cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Buana Informatika
ISSN : 20872534     EISSN : 20897642     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 594 Documents
Evaluasi Implementasi eGovernment Pada Situs Web Pemerintah Kota Surabaya, Medan, Banjarmasin, Makassar dan Jayapura Sitokdana, Melkior N. N.
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.974 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v6i4.461

Abstract

Abstract. Evaluating the Implementation eGovernment for the website of cities such as Surabaya, Medan, Banjarmasin, Makassar and Jayapura. This study is conducted to evaluate the eGovernment Websites in developed cities representing major islands in Indonesia. The evaluation are focused on the Transparency, Service, Efficiency, Economy, Aspirations, Display, Update and Stages Achievement of the eGovernment according to the World Bank Group. This study uses descriptive and qualitative methods by reviewing the literature on the papers that have been published, reviewing the legislation, to collect information through print and electronic media. The results of the evaluation of the implementation of eGovernment sites show that Surabaya is far better than other cities. These results together with the evaluation of the 2012-2014 PeGi ratings that the eGovernment site has been dominated by the governments on the island of Java.Keywords: eGovernment, Website, Services, Information Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi situs web eGovernment di kota-kota maju mewakili pulau-pulau besar di Indonesia, yakni: Surabaya, Medan, Banjarmasin, Makassar dan Jayapura. Evaluasinya dari sisi Transparansi, Layanan, Efisiensi, Ekonomi, Aspirasi, Tampilan, Update dan Tahapan Pencapaian Tujuan EGovernment menurut World Bank Group. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yakni dengan melakukan kajian literatur terhadap paper-paper yang sudah diterbitkan, kajian peraturan perundang-undangan, menghimpun informasi melalui media cetak dan elektronik. Hasil evaluasi implementasi situs eGovernment menunjukkan bahwa Kota Surabaya jauh lebih baik dibanding Kota-kota lainnya. Hasil ini sama dengan evaluasi PeGi dari tahun 2012-2014 bahwa dalam pemeringkatan Situs Web eGovernment selama ini hanya didominasi oleh pemerintahan di pulau Jawa.Kata Kunci: eGovernment, Situs Web, Layanan, Informasi
Audit Tingkat Kematangan Penerapan Teknologi Informasi di STIE Musi Palembang Menggunakan COBIT Quickstart Vasia, Frederikus Taurus
Jurnal Buana Informatika Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i2.335

Abstract

Abstract. The application of Information Technology (IT) has been carried out in the business sector  globally, vast and turbulently. However, in general, the education sector has not been able to implement the information system properly. Thus, a research was conducted on the application of Information Technology maturity level in the School of Economics (STIE) Musi in Palembang. The method applied in this research is Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) Quickstart framework. The research stages start from formulating research problems and objectives, literature review, data collection, measuring as-is maturity level, Gap analysis and recommendations. The results state that the level of maturity of the application of Information Technology in STIE Musi is on level 2 (Repeatable but Intuitive). The conclusion of the research is to provide a suitable recommendation gudelines for the implementation of COBIT Quickstart framework in STIE Musi Palembang.Keywords: Information Technology, STIE Musi, COBIT Quickstart. Abstrak. Penerapan Teknologi Informasi (TI) telah dilakukan secara global, pesat dan turbulent di sektor bisnis, pendidikan, namun di sektor pendidikan pada umumnya berjalan lambat, bahkan belum dapat menerapkan sistem informasi dengan baik dan benar. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang maturity level penerapan teknologi informasi di salah satu sektor pendidikan yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Musi di Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah framework Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) Quickstart. Tahapan penelitian dimulai dari merumuskan masalah dan tujuan, studi literatur, pengumpulan data, mengukur as-is maturity level, analisis Gap, serta rekomendasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat kematangan penerapan teknologi informasi di STIE Musi Palembang berada pada level 2 (Repeatable but Intuitive). Kesimpulan hasil penelitian adalah rekomendasi guide lines yang sesuai framework COBIT Quickstart untuk diterapkan selanjutnya di STIE Musi Palembang.Kata Kunci: Teknologi Informasi, STIE Musi, COBIT Quickstart.
Rekayasa Pembalikan Kode Berorientasi Objek ke Desain Kelas Menggunakan Struktur Data Graf Mudjihartono, Paulus; Dewi, Findra Kartika Sari
Jurnal Buana Informatika Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.176 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v1i2.301

