bit (LSB) and Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) are two of the most commonly used steganoraphy methods. LSB is relatively simple and can be quickly implemented while BPCS offers an advantage in the capacity of storing hidden messages. These two methods are considered good if and only if the hidden messages in each of them are robust from a steganalysis implementation. This research specifically performs the robustness checks for both methods by using the Binary Similarity Measures (BSM). BSM measures the correlations between bits in a bit-plane to detect the message hidden in an image. Our test results show that the larger the size of the message hidden by using the BPCS method, the smaller is its detection probability. On the contrary, the size of the hidden message is directly proportional to its probability of being discovered in the LSB method. Keywords: steganography, Least Significant Bit, Bit Plane Complexity Segmentation, steganalysis, Binary Similarity Measures Abstrak. Least Significant Bit (LSB) dan Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) merupakan dua metode steganografi yang umum digunakan. LSB dapat diimplementasikan secara cepat dan sederhana sedangkan BPCS menawarkan kelebihan dalam penampungan kapasitas pesan rahasia. Agar dapat dikatakan sebagai metode steganografi yang baik maka kedua metode tersebut harus dapat mempertahankan pesan yang disisipkan dari serangan metode steganalisis. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui ketahanan dari masing-masing metode menggunakan metode steganalisis Binary Similarity Measures (BSM). BSM mengukur korelasi antar bit-bit dalam suatu bit-plane untuk mengetahui keberadaan pesan pada citra. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa semakin besar pesan yang disisipkan pada suatu citra menggunakan metode BPCS, maka kemungkinan terdeteksinya pesan akan berkurang. Hal ini berbanding terbalik dengan metode LSB dimana ukuran pesan yang disisipkan berbanding lurus dengan kemungkinan terdeteksinya pesan tersebut.Kata Kunci: Steganografi, Least Significant Bit, Bit Plane Complexity Segmentation, Steganalisis, Binary Similarity Measures
Optimasi Proses Kerangka Kerja: Penyesuaian Model Kualitas Perangkat Lunak Pada Aplikasi Bisnis Dengan Konsentrasi Pengembang Rosyadi, Arini R.; Rochimah, Siti
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.071 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v6i2.410

Abstract

Perangkat lunak dalam kegiatan bisnis memiliki beberapa keunikankarakteristik. Dan ISO 9126, yang bersifat general, dirasa tidak dapat mencakup seluruhkarakteristik unik pada perangkat lunak tertentu, salah satunya adalah aplikasi bisnis.Penyesuaian karakteristik suatu model kualitas perangkat lunak ditujukan untukmengatasi keunikan karakteristik perangkat lunak tertentu. Kebutuhan pengguna dankonsentrasi pengembang menjadi objek analisis dalam penerapan proses kerangka kerjadengan tujuan untuk dapat melakukan penyesuaian model kualitas perangkat lunak yangsesuai dengan karakteristik aplikasi bisnis. Pada pengujian, hasil survey dilakukanperhitungan dengan menggunakan koefisien Cronbach Alpha untuk mengetahui nilaireliabel dari kuisioner. Hasil penerapan proses kerangka kerja menunjukkan bahwaaplikasi bisnis memiliki karakteristik unik.
Implementasi Algoritma Kunang-Kunang Untuk Penjadwalan Mata Kuliah di Universitas Ma Chung Setiawan, Hendry; Hanafi, Lo Hanjaya; Prilianti, Kestrilia Rega
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.867 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v6i4.459

Abstract

Abstract. Course scheduling is considered as a complex matter because the generated schedule must guarantee that there are no clashes of classes, lecturers, and students’ schedules. At Ma Chung University, course scheduling is still accomplished manually. Due to the limited number of rooms and lecturers r, resource sharing system is applied. This causes complication in manual scheduling. Firefly algorithm is implemented in this application to schedule the course automatically. A schedule solution is represented as a firefly. Firefly with lower light intensity will move toward firefly with higher light intensity, so that a better solution is found. Based on a scheduling test, the best light intensity value of firefly is reached when firefly algorithm’s parameters, β0 and γ, are given 1 and 10 with light intensity value of 0,0003831. Keywords: course, firefly algorithm, scheduling  Abstrak. Penjadwalan mata kuliah merupakan hal yang kompleks karena jadwal yang dihasilkan tidak hanya menjamin jadwal pertemuan semua kelas dan dosen tidak bentrok, tetapi juga menjamin jadwal pertemuan semua mahasiswa tidak bentrok. Penjadwalan mata kuliah di Universitas Ma Chung masih dilakukan secara manual. Karena jumlah kelas dan dosen yang dimiliki terbatas, maka diterapkan sistem resource sharing. Sistem resource sharing ini membuat proses penjadwalan yang dilakukan secara manual menjadi lebih rumit. Algoritma yang digunakan untuk penjadwalan mata kuliah pada aplikasi ini adalah algoritma kunang-kunang. Sebuah solusi jadwal mata kuliah dalam algoritma kunang-kunang direpresentasikan sebagai seekor kunang-kunang. Kunang-kunang dengan intensitas cahaya yang lebih rendah akan bergerak menuju kunang-kunang yang lebih terang sehingga mampu didapatkan solusi jadwal mata kuliah yang lebih baik. Berdasarkan hasil uji coba, nilai intensitas cahaya terbaik didapatkan ketika parameter algoritma kunang-kunang, β0 dimasukkan 1 dan γ dimasukkan 10 hingga didapatkan intensitas sebesar 0,0003831. Kata Kunci: algoritma kunang-kunang, mata kuliah, penjadwalan
Perbandingan Metode Enhanced Confix Stripping dan Porter Stemmer Untuk Stemming Konten Bahasa Indonesia Alif, Muhamad; Solihin, Firdaus; Husni, Husni
Jurnal Buana Informatika Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i2.333

Abstract

Abstract. In Indonesian, there are many existing methods of stemming; among others are ECS and Porter.  However, the advantages and disadvantages of both methods are not yet known. To find out which one of the stemmers is more effective and efficient it requires us to compare the effectiveness of both methods. This research compares and evaluates two Indonesian stemmers, ECS and the porter. Trial research documents are taken from Tala’s research as many as 50, 100 and 300. In evaluating 50 document’s, ECS is able produce 82% with elapsed time of 6.781 seconds and porter only produces 61% with elapsed time of 0.0148 seconds. In evaluating 100 document’s, ECS produces 81% with elapsed time of 11.8311 seconds, while the porter only 61% with elapsed time of 0.0291 seconds.  While in trying 300 document’s, ECS produces 81% with elapsed time of 11.8311 seconds and porter is only able produce 61% of with elapsed time of 0.0291 seconds. Keywords: Stemming, Enhanced Confix Stripping, Porter stemmer Abstrak. Dalam Bahasa Indonesia, banyak metode stemming yang sudah ada, salah satunya yaitu ECS dan Porter. Namun, belum diketahui kelebihan dan kekurangan kedua metode tersebut. Untuk mengetahui stemmer mana yang lebih efektif dan efisien, diperlukan perbandingan efektifitas pada kedua metode. Penelitian ini membandingkan dan mengevaluasi dua stemmers Bahasa Indonesia, ECS dan porter. Dokumen uji coba diambil dari penelitian Tala yang berjumlah 50, 100 dan 300. Pada uji coba 50 dokumen, ECS mampu menghasilkan 82% dari total kata dengan kecepatan 6,781 detik dan porter hanya menghasilkan 61% dengan kecepatan 0,0148 detik. Uji coba 100 dokumen, ECS telah mampu menghasilkan 81% dengan kecepatan 11,8311detik, sedangkan porter hanya  menghasilkan 61% dengan  kecepatan 0,0291 detik. Uji coba 300 dokumen, ECS telah menghasilkan 81% dengan kecepatan 11,8311 detik dan porter hanya mampu menghasilkan 61% dengan kecepatan 0,0291 detik.Kata Kunci: Stemming, Enhanced Confix Stripping, Porter stemmer
Pengembangan Prototype E-Directory Batik Berbasis Mobile Web dan Location Based-Service Purnomo WP, Yohanes Sigit; Anindito, Kusworo; Devi Indriasari, Theresia; Suyoto, Suyoto
Jurnal Buana Informatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v5i1.344

