cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 20887396     EISSN : 26140039     DOI : 10.12928
Core Subject : Social,
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan [e-ISSN: 2614-0039] publishes articles containing ideas, research results, literature review, and other innovative creations on citizenship, Pancasila and Civic Education learning, Pancasila and Civic Education learning models, Pancasila and Civic Education learning media, assessment and evaluation of Pancasila and Civic Education learning, Pancasila and Civic Education research and development, moral/ethical philosophy, state law education, socio-political education of the state, socio-cultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Penguatan ideologi Pancasila di kalangan peserta didik MTsN I Pati Siti Alfiatun
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v3i1.17998

Abstract

Sebuah ideologi, selain memiliki aspek ideal berupa ide, pemikiran, dan nilai yang dianggap dapat diterima, ideologi juga harus memiliki norma yang eksplisit. Sebab, sebuah doktrin harus bisa diwujudkan dalam kehidupan nyata. Era reformasi telah melahirkan perubahan signifikan yang terjadi dalam pengalaman sosial, ekonomi, politik, bahkan termasuk dalam dunia pendidikan. Pancasila mulai tergeser ketika terjadi krisis yang mengakibatkan keterpurukan hampir di semua bidang kehidupan. Nilai-nilai Pancasila yang perlu diteruskan secara turun-temurun dapat melalui pendidikan PPKn di sekolah. Pengetahuan tentang Pancasila dalam kurikulum saat ini menjadi mata pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan Pancasila di sekolah. Pendidikan dan Kewarganegaraan Pancasila merupakan salah satu cara untuk menanamkan akhlak dan wawasan pribadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini adalah seberapa jauh tingkat pengetahuan dan pemahaman Ideologi Pancasila dikalangan mahasiswa bagaimana solusi untuk memperkuat Ideologi Pancasila dikalangan mahasiswa. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh peneliti melalui kuesioner atau kuesioner. Kuesioner atau kuesioner yang digunakan didasarkan pada cara menjawab kuesioner atau kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua responden mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara signifikan.
Penanaman nilai-nilai religius dalam pembelajaran PPKn di Madrasah Aliyah Ali Maksum Yogyakarta Miftakhul Huda; Syifa Siti Aulia
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v2i2.17988

Abstract

Kenakalan remaja yang akhir-akhir ini meningkat bisa dijadikan sebagai indikator turunnya nilai religius di kalangan remaja. Nilai religius menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu dan menjadi sikap hidup yang mengacu pada tatanan hidup yang sesuai dengan aturan dalam agama masing-masing. Kondisi sekarang ini, yang penting untuk melakukan upaya agar nilai religius kembali menguat, salah satunya yaitu upaya pemerintah dapat memperkuat eksistensinya adalah lewat jalur pendidikan, baik formal ataupun non formal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penanaman nilai religius melalui metode pembelajaran PPKn di MA Ali Maksum Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran PPKn dan siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, pengamatan (observasi), dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis data model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, bahwa semua unsur yang terkandung di dalam nilai religius disampaikan oleh guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di dalam pembelajaran. Secara keseluruhan penyampaian unsur-unsur nilai religius kepada siswa menggunakan cara yang berbeda-beda, terkadang guru mengajak siswa unruk berdiskusi dan tidak jarang pula guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kemudian diberi tugas dan hasilnya dipresentasikan di depan kelas. Hal ini dimaksudkan untuk membuat siswa tidak bosan dalam pembelajaran dan bisa menerima penyampaian dengan baik.
Pemanfaatan media youtube untuk mendukung e-learning pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi Ricky Santoso Muharam; Danang Prasetyo
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v4i1.19444

Abstract

Perubahan proses perkuliahan pendidikan kewarganegaraan dari tatap muka langsung menjadi pembelajaran jarak jauh melalui jaringan menuntut perlunya inovasi dan kreativitas pendidik dalam mengembangkan media pembelajaran. Youtube adalah platform yang dapat dikembangkan dosen dalam mendukung pembelajaran dalam jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons mahasiswa terhadap youtube yang dikembangkan dosen sebagai media pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dalam jaringan. Penelitian dilakukan secara deskriptif analitis kepada mahasiswa peserta kuliah pendidikan kewarganegaraan di STP Ambarrukmo Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media youtube yang dikembangkan dosen dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi-materi perkuliahan pendidikan kewarganegaraan. Namun demikian, dosen dipandang perlu untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan media pembelajaran untuk perkuliahan lanjutan. Dilihat dari kesesuaian materi, 28,9% responden menyatakan sangat sesuai, 56,0% menyatakan sesuai, 14,8% menyatakan cukup, dan 0,3% menyatakan kurang memahami materi yang disampaikan lewat youtube. Berkaitan dengan perlunya inovasi lanjutan dalam pengembangan media pembelajaran, 86,7% responden mendukung dilakukannya inovasi dalam pengembangan media youtube sebagai media pembelajaran pendidikan kewarganegaraan, dan 13,3% lainnya menyatakan tidak perlu dilakukan inovasi. Penelitian ini dapat memberi landasan empiris manfaat youtube yang dikembangkan dosen sebagai media pembelajaran dalam perkuliahan pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi.
Urgensi pendidikan karakter melalui pembelajaran PPKn Bariyanti Bariyanti
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v3i1.17993

