cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
DESAIN DISCHARGE PLANNING BERBASIS KOMPUTERISASI SEBAGI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN Zees, Rini Fahriani Zees
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan keperawatan merupakan suatu fenomena yangharus direspon oleh perawat. Respon yang ada harus bersifat kondusif dengan meningkatkanpengetahuan tentang pengelolaan keperawatan dan langkah-langkah kongrit dalam pelaksanaanya. Salahsatu langkah yang harus ditempuh profesi keperawatan adalah melakukan penerapan discharge planningmelalui komputerisasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diselenggarakan diluar maupun didalam negeriterdapat peningkatan kepuasan yang signifikan bagi keluarga dan pasien yang dilakukan discharge planingberbasis komputerisasi. Sehingga disarankan untuk setiap rumah sakit perlu untuk merubah sistempendokumentasian discharge planning yang manual kesistem komputerisasi. Metode penulisan inimenggunakan studi kepustakaan.Kata kunci: discharge; planning komputerisasi
TANTANGAN DALAM PENERAPAN SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN Mustikawati, Yully Harta
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem informasi bidang kesehatan terus berkembang, tidak terkecuali bidang keperawatan yangmenjadi bagian pelayanan kesehatan. Tuntutan masyarakat akan pelayanan yang prima dan bermutuharus didukung oleh data yang cepat, akurat dan mudah diakses. Data tersebut termasuk data asuhankeperawatan yang telah diberikan pada pasien. Data yang tidak terdokumentasi dengan baik, olehkarena berbagai alasan dapat menyebabkan pelayanan terhambat. Semakin meningkatnya tuntutanhukum terkait dengan pelayanan harus dibuktikan dengan data yang menunjang yang tersimpan dalamdokumentasi pasien. Sistem pendokumentasian saat ini semakin berkembang, sudah banyak dokumenmelalui kertas dan pena ditinggalkan beralih pada alat digital atau komputer. Sistem informasikeperawatan sudah mulai bergerak ke arah ini. Banyak negara maju sudah mengimplementasikanpendokumentasian menggunakan sistem informasi keperawatan berbasis komputer dan telah terbuktimenjadi alat menajemen yang efektif untuk memperoleh data kesehatan atau data terkait perawatanpasien.
PENTINGNYA PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KEPERAWATAN “Pastikan bahwa data klinis yang benar di catat dalam format yang tepat pada poin perawatan” Saragih, Nurmaida
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemimpin perawat dipengaruhi oleh perubahan tatanan pelayanan di segala bidang. Reformasipelayanan kesehatan dan rangsangan undang-undang ekonomi yang maju pesat bersama dengantarget teknologi informasi yang mengadopsi catatan kesehatan elektronik/electronic health records(EHRs) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perawat memahami bahwa penggunaanteknologi informasi kesehatan dapat meningkatkan kesehatan bila di kombinasikan dengan praktekterbaik dan keperawatan berbasis bukti. Transformasi kesehatan melalui penggunaan data yangbermakna akan membutuhkan suatu pendekatan bertahap. Langkah pertama adalah memastikanbahwa data klinis yang benar di catat di dalam format yang tepat pada poin perawatan. Perawatmerupakan instrumen dalam mengidentifikasi elemen kunci dan melakukan pembakuan data yangdiperlukan untuk komponen dasar. Menstandarkan alur kerja klinis dan hubungannya dengankomponen dokumentasi dari implementasi sistem pencatatan kesehatan elektronik (EHRs) akandipastikan memberikan keberhasilan yang lebih. Pemimpin perawat harus bekerja dengan staf di garisdepan untuk mengembangkan standar alur perawatan, mendefenisikan seperangkat aturan danmemilih istilah yang secara akurat dan konsisten menggambarkan esensi pekerjaan perawat. Masadepan keperawatan bergantung pada keselamatan pasien, manajemen perubahan, peningkatan mutudan kegunaan sistem informasi sebagai bukti dari outcome yang berkualitas, pencapaian alur kerjaperawat, dan penerimaan kegunaan teknologi informasi
PENGGUNAAN RADIO FREQUENCY IDENTIIFICATION DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT Susihar, Susihar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong sektor pelayanan keperawatan untukmengembangkan kualitas pelayanan keperawatan yang berbasis teknologi informasi. Radio FrequencyIdentification (RFID) merupakan salah satu sarana dalam pemberian pelayanan keperawatan yang berbasisteknologi informasi, karena RFID dapat mengidentifikasi seseorang atau objek benda dengan menggunakantransmisi radio. Penggunaan RFID dalam pelayanan keperawatan akan memudahkan perawat dalammemberikan pelayanan, sehingga akan berdampak pada peningkatan produktivitas dari staf perawat,mengurangi kesalahan serta kelalaian/negligence, meningkatkan mutu pelayanan keperawatan kepada pasien,meningkatkan keselamatan pasien dan meningkatkan juga kepuasan kerja perawat dan kepuasan pasien. Olehkarena itu, untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan kepuasan pasien, rumah sakit perlu untukmengadopsi teknologi RFID ini.
Perbedaan pemakaian Kacamata Anti EMI terhadap Kelelahan Mata Pada Operator Komputer (Studi Eksperimen Di STIKES Widya Husada Tahun 2011) wahyudi, Didik Wahyudi, SKM, M.Kes
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang vital, oleh karena nilai kepentingan tersebut makaharus dijaga dan dicegah dari hal – hal yang dapat merusak. Salah satu alat bantu pekerjaan yangmenghasilkan radiasi ialah layar komputer, pemakaian yang lama dapat menurunkan kemampuanotot akomodasi yang bermuara pada kelelahan mata. Dosen tetap dan staf administrasi STIKESWidya Husada menggunakan komputer dalam menyelesaikan pekerjaan, sehingga mengalamikelelahan mata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pemakaiankacamata Anti Emi tehadap kelelahan mata pada operator komputer .Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif dengan desain Pretest Posttes One Group Design. Teknik pengumpulandata menggunakan pengukuran. Sampel 30 orang dari total populasi 75 orang yang memenuhikriteria inklusi. Analisa data dengan analisa univariat, analisa bivariat, dengan uji t dan analisakorelasi regresi.Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak bermakna umurdengan RT OD,OS sebelum dan sesudah perlakuan (r=0,100;p=0,598)(r=0,144;p=0,449)(r=0,134;p=0,481)(r=0,213;p=0,259). Masa kerja dengan RT OD,OS sebelumdan sesudah perlakuan menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak bermakna(r=0,111;p=0,560)(r=0,18;p=0,925)(r=0,034;p=0,857) (r=0,080;p=0,675). Ada perbedaan RTOD,OS sebelum perlakuan pekerja perempuan dengan laki – laki (p=0,005)(p=0,004).Tidak adaperbedaan RT OD,OS sesudah perlakuan pekerja perempuan dengan laki – laki(p=0,169)(0,201).Ada perbedaan RT OD, OS sebelum dan sesudah pemakaian kacamata Anti Emi(p=0,001).Disarankan untuk mengurangi kelelahan mata akibat penggunaan komputer dapatdilakukan dengan pemakaian kacamata Anti EMI, disamping pengaturan pencahayaan yang cukup,pengaturan jarak kerja, penggunaan screen, pemilihan monitor yang baik, pengaturan monitorsetting, serta mengistirahatkan mata sejenak.Kata Kunci : Kacamata Anti EMI, kelelahan mata.
PENGARUH VARIASI PENYUDUTAN ARAH SINAR PADA PEMERIKSAAN VERTEBRA LUMBOSACRAL JOINT PROYEKSI LATERAL TERHADAP KRITERIA ANATOMI RADIOGRAF utami, asih puji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are variations in x-ray beam angulation applied in examining lumbosacral joint lateral projection, both theoretical and practical. According to Clark (1973) examination of lumbosacral joint lateral projection uses beam direction of 0 °, Ballinger (1999) stated that x-ray beam is directed 5 º to 8 º caudally and Bontrager (2001) ranging from 5 º to 10 º to the caudally. The purpose of this study is to investigate the influence of x-ray beam angulation to radiographic anatomical criteria and to find the most appropriate x-ray beam angulation to achieve good radiographic anatomical criteria conducted in examining lumbosacral joint lateral projections using x-ray beam angulation of 0 º, 5 º, 10 º and 15 º caudally. The study was experimental with observational method approach.  Observation is done by examining lumbosacral joint lateral projections with the variations of x-ray beam angulations of 0 º, 5 º, 10 º and 15 º caudally. The data is collected by conducting tests, and spreading questionnaires (check list). There are 15 observers in spreading questionnaires.  Radiographic results are recorded as experimental documents.  Methods of data analysis used descriptive analysis by simple regression and crosstab data. Data are codified and categorized then. The results of this research showed that there are positive significant and correlation between x-ray beam angulation variations of 0º, 5º, 10º, 15º caudally to the radiographic anatomical criteria produced on examining lumbosacral joint lateral projection.  It is indicated by p value = 0.016 (<0.05), means Ha is accepted and Ho is rejected. The best x-ray beam angulation is 15º caudally.  This angulation can produce good radiographic anatomical criteria.   Key words:  lumbosacral joint, lateral projection, x-ray beam angulation of  0 º, 5 º, 10 º and 15 º, radiographic anatomical criteria
PROFIL PENGETAHUAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) TENTANG HIV/AIDS DI DUKUH NGLEBOK KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA Zulaika, Chusnul Zulaika Zulai
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disease of infection of HIV / AIDS represent the problem of biggest health. Amount of suffered of HIV /AIDS in Indonesia in the year 2006 is 165.000 - 250.000. while in Central Java in the early year 2007 tendingto increase there are 1070 patient of HIV / AIDS consist of 830 patient of HIVDAN 240 patient of AIDS. InBlora during three year partake - partake in District Of Casket Hamlet of Nglebok and in Blora in KampongJust known 17 one who is infection of HIV, altogether PSK which are positive infection of HIV. So that can beformulated by problem " How level knowledge of PSK HIV about / AIDS in Hamlet of Nglebok Sub-District OfTambakromo District Cepu Sub-Province of Blora?".This Research aim to wish to know knowledge level at PSK about HIV / AIDS in Hamlet of NglebokDistrict Cepu Sub-Province of Blora in the year 2008.This Research type is descriptive and total used population of sample counted 50 people. Procedureintake of data with primary data and of secondary. Research Instrument the used is questioners.PSK knowledgeable of goodness that is 56 %. Where knowledge represent very important domain toforming of someone action. Education of majority responder is finish of SD counted 38 people (76). Majorityold age responder reside in at age 20 - 35 year counted 26 people (52).From this research can be concluded by knowledgeable majority of goodness 56%knowledgeable is36%, while less 8 %.Keyword : knowledge, PSK, HIV / AIDS
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASICAMPAK DENGAN PRAKTEK PEMBERIAN IMUNISASICAMPAKPADA BAYI USIA 9-12 BULAN DI PUSKESMAS GAYAMSARIKOTA SEMARANG Cahyaningsih, Dwi E, Oktaviani Cahyaningsih, Ambar Dwi E viani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Tengah cakupan imunisasi campak tahun 2006 sebesar 94,37% sedangkan di kota Semarang cakupanimunisasi campak ( 103,10%).Dan dari data puskesmas Gayamsari kota Semarang untuk cakupan imunisasicampak tahun 2007 (66,4 %) ini masih kurang dari sesuai standar nasional ( 80% ).Kurangnyainformasi,kurang motivasi,serta hambatan lain merupakan salah satu penyebab menurunya cakupanimunisasi.Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi campak dengan praktek pemberianimunisasi campak pada bayi usia 9-12 bulan di Puskesmas Gayamsari kota semarang.Menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan populasi seluruh ibu yangmempunyai bayi usia 9-12 bulan dan bertempat tinggal di wilayah puskesmas Gayamsari kota Semarangsejumlah 373 orang dan sampel yang diambil sesuai dengan teknik simple random sampling yaitu 80responden. Alat ukur dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner. Analisis yang digunakan adalah ujiSpearman Rank secara SPSS for Window versi 10.00.Dari analisa stastistik dengan uji Spearman, didapatkan nilai P = 0,000 dengan α = 0,05 sehingga p < αmaka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antar pengetahuan responden dengan praktek pemberianimunisasi campak,sehingga Ha diterima.Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas pengetahuan tentang imunisasi campak di puskesmasGayamsari cukup sebanyak 38 orang (47,5%) serta 42 orang (52,5%) dengan praktek yang baik.Pengetahuan responden mempunyai hubungan dengan praktek pemberian imunisasi campak makadiharapkan para petugas kesehatan dapat menyampaikan informasi tentang imunisasi.
Implementation of Midwife Duties In Stand By Village By Kepmenkes No 564/Menkes/Sk/Viii/2006 About Guidelines of Implementation Stand by Village Related to Village Midwife Authority by Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 About Midwife Registration And Erawati, Ambar Dwi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Midwives perform services regulated by Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice in the form of authority. Along with standby village, midwives get additional tasks regulated in Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village. Based on regulation above, formulation of the problem in this research are: 1. Is there any disagreement in the regulation, 2. How the form of legal protection for midwives in the standby village. This study aims to: 1. Comparing these two regulations, 2. Knowing the implementation of the practices of midwives in standby villages in Tuntang district Semarang Regency. Method used empiric juridical approach to the specific analysis descriptive. Object of this research there are 10 people’s midwives and confirmation with the Chairman of IBI center. Method of collecting data with interviews, observation and literature study. Results of research there are disagreement and the differences between the two regulations. Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice are rules of Minister of Health regulating the authority of the midwife in providing midwifery services to the mother, child and family planning program. Outside the service aims to save lives. Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village is rules of Minister of Health regulating the task of midwives to provide basic medical services to the community. Midwife in stand by village fulfill all duty which is decanted in Kepmenkes No 564. Midwife in Tuntang District Stand by Village in executing midwife standby village duties is protected by Criminal Low Book (KUH Pidana). Keywords: authority, duties, regulation, decree, Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice, Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKTAATAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT ROEMANI SEMARANG (STUDI : FENOMENOLOGI) Retnaningsih, Dwi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Result of newest research report that DM is not only caused by calm factor like estimed previously by many people but DM is also influenced by habit of environment and life pursuant. Based on observation and interview, some patients whose suffering DM find difficulties in conducting diet and will till now, there is no drug capable to heal DM. Four step management of diabetes agreed on all expert are education, diet planning, exercise, and farmacology intervention. The most component often generate the problem of at patient DM is adherence of arrangement or diet. But, in reality patient of DM a lot take no account of his diet. The goal this research is to know factors which cause difficulty in the DM patient in Roemani at Semarang. This Research represent reseach qualitative study of fenomenology. Execution of research used of observation and interview guidance. After research done, to be obtained by result of factors causing disobedience of diet  at DM patient in Roemani Hospital at Semarang are boredom, feeling, knowledge, environmental and habit and life style factors. 

Page 2 of 4 | Total Record : 37