Abstract

Abstract. Batik is one of Indonesian cultural works that is of high financial value, and admired by many nations in the worlds. Moreover, Indonesian Batik has been recognized by UNESCO as a non object cultural heritage in 2009. This encourages all Indonesians, not only those related to batik industries, to preserve batik. Therefore, information technology based media is needed to spread the philosophical values of batik to the community and to improve the economy for batik industries. The prototype development of mobile web and location based services of batik e - directory aims to build an information technology-based media of the philosophical values of batik to public and to improve the economy. The process includes the development of system requirements and prototype design. Requirement analysis is performed by collating appropriate information architecture to present information of e-directory and batik centers, as well as making requirement specification. The results of requirement analysis will be used as the basis to design a website prototype that can provide information about the e-directory batik and batik centers.Keywords: prototype, e-directory, batik, mobile, web, location-based service Abstrak.Batik merupakan salah satu hasil karya budaya bangsa Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi, serta dikagumi oleh berbagai bangsa di dunia.Batik Indonesia bahkan telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya bukan benda pada tahun 2009.Hal ini membuat batik wajib dilestarikan dan dikenal, bukan hanya oleh pelaku industri batik, tetapi juga seluruh bangsa Indonesia.Oleh karena itu dibutuhkan media berbasis teknologi informasi sebagai sarana untuk menginformasikan nilai-nilai filosofi dari batik kepada masyarakat dan sarana untuk meningkatkan perekonomian bagi pelaku industri batik.Pengembangan prototype e-directory batik berbasis mobile web dan location based-service bertujuan untuk membangun sebuah media berbasis teknologi informasi sebagai sarana untuk menginformasikan nilai-nilai filosofi dari batik kepada masyarakat dan sarana untuk meningkatkan perekonomian bagi pelaku industri batik. Proses pengembangan meliputi analisis kebutuhan sistem dan perancangan prototype. Analisis kebutuhan dilakukan dengan menyusun arsitektur informasi yang tepat untuk menyajikan informasi e-directory dan sentra batik, serta pembuatan spesifikasi kebutuhan sistem.Hasil analisis kebutuhan sistem akan dijadikan sebagai dasar bagi perancangan prototype website yang dapat menyajikan informasi tentang e-directory batik dan sentra batik.Kata kunci: prototype, e-directory, batik, mobile, web, location-based service
Aplikasi Wavelet Untuk Penghilangan Derau Isyarat Elektrokardiograf Widodo, Bernardinus Sri
Jurnal Buana Informatika Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.127 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v2i2.312

Abstract

Abstract. Wavelet Application For Denoising Electrocardiograph Signal. Wavelet has the advantage of the ability to do multi resolution analysis in which one of its applications is to diminish noises. The major wavelet was selected and some experiments were conducted to find out the scale from 1 to 6. Furthermore, some other continuous experiments were carried out to determine the level of optimal decomposition and wavelet reconstruction. From the research, the findings showed that the selection of the scale from 1-6 did not influence the result significantly. On the other side, from the experiment of the selection of decomposition and reconstruction level, the eighth level was the most optimum level. The result of diminishing noises on the EKG signals using wavelet was slightly seen. From 48 data samples, the average of diminishing noises was 36.20 dB. Keywords: Signal Processing, Wavelet Application, ECG denoising   Abstrak. Wavelet memiliki keuntungan dari kemampuan untuk melakukan analisis multi-resolusi di mana salah satu aplikasi adalah untuk mengurangi suara. Wavelet utama adalah dipilih dan beberapa eksperimen dilakukan untuk mengetahui skala dari 1 sampai 6. Selain itu, beberapa percobaan kontinyu lainnya dilakukan untuk menentukan tingkat dekomposisi dan rekonstruksi wavelet yang optimal. Dari penelitian, temuan menunjukkan bahwa pemilihan skala 1-6 tidak mempengaruhi hasil secara signifikan. Di sisi lain, dari eksperimen pemilihan tingkat dekomposisi dan rekonstruksi, tingkat kedelapan tingkat yang paling optimal. Hasil suara mengurangi pada sinyal EKG menggunakan wavelet sedikit terlihat. Dari 48 sampel data, rata-rata suara berkurang adalah 36,20 dB. Kata Kunci: Pengolahan Sinyal, Aplikasi Wavelet, EKG denoising
REKOMENDASI PEMILIHAN BARANG PADA PARCEL DENGAN ALGORITMA HARMONY SEARCH Setiawan, Hendry; Wardojo, Kevin Putra; Kelana, Oesman Hendra
Jurnal Buana Informatika Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.247 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v10i2.2332

Abstract

Abstract. A parcel containing a variety of items, is a gift given to someone who has a relationship with the giver. The contents of the parcel vary, can be in the form of food, drinks, cakes, fruit, sweets, and others. In some supermarkets, generally before the commemoration of a certain day, Parcel has been provided with various contents in the price that has been set. But commonly the buyers want to package the Parcel with different content and price. To facilitate the search for the contents of the parcel based on these prices, the Harmony Search algorithm is used. Search development is carried out with consideration of basket size, item categories, and percentages of each category Evaluation of the aesthetic value sought is the minimum value of the difference in price set with the total search price obtained. The test results show the best aesthetic value is obtained at the value of Harmony Memory Consideration Rate (HMCR) of 0,95 with an average aesthetic percentage of 0,2691%.Keywords: aesthetic function, harmony search algorithms, parcelAbstrak. Parcel yang berisi berbagai macam barang, merupakan suatu hadiah yang diberikan kepada seseorang yang memiliki relasi dengan pemberinya. Isi dari parcel bervariasi, dapat berupa makanan, minuman, kue, buah, permen, maupun yang lain. Pada beberapa toko swalayan umumnya menjelang peringatan hari tertentu telah menyediakan Parcel dengan variasi isi di dalamnya dengan harga yang telah ditetapkan. Namun tidak jarang pembeli yang ingin mengemas Parcel mempunyai pandangan yang berbeda dengan isi parcel serta harga yang telah ditetapkan. Untuk memudahkan pencarian isi parcel yang berdasarkan harga tersebut maka digunakan algoritma Harmony Search. Pengembangan pencarian dilakukan dengan pertimbangan ukuran keranjang, kategori barang, serta prosentase masing-masing kategori. Evaluasi nilai aesthetic yang dicari adalah nilai minimum dari selisih harga yang ditetapkan dengan total harga pencarian yang didapatkan. Hasil pengujian menunjukkan nilai aesthetic terbaik didapatkan pada nilai Harmony Memory Consideration Rate (HMCR) 0,95 dengan presentase rata-rata aesthetic sebesar 0,2691%.Kata Kunci: algoritma harmony search, fungsi aesthetic, parcel
Penggunaan Gray Level Co-Occurance Matrix Dari Koefisien Aproksimasi Wavelet untuk Deteksi Cacat Tekstil Islamadina, Raihan; Arnia, Fitri; Munadi, Khairul
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.216 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v6i2.405

Abstract

Pendeteksian cacat tekstil saat ini masih dilakukan secara manualmengakibatkan seseorang sulit mendeteksi lebih dari 60% dari cacat yang ada.Untuk itu, penelitian ini menerapkan metode deteksi cacat tekstil secara otomatismenggunakan Gray Level Co-Occurance Matrix (GLCM) dari koefisienaproksimasi wavelet yang bertujuan untuk mengevaluasi analisis kinerja metode.Tahapannya, sampel citra tekstil dibagi menjadi delapan bagian untukmendapatkan tekstur cacat yang lebih jelas. Bagian tersebut didekomposisikedalam dua level. GLCM dihitung dari koefisien aproksimasi wavelet level satudan dua untuk dijadikan fitur. Penelitian ini dilakukan empat set simulasi citradengan orientasi latar berbeda. Setiap set terdiri dari satu citra noncacat dan duajenis citra cacat. Setiap bagian citra noncacat dihitung jaraknya dengan semuabagian pada citra cacat pertama dan kedua menggunakan jarak euclidean. Hasilsimulasi menunjukkan bahwa GLCM dari koefisien aproksimasi wavelet levelkedua mampu mendeteksi lebih dari 70% dari cacat yang ada.
Segmentasi Variasi Pencahayaan Citra Tomat Menggunakan Marker Controlled Watershed dan Arimoto Entropy untuk Perbaikan Citra Riska, Suastika Yulia; Ginardi, R. V. Hari; Suciati, Nanik
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.516 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v6i3.434

Abstract

Abstract. Tomatoes image acquisition in outdoors condition results in an image that cannot be processed because of lighting variation on the glossy surface. Lighting variation is one of the problems in image processing because the resulting color values on tomatoes is lost from the affected area due to lighting variation. This research is meant to improve the image of tomatoes with lighting variations in the preprocessing stage. Segmentation methods proposed to detect and eliminate lighting variation is marker-controlled watershed with Arimoto entropy. After eliminating the detected area with lighting, tomatoes image are improved in three ways, namely by applying RGB average, searching the value of pixels with pixels index, and using a moving window with various kernel sizes. The error segmentation of the proposed method is by 36.67%, which better than the previous method. The best results tomato image enhancement is by using a moving window with a kernel size 15x15.Keywords: arimoto entropy, image enhancement, marker controlled watershed, preprocessing, segmentation.  Abstrak. Pengambilan citra tomat di luar ruangan mengakibatkan citra tidak dapat langsung diproses karena memiliki variasi pencahayaan pada permukaannya yang glossy. Variasi pencahayaan merupakan salah satu masalah dalam pemrosesan citra tomat karena mengakibatkan hilangnya nilai warna yang dimiliki area yang terkena variasi pencahayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki citra tomat yang terdeteksi memiliki variasi pencahayaan pada tahap preprocessing. Metode segmetasi yang diusulkan pada penelitian ini untuk mendeteksi dan menghilangkan area variasi pencahayaan adalah marker controlled watershed dengan arimoto entropy. Setelah menghilangkan area yang terdeteksi memiliki pencahayaan, citra tomat diperbaiki dengan tiga cara, yaitu dengan rata-rata RGB tomat, pencarian nilai piksel dengan indeks piksel, dan menggunakan moving window dengan berbagai ukuran kernel. Eror segmentasi dari metode yang diusulkan sebesar 36,67%, yaitu lebih baik dari pada metode sebelumnya. Hasil perbaikan citra secara visual menunjukkan hasil yang paling baik dengan menerapkan perbaikan citra menggunakan moving window dengan ukuran kernel 15x15.Kata Kunci: arimoto entropy, marker controlled watershed, perbaikan citra, preprosesing, segmentasi.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 01, April 2025 Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 02, Oktober 2025 Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 01, April 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 02, Oktober 2024 Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2023 Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 1, April 2023 Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 2, Oktober 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 1, April 2022 Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol. 11 No. 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 8, No 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol. 8 No. 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol. 6 No. 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 More Issue