Abstract

Pendidikan karakter merupakan upaya yang paling penting untuk membentuk kepribadian peserta didik. Melalui pendidikan karakter pula, dapat dilaksanakan penanaman niali-nilai moral pada peserta didik yang semakin lama semakin luntur menunjukkan hilangnya nilai-nilai kepribadian luhur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter sangat erat kaitannya dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan inilah diharapkan mampu mengimplemetasikan pendidikan karakter secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggunakan studi dokumen/ analisis dokumen yang terkait dengan pendidikan karakter dan pembelajaran PPKn. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan hasilnya berupa narasi kualitatif guna menemukan urgensi pendidikan karakter melalui pembelajaran PPKn. Hasil penelitian ini yakni strategi yang dapat dilaksanakan oleh guru dalam menerapkan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan antara lain: (1) guru memahami dengan baik mengenai konsep dan indikator karakter yang hendak diinternalisasikan kepada peserta didik yang diwujudkan dalam silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), (2) guru mengembangkan pembelajaran aktif dengan menggunakan metode-metode pembelajaran untuk menanamkan nilai berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, (3) guru sebagai teladan bagi siswa dalam menginternalisasikan nilai-nilai berbasis karakter.
Korelasi antara penggunaan media video dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan peserta didik Verawati Ningrum; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v3i1.17999

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya penggunaan media pada proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara penggunaan media video dan motivasi belajar dengan prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah Pakem. Jenis penelitian ini adalah dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII yang berjumlah 149. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan angket, tes, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan nilai r hitung (Pearson correlations) nilai r hitung antara X1 dengan Y adalah 0,048 < r tabel 0,361, tidak ada korelasi antara variabel (X1) dengan (Y). Selanjutnya, diketahui nilai r hitung antara motivasi belajar (X2) dengan pretasi belajar (Y) adalah sebesar 0,114 < 0,361, tidak ada korelasi antara variabel (X2) dengan (Y). Besarnya korelasi adalah 0,136, maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada korelasi antara penggunaan media video dan motivasi belajar dengan prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan peserta didik kelas VIII tahun ajaran 2018/2019 SMP Muhammadiyah Pakem.
Hubungan keterampilan mengajar guru mata pelajaran PPKn terhadap minat belajar peserta didik Zsekhar Mehta Pradipta Yudah; Trisna Sukmayadi
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v2i2.17989

Abstract

Pendidikan mempunyai peranan penting untuk memajukan suatu bangsa, oleh karena itu pembelajaran di sekolah harus berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan dan fungsi pendidikan nasional. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran di sekolah sebagai tenaga pendidik, maka dari itu guru harus memiliki keterampilan mengajar yang inovatif dan kreatif untuk dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh keterampilan mengajar guru mata pelajaran PPKn terhadap minat belajar peserta didik di SMPN 2 Kasihan Bantul. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif. Keberhasilan dari penelitian ini dilihat dari ada tidaknya pengaruh keterampilan mengajar guru mata pelajaran PPKn terhadap minat belajar peserta didik SMPN 2 Kasihan Bantul. Populasi dari penelitian ini ialah seluruh murid kelas VIII SMPN 2 Kasihan Bantul. Sampel penelitian ini adalah sebagian murid kelas VIII A, B, C, dan D. Sampel dipilih dengan teknik probability sampling menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Instrument penelitian berjumlah 24 butir pernyataan. Teknik analisis data yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis deskripsi menggunakan uji Correlation Pearson Product Moment dengan SPSS 20, hubungan keterampilan mengajar guru terhadap minat belajar siswa diperoleh hasil nilai r hitung sebesar 0,339, sedangkan r tabel pada taraf signifikasi 5% dengan N=56 (df= N-2, 56-2= 54) diperoleh hasil r tabel sebesar 0,2221. Hasil analisis tersebut diketahui nilai r hitung lebih besar daripada r tabel (0,339>0,2221) maka Ha diterima dan karena nilai r hitung positif berarti hubungan juga positif, maka kesimpulannya adanya hubungan keterampilan mengajar guru PPKn terhadap minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKn di smp 2 kasihan Bantul.
Penegakkan hukum peraturan daerah nomor 01 tahun 2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis Daerah Istimewa Yogyakarta Mufti Khakim; Egi Purnomo Aji
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v4i1.19906

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian hukum tentang penegakkan hukum Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2014 Tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis. Fokus penelitian ini pada aspek hukum yang menjadi bagian dari solusi penanganan gelandangan dan pengemis di Yogyakarta pasca diberlakukan Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu pendekatan yuridis sosiologis, pendekatan kebijakan dan pendekatan nilai. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan kesimpulan diambil secara deduktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan gelandangan dan pengemis dari aspek hukum pidana di Yogyakarta pasca diberlakukan Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2014 telah dilaksanakan sebagi bagian dari kebijakan secara lebih luas, integralistik, dan terpadu.
Faktor-faktor penyebab pernikahan dini di Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau Yulia Ulan Dari; Triwahyuningsih Triwahyuningsih
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v3i1.17995

Abstract

Banyaknya pernikahan dini yang terjadi di Desa Banjar Balam dari kondisi demografi masyarakat berdasarkan mata pencarian sebagian besar adalah petani, kemudian berdasarkan tingkat pendidikan masyarakat Desa Banjar Balam kebanyakan hanya tamatan Sekolah Dasar (SD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab pernikahan dini di Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau tahun 2017-2018. Penelitian ini merupakan jenis pendekatan deskriptif dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja (pelaku pernikahan dini), orang tua, kepala desa, kepala urusan agama kecamatan lirik, dan tokoh masyarakat. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab pernikahan dini. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah validasi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab pernikahan dini di Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau tahun 2017-2018 di sebabkan oleh faktor ekonomi, faktor pergaulan sosial, faktor pendidikan dan faktor budaya.
Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Suku Anak Dalam pada karnaval hari kemerdekaan di Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi Wenny Dewantari; Trisna Sukmayadi
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v3i1.18000

Abstract

Konflik keberagaman di Indonesia, lunturnya nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Indonesia, serta terjadi degradasi sikap nasionalisme dan cinta tanah air marak terjadi akhir-akhir ini. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang memiliki rasa nasionalisme serta memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal yang mereka miliki. Salah satunya ialah masyarakat Suku Anak Dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Suku Anak Dalam pada karnaval Hari Kemerdekaan di Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Alasan penggunaan metode penelitian ini karena menyesuaikan dengan tujuan pokok penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan kegiatan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat Suku Anak Dalam di Kecamatan Renah Pamenang tercermin dalam bentuk kebiasaan/ cara hidup yang mereka lakukan, pakaian yang mereka kenakan, pandangan hidup, serta aturan dan larangan yang ada. Nilai kearifan lokal masyarakat yang tercermin pada kegiatan karnaval Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Renah Pamenang adalah nilai spiritual, nilai moral dan kesopanan, nilai kesederhanaan/ efisiensi, nilai keteguhan dan ketaatan, nilai gotong royong dan solidaritas, nilai cinta lingkungan, nilai kemanfaatan, nilai kesadaran hukum, dan nilai cinta tanah air.
Upaya peningkatan karakter cinta damai peserta didik SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Mulyani Mulyani; Sumaryati Sumaryati
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v2i2.17990

Abstract

Karakter cinta damai peserta didik SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta belum terwujud dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan masih ada beberapa peserta didik yang kurang sopan terhadap guru dan karyawan (etika kurang baik), masih ada salah satu dari mereka yang membolos, kemudian segala hal perbedaan selalu menimbulkan masalah. Padahal SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sudah berupaya meningkatkan karakter cinta damai. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah apa saja upaya dan hambatan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam meningkatkan karakter cinta damai peserta didik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada Kepala Sekolah, Waka kesiswaan, Guru BK dan Guru Kelas (PPKn & PAI). Selain metode wawancara juga menggunakan observasi untuk meneliti apakah hasil wawancara sesuai dengan yang di observasi. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dengan cara membandingkan hasil wawancara antara narasumber yang satu dengan narasumber yang lain. Data kemudian dianalisis dan akan menghasilkan kesimpulan yang menunjukkan keabsahan data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudah adanya upaya sekolah dalam meningkatkan karakter cinta damai dengan berbagai indikator, antara lain terciptanya sekolah dan kelas yang nyaman, tenteram, dan harmonis. Melalui upaya tersebut masih ditemukan beberapa hambatan bahwa upaya tersebut belum tercapai secara maksimal karena ada faktor lain yang mempengaruhi kondisi karakter cinta damai peserta didik.