cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
SIPIL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2013)" : 8 Documents clear
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN PADA RUAS JALAN UTAMA KOTA PANGKALPINANG Firdaus, Ormuz
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Pangkalpinang merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berfungsi sebagai pusat emerintahan, perdagangan, industri, pariwisata, dan pendidikan, dengan luas wilayah 118,40 km2 dan jumlah penduduk 174.838 jiwa pada tahun 2010. Keadaan ini menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan akan pergerakan lalu lintas masyarakat kota Pangkalpinang dan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, baik data primer yang terdiri dari survei volume kendaraan dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Analisis tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan utama kota Pangkalpinang ini diolah menggunakan Microsoft excel berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Berdasarkan hasilanalisakinerjalalulintasyangadapadaruas jalan utama kota Pangkalpinang menyatakan bahwa kondisi existing lalu lintas Kota Pangkalpinang pada jam sibuk untuk beberapa ruas jalan utama menunjukkan kondisi lalu lintas yang cukup baik, yaitu dengan nilai V/C tertinggi sebesar 0,59 pada jalan Basuki Rahmat. Hal ini menunjukkan bahwa volume lalu lintas saat ini belum mengalami permasalahan transportasi. Manajemen lalu lintas merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan transportasi jaringan jalan Kota Pangkalpinang saat ini. KataKunci: Volume, Derajat Kejenuhan, Manajemen Lalu lintas
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN TAILING TIMAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.697 KB)

Abstract

Usaha untuk mendapatkan beton dengan mutu yang lebih baik yaitu dengan meningkatkan mutu material penyusunnya, misalnya kekerasan agregat dan kehalusan butir semen.  Agregat merupakan bahan penyusun utama yang berfungsi sebagai bahan pengisi yang memberikan nilai ekonomis, kekuatan, keawetan, stabilitas dan kekakuan terhadap beton.  Salah satu alternatif pengganti agregat adalah limbah dari Pusat Pengolahan Biji timah (PPBT) Peltim di Muntok yaitu pasir tailing dan air waduk Peltim. Dalam penelitian ini, Pengambilan data sekunder berupa hasil pengujian air waduk peltim, kandungan mineral tailing timah, kandungan mineral pasir galian dan luas waduk. Sedangkan data primer berupa sampel tailing timah dan pasir galian.  Penelitian ini akan menggunakan campuran beton dengan enam variasi campuran, yaitu: persentasi penggantian pasir dengan pasir tailing sebesar  0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Dari masing-masing campuran beton tersebut dibuat tiga benda uji. Pengujian yang dilakukan pada campuran beton adalah kuat tekan dengan menggunakan alat uji tekan beton (compressive strength test) pada umur beton 7 hari dan 28 hari.  Hasil penelitian diperoleh, nilai kuat tekan beton umur 7 hari pada campuran beton dengan menggunakan persentase penambahan tailing timah 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% berturut-turut adalah sebesar 21,70 MPa; 21,51 MPa; 20,76 MPa; 19,44 MPa; 19,44 MPa dan 18,50 MPa. Sedangkan kuat tekan pada umur 28 hari, sesuai dengan persentase penambahan tailing timah berturut-turut sebesar 28,12 MPa; 27,55 MPa; 26,23 MPa; 25,48 MPa; 24,16 MPa dan 22,83 MPa. Kata Kunci: agregat halus, tailing timah, dan kuat tekan beton.