Abstract

 Abstract. Reverse Engineering of Object Oriented Code to Class Design Using Graph Data Structure. This time the software engineering methodology still follows the process of standard system development consisting of four phases of the system initialization, system analysis, system design, and system implementation. The phases occur sequentially so that the implementation is always done after the design is complete. This research is developing software Code Converter (COCON) to automate the conversion of object-oriented code to class design using graph data structures. COCON only requires an object-oriented code file as input and produce results in the form of a file containing a list of classes and relations between classes that read from input file. COCON help users to find out the class design of object-oriented code and becomes the basis for drawing class diagrams of object-oriented code. Keywords: reverse engineering, class design, relation, OOP, graph Abstrak. Pada saat ini metodologi rekayasa perangkat lunak masih mengikuti proses pengembangan sistem yang standar yang terdiri dari empat fase yakni inisialisasi sistem, analisis sistem, desain sistem dan implementasi sistem. Keempat fase tersebut terjadi secara berurutan sehingga fase implementasi selalu dilakukan setelah fase desain selesai. Penelitian ini membangun perangkat lunak Code Converter (COCON) yang berfungsi untuk mengotomasi konversi kode program berorientasi objek ke desain kelas dengan struktur data graf. COCON hanya membutuhkan sebuah berkas kode program berorientasi objek sebagai masukan dan memberikan hasil berupa sebuah berkas yang berisi daftar kelas dan relasi antar kelas yang dibaca dari berkas masukan. COCON membantu pengguna untuk mengetahui desain kelas dari kode program berorientasi objek dan menjadi dasar dalam  penggambaran diagram kelas dari kode berorientasi objek. Kata Kunci: rekayasa pembalikan, desain kelas, relasi, PBO, graf
Implementasi Sistem Informasi Bergerak Untuk Penguatan Surveilans Gizi di Puskesmas Banguntapan II Kabupaten Bantul Harnaningrum, L.N.; Anggoro, Sigit; Prayitna, Adiyuda; Dewi, Syamsumin Kurnia
Jurnal Buana Informatika Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.937 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v5i2.355

Abstract

Abstract. Severe malnutrition still exists as a health problem in District of Bantul. A preliminary study at Puskesmas Banguntapan II shows that severe malnutrition rate is still high and the nutrition surveillance is not done optimally. Surveillance activities, like: data collection, data compilation, data analysis and interpretation, and data report are carried out manually. This study is geared to build an application based on short message service to strengthen the nutrition surveillance. This study was conducted on March-November 2013 at Puskesmas Banguntapan II. Subjects were midwives and village health promoters in this area. The application that was built consist of interface set in the user’s cellular phone and server. Data were saved in the puskesmas’s database for the report need. This application is expected to increase the speed, accuracy, completeness and sustainability of data on nutrition surveillance, especially for child severe malnutrition detection, so an adequate treatment can be carried out promptly.Keywords: mobile information system, nutrition surveillance, severe malnutrition.Abstrak. Gizi buruk saat ini masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Bantul. Studi pendahuluan di Puskesmas Banguntapan II menunjukkan bahwa selain angka gizi buruk yang masih tinggi, surveilans gizi juga belum berjalan optimal. Sebagian kegiatan surveilans berupa: pengumpulan data, pengolahan dan penyajian data, analisis dan interpretasi data, serta pelaporan, masih dilakukan secara manual. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu aplikasi berbasis short message service untuk membantu penguatan surveilans gizi di lapangan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-November 2013 di Puskesmas Banguntapan II. Subjek penelitian adalah bidan dan kader posyandu di wilayah ini. Aplikasi yang dibangun meliputi: bagian antar muka yang ditanam di handphone pengguna dan bagian server. Data  selanjutnya disimpan ke dalam database di puskesmas untuk bahan laporan lebih lanjut. Dengan implementasi aplikasi ini diharapkan surveilans gizi, khususnya deteksi kasus balita gizi buruk, berjalan lebih cepat, akurat, lengkap, dan berkesinambungan sehingga dapat dilakukan penanganan yang segera dan adekuat.Kata Kunci: sistem informasi bergerak, surveilans gizi, gizi buruk
Perbandingan Watermarking Citra dengan Alihragam Wavelet dan Discrete Cosine Transform Dwiandiyanta, B. Yudi
Jurnal Buana Informatika Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.254 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v2i2.314

Abstract

Abstract. Comparison of Image Watermarking with the Wavelet Variety Packs and Discrete Cosine Transform. Watermarking is one method of copyright protection to combat the spread of the work of someone illegally. In this study, we compare watermarking algorithm in wavelet region and Discrete Cosine Transform (DCT). Color image is used as the host image, while the watermark image is used as a binary image of size 1 / 16 image of the host. Embedding process is based on Human Visual System (HVS), so hopefully gained an invisible watermark (invisible watermark). Embedding process performed by the additive algorithm. In both variety packs developed, the watermark is inserted in the high frequency components of the image. Wavelet used is the wavelet db4. DCT 4x4 blocks are used, which is expected to reduce the computational load. Tests showed that the two watermarking algorithms are generally resistant to granting noise, geometric image operations and image processing operations. Watermarking algorithm that was developed less defend against attacks-down pass filter and median filter, but has a very good performance against an attack-pass filter above. Keywords: image watermarking, wavelet, Discrete Cosine Transform (DCT), Human Visual System (HVS) Abstrak. Watermarking merupakan salah satu metode proteksi hak cipta untuk menanggulangi penyebaran karya seseorang secara ilegal. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan algoritma watermarking pada kawasan wavelet dan Discrete Cosine Transform (DCT). Citra warna digunakan sebagai citra host, sedangkan sebagai citra watermark digunakan citra biner berukuran 1/16 citra host. Proses embedding dilakukan berdasarkan Human Visual System (HVS), sehingga diharapkan diperoleh watermark yang tidak kelihatan (invisible watermark). Proses embedding dilakukan dengan algoritma aditif. Pada kedua alihragam yang dikembangkan, watermark disisipkan pada komponen frekuensi tinggi citra. Wavelet yang digunakan adalah wavelet db4. Sedangkan alihragam DCT yang digunakan adalah operasi blok 4x4, yang diharapkan dapat mengurangi beban komputasi. Pengujian menunjukkan bahwa kedua algoritma watermarking secara umum tahan terhadap pemberian derau, operasi geometris citra dan operasi-operasi pengolahan citra. Algoritma watermarking yang dikembangkan kurang bertahan terhadap serangan-serangan tapis lolos-bawah dan tapis median, namun mempunyai unjuk kerja yang sangat baik terhadap serangan tapis lolos-atas. Kata Kunci: watermarking citra, wavelet, Discrete Cosine Transform (DCT), Human Visual System (HVS)
Pembangunan Aplikasi Alat Bantu Proses Anotasi Menggunakan Progressive Web Apps Suryawan, I Gede Bagus Artha; Purnomo WP, Y. Sigit; Ernawati, Ernawati
Jurnal Buana Informatika Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.926 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v10i2.2380

Abstract

Abstract.Dataset is the key to natural language processing. Datasets can be created by giving information to a text or sentence (annotation process). The process can be done either manually or automatically. The automatic one is considered easier and it takes a shorter period of time compared to the manual process. This study is done to develop an application of data annotation (AADT) using Progressive Web Apps (PAW). This application is built by implementing text information extraction to support NER (Named Entity Recognition) approach. The result shows that AADT successfully helped the annotation process of the text data. PWA application sustains the data storage which is continually accessed with small change rate. Besides, PWA is able to keep this application stable. NER (Named Entity Recognition) implementation in this application successfully produced the dataset desired by its users.Key words: Natural Language Processing, Named Entity Recognition, Annotation, Progressive Web Apps.Abstrak.Dataset adalah komponen utama dalam pemrosesan bahasa alami. Dataset dapat dibuat dengan melakukan pemberian informasi pada sebuah teks ataupun sebuah kalimat (proses anotasi). Pembuatan dataset dapat dilakukan secara manual dan otomatis. Pembuatan dataset secara otomatis lebih mudah dan membutuhkan waktu yang lebih singkat daripada pembuatan secara manual. Penelitian ini bertujuan membuat aplikasi alat bantu proses anotasi AADT (Aplikasi Anotasi Data Teks) dengan menggunakan PWA (Progressive Web Apps). Aplikasi ini dibangun dengan menerapkan information extraction terhadap teks untuk mendukung pendekatan NER (Named Entity Recognition). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini berhasil membantu proses anotasi data teks. Penggunaan PWA pada aplikasi ini membantu dalam penampungan data yang akan diakses secara terus menerus dengan tingkat perubahan yang kecil. Selain itu PWA membuat aplikasi tetap stabil. Penerapan NER pada aplikasi ini berhasil menghasilkan dataset yang sesuai dengan keinginan pengguna.Kata Kunci: Pemrosesan Bahasa Alami, Named Entity Recognition, Anotasi, Progressive
Penerapan Algoritma Genetika Traveling Salesman Problem with Time Window: Studi Kasus Rute Antar Jemput Laundry Suprayogi, Dwi Aries; Mahmudy, Wayan F.
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.116 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v6i2.407

Abstract

Optimasi pemilihan rute merupakan masalah yang banyak dibahas padapenelitian ilmu komputer. Antar jemput laundry dengan pelanggan yang memiliki waktukhusus untuk menerima barang adalah salah satu contoh kasus pemilihan rute.Penghitungan rute tercepat memegang peranan penting karena harus tepat waktu dansemua pelanggan dapat dilayani. Berbeda dengan traveling salesman problem (TSP)konvensional yang bertujuan untuk meminimalkan jarak, kasus ini juga harusdipertimbangkan waktu ketersediaan setiap pelanggan. Pencarian solusi untukpermasalahannya adalah dengan mengkombinasikan solusi-solusi (kromosom) untukmenghasilkan solusi baru dengan menggunakan operator genetika (seleksi, crossover danmutasi). Untuk mencari solusi terbaik digunakan beberapa kombinasi probabilitascrossover dan mutasi serta ukuran populasi dan ukuran generasi. Dari hasil pengujiankombinasi probabilitas crossover yang terbaik adalah 0,4 dan mutasi adalah 0,6sedangkan untuk ukuran generasi optimal adalah 2000. Dari nilai-nilai parameter inididapatkan solusi yang memungkinkan untuk melayani semua pelanggan dengan time window masing - masing.
Prototipe Sistem Informasi Perpustakaan Pusat dan Daerah Intanny, Vieka Aprilya; Santosa, Paulus Insap; Kadir, Abdul
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.611 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v6i3.437

Abstract

Abstract. Library has one of important resources to obtain information for research needs. The quality of a library information system needs to improve promptly because the information is needed quickly and accurately. In order to present library catalogue data that can be integrated with all central and local libraries, the library information system of Research and Development of the Human Resources Agency of the Ministry of Communication and Information Technology (Balitbang SDM Kominfo) needs to be well developed. The aim of this research is to design a prototype of library information system in order to present library data from central and local libraries accurately. Simulation tests are performed in eight research centers in the Ministry of Communication and Information Technology. The test is performed to analyze the perception of the users about the effectiveness of the system. The results show that the central library and information systems have good quality. Keywords: central library, local library, prototype, information system Abstrak. Perpustakaan merupakan sarana untuk mendapatkan literasi informasi melalui hasil penelitian yang telah dilakukan. Peningkatan kualitas layanan sistem informasi perpustakaan yang tersaji dengan cepat, akurat dan aktual mutlak diperlukan. Untuk itu dipandang perlu suatu perbaikan sistem perpustakaan Balitbang SDM Kominfo agar dapat menyajikan data perpustakaan yang dapat terintegrasi antara perpustakaan pusat dan perpustakaan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe suatu sistem informasi perpustakaan pusat dan daerah agar data perpustakaan pusat dan daerah dapat tersaji dengan cepat dan akurat. Pengujian dilakukan dengan simulasi sistem di delapan balai Kominfo. Pengujian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi administrator pusat dan administrator daerah mengenai efektivitas sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem informasi perpustakaan pusat dan daerah memiliki kualitas yang baik. Kata Kunci: perpustakaan daerah, perpustakaan pusat, prototipe, sistem informasi
Validasi Tanda Tangan Presensi Mahasiswa Menggunakan Magnified Gradient Function Backpropagation Veliana, Rosalin; Setiawan, Hendry
Jurnal Buana Informatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v4i1.330

Abstract

Abstract. Attending students usually sign their names in the attendance list for every lecture and then, at the end of every lecture, the attendance list is recapitulated. Attendance recording system should be designed with good validation capability so that the data it obtains is liable. This project tries to create a student attendance data recapitulation system by employing an artificial neural network. The method used is the Magnified Gradient Function Backpropagation (MGF-Prop) because it can identify data pattern well. In this system, the data pattern studied is the pattern of signature and student ID number. In the programming, artificial intelligence, image processing, and data mining concept are also used. This system is developed using Visual Basic.NET, which can lighten the process of attendance data recapitulation. This system is tested by using 20 sample data with 94% signature recognition success rate and 97% success rate in student ID number recognition. This success percentage can still vary depending on the option chosen in the learning process. Keywords: signatures, presence, artificial neural network, magnified gradient function, ID number. Abstrak. Mahasiswa-mahasiswa yang hadir akan membubuhkan tanda tangan pada daftar kehadiran pada setiap perkuliahan yang diikutinya, lalu pada akhir perkuliahan akan dilakukan rekap presensi. Sistem presensi kehadiran harus dirancang dengan kemampuan validasi dengan baik agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pada naskah ini penulis membuat sistem pemrosesan rekap data presensi mengunakan jaringan saraf tiruan, metode yang digunakan adalah Magnified Gradient Function Backpropagation (MGF-Prop) karena dapat dengan baik mengenali pola data. Dalam sistem ini, pola data yang akan dikenali adalah pola tanda tangan dan nomor induk. Dalam pemrogramannya, digunakan pula konsep pengolahan citra dan data mining. Sistem yang dikembangkan dengan Visual Basic.NET ini, dapat mempermudah proses rekap data presensi. Sistem ini diuji coba menggunakan 20 data sampel dengan tingkat persentase keberhasilan rata-rata mengenali tanda tangan mencapai 94% serta nomor induk dengan tingkat keberhasilan 97%. Persentase keberhasilan tersebut dapat berubah tergantung pada opsi yang digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: tanda tangan, presensi, jaringan saraf tiruan, magnified gradient function, nomor induk.
Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Pemberian Beasiswa di STMIK Atma Luhur Magdalena, Hilyah
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i2.325

Abstract

Abstract. Top of FormEconomic conditions is one obstacle in implementing education especially higher education. This limitation can be overcome by granting scholarships. With the scholarship students who have excellent academic ability can continue their education. In STMIK Atma Luhur Pangkalpinang, scholarships are offered not only to students who have excellent academic achievements but also for those with special abilities in other fields, such as for outstanding athletes. The number of classifications gives top management a hard time to decide who will receive the scholarship. The difficulty lies on the lack of clear criteria in awarding the scholarships either from campus or from the government based on both academic and non academic achievements. This study presents several criteria that can be used to determine which students deserve to receive which scholarship. This study uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) as a model of decision making in determining scholarship recipients. The results of data processing tools with AHP and Expert Choice 2000 indicate that the scholarship (Improved Academic Achievement or PPA) is the most popular fellowship that reaches 23.3%, followed by student’s achievements by 22.3%,. The third is a scholarship Student aid Study (BBM) that reaches 21.5%. While the most important criteria according to the expert respondents is on academic achievement that reaches 50.3%.Keywords: scholarship, academic and non academic achievement, Analytical Hierarchy Proces. Abtrak. Di STMIK Atma Luhur Pangkalpinang, beasiswa tidak hanya untuk mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademik sangat baik, namun juga untuk mahasiswa yang mempunyai kemampuan istimewa lainnya seperti atlet berprestasi. Banyaknya klasifikasi beasiswa membuat manajemen puncak sebagai penentu akhir kepada siapa beasiswa akan diberikan cukup kesulitan. Penelitian ini menyajikan beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan mahasiswa dengan kategori seperti apa yang paling pantas menerima beasiswa – beasiswa tersebut. Penelitian ini menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai model pengambilan keputusan dalam menemtukan mahasiswa penerima beasiswa. Hasil pengolahan data dengan AHP dan tools Expert Choice 2000 menunjukkan bahwa beasiswa (Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) adalah beasiswa yang paling diminati dengan bobot mencapai 23,3%, selanjutnya adalah beasiswa mahasiswa berprestasi dengan bobot 22,3%, dan peringkat ketiga adalah beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) dengan bobot mencapai 21,5%. Sedangkan kriteria paling penting menurut para responden ahli adalah prestasi akademik dengan bobot mencapai 50,3%.   Kata Kunci: beasiswa, beasiswa berbasis akademik, beasiswa non akademik, Analytical Hierarchy Process.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 01, April 2025 Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 02, Oktober 2025 Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 01, April 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 02, Oktober 2024 Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2023 Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Buana Informatika, Volume 14, Nomor 1, April 2023 Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 2, Oktober 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Buana Informatika, Volume 13, Nomor 1, April 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 2 - Oktober 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Buana Informatika Volume 12 - Nomor 1 - April 2021 Vol. 11 No. 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 2: Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 2 - Okober 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Buana Informatika Volume 11 - Nomor 1 - April 2020 Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol. 8 No. 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol. 7 No. 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol. 6 No. 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 2 Juli 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 More Issue