cover
Contact Name
widyasari putranti
Contact Email
widyasari@pharm.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasi@pharm.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science)
ISSN : 14127946     EISSN : 25035223     DOI : 10.12928
Core Subject : Health, Science,
Media Farmasi is a scientific journal published by the University of Ahmad Dahlan worked closely with Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Media Farmasi published two times a year, namely in March and September since 2002 with ISSN 1412-7946 and e-ISSN 2503-5223. The article published in the Journal Media Farmasi selected by editors and reviewed by the reviewer. Articles published in Media Farmasi must not be published in other journals or have been previously published. Media Farmasi publishes a review article, original article, as well as short communication in all scopes of Pharmaceutical Science.
Arjuna Subject : -
Articles 445 Documents
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK AIR IKAN HARUAN (Channa striata) ASAL KALIMANTAN SELATAN TERHADAP BLEEDING TIME DAN CLOTTING TIME SECARA IN VIVO Norhalifah, Norhalifah; Rahmawanty, Dina; Nurlely, Nurlely
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.804 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i2.7775

Abstract

Ikan haruan memiliki kandungan albumin yang tinggi, mengandung asam amino yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak air ikan haruan (Channa striata) terhadap bleeding time dan clotting time tikus putih jantan yang mengalami luka dan menentukan dosis ekstrak air ikan haruan yang paling efektif menurunkan bleeding time dan clotting time. Jenis penelitian yang digunakan penelitian eksperimental murni (true experimental design). Tiga puluh tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif), kelompok II (kontrol positif), kelompok III, IV dan V  kelompok ekstrak air ikan haruan konsentrasi 10%, 20% dan 40%. Ekstrak air ikan haruan berupa ekstrak kental yang diencerkan dengan akuades, sehingga dosis ekstrak air ikan haruan dibuat dalam konsentrasi persen (%). Hewan uji diberi injeksi heparin secara sub kutan selama 5 hari, kemudian diberi sediaan uji selama 5 hari dicatat bleeding time dan clotting time tiap 2 hari sekali selama pemberian sediaan uji. Analisis data menggunakan Two Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan persentase daya penurunan bleeding time dari semua kelompok meliputi kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak air ikan haruan 10%, 20% dan 40% berturut-turut yaitu 48,36%; 67,36%; 72,37%; 75,21%; 82,10% dan persen daya penurunan clotting time berturut-turut yaitu 52,70%; 70,29%; 76,61%; 76,89%; dan 78,93%. Kesimpulan penelitian ini ekstrak air ikan haruan mampu menurunkan bleeding time dan clotting time pada tikus putih jantan yang mengalami luka dengan dosis efektif 40%.
Tingkat Pengetahuan Dan Persepsi Bahaya Kosmetika Yang Mengandung Bahan Pemutih Di SMK Negeri 4 Yogyakarta Lisnawati, Deni; Wijayanti, Agustin; Puspitasari, Ade
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.9 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5747

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya kosmetika dengan bahan berbahaya yang terkandung di pasaran. Selama tahun 2014 ditemukan 68 kosmetikaa mengandung bahan berbahaya, baik produk impor maupun lokal. Produk-produk tersebut telah ditarik dari peredaran karena akan membahayakan konsumen. Pada hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 56 siswi di SMK Negeri 4 Yogyakarta, khususnya jurusan tata kecantikan sebagian besar masih kurang pemahamannya tentang bahaya kosmetika yang mengandung bahan pemutih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan dan persepsi siswi-siswi kelas XI terhadap bahaya kosmetika yang mengandung bahan pemutih, serta darimana saja sumber informasi siswi-siswi kelas XI tentang bahaya kosmetika yang mengandung bahan pemutih. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dirancang secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI SMK Negeri 4 Yogyakarta jurusan tata kecantikan sebanyak 56 siswi dan teknik pengumpulan data menggunakan metode Quota sampling. Alat pengambil data adalah kuesioner tertutup dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian pengetahuan siswi kelas XI tentang bahaya kosmetika yang mengandung bahan pemutih yaitu 51,8% yang sebagian besar sudah cukup mengetahui tentang kosmetika yang mengandung bahan pemutih. Persepsi siswi-siswi kelas XI tentang bahaya kosmetika yang mengandung bahan pemutih berbahaya dapat merusak kulit, dapat menyebabkan kanker, lebih berwaspada, berhati-hati dalam memilih kosmetika dan jangan digunakan (sebaiknya dimusnahkan). Sumber informasi pengetahuan kosmetika yang mengandung bahan pemutih yaitu sosial media, iklan di TV, brosur, teman sekolah dan guru di sekolah. Kata kunci: Pengetahuan, Persepsi, pemutih, kosmetika berbahaya
Pengaruh Pemakaian PEG 400 Dan Mentol Dalam Patch Mukoadhesif Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Transpor Senyawa Polifenol I, Setyawan E; Samirana, P O; A. Indyayani, I G
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.586 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5738

Abstract

Patch bukal merupakan sediaan obat dengan sistem penghantaran transmukosa. Kemampuan absorpsi zat aktif sediaan Patch bukal dapat dimodifikasi dengan penambahan suatu plasticizers dan permeation enhancer.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemakaian PEG 400 dan mentol terhadap transpor serta mengetahui proporsi PEG 400 dan mentol yang dapat memberikan transpor optimum senyawa polifenol ekstrak daun sirih (Piper bitle L.) dari patch bukal secara in vitro. Metode yang digunakan untuk menentukan perbandingan jumlah PEG 400 dan mentol adalah dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Uji transpor senyawa polifenol dari patch dilakukan selama 23 jam dengan menggunakan sel difusi Franz dengan membran Whatmann No. 1. Jumlah senyawa yang tertranspor ditetapkan kadarnya dengan instrumen Spektrofotometer-UV. Verifikasi formula optimum dilakukan sebanyak 3 kali dengan Single Simple Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PEG 400 dan mentol dapat meningkatkan jumlah polifenol yang tertranspor. Hubungan pengaruh PEG 400 dan mentol dapat digambarkan melalui persamaan special cubic, y =  3,26071 (A) + 4,31372 (B) + 2,80876 (A)(B) + 0,64912 (A)(B) (A-B). Verifikasi formula optimum menghasilkan p-value 0,503(>0,05). Permodelan transpor polifenol melalui membran dapat digambarkan dengan model 4 kompartemen dan menghasilkan kecepatan masing-masing L(2,1) sebesar 0,013 mgEAG/cm2/jam, L(3,2) sebesar 0,050 mgEAG/cm2/jam, L(4,1) sebesar 0,089 mgEAG/cm2/jam, dan L(3,4) sebesar 0,027 mgEAG/cm2/jam. Kata kunci: Piper betle, mentol, Patch bukal, PEG 400, polifenol.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile. Benth ) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA TERBUKA PADA TIKUS Wardani, Elly; Rachmania, Rizky Arcinthya
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14, No 1: Maret 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.835 KB) | DOI: 10.12928/mf.v14i1.9825

Abstract

Luka terbuka adalah luka yang melibatkan robekan pada kulit atau membran mukosa. Apabila terjadi luka dan diabaikan, maka dapat terjadi infeksi. Tanaman obat yang telah diteliti dan dimanfaatkan untuk penyembuhan luka terbuka salah satunya adalah daun sirih merah (Piper cf. fragile, Benth). Penelitian ini akan mengkaji pengaruh ekstrak etanol dan etil asetat daun sirih merah dalam proses penyembuhan luka pada tikus. Hewan coba dibagi menjadi 8 kelompok yaitu kelompok positif (povidon iodine 10%), negatif, 3 kelompok perlakuan ekstrak etanol daun sirih merah  masing-masing dengan konsentrasi 15%, 20% dan 25% serta 3 kelompok perlakuan ekstrak etil asetat konsentrasi 15%, 20% dan 25%. Luka terbuka dibuat dengan menggunakan metode Morton yang telah dimodifikasi yaitu tikus dicukur bulunya di daerah punggung bagian atas kemudian dibius dengan ketamine pada saat akan dibuat luka berbentuk lingkaran dengan diameter 2 cm. Pemberian ekstrak etanol dan etil asetat daun sirih merah diberikan sekali sehari dengan cara menggunakan syringe sebanyak 0,5 mL/200 g BB tikus. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kelompok ekstrak etanol lebih baik dibandingkan dengan kelompok ekstrak etil asetat dalam menyembuhkan luka terbuka pada tikus.
PENGARUH MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN ISOLAT ACTINOMYCETES KODE AL35 SERTA OPTIMASI PRODUKSI METABOLIT ANTIBAKTERI BERDASARKAN WAKTU FERMENTASI DAN pH Wulandari, Sabrina; Sulistyani, Nanik
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.342 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i2.7770

Abstract

Actinomycetes merupakan salah satu mikroorganisme yang dapat menghasilkan metabolit sekunder antara lain antibiotik. Isolat Actinomycetes (AL35) telah diisolasi dari rizosfer tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media terhadap pertumbuhan isolat AL35 serta optimasi produksi metabolit antibakteri berdasarkan waktu fermentasi dan pH. Media pertumbuhan yang digunakan adalah ISP 1, ISP 2, ISP 3, ISP 4, ISP 5 dan media SNA. Pertumbuhan isolat diamati berdasarkan miselium udara dan miselium vegetatif. Optimasi waktu produksi metabolit antibakteri dilakukan dengan waktu fermentasi  hari ke 1 hingga hari ke 14. Optimasi dilakukan pada pH 5, 6, 7, 8, 9 dan 10 dengan waktu inkubasi 14 hari. Metode uji aktivitas antibakteri  adalah metode sumuran.  Parameter yang diukur adalah diameter zona hambat terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli di sekitar sumuran. Profil optimasi  produksi metabolit sekunder berdasarkan pH dianalisis dengan membuat grafik hubungan antara pH dan diameter zona hambat, sedangkan berdasarkan waktu fermentasi, dibuat grafik hubungan antara waktu fermentasi dan zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat AL35 dapat tumbuh pada semua media yang digunakan dengan tingkat kesuburan yang berbeda-beda. Cairan kultur isolat AL35 dapat menghambat pertumbuhan S. aureus dan E. coli. Media yang menghasilkan tingkat kesuburan pertumbuhan isolat AL35 berturut-turut dari yang paling subur adalah media ISP4 lalu ISP5, SNA, ISP2, ISP3, dan ISP1. Waktu fermentasi untuk produksi metabolit antibakteri adalah hari ke 2, sedangkan pH optimal adalah pH 9 berdasarkan aktivitas terhadap S. aureus dan pH 6 terhadap E. coli.
Tanggungjawab Hukum Dokter dan Apoteker Dalam Pelayanan Resep Muh, Wendi; Fadhli, Fadhli; Anisah, Siti
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.511 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5743

Abstract

Resep adalah permintaan tertulis oleh dokter kepada apoteker untuk menyiapkan dan menyerahkan obat kepada pasien. Terdapat problematika yang telah lama terjadi dan secara terus menerus berlangsung, berupa penulisan resep dokter yang sulit dibaca dan ketidaklengkapan administrasi resep sebagai informasi pengobatan pasien (legalitas). Ini merupakan salah satu faktor yang dapat mengakibatkan medication error dari sebuah pelayanan kesehatan. Didasarkan hal itu, maka perlu dikaji bagaimana pertanggungjawaban dokter dan apoteker dalam pelayanan resep yang menyebabkan medication error. Penelitian bertujuan untuk memahami bentuk pertanggungjawaban hukum dokter dalam penulisan resep dokter yang sulit dibaca yang menyebabkan medication error pada pasien dan untuk memahami tanggungjawab Apoteker Pengelola Apotek (APA) dalam pelayanan resep dokter yang dapat menyebabkan medication error. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian normatif-empiris, yakni dengan melihat fakta-fakta yang ada di lapangan dan kemudian dibandingkan dengan aturan yang berlaku. Data lapangan dibutuhkan untuk memahami permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan, dan upaya mengatasi permasalahan tersebut ditinjau dari aspek hukum yakni peraturan perudang-undangan yang berlaku. Dari hasil penelitian, pertanggungjawaban hukum dokter terhadap pelayanan resep meliputi tahap Prescribing error menyangkut segala permintaan dalam resep, sedangkan APA bertanggungjawab terhadap segala sesuatu menyangkut transcribing error (error terjadi pada saat pembacaan resep), dispensing error (kesalahan penyebaran/distribusi), administrasion error (kesalahan pemberian obat), dan patient compliance error (kesalahan kepatuhan penggunaan obat oleh pasien). Tanggung jawab dokter selaku profesi dalam pelaksanaan tugas profesional di bidang kesehatan, didasarkan tanggung jawab norma etik dokter serta tanggung jawab hukum yang didasarkan pada ketentuan hukum perdata, pidana, dan administrasi. Tanggung jawab APA adalah memberikan obat pada pasien sesuai dengan yang tertulis di dalam resep sebagai suatu kuasa, tetapi didasarkan ilmu, keterampilan dan wewenang yang dimilikinya. Kata kunci: dokter, apoteker, medication error, tanggungjawab huku
HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG PENYAKIT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Ra fi'ah, Naili; Perwitasari, Dyah Aryani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14, No 1: Maret 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.575 KB) | DOI: 10.12928/mf.v14i1.9830

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) terjadi karena adanya resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Insidensi DMT2 mencapai 90-95% dari penyakit diabetes mellitus secara  umum. Adanya komplikasi yang menyertai DMT2 dapat membahayakan jiwa dan menurunkan kualitas hidup. Persepsi pasien tentang penyakit juga dapat berkontribusi terhadap kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, penilaian terhadap persepsi dengan kualitas hidup pasien DMT2 dengan komplikasi sangat penting karena kualitas hidup yang menurun akibat persepsi tentang penyakit yang buruk dapat memperparah penyakit dan menyebabkan kematian. Untuk mengetahui hubungan persepsi pasien dengan kualitas hidup DMT2 dengan komplikasi yang dinilai dengan menggunakan kuesioner Short Form 36 (SF-36) dan Brief Illness Perceptions Questionnaire (B-IPQ). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data secara prospektif pada pasien DMT2 dengan komplikasi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner SF-36 dan kuesioner persepsi B-IPQ. Pada penelitian ini dilakukan uji validasi pada kuesioner Sf-36. Analisis data  dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji regresi linear multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domain konsekuensi, durasi, identitas dan respon emosi pada kuesioner persepsi B-IPQ berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien DMT2. Hasil tersebut didasarkan pada analisis regresi linear dengan metode stepwise yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara domain persepsi tentang penyakit (B-IPQ) dengan domain kualitas hidup (SF-36) yaitu domain fungsi fisik (p = 0,014), keterbatasan peranan emosi (p = 0,002), keterbatasan peranan emosi (p = 0,003),  fatigue (p = 0,000), kesehatan mental (p = 0,000), fungsi sosial (p = 0,002), nyeri (p = 0,008) dan kesehatan umum (p = 0,000). Ada hubungan bermakna antara persepsi tentang penyakit dengan kualitas hidup pada pasien DMT2 dengan komplikasi. Penelitian ini dapat menjadi dasar kepada seluruh tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, intervensi klinis serta pemahaman pasien terkait penyakit DMT2 dengan komplikasi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. 
POTENSI PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS HASIL HIDROLISIS EKSTRAK ETANOL DAUN KEPEL (Stelechocarpus burahol, (Bl.) Hook f. & Th.) DENGAN METODE DPPH Diniatik, Diniatik
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.563 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i2.7776

Abstract

Tanaman kepel secara empiris digunakan sebagai diuretik dan pencegahan peradangan ginjal. Daunnya mengandung polifenol dan flavonoid, sedangkan daging buah, biji, dan akar mengandung saponin, flavonoid dan polifenol. Dalam penelitian ini dilakukan deteksi kandungan flavonoid dalam daun kepel dan potensi radikal bebas secara kualitatif. Simplisia daun kepel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan penyari etanol sebagai solven, kemudian diuapkan hingga menjadi ekstrak kental. Sebagian ekstrak etanol daun kepel dihidrolisis dengan menggunakan HCl 2N selama 30 menit, kemudian difraksinasi dengan eter. Ekstrak etanol, fraksi eter, dan fraksi air asam diidentifikasi golongan senyawanya menggunakan kromatografi lapis tipis dengan fase diam silika F254 dan dua macam fase gerak BAW (n-butanol: asam asetat: air = 3:1:1) dan kloroform: metanol (8:2). Hasil kromatogram menunjukkan bahwa bercak golongan senyawa flavonoid dalam fraksi eter dan air asam dari hasil hidrolisis ekstrak etanol daun kepel mempunyai potensi sebagai penangkap radikal bebas difenilpikrilhidrazil (DPPH).
Kualitas Hidup Mahasiswa Profesi Apoteker Dengan Health Related Quality Of Life (HRQOL) SF-6D Di Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Hidayati, Ana; Mufliha, Farida Nur; Faridah, Imaniar Noor
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.275 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5748

Abstract

Kualitas hidup individu dipengaruhi oleh status kesehatannya masing-masing. Individu sehat maupun sakit dapat diukur kualitas hidupnya. Pengukuran menggunakan instrumen Short Form 36 (SF-36). Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai kualitas hidup dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan crossectional. Sampel merupakan mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker angkatan XXXI di Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan yang diberi kuesioner SF-36 dan form karakteristik sampel. Analisis untuk SF-36 dipetakan ke SF-6D dan data karakteristik dinyatakan dalam presentase. Analisis hubungan antara karakteristik sampel dengan kualitas hidup dilakukan dengan Uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis.            Jumlah subyek yang digunakan pada penelitian berjumlah 126 mahasiswa. Hasil kualitas hidup mahasiswa profesi apoteker pada SF-6D menunjukkan skor sebesar 0,739. Hasil uji antara skor kualitas hidup dengan karakteristik menunjukkan adanya hubungan dengan kualitas hidup pada jenis transportasi ( p=0,039 ) dan riwayat penyakit ( p=0,01 ).          Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa skor  kualitas hidup mahasiswa dari SF Indeks pada SF-6D yaitu 0,739. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa adalah transportasi dan riwayat penyakit.           Kata kunci : kualitas hidup, mahasiswa profesi apoteker, SF-36, SF-6D
Formulasi Sediaan Sabun Mandi Padat Ekstrak Etanol Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) Sukawaty, Yullia; Warnida, Husul; Artha, Ananda Verranda
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.535 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5739

Abstract

Kulit merupakan bagian dari tubuh yang melindungi bagian dalam tubuh dari gangguan fisik maupun mekanik, gangguan panas atau dingin, gangguan sinar radiasi atau sinar ultraviolet dan gangguan kuman. Hal tersebut memicu kebutuhan akan perlindungan kulit dengan menggunakan kosmetika seperti sabun. Salah satu bahan alami yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah umbi bawang Tiwai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi ekstrak etanol umbi bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) menjadi sabun mandi padat yang memenuhi persyaratan SNI 06-3532-1994. Uji mutu sediaan sabun mandi padat yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji organoleptik, pH, kadar air, dan asam lemak bebas. Uji dilakukan pada hari ke-1, ke-7 dan ke-14 untuk mengetahui perbedaan mutu selama waktu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan sediaan sabun padat dari ekstrak etanol umbi bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dengan variasi minyak zaitun, minyak kelapa dan minyak sawit dapat diformulasikan menjadi sabun mandi padat yang memenuhi persyaratan SNI 06-3532-1994. Kata kunci: antibakteri, Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb., sabun padat, SNI 06-3532-1994

Page 8 of 45 | Total Record : 445


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025 Vol. 22 No. 1: March 2025 Vol. 21 No. 2: September 2024 Vol. 21 No. 1: March 2024 Vol 20, No 2: September 2023 Vol. 20 No. 2: September 2023 Vol 20, No 1: March 2023 Vol. 20 No. 1: March 2023 Vol. 19 No. 2: September 2022 Vol 19, No 2: September 2022 Vol 19, No 1: March 2022 Vol. 19 No. 1: March 2022 Vol. 18 No. 2: September 2021 Vol 18, No 2: September 2021 Vol 18, No 1: Maret 2021 Vol. 18 No. 1: Maret 2021 Vol 17, No 2: September 2020 Vol. 17 No. 2: September 2020 Vol. 17 No. 1: Maret 2020 Vol 17, No 1: Maret 2020 Vol 16, No 2: September 2019 Vol. 16 No. 2: September 2019 Vol. 16 No. 1: Maret 2019 Vol 16, No 1: Maret 2019 Vol 15, No 2: September 2018 Vol. 15 No. 2: September 2018 Vol 15, No 1: Maret 2018 Vol 15, No 1 (2018) Vol. 15 No. 1: Maret 2018 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol. 14 No. 1: Maret 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol. 13 No. 2: September 2016 Vol 13, No 2: September 2016 Vol 13, No 2: September 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol. 13 No. 1: Maret 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol. 12 No. 2: September 2015 Vol 12, No 2: September 2015 Vol 12, No 2: September 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol. 12 No. 1: Maret 2015 Vol 11, No 2: September 2014 Vol 11, No 2: September 2014 Vol. 11 No. 2: September 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol. 11 No. 1: Maret 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol 10, No 2: September 2013 Vol 10, No 2: September 2013 Vol. 10 No. 2: September 2013 More Issue