PEMANFAATAN SERAT KARUNG PLASTIK UNTUK PERKUATAN TANAH LEMPUN Hisyam, Endang Setyawati
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah mempunyai peranan yang penting pada suatu pekerjaan konstruksi, baik sebagai bahan konstruksi maupun sebagai pendukung konstruksi. Hal utama yang menjadi kendala kebanyakan tanah lempung adalah sangat dipengaruhi oleh kadar air, daya dukung rendah, permeabilitas rendah dan proses konsolidasi lambat. Untuk mengatasi hal ini salah satu cara adalah dengan perbaikan tanah atau disebut stabilisasi tanah dengan memberikan serat karung plastik pada tanah tersebut. Dalam penelitian ini digunakan serat karung plastik (ukuran serat 0,5 cm, 1 cm, 2 cm serta kadar serat 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5%) dari berat kering tanah lempung. Hasil penelitian menunjukkan Dari ketiga ukuran serat, nilai kuat geser tanah paling besar diperoleh pada ukuran serat 0,5 cm kadar serat 2% dengan nilai sebesar 120,6410 KN/m2, sedangkan kuat geser tanah asli sebesar 72,6954 KN/m2, sehingga terjadi peningkatan sebesar 65,9541% Kata Kunci: Tanah lempung, Serat karung plastik, Perkuatan tanah
PEMANFAATAN SUMBERDAYA AIR KOLONG SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (Studi Kasus pada Kolong Dam-3 Pemali Kabupaten Bangka) Sabri, Fadillah
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan air kolong untuk keperluan pembangkit tenaga listrik belum pernah dilakukan. Masyarakat di Kabupaten Bangka memanfaatkan air kolong baru sebatas untuk keperluan rumah tangga seperti mandi, mencuci dan untuk air minum. Ada juga pemanfaatan air kolong untuk rekreasi. Terdapat sejumlah208 kolong di Kabupaten Bangka dengan luas genangan 336,16 ha dan sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga listrik mikrohidro (PLTMH). Kolong Dam-3 Pemali memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dan saat ini baru dimanfaatkan untuk keperluan air minum (PDAM Tirta Bangka) dan pembibitan ikan air tawar (BBIS). Dengan menggunakan model NRECA diperoleh debit maksimum yang masuk dalam kolong sebesar 0,401 m3/s dan debit minimum sebasar 0,059 m3/s. Debit rencana untuk PLTMH digunakan debit optimum untuk keperluan PDAM dan BBIS sebesar 0,105 m3/s. dengan menggunakan panjang pipa pesat 15 m, diameter pipa 0,25 m, dan tinggi jatuh efektif 4,22 m, serta generator jenis cross flow dihasilkan daya listrik sebesar 2,31 kilo-Watt. Kata Kunci : Air kolong, Pembangkit listrik, Tenaga mikrohidro
ANALISIS NILAI KORELASI PARAMETER E DAN CU PADA KASUS GALIAN DALAM MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS Fahriani, Ferra
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Keakuratan suatu analisis masalah geoteknik  erat kaitanya dengan pemilihan suatu parameter tanah. Paramater E  (modulus elastisitas tanah)  sebagai  parameter kekakuan tanah erat kaitanya dengan analisis deformasi pada suatu  masalah geoteknik, dalam  penelitian  ini khususnya deformasi akibat pekerjaan   galian dalam. Pada penelitian ini  dilakukan analisis  korelasi parameter tanah yaitu modulus elastisitas (E) dan parameter kuat geser tak terdrainase (Cu). Korelasi yang digunakan adalah E = 300 sampai 700 Cu, dari korelasi ini akan  dilakukan analisis deformasi pada tanah, deformasi dan bending momen  dinding penahan tanah serta tegangan total dan efektif  yang terjadi. Analisis pada penelitian  ini menggunakan software PLAXIS, dengan memodelkan  pekerjaan galian menggunakan metode top down yang  diawali dengan  pemasangan konstruksi penahan tanah berupa diafragma wall, serta melakukan analisis kasus galian menggunakan   parameter tanah  kondisi total dan efektif. Dari penelitian ini didapatkan korelasi nilai E=500 Cu menggunakan parameter efektif lebih mendekati deformasi di lapangan, hasil analisis  korelasi nilai E/Cu tiap interval 100 didapat perbedaan nilai deformasi  maksimum pada  tanah berkisar antara 0,5 sampai  3 cm  serta perbedaan bending momen  maksimum berkisar antara 10-100 kN m/m  . Semakin besar korelasi nilai E/Cu maka deformasi tanah maupun dinding penahan tanah akan semakin kecil dan bending momen yang terjadi semakin kecil. Hasil analisis korelasi nilai E/Cu  tidak memberikan pengaruh besar terhadap perubahan tegangan total maupun tegangan effektif yang terjadi.  Kata Kunci : Modulus Elastisitas Tanah, Kuat Geser Tanah,  Galian Dalam, Deformasi
PEMANFAATAN KAOLIN BELITUNG SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN PADA CAMPURAN BETON Gunawan, Indra
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya keterbatasan semen di daerah tertentu khususnya di Pulau Belitung akan menjadi kendala pembangunan di daerah tersebut. Salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan semen adalah memanfaatkan dan menggunakan material lokal, sehingga mampu menekan biaya serta dapat menggali potensi material lokal yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar daerah tersebut. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memanfaatkan potensi material kaolin. Kemiripan kandungan unsur-unsur kimia penyusun semen yang menjadikan dasar penelitian penggunaan kaolin sebagai bahan substitusi parsial semen untuk bahan baku pembuatan beton Penelitian ini menggunakan variasi campuran, yaitu: 0%, 15%, 30% dan 45%. Umur beton yang digunakan adalah 3 hari, 14 hari dan 28 hari pada kuat tekan rencana 22,5 MPa. Dari masingmasing campuran beton tersebut dibuat tiga benda uji. Pengujian yang dilakukan pada campuran beton adalah kuat tekan dengan menggunakan alat uji tekan beton (compressive strength test). Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan beton umur 3 hari pada campuran beton dengan menggunakan persentase penambahan kaolin 0% sebesar 17,93 MPa, 15% sebesar 16,44 MPa, 30% sebesar 8,22 MPa dan 45% sebesar 6,54 MPa. Nilai kuat tekan beton umur 14 hari pada campuran beton dengan menggunakan persentase penambahan kaolin 0% sebesar 22,08 MPa, 15% sebesar 19,04 MPa, 30% sebesar 11,34 MPa dan 45% sebesar 7,46 MPa. Nilai kuat tekan beton umur 28 hari, pada campuran beton dengan menggunakan persentase penambahan kaolin 0% sebesar 24,72 MPa, 15% sebesar 22,56 MPa, 30% sebesar 13,65 MPa dan 45% sebesar 9,29 MPa. Dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan kaolin pada campuran beton pada persentase tersebut hanya bisa digunakan pada penambahan persentase 15 %, karena hanya kuat tekan persentase tersebut yang masuk kedalam kuat tekan rencana, namun hasil tersebut lebih rendah 9,74 % dari hasil kuat tekan beton normal. Kata Kunci: semen, kaolin, dan kuat tekan
EVALUASI PERFORMANSI TERMINAL Kp. KERAMAT DI KOTA PANGKALPINANG Yofianti, Desy
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal melayani berbagai kepentingan stakeholder, yaitu penumpang, operator bus dan angkutan perkotaan, dan pemerintah. Setiap kepentingan tersebut berbeda, dan kemungkinan akan saling bersinggungan satu sama lain. Terminal Kp. Keramat di Kota Pangkalpinang dikenal sebagai  prasarana yang tidak nyaman, tidak efektif dan efisien dalam melakukan perannya sebagai prasarana umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: menganalisis fasilitas terminal, waktu pelayanan, dan hubungan tingkat kedatangan kendaraan terhadap panjang antrian. Fasilitas utama dan penunjang yang tidak ada di Terminal Kp. Keramat Kota Pangkal Pinang, perlu dibangun. Sedangkan fasilitas yang sudah ada perlu dilakukan pemeliharaan sehingga dapat berfungsi untuk membantu aktivitas yang terjadi di dalam terminal. Kondisi permukaan perkerasan di terminal sudah rusak sehingga perlu dilakukan peningkatan. Waktu pelayanan selama 30 menit untuk semua jurusan di Terminal Kp. Keramat perlu dievaluasi kembali sehingga tidak terjadi antrian yang panjang. Kata Kunci: terminal, performansi, bus, kendaraan, penumpang.
ANALISIS NILAI KORELASI DEBIT LIMPASAN LANGSUNG METODE INFIL TERHADAP DEBIT LIMPASAN LANGSUNG TERUKUR Hambali, Roby
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran di sungai dalam bentuk hidrograf dapat disederhanakan menjadi dua komponen, yaitu aliran dasar dan aliran permukaan (limpasan langsung). Debit limpasan langsung (direct runoff) merupakan akumulasi dari bagian hujan yang jatuh ke permukaan tanah dan tidak terinfiltrasi (hujan efektif) dalam satu cakupan luas DAS persatuan waktu. Analisis debit limpasan langsung sangat penting untuk perhitungan debit (hidrograf) banjir suatu sungai. Oleh karena limpasan langsung terjadi akibat hujan efektif, maka pemilihan metode yang tepat dalam perhitungan hujan efektif menjadi sangat penting. Salah satu metode yang pernah digunakan adalah metode SCS CN. Cara ini dianggap kurang baik karena nilai CN bervariasi terhadap kelembaban tanah serta peningkatan laju curah hujan menyebabkan kenaikan laju infiltrasi secara linier, padahal secara prinsip tidak terdapat hubungan yang linier antara hujan dan infiltrasi. Salah satu metode yang dianggap baik adalah metode INFIL yang menggunakan hubungan antara nilai CN dan parameter infiltrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hidrograf limpasan langsung hasil hitungan berdasarkan hujan efektif metode INFIL terhadap hidrograf limpasan langsung terukur pada DAS Bedog. Analisis statistik (nilai korelasi) digunakan untuk mengevaluasi metode yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis terhadap 12 data banjir terpilih, hidrograf limpasan langsung hasil hitungan berdasarkan hujan efektif metode INFIL menunjukkan korelasi yang tinggi terhadap hidrograf limpasan langsung terukur, yaitu rata-rata sebesar 0,91. Kata Kunci: Hujan efektif, limpasan langsung, nilai korelasi

Page 1 of 1 | Total Record : 8