cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
KONSEP ESTETIS TORTOR DALAM UPACARA MARHAJABUAN PADA MASYARAKAT SIMALUNGUN Ruth Hertami Dyah Nugrahaningsih
BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i2.17169

Abstract

Abstrak Tari pada suku Simalungun disebut tortor. Pelaksanaan berbagai upacara adat pada suku ini selalu menyertakan tortor sebagai media.Salah satunya adalah pada upacara marhajabuan (perkawinan).Sistem kekerabatan yang disebut tolu sahundulan menjadi penentu jalannya upacara marhajabuan.Peran-peran di dalamnya seperti tondong, sanina dan boru menjalankan acara adat dengan menari. Tulisan ini menguraikan nilai estetis pada tortor yang digunakan oleh pihak-pihak tersebut dengan menjelaskan nilai kewibawaan, kesetiaan, keagungan, keluhuran dan kebijakan yang melahirkan rasa estetis atau keindahan yang meliputi rasaa) halus, b) suci, c) dalam, d) sentosa, e) sebagai pedoman, f) berwibawa, g) berdikari, h) berbudi yang halus, dan i) hidup dengan lingkungan orang lain.  Kata kunci: konsep estetis, tortor, marhajabuan (perkawinan).
Framework for Articulating Beliefs: Reflections on Teaching and Learning Experiences ARIATNA ARIATNA
BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i4.2517

Abstract

Our beliefs have a great influence on our daily activities and how we do them, for example how people go about driving has a lot to do with their beliefs about safety, beliefs about health influence the way people drink and eat, etc. As an English practitioner, my teaching practice is also driven by my beliefs. Thus, the way I select materials, start the class, assign an activity, and assess my students are informed by what I believe to be relevant to be applied to my language classroom. In the following paragraphs, I will discuss four categories of the Stern’s framework for articulating teaching beliefs and provide experience-based examples to illustrate how each could inform classroom pedagogy. As an extension of Stern’s view, I will also discuss the importance of assessment for learners and professional development for teachers. At this stage, my views will be based on the experiences that I have acquired  as a language learner and a language teaching professional. Key Words: framework, teaching beliefs, classroom pedagogy, teaching experience.
MENONTON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INSTANT Muhammad Eko Isdianto
BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i4.18580

Abstract

Teknologi berperan sangat penting dalam kehidupan masyarakat saat ini, hampir seluruh aspek kehidupan di susupi berbagai macam bentuk tehnologi. Salah satunnya adalah tehnologi visual seperti pertelevisian  dan internet yang menyajikan konten-konten yang sangat menarik. Ragam bentuk saluran televisi yang juga menyajikan acara-acara yang menarik bahkan berita aktual sebagai kebutuhan informasi, menjadikan setiap orang merasa butuh untuk melihat/menonton acara dan berita yang disajikan. Apalagi zaman sekarang ini, menonton adalah cara mudan untuk mempelajari sesuatu. Menonton film juga dapat memberikan pembelajaran untuk kita. Dengan menonton film seseorang dapat belajar tentang emosi, perasaan, cerita, Bahasa, semangat, cinta dan sebagainya.   Kata Kunci: Menonton, Pembelajaran.
SURVEI KEMAMPUAN BAHASA PRANCIS GURU BAHASA PRANCIS SMA DI DKI JAKARTA Sri Harini E; Sulandri Nuryadin
BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i75TH XXXVI.2541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tulis guru bahasa Prancis SMA di DKI Jakarta. Data kemampuan tulis dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca teks dan kemampuan menulis dengan level DELF B1. Populasi penelitian ini adalah guru- guru bahasa Prancis SMA di DKI Jakarta , sampel diambil secara acak sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64 % sampel yang diteliti memiliki kemampuan setara B1 , sedangkan 36 % sisanya kemampuannya kurang dari B1.   Kata Kunci : kemampuan, bahasa Prancis
PENGINTEGRASIAN PILAR-PILAR PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Indra Hartoyo
BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i79 TH 37.2630

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan alternatif dalam pengintegrasian unsur-unsur pendidikan karakter dalam konteks pembelajaran di perguruan tinggi. Penddikan karakter secara spesifik berupaya untuk menanamkan semangat untuk memberikan yang terbaik dengan dilandasi nilai-nilai kejujuran. Pendidikan karakter secara umum diinisiasi oleh model-model perilaku yang baik dari seluruh unsur perguruan tinggi, mulai pimpinan tertinggi hingga dosen dan pegawai. Selanjutnya, pengelolaan kelas yang mendorong munculnya budaya kelas dan semangat kebersamaan dapat dilakukan dengan membangun komitmen dan menerapkan pengelolaan pembelajaran kooperatif dan kolaboratif. Akhirnya, secara praktis, proses pembelajaran itu sendiri harus membentuk para mahasiswa menjadi pemikir-pemikir kritis yang melandaskan sikap dan keputusannya berdasarkan observasi, pengalaman, refleksi, analisa, penalaran, dan komunikasi. Komponen- komponen pembangun pendidikan karakter ini secara hirarkis akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membentuk karakter dirinya melalui proses pembelajaran, sesuai dengan karakter budaya bangsa.   Kata Kunci: pendidikan karakter, karakter  
PEMAKAIAN JARI-JARI TANGAN SEBAGAI KODE ISYARAT PEMBERITAHUAN NADA DASAR (AKOR POKOK/PRIMER) DAN TINGKATAN AKOR (KADENS) PADA SUATU TANGGA NADA DIATONIK (KROMATIK) DALAM MENGIRINGI SEBUAH NYANYIAN (LAGU) BAGI PARA PENYANYI/PEMUSIK ENTERTAINMENT Danny Ivanno Ritonga
BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i3.20201

Abstract

“Live music" itu adalah pagelaran musik secara langsung. Kata “live" ini digunakan untuk menjelaskan keadaan suatu hal (kata “live" adalah kata kerja/verb, sehingga merupakan bentuk aksi dari sebuah subjek dalam kalimat). Live music bisa membangun mood jadi lebih enak dan nyaman. Tapi, selama sound-nyanggak terlalu menggelegar heboh. Kalau terlalu keras, malah nggak nyaman.Musik merupakan media yang sangat efisien sebagai sarana penghibur jiwa. Selama musik tersebut masih bisa dianggap indah dan sudah pasti musik itu bisa menghibur. Salah satu contohnya ketika seseorang sedang bosan, mereka bisa saja menggunakan musik sebagai media penghibur dan menghilangkan rasa lelah mereka. Dalam mengiringi/memainkan atau menyanyikan sebuah lagu tidaklah mudah jika tidak dibarengi dengan pengetahuan yang mumpuni akan musik itu sendiri. Karena sangat besar kemungkinan bagi kita sebagai pemusik dan penyanyi akan menerima permintaan/request lagu yang tidak kita ketahui. Oleh karena itu, dibutuhkan “kode isyarat” sebagai patokan dalam mengisyaratkan nada dasar hingga akor-akor yang ada pada sebuah lagu tersebut. Kata Kunci : Live Music, Band, Music Entertainment, Tangga Nada, Akor (Chord),
BLURRING AND DELINEATINGEVIDENCES VIA METAPHORS AND METONYMY IN THE POLITICAL DISCOURSE OF CORRUPTION: A CRITICAL STUDY OF PARTICIPANT’S STATEMENTS IN THE INDONESIAN LAWYERS CLUB DURING THE YEAR 2017 Mara Untung Ritonga
BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i3.10073

Abstract

Penelitan yang berjudul “Blurring and Delineating Evidences via Metaphors and Metonymy in the Political Discourse of Corruption: A critical study of participant’s statements in the Indonesian Lawyers Club during the year 2017” bertujuan untuk mengeksaminasi bagaimana partisipan dalam wacana (ILC TV-ONE) memberdayakan kekuatan metapora dan metonimi sebagai strategi retorika atau seni berbicara yang merupakan perwujudan kognisi dan sikap (kesantunan berbahasa) yang disampaikan secara implisit. Hal ini ditempuh sedemikian rupa untuk menciptakan debat kognisi yang interaktif, berkualitas dan beradab. Cara imaginatif memahami dan menciptakan suatu realitas yang disampaikan melalui metapora dan metonimi ini dianalisis dengan menerapkan teori; Conceptual Metaphor Theory(CMT), Metaphorical Frame Analysis (MFA), dan Critical Discourse Analysis (CDA). Interpretasi kualitatif terhadap data; metapora (415) dan metonimi (114) selama periode penelitian (Juli-November 2017) ditemukan bahwa Metapora dan metonimi digunakan untuk menyoroti/memperjelas fakta dan mengaburkan fakta tentang topik pembicaran ‘korupsi’. Aspek-aspek yang diperjelas dan dikaburkan tersebut adalah basicness, clarity, action, and sources, misalnya CORRUPTION AS A DESIASE metaphor yang memperjelas bahwa prilaku korupsi itu adalah penyakit sosial. Ketika suatu metapora memperjelas suatu aspek, maka aspek lain menjadi kabur, seperti  metapora CORRUPTION AS A BUSINESS, menyoroti aspek business, tetapi mengaburkan aspek penyakit sosial, begitu juga metapora CORRUPTION AS A STATE/PUBLIC ENEMY menyoroti penegakan hukum atau perang melawan korupsi, dengan sendirinya mengaburkan aspek penyakit dan aspek bisnis.
EFFICACITÉ DE L’ENSEIGNEMENT DE LA COMPRÉHENSION ECRITE PAR UNE APPROCHE CONTEXTUELLE (CTL) Sudung Saut Nadeak
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2435

Abstract

Pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar (KBM) merupakan langkah-langkah konkret kegiatan belajar mahasiswa dalam rangka memperoleh, mengaktualisasikan maupun meningkatkan kompetensi yang dihendaki termasuk didalamnya kemampuan membaca. Dalam pembelajaran, penetapan pendekatan tertentu, sangatlah penting dalam menunjang tujuan pembelajaran yang telah digariskan. Misalnya saja pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang membantu dosen mengaitkan antara materi dengan situasi dunia nyata mahasiswa. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan pada pelajaran membaca / compréhension écrite yang ada di Prodi Bahasa Perancis UNIMED dengan menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning / CTL). Hasilnya,   diperoleh kesimpulan bahwa pelajaran membaca / compréhension écrite bisa lebih efektif dalam pembelajarannya melalui pendekatan kontekstual (CTL). Kata Kunci : efficacite, enseignement, compréhension ecrite, une approche, contextuelle (CTL)
IMPLEMENTASI METODE PQRST DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA (READING) MAHASISWA Johan Sinulingga
BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i77 TH 37.2603

Abstract

Generally, this research is aimed at improving students’ reading comprehension by implementing the PQRST teaching method. Subjects of the research are the students of 2009/2010 academic year taking reading I subject. The research uses classroom action research method. The data are collected by reading comprehension test for measuring the students’s reading comprehension and questionarrie with Liket scale for collecting the students’ perceptions toward  PQRST teaching method. The data are analyzed by descriptive technique. The results of research show that 1) the preliminary comprehension of the students’ reading comprehension is relative poor and very poor in which the distribution of comprehension is not proportional, 2) After first cycle, the students’ reading comprehension improve relativel significantly, 3) Then, after the end of the research, the students’ reading comprehensions improve significantly which most of them (52,94) obtains grade B or  it is categorized good and (8,82%) reaches grade A. Only about (32.35%) and (2,94%) of them still have grade C and D. However, nobody gets failed.  In term of perception, generally the students have positive and good responds and perception toward the PQRST teaching method for teaching and learning reading comprehension subject.   Kata Kunci : metode PQRST, keterampilan membaca
KONSEP PROYEKSI DALAM PERSPEKTIF LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL (LSF) Zainuddin Zainuddin
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5555

Abstract

Konsep proyeksi dalam tulisan ini membicarakan aksi sebagai suatu aspek khusus dalam sustu teks yang direalisasikan dalam suatu peristiwa (fakta). Pembahasan didasarkan pada teori linguistic sistemik fungsional oleh Halliday (1994). Proyeksi terdiri dari dua jenis secara semogenesis yaitu proyeksi sintaksis (lexicogrammar) dan proyeksi semantik. Proyeksi sintaksis merupakan pemaparan kembali perkataan (wordings) ke dalam sistem linguistik. Dengan kata lain, merepresentasikan kembali pengalaman linguistic ke dalam linguistik yang lain. Kemudian pengalaman linguistik itu dapat diproyeksikan yakni orang lain mengatakannya kembali. Proyeksi semantik merupakan pemaparan arti secara kontekstual dalam pengalaman linguistik. Dalam proyeksi semantik hal ini merupakan proses pemroyeksi dalam proses mental seperti proses berpikir secara verbal. Dengan kata lain proyeksi semantik secara spesifik lebih menekankan kepada proses kepercayaan diri yang merupakan proses mental kognisi hal ini berarti bahwa bahasa digunakan sebagai alat berpikir dan tidak ada perkataan yang diproyeksikan. Dari dua jenis proyeksi seperti diuraikan di atas diturunkan dua jenis proses pemroyeksi yaitu proyeksi kutipan lokusi (verbal) dan laporan ide (mental).   Kata Kunci: Proyeksi, dalam linguistik sistemik fungsional